89
7
METODE PENELITIAN
90
peneliti tepat dalam menentukan desain penelitian eksperimen yang sesuai dengan tujuan dalam penelitian yang sudah ditetapkan.
Tujuan Penelitian Eksperimen
Tujuan penelitian eksperimen pada dasarnya untuk menemukan atau mengetahui pengaruh dari suatu perlakuan terhadap kelompok tertentu. Tindakan atau perlakuan dalam penelitian eksperimen disebut treatment. Treatment diartikan sebagai semua tindakan, variasi atau pemberian kondisi yang akan dinilai atau ditemukan pengaruhnya. Selanjutnya hasil yang didapat dibandingkan dengan kelompok kontrol yang mendapatkan perlakuan berbeda.
Penelitian eksperimen juga digunakan untuk mendapatkan hubungan sebab-akibat dari suatu variabel atau antar variabel. Penelitian ini mengukur pengaruh intervensi atau perlakuan terhadap sebuah variabel. Contoh penelitian eksperimen dengan judul efektifitas modul pembelajaran berbasis family centered nursing terhadap pengetahuan keluarga tentang malnutrisi. Hasil dari penelitian akan menjawab hipotesis yang ditentukan apakah modul pembelajaran berbasis family centered nursing berpengaruh terhadap peningkatan pengetahuan keluarga tentang malnutrisi atau justru sebaliknya.
Variabel dalam Penelitian Eksperimen
Variabel merupakan sesuatu berbentuk apapun yang ditetapkan peneliti untuk dipelajari sehingga mendapatkan kesimpulan informasi (P Indra et al, 2019).
Pengertian lain yaitu suatu karakteristik yang memberikan nilai pembeda atas sesuatu. Konsep dari berbagai level abstrak yang diartikan sebagai suatu fasilitas dalam pengukuran atau manipulasi penelitian.
Penelitian eksperimen memiliki beberapa variabel seperti variabel terikat, bebas dan perancu. Variabel terikat merupakan variabel yang diberi perlakuan sebagai subjek penelitian. Variabel bebas adalah variabel terikat
91
yang diberikan perlakuan namun dimanipulasi. variabel perancu adalah faktor lain yang bisa mempengaruhi eksperimen yang berkontribusi pada perubahan yang ada sehingga harus diobservasi. Terdapat dua jenis variabel dalam penelitian eksperimen yaitu :
1. Variabel eksperimen
Variabel eksperimen adalah variabel yang berkaitan langsung dan diberikan tindakan tertentu untuk mengetahui pengaruh sebab-akibat dari eksperimen yang dilakukan. Penelitian eksperimen membagi variabel menjadi dua kelompok (eksperimen dan kontrol) untuk mendapatkan perlakuan yang berbeda dan mengetahui sejauhmana pengaruhnya.
Gambar 7.1 Variabel eksperimen 2. Variabel non-eksperimen
Variabel non-eksperimen adalah variabel yang tidak sengaja mendapatkan perlakuan tertentu, namun mempengaruhi hasil eksperimen. Variabel ini biasanya juga disebut variabel kontrol, karena kedua kelompok (eksperimen dan kontrol) masih dapat dikontrol. Selain itu, terdapat juga variabel ekstrane yang tidak mendapatkan perlakuan namun tetap dikendalikan. Kedua variabel baik eksperimen dan ektrane dapat mempengaruhi hasil penelitian sehingga peneliti harus memprediksikan munculnya variabel pengganggu.
92 Metode Penelitian Eksperimen
Metodologi adalah cara yang dilakukan untuk memperoleh kebenaran dengan menggunakan penelusuran untuk menemukan kebenaran atas fakta yang sedang dikaji. Metode pada penelitian eksperimen terbagi menjadi dua jenis yaitu metode eksperimen dengan kelompok kontrol sebagai pembanding dan tidak dengan kelompok kontrol. Perbedaan utama dari kedua jenis metode ini terletak pada jumlah kelompok yang diteliti, perlakuan yang berbeda dari setiap kelompok dan makna hasil penelitian dimana metode yang tidak menggunakan kelompok kontrol cenderung lebih bias.
Karakteristik Penelitian Eksperimen
Faktor utama yang menjadi ciri dalam penelitian eksperimen yaitu hipotesis atau dugaan sementara sebelum pelaksanaan penelitian, variabel independen, variabel dependen dan subjek penelitian. Secara khusus karakteristik penelitian eksperimen yaitu variabel yang dimanipulasi, variabel yang dikontrol dan variabel yang diobservasi langsung oleh peneliti.
Variabel yang dimanipulasi merupakan variabel bebas yang diberikan perlakuan berdasarkan pertimbangan ilmiah yang bisa dipertanggungjawabkan. Variabel kontrol merupakan variabel yang dapat mempengaruhi variabel bebas/ terkait sehingga perlu dikontrol agar konstan. Variabel yang diobservasi merupakan variabel yang di amati peneliti secara langsung karena dapat menimbulkan perbedaan hasil eksperimen antar variabel penelitian.
Desain Metode Penelitian Eksperimen
Berdasarkan kemampuan dalam mengontrol suatu variabel penelitian, rancangan penelitian terbagi atas pra eksperimental, eksperimental semu, dan eksperimental sebenarnya/ sungguhan (Nursalam, 2017), serta factorial design.
93 1. Pra eksperimental
Rancangan ini masih belum maksimal karena masih ada variabel luar yang mempengaruhi terbentuknya variabel dependen. Sehingga kemungkinan pengaruh perlakuan yang dilakukan tidak maksimal dipengaruhi variabel independen. Rancangan ini juga ditandai dengan tidak adanya variabel kontrol dan sampel dipilih tidak menggunakan random/acak. Rancangan penelitian pra eksperimental terbagi atas:
a. One shot case study
Penelitian ini dilakukan dengan memberikan perlakuan terhadap kelompok kemudian dilakukan observasi hasilnya terkait variabel dependen. Misalnya peneliti melakukan observasi terhadap penurunan skor kecemasan anak saat diberikan terapi intravena (dependen/
terkait) setelah dilakukan biblioterapi (independen/ bebas).
Subjek Pra Perlakuan Pasca- Perlakuan
- I O
Waktu 1 Waktu 2 Waktu 3 Keterangan :
- : Tidak dilakukan observasi sebelum perlakukan
I : Diberikan perlakuan
O : Observasi setelah perlakuan
Contoh pada artikel penelitian Yurni & Hariati (2022) dengan judul Pengaruh Stimulasi Tugas terhadap Motivasi dan Pemahaman Membaca Mahasiswa dengan Rancangan One Shot case study. Saat penelitian dilakukan tidak ada pra tes yang dilakukan akan tetapi langsung diberikan perlakuan berupa stimulasi tugas dalam upaya meningkatkan motivasi dan pemahaman membaca mahasiswa.
94
Artikel lainnya dengan judul efektivitas belajar al- qur’an dengan menggunakan aplikasi hijaiyah berbasis budaya lokal “nggahi mbojo” (bahasa bima) pada lansia di Kabupaten Dompu (Arifin et al, 2020). Pada penelitian ini yang menjadi variabel eksperimen yaitu kemampuan belajar Al- quran lansia setelah diberikan aplikasi huruf hijaiyah sebagai media pembelajaran mengenal dan menghafal huruf al-quran.
b. One group pra post test design
Penelitian ini dilakukan dengan cara meneliti hubungan sebab akibat terhadap satu kelompok yang diberikan perlakuan. Sebelum dilakukan perlakuan terlebih dahulu dilakukan observasi kemudian setelah dilakukan perlakuan kembali dilakukan observasi.
Subjek Pra Perlakuan Pasca- Perlakuan
K O I OI
Waktu 1 Waktu 2 Waktu 3 Keterangan :
K : Subjek setelah perlakuan
O : Observasi skor kecemasan sebelum dilakukan biblioterapi
I : Diberikan biblioterapi
OI : Observasi skor kecemasan setelah dilakukan biblioterapi
Pengujian pada penelitian ini dilakukan dengan cara membandingkan hasil sebelum dan sesudah diberikan perlakuan (pra dan pasca test).
Penelitian ini masih dikatakan lemah karena tidak mempunyai kelompok kontrol sebagai pembeda, sehingga sangat tergantung oleh karakteristik suatu subjek.
Contoh artikel dengan judul efektifitas relaksasi genggam jari terhadap penurunan nyeri pada pasien post op appendiktomi di ruang bedah (al- muizz) RS A. Pada penelitian yang dilakukan, peneliti sebelumnya melakukan pra test terhadap
95
skala nyeri yang dialami pasien post op appendiktomi. Kemudian diberikan tindakan berupa genggam jari dan dilakukan post test untuk mengukur kembali skala nyeri setelah diberikan perlakukan (Hasaini, 2020).
Artikel penelitian lain tentang pencegahan terjadinya masalah stunting di keluarga melalui pendekatan komunikasi antar personal. Dalam penelitian yang dilakukan, peneliti sebelumnya mengukur terkait pengetahuan dan sikap keluarga dalam mencegah stunting. Perlakuan yang diberikan yaitu memberikan edukasi tentang komunikasi antar personal di lingkup keluarga terutama dalam upaya meningkatkan pengetahuan dan sikap dalam mencegah stunting, kemudian kembali dilakukan pos test (Hidayat, Febriana, & Widniah, 2023)
c. Static group comparison design
Penelitian ini menentukan dampak dari suatu perlakuan pada kelompok subjek, dibandingkan dengan kelompok subjek lain yang tidak diberikan perlakuan.
Subjek Pra Perlakuan Pasca- Perlakuan
K-A O I OI-A
K-B - - OI-B
Waktu 1 Waktu 2 Waktu 3 Keterangan :
K-A : Subjek perlakuan
K-B : Subjek kontrol, tidak dilakukan perlakuan
- : Tidak di observasi dan tidak dilakukan perlakuan
O : Observasi skor kecemasan sebelum dilakukan biblioterapi
I : Diberikan biblioterapi
OI (A+B) : Observasi skor kecemasan setelah dilakukan biblioterapi
96
Contoh artikel dengan judul pengaruh media pembelajaran terhadap motivasi belajar siswa.
Pada penelitian yang dilakukan terdapat dua kategori responden yaitu responden yang dilakukan pra test terkait motivasi belajar, kemudian diberikan perlakuan berupa media pembelajaran. Setelah itu dilakukan pengukuran kembali terkait motivasi belajarnya. Sedangkan responden lain sebagai kontrol hanya dilakukan pos test (Fitra et al, 2022).
Artikel penelitian lain yaitu pengaruh metode discovery learning berbantuan video terhadap hasil belajar kimia siswa SMA. Hampir sama dengan contoh di atas, penelitian ini berfokus kepada hasil belajar kimia yang telah dilakukan pra test dan diberikan perlakuan berupa bentuk belajar dengan discovery learning berbantuan video dalam upaya meningkatkan hasil belajar kimia siswa. Sedangkan kelompok kontrol hanya dilakukan post test saja (Atika, Nuswowati, &
Nurhayati, 2018) 2. Eksperimental semu
Penelitian dengan rancangan eksperimen semu (quasi eksperimental) merupakan penelitian yang mengungkapkan hubungan sebab akibat dengan melibatkan kelompok kontrol selain kelompok perlakuan, namun tidak menggunakan teknik acak.
Karakteristik kedua kelompok yang menjadi subjek tidak meski sama namun dapat berbeda dari awal sebelum dilaksanakan penelitian. Sehingga hasil penelitian nantinya bisa saja dipengaruhi karena hasil perbedaan karakteristik tersebut, bukan sepenuhnya dari dampak perlakuan.
Subjek Pra Perlakuan Pasca- Perlakuan
K-A O I OI-A
K-B O - OI-B
Waktu 1 Waktu 2 Waktu 3
97 Keterangan :
K-A : Subjek perlakuan
K-B : Subjek kontrol, tidak dilakukan perlakuan - : Diberikan aktivitas lainnya, selain
biblioterapi misal dengan terapi musik
O : Observasi skor kecemasan sebelum dilakukan biblioterapi
I : Diberikan biblioterapi
OI (A+B) : Observasi skor kecemasan setelah dilakukan biblioterapi
Pada penelitian ini kelompok eksperimen diberikan perlakuan sedangkan kelompok kontrol tidak.
Namun pada proses awalnya kedua kelompok tersebut dilakukan observasi atau pra test.
Contoh artikel penelitian dengan judul media demonstrasi dan eksperimen berbasis animasi:
efektifitas meningkatkan keterampilan siswa memecahkan masalah di era revolusi industri 4.0.
Terdapat dua kelompok dalam penelitian yang dilakukan, dimana kedua kelompok telah dilakukan pra test. Responden perlakukan diberikan intrevensi dengan media demonstrasi sedangkan kelompok kontral tidak diberikan perlakuan/ perlakuan lain, kemudian kedua kelompok responden kembali di ukur proses pembelajaran (Marlina, Hadi, & Rahim, 2021)
Hasil penelitian lain yang juga sudah dipublikasikan music therapy and bibliotherapy to reduce child anxiety when given intravenous therapy (Heryyanoor et al., 2020) dan penelitian improving family knowledge and attitudes on malnutrition through family centered nursing-based modules and videos(Heryyanoor, Hardiyanti, & Pertiwi, 2022).
Kedua penelitian ini merupakan penelitian dengan desain quasi eksperimen dimana pada penelitian pertama terdapat dua kelompok yang dilakukan pra test. Kedua kelompok selanjutnya diberikan perlakuan yang berbeda yaitu kelompok yang diberikan biblioterapi dan kelompok yang diberikan terapi musik sebelum post test dilaksanakan.
98
Penelitian kedua hampir serupa dengan penelitian pertama, namun kelompok responden diberikan modul dan video pembelajaran dalam upaya meningkatkan pengetahuan dan sikap keluarga tentang malnutrisi.
3. Eksperimental sebenarnya/ sungguhan
Penelitian sebenarnya (true experimental) juga menghubungkan sebab akibat dengan cara melibatkan kelompok kontrol dan kelompok perlakuan yang diambil dengan teknik acak. Dalam pelaksanaannya pada kelompok eksperimen diberikan perlakuan sedangkan kelompok kontrol tidak diberikan. Penelitian ini biasanya menggunakan binatang percobaan sebagai subjek.
Misalnya peneliti ingin meneliti pengaruh pemberian obat B terhadap penyembuhan penyakit pada kelompok perlakuan yang diberi bakteri penyakit tertentu. Sedangkan pada kelompok kontrol juga diberikan bakteri namun tidak diberikan pemberian obat B atau hanya sebagai plasebo.
Contoh artikel yaitu efektifitas anti inflamasi daun mangga (mangifera indica) terhadap luka bakar derajat dua. Dalam penelitian yang dijalankan, peneliti telah membuktikan cara daun mangga menjadi anti inflamasi penyembuhan luka bakar derajat dua, serta efektivitas daun mangga sebagai anti inflamasi terhadap luka bakar derajat dua. Uji di laboratorium penapisan fitokimia dilakukan dengan sampel berupa mencit jantan berumur 2-3 bulan dengan berat 25-30 gram (Nuurul Annisa et al, 2019).
Penelitian lainnya yaitu uji daya hambat ekstrak rumput laut gracilaria sp terhadap pertumbuhan bakteri staphylococcus aureus. Penelitian bertujuan mengetahui apakah ekstrak rumput laut (Gracilaria sp.) dapat menghambat pertumbuhan bakteri Staphylococcus aureus. Rancangan eksperimental murni (true experimental design) dengan rancangan penelitian posttest only (Torar S et al, 2015).
99
Berikut jenis rancangan penelitian yang termasuk eksperimen sebenarnya yaitu:
a. Pasca tes dengan pemilihan
Pada rancangan penelitian ini hanya kelompok eksperimen yang diberikan perlakuan. Kedua kelompok (eksperimen dan kontrol) juga tidak diberikan pra tes, hanya dilakukan post tes setelah kelompok eksperimen diberikan perlakuan.
Subjek Pra Perlakuan Pasca- Perlakuan
R - I O
R - - O
Waktu 1 Waktu 2 Waktu 3 Keterangan :
R : Random/acak
I : Diberikan perlakuan
O : Observasi setelah perlakuan
b. Pra dan pasca tes dengan kelompok perlakuan dan kontrol yang di acak
Pada rancangan penelitian ini kelompok eksperimen diberikan perlakuan, sedangkan kelompok kontrol tidak. Kedua kelompok (eksperimen dan kontrol) diberikan pra tes, kemudian setelah kelompok eksperimen diberikan perlakuan keduanya kembali diberikan pos tes sama seperti prosedur rancangan penelitian eksperimen semu, namun subjek diambil secara acak.
Subjek Pra Perlakuan Pasca- Perlakuan
R O I O
R O - O
Waktu 1 Waktu 2 Waktu 3 Keterangan :
R : Random/acak
I : Variabel bebas/ diberikan perlakuan
O : Observasi sebelum/setelah diberikan perlakuan
100
c. Gabungan/ Rancangan solomon
Rancangan solomon merupakan penggabungan dari rancangan pasca tes dengan pemilihan dan rancangan pra-pasca tes dengan kelompok perlakuan dan kontrol yang di acak. Pada bagan membentuk rancangan dengan empat kelompok yakini dua kelompok sebagai eksperimen dan dua lainnya sebagai kelompok kontrol.
Subjek Pra Perlakuan Pasca- Perlakuan
R - I O
R - - O
R O I O
R O - O
Waktu 1 Waktu 2 Waktu 3 Keterangan :
R : Random/acak
I : Variabel bebas/ diberikan perlakuan
O : Observasi sebelum/setelah diberikan perlakuan Kedua kelompok eksperimen diberikan perlakuan, sedangkan kelompok kontrol tidak diberikan. Pada masing-masing pasangan yaitu kelompok eksperimen dan kontrol ada yang diberikan pra tes dan pasangan lainnya tidak, namun pengukuran pos tes dilakukan kesemua kelompok setelah kelompok eksperimen diberikan perlakuan.
Dibandingkan dengan rancangan penelitian eksperimen yang lainnya, rancangan ini merupakan rancangan yang kuat. Pada rancangan ini terdapat perbandingan yang komplek antara kelompok dan pengkajian dampak dari pra tes terhadap pos tes, sehingga mampu menutupi kelemahan rancangan sebelumnya.
4. Factorial design
Factorial design merupakan rancangan penelitian eksperimen hasil modifikasi true experimental yang
101
memantau variabel moderator yang mempengaruhi.
Variabel independen (perlakuan) terhadap variabel dependen (hasil).
Tahapan Melakukan Penelitian Eksperimen
Tahapan dalam melakukan penelitian eksperimen tidak berbeda jauh dari penelitian lain seperti identifikasi masalah, merumuskan hipotesis dan tujuan penelitian, menetapkan konsep dan metodologi penelitian, melakukan proses penelitian, menganalisa hasil penelitian, membuat laporan penelitian serta publikasi artikel. Hal yang membedakan hanya pada jenis jenis eksperimen dan desain penelitian yang akan dilaksanakan. Namun, secara umum langkah penelitian eksperimen sebagai berikut:
1. Tahapan persiapan
Pada tahap persiapan, hal yang perlu dirancang yaitu desain penelitian eksperimen, meninjau literatur, menetapkan populasi, sampel dan teknik sampling, menentukan variabel, membuatan/menetapkan instrumen penelitian, dan menentukan analisa/ uji yang akan ditetapkan.
2. Tahap pelaksanaan penelitian
Secara umum, tahap pelaksanaan merupakan tahapan kedua dari pelaksanaan penelitian eksperimen, tahap pelaksanaan setidaknya terbagi menjadi dua yaitu adanya pra tes dan pos tes. Pra tes dilakukan sebelum subjek diberikan perlakuan, sedangkan pos tes dilakukan setelah subjek diberikan perlakuan.
3. Tahap pengolahan dan analisis
Tahap selanjutnya yaitu tahap pengolahan analisis data penelitian menjadi grafik, tabel atau angka.
Pengolahan analisis data dilakukan menggunakan program komputer dan dapat disajikan secara disriktif dan inferensial/bivariate.
102 Daftar Pustaka
Arifin et al. (2020). Efektivitas Belajar Al-Qur’an Dengan menggunakan Aplikasi Hijaiyah Berbasis Budaya Lokal “Nggahi Mbojo” (Bahasa Bima) Pada Lansia di Kabupaten Dompu. Ainara Journal (Jurnal Penelitian Dan PKM Bidang Ilmu Pendidikan), 1(1), 24–30.
https://doi.org/10.54371/ainj.v1i1.10
Atika, D., Nuswowati, M., & Nurhayati, S. (2018).
Pengaruh Metode Discovery Learning Berbantuan Video Terhadap Hasil Belajar Kimia Siswa Sma. Jurnal Inovasi Pendidikan Kimia, 12(2), 2149 – 2158.
Retrieved from https://journal.unnes.ac.id/nju/index.php/JIPK/art
icle/view/15474
Fitra et al. (2022). Pengaruh Media Pembelajaran Terhadap Motivasi Belajar Siswa Kelas IX SMP N 1 Rao Selatan. Jurnal Pendidikan Dan Konseling, 4(6), 1349–
1358.
https://doi.org/https://doi.org/10.31004/jpdk.v4i6.
9994
Hasaini, A. (2020). Efektifitas Relaksasi Genggam Jari Terhadap Penurunan Nyeri Pada Pasien Post Op Appendiktomi di Ruang Bedah (Al-Muizz) RSUD Ratu Zalecha Martapura Tahun 2019. Dinamika Kesehatan Jurnal Kebidanan Dan Keperawatan, 10(1), 76–90.
https://doi.org/10.33859/dksm.v10i1.394
Heryyanoor, H., Hardiyanti, D., & Pertiwi, M. R. (2022).
Improving Family Knowledge And Attitudes On Malnutrition Through Family Centered Nursing-Based Modules And Videos. 11(2).
Heryyanoor, H., Muhsinin, M., Rahmawati, R., Patarru’, F., Handini, F. S., & Weu, B. Y. (2020). Music Therapy and Bibliotherapy to Reduce Child Anxiety When Given Intravenous Therapy. Jurnal Ners, 14(3), 340–
353. https://doi.org/10.20473/jn.v14i3.17182
103
Hidayat, T., Febriana, A., & Widniah, A. Z. (2023).
Pencegahan Terjadinya Masalah Stunting di Keluarga Melalui Pendekatan Komunikasi Antar Personal.
Gorontalo Jpurnal Health and Science Community, 7(1),
19–26. Retrieved from https://ejurnal.ung.ac.id/index.php/gojhes/index%0
APENCEGAHAN
Marlina, M., Hadi, S., & Rahim, A. (2021). Media Demonstrasi Dan Eksperimen Berbasis Animasi:
Efektifitas Meningkatkan Keterampilan Siswa Memecahkan Masalah Di Era Revolusi Industri 4.0.
Jurnal Pendidikan Kimia Indonesia, 5(2), 60.
https://doi.org/10.23887/jpk.v5i2.33659
Nursalam. (2017). Metodologi Penelitian Ilmu Keperawatan : Pendekatan Praktis (4th ed.). Jakarta:
Salemba Medika.
Nuurul Annisa et al. (2019). Efektifitas Anti Inflamasi Daun Mangga (Mangifera Indica) Terhadap Luka Bakar Derajat Dua. Sainsmat : Jurnal Ilmiah Ilmu
Pengetahuan Alam, 8(1), 1.
https://doi.org/10.35580/sainsmat81101182019 P Indra et al. (2019). Cara Mudah Memahami Metodelogi
Penelitian. Sleman: Deeoublish.
Payadnya et al. (2018). Panduan Penelitian Eksperimen Beserta Analisis Statistik dengan SPSS. Sleman:
Deeoublish.
Torar S et al. (2015). Uji Daya Hambat Ekstrak Rumput Laut Gracilaria Sp terhadap Pertumbuhan Bakteri Staphylococcus Aureus. Jurnal Farmasi, 3(01), 156.
Yurni, Y., & Hariati, F. (2022). Pengaruh Stimulasi Tugas Terhadap Motivasi dan Pemahaman Membaca Mahasiswa Dengan Rancangan One Shot case study.
Jurnal Ilmiah Dikdaya, 12(2), 391.
https://doi.org/10.33087/dikdaya.v12i2.331
104 Profil Penulis
Heryyanoor, S.Kep., Ns., M.Kep
Penulis merupakan seorang perawat kelahiran Pengaron tanggal 3 Juli 1986 dari orang tua (Hairuni dan Ariati).
Penulis memiliki istri (Annisa Febriana) dan dikaruniai seorang putra (Muhammad Rafli Al Hafidz).
Riwayat pendidikan keperawatan dimulai dari Akademi Keperawatan Intan Martapura lulus tahun 2011, melanjutkan Sarjana Keperawatan dan Profesi Ners mulai 2014 lulus 2016 di Stikes Muhammadiyah Banjarmasin sekarang UMB. Penulis kemudian melanjutkan Magister Keperawatan peminatan Manajemen Keperawatan mulai 2018 lulus 2020 di Fakultas Keperawatan Universitas Airlangga Surabaya.
Penulis bekerja dan diangkat sebagai Dosen Tetap sejak tahun 2021 di Stikes Intan Martapura dengan tugas tambahan sebagai kepala unit penjaminan mutu (per-september 2022) sambil menjalankan usaha Praktek Mandiri “JR Care dan Rumah Sunat Al Haffidz” (Nursepreneur) dengan dasar keilmuan yang ditunjang sertifikat kompetensi, pengalaman praktek/magang diberbagai rumah sakit di wilayah Kalimantan Selatan, RS Harapan Kita Jakarta, RSUD Dr. Soetomo Surabaya dan Hospital University Malaya Medical Center di Malayasia. Usaha lain penulis di bidang Event Organizer JR Management dengan aktif menyelenggarakan event dan menjadi narasumber serta trainer nasional (Sertifikat BNSP) dalam berbagai seminar, workshop dan pelatihan bidang kesehatan maupun kewirausahaan.
Bebrapa karya ilmiah penulis berupa modul terdaftar HKI, artikel hasil penelitian dan pengabdian masyarakat yang telah diterbitkan di jurnal nasional terakrditasi sinta dan jurnal Internasional bereputasi (terindeks scopus).
Email Penulis: [email protected]
105