• Tidak ada hasil yang ditemukan

Memperjuangkan Kesetaraan Gender

Hj. Zulfikar Lamakarate, S.Sos.

Hj. Zulfikar Lamakarate, S.Sos.

Memperjuangkan Kesetaraan Gender

Oleh Awaluddin, S.Sos. MPA.

“Politik adalah seni Buruk atau baiknya politik Tergantung orang-orang yang menjalani politik”

Menjadi seorang anggota legislator merupakan hak semua warga Negara, karena setiap warga Negara mempunyai hak untuk memilih dan di pilih tidak mesti dilihat dari jenis kelamin ataupun golongan. Melihat kondisi anggota DPRD Kota Palu politisi perempuan yang duduk sebagai wakil rakyat masih begitu kurang dari 30 jumlah anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah Kota Palu hanya 6 orang perempuan. Hal ini karena kondisi perpolitikan kita masih kuat di pengaruhi system partriarkhi. Dari keenam anggota dewan tersebut salah satunya adalah Hj. Zulfikar Lamakarate.

Politisi yang akrab di sapa bunda ini di kalangan anggota dewan mempunyai wawasan jauh kedepan yang kerap memikirkan kondisi masyarakat Kota Palu, baik secara ekonomis, politik maupun secara demokratis. Kondisi tersebut di perparah dengan kurangnya akses yang di miliki perempuan di lintas sector. Hj. Zulfikar Lamakarate berharap perempuan-perempuan yang ada di kota palu di berikan ruang dan kesempatan untuk melakukan aktivitas yang sama dengan kaum laki-laki.

Bahwa secara principal dan normative semua orang menghargai dan bahkan memberdayakan kaum perempuan. Namun dalam masyarakat terjadi konstruksi gender yang mengakibatkan kaum perempuan di diskriminasi.

Untuk itu perlu upaya guna menegakkan keadilan gender dengan merekontruksi hubungan gender dalam setiap aktivitas secara lebih adil.

Persoalan penindasan dan diskriminasi terhadap perempuan bukanlah persoalan kaum laki-laki, melainkan persoalan system dan struktur ketidak adilan masyarakat dan ketidak adilan gender, dan salah satunya justru dilegitimasi oleh keyakinan. Yang perlu diusahakan adalah suatu gerakan transformasi dan bukan gerakan untuk membalas dendam kepada kaum laki-

laki, melainkan gerakan menciptakan suatu system hubungan laki-laki dan perempuan yang lebih adil.

Gerakan transformasi perempuan, jika demikian adalah suatu proses gerakan untuk menciptakan hubungan antara suatu proses gerakan untuk menciptakan hubungan antara sesama manusia yang secara fundamental lebih baik dan baru. Hj. Zulfikar Lamakarate menggap hubungan ini meliputi hubungan ekonomi, politik, budaya, ideology, lingkungan dan termasuk didalamnya hubungan antara laki-laki dan perempuan.

Peran Gender Dalam Perpolitikan

Persoalan mendasar dalam membahas posisi kaum perempuan dalam politik adalah apakah kondisi dan posisi kaum perempuan di masyarakat dewasa ini telah mereflesikan, inspirasikan posisi normative kaum perempuan. Setiap perempuan sejati tentu menginginkan untuk menjadi perempuan yang terlibat dalam setiap aktivitas politik. Namun menjadi seorang politisi perempuan bukanlah persoalan sederhana dan mudah.

Apalagi pada masa sekarang yang penuh dengan tantangan. Laki-laki dan perempuan diterjemahkan terlalu jauh dalam peran gender, terjadi kesenjangan dikotomis dalam peran gender yang tidak proporsional dan sangat merugikan martabt perempuan, dank arena ketidak adilan gender itu sudah berlangsung dari generasi kegenerasi di hampir semua lini, maka ketidak adilan itu sulit di identifikasi ketidakadilannya.

Hj. Zulfikar Lamakarate dilahirkan di poso pada tanggal 17 februari 1950 menyelesaikan pendidikannya disekolah Rakyat (SR) yang sekarang sudah menjadi Sekolah Dasar (SDN) 3, kemudian melanjutkan pendidikannya di SMP 1 serta melanjutkan SMA di Kabupaten Poso. Setelah tamat dari SMA di poso ia kemudian melanjutkan pendidikannya keperguruan tinggi di Makassar mengambil jurusan home ekonomi kemudian pindah kuliah dijakarta dengan jurusan yang sama dan berhasil mendapatkan gelar sarjana muda. Tidak cukup dengan gelar sarjana muda, Hj. Zulfikar Lamakarate melanjutkan pendidikannya di Sekolah Tinggi Ilmu Administrasi (STIAP) Panca Marga dan berhasil mendapatkan gelar Strata Satu (S1). Hj. Zulfikar Lamakarate menuturkan semenjak menjadi mahasiswa banyak kesan dan pesan yang masih menjadi kenangan pada dirinya diantaranya adalah pada waktu di Makassar ada kegiatan Pekan Olahraga Mahasiswa Nasional Hj.

Zulfikar Lamakarate ditunjuk dan terpilih sebagai salah satu penggerek bendera, sesuatu yang sangat luar biasa pada waktu itu karena tidak semua orang berkesempatan dan dipilih untuk melakukan dan membawa bendera, dan merupakan kebanggaan tersendiri bagi Hj. Zulfikar Lamakarate sebab satu-satunya mahasiswa yang berasal dari Sulawesi Tengah yang diberikan kesempatan untuk terlibat pada kegiatan nasional tersebut. Selain itu Hj.

Zulfikar Lamakarate juga aktif diberbagai organisasi kemahasiswaan seperti

Korp Himpunan Mahasiswa Islam Wati (Kohati) dimakassar. Hj. Zulfikar Lamakarate memilih HMI karena HMI merupakan organisasi kemahasiswaan yang bukan hanya sekedar memperjuangkan masalah sosial tapi HMI juga memperjuangkan masalah Aqidah.

Memulai kariernya sebagai birokrasi di Kantor Gubernur Sulawesi Tengah tepatnya di biro banda. Kemudian ia pindah tugas di wilayah Pemerintahan Kota Palu di dinas sosial kota Palu, tidak lama menjadi staf di dinas sosial kota palu ia meminta izin kepada atasannya untuk pensiun dini.

kemudian masuk ke politik praktis. Pertama Hj. Zulfikar Lamakarate masuk dunia politik adalah saat ia masuk kedalam organisasi Musyawarah Kekeluargaan Gotong Royong (MKGR). MKGR adalah salah satu Organisasi Under Bow golkar dan salah satu organisasi kemasyarakatan yang mendirikan partai golkar. secara otomatis Hj. Zulfikar Lamakarate sudah terlibat dalam dunia politik. Karena lama mengurus dan berkecimpung di organisasi MKGR, maka ia pun masuk kepartai Golkar dimana MKGR itu bagian dari pada partai berlambang beringin tersebut.

Hj. Zulfikar Lamakarate menjatuhkan pilihannya kepartai golkar tentu punya alasan tersendiri. Ia memandang bahwa golkar merupakan organisasi partai politik yang memperjuangkan masyarakat tanpa melihat golongan seseorang, dengan kata lain golkar mengakomodir semua aspirasi golongan masyarakat tanpa ada diskriminasi terhadap kaum tertentu seperti perempuan. Dengan melihat lambang yang dimiliki partai tersebut Hj.

Zulfikar Lamakarate punya filoshofi bahwa pohon beringin yang dijadikan symbol partai golkar melambangkan mampu mengayomi dan menaungi seluruh masyarakat didalam segala aspek dan tidak ada diskriminasi baik itu masalah golongan, agama maupun gender dan konsep politik yang dimiliki partai golkar sangat jelas bahwa suara golkar adalah suara rakyat.

Pada pemilu 2004 Hj. Zulfikar Lamakarate pertama kali mencalonkan sebagai Calon legislative daerah kota palu melalui partai golkar dan berhasil terpilih menjadi anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Palu. Kemudian pada pemilu 2009 Hj. Zulfikar Lamakarate kembali mencalonkan diri sebagai calon legislator karena masih di inginkan oleh konstituennya yang ada di Palu Selatan sebab asal dapil dari Hj. Zulfikar Lamakarate berada di Palu Selatan. Keinginan masyarakat itu dapat dilihat dengan perolehan suara yang di dapat Hj. Zulfikar Lamakarate. Ia berhasil mendapatkan suara terbesar kedua setelah koleganya dari partai golkar juga.

Prestasi yang patut di apresiasi karena mampu mejabat sebagai anggota dewan di DPRD Kota Palu untuk kedua kalinya.

Memperjuangkan hak-hak perempuan bukan hanya peran di semua sector akan tetapi peran yang paling utama terkait masalah Sumber Daya Manusia (SDM) perempuan, Hj. Zulfikar Lamakarate menganggap bahwa