32
33 C. Variabel Penelitian
Variabel dalam penelitian ini yaitu terdiri dari variabel dependen, independen, dan intervening atau mediasi. Variabel independen (bebas) adalah variabel yang mempengaruhi atau yang menjadi sebab perubahannya atau timbulnya variabel dependen (terikat).5Variabel dependen adalah variabel yang dipengaruhi variabel independen (bebas).6 Variabel mediasi atau intervening adalah variabel yang secara teori mempengaruhi hubungan antara variabel independen dengan dependen menjadi hubungan tidak langsung.7 Adapun penjabaran variabel dependen, variabel independen dan variabel mediasi dalam penelitian ini sebagai berikut:
1. Pembiayaan Murabahah, Mudharabah, Musyarakah, Ijarah (X1,2,3,4 sebagai variabel independen atau variabel bebas)
2. ROA (Y sebagai variabel dependen atau variabel terikat) 3. Revenue (M sebagai variabel mediasi atau intervening).
D. Waktu dan Tempat Penelitian
Waktu pelaksanaan penelitian yaitu rentang waktu bulan September 2021 sampai Desember 2021. Tempat penelitian yaitu pada semua Bank Umum Syariah yang ada di Indonesia. Dengan perolehan data yang diakses melalui situs ojk.go.id. data yang diperoleh berupa laporan keuangan Bank Umum Syariah tahun 2017 sampai 2020.
E. Desain Penelitian
Penulis menggunakan pendekatan kuantitatif dalam penelitian ini. Pengambilan data yang dilakukan dalam penelitian ini menggunakan studi dokumenter. Hasil dokumentasi didapatkan melalui media internet dengan cara mendownload dari situs bank yang menjadi objek penelitian ini, berupa laporan keuangan tahunan bank umum dimulai tahun 2017 sampai dengan tahun 2020. Analisis data yang digunakan adalah analisis statistik asosiatif dan analisis regresi berganda.
5 Sugiyono., 69.
6Sugiyono, 69.
7 Sugiyono., 39.
34 F. Instrumen/Alat Bahan Penelitian
Bahan dalam penelitian ini yaitu berupa laporan keuangan tahunan pada Bank Umum Syariah yang diakses melaui situs ojk.go.id periode tahun 2017 sampai 2020. Alat yang digunakan untuk menguji data yang diteliti yaitu dengan program SPSS versi 25.
Adapun untuk menguji pengaruh mediasinya dengan menggunakan SOBEL Test, yang merupakan macro yang dikembangkan oleh Andrew F. Hayes yang sudah terintegrasi dengan SPSS versi 25.8
G. Teknik Pengumpulan Data
Teknik yang digunakan dalam penelitian ini yaitu teknik pengumpulan data arsip. Teknik pengumpulan data arsip berupa data primer atau data sekunder. Dalam mendapatkan data sekunder teknik pengumpulan data yang digunakan yaitu teknik pengumpulan data dalam basis data.9 Dimana dalam penelitian ini menggunakan data arsip yang ada dalam situs ojk.go.id.
H. Teknik Analisis Data
Teknik analisis data yang digunakan adalah Analisis diskriptif yang menggambarkan statistik dari data seperti mean, max,min, sum, variance, standar deviasi, range.10 Dalam penelitian ini dikarenakan memakai model regresi, maka terdapat uji asumsi klasik yang terdiri dari beberapa uji antara lain:
1. Uji Normalitas
Uji Normalitas bertujuan untuk menguji apakah residual dihasilkan dari regresi berdistribusi normal atau tidak. Uji statistik yang digunakan untuk mengetahui berdistribusi normal atau tidak yakni dengan uji statistik Kolmogorov-Smirnov (KS). Dimana nilai K-S untuk nilai variabel lebih besar dari 0,05.11
8Imam Ghozali, Analisis Aplikasi Multivariate Dengan Program IBM SPSS 25, 9th ed. (Semarang: Badan Penerbit Universitas Diponegoro, 2018), 76.
9Jogiyanto Hartono, Metodologi Penelitian Bisnis, Salah Kaprah Dan Pengalaman-Pengalaman, 6th ed. (Yogyakarta: BPFE, 2018), 117.
10Priyatno, Cara Kilat Belajar Analisis Data dengan SPSS 25 (Yogyakarta: Andi, 2012), 38.
11Ghozali, Analisis Aplikasi Multivariate dengan Program IBM SPSS 25, 9 ed.
(Semarang: Badan Penerbit Universitas Diponegoro, 2018), 31.
35 2. Uji Multikolonieritas
Bertujuan untuk menguji model regresi apakah ditemukan korelasi diantara variabel bebas (independen). Nilai cutoff untuk dipakai adanya multikolonieritas yakni nilai tolerance ≤ 0,10 atau nilai VIF
≥ 10.12
3. Uji Autokorelasi
Bertujuan untuk menguji model regresi linier apakah ada korelasi diantara kesalahan penganggu periode t dengan periode t-1.
4. Uji Heteroskedastisitas
Bertujuan untuk menguji model regresi apakah terjadi ketidaksamaan variance satu pengamatan yang satu kepengamatan yang lain.13 Probabilitas signifikan lebih dari atau diatas tingkat kepercayaan 0,05 (5%) maka dianggap tidak mengandung heteroskedastisitas.14
5. Uji Determinasi
Koefisien determinasi (R2) mengukur kemampuan model dalam menjelaskan variasi dari variabel dependen. Nilai koefisien determinasi yakni antara nol dan satu. Nilai R2 berarti kemampuan variabel independen menjelaskan variabel dependen terbatas. Jika variabel mendekati satu berarti variabel independen hampir semua informasi yang dibutuhkan dapat memperediksi variasi dari variabel dependen. Jika adjusted R2 bernilai negatif maka nilai adjusted R2 dianggap bernilai 0.15
6. Uji Hipotesis a. Uji t
Uji t atau disebut uji koefisien regresi secara parsial digunakan untuk menentukan secara simultan variabel independen berpengaruh siginifikan ataupun tidak terhadap variabel dependen. Jika dilihat dari signifikan <0,05 maka Ho ditolak dan jika nilai siginiifkan >0,05 maka ho diterima.16 Kriteria pengujian:
12 Ghozali, Analisis Aplikasi Multivariate dengan Program IBM SPSS 25, 107–
108.
13 Ghozali, Analisis Aplikasi Multivariate dengan Program IBM SPSS 25, 177.
14 Ghozali, Analisis Aplikasi Multivariate dengan Program IBM SPSS 25, 144.
15 Ghozali, Analisis Aplikasi Multivariate dengan Program IBM SPSS 25, 97-98.
16 Pryatno, Cara Kilat Belajar Analisis Data dengan SPSS 25, 138-139.
36
Jika -t Tabel ≤ t hitung ≤ t Tabel maka Ho diterima Jika -t hitung < -t Tabel atau t hitung > t Tabel maka Ho ditolak.17
b. Uji F
Uji F atau disebut uji koefisien regresi secara simultan digunakan untuk menentukan secara simultan variabel independen berpengaruh siginifikan ataupun tidak terhadap variabel dependen. Jika dilihat dari signifikan <0,05 maka Ho ditolak dan jika nilai siginiifkan >0,05 maka ho diterima.
Kriteria pengujian:
Jika -F tabel ≤ F hitung ≤ F tabel maka Ho diterima
Jika -F hitung < -F tabel atau F hitung > F tabel maka Ho ditolak.
17Duwi Priyatno, Cara Kilat Belajar Analisis Data Dengan SPSS 20 (Yogyakarta:
Andi, 2012), 138–139.
37 BAB IV
HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN A. Hasil Penelitian
1. Deskriptif Data
Output Deskriptif menggambarkan nilai minimum, maximum, mean dan standar deviasi dari data yang diolah.
Adapun tabel deskriptif data dapat dilihat pada tabel 4.1. berikut ini:
Tabel 4.1 Output Deskriptif Data
Sumber: Data Diolah 2022
Berdasarkan tabel 4.1. deskriptif menunjukkan bahwa jumlah data yang diolah sebanyak 112 yang berasal dari 4 (tahun) x 4 (triwulan) x 7 (Bank). Nilai terendah dari transaksi pembiayaan murabahah, yaitu Rp. 1.186 miliar pada data triwulan Desember 2020 dan Bank yang memperoleh nilai terendah dari transaksi pembiayaan murabahah, yaitu Bank Syariah Bukopin. Nilai tertinggi dari transaksi pembiayaan murabahah, yaitu Rp. 45.569 miliar pada data triwulan Desember 2020 dan Bank yang memperoleh nilai tertinggi dari transaksi pembiayaan murabahah, yaitu Bank Mandiri Syariah. Nilai rata- rata dari transaksi pembiayaan murabahah yaitu Rp. 16.433,96 miliar. Sedangkan standar deviasi atau simpangan baku atau
38
sebaran data dari transaksi pembiayaan murabahah, yaitu Rp.
13.206,486 miliar.
Nilai terendah dari transaksi pembiayaan mudharabah, yaitu Rp. 76 miliar, pada data triwulan Desember 2020 dan Bank yang memperoleh nilai terendah dari transaksi pembiayaan mudharabah, yaitu Bank Syariah Bukopin. Nilai tertinggi dari transaksi pembiayaan mudharabah yaitu Rp. 3.593 miliar pada data triwulan September 2017 dan Bank yang memperoleh nilai tertinggi dari transaksi pembiayaan mudharabah yaitu Bank Mandiri Syariah. Nilai rata-rata dari transaksi pembiayaan mudharabah, yaitu Rp, 797,81 miliar. Sedangkan standar deviasi atau simpangan baku atau sebaran data dari transaksi pembiayaan mudharabah, yaitu Rp. 857,215 miliar.
Nilai terendah dari transaksi pembiayaan musyarakah, yaitu Rp. 156 miliar, pada data triwulan September 2018 dan Bank yang memperoleh nilai terendah dari transaksi pembiayaan musyarakah yaitu Bank Jabar Banten Syariah. Nilai tertinggi dari transaksi pembiayaan musyarakah yaitu Rp. 20.514 miliar pada data triwulan Maret 2017 dan Bank yang memperoleh nilai tertinggi dari transaksi pembiayaan musyarakah, yaitu Bank Muamalat. Sedangkan nilai rata-rata dari transaksi pembiayaan musyarakah, yaitu Rp. 5.671,55 miliar. Sedangkan standar deviasi atau simpangan baku atau sebaran data dari transaksi pembiayaan musyarakah yaitu Rp. 5.736,671 miliar.
Nilai terendah dari transaksi pembiayaan ijarah yaitu Rp.
12 miliar, pada data triwulan Desember 2020 dan data triwulan September 2019 serta Bank yang memperoleh nilai terendah dari transaksi pembiayaan ijarah yaitu Bank Jabar Banten Syariah.
Nilai tertinggi dari transaksi pembiayaan ijarah yaitu Rp. 29.120 miliar pada data triwulan Desember 2020 dan Bank yang memperoleh nilai tertinggi dari transaksi pembiayaan ijarah yaitu Bank Mandiri Syariah. Nilai rata-rata dari transaksi pembiayaan ijarah yaitu Rp, 3.481,02 miliar. Sedangkan standar deviasi atau simpangan baku atau sebaran data dari transaksi pembiayaan ijarah yaitu Rp. 7.842,322 miliar.
39
Nilai terendah dari ROA yaitu -5,69%, pada data triwulan Desember 2017 dan Bank yang memperoleh nilai terendah dari ROA yaitu Bank Jabar Banten Syariah. Nilai tertinggi dari ROA yaitu 174% pada data triwulan Maret 2017 dan Bank yang memperoleh nilai tertinggi dari ROA yaitu Bank Mandiri Syariah. Nilai rata-rata dari ROA yaitu 17,1812%. Sedangkan standar deviasi atau simpangan baku atau sebaran data dari ROA yaitu 44,59557%.
Nilai terendah dari revenue yaitu Rp. 32 miliar, pada data triwulan Maret 2019 dan Bank yang memperoleh nilai terendah dari transaksi revenue yaitu Bank Syariah Bukopin. Nilai tertinggi dari revenue yaitu Rp. 6.720 miliar pada data triwulan Desember 2020 dan Bank yang memperoleh nilai tertinggi dari revenue yaitu Bank Mandiri Syariah. Nilai rata-rata dari revenue yaitu Rp. 1.081,35 miliar. Sedangkan standar deviasi atau simpangan baku atau sebaran data dari revenue yaitu Rp.
1.377,284 miliar.
2. Uji Asumsi Klasik a. Uji Normalitas
Uji normalitas yaitu bertujuan untuk mengetahui apakah data berdistribusi normal atau tidak. Jika data berdistribusi normal maka dapat dilanjutkan ke uji regresi dan jika tidak maka uji yang dilakukan yaitu korelasi. Data berdistribusi normal ditentukan dengan membandingkan nilai sig. hasil SPSS dengan 0,05, menunjukkan lebih besar atau lebih kecil dari 0,05. Jika lebih besar dari 0,05 maka data dapat dikatakan berdistribusi normal dan sebaliknya jika lebih kecil dari 0,05 maka data dapat dikatakan tidak berdistribusi normal. Adapun uji normalitas dalam penelitian ini menggunakan One-Sample Kolmogorov-Smirnov Test dengan berbantuan SPSS. Output dari uji normalitas dapat dilihat pada tabel 4.2. berikut ini:
40 Tabel 4.2.
Output Uji Normalitas
Sumber: Data Diolah 2022
Berdasarkan hasil output yang terdapat pada tabel 4.2.
bahwa data berdistribusi normal. Hal ini dibuktikan dengan nilai signifikan yaitu 0,124. Dimana nilai sig. 0,124 lebih besar dari 0,05, sehingga dapat disimpulkan data berdistribusi normal.
b. Uji Multikolinearitas
Output dari Uji Multikolinearitas dibuktikan dengan cara melihat nilai tolerance dan varian inflation factor (VIF).
Dimana torelance lebih dari 0,1 dan nilai VIF memiliki nilai kurang dari 10. Jika memenuhi nilai torelance dan nilai VIF tersebut maka dapat diartikan bahwa tidak terjadi Multikolinearitas. Dalam pengujian Multikolinearitas terdapat dua variabel dependen (Y) yaitu ROA dan Revenue sehingga diuji kedua variabel tersebut. Output dari uji Multikolinearitas dapat dilihat pada tabel 4.3. berikut ini:
41 Tabel 4.3
Output Uji Multikolinearitas ROA
Sumber: Data Diolah 2022
Berdasarkan tabel 4.3, output uji Multikolinearitas dari variabel ROA yaitu nilai tolerance berada pada nilai diatas 0,1 dan nilai VIF berada pada nilai dibawah 10, ini dapat disimpulkan bahwa tidak terjadi masalah Multikolinearitas.
Selanjutnya dilanjutkan dengan uji Multikolinearitas dari variabel Revenue. Output dari uji Multikolinearitas dapat dilihat pada tabel 4.4. berikut ini:
Tabel 4.4
Output Uji Multikolinearitas Revenue
Sumber: Data Diolah 2022
Berdasarkan tabel 4.4, output uji Multikolinearitas dari variabel Revenue yaitu nilai tolerance berada pada nilai diatas 0,1 dan nilai VIF berada pada nilai dibawah 10, ini dapat disimpulkan bahwa tidak terjadi masalah Multikolinearitas.
c. Uji Heteroskedastisitas
Dalam medeteksi Uji Heteroskedastisitas terjadi masalah Heteroskedastisitas atau tidak dilakukan dengan
42
membandingkan hasil nilai signifikan lebih besar dari 0,05 atau lebih kecil dari 0,05. Jika hasil nilai signifikan lebih besar dari 0,05 maka tidak terjadi masalah Heteroskedastisitas dan sebaliknya jika kurang dari 0,05 maka terjadi masalah Heteroskedastisitas. Dalam pengujian Heteroskedastisitas terdapat dua variabel dependen (Y) yaitu ROA dan Revenue sehingga diuji kedua variabel tersebut. Output dari uji Heteroskedastisitas dapat dilihat pada tabel 4.5. berikut ini:
Tabel 4.5.
Output Uji Heteroskedastisitas ROA
Sumber: Data diolah 2022
Berdasarkan tabel 4.5, output uji Heteroskedastisitas dari variabel ROA yaitu nilai sig. keseluruhan berada nilai lebih dari 0,05, sehingga dapat disimpulkan bahwa tidak terjadi masalah hetetoskedastisitas dalam data yang diolah.
Selanjutnya dilanjutkan dengan uji Heteroskedastisitas dari variabel revenue. Output dari uji Heteroskedastisitas dapat dilihat pada tabel 4.6. berikut ini:
43 Tabel 4.6.
Output Uji Heteroskedastisitas Revenue
Sumber: Data diolah 2022
Berdasarkan tabel 4.6, output uji Heteroskedastisitas dari variabel Revenue yaitu nilai sig. keseluruhan berada nilai lebih dari 0,05, sehingga dapat disimpulkan bahwa tidak terjadi masalah hetetoskedastisitas dalam data yang diolah.
d. Uji Autokorelasi
Durbin Watson digunakan dalam pengambilan keputusan ada atau tidaknya Autokorelasi dalam data. Adapun ketentuan Durbin Watson menurut Priyatno, adalah:
1) DU < DW < 4-DU artinya tidak terdapat autokorelasi 2) DW < DL atau DW > 4-DL artinya terjadi autokorelasi 3) DL < DW < DU atau 4-DU < DW < 4-DL artinya tidak
ada kepastian atau kesimpulan yang pasti.1
Berdasarkan tabel Durbin-Watson bahwa nilai DL yaitu 1,599 dan nilai DU yaitu 1,786. Jika tidak terdapat autokorelasi maka 1,786 < DW < 4-1,786 (2,214). Hasil dari Uji Autokorelasi dapat dilihat berdasarkan tabel 4.7. berikut ini:
1Priyatno, Cara Kilat Belajar Analisis Data Dengan SPSS 20, 172–173.
44 Tabel 4.7.
Output Autokorelasi ROA
Sumber: Data Diolah 2022
Berdasarkan tabel 4.7. hasil dari uji Autokorelasi menunjukkan bahwa nilai Durbin-Watson (DW) yaitu 2,163.
Jika dilihat berdasarkan ketentuan dari uji Autokorelasi yaitu DU < DW < 4-DU (1,786 < 2,163 < 2,214), menunjukkan bahwa tidak terjadi Autokorelasi. Selanjutnya dilanjutkan dengan uji Autokorelasi dari variabel revenue. Output dari uji Autokorelasi dapat dilihat pada tabel 4.8. berikut ini:
Tabel 4.8.
Output Autokorelasi Revenue
Sumber: Data Diolah 2022
45
Berdasarkan tabel 4.8. hasil dari uji Autokorelasi menunjukkan bahwa nilai Durbin-Watson (DW) yaitu 1,902.
Jika dilihat berdasarkan ketentuan dari uji Autokorelasi yaitu DU < DW < 4-DU (1,786 < 1,902 < 2,214), menunjukkan bahwa tidak terjadi Autokorelasi.
3. Model Regresi
Metode analisis yang digunakan dalam penelitian ini yaitu analisis linier berganda. Dalam hal model regresi dengan melihat nilai dari hasil output SPSS yaitu nilai Beta. Adapun hasil dari model regresi nantinya dibuatkan suatu persamaan yang dapat dilihat pada tabel 4.9.:
Tabel 4.9.
Output Regresi ROA
Sumber: Data Diolah 2022
Berdasarkan tabel 4.9. dapat terbentuk persamaan regresi berikut ini:
Y = 3.935 – 0,60 X1 – 0,716 X2 -0,068 X3 - 0,451 X4 + e Keterangan:
Y = ROA
X1=Pembiayaan Murabahah X2= Pembiayaan Mudharabah X3= Pembiayaan Musyarakah X4= Pembiayaan Ijarah e= Error
46
Berdasarkan persamaan regresi dengan ROA sebagai variabel dependen dapat diartikan sebagai berikut:
a. Berdasarkan nilai konstanta 3.935 menunjukkan pembiayaan murabahah, pembiayaan mudharabah, pembiayaan musyarakah dan pembiayaan ijarah bernilai nol maka akan menaikkan nilai dari ROA sebesar 3,935.
b. Nilai Murabahah menunjukkan hasil yang negatif sebesar -0,060. Ini dapat diartikan adanya penurunan satu satuan terhadap ROA sebesar 0,060 dengan asumsi pembiayaan mudharabah, pembiayaan musyarakah dan pembiayaan ijarah konstan.
c. Nilai mudharabah menunjukkan hasil yang positif sebesar 0,716. Ini dapat diartikan adanya kenaikan satu satuan terhadap ROA sebesar 0,716 dengan asumsi pembiayaan murabahah, pembiayaan musyarakah dan pembiayaan ijarah konstan.
d. Nilai musyarakah menunjukkan hasil yang negatif sebesar -0,068. Ini dapat diartikan adanya kenaikan satu satuan terhadap ROA sebesar 0,068 dengan asumsi pembiayaan mudharabah, pembiayaan murabahah dan pembiayaan ijarah konstan.
e. Nilai ijarah menunjukkan hasil yang negatif sebesar -0,451.
Ini dapat diartikan adanya penurunan satu satuan terhadap ROA sebesar 0,451 dengan asumsi pembiayaan mudharabah, pembiayaan musyarakah dan pembiayaan murabahah konstan.
Selain ROA, hasil regresi dari revenue dapat dilihat pada tabel 4.10 berikut:
47 Tabel 4.10.
Output Regresi Revenue
Sumber: Data Diolah 2022
Berdasarkan tabel 4.10 dapat terbentuk persamaan regresi berikut ini:
Y = -2,084 + 0,693X1 +0,185X2 + 0,159X3 – 0,023X4 + e Keterangan:
Y = Pembiayaan Revenue X1= Pembaiyaan Murabahah X2= Pembiayaan Mudharabah X3= Pembiayaan Musyarakah X4= Pembiayaan Ijarah e= Error
Berdasarkan persamaan yang sudah terbentuk maka dapat diuraikan:
a. Berdasarkan nilai konstanta -2,084 menunjukkan pembiayaan murabahah, pembiayaan mudharabah, pembiayaan musyarakah dan pembiayaan ijarah bernilai nol maka akan menurunkan nilai dari revenue sebesar 2,084 b. Nilai pembiayaan murabahah menunjukkan hasil yang
positif sebesar 0,693. Ini dapat diartikan adanya kenaikan satu satuan terhadap revenue sebesar 0,693 dengan asumsi pembiayaan mudharabah, pembiayaan musyarakah dan pembiayaan ijarah konstan.
c. Nilai mudharabah menunjukkan hasil yang positif sebesar - 0,185. Ini dapat diartikan adanya kenaikan satu satuan
48
terhadap revenue sebesar 0,185 dengan asumsi pembiayaan murabahah, pembiayaan musyarakah dan pembiayaan ijarah konstan.
d. Nilai pembiayaan musyarakah menunjukkan hasil yang positif sebesar 0,159. Ini dapat diartikan adanya kenaikan satu satuan terhadap pembiayaan revenue sebesar 0,159 dengan asumsi pembiayaan mudharabah, pembiayaan murabahah dan pembiayaan ijarah konstan.
e. Nilai pembiayaan ijarah menunjukkan hasil yang negatif sebesar -0,023. Ini dapat diartikan adanya penurunan satu satuan terhadap revenue sebesar 0,023 dengan asumsi pembiayaan mudharabah, pembiayaan musyarakah dan pembiayaan murabahah konstan.
4. Uji Hipotesis
Uji hipotesis bertujuan untuk menguji seberapa besar pengaruh variabel independen terhadap variabel dependen.
Dimana dalam uji hipotesis dalam penelitian ini dilakukan uji determinisi, uji t dan uji f.
a. Uji Determinasi
Berikut hasil uji determinasi dari SPSS dapat dilihat pada tabel di bawah ini:
Tabel 4.11
Output Uji Determinasi ROA
Sumber: Data Diolah 2022
49
Berdasarkan hasil output pada tabel 4.11, menunjukkan hasil R Square sebesar 0,591 atau 59,1%. Berdasarkan nilai tersebut secara ber pembiayaan murabahah, pembiayaan mudharabah, pembiayaan musyarakah, pembiayaan ijarah berpengaruh terhadap ROA sebesar 59,1%. Sedangkan sisanya 40,9% dipengaruhi oleh variabel diluar penelitian atau faktor lainnya diluar penelitian yang tidak diteliti. Selain ROA terdapat output R Square dari revenue yang dapat dilihat pada tabel berikut:
Tabel 4.12
Output Uji Determinasi Revenue
Sumber: Data Diolah 2022
Berdasarkan hasil output pada tabel 4.12, menunjukkan hasil R Square sebesar 0,805 atau 80,5%. Berdasarkan nilai tersebut secara ber pembiayaan murabahah, pembiayaan mudharabah, pembiayaan musyarakah, pembiayaan ijarah berpengaruh terhadap ROA sebesar 80,5%. Sedangkan sisanya 19,5% dipengaruhi oleh variabel diluar penelitian atau faktor lainnya diluar penelitian yang tidak diteliti.
b. Uji t
Uji t bertujuan untuk menguji pengaruh secara sendiri- sendiri atau parsial dari variabel independen terhadap variabel dependen. Hasil dari pengaruh uji parsial disini mengasilkan pengaruh negatif (berlawanan), positif (searah) atau tidak berpengaruh. Dalam hal melihat pengaruh atau tidak dilakukan dengan cara membandingkan antara t-tabel dan t-
50
hitung atau nilai signifikan. Sedangkan untuk melihat hasil berpengaruh positif berarti bertanda positif dan sebaliknya jika berpengaruh negatif berarti hasil yang diperoleh bertanda negatif. Di dalam menentukan t-tabel dengan melihat tabel t dengan ketentuan:
Df = n-k Keterangan:
Df = degree of freedom/derajat bebas n=jumlah sampel
k=jumlah variabel penelitian
Berdasarkan ketentuan pada tabel statistik yang terpilih dalam penentuan nilai tabel yaitu urutan ke 108 (112-4) dengan nilai sig. 0,025 (0,05x0,05) (dua sisi). Sehingga nilai dari t-tabel yaitu sebesar 1,98217. Dengan ketentuan:
Jika t-tabel < t-hitung positif maka berpengaruh positif Jika t-tabel < t-hitung negatif maka berpengaruh negatif Jika t-tabel > t-hitung maka tidak berpengaruh
Berikut tabel regresi dalam menentukan pengaruh secara parsial dapat dilihat pada tabel 4.13:
Tabel 4.13 Output Uji t ROA
Sumber: Data Diolah 2022
Berdasarkan tabel 4.13 dari hasil uji t ROA SPSS dirincikan sebagai berikut:
1) Nilai t-hitung variabel pembiayaan murabahah yaitu sebesar -0,354. Dimana t-tabel > t-hitung (1,98217 > 0,354) artinya bahwa pembiayaan murabahah tidak berpengaruh
51
terhadap ROA dan ini didukung dengan nilai sig. 0,724 >
0,05 menunjukkan tidak berpengaruh tidak signifikan.
Tidak Berpengaruh bermakna setiap terjadi kenaikan/penurunan pembiayaan murabahah maka tidak akan menaikkan atau menurunkan ROA pada Bank syariah.
2) Nilai t-hitung variabel pembiayaan mudharabah yaitu sebesar 3,135. Dimana t-tabel < t-hitung (1,98217 < 3,135) artinya bahwa pembiayaan mudharabah berpengaruh positif terhadap ROA dan ini didukung dengan nilai sig.
0,05 > 0,002 menunjukkan berpengaruh signifikan.
Berpengaruh positif bermakna setiap terjadi kenaikan pembiayaan mudharabah maka akan menaikkan nilai ROA begitu sebaliknya jika terjadi penurunan terhadap pembiayaan mudharabah maka akan menurunkan nilai ROA pada Bank syariah.
3) Nilai t-hitung variabel pembiayaan musyarakah yaitu sebesar -0,869. Dimana t-tabel > t-hitung (1,98217 > 0,869) artinya bahwa pembiayaan musyarakah tidak berpengaruh terhadap ROA dan ini didukung dengan nilai sig. 0,387 >
0,05 menunjukkan tidak berpengaruh tidak signifikan.
Tidak Berpengaruh bermakna setiap terjadi kenaikan/penurunan pembiayaan musyarakah maka tidak akan menaikkan atau menurunkan ROA pada Bank syariah.
4) Nilai t-hitung variabel pembiayaan ijarah yaitu sebesar - 4.370. Dimana t-tabel < t-hitung (1,98217 < 4.370) artinya bahwa pembiayaan ijarah berpengaruh negatif terhadap ROA dan ini didukung dengan nilai sig. 0,05 > 0,000 menunjukkan berpengaruh signifikan. Berpengaruh negatif bermakna setiap terjadi kenaikan pembiayaan ijarah maka akan menurunkan nilai ROA begitu sebaliknya jika terjadi penurunan terhadap pembiayaan ijarah maka akan menaikkan nilai ROA pada Bank syariah.
Selain ROA dari hasil regresi secara parsial, dijabarkan hasil dari Revenue secara parsial. Berikut tabel regresi dalam menentukan pengaruh secara parsial dapat dilihat pada tabel 4.14:
52 Tabel 4.14 Output Uji t Revenue
Sumber: Data Diolah 2022
Berdasarkan tabel 4.14 dari hasil uji t revenue SPSS dirincikan sebagai berikut:
1) Nilai t-hitung variabel pembiayaan murabahah yaitu sebesar 7,119. Dimana t-tabel < t-hitung (1,98217 <
7,119) artinya bahwa pembiayaan murabahah berpengaruh positif terhadap revenue dan ini didukung dengan nilai sig. 0,000 < 0,05 menunjukkan berpengaruh signifikan. Berpengaruh positif bermakna setiap terjadi kenaikan pembiayaan murabahah maka akan menaikkan revenue dari Bank syariah. Sebaliknya setiap terjadi penurunan pembiayaan murabahah maka akan menurunkan revenue dari Bank syariah
2) Nilai t-hitung variabel pembiayaan mudharabah yaitu sebesar 1,395. Dimana t-tabel > t-hitung (1,98217 >
1,395) artinya bahwa pembiayaan mudharabah tidak berpengaruh terhadap revenue dan ini didukung dengan nilai sig. 0,05 < 0,166 menunjukkan tidak berpengaruh tidak signifikan. Tidak berpengaruh bermakna setiap terjadi kenaikan/penurunan pembiayaan mudharabah maka tidak akan menaikkan/menurunkan nilai revenue dari Bank syariah.
3) Nilai t-hitung variabel pembiayaan musyarakah yaitu sebesar 3,483. Dimana t-tabel < t-hitung (1,98217 <
3,483) artinya bahwa pembiayaan musyarakah berpengaruh positif terhadap revenue dan ini didukung