BAB I PENDAHULUAN
G. Metode Penelitian
Sifat ini dipandang sebagai strategi hidup dalam setiap Muslim.
d) Tabligh artinya (komunikasi, keterbukaan, pemasaran). Sifat ini merupakan taktik hidup Muslim.
4) Khilafah artinya (Pemerintahan)
Dalam Islam, Peran utamanya adalah untuk menjamin perekonomian agar berjalan sesuai dengan syariah dan memastikan supaya tidak terjadi pelanggaran terhadap hak-hak manusia.
5) Ma‟ad (Hasil)
Ma‟ad diartikan sebagai imbalan/ganjaran. Implikasi nilai ini dalam kehidupan ekonomi dan bisnis misalnya, diformulasikan oleh Imam Al-Ghazali yang menyatakan bahwa motivasi para pelaku bisnis adalah untuk mendapatkan laba. Laba dunia dsn laba akhirat.31
mendapatkan data dengan tujuan dan kegunaan tertentu.33 Pendekatan penelitian
Metode Penelitian Kualitatif Deskriptif. Deskriptif, yaitu metode yang bertujuan membuat gambaran secara sistematis, faktual dan akurat mengenai fakta-fakta dan sifat-sifat pada suatu objek penelitian tertentu.
Penelitian deskriptif mempelajari masalah-masalah dalam masyarakat, serta tata cara yang berlaku dalam masyarakat, serta situasi-situasi tertentu, termasuk tentang hubungan kegiatan, sikap, pandangan serta proses-proses yang sedang berlangsung dan pengaruh dari suatu fenomena.
Dalam penelitian ini, peneliti menggunakan pendekatan yang bersifat kualitatif. Kualitatif adalah prosedur penelitian yang menghasilkan data deskriptif berupa kata-kata tertulis atau lisan dari orang-orang dan perilaku yang dapat diamati.34 Adapun alasan-alasan menggunakan pendekatan kualitatif adalah sebagai berikut:35
1) Pendekatan dengan metode kualitatif lebih mudah dan bisa langsung berhadapan dengan kenyataan yang ada di lapangan.
2) Penelitian ini terkait dengan fenomena yang terjadi dalam masyarakat sehingga usaha untuk memahami terhadap pokok bahasa akan lebih mudah jika menggunakan pendekatan kualitatif.
3) Membuat hubungan peneliti dengan responden menjadi lebih eksplisit
33 Sugyiono, Metode Penelitian Kuantitatif, Kualitatif dan R&D, (Bandung: Alfabeta 2017), h. 2.
34 Nurul Zariah, Metode Penelitian Sosial dan Pendidikan, (Jakarta: Bumi Aksara, 2009), h. 92.
35 Lexy J. Moleong, Metodelogi Penelitian Kualitatif, Edisi Revisi (Bandung: PT. Remaja Rosdakarya, 2006), h. 4
dan lebih dekat, sehingga nantinya dapat memudahkan penulis dalam mengakses data.36
Dengan demikian, pendekatan kualitatif dapat dikatakan pemecah masalah yang diselidiki dengan menggambarkan atau melukiskan keadaan objek-objek penelitian berdasarkan fakta-fakta yang tampak sebagai mana adanya dan jenis penelitian kualitatif deskriptif dipilih karena untuk mengetahui tingkat pendapatan dan kesejahteraan pengrajin di Desa Kalianyar untuk mendeskripsikan dan memperoleh data yang kongkrit.
Kehadiran Peneliti
Peneliti merupakan instrumen sekaligus sebagai pengumpul data dan informasi yang ada sehingga keberadaannya sangat mutlak diperlukan, sehingga kevalidan data bisa dipertanggungjawabkan oleh peneliti.
Kehadiran peneliti di lapangan pada waktu penelitian terbagi menjadi dua tahap, yaitu:
a. Persipan penelitian
Pada tahap ini, peneliti terlebih dahulu mempersiapkan apa saja yang diperlukan ketika melakukan penelitian, dan langkah awal yang diharus lakukan peneliti adalah menyusun proposal penelitian, kemudian peneliti menyiapkan permohonan izin penelitian dari pihak instansi atau lembaga yang berwenang, setelah permohonan izin selesai, peneliti kemudian mempersiapkan instrumen penelitian sebagai acuan peneliti dalam melakukan penelitian di lapangan.
36Ibid., h. 4
Adapun instrumen yang perlu peneliti persiapkan yaitu, peralatan dalam mewawancara, seperti: daftar pertanyaan seputar permasalahan yang akan diajukan ke responden, alat rekam dan kamera yang digunakan untuk dokumentasi ketika peneliti melakukan wawancara dengan narasumber dan yang terpenting buku catatan yang akan digunakan untuk mencatat hasil wawancara.
b. Pengumpulan Data di Lapangan
Selanjutnya tahap pengumpulan data, pada tahap ini peneliti terjun langsung ke lapangan untuk mengumpulkan data dan informasi seputar permasalahan yang diteliti. Jadi peran kepala desa, staf desa, pemilik usaha genteng dan karyawan sangat penting dalam membantu peneliti dalam memperoleh data dan informasi mengenai industri kecil kerajinan genteng di Desa Kalianyar. Untuk itu perlu kiranya peneliti menjelaskan maksud dan tujuan peneliti mendatangi para objek penelitian (narasumber) untuk memperlancar proses pengumpulan data.
Peneliti memilih sumber data reponden berdasarkan teknik pengambilan sampel, seperti yang telah dikemumkakan oleh (Prof. Dr.
Sugiono, 2016 : 300), sebagai berikut :
Tabel 1.1
Data Jumlah Responden No Nama Pengrajin 1 H.Sahdan Yasin 2 Rusdi/Ibu Mutiasih 3 L.M. Saleh Idris 4 Dani Damara 5 Lalu Marjun 6 Lalu Sabarudin 7 Saldi
8 Lalu Zull 9 Lalu Mahsun 10 Hurianah
Dalam penelitian kualitatif teknik sampling yang peneliti gunakan adalah purposive sampling merupakan teknik pengambilan sampel smber data dengan pertimbangan tertentu. Misalnya, orang tersebut yang dianggap paling tahu tentang apa yang diharapkan oleh peneliti atau mungkin dia sebagai penguasa sehingga akan memudahkan peneliti menjelajahi objek/situasi sosial yang diteliti.37 Selanjutnya berdasarkan data atau informasi yang diperoleh peneliti dapat menetapkan sampel lainnya yang dipertimbangkan akan memberikan data lebih lengkap. Dalam sampel porposive, besar sampel ditentukan oleh pertimbangan informasi.38
Lokasi Penelitian
Dalam hal ini peneliti melakukan penelitian di Desa Kalianyar Kecamatan Terara Kabupaten Lombok Timur. Adapun alasan memilih lokasi penelitian adalah karena banyak terdapat pengusaha kerajinan
37 Sugiono, Metode Penelitian Pendidikan Kualitatif, Kuantitatif dan R&D, (Bandung:
Alfabeta, 2016), h.300.
38 Ibid, h. 301
genteng yang menjadi mata pencaharian dari masyarakat, sehingga memudahkan dalam mencari, mendapatkan data dan informasi secara langsung dari pemilik usaha terutama hal-hal yang berkaitan dengan fokus penelitian yaitu pengembangan Industri Kecil (kerajinan genteng) dalam meningkatkan pendapatan dan peran apa saja yang dilakukan pengrajin dalam mengembangkan Industri Kecil (kerajinan genteng) dalam meningkatkan pendapatan pengrajin di Desa Kalianyar Kecamatan Terara Kabupaten Lombok Timur. Selain lokasi ini strategis dan mudah dijumpai, karena berada di dekat kantor desa dan pembuatan genteng terdapat di sepanjang jalan wisata otak kokok yang mudah dijangkau oleh peneliti yang terkait dengan subyek diteliti. Inilah yang melatarbelakangi peneliti memilih lokasi ini sebagai tempat penelitian.
Jenis Data dan Sumber Data
Jenis data yang digunakan peneliti adalah penelitian lapangan, yaitu suatu penelitian yang dilakukan dengan mangangkat data yang ada dilapangan. Penelitian dilakukan dengan berada langsung pada obyeknya, sebagai usaha untuk mengumpulkan data dan berbagai informasi. Dengan kata lain peneliti turun dan berada langsung di lingkungan yang mengalami masalah atau yang akan diperbaiki atau disempurnakan.
Sumber data adalah subjek darimana peneliti memperoleh data.39 Sumber data yang dimaksud dalam penelitian ini adalah narasumber (informan) yang akan memberikan peneliti berbagai jenis data yang akan
39 Muhammad Teguh, Metodelogi Penelitian Ekonomi (teori dan aplikasi), (Jakarta: PT.
Rajagrafindo Persada, 2005), h. 121.
dijadikan data pendukung penelitian oleh peneliti. Adapun yang menjadi objek penelitian (informan) di sini adalah pemilik produksi kerajinan genteng di Desa Kalianyar.
Adapun sumber data dalam penelitian ini dibagi menjadi dua jenis, yakni:
1) Sumber data primer
Sumber data primer merupakan jenis data yang diperoleh dan digali dari sumber utamanya (sumber asli).40 Para peneliti hanya dapat menggali dan memperoleh jenis data ini dari sumber pertama yakni pemilik kerajinan genteng dan karyawan pengrajin genteng di Desa Kalianyar.
2) Sumber data Sekunder.
Sumber data sekunder yaitu sumber data yang diperoleh untuk mendukung sumber data primer. Sumber data sekunder yang digunakan ini antara lain studi kepustakaan dengan mengumpulkan data dan mempelajari dengan mengutip teori dan konsep dari sejumlah literatur buku, jurnal, majalah, koran atau karya tulis lainnya. Dalam hal ini, peneliti akan mengambil data mengenai profil dan keadaan Desa Kalianyar serta data-data yang terkait dengan pengembangan industri (Kerajinan Genteng) di Desa Kalianyar Kecamatan Terara Kabupaten Lombok Timur.
40 Ibid., h.122.
Teknik Pengumpulan Data
Teknik pengumpulan data merupakan langkah yang paling strategis dalam penelitian, karena tujuan utama dari penelitian adalah mendapatkan data. Tanpa mengetahui tekhnik pengumpulan data, maka peneliti tidak akan mendapatkan data yang memenuhi standar data yang ditetapkan.41
Data yang diperlukan dalam penelitian ini dikumpulkan melalui penelitian di lapangan. Penelitian lapangan menggunakan teknik wawancara (interview) mendalam yaitu berdialog secara langsung dengan informan dan melakukan dokumentasi. Dalam hal wawancara, peneliti akan mewawancarai obyek yang sudah peneliti tetapkan sebagai sampel sumber data. Adapun metode yang digunakan dalam mengumpulkan data adalah sebagai berikut:
a. Metode Observasi
Observasi merupakan teknik pengamatan dan pencatatan sistematis dari fenomena-fenomena yang diselidiki. Observasi dilakukan untuk menemukan data dan informasi dari gejala atau fenomena (kejadian atau peristiwa) secara sistematis dan didasarkan pada tujuan penyelidikan yang telah dirumuskan.42
Dari segi proses pelaksanaan pengumpulan data, observasi dapat dibedakan menjadi dua, yaitu:43
1) Observasi Berperan Serta (Partisipant Observation)
Dalam observasi ini, peneliti terlibat dalam kegiatan sehari-
41 Sugiyono, Metode Penelitian..., h. 224.
42 Mahmud, Metodologi Penelitian Pendidikan (Bandung: Pustaka Setia, 2011), h. 168.
43 Sugiyono, Metode Penelitian..., h. 145-146.
hari orang yang sedang diamati atau yang digunakan sebagai sumber data penelitian. Sambil melakukan pengamatan, peneliti ikut melakukan apa yang dikerjakan oleh sumber data, dan ikut merasakan suka dukanya.
2) Observasi Non-partisipan
Dalam observasi ini, peneliti tidak terlibat dan hanya sebagai pengamat independen.
Pada penelitian ini yang digunakan peneliti adalah observasi non-partisipan yang bertujuan untuk menemukan data secara langsung melalui pengamatan pada lokasi industri kecil (kerajinan genteng), yang diamati pada saat penelitian yaitu mengenai permasalahan penelitian dari pengembangan industri kecil (kerajinan genteng) dalam meningkatkan pendapatan pengrajin genteng.
b. Metode Wawancara
Wawancara adalah tekhik pengumpulan data melalui percakapan yang dilakukan oleh dua pihak, yaitu pewawancara (interviewer) yang mengajukan pertanyaan dan terwawancara (interviewee) yang memberikan jawaban atas pertanyaan itu.44
Adapun jenis wawancara dibagi menjadi 2, yaitu:45 1) Wawancara Secara Terstruktur
Wawancara terstruktur digunakan sebagai teknik pengumpulan data telah mengetahui dengan pasti terntang informasi apa yang
44 Lexy J. Moleong, Metodelogi Penelitian Kualitatif, (Bandung: PT. Remaja Rosdakarya, 2014), h. 186.
45 Sugiyono, Metode Penelitian..., h. 138-140.
diperoleh. Oleh karena itu dalam melakukan wawancara, pengumpul data telah menyiapkan instrumen penelitian berupa pertanyaan- pertanyaan tertulis yang alternatif jawabannya pun telah disiapkan.
2) Wawancara Tidak Terstruktur
Wawancara tidak terstruktur adalah wawancara bebas dimana peneliti tidak menggunakan pedoman wawancara yang telah tersusun secara sistematis dan lengkap untuk mengumpulan datanya.
Pedoman wawancara yang digunakan hanya berupa garis-garis besar permasalahan yang akan ditanyakan.
Dalam hal ini yang peneliti menggunakan, wawancara tidak terstruktur. Dalam melaksanakan wawancara, pewawancara membawa beberapa daftar pertanyaan yang hanya merupakan garis besar tentang hal-hal yang akan ditanyakan. Dalam wawancara tidak terstruktur, peneliti belum mengetahui secara pasti data apa yang diperoleh, sehingga peneliti lebih banyak mendengarkan apa yang diceritakan oleh responden. Dalam penelitian ini yang diwawancarai adalah pemilik usaha genteng yang ada di Desa Kalianyar Kecamatan Terara.
c. Metode Dokumentasi
Dokumentasi adalah teknik pengumpulan data yang tidak langsung ditunjukan pada subjek penelitian, tapi melalui dokumen.
Dokumen adalah catatan tertulis yang isinya merupakan pernyataan tertulis yang disusun oleh seseorang atau lembaga untuk keperluan
pengujian suatu peristiwa, dan berguna bagi sumber data, bukti, informasi kealamiahan yang sukar diperoleh.
Teknik Analisis Data
Dalam data kualitatif analisis data adalah proses mencari dan menyusun secara sistematis data yang diperoleh dari hasil wawancara, catatan lapangan, dan bahan-bahan lain, sehingga data mudah dipahami dan temuannya dapat diinformasikan kepada orang lain, menganalisis dilakukan setelah data-data terkumpul dari hasil penelitian di lapangan.
Data yang dikumpulkan selama melakukan penelitian perlu dianalisis dengan penuh ketelitian sehingga akan ditemukan suatu kesimpulan yang obyektif dari data yang diambil dalam penelitian. Tujuan dari analisis data adalah untuk mendapatkan informasi yang relevan yang terkandung di dalam data tersebut, dan menggunakan hasil analisis tersebut untuk memecahkan suatu masalah.
Dalam proses analisis data ada beberapa langkah pokok yang harus dilakukan, yaitu:46
a. Reduksi Data (Reduction Data)
Mereduksi data berarti merangkum, memilih hal-hal pokok, memfokuskan pada hal-hal yang penting, dicari tema dan polanya.
Dengan demikian data yang telah direduksi memberikan gambaran yang lebih jelas dan mempermudah penelitian untuk untuk melakukan pengumpulan data selanjutnya dan mencarinya bila diperlukan. Data
46 Ibid., h. 247-252.
yang diperoleh merupakan data terkait dengan pengembangan industri kecil (kerajinan genteng) dalam meningkatkan pendapatan pengrajin yang lalu disederhanakan dan disajikan dengan memilih data yang relevan, selanjutnya mengarahkan data pada pemecahan masalah dan memilih data yang sesuai untuk menjawab permasalahan penelitian.
b. Penyajian Data (Data Display)
Penyajian data dilakukan dengan tujuan untuk memudahkan peneliti dalam melihat gambaran secara keseluruhan atau bagian tertentu dari penelitian. Penyajian data dilakukan dengan cara mendeskripsikan hasil wawancara yang dituangkan dalam bentuk teks naratif dan didukung dengan dokumen-dokumen serta foto-foto maupun gambar sejenisnya untuk diadakannya suatu kesimpulan.
c. Penarikan Kesimpulan (Concluting Drawing)
Tahapan ketiga dalam teknik pengumpulan data adalah penarikan kesimpulan. Penarikan kesimpulan ini merupakan jawaban atas fokus penelitian berdasarkan hasil analisis data. Jadi kesimpulan dalam penelitian bisa menjadi jawaban atas fokus penelitian yang dirumuskan awal, apakah bisa atau tidak belanjut. Hasil kesimpulan ditampilkan dalam bentuk deskriptif objek penelitian berdasarkan pada hasil kajian penelitian yang dilakukan.47
Kriteria Keabsahan Data
Keabsahan data pada suatu penelitian bertujuan untuk membuktikan
47 Rokhmat Subagyo, Metode Penelitian Ekonomi Islam, (Jakarta: Alim‟s Publishing, 2017), h. 193.
apakah data yang diperoleh dari lapangan betul-betul valid atau tidak, yakni memadukannya dengan landasan teori yang menjadi landasan hasil penelitian yang didapatkan di lapangan.
Untuk mendapatkan keabsahan data diperlukan teknik pemeriksaan.
Pelaksanaan teknik pemeriksaan didasarkan atas sejumlah kriteria tertentu.
Ada empat kriteria yang digunakan, yaitu: drajat kepercayaan, keteralihan, kebergantungan dan kepastian.48
Setelah data dikumpulkan dan dianalisis, langkah selanjutnya adalah pemeriksaan keabsahan data. Untuk menetapkan keabsahan data diperlukan teknik pemeriksaan. Pelaksanaan teknik pemeriksaan didasarkan atas sejumlah kriteria tertentu. Ada empat kriteria yang digunakan, yaitu derajat kepercayaan (creadibility), keteralihan (transferability), kebergantungan (dependability), dan kepastian (comfirmability).
1) Kepercayaan (kredibilitas)
Kriterium ini berfungsi: pertama, melaksanakan inkuiri sedemikian rupa sehingga tingkat kepercayaan penemuannya dapat dicapai. Kedua, mempertunjukkan derajat kepercayaan hasil-hasil penemuan dengan jalan pembuktian oleh peneliti pada kenyataan ganda yang sedang diteliti.
2) Keteralihan
Konsep validitas ini menyatakan bahwa generalisasi suatu penemuan dapat berlaku atau diterapkan pada semua konteks dalam populasi yang
48 Lexy J. Moleong, Metodologi Penelitian..., h. 324.
sama atas dasar penemuan yang diperoleh pada sampel yang secara repsentatif mewakili populasi itu.
Keteralihan sebagai persoalan empiris bergantung pada kesamaan antara konteks pengirim dan penerima. Untuk melakukan pengalihan tersebut seorang peneliti hendaknya mencari dan mengumpulkan kejadian empiris tentang kesamaan konteks. Dengan demikian peneliti bertanggungjawab untuk menyediakan data deskriptif secukupnya jika ia ingin membuat keputusan tentang pengalihan tersebut. Untuk keperluan itu peneliti harus melakukan penelitian kecil untuk memastikan usaha memperivikasi tersebut.
3) Kebergantungan
Konsep kebergantungan lebih luas daripada reabilitas. Hal tersebut disebabkan oleh peninjauannya dari segi bahwa konsep memperhitungkan segala-galanya, yaitu yang ada pada reabilitas itu sendiri ditambah faktor-faktor lainnya yang tersangkut. Bagaimanahal itu akan dibicarakan dalam konteks pemeriksaan.
4) Kepastian
Kepastian berasal dari konsep „objektivitas menurut nonkualitatif.
Nonkualitatif menetapkan objektivitas dari segi kesepakatan antarsubjek.
Di sini pemastian bahwa sesuatu itu objektif atau tidak bergantung pada persetujuan beberapa orang terhadap pandangan, pendapat, dan penemuan seseorang.
Teknik Pemeriksaan Keabsahan Data
Sebelum masing-masing teknik pemeriksaan diuraikan, terlebih dahulu ikhtisarnya dikemukakan. Ikhtisar itu terdiri dari kriteria yang diperiksa dengan satu atau beberapa teknik pemeriksaan tertentu, berikut :49
Tabel 1.2
Pemeriksaan Keabsahan Data
Kriteria Teknik Pemeriksaan
Kreadibilitas (Kepercayaan)
a) Perpanjangan keikut-sertaan b) Ketekunan pengamatan c) Triangulasi
d) Pengecekan sejawat e) Kecukupan refrensial f) Kajian kasus negatif g) Pengecekan anggota Kepastian h) Uraian rinci
Kebergantungan i) Audit kebergantungan Kepastian j) Audit kepastian
Untuk memperoleh keabsahan data diperlukan teknik pemeriksaan yaitu:
a) Perpanjangan Keikutsertaan
Keikutsertaan peneliti sangat menentukan dalam pengumpulan data. Keikutsertaan tidak hanya dilakukan dalam waktu singkat, tetapi memerlukan perpanjangan keikutsertaan pada latar penelitian.
b) Ketekunan/Keajegan pengamatan
Keajengan pengamatan berarti mencari secara konsisten interpretasi dengan berbagai cara dalam kaitan dengan proses analisis yang konstan. Mencari suatu usaha membatasi berbagai pengaruh.
49 Lexy J. Moleong, Metodelogi Penelitian Kualitatif, (Bandung: PT. Remaja Rosdakarya, 2014), h. 326-327.
Mencari apa yang dapat diperhitungkan dan apa yang tidak dapat.
c) Triangulasi
Triangulasi adalah teknik pemeriksaan keabsahan data yang memanfaatkan sesuatu yang lain dari luar data untuk keperluan pengecekan atau sebagai pembanding data itu.50 Jadi, triangulasi merupakan pengecekan ulang terhadap data-data kualitatif hasil penelitian, sehingga betul-betul sesuai dengan hasil yang diinginkan.
d) Pengecekan sejawat Melalui Diskusi
Pemeriksaan dengan teman sejawat bertujuan untuk mencari kelemahan tafsiran yang kurang jelas serta kemudian untuk mendiskusikannya dengan pihak yang memiliki pengetahuan dan keahlian yang relevan, seperti dengan teman kuliah atau orang-orang yang menguasai permasalahan tersebut.
e) Kecukupan Referensi
Referensi yang dipakai dalam pelaksanaan penelitian nanti terdiri dari bahan dokumentasi, catatan yang tersimpan, buku-buku yang ada kaitannya dengan permasalahan penelitian dalam hal ini tentang Industri Kecil (Kerajinan Genteng) dalam upaya meningkatkan pendapatan pengrajin. Bahan referensi ini sebagai alat untuk menampung dan menyesuaikan dengan kritis tertulis untuk keperluan evaluasi.
f) Analisis Kasus Negatif
Teknik analisi kasus negatif dilakukan dengan jalan
50 Ibid., h. 330.
mengumpulkan contoh dan kasus yang tidak sesuai dengan pola dan kecenderungan informasi yang telah dikumpulkan dan digunakan sebagai bahan pembanding.
g) Pengecekan Anggota
Pengecekan dengan anggota yang terlibat dalam proses pengumpulan data sangat penting dalam pemeriksaan derajat kepercayaan. Yang dicek dengan anggota terlibat meliputi data, kategori analitis, penafsiran, dan kesimpulan.
h) Uraian Rinci
Usaha membangun keteralihan dalam penelitian kualitatif jelas sangat berbeda dengan nonkualitatif dengan validitas eksternalnya.
Dalam penelitian kualitatif hal itu dilakukan dengan cara uraian rinci.
Teknik ini menuntut peneliti agar melaporkan hasil penelitiannya sehingga uraiannya itu dilakukan seteliti dan secermat mungkin yang menggambarkan konteks tempat penelitian diselenggarakan.
i) Auditing
Auditing adalah konsep bisnis, khususnya di bidang fiskal yang dimanfaaatkan untuk memeriksa kebergantungan dan kepastian data.