BAGIAN II FARMAKOLOGI
15. Memasang Kondom Kateter
No. KRITERIA/ASPEK PENILAIAN YA TIDAK Ket.
I Persiapan
a. Alat
- kondom kateter
- Strip elastik/perekat vecro
- Handscoon
- Gunting
- Baskom dengan air hangat dan sabun
- Handuk dan waslap
- Bengkok
b. Pasien
- Menjelaskan maksud dan tujuan
- Membantu pasien melakukan posisi terlentang
- Memasang sketsel
II Pelaksanaan
1. Mencuci tangan
2. Menggunakan handscoon
3. Membersihkan genetalia dengan sabun dan air, kemudian
keringkan secara menyeluruh.
4. Dengan tangan non dominan menggenggam penis kx dengan kuat sepanjang batangnya kemudian tangan yang dominan memasangkan dengan perlahan lahan pada batang
penis
5. Menyisakan 2,5 s/d 5 cm ruang antara glans penis dan ujung
kondom kateter
6. Melilitkan batang penis dengan strep valen/perekat elastis.
Strep harus menyentuh hanya pada kantong kondom.
Pasang dengan pas tetapi tidak ketat.
7. Menghubungkan sedang dramage dengan pada ujung
kondom kateter
8. Meletakkan kelebihan gulungan sekat dibawah tempat tidur
dan meletakkan urotas lebih rendah dan pasien 9. Membersihkan alat-alat
10. Mencuci tangan
11. Mencatat tanggal pemasangan kondom kateter dan adanya
urine pada kandung dramage
97
12. Melepas kondom kateter selama 30 menit setiap 24 jam untuk perawatan kulit perineal dan melihat gland penis tiap 4 jam untuk menentukan bahwa sirkulasi pada penis
adelumint.
III Sikap
1. Hati-hati
2. Sabar
3. Bertanggung jawab atas respon yang terjadi
Nilai : Jumlah Item (Ya) x 100
25
Keterangan :
...
...
...
Catatan : - Beri tanda (√ ) pada kolom “Ya”
untuk setiap item yang dilakukan oleh mahasiswa.
- Beri tanda (√ ) pada kolom “Tidak”
untuk setiap item yang tidak dilakukan oleh mahasiswa
...
Pembimbing Ruangan
(...)
98
16. MELEPAS KONDOM KATETER
No. KRITERIA/ASPEK PENILAIAN YA TIDAK Ket.
I Persiapan
a. Alat
1. Bengkok
2. Plastik tempat kotoran
3. Closet paper
4. Sarung tangan on steril
b. Pasien dan lingkungan
1. Menjelaskan pada pasien tindakan yang akan
dilakukan
2. Mengatur posisi
3. Menutup pintu dan jendela atau sampiran
II Pelaksanaan
1. Mendekatkan alat ketempat pasien
2. Mencuci tangan
3. Menanggalkan pakaian bawah pasien
4. Melepaskan tali kondom atau plester dan kondom
5. Melepas urine bag dan menanggalkan sisa urine kedalam urine kemudian memasukkan kedalam kantong plastic
6. Menggulung kondom kateter dan penis pasien dengan tangan yang dialasi tissue atau memakai sarung tangan
7. meletakkan kondom kateter dibengkok
8. K/p melap ujung penis dan asa urine dengan tissue 9. Melepas sarung tangan
10. Merapikan pasien dan membereskan lingkungan 11. Membereskan alat
12. Mencuci tangan
13. Mencatat dan melaporkan tindakan yang telah
dilakukan dan kelainan yang ditemukan
Nilai : Jumlah Item (Ya) x 100
21
Keterangan :
...
Catatan : - Beri tanda (√ ) pada kolom “Ya”
untuk setiap item yang dilakukan oleh mahasiswa.
- Beri tanda (√ ) pada kolom “Tidak”
untuk setiap item yang tidak dilakukan oleh mahasiswa
...
Pembimbing
(...)
99
17. PENGAMBILAN DARAH VENA UNTUK PEMERIKSAAN LABORATORIUM
No. KRITERIA/ASPEK PENILAIAN YA TIDAK Ket.
I Persiapan
a. Alat
1. Spuit dan jarum steril
2. Kapas alcohol 70%
3. Tabung darah
4. Perlak
5. Pembendung (tourniquet)
6. Bengkok
7. Plester dan gunting
b. Pasien dan lingkungan
1. Mengidentifikasi pasien
2. Memberitahu pasien tentang tindakan yang akan
dilakukan
3. Menyiapkan lingkungan pasien
II Pelaksanaan
1. Mendekatkan alat pada pasien
2. Mencuci tangan
3. Menentukan lokasi
4. Meletakkan perlak kecil di bawah lengan yang akan
dilakukan punks
5. Melakukan pembendungan dengan torniquet
6. Menghapushamakan lokasi tusukan
7. Menunjukkan jarum dengan sudut 5-30
8. Bendungan dilepas
9. Menghisap darah sesuai dengan jumlah yang
diperlukan
10. Mencabut jarum
11. Menekan bekas punksi
12. Memasukkan darah kedalam tabung darah 13. Membereskan alat alat
14. Mencuci tangan
III Hasil
- Teliti, tidak ragu ragu
Nilai : Jumlah Item (Ya) x 100
23
Pembimbing (...)
100
18. MENGAMBIL TINJA UNTUK PEMERIKSAAN LABORATORIUM
No. KRITERIA/ASPEK PENILAIAN YA TIDAK Ket.
I Persiapan
a. Alat
1. Formulir khusus untuk pemeriksaan tinja, dua macam
masing-masing dua lembar
2. Tempat yang terbuat dari gelas atau plastic dengan
tutupnya kertas etiket
3. Lem tinja
4. Lidi / sudip kayu yang sudah pernah dipakai 5. Tempat sampah tertutup
6. Bengkok / tempat khusus bertutup dipergunakan untuk membawa bahan ke laboratorium
b. Pasien dan lingkungan
1. Memberitahu tindakan yang akan dilakukan
II Pelaksanaan
1. Mencuci tangan
2. Mengisi formulir dengan jelas mengenai tanggal, nama pasien, nama dokter, nama ruangan, apa yang harus diperiksa diberi tanda atau dibubuhi garis dibawahnya
3. Memberikan etiket pada wadah dengan keterangan jelas mengenai : tanggal, nama pasien, nama bahan,nama bagian / ruangan
4. Mengambil tinja secukupnya dengan lidi / sudip lalu dimasukkan kedalam wadah, kemudian buang lidi / sudip kedalam tempat sampah bertutup
5. Menutup wadah tinja rapat-rapat
6. Mencocokkan data pada formulir dengan data pada etiket 7. Menuliskan data dari formulir pada buku ekspedisi
8. Meletakkan wadah kedalam bengkok / tempat khusus
bertutup yang dipergunakan ke laboratoritum
9. Membersihkan alat-alat dan mengembalikan ketempatnya
10. Mencuci tangan
Nilai : Jumlah Item (Ya) x 100
21
Pembimbing
(...)
101
19.MENYIAPKAN PENGAMBILAN BAHAN (URIN DAN JARINGAN) UNTUK PEMERIKSAAN LABORATORIUM
No. KRITERIA/ASPEK PENILAIAN YA TIDAK Ket.
I Persiapan
a. Alat
− Botol kecil/tabung tempat spesimen yang sudah diberi
label
− Spuit steril, berbagai ukuran
− Kapas alkohol dalam tempatnya
− Tourniquet
− Label pemeriksaan
− set pemasangan kateter
b. Pasien
− Pasien diberi penjelasan tentang tindakan yang akan
dilakukan
− Pasien diatur sesuai kebutuhan.
II Pelaksanaan
1. Pemeriksaan urine biasa, pada pasien tidak sadar
a. Menyiapkan tempat urin
b. Memasang kateter
c. Menampung urine dengan bengkok
d. Masukkan urine kedalam tempat yang tersedia e. Memasukkan label pada tempat urine dengan cara : - Mencantumkan nama
- Nomor dan rekaman medik
-Tanggal dan jam pengambilan
f. Mengirim bahan dengan menyertakan formulir
pemeriksaan yang sudah diisi dan ditandatangani dokter
2. Pemeriksaan Jaringan
a. Menyiapkan tempat urin
b. Memasang label pada tempat jaringan dengan :
- Mencantumkan nama
- Nomor medical record
- Tanggal dan jam pengambilan
c. Mengisi tempat jaringan dengan larutan formalin
102
d. Memasukkan jaringan ke dalam tempat yang telah
disediakan
e. Mengirim bahan dengan menyertakan formulir
pemeriksaan yang sudah diisi dan ditandatangani dokter.
III Sikap
1. Hati-hati
2. Teliti dan Cermat
3. Sabar
Nilai : Jumlah Item (Ya) x 100
14
Keterangan :
...
...
Catatan : - Beri tanda (√ ) pada kolom “Ya”
untuk setiap item yang dilakukan oleh mahasiswa.
- Beri tanda (√ ) pada kolom “Tidak”
untuk setiap item yang tidak dilakukan oleh mahasiswa
...
Pembimbing
(...)
103
BAGIAN III
KEPERAWATAN ANAK
104
1. MENIMBANG BERAT BADAN BAYI
No. KRITERIA/ASPEK PENILAIAN YA TIDAK Ket.
I Persiapan
a. Alat
- Timbangan bayi dalam keadaan siap pakai
- Buku Catatan
- Kain Pengalas Timbangan
b. Pasien
- Memberitahu Ibu/keluarga pasien
II Pelaksanaan
1. Perawat memakai baju khusus
2. Cuci tangan
3. Pintu dan jendela ditutup (bila perlu)
4. Timbangan diberi pengalas dan siap untuk dipakai
5. Timbangan distel dengan angka penunjuk pada angka 0 (nol) 6. Selimut dan baju bayi dibuka, lalu bayi dibaringkan diatas timbangan
7. BB dicatat dalam catatan medik bayi
8. Bayi dirapikan, alat dibereskan dan dikembalikan ke tempat semula III Hasil
BB Bayi terukur dengan benar dan tepat
Nilai Rata-rata : Jumlah Item (Ya) x 100 13
Keterangan :
...
...
...
Catatan : - Beri tanda (√ ) pada kolom “Ya” untuk setiap item yang dilakukan oleh mahasiswa.
- Beri tanda (√ ) pada kolom “Tidak” untuk setiap item yang tidak dilakukan oleh mahasiswa
...
Pembimbing
(...)
105
2. MENGUKUR PANJANG BAYI/TB
No. KRITERIA/ASPEK PENILAIAN YA TIDAK Ket.
I Persiapan
a. Alat
- Ukuran panjang (meteran yang terbuat dari kayu)
b. Pasien
- Memberitahu Ibu/keluarga pasien
II Pelaksanaan
1. Alat pengukur disiapkan
2. Bayi dibaringkan terlentang dengan kedua kaki diluruskan
3. Panjang badan diukur mulai ujung kepala sampai ke tumit dan
hasilnya dicatat
4. Bayi dan alat-alat dirapikan
III Hasil
Panjang B adan Bayi terukur dengan benar dan dicatat
Nilai Rata-rata : Jumlah Item (Ya) x 100 7
Keterangan :
...
...
...
Catatan : - Beri tanda (√ ) pada kolom “Ya” untuk setiap item yang dilakukan oleh mahasiswa.
- Beri tanda (√ ) pada kolom “Tidak” untuk setiap item yang tidak dilakukan oleh mahasiswa
...
Pembimbing
(...)
106
3. MENGUKUR SUHU BADAN BAYI
No. KRITERIA/ASPEK PENILAIAN YA TIDAK Ket.
I Persiapan
a. Alat
- Termometer dalam keadaan siap pakai
- Vaselin / minyak pada tempatnya - Bengkok
- Kain kasa/lap pengering - Kapas cebok dalam tempatnya
b. Pasien
- Memberitahu Ibu/keluarga pasien
- Memposisikan bayi dengan nyaman
II Pelaksanaan
1. Bayi dibaringkan dalam posisi terlentang/dimiringkan sedemikian
rupa agar anus mudah dicapai.
2. Popok bayi dibuka, lalu daerah anus dibersihkan dengan kapas
cebok
3. Termometer diperiksa apakah air raksa tepat pada angka 0, lalu ujungnya diolesi dengan pelumas, selanjutnya termometer dimasukkan melalui anus sampai batas air raksa ( sekurang-
kurangnya 2 cm)
4. Setelah 3-5 menit termometer diangkat dan langsung dibaca dengan
teliti kemudian hasilnya dicatat dalam catatan medik bayi.
5. Popok dipasang kemudian posisi bayi diatur kembali.
III Hasil
Suhu badan terukur dengan benar dan dicatat
Nilai Rata-rata : Jumlah Item (Ya) x 100 13
Keterangan :
...
...
...
Catatan : - Beri tanda (√ ) pada kolom “Ya” untuk setiap item yang dilakukan oleh mahasiswa.
- Beri tanda (√ ) pada kolom “Tidak” untuk setiap item yang tidak dilakukan oleh mahasiswa
...
Pembimbing
(...)
107
4. MENGUKUR TEKANAN DARAH ANAK
No. KRITERIA/ASPEK PENILAIAN YA TIDAK Ket.
I Persiapan
a. Alat
- Termometer sesuai dengan usia anak
- Stetoskop - Catatan/alat tulis
b. Pasien
- Pasien diberitahu
II Pelaksanaan
1. Mencuci tangan
2. Membuka/menggulung lengan baju ke arah atas
3. Memasang manset sesuai dengan usia
4. Menentukan/meraba arteri brachialis untuk memasang stetoskop 5. Membuka klem air raksa pada tensi meter.
6. Memompa balon tensi sampai air raksa naik
7. Membuka pelan-pelan skop pada balon untuk menurunkan air raksa secara pelan
8. Mendengarkan denyutan pertama lalu diingat, diteruskan sampai tak terdengar denyutan
9. Dicatat denyutan pertama dan denyut terendah 10. Penderita dibersihkan dan alat dikembalikan 11. Perawat cuci tangan
III Hasil
Tekanan darah terukur dengan benar dan tercatat
Nilai Rata-rata : Jumlah Item (Ya) x 100 16
Keterangan :
...
...
Catatan : - Beri tanda (√ ) pada kolom “Ya” untuk setiap item yang dilakukan oleh mahasiswa.
- Beri tanda (√ ) pada kolom “Tidak” untuk setiap item yang tidak dilakukan oleh mahasiswa
...
Pembimbing
(...)
108
5. MENYUSUKAN BAYI LANGSUNG PADA IBU
No. KRITERIA/ASPEK PENILAIAN YA TIDAK Ket.
I Persiapan
a. Alat
- Kapas Pembersih dalam tempatnya
- Nierbeken untuk tempat kapas kotor
b. Pasien
- Bayi dirapikan kemudian lakukan pemeriksaan identitas bayi/nama ibu/nama yang tercantum pada peneng yang terpasang di lengan bayi
- Ibu diberi penjelasan tentang hal-hal yang akan dilakukan - Ibu disiapkan dalam keadaan bersih dan rapi
- Usahakan lingkungan dalam keadaan bersih dan tenang II Pelaksanaan
1. Bayi dibawa dan diberikan pada ibunya.
2. Ibu disiapkan dalam posisi duduk yang nyaman
3. Air susu ibu diperiksa, apakah memancar dengan baik/tidak 4. Puting susu dan sekitarnya dibersihkan dengan kapas pembersih.
5. Bayi disusukan dengan cara bergantian, payudara kiri dan kanan, selama masing-masing sepuluh menit.
6. Bila pemberian ASI pertama kali dilakukan dengan payudara kiri, maka pemberian ASI selanjutnya dengan payudara kanan dilakukan secara bergantian.
7. Selesai menyusui, mulut bayi dibersihkan dengan kapas pembersih 8. Puting susu dan sekitarnya dibersihkan dengan kapas pembersih 9. Bayi diangkat dan ditengkurapkan dibahu atas perawat/ibunya sambil
ditepuk-tepuk sekitar punggungnya agar bersendawa 10. Bayi dan ibu dirapikan
11. Bayi dibaringkan terlentang/tengkurap dan kepala dimiringkan 12. Alat-alat dibersihkan, dibereskan, dan dikembalikan ke tempat
semula
13. Catat pemberian ASI dalam lembaran catatan perawatan
III Hasil
1. Bayi dapat menyusu dengan baik dan cukup kenyang
2. ASI lancar dan tidak ada pembendungan Nilai Rata-rata : Jumlah Item (Ya) x 100
21
Pembimbing
(...)
109
6. MEMBERI MINUM BAYI DENGAN SENDOK/PIPET
No. KRITERIA/ASPEK PENILAIAN YA TIDAK Ket.
I Persiapan
a. Alat
- Pipet/sendok dalam keadaan bersih
- Susu/minuman dalam tempatnya - Air matang dalam tempatnya - Alas dada
b. Pasien
- Beritahu Ibu/Pasien
- Posisikan bayi dengan nyaman
II Pelaksanaan
1. Perawat memakai scort
2. Cuci tangan
3. Pasang alas dada
4. Bayi diletakkan di atas meja dengan posisi kepala lebih tinggi dan
badan
5. Suhu susu diperiksa dengan cara meneteskan susu dipunggung tangan
6. Suhu susu yang baik adalah yang hangat hangat kuku. Bayi diberi minum sedikit demi sedikit dengan rasa kasih sayang dan penuh perhatian
7. Selesai pemberian susu, bayi diberi air matang secukupnya untuk membilas sisa susu dalam mulut, selanjutnya mulut bayi dibersihkan dengan kapas pembersih.
8. Bayi diangkat kemudian ditelungkupkan di bahu perawat, sambil ditepuk-tepuk sekitar punggungnya agar bersendawa.
9. Bayi dibaringkan dengan posisi kepala dimiringkan
10. Catat jumlah susu yang diberikan pada lembar catatan perawatan
III Evaluasi/Hasil
1. Bayi minum sampai cukup kenyang
2. Tidak tersedak
Nilai Rata-rata : Jumlah Item (Ya) x 100 18
Pembimbing
(...)
110
7. MEMBERI MINUMAN DENGAN PIPA PENDUGA LAMBUNG BAYI/ANAK
No. KRITERIA/ASPEK PENILAIAN YA TIDAK Ket.
I Persiapan
a. Alat
- Susu/cairan sesuai kebutuhan
- Pipa penduga lambung/maag - Slang air matang dalam tempatnya - Alas dada bayi
- Spuit dengan ukuran sesuai dengan kebutuhan - Plester
- Kassa steril - Gunting verband - Nierbekeen/bengkok
b. Pasien
- Posisikan bayi dengan nyaman
II Pelaksanaan
1. Perawat memakai scort
2. Cuci tangan
3. Pasang alas dada pada bayi
4. Bayi disiapkan dalam posisi kepala lebih tinggi dari badan misalnya
dengan bantal
5. Bila pemberian cairan dilakukan melalui hidung maka lubang hidung harus dibersihkan lebih dahulu.
6. Pipa penduga lambung diukur dari epigastrium sampai ke hidung, kemudian belok ke telinga selanjutnya pipa penduga lambung dan diberi tanda (ujung pipa ke arah epigastrium)
7. Ujung pipa dilicinkan dengan air/pelicin lain (jelly)
8. Bagian pangkal pipa diklem/dilipat, tutup dengan jari dan ujungnya dimasukkan melalui hidung dengan hati-hati sampai batas yang diberi tanda. Perhatikan keadaan umum bayi, apakah ada tanda sesak nafas/tidak
9. Periksa apakah pipa betul masuk ke dalam lambung, caranya dengan mengisap cairan lambung menggunakan spuit, kemudian pastikan bahwa betul yang keluar adalah cairan lambung, caranya dengan menggunakan lakmus biru/melihat warna cairan
10. Spuit dipasang pada pangkal pipa
11. Tuang sedikit air matang, klem/lipatan pipa dibuka, kemudian cairan dimsukkan perlahan-lahan, selama pemberian cairan perhatikan reaksi bayi
12. Bila cairan sudah habis tuang sedikit air matang untuk membilas 13. Bila pipa dipasang secara menetap pangkal pipa ditutup kembali
setelah itu difiksasi pada dahi dengan plester
III Evaluasi/Hasil
111
1. Pipa penduga lambung terpasang dengan benar
2. Bayi tidak tersedak/aspirasi
Nilai Rata-rata : Jumlah Item (Ya) x 100 24
Keterangan :
...
...
...
Catatan : - Beri tanda (√ ) pada kolom “Ya” untuk setiap item yang dilakukan oleh mahasiswa.
- Beri tanda (√ ) pada kolom “Tidak” untuk setiap item yang tidak dilakukan oleh mahasiswa
...
Pembimbing
(...)
112
8. MERAWAT TALI PUSAT PADA BAYI
No. KRITERIA/ASPEK PENILAIAN YA TIDAK Ket.
I Persiapan
a. Alat
- Kasa dan kapas lidi steril dalam tempatnya
- Korentang dalam tempatnya
- Perlengkapan pakaian bayi (popok,baju, dll) - Pengikat tali pusat steril
- Normal saline 0,9 % II Pelaksanaan
1. Kasa pembungkus tali pusat ditetesi normal saline dan dibuka
2. Bersihkan tali pusat dengan kapas normal saline, mulai dari ujung sampai pangkal tali pusat dan daerah sekitarnya dengan diameter 2
cm
3. Tali pusat dibungkus dengan kasa steril
4. Pakaian bayi dikenakan dan selanjutnya dirapikan kemudian bayi
dibaringkan dengan posisi sesuai kebutuhan.
III Evaluasi/Hasil
1. Tali pusat bersih dan terawat dengan benar
2. Tidak ada tanda-tanda radang/infeksi
Nilai Rata-rata : Jumlah Item (Ya) x 100 11
Keterangan :
...
...
...
Catatan : - Beri tanda (√ ) pada kolom “Ya” untuk setiap item yang dilakukan oleh mahasiswa.
- Beri tanda (√ ) pada kolom “Tidak” untuk setiap item yang tidak dilakukan oleh mahasiswa
...
Pembimbing
(...)
113
9. MEMBERI SUNTIKAN INTRA VENA ANAK/BAYI
No. KRITERIA/ASPEK PENILAIAN YA TIDAK Ket.
I Persiapan
a. Alat
- Persiapan Alat dan pasien sama dengan persiapan pada suntikan
intra cutan, tetapi disesuaikan dengan kebutuhan.
II Pelaksanaan
1. Perawat cuci tangan
2. Klem infus dimatikan
3. Karet infus yang akan ditusuk didesinfeksi dengan kapas alkohol
4. Jarum ditusukkan karet infus
5. Obat dimasukkan secara perlahan-lahan
6. Setelah obat masuk jarum dicabut, klem dibuka, tetesan infus diatur lagi
7. Alat dibereskan 8. Perawat cuci tangan
III Evaluasi/Hasil
Obat masuk melalui vena dengan benar
Nilai Rata-rata : Jumlah Item (Ya) x 100 10
Keterangan :
...
...
...
Catatan : - Beri tanda (√ ) pada kolom “Ya” untuk setiap item yang dilakukan oleh mahasiswa.
- Beri tanda (√ ) pada kolom “Tidak” untuk setiap item yang tidak dilakukan oleh mahasiswa
...
Pembimbing
(...)
114
10. MEMBERI SUNTIKAN INTRA CUTAN PADA BAYI / ANAK
No. KRITERIA/ASPEK PENILAIAN YA TIDAK Ket.
I Persiapan
a. Alat
Baki/troli suntik yang berisi alat sebagai berikut:
- Spuit 1 cc /spuit khusus dan jarum steril - Obat yang diperlukan
- Korentang steril dalam tempatnya - Kapas alkohol dalam tempatnya - Gergaji ampul
- Canan Pelarut
- Bak spuit steril yang bertutup dan didalamnya sudah dialasi kasa steril
- Tempat untuk menampung kotoran - Perlak dan alasnya
- Baskom berisi larutan desinfektan untuk cuci tangan - Handuk
- Buku Injeksi
b. Pasien
- Pasien diberi penjelasan tentang hal yang dilakukan
II Pelaksanaan
1. Cuci tangan
2. Permukaan kulit didesinfeksi dengan kapas alkohol lalu ditegangkan
dengan tangan kiri
3. Lubang jarum menghadap ke atas dan membuat sudut antara 15-20º
dengan permukaan kulit
4. Obat dimasukkan ke dalam jaringan kulit sampai permukaan kulit
yang disuntik kelihatan mengembang
5. Setelah obat masuk semua jarum suntik dicabut dengan cepat.
Bekas tusukan jarum jangan ditekan atau dihapus dengan kapas alkohol
6. Setelah jangka waktu yang telah ditentukan lihat dan catat reaksi yang terjadi pada daerah tusukan
7. Hasilnya segera laporkan dokter yang bertanggung jawab atau penanggung jawab ruangan
8. Perawat cuci tangan
III Evaluasi/Hasil
Obat masuk intra cutan dengan benar (tampak menonjol dibawah kulit) Nilai Rata-rata : Jumlah Item (Ya) x 100
22
.
Pembimbing
(...)
115
11. MEMBERI SUNTIKAN INTRA MUSCULAR
No. KRITERIA/ASPEK PENILAIAN YA TIDAK Ket.
I Persiapan
a. Alat
- Persiapan alat dan pasien sama dengan persiapan pada suntikan
intra cutan, tetapi spuit harus disesuaikan dengan kebutuhan.
II Pelaksanaan
1. Perawat cuci tangan
2. Tentukan daerah yang disuntik lalu permukaan kulit daerah ybs.
Didesinfeksi dengan kapas alkohol
3. Jarum ditusukkan tegak lurus dengan permukaan kulit (90º)
4. Penghisap spuit ditarik sedikit bila keluar daerah obat jangan
dimasukkan, tetapi bila tak ada darah obat dimasukkan perlahan.
5. Setelah obat masuk semua jarum dicabut dengan cepat, bekas tusukan jarum ditekan dengan kapas alkohol
6. Alat dibereskan 7. Perawat cuci tangan
III Evaluasi/Hasil
Obat masuk secara intra muscular dengan benar
Nilai Rata-rata : Jumlah Item (Ya) x 100 10
Keterangan :
...
...
...
Catatan : - Beri tanda (√ ) pada kolom “Ya” untuk setiap item yang dilakukan oleh mahasiswa.
- Beri tanda (√ ) pada kolom “Tidak” untuk setiap item yang tidak dilakukan oleh mahasiswa
...
Pembimbing
(...)
116
12. MEMBERI CAIRAN MELALUI VENA DENGAN JARUM BERSAYAP (WINGNEEDLE)
No. KRITERIA/ASPEK PENILAIAN YA TIDAK Ket.
I Persiapan
a. Alat
Meja/baki yang berisi alat sebagai berikut:
- Seperangkat infus set steril - Wingneedle (jarum bersayap) steril - Cairan yang diperlukan
- Kapas alkohol dalam tempatnya
- Jodium tincture 1% atau betadine 10% dalam tempatnya.
- Alat pencukur - Kain pengalas - Perlak kecil - Gunting Verband - Kapas dalam tempatnya - Plester
- Bengkok
- Standar infus lengkap dengan gantungan botol (kolf) - Pembalut atau verband
- Spalk dalam keadaan siap pakai
b. Pasien
- Mengadakan pendekatan kepada anak/keluarga dengan memberi penjelasan tentang tindakan yang akan dilakukan sesuai tingkat perkembangan dan kemampuan berkomunikasi
II Pelaksanaan
1. Pasien diberitahu, kemudian disiapkan untuk dibawa ke kamar
khusus
2. Pasien digendong dan ditidurkan telentang
3. Perlak dan kain pengalas dipasang di bawah anggota tubuh yang
akan dipasang infus (pada bayi dibawah kepala)
4. Daerah yang akan ditusuk dicukur dan dibersihkan
5. Botol cairan digantung, tutup botol didesinfeksi dengan kapas alkohol, lalu tusukkan jarum (saluran) udara, kemudian slang infus dipasang dan disambung dengan jarum bersayap
6. Tutup jarum dibuka, cairan dialirkan sampai keluar, sehingga tidak ada udara dalam slang saluran infus, selanjutnya diklem dan jarum ditutup kembali.
7. Daerah permukaan kulit yang akan ditusuk didesinfeksi dengan kapas alkohol, lalu jarum ditusukkan ke vena dengan lubang jarum menghadap ke atas.
8. Bila berhasil maka darah akan masuk ke dalam slang dan klem dilonggarkan untuk melihat kelancaran cairan atau tetesan
9. Bila tetesan lancar, jarum fiksasi dengan cara : - Pasang plester I sepanjang jarum yang dibutuhkan
117
- Pasang plester II melintang di atas jarum
- Pasang plester III dibawah sayap jarum dan dibelitkan dari kanan ke kiri dan sebaliknya melampaui jarum
10. Di bawah sayap jarum diberi kasa untuk penahan
11. Slang diatur membentuk huruf U atau melingkar kemudian diplester 12. Tetesan cairan infus diatur sesuai kebutuhan
13. Anggota tubuh yang dipasang infus, posisinya diatur agar jarum infus tidak bergerak atau berubah letaknya, bila perlu gunakan spalk 14. Setelah pemasangan infus selesai, pasien dirapikan dan posisinya
diatur senyaman mungkin
15. Peralatan dibersihkan, dibereskan dan dikembalikan ke tempat semula
16. Bila pemberian infus selesai, infus distop, dilepas dan jarum bersayap dicabut, bekas tusukan ditekan dengan kapas alkohol, kemudian ditutup dengan kain kasa steril dan diplester.
III Evaluasi/Hasil
1. Wingneedle terpasang dengan benar
2. Aliran cairan lancar
Nilai Rata-rata : Jumlah Item (Ya) x 100 35
Keterangan :
...
...
...
...
Pembimbing
(...)
118
13. PEMBERIAN OKSIGEN NASAL PADA BAYI / ANAK
No. KRITERIA/ASPEK PENILAIAN YA TIDAK Ket.
I Persiapan
a. Alat
- Tabung O2
- Botol humidifier dan teris aqua flowmeter - Pipa/slang O2
- Kanule/masker O2
II Pelaksanaan
1. Pasien diberitahu jika memungkinkan
2. Siapkan tebung oksigen lengkap dengan manometer di dekat pasien
3. Mengatur posisi pasien dan membuka flow meter serta mengukur
dosis secara bertahap
4. Memasang canule masker dan Fiksasi slang oksigen dengan plester 5. Observasi tentang keadaan umum pasien selama pemasangan
oksigen
6. Catat dalam keadaan keperawatan
III Evaluasi/Hasil
1. O2 diberikan sesuai dosis / advis
2. Kebutuhan O2 terpenuhi
Nilai Rata-rata : Jumlah Item (Ya) x 100 12
Keterangan :
...
...
...
Catatan : - Beri tanda (√ ) pada kolom “Ya” untuk setiap item yang dilakukan oleh mahasiswa.
- Beri tanda (√ ) pada kolom “Tidak” untuk setiap item yang tidak dilakukan oleh mahasiswa
...
Pembimbing
(...)