BAB I PENDAHULUAN
G. Metode Penelitian
Metode penelitian merupakan cara ilmiah untuk mendapatkan data dengan tujuan dan kegunaan tertentu.47 Adapun menurut Arif Furchman mengatan bahwa, metode penelitian adalah strategi umum yang dianut dalam mengumpulkan data yang diperlukan guna menjawab persoalan yang dihadapi.48 Salah satu dasar dalam melakukan kegiatan penelitian ialah penggunaan metode dari setiap langkah yang ditempuh, sehingga memberikan kejelasan atau transparansi terhadap setiap prosedur kegiatan.
Oleh karena itu, langkah awal dalam melakukan penelitian ini adalah adanya metode penelitian yang digunakan untuk menentukan arah penyelesaian penelitian tersebut.
Adapun metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini, yaitu metode penelitian kualitatif. Menurut Bogdan dan Taylor dalam bukunya Moleong, mendefinisikan penelitian kualitatif sebagai prosedur penelitian yang menghasilkan data deskriptip, berupa kata-kata tertulis atau data lisan dari orang-orang dan perilaku yang diamati.49 Tujuan dari metode kualitatif yang dipilih oleh peneliti ialah untuk mendapatkan data yang
47 Sugiyono, Metode Penelitian Kuantitatif Kualitatif dan R&D, (Bandung: Alfabeta, 2019), hlm. 2.
48 Arif Furchman, Pengantar Penelitian dalam Pendidikan, (Surabaya: Usaha Nasional, 1997), hlm. 50.
49 Lexy J. Moleong, Metodologi Penelitian Kualitatif, (Bandung, PT Remaja Rosdakarya,
mendalam, suatu data yang mengandung makna, yakni data yang sebenarnya, yang merupakan suatu nilai dibalik data yang tampak.50
1. Pendekatan Peneliti
Pendekatan penelitian adalah suatu langkah yang sangat penting untuk ditentukan dalam melaksanakan sebuah penelitian, sehingga dapat dideskripsikan dan menghasilkan penelitian yang respresentatif atau penelitian yang tepat, karena pendekatan penelitian merupakan metode penelitian atau metode alamiyah.51 Dalam penelitian ini, peneliti menggunakan pendekatan deskriptif. Adapun pendekatan deskriptif merupakan penelitian yang diarahkan untuk memberikan gejala-gejala, fakta-fakta, atau kejadian-kejadian secara sistematis dan akurat, mengenai sifat-sifat populasi atau daerah tertentu.52 Pendekatan deskriptif ditunjukkan untuk:
a. Mengumpulkan data informasi secara nyata yang menggambarkan gejala yang ada.
b. Mengidentifikasi problem yang ada mengenai praktek-praktek yang berlaku.
c. Membuat perbandingan atau evaluasi.
d. Menentukan apa yang dilakukan oleh orang lain dalam menghadapi masalah yang sama, dan mengambil pelajaran dari
50 Sugiyono, Metode..., hlm. 18.
51 Lexy J. Moleong, Metode..., hlm. 6.
52 Riyanto Yatim, Metodologi Penelitian Pendidikan, (Surabaya, PT Usaha Nasional, 2001), hlm. 23..
pengalaman mereka untuk menentukan rencana dan keputusan pada waktu yang berbeda.53
Penelitian ini tidak menggunakan data-data statistik, karena dalam penelitian ini kaya akan deskripsi orang, tempat dan percakapan.
Rumusan masalah pada penelitian inipun tidak mengacu pada variabel- variabel seperti pada penelitian kuantitatif, akan tetapi dirumuskan dengan cara- cara tertentu, agar dapat dilakukan investigasi seluruh kompleksitas dalam konteks dilapangan. Disamping itu, dalam penelitian ini juga membutuhkan data-data yang berupa kutipan dari kumpulan data-data baik dokumentasi, catatan lapangan, foto-foto dan rekaman lainnya. Oleh sebab itu, peneliti menggunakan pendekatan deskriptif.54
Penulis memilih menggunakan pendekatan deskriptif agar dapat memperoleh keterangan yang lebih luas dan lebih mendalam mengenai hal-hal yang menjadi pokok pembahasan dalam penelitian yang terkait dengan Peran sentra Industri Genteng Dalam Meningkatkan Kesejahteraan Masyarakat Lingkungan Aik Ampat Bawak Gunung Kelurahan Dasan Geres Kecamatan Gerung.
2. Kehadiran Peneliti
53 Suharsimi Arikunto, Prosedur Penelitian Suatu Pendekatan Praktik, (Jakarta: Rineka Cipta, 2006), hlm. 45.
54 Afrizal, Metode Penelitian Kualitatif, (Jakarta: PT Raja Grafindo Persada, 2015), hlm.
Dalam penelitian kualitatif, kehadiran seorang peneliti sangatlah penting, karena dalam penelitian tersebut, peneliti merupakan isntrumen kunci sebagai alat pengumpul data atau informasi yang berkaitan dengan gejala obyek peneliti. Untuk memperoleh data tentang penelitian yang dilakukan, maka peneliti harus terjun langsung kelapangan atau ke lokasi penelitian untuk melihat secara lansung, sebab dalam penelitian kualitatif akan berbicara masalah fenomena-fenomena atau realita dilapangan yang benar terjadi. Agar data yang diperoleh benar-benar valid dan berhasilnya penelitian yang di lakukan ini, sangat ditentukan oleh kemampuan peneliti saat berada dilapangan untuk menghimpun data yang dibutuhkan, menguasai teori, serta wawasan terkait bidang yang diteliti, dapat memaknai data yang ada dan tidak lepas dari konteks yang sesungguhnya, serta kesiapan bekal peneliti untuk memasuki lapangan.55
Dalam hal ini peneliti sebagai pengumpul data berusaha semaksimal mungkin mengumpulkan data dan memastikan keabsahan data, baik yang diperoleh dari hasil observasi, wawancara dan dokumentasi selama proses penelitian. Hal-hal yang dilakukan peneliti selama penelitian ini yaitu:
55 Afrizal, Metode Penelitian Kualitatif, (Jakarta: PT Raja Grafindo Persada, 2015), hlm.
13.
a. Mengadakan survey awal sehingga peneliti bisa menganalisis kondisi tempat yang akan diteliti.
b. Meminta izin kepada pihak yang berwenang dan orang-orang yang terkait yang akan dijadikan objek penelitian.
c. Mengadakan penelitian untuk mencari data yang terkait dengan pemersalahan yang diteliti. Dalam hal ini akan dilakukan observasi, wawancara dan mendokumentasi data yang dibutuhkan dari subyek penelitian.
d. Mengumpulkan data-data untuk di analisis.
3. Lokasi Penelitian
Lokasi penelitian adalah suatu tempat atau wilayah yang ditetapkan oleh peneliti untuk dijadikan tempat melakukan sebuah penelitian. Lokasi penelitian ini dilakukan di Lingkungan Aik Ampat Bawak Gunung Kelurahan Dasan Geres Kecamatan Gerung.
4. Sumber Data
Untuk mendapatkan data yang valid dan obyektif terhadap apa yang akan diteliti oleh peneliti, maka sangat perlu untuk mendapatkan sumber data atau informan, serta jenis data yang akan dikumpulkan, sehingga kualitas dan keakuratan data yang diperoleh benar-benar terjamin.56
56
Dalam penelitian ini subyek yang akan di teliti ialah:
1) Kepala Lingkungan Aik Ampat Bawak Gunung alasan peneliti memilih Kepala Lingkungan Aik Ampat bawak Gunung sebagai sumber data adalah karena kepala Lingkungan yang lebih mengetahui mengenai peran warganya dalam dunia industri.
2) Para pengusaha dan pengerajin genteng yang berperan sebagai pelaku sentra industri alasan peneliti sebagai sumber data karena para pengusaha dan pengerajin genteng yang berperan sebagai pelaku sentra industri yang mengetahui cara memproduksi dan memasarkan genteng yang berkualitas untuk mensejahterakan masyarakat masyarakat.
Adapun dalam penelitian ini, ada dua jenis data yang digunakan oleh peneliti sebagai sumber data, yaitu data primer dan data sekunder.
1) Sumber Data Primer
Sumber data primer adalah sumber data yang diperoleh secara langsung dari sumber asli (tidak melalui perantara) misalnya dalam penelitian yang peneliti lakukan maka data perimernya adalah dari pengusaha dan pengerajin genteng yang berperan sebagai pelaku sentra industri dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat.
2) Sumber Data Skunder
Data sekunder adalah sember data yang diperoleh dari
orang kedua ataupun orang ketiga, dan bukan diperoleh secara lansung dari obyek yang diteliti. Melainkan di peroleh dari gambar lokasi penelitian, keadaan lingkungan. Misalnya para tetangga dan serta masyarakat sekitarnya.
5. Teknik Pengumpulan Data
Teknik pengumpulan data merupakan langkah yang paling utama dalam penelitian, karena tujuan utama dari penelitian adalah mendapatkan data. Tanpa mengetahui teknik pengumpulan data, maka peneliti tidak akan mendapatkan data yang memenuhi standar data yang ditetapkan.57 Adapun untuk mendapatkan data yang akurat dalam penelitian ini, maka dalam proses pengumpulan data harus menggunakan metode yang tepat. Metode yang penulis pilih dalam proses pengumpulan data ini tentunya harus sesuai dengan karakteristik penelitian yang dilakukan.
Adapun teknik-teknik pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini, yaitu observasi, wawancara, dan dokumentasi. Ketiga teknik pengumpulan data peneliti pilih ini, dapat digunakan untuk mendapatkan informasi yang saling menunjang dan melengkapi, dalam penelitian mengenai peran sentra industri genteng dalam mensejahterakan masyrakat Lingkungan Aik Ampat Bawak Gunung
57 Sugiyono, Metode..., hlm. 296.
Kelurahan Dasan Geres Kecamatan Gerung. Berikut penjelasan dari tiga teknik pengumpulan data yang digunakan oleh peneliti.
a. Observasi
Observasi adalah melakukan pengamatan secara lansung terhadap fenomena subjek yang diselidiki atau diteliti, baik pada pengamatan yang dilakukan dalam situasi yang sebenarnya, maupun situasi buatan yang sengaja dilakukan.58 Menurut Mahmud dalam bukunya Metode Penelitian Pendidikan, mengatakan bahwa Observasi adalah teknik pengamatan dan pencatatan sistematis dari fenomena-fenomena yang diselidiki. Observasi dilakukan untuk menemukan data dan informasi dari gejala suatu fenomena (pristiwa) secara sistematis dan didasarkan pada tujuan penyelidikan yang telah dirumuskan.59
Adapun dalam penelitian pada umumnya dikenal ada dua teknik observasi, yaitu:
1) Observasi Partisipan
58 Ahmad Usman, Mari Belajar Meneliti, (Yogyakarta: Indonesia, 2000), hlm. 283.
59 Mahmud, Metode Penelitian Pendidikan, (Bandung: Pustaka Setia, 2011), hlm. 168.
Observasi partisipan, yaitu peneliti mengamati apa yang dikerjakan orang, mendengarkan apa yang mereka ucapkan dan berpartisipasi dalam aktifitas mereka, artinya ikut mengambil bagian dalam kehidupan orang yang di observasi dan peneliti memiliki peran dalam kelompok teramati. Menyelidiki prilaku individu dalam situasi sosial, seperti cara hidup, hubungan sosial dalam masyarakat, dan lain-lain.60
2) Observasi Non-Partisipan
Observasi non-partisipan, yaitu pengamatan biasa di mana peneliti tidak diperbolehkan terlibat dalam hubungan- hubungan emosi pelaku yang menjadi sasaran penelitian. Dalam observasi ini peneliti tidak melibatkan diri dalam aktifitas subyek yang diteliti.61
Dalam penelitian ini, peneliti menggunakan observasi partisipan, yang artinya peneliti ikut mengambil bagian dalam kehidupan orang yang di observasi dan peneliti memiliki peran dalam kelompok teramati. Sesuai dengan judul yang peneliti angkat, yakni Peran Sentra Industri Genteng Dalam Meningkatkan Kesejahteraan masyarakat Lingkungan Aik
60 Hasyim Hasanah, “Teknik-Teknik Observasi”, Jurnal at-Taqaddum, Vol. 8, No. 1, Juli 2016, hlm. 36.
61 Nana Syaodih Sukmadinata, Metode Penelitian Pendidikan, (Bandung: PT Remaja Sodakarya, 2011), hlm. 220.
Ampat Bawak Gunung. Tentu saja kehadiran peneliti di lokasi penelitian, mempunyai hubungan sangat erat dengan orang-orang yang terlibat dalam proses penelitian ini, guna mendapatkan data yang valid. Adapun data-data yang peneliti butuhkan dari kehadiran peneliti di lokasi penelitian, yaitu:
a. Data mengenai bagaimana bentuk peran sentra industri genteng dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat Lingkungan Aik Ampat Bawak Gunung Kelurahan Dasan Geres Kecamatan Gerung.
b. Data mengenai apa saja hambatan sentra industri genteng dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat Lingkungan Aik Ampat Bawak Gunung Kelurahan Dasan Geres Kecamatan Gerung.
3) Wawancara
Wawancara merupakan pertemuan dua orang untuk bertukar informasi dan ide melalui tanya jawab, sehingga dapat dikonstruksikan makna dalam suatu topik tertentu. Jadi dengan wawancara, maka peneliti akan mengetahui hal-hal yang lebih mendalam tentang partisipan dalam menginterprestasikan situasi dan fenomena yang terjadi, di mana hal ini tidak bisa ditemukan melalui observasi saja.62
62 Sugiyono, Metode..., hlm. 304-305.
Adapun wawancara di kategorikan dalam tiga bentuk, yaitu:
a) Wawancara terstruktur, ialah suatu bentuk wawancara di mana pewawancara atau peneliti dalam hal ini, menyusun secara terperinci dan sistematis rencana atau pedoman pertanyaan menurut pola tertentu, dengan menggunakan format yang baku.
Oleh karena itu, peneliti harus terlebih dahulu menyiapkan instrumen penelitian berupa pertanyaan-pertanyaan tertulis yang alternatif jawabannya telah disiapkan.63
b) Wawancara semi terstruktur, ialah apabila pewawancara atau peneliti menyusun rencana wawancara yang bagus, tetapi tidak menggunakan format dan ukuran yang baku. Tujuan dari wawancara jenis ini adalah untuk menemukan permasalahan secara lebih terbuka, di mana pihak yang diajak wawancara diminta pendapat, dan ide-idenya.64
c) Wawancara tidak terstruktur, ialah wawancara yang bebas, di mana peneliti tidak menggunakan pedoman wawancara yang telah tersusun secara sistematis dan lengkap dalam pengumpulan data. Wawancara ini berlansung secara alami, tidak diikat atau diatur oleh suatu pedoman atau format yang baku.65
63 Fendi Rosi Sarwo Edi, Teori Wawancara Psikodignostik, (Yogyakarta: Leutika Prio, 2016), hlm. 19.
64 Burhan Bungin, Metode Penelitian Kualitatif, (Jakarta: PT Raja Grafindo Persada, 2001), hlm. 156.
65
Dalam penelitian ini, peneliti menggunakan jenis wawancara semi terstruktur, yang di mana peneliti menyusun rencana/instrumen wawancara terlebih dahulu sebagai pedoman. Tujuan dari wawancara jenis ini adalah untuk menemukan permasalahan secara lebih terbuka, sehingga peneliti dapat melakukan wawancara berdasarkan permasalahan yang sesuai dengan kondisi yang ada.
Adapun dalam penelitian ini, yang menjadi informan ialah, kepala lingkungan, pemilik indutri genteng, para buruh genteng, dan masyarakat sekitar. Adapun data-data yang peneliti butuhkan melalui wawancara ini, antara lain:
a) Data mengenai bagaimana peran sentra industri genteng dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat Lingkungan Aik Ampat Bawak Gunung Kelurahan Dasan Geres Kecamatan Gerung.
b) Data mengenai apasaja hambatan sentra industri genteng dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat Lingkungan Aik Ampat Bawak Gunung Kelurahan Dasan Geres Kecamatan Gerung.
4) Dokumentasi
Studi dokumentasi adalah suatu proses pengumpulan data yang di butuhkan dalam penelitian yang akan di telaah secara mendalam, sehingga dapat mendukung atau menambah kepercayaan
dan pembuktian suatu kejadian.66 Selain itu, dokumen merupakan catatan peristiwa yang sudah berlalu. Dokumen bisa berbentuk tulisan, gambar, atau karya-karya monumental dari seseorang.
Dokumen yang berbentuk tulisan, misalnya catatan harian, sejarah kehidupan (life histories), ceritera, biografi, peraturan dan kebijakan. Dokumen yang berbentuk gambar, misalnya foto, gambar hidup, sketsa dan lain-lain. Dokumen yang berbentuk karya, misalnya karya seni, yang dapat berupa gambar, patung, filem, dan lain-lain.67
Dokumentasi dalam penelitian ini, bertujuan untuk mengumpulkan informasi dan untuk memperkuat hasil penelitian yang berkaitan dengan permasalahan yang diteliti. Adapun data yang akan peneliti dapatkan melalui dokumentasi ini, yaitu berupa dokumentasi tertulis, seperti profil lingkungan, jumlah industri genteng, data kasus dan berapa pendapat perbulan, dan lain-lain.
Adapun dokumentasi berupa gambar, seperti foto-foto keadaan di lapangan, meliputi saat proses wawancara dan observasi, serta dokumen lainnya yang dibutuhkan untuk penunjang dalam penelitian.
66 Djama’an Satoria dan Aan Komariah, Metode Penelitian Kualitatif, (Bandung: Alfabeta, 2014), hlm. 149.
67
6. Teknik Analisis Data
Analisis data adalah proses mencari dan menyusun secara sistematis data yang diperoleh dari hasil wawancara, catatan lapangan, dan bahan-bahan lainnya, sehingga dapat mudah dipahami, dengan mengorganisasikan data, menjabarkannya ke dalam unit-unit, melakukan sisntesa, menyusun kedalam pola, memilih mana yang penting dan yang akan dipelajari, dan memberi kesimpulan yang dapat diinformasikan kepada orang lain.68
Menurut Bogdan dan Biklen dalam bukunya Lexy J. Moleong, menjelaskan bahwa, “Analisis data kualitatif merupakan upaya yang dilakukan dengan cara bekerja dengan data, mengorganisasikan data, memilih data sehingga menjadi data yang bisa dikelola, mensintesiskan, mencari dan menemukan pola, mengumpulkan data, dan memutuskan apa yang bisa diceritakan kepada orang lain dari data yang didapatkan.69
Adapun aktivitas dalam analisis data, yaitu data reduction, data display, dan conclusion drawing/verification, berikut penjelasannya:
a. Data reduction (Reduksi data)
Mereduksi data artinya merangkum, dam memilih hal-hal yang pokok, memfokuskan pada hal-hal yang penting, dicari tema dan polanya sehingga memberikan gambaran yang lebih jelas, dan
68 Ibid, hlm. 319.
69 Lexy J. Moleong, Metode..., hlm. 248.
mempermudah peneliti untuk melakukan pengumpulan data selanjutnya. Reduksi data adalah proses berfikir sensitif yang memerlukan kecerdasan, keluasan dan kedalaman wawasan yang tinggi. Bagi peneliti pemula, dalam mereduksi data dapat mendiskusikan pada teman atau orang lain sudah lebih paham.
Melalui diskusi itu, maka wawasan peneliti akan berkembang dan terbuka lebih luas, sehingga dapat mereduksi data yang memiliki nilai temuan dan pengembangan teori yang signifikan.70 Jadi reduksi data dalam penelitian ini, yaitu merangkum hasil dari observasi dan wawancara, yang di mana nantinya akan memilih data yang penting dan pokok sesuai dengan kebutuhan.
b. Data display (Penyajian data)
Langkah selanjutnya yaitu penyajian data, dalam penelitian kualitatif penyajian data dapat dilakukan dalam uraian singkat, bagan, hubungan antar kategori, flowchart dan sejenisnya. Adapun yang paling sering digunakan untuk penyajian data dalam penelitian kualitatif yaitu dengan teks bersifat naratif. Dengan menyajikan data, maka akan memudahkan peneliti untuk memahami apa yang terjadi, merencanakan kerja selanjutnya berdasarkan apa yang sudah difahami.71 Adapun proses penyajian data dalam penelitian ini, yaitu
70 Sugiyono, Metode..., hlm. 323-325.
71
dengan menyajikan data dalam bentuk tulisan yang diperoleh dari hasil temuan observasi dan wawancara.
c. Conclusion Drawing/Verification (Kesimpulan dan Verifikasi) Langkah ketiga dalam analisis data adalah penarikan kesimpulan dan verifikasi. Kesimpulan dalam penelitian kualitatif adalah temuan baru yang sebelumnya belum pernah ada. Temuan dapat berupa deskripsi atau gambaran suatu obyek yang sebelunya masih ramang-ramang atau gelap sehingga setelah diteliti menjadi jelas, dapat berupa hubungan kausal atau intraktif, hipotesis atau teori.
Dalam kesimpulan awal, sifatnya masih sementara dan akan berubah bila tidak ditemukan bukti-bukti yang kuat yang mendukung pada tahap pengumpulan data berikutnya. Begitu sebaliknya jika bukti- bukti sangat mendukung pada kesimpulan di tahap awal valid, dan kosisten saat peneliti kembali kelapangan mengumpulkan data, maka kesimpulan yang dikemukakan merupakan kesimpulan yang kredibel.72.
7. Pengecekan Keabsahan Data
Uji keabsahan data dalam penelitian sering ditekankan pada uji validitas dan reliabilitas. Maksud validitas ialah derajat ketepatan
72 Ibid, hlm. 329
antara data yang terjadi pada obyek penelitian dengan data yang dapat dilaporkan oleh peneliti, dengan kata lain data yang valid adalah data yang tidak berbeda antara data yang dilaporkan oleh peneliti dengan data yang sesungguhnya terjadi pada obyek penelitian. Uji keabsahan data dalam penelitian kualitatif meliputi uji, credibility (validitas internal), transferability (validitas eksternal), dependability (reliabilitas), dan confirmability (obyektivitas).73 Dalam hal ini, untuk menguji keabsahan data yang didapatkan di lapangan, peneliti menggunakan uji kredibilitas (credibility) dengan teknik triangulasi.
Triangulasi diartikan sebagai pengecekan data dari berbagai sumber dengan berbagai cara, dan berbagai waktu. Triangulasi merupakan teknik pemeriksaan data yang memanfaatkan sesuatu yang lain di luar data, untuk keperluan pengecekan dan membandingkan terhadap data tersebut.74
Pengecekan data dapat dilakukan dengan triangulasi sumber, tringulasi teknik, dan triangulasi waktu.
1) Triangulasi Sumber
Untuk menguji kredibilitas data yang dilakukan dengan cara mengecek data yang diperoleh melalui beberapa sumber. Sebagai contoh, menguji kredibilitas hambatan yang dihadapi penegrajin
73 Ibid, hlm. 364.
74 Burhan Bungin, Analisis data penelitian kualitatif pemahaman filosofis dan metodologis
genteng, maka pengumpulan dan pengujian data yang telah diperoleh, dilakukan ke para pengerajin yang bersangkutan, dan masyarakat sekitar tempat tinggal pengerajin genteng. Data yang tealah dianalisis oleh peneliti tersebut, sehingga menghasilkan suatu kesimpulan selanjutnya diminta kesepakatan (member check) dengan tiga sumber data tersebut.75
2) Triangulasi Teknik
Untuk menguji kredibilitas data yang dilakukan dengan cara mengecek data kepada sumber yang sama dengan teknik yang berbeda. Sebagai contoh, data yang diperoleh melalui wawancara, lalu dicek dengan observasi, dokumentasi, atau kuesioner. Hal ini bertujuan agar data yang telah disajikan tidak diragukan kevalidannya.76
3) Triangulasi Waktu
Dilakukan dengan cara melakukan pengecekan dengan wawancara, observasi, atau teknik lainnya dalam waktu yang berbeda. Perlunya dilakukan triangulasi waktu ini, dikarenakan waktu juga sering mempengaruhi kreadibilitas data. Misalnya, data yang didapatkan melalui wawancara di pagi hari sudah memenuhi data yang dibutuhkan, akan tetapi saat nanti melakukan wawancara
75 Sugiyono, Metode..., hlm. 369.
76 Sugiyono, Metode Penelitian Pendidikan, (Bandung: Alfabeta, 2013), hlm. 273-274.
pada sore hari, bisa saja mendapatkan data yang lebih mendalam dari data sebelumnya.77