• Tidak ada hasil yang ditemukan

Menggolkan KTP Gratis Amat Berkesan

Anggota dewan perwakilan rakyat daerah merupakan orang-orang pilihan yang mendapat amanah dari masyarakat untuk memperjuangkan aspirasi rakyat sehingga memperjuangkan aspirasi rakyat adalah wujud dari sebuah eksistensi akan keberadaannya sebagai wakil rakyat, artinya ketika sosok wakil rakyat tidak memperjuangkan aspirasi rakyat secara langsung eksitensinya hilang hal itu dikarenakan hubungan antara masyarakat atau rakyat dengan anggota dewan perwakilan rakyat dua hal yang tidak dapat dipisahkan dimana kewajiban sebagai anggota dewan perwakilan rakyat adalah memperjuangkan aspirasi masyarakat sedangkan yang diperjuangkan wakil rakyat tersebut merupakan hak rakyat.

Duduk sebagai wakil rakyat kurang lebih dua tahun di Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Palu Hi Hadianto Rasyid sudah membuktikan komitmennya dalam memperjuagkan aspirasi masyarakat melalui lembaga legislatif tersebut, dirinya tidak segan-segan memperjuangkan agar KTP digeratiskan kepada seuruh masyarakat Kota Palu tanpa terkecuali, dirinya menganggap bahwa dengan KTP gratis tersbut akan mempermudah masyarakat khususnya masyarakat Kota Palu dalam pengurusan KTP dan kebijakan tersebut juga menyentuh masyarakat secara langsung.

Usaha bapak Hi Hadianto Rasyid mengeratiskan KTP untuk masyarakat Kota Palu tersebut menuai hasil terekam diterimanya kebijakan tersebut di Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Palu yang kebetulan pada saat dirinya duduk sebagai ketua panitia khusus (Pansus) sekaligus dengan diterimanya kebijakan tersebut merupakan sesuatu yang sangat berkesan bagi dirinya sebagai wakil rakyat, berhasil memperjuangkan kepentingan rakyat merupakan sesuatu yang sangat berkesan baginya.

Begitu banyak upaya yang dilakukan untuk memajukan daerah ini, kebijakan telah dirumuskan dengan begitu bagus, prediksi target yang ingin dicapai begitu jelas digambarkan penyiapan perangkat pelaksana begitu rapih tersusun namun hasil yang dicapai sangat jauh dari memuaskan, kemudian digunakanlah orang-orang yang begitu mumpuni, sarjana dari berbagai bidang

dipekerjakan diperkuat pengawasan pelaksanaan program pemerintah untuk mengontrol penggunaan anggaran namun juga tidak membawakan hasil yang memadai.

Dari permasalahan hasil yang tidak memuaskan dan tidak memadai tersebut dengan segenap upaya yang dilakukan muncullah sebuah pertanyaan apasih yang menjadi kendala sehingga demikian yang terjadi, terkait dengan masalah tersebut bapak Hi Hadianto Rasyid menganggap bahwa yang harus diperbaiki adalah maind set dan komitmen, menurutnya bahwa jika hal tersebut diperbaiki maka segalanya akan menjadi baik karena dirinya menganggap bahwa itu adalah solusi alternatif untuk pembangunan kota palu.

Perbaikan maind set dan komitmen, merupakan solusi terbaik karena memang bahwa hal tersebut ternyata pokok penyelesaiannya berada pada persoalan akar yang sangat mendalam betapa tidak jika penyelesaiannya tidak hanya pada aspek kelompok akan tetapi masuk pada ranah individu sehingga dengan masuk pada perbaikan ranah individu atau person sebagai unsur penyusun terbentuknya kerangaka kelompok tersebut secara sempurnah tentunya akan bekerja sistem memperbaiki aspek lainnya yang lebih besar.

“Ada pepata yang mengatakan bahwa selama kantong kita itu menghadap ke atas selama itu juga kita punya kebutuhan, selama itu juga kita ingin kantog itu diisikan, dan kira-kira itu juga berlakulan di DPRD”.

Maind set yang dimaksud bapak Hi Hadianto Rasyid adalah pola pikir kita pola pandang kita bhwa kita ini suda harus bergerak lebih cepat sedangkan komitmen adalah jangan hanya mau maju tetapi tidak di beck up keinginan ini dengan komitmen yang kita lakukan, yang berupa melakukan upaya tertib pemerintahan, tertib keuangan, tertib anggaran atau semua harus tertib karna dengan itu, banyak hal yang bisa diperbaiki dan tepat sasaran karena memang itu adalah kincinya.

Karena belum bagus atau belum adanya maid set dan komitmen maka menurut Hi Hadianto Rasyid saat ini masih banyak praktek-praktek pelaksanaan program yang dianggap belum maksimal pemanfaatanya mengarak kepada masyarakat, baik itu anggaran berupa bantuan sarana pendidikan, maupun bantuan bantuan pertanian.

Menurut Hi Hadianto Rasyid, duduk sebagai wakil rakyat kita harus kembali kepada apapasi yang menjadi tujuan kita dan tujuan Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Palu, kita di DPRD menjadi perwakilan akyat sehingga kita menjadi kaki tangan rakyat sehingga kepentingan rakyat yang harus lebih kedepankan, janganlah kemudian kita hanya lebih mengedepankan kebutuhan kita sendiri karena di DPRD sudah mendapat sesuatu atau finansial yang lebih dari cukup jika dibandingkan

dengan yang lain-lain. siapapun yang menjadi anggota DPRD harus mensyukuri apa yang diterima, dan bentuk kesyukuran kita itu harus diwujudkan dengan bekerja sebaik mungkin membantu pemerintah agar pemerintah lebih terkoreksi lebih terarah dan arah semuanya pada peningkatan kehidupan masyarakat secara umum.

BIODATA Nama : H. Hadianto Rasyid, SE

Tempat Tanggal Lahir: Palu, 10 Juli 1975 Agama: Islam

Pendidikan Terakhir: Strata Satu (S1) Istri: Diah Puspita

Anak:

- Abel Thaariq Rasyid

- Desya Ramadhani Firamid Alamat:Jl. Moh. Yamin No. 66 Palu

Andi Patongai, S.Sos

Bertekad Meningkatkan Mutu Pendidikan Dan Pelayanan Kesehatan

Andi Patongai, S.Sos

Bertekad Meningkatkan Mutu Pendidikan Dan Pelayanan Kesehatan

Oleh: Andi Irwan

”...Kami datang ke DPRD bukan untuk memperkaya diri tetapi ingin berjuang agar seluruh masyarakat dapat menikmati pendidikan dan pelayanan kesehatan...”

Andi Patongai lahir di Attapangngae pada tanggal 5 oktober 1953 dari pasangan Hi. Andi Peppang dan Hj. Andi Bau. Sekolah dasar dia tamatkan pada tahun 1965, sekolah Menengah pertama tahun 1968, dan sekolah menengah pertama tahun 1972. Sementara gelar sarjana sosial dia peroleh dari Sekolah Tinggi Ilmu Ilmu Administrasi Pembangunan (STIAP) Palu pada tahun 2004. Meskipun dia baru masuk perguruan tinggi setelah dalam usia yang sudah tidak muda lagi namun dia mendapatkan kesan yang tidak dapat dia lupakan hingga sekarang, yaitu dia merasa seolah-olah kembali ke masa muda ketika bergaul dengan mahasiswa yang kebanyakan masih berusia muda, selain itu pengetahuan yang dia miliki semakin bertambah sebab selalu bertukar pikiran dengan mahasiswa lain.

Bagi Andi Patongai segala sesuatu penting untuk dipelajari sehingga selama menempuh pendidikan formal tersebut semua mata pelajaran dan semua mata kuliah dia pelajari dengan sungguh-sungguh.

Selain pendidikan Formal, sejumlah pendidikan informal seperti kursus pernah dia ikuti, seperti Kursus menjahit, latihan menembak, kursus perbaikan mesin, kursus membuat baju anti peluru, membuat madu dari gula Pasir, membuat kecap. Namun rupanya keahlian-keahlian tersebut tidak sempat dia terapkan dalam kehidupannya. Sebelum menjadi anggota DPRD

Andi Patongai Menikah di pare-pare tahun 1976 dengan seorang wanita bernama Masniati, ketertarikan Andi Patongai terhadap Masniati ketika itu karena pintar memasak, hormat dan rajin membantu orang tua. Dari hasil pernikahannya tersebut lahir tiga orang anak laki-laki dan dua orang anak perempuan. ketiga putranya masing-masing diberi Nama Andi Hendra, AndiCakra, dan Andi Rifai. Sementara dua putrinya masing-masing diberi Nama Andi Nurpaidah dan Andi Fitriany.

Dari Pengusaha Hijrah ke Politik

Bebarapa tahun setelah menikah Andi Patongai mencoba untuk hidup mandiri dan mencari suasana baru, olehnya selepas menikah dia merantau ke Tanah Kaili, dia mencoba peruntungan dengan berbisnis, yakni jual beli kayu dan kadang-kadang berjualan kain di pasar. Pada waktu itu tidak pernah terpikirkan sedikitpun oleh Andi Patongai untuk terjun kedunia politik apalagi menjadi anggota DPRD sebab menjadi wakil rakyat pada waktu itu merupakan hal yang mustahil baginya, tetapi mungkin karena telah menjadi garis tangan dan takdirnya sehingga tiba-tiba dia tertarik terjun ke dunia politik.

Ketertarikan Andi Patongai terhadap dunia politik bermula dari pertemuannya dengan seorang teman yang bernama Mustahir yang juga ketua Dewan Pimpinan Cabang Partai Persatuan Persatuan Pembangunan Kota Palu pada waktu itu yang mengajaknya bergabung dengan Partai Persatuan Pembangunan. Atas ajakan tersebut Andi Patongai kemudian meminta pendapat kepada keluarga dan perwakilan pedagang di pasar. Dan Andi Patongai mendapat restu dari mereka sehingga membulatkan niatnya dan memutuskan masuk ke ranah politik. Dunia politik kini yang membuatnya lebih matang dan bijak terhadap pengambilan keputusan politik yang kerap memperjuangkan masyarakat kurang mampu.

Kiprah di Dunia Politik

Andi Patongai mulai berkiprah di dunia politik dengan yakni bergabung Partai Persatuan Pembangunan sejak tahun 1997, saat itu merupakan rezim orde baru yang masih berkuasa, kiprah Andi Patongai di dunia politik dapat dikatakan benar-benar dimulai dari bawah, sebab pada awalnya dia hanya menjadi simpatisan berlambang Kabah, kemudian terpilih menjadi pengurus ranting, pengurus kecamatan. Andi Patongai terbilang sukses menahkodai partainya sehingga membuat dirinya dipromosi menjadi Ketua Dewan Pimpinan Cabang selama dua priode berturut-turut. Karir politik Andi Patongai yang dikenal ramah dan famliar itu memiliki talenta politik sehingga di DPRD Kota Palu mengabdikan dirinya selaku wakil rakyat selama tiga periode. Andi Patongai kini menjabat sebagai Wakil Ketua pimpinan wilayah Partai Persatuan Pembangunan Kota Palu.

Andi Patongai memiliki reasoning memilih Partai Persatuan Pembangunan pada waktu itu sangat filosofis: pertama, karena lambang partai berupa Ka’bah Kedua, partai tersebut berazaskan Islam. Ketiga, ingin memperjuangkan agar Islam memiliki arah dan visi perjuangan yang jelas ke depan agar bisa lebih maju dalam artian bagaimana Islam bisa berperan besar dalam pembangunan berbangsa, bernegara dan bermasyakat. Obsesi mantan KKSS Sulawesi Tengah ini berharap gagasan Islam dapat diterapkan dalam

berbagai kehidupan berbangsa, bernegara dan bermasyarakat tersebut. Andi Patongai melihatnya bahwa pelaksanaan pembangunan dewasa ini jika gagasan dan nilai-nilai Islami yang digunakan untuk membangun bangsa ini, maka tujuan pembangunan yang dicita-citakan Insya Allah dengan mudah tercapai. Hal ini pembangunan dilaksanakan dengan mengutamakan ahlak dan moral yang baik, jujur dan bertanggungjawab.

Di DPRD Kota Palu, Andi Patongai bukanlah orang baru sebab tercatat telah tiga periode berturut-turut terpilih menjadi anggota DPRD Kota Palu, yakni pada periode tahun 1999 - 2004, periode tahun 2004 - 2009, dan periode tahun 2009 - 2014. Selama itu sejumlah jabatan penting yang pernah dipegangnya, diantaranya adalah ketua fraksi dan ketua Komisi masing- masing selama 10 tahun. Pada periode tahun 2009 - 2014 politisi PPP yang dikenal agamis ini sebenarnya masih dipercaya memegang ketua Fraksi Persatuan Amanat Bangsa yang merupakan gabungan dari partai Persatuan Pembangunan, Partai Amanat Nasional dan Partai Kebangkitan Bangsa, namun karena alasan demokrasi dan kaderisasi, jabatan tersebut diserahkan kepada anggota DPRD dari Partai Karya Peduli Bangsa (PKPB). Pengalaman- pengalaman inilah yang membuat politisi kondang yang dikenal ramah dan rendah hati itu lebih memusatkan perhatiannya pada kemajuan pembangunan dan kesejahteraan masyarakat Kota Palu khususnya. Oleh karena itu, disetiap kesempatan rapat anggaran kerap memperjuangkan porsi anggaran lebih bersentuhan langsung dengan peningkatan income perkapita rakyat kecil.

Kepeduliannya terhadap nasib rakyat kecil menggiring dirinya lebih dekat dan karib dengan masyarakat sekitarnya. Ia kerap menyuarakan dan memperjuangkan nasib bangsa yang kian terpuruk yang dililit utang yang dapat membebani rakyat kecil.

Menurut Andi Patongai selama berkiprah di dunia politik telah banyak suka duka yang dan kesan yang dirasakan. Namun yang paling berkesan bagi ayah lima anak ini adalah ketika harus berhadapan dengan masyarakat yang melakukan aksi demonstrasi dengan berbagai caci-maki yang merka lontarkan kepada anggota DPRD.”...yang paling berkesan adalah ketika menerima caci- maki dari masyarakat yang melakukan aksi demonstrasi...”kisahnya.

Sementara suka-duka yang dia rasakan adalah ketika orang-orang yang dia berikan bantuan dengan harapan memilihnya dalam pemilihan legislatif justru memilih calon lain, sebaliknya orang-orang yang tidak pernah dia bantu justru memberikan suaranya.