• Tidak ada hasil yang ditemukan

Menolong Persalinan Normal

Dalam dokumen Panduan Kompetensi Praktek Laboratorium (Halaman 142-148)

BAGIAN IV KEPERAWATAN MATERNITAS

8. Menolong Persalinan Normal

No. KRITERIA/ASPEK PENILAIAN YA TIDAK Ket.

I Persiapan

a. Alat

- 1 buah kateter urine

- 1 buah duk untuk bayi

- 2 buah tali untuk mengangkat tali pusat - 1 buah gunting tali pusat

- 2 buah arteri klem - 1 buah penghisap lendir - kassa secukupnya - 1 buah tempat bethadine - 2 buah lidi kapas

- 1 buah duk untuk persalinan - 1 buah Vs kocher

- 1 buah gunting episiotomi

- sarung tangan steril kapas sublimat

- set jahitan ( 1 nalpudher, 1 pinset chirugi, 1 jarum otot dan benang, 1 deppers besar, 1 gunting heading)

- Lidocain dalam ampul dan spuit 5 cc - Bethadine dalam botol

- Larutan klorin 0,5%

- Obat uterotonika (sitosinon, metergin, spuit 2,5 cc, kapas alkohol dalam tempatnya)

- Pispot, tempat placenta, bengkok b. Pasien

- Beri penjelasan pada pasien tentang tindakan yang akan dilakukan - Mengatur posisi

- Menutup pintu dan jendela

- bila tidak ada jendela tutup gorden atau sketsel II Pelaksanaan

Kala I

Fase Laten

Catatan tanggal dan waktu kemajuan persalinan 1. Denyut jantung janin setiap ½ jam

2. Frekuensi dan lamanya kontraksi uterus setiap ½ jam 3. Nadi setiap ½ jam

4. Pembukaan seviks setiap 4 jam 5. Penurunan setiap 4 jam

6. Tekanan darah dan temperatur setiap 4 jam 7. Produksi urine, aseton, protein setiap 2 -4 jam Fase Aktif

Observasi dan catat

1. Pecahnya selaput ketuban

140

2. Kemajuan persalinan pembukaan serviks setiap 4 jam 3. Kondisi janin – DJJ setiap 30 menit

4. Kontraksi uterus – setiap 30 menit 5. Pemberian obat-obatan dan cairan Penolong

1. Memberikan dukungan moril pada Ibu

2. Melakukan tindakan dengan teliti, ramah, serta peka terhadap setiap perubahan yang terjadi

Kala II

Persiapan Alat :

1. Set Partus steril berisi a. Gunting episiotomi 1 buah b. Gunting tali pusat 1 buah c. Klem arteri 2 buah d. Klem tali pusat 2 buah e. Kocher setengah 1 buah f. Benang/pita tali pusat/ klip g. Kassa steril

h. Duk steril 2 buah 2. Set Resusitasi Bayi

a. Penghisap lendiri b. Oksigen 3. Peralatan lain

a. Bahan antiseptik b. Kateter nelaton 4. Gelas ukuran 5. Bengkok

6. Bahan dekontaminasi 7. Tempat sampah Ibu/Pasien

1. Mengatur posisi litotomi/jongens 2. Memberi dukungan moril pada ibu

3. Melakukan antiseptik daerah perut bawah, vulva perineum, paha, anus, sebanyak 2x dengan cara melingkar dari dalam keluar

4. Menutup daerah vulva dengan duk steril

5. Memberi penjelasan pada ibu (proses persalinan dan cara mengejan yang efektif)

Penolong

1. Mencuci tangan dengan sabun pada air mengalir lalu dikeringkan dengan handuk bersih

2. Memakai celemek plastik 3. Memakai masker

4. Memakai sarung tangan steril Tindakan

1. Penolong berada di depan pasien pada posisi litotomi 2. Penolong berada di kanan pada posisi jongens 3. Saat his ibu dipimpin mengejan yang benar 4. Melakukan episiotomi

a. Pada perineum yang kaku

141

b. Melakukan anastesi pada tempat episiotomi dengan lidocain 1 % 3 – 4 cc

c. Kepala diameter 2 – 3 cm tidak surut diluar his melakukan episiotomi 5 cm, 2 jari telunjuk dan jari tengah tangan kiri dirapatkan, dimasukkan antara kepala dan dinding vagina, menghadap penolong digunting pada saat his dengan perlindungan jari telunjuk dan tengah.

5. Melakukan kepala

a. Bila kepala membuka vulva 5 – 6 cm letakkan kain/handuk diatas perut untuk mengeringkan bayi segera setelah bayi lahir

b. Meletakkan kain bersih dan kering dilipat 1/3 nya dibawah bokong ibu

c. Lindungi perineum dengan satu tangan dibawah kain bersih dan kering

d. Meletakkan tangan yang lain pada kepala bayi dengan tekanan yang lembut

e. Membiarkan kepala bayi keluar secara bertahap dibawah tangan tersebut

f. Perhatikan perineum pada saat kepala keluar dan dilahirkan g. Usap muka bayi dengan kain kasa bersih dan memeriksa tali

pusat

h. Awasi rotasi spontan kepala bayi

i. Setelah rotasi eksternal letakkan satu tangan pada masing- masing sisi kepala bayi

j. Memberitahukan ibu untuk mengejan pada kontraksi berikutnya

k. Melakukan tarikan perkahan ke arah bawah dan luar secara lembut kearah tulang punggung ibu hingga bahu anterior tampak dibawah arkus pubis

l. Kepala bayi diangkat ke arah atas dan luar mengarah ke langit-langit untuk melahirkan bahu posterior bayi 6. Melakukan sisa tubuh bayi

a. Selipkan tangan pada bagian posterior b. Kepala bayi diarahkan ke perineum

c. Membiarkan bahu dan bagian tangan bayi lahir ketangan penolong

d. Menggunakan jari tangan yang berada di posterior untuk menahan tubuh bayi saat lahir

e. Menggunakan tangan bagian anterior untuk melakukan bahu anterior dan mengendalikan kelahiran siku dan tangan anterior bayi

f. Setelah kelahiran tubuh dan lengan sisipkan tangan bag.

Anterior di punggung bayi kearah bokong dan kaki bayi untuk menahan laju kelahiran bayi saat kaki lahir.

g. Sisipkan jari telunjuk dari tangan yang sama diantara kaki bayi

h. Pegang tangan mantap bagian mata kaki bayi i. Lahirkan kakinya secara hati-hati

j. Baringkan bayi diatas kain yang terletak di perut ibu k. Kepala bayi sedikit lebih rendah dari tubuhnya

l. Segera keringkan dan rangsang bayi dengan kain tersebut m. Pastikan kepala bayi tertutup dengan baik

142

Menghisap lendir b ayi baru lahir

1. Mengetahui indikasi yang dilakukan hisapan lendir bayi lahir - Cairan ketuban mengandung ketuban

2. Mengetahui cara hisapan lendir yang dapat memperburuk keadaan bayi

- Penghisapan lendir yang terlalu dalam menyebabkan bradikardi dan apnea

3. Cara melakukan hisapan lendir melalui mulut dan hidung bayi 4. Persiapan alat :

a. Penghisap lendir De Lee yang steril b. Bola karet penghisap yang baru dan bersih 5. Persiapan bayi:

a. Segera setelah kepala lahir b. Sebelum bahu lahir 6. Pelaksanaan

a. Dihisap lendir bayi mulut bayi terlebih dahulu b. Setelah itu menghisap melalui hidungnya

c. Memasukan kateter/bola karet ke dalam mulut dan hidung tidak terlalu dalam

d. Menghisap lendir dengan lembut dengan menghindari penghisapan yang dalam dan agresif

7. Sikap

a. Bekerja dengan teliti b. Tanggap terhadap reaksi bayi

Kala III

Mengetahui manajemen aktif kala III

1. Periksa uterus memastikan tidak ada bayi lain 2. Pemberian suntikan oksitosin

a. Suntikan diberikan 2 menit setelah bayi lahir b. Pemberian 10 menit IM pada paha kanan luar 3. Penegangan tali pusat terkendali

a. Berdiri disamping ibu

b. Memindahkan klem kedua pada tali pusat 5 – 10 cm dari vulva

c. Meletakkan tangan lain di atas ospubis d. Bila terjadi kontraksi kuat tali pusat ditegangkan e. Tangan lain menekan korpus uteri kebawah

f. Bila plasenta belum lepas, menunggu kontraksi yang kuat dengan pegang klem dan tali pusat dengan lembut g. Mengikuti kontraksi sampai dengan penegangan tali pusat

terkendali sampai terasa plasenta lepas dari dinding uterus h. Menganjurkan ibu untuk mengejan sampai plasenta terlihat

di pintu vagina dengan menegangkan tali pusat kearah bawah, ikuti arah jalan lahir

i. Memegang plasenta dengan kedua tangan kita

j. Memutar plasenta dengan lembut sampai selaput terpilin k. Memeriksa plasenta apakah ada kotiledon yang tertinggal

atau plasenta bilobata

l. Membersihkan dan mengukur jumlah darah yang keluar dengan gelas ukur

m. Membereskan alat dan dekontaminasi dengan lakukan desinfektan

n. Perikasa uterus dengan teliti dan cermat terutama

memastikan uterus kontraksi

143

Kala IV

Menjahit luka laserasi.

Persiapan alat

1. Set jahit perineum steril terdiri dari : - Duk steril 2 buah

- Holdvolder 1 buah

- Jarum segitiga dan bulat 1 buah - Klem 1 buah

- Pinset chirurgie dan anatomi 1 buah - Vagina tampon 1 buah

- Depers 5 buah - Kain kasa 5 buah - Gunting benang - Kom tempat antiseptik - Sarung tangan steril 1 pasang 2. Larutan antiseptik

3. Benang jahit dalam tempatnya 4. Bengkok 2 buah

5. Meja instrumen 6. Celemek plastik

7. Obat-obatan anastesi local (lidocain) 8. Spuit injeksi 5 cc steril

9. Pakaian bersih dan pembalut Persiapan pasien

Menjelaskan tindakan yang akan dilakukan Persiapan penolong

- Memakai celemek plastik

- Mencuci tangan dengan sabun pada air mengalir Pelaksanaan

1. Membuka heading pack dan mengatur meja instrumen 2. Mengatur posisi lithotomi bokong berada di tepi tempat tidur 3. Topang kaki ibu/bantuang memegang kaki ibu

4. Tempatkan lampu agar perineum terlihat jelas 5. Cuci tangan dengan sabun dan air bersih mengalir 6. Memakai sarung tangan steril

7. Duduk dengan posisi santai nyaman sehingga luka dapat dilihat dan penjahitan tanpa kesulitan

8. Menggunakan kain kasa steril untuk menyeka vulva, vagina dan perineum dengan lembut

9. Menilai dalam luasnya luka sesuai dengan derajatnya

10. Memberikan anastesi local dengan memastikan daerah anastesi 11. Menggunakan satu jari untuk memastikan kedalaman luka dan

lapisan jaringan yang terluka

12. Buat jahitan pertama ± 1 cm diatas ujung laserasi bagian dalam 13. Tutup mukosa vagiina dengan jahitan jelujur anal kebawah

cincin himen dengan perhatikan kedekatan jarum dengan puncak luka

14. Tusukkan jarum dari robekan perineum kedalam vagina, jarum harus keluar dari belakang cincin hitam

15. Ikat benang dengan membuat simpul dalam vagina 16. Potong ujung benang dengan sisa ± 1,5 cm

144

17. Memastikan tidak ada kasa/alat yang tertinggal 18. Memeriksa kedalam anus dengan jari paling kecil

19. Membersihkan daerah genital dengan air desinfektasn tingkat tinggi

20. Membantu mencari posisi yang lebih nyaman

Nama Ruangan

Pembimbing

Nilai Rata-rata : Jumlah Item (Ya) x 100

Keterangan :

...

...

...

Catatan : - Beri tanda (√ ) pada kolom “Ya” untuk setiap item yang dilakukan oleh mahasiswa.

- Beri tanda (√ ) pada kolom “Tidak” untuk setiap item yang tidak dilakukan oleh mahasiswa

...

Pembimbing

(...)

145

Dalam dokumen Panduan Kompetensi Praktek Laboratorium (Halaman 142-148)

Dokumen terkait