BAB IV PEMBAHASAN HASIL PENELITIAN
B. Metode Guru Pendidikan Agama Islam dalam
12 Resours Room 1 - 1
13 Laboratorium Komputer dan IPA 1 - 1
14 Kursi guru di kelas 6 - 6
15 Meja guru di kelas 6 - 6
16 Kursi siswa 31 - 31
17 Meja siswa 31 - 31
18 Lemari kelas 6 - 6
Sumber Data : Dokumentasi Tata SLB-A YAPTI Makassar, 2014
Dengan melihat tabel tersebut di atas, maka jelaslah bahwa keadaan sarana dan prasarana sebagai penunjang keberhasilan proses belajar mengajar di SLB-A YAPTI Kota Makassar cukup baik.
B. Metode Guru Pendidikan Agama Islam dalam Meningkatkan Minat
Tabel 6
Variasi Metode Guru Pendidikan Agama Islam di SLB-A YAPTI Kota Makassar
No Alternatif Jawaban Frekwensi Persentase
1 Selalu bervariasi 17 65%
2 Sering bervariasi 9 35%
3 Kurang bervariasi - -
4 Tidak bervariasi - -
Jumlah 26 100%
Sumber Data : Hasil olahan angket poin 1
Tabel tersebut di atas memberikan gambaran bahwa dari 26 responden, sebanyak 17 orang atau 65% yang menjawab “selalu bervariasi”, 8 orang atau 35% yang menjawab “sering bervariasi”, dan tidak ada yang menjawab “kadang-kadang atau tidak pernah bervariasi”. Jadi dapat disimpulkan bahwa guru Pendidikan Agama Islam selalu menggunakan metode yang bervariasi dalam memberikan pelajaran.
Jawaban siswa tersebut dikuatkan oleh bapak Arman Habib (sebagai guru Pendidikan Agama Islam di SLB-A YAPTI Kota Makassar), beliau mengemukakan bahwa :
Penggunaan metode yang bervariasi dalam membelajarkan siswa setiap waktu kami lakukan. Hal tersebut memang menjadi tuntutan bagi kami, sebab siswa yang kami hadapi mengalami kelainan fisik. Jadi, kami selalu memikirkan bagaimana cara mendesain pembelajaran, metode seperti apa yang harus kami gunakan agar siswa yang kami hadapi mampu memahami materi pembelajaran. Dengan demikian, mereka akan merasa senang dan antusias mengikuti pelajaran kami.
(Wawancara, 20 September 2014 di Makassar)
Tabel 7
Minat Siswa SLB-A YAPTI Kota Makassar Mengikuti Pelajaran Pendidikan Agama Islam
No Alternatif Jawaban Frekwensi Persentase
1 Sangat berminat 18 69%
2 Berminat 8 31%
3 Kurang berminat - -
4 Tidak berminat - -
Jumlah 26 100%
Sumber Data : Hasil olahan angket poin 2
Berdasarkan tabel tersebut, diketahui sebanyak 18 orang atau 69%
siswa yang menjawab “sangat berminat”, 8 orang atau 31% yang menjawab
“sangat berminat”, dan tidak ada yang menjawab “kurang atau tidak berminat”. Jadi, dapat disimpulkan bahwa siswa SLB-A YAPTI Kota Makassar sangat berminat mengikuti pelajaran Pendidikan Agama Islam.
Jawaban tersebut dikuatkan oleh Arman Habib (guru Pendidikan Agama Islam), bahwa :
Selama ini saya menilai siswa selalu antusias mengikuti pelajaran Pendidikan Agama Islam. Antusiasme itu terlihat dari keaktifan dan semangat mereka. Setiap kali saya mengajar, para siswa tampak serius mendengarkan pembicaraan saya, kemudian mereka berbicara di saat saya mempersilahkan. Alhamdulillah, hasil dari semangat belajar itu ternyata tidak sia-sia. (Wawancara, 20 September 2014)
Tabel 8
Cara Mengajar Guru Pendidikan Agama Islam di SLB-A YAPTI Kota Makassar
No Alternatif Jawaban Frekwensi Persentase
1 Sangat baik 20 77%
2 Baik 6 23%
3 Kurang baik - -
4 Tidak baik - -
Jumlah 26 100%
Sumber Data : Hasil olahan angket poin 3
Dari tabel tersebut di atas, diketahui sebanyak 20 orang atau 77%
yang menjawab “sangat baik”, 6 orang atau 23% yang menjawab “baik”, dan tidak ada yang menjawab “kurang atau tidak baik”. Jadi, dapat disimpulkan bahwa guru Pendidikan Agama Islam di SLB-A YAPIT sangat baik dalam memberikan pelajaran.
Mengenai cara mengajar tersebut, Arman Habib (guru Pendidikan Agama Islam) mengatakan bahwa :
Sebagai seorang guru, saya selalu berusaha agar mampu memberikan pelajaran dengan baik. Saya mengajar sesuai dengan apa yang telah saya persiapkan, baik itu menyangkut alokasi waktu, metode, maupun cara mengelola kelas agar tercipta keadaan belajar yang kondusif, dan menyenangkan. (Wawancara, 20 September 2014 di Makassar)
Tabel 9
Kepahaman Siswa terhadap Materi Pembelajaran yang Diberikan oleh guru Pendidikan Agama Islam di SLB-A YAPTI Kota Makassar
No Alternatif Jawaban Frekwensi Persentase
1 Sangat memahami 8 31%
2 Memahami 16 62%
3 Kurang memahami 2 7%
4 Tidak memahami - -
Jumlah 26 100%
Sumber Data : Hasil olahan angket poin 4
Dari tabel tersebut diketahu sebanyak 8 orang atau 31% yang menjawab “sangat memahami”, 16 orang atau 62% yang menjawab
“memahami”, 2 orang atau 7% yang menjawab “kurang memahami”, dan tidak ada yang menjawab “tidak memahami”. Jadi, dapat disimpulkan bahwa siswa SLB-A YAPTI Kota Makassar memahami materi pembelajaran yang diberikan oleh guru Pendidikan Agama Islam. Mudahnya siswa memahami materi pelajaran yang diberikan oleh guru, tentu tidak terlepas dari metode yang digunakan oleh guru dapam memberikan pelajaran.
Tingkat kepahaman siswa terhadap materi pelajaran yang telah diterima dapat dilihat pada keaktifan mengerjakan tugas-tugas dan perolehan nilai setiap selesai ulangan semester. Perolehan nilai siswa dapat dikategorikan bagus jika melampaui Kriteria Kelulusan Minimum (KKM).
Untuk mengetahui ketercapaian nilai siswa terhadap Kriteria Ketuntasan Minimum (KKM), berikut dapat dilihat jawaban siswa tentang nilai yang diperoleh setelah ulangan semester :
Tabel 10
Ketercapaian KKM Nilai Pendidikan Agama Islam Siswa di SLB-A YAPTI Kota Makassar
No Alternatif Jawaban Frekwensi Persentase
1 Terlampaui 18 69%
2 Tercapai 8 31%
3 Tidak tercapai - -
4 Tidak dapat nilai - -
Jumlah 26 100%
Sumber Data : Hasil olahan angket poin 5
Berdasarkan tabel tersebut di atas, diketahui bahwa siswa SLB-A YAPTI Kota Makassar memperoleh nilai tinggi, dengan kata lain nilai yang mereka peroleh melampaui Kriteria Ketuntasan Minimum (KKM) yang ditetapkan oleh guru Pendidikan Agama Islam. Sebanyak 18 orang atau 69%
yang menjawab “terlampaui”, 8 orang atau 31% yang menjawab “tercapai”, dan tidak ada yang menjawab “tidak tercapai atau tidak mendapat nilai”.
Jawaban tersebut dikuatkan oleh Arman Habib (guru Pendidikan Agama Islam), bahwa :
Alhamdulillah, nilai yang diperoleh siswa setiap selesai pelaksanaan ulangan semester telah mencapai, bahkan melampaui Kriteria Ketuntasan Minimum yang telah ditetapkan. Hal ini sangat menggembirakan hati kami. (Wawancara, 20 September 2014 di Makassar)
Berdasarkan jawaban yang diberikan oleh responden, baik itu guru Pendidikan agama Islam maupun siswa, maka dapat disimpulkan bahwa guru Pendidikan Agama Islam di SLB-A YAPTI Kota Makassar memberikan
pelajaran dengan menggunakan metode mengajar yang bagus dan bervariasi, sehingga menarik minat siswa untuk mengikuti pelajaran tersebut.
C. Kendala Penggunaan Metode Pembelajaran Pendidikan Agama Islam