BAB II LANDASAN TEORI
2.16 Metode Pengembangan Sistem RAD
Menurut (Wijaya., 2020) metode pengembangan perangkat lunak RAD (Rapid Application Development) adalah sebuah proses pengembangan perangkat lunak yang menekankan siklus pengembangan dengan waktu yang singkat. Definisi lain menyatakan bahwa metode pengembangan perangkat lunak RAD adalah metode yang menggunakan pendekatan beorientasi objek untuk pengembangan sistem yang meliputi pengembangan perangkat dan perangkat lunak meliputi :
20
2.16.1 Perencanaan kebutuhan
Tahap awal dalam suatu pengembangan sistem,pada tahap ini dilakukan identifikasi masalah dan pengumpulan data yang diperoleh dari pengguna yang bertujuan untuk kebutuhan informasi yang diinginkan
2.16.2 Desain sistem
tahapan ini dilakukan proses desain dan proses perbaikan secara berulang- ulang apabila masih terdapat ketidaksesuaian desain terhadap kebutuhan pengguna pada tahapan sebelumnya
2.16.3 Pengembangan
Pada tahapan ini, programmer terus menerus melakukan pengembangan perangkat lunak, mengintegrasikan komponen-komponen, dan mempertimbangkan umpan balik dari pengguna. Jika selama proses pengembangan ditemukan bahwa aplikasi yang dikembangkan belum memenuhi kebutuhan atau ekspektasi, programmer dapat kembali ke tahap desain sistem untuk memperbaikinya.
2.16.4 Implementasi
Pada tahap ini, sistem yang telah dikembangkan menjalani pengujian untuk menemukan dan memperbaiki kesalahan. Hasil dari pengujian ini kemudian dievaluasi, dan sistem biasanya memerlukan persetujuan sebelum diterapkan.
Gambar 2.2 Metode Pengembangan Sistem RAD
21
2.17 Geo Locattion
Menurut (Basit., 2021) Adalah paket yang digunakan untuk mengakses data lokasi pengguna melalui berbagai sumber seperti GPS dengan menentukan titik kordinat dan mengambil latitude dan longtitude Berikut adalah rumusnya :
Gambar 2.3 Rumus geolocation
BAB III
METODELOGI PENELITIAN 3.1 Kerangka Penelitian
Kerangka penelitian adalah diagram yang menjelaskan secara garis besar alur berjalannya sebuah penelitian. Penelitian ini membahas tentang pengembangan sistem absensi penelitian yang digunakan secara keseluruhan dapat dilihat pada gambar 3.1 berikut:
Gambar 3. 1 Kerangka Penelitian
23
3.2 Tahapan Penelitian
Pada penelitian ini adalah proses untuk memecahkan permasalahan yang terjadi. Tahapan-tahapan dalam penelitian ini menggunakan metode RAD, tahapan penelitian dapat dilihat pada gambar 3.2 dibawah ini:
Tabel 3.1 Tahapan Penelitian Tahapan Identifikasi Masalah
• Wawancara dan Observai
• Studi litrature
• Analisis kebutuhan sistem
Tahapan Implementasi
• Menggunakan Metode RAD
• Menggunakan Flutter dan PHP
• Menggunakn MySQL, Pengujian
• Pengujian sistem Mengunakan ISO 25010 Tahapan Desain
• UseCase Diagram
• Class Diagram
• Sequence Diagram
• ERD
• Desain Prototype
Hasil
• Aplikasi absensi berbasis mobile
24
3.3 Lokasi Penelitian
Dalam hal ini penelitian dilakuakan di Dinas Komuikasi dan Informatika Kota metro yang berada di Jl. Tulang Bawang No.10 A, Imopuro, Kec. Metro Pusat, Kota Metro, Lampung 34124.
3.4 Studi Litrature dan Identifikasi 3.4.1 Kajian Litrature
Pada tahapan ini peneliti melakuakn kajian literatur dari buku dan jurnal yang digunakan sebagai referensi pengembangan sistem absensi berbasis GPS pada perangkat mobile/android. Setelah itu dilakukan identifikasi terhadap penelitian degan definisi masalah yang jadi kendala dan menentukan ruang lingkup penelitian.
3.5 Teknik Pengumpulan Data
Tahapan penelitian ini adalah pengumpulan data yang dibutuhkan selama penelitian. Pengumpulan data dilakukan dengan cara Wawancara, Observasi dan studi Literature. Berikut adalah pengumpulan data yang dilakukan :
3.5.1 Wawancara
Pada tahapan wawancara dilakukan tanya jawab secara langsung dengan pihak-pihak terkait yaitu, Bapak Andi sebagai Kepala Bidang Informatika dan Statistik Dinas Komunikasi dan Informatika Kota metro berdasarkan hasil wawancara yang telah dilakukan oleh peneliti di ketahui bahwa diskominfo mengunakan absensi manual tulis tangan, yang mana setelah absensi sudah di lakukan , maka pihak karyawan akan melakukan pengecekan absensi Kembali 3.5.2 Observasi
Pada tahapan ini peneliti melakukan observasi di Dinasi Komunikasi dan Informatika kota Metro melihat bagaimana kebiasaaan karyawan melakukan absensi, berdasarkan hasil observasi yang di lakukan di ketahui bahwa karyawan di DISKOMINFO masih melakukan absensi secara manual tulis tangan, di ketahui
25
pegawai melakukan Absensi manual agak rumit di karnakan harus memiliki pena dan sering terjadi salah absensi
3.5.3 Studi Literature
Peneliti melakukan tinjauan Pustaka yaitu dengan mengumpulkan data dari buku-buku, jurnal dan sumber-sumber lain yang terkait dengan judul penelitian, dapat membantu dalam melakukan pengembangan sistem.
3.6 Analisis Kebutuhan Sistem
Melalui Tahapan analisis kebutahan sistem kita dapattt mengidentifikasi bagaimana mempelajari dan mengamati lebih detail tentang sistem, ini adalah tahapan terpenting dalam sebuah perancangan sistem. Tujuan dari analisis ini adalah untuk memahami kekurangan dari sistem yang lama serta mendefinisikan kebutuhan sistem baru.
Yang mana sistem yang lama pada diskominfo melakukan absensi lama masih menggunakan tulis tangan dan datang langsung ke kantor tepat waktu agar dapat melakukan absensi megunakan kertas absen dan pena sebagai alat bantu saat melakukan absensi pegawai harus mencari terlebih dahulu nama dan nip agar dapat melakukan absensi dan melakukan tanda tangan sesuai kolom yang disediakan, Adapun absen yang dilakukan hanya satu kali yaitu pada masuk kerja, setelah melakukan absensi lembar absensi selanjutkan akan dikumpulkan dan direkap setiap bulannya
Adapun Analisis kebutuhan sistem baru meliputi kebutuhan fungsional dan non-fungsional. Berikut adalah Kebutuhan Fungsional dan Non-Fungsional.
26
3.6.1 Analisis Kebutuhan Fungsional
Kebutuhan fungsional merupakan kegiatan-kegiatan apa saja yang dapat dilakukan oleh sistem, yaitu :
1. Admin
User admin adalah user yang mengelola data karyawan pada apliaksi mobile, berikut ini adalah apa saja yang dapat dilakukan oleh admin : a. kelola pengumuman
edit pengumuman
b. kelola laporan absensi pegawai 2. Kepala Dinas
a. kelola pengumuman edit pengumuman
b. kelola laporan absensi pegawai 3. Karyawan
a. Register b. login
c. Melihat halaman menu d. Melakukan absensi kehadiran
Masuk pulang Izin
e. Melihat data profil f. Melihat pengumuman
3.6.2 Analisis Kebutuhan Non Fungsional
Kebutuhan non-fungsional bertujuan untuk memenuhi kebutuhan pengembangan sistem. Analisis kebutuhan non-fungsional ini dibagi menjadi 2, yaitu Kebutuhan Perangkat Lunak (Software), dan Kebutuhan Perangkat Keras (Hardare).
1. Kebutuhan Perangkat Lunak (Software)
27
Merupakan kebutuhan perangkat lunak yang mendukung pengoperasisan sistem sehingga dapat bekerja secara maksimal. Berikut adalah perangkat lunak yang dibutuhkan :
a. Sistem Operasi Android 4x mininal b. Aplikasi absensi mobile
2. Kebutuhan Perangkat Keras Android Smartphone (Hardware) a. Smartphone android
b. Terdapat Gps c. koneksi internet
3.7 Perancangan Desain Model
Perancangan atau Desain bertujuan untuk memberikan gambaran tentang apa yang harus dikerjakan dan bagaimana gambaran tampilan dari sistem yang diinginkan. Dalam pengembangan sistem absensi penulis akan menggunakan UML (Unified Modelling Language) dikarnakan UML dapat merancang secara visual dalam mendeskripsikan sistem berorientasi objek.
28
3.7.1 Use Case Diagram
USE CASE merepresentasikan interaksi antar aktor dengan sistem. Aktor adalah entitas manusia atau mesin yang berinteraksi dengan sistem untuk melakukan tugas-tugas tertentu. Berikut gambaran Use Case Diagram yang telah penulis buat, dapat dilihat pada Gambar dibawah ini :
Gambar 3.3 Perancangan Use Case Diagram Aplikasi Absensi GPS.
3.7.2 Diagram Class
Berikut penjelsan alur sistem (Class Diagram) Class Diagram menggambarkan serta deskripsi atau penggambaran dari class, atribut, dan objek disamping itu juga hubungan satu sama lain seperti pewarisan, containmet, asosiasi dan lainnya. Diagram class dapat dikatakan bersifat statis, alasannya karena diagram kelas tidak menggambarkan apa yang terjadi jika mereka berhubungan melainkan
29
menggambar hubungan apa yang terjadi. Berikut yang telah penulis buat, dapat dilihat pada gambar dibawah :
Gambar 3.4 Class Diagram pada Aplikasi Absensi 3.7.3 Sequence Diagram
Sequence diagram adalah salah satu cara terbaik untuk memvisualisasikan dan memvalidasi berbagai skenario runtime, hal ini karena dapat membantu untuk memprediksi bagaimana suatu sistem akan berperilaku dan untuk menemukan tanggung jawab sebuah kelas yang mungkin diperlukan dalam melakukan proses pemodelan sistem baru. ini adalah alur sequence diagram pada gambar berikut :
30
Gambar 3.5 Rancangan Sequence Diagram Login.
Gambar 3.6 Rancangan Sequence Diagram Register
31
Gambar 3.7 Rancangan Sequence Diagram Proses Absensi
Gambar 3.8 Rancangan Sequence Diagram Laporan Absensi
32
Gambar 3.9 Rancangan Squence Diagram Data Profile
Gambar 3.10 Rancangan Squence Diagram Pengumuman
33
3.7.4 ERD (Entity Relationship Diagram)
ERD merupakan bentuk diagram yang menggambarkan hubungan antar objek data yang mempunyai hubungan antar relasi. Data pada model entity- relationship yang direpresentasikan visual disebut dengan ERD, memrepresentasikan bagaimana entitas saling terkait antara satu dengan yang lainnnya dalam database. Dengan dibuat ERD dipercaya dapat membantu perancang dalam menganalisis database yang dibuat Berikut ini adalah alur ERD (Entity Relationship Diagram) pada gambar di bawah ini:
Gambar 3.11 ERD (Entity Relationship Diagram)
34
3.8 Desain Prototype
Desain Prototype merupakan gambaran dari sistem yang akan dirancang, dan dengan adanya desain rancangan sistem dapat mempermudah dalam menentukan akurasi sistem.
3.8.1 Desain Halaman Login dan Register
Pada Halaman Login dan Register akan menampilkan sebuah data agra dapat login sebelum melalukan login apabila karyawan belum memiliki akun harus terlebih dahulu melakukan registrasi
Gambar 3.12 Tampilan Halaman Login dan register
3.8.2 Desain Halaman Menu Utama
Pada Halaman Beranda akan menampilkan Berberapa menu yang akan ada pada Pengembangan sistem absensi berbasis GPS mobile.
35
Gambar 3.13 Tampilan Halaman menu Utama 3.8.3 Desain Halaman Absensi Kehadiran
Desain Halaman Absensi Kehadiran akan menampilakan 3 pilihan di antaranya masuk,pulang dan izin jika sudah berada dalam radius yang sudah di tentukan maka karyawan dapat melakukan absen.
Gambar 3.14 Tampilan Halaman absensi kehadiran 3.8.4 Desain Halaman Laporan Absensi
Desain Halaman Laporan Absensi ini bertujuan agar dapat melihat kehadiran masuk dan pulang karyawan di Dinaskomunikasi dan Informatika Kota Metro
36
Gambar 3.15 Tampilan Halaman Laporan Absensi
3.8.5 Desain Halaman Data Profil
Pada Desain Halaman data Profil di tampilkan data dan dapat merubah data profil karyawan diskominfo kota metro
Gambar 3.16 Tampilan Halaman Data Profil 3.8.6 Desain Halaman Pengumuman
Pada menu Desain Halaman Pengumuman ditampilkan informasi pengumuman bagi karyawan pada diskominfo kota metro
37
Gambar 3.17 Tampilan Halaman Pengumuman 3.9 Vscode(Visual Studio Code)
Berikut adalah sebuah editor teks sumber terbuka dan lintas platform, dan alat bantu dalam pengembangan sistem absensi
Gambar 3.18 Penggunaan VsCode(Visual Studio Code)
38
3.10 Geo Location
Berikut adalah rancarangangan geolocation untuk menentukan lokasi suatu titik, berada dalam suatu batas lingkaran di butuhkan informasi titik tengah, jari- jari radius batas lingkaran
Gambar 2.19 Menentukan user di dalam atau diluar radius
3.11 API (Application Programing Interface)
Penulis menggunakan API untuk merujuk hubungan antara klien dengan server.
Gambar 3.20 API (Application Programing Interface)
39
3.12 PHP
Berikut penerapan php pada pengembangan program absensi sebagai bahasa pemgoramana pada codeIgniter yang dikembangkan
Gambar 3.21 Implementasi program php
3.13 CodeIgniter
Berikut penerapan codeigniter pada pengembangan program absensi betujuan sebagai controller penghubung flutter dengan database dan fungsi lainnya
Gambar 3.22 Implementasi CodeIgniter
BAB IV IMPLEMENTASI 4.1 Implementasi Program
Pada bab ini akan menjelaskan mengenai pembuatan, program sistem Absensi Berbasis Mobil/Android pada Diskominfo Kota Metro. Mulai dari pembuatan database, sampai dengan pembuatan aplikasi dengan penjelasan sebagai berikut:
4.2 Pembuatan Database
Pembuatan Database dibuat dengan MySql menggunakan aplikasi PhpMyAdmin yaitu diagram tabel yang terdapat beberapa skema yaitu User, Pengumuman, Absensi, id_role
Gambar 4.1 Database
41
4.3 Pembuatan Program
4.3.1 Implementasi Halaman Utama
Tampilan menu utama merupakan halaman pembuka yang menampilkan tampak awal aplikasi, yang berperan penting dalam memebrian kesan terhadap aplikasi. Berikut ini merupakan gamabr implemenasi halaman tampilan awal:
Gambar 4.2 Implementasi Halaman Utama
4.3.2 Implementasi Halaman Absensi kehadiran
Tampilan halaman absensi kehadiran merupakan halaman unuk melakukan absensi yang menampilkan lokasi absen, absen masuk dan izin, yang berperan penting dalam melakukan absensi karyawan. Berikut ini merupakan gambar implemenasi halaman absensi kehadiran
42
Gambar 4.3 Halaman Absensi Kehadiran
4.3.3 Implementasi Geolocation
Berikut adalah implemetasi program geolocation pada pengembangan sistem absensi dengan cara menentukan titik kordinat terlebih dahulu
Gambar 4.4 Implementasi titik kordinat
43
4.3.4 Implementasi Halaman Register
Tampilan halaman register merupakan halaman yang menampilkan form untuk melakukan pembuatan akun agar dapat login kedalam aplikasi. Berikut ini merupakan gambar implemenasi halaman register
Gambar 4.5 Implementasi Halaman Register
4.3.5 Implementasi Halaman Login
Tampilan halaman login merupakan halaman yang menampilkan form untuk membedakan pengguna yang mengakses aplikasi. Berikut ini merupakan gambar implemenasi halaman login:
44
Gambar 4.6 Implementasi Halaman Login
4.3.6 Implementasi Halaman Laporan Abensi
Tampilan halaman laporan absensi merupakan halaman yang menampilkan data absensi. Berikut ini merupakan gambar implemenasi halaman laporan absensi:
Gambar 4.7 Implementasi Halaman Laporan absensi
45
4.3.7 Implementasi Halaman Data profil
Tampilan halaman data profil merupakan halaman yang menampilkan data user seperti nama, no.hp email jabatan lokasi kerja. Berikut ini merupakan gambar implemenasi halaman data profil:
Gambar 4.8 Implementasi Halaman Data Profil
4.3.8 Implementasi Halaman Pengumumuman
Tampilan halaman pengumuman merupakan halaman yang menampilkan pemberitahuan terkait berita. Berikut ini merupakan gambar implemenasi halaman pengumuman:
46
Gambar 4.9 Implementasi Halaman Pengumuman
4.3.9 Implementasi Halaman Admin
Tampilan halaman admin merupakan halaman yang menampilkan Kelola data absen dan edit pengumuman. Berikut ini merupakan gambar implemenasi halaman admin:
Gambar 4.10 Implementasi Halaman Pengumuman admi
47
Gambar 4.11 Implementasi Halaman Kelola data admin
BAB V
HASIL DAN PEMBAHASAN
5.1 Hasil Pengujian
Menurut (Ristano. 2021) pada penelitian ini tahap testing dilakukan setelah tahap implementasi sistem dengan menjalankan aplikasi dan melihat apakah ada kesalahan atau tidak, kemudian dilakukan pengujian ISO 25010 yang memiliki delapan karakteristik yaitu Fungsionality, Usability, Reliability, Operability, Compability, Performance Efficiency, Security, Transferability, Maintenability.
Pada penelitian ini penulis hanya menggunakan dua karakteristik yaitu fungsionality, dan reliability
Dalam menguji beberapa fungsionalitas dan kebergunaan aplikasi sebagai dasar. Instrumen pengujian berupa kuesioner akan digunakan untuk melakukan pengukuran. Dalam penelitian ini skala pengukuran yang digunakan adalah Skala Likert untuk pernyataan positif. Skala Likert merupakan skala yang didesain untuk menilai sejauh mana responden setuju atau tidak setuju dengan susunan berikut.
Tabel 5.1 Skala Pengukuran Likert
Pernyataan Skor
Sangat Setuju 5
Setuju 4
Netral 3
Tidak Setuju 2
Sangat Tidak Setuju 1
49
5.1.1 Hasil Penelitian Kuesioner
Dari pengujian yang diulas pada sub-bab sebelumnya, didapatkan beberapa hasil kuisioner. Penulis melakukan pengujian Pogramers diksominfo kota metro dan karyawan dengan jumlah 10 responden. Kuisioner yang dibuat masing-masing pertanyaan mempresentasikan dari karakteristik kualitas yang diujikan.
A. Hasil Pengujian Functionality
Hasil penilaian kuesioner functionality admin pada aplikasi dengan butir pertanyaan sebanyak 11 buah dengan jumlah 2 responden yaitu orang yang paham mengenai program. Pada penilaian kuesioner functionality terdapat beberapa jenis penilaian didalam kuesioner. Berikut hasil penilaian kuesioner functionality admin dapat dilihat pada tabel 5.2.
Tabel 5.2 Penilaian Kuesioner Functionality
Hasil Perhitungan Pengujian ISO 25010 Functionality. Berikut tabel perhitungan pengujian functionality pada aplikasi dapat dilihat pada tabel 5.3.
Responden Pertanyaan
1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11
Responden 1 5 5 5 5 4 5 5 4 5 5 5
Responden 2 5 5 5 5 5 5 5 5 5 4 4
50
Tabel 5.3 Perhitungan Pengujian Functionality
Cara perhitungan pengujian Functionality
Functionality = (Total Score Aktual / Total Score Ideal) X 100%
= (106/120 X 100%)
= 96,4%
Berdasarkan hasil pengujian dari 2 responden kualitas perangkat lunak yang dibangun dalam karakteristik functionality total penliaian pada aplikasi yang dibangun memiliki hasil persentase keberhasilan sebesar 96,4 %. Butiran pertanyaan nomor 8, 10, 11 mendapatkan nilai 4 dari beberapa orang. Pemberian Nilai 4 pada pertanyaan tersebut dikarenakan yaitu sistem memberikan pesan yang kurang tepat ketika dilakukan pengujian pada pertanyaan tersebut. Nilai yang diperoleh tersebut selanjutnya dikonversi berdasarkan skala konversi nilai produk.
Dapat disimpulkan bahwa nilai persentase yang diperoleh menunjukkan kualitas perangkat lunak karakteristik functionality mempunyai skala “Sangat Baik” dapat dikatakan bahwa aplikasi yang dibangun sudah memenuhi karakteristik functionality.
B. Hasil Pengujian Reliability
51
Hasil penilaian kuesioner reliability pada aplikasi dengan butir pertanyaan sebanyak 5 buah dengan jumlah 8 responden, yang menjadi responden nya yaitu admin dll. Berikut hasil penilaian kuesioner reliability dapat dilihat pada tabel 5.4.
Tabel 5.4 Penilaian Kuesioner Reliability
Hasil perhitungan pengujian ISO 25010 reliability, berikut tabel perhitungan pengujian usability pada aplikasi. Dapat dilihat pada tabel 5.5
Tabel 5.5 Perhitungan Pengujian Reliability
Cara perhitungan pengujian reliability
Reliability = (Total Score Aktual / Total Score Ideal) X 100%
= (192/200) X 100 %
= 96 %
52
Berdasarkan hasil pengujian dengan jumlah 8 responden kualitas perangkat lunak yang dibangun dalam karakteristik reliability sehingga aplikasi memiliki total hasil persentase keberhasilan sebesar 96 %. Pertanyaan nomor 1, 2, 5 mendapatkan nilai 4 dari beberapa orang, Pemberian nilai pada nomor tersebut dikarenakan pada saat melakukan pengujian terdapat masalah yaitu dari pertanyaan nomor 1 pada saat pengujian sistem kurang cepat responnya jika dipakai bersama-sama, Pertanyaan nomor 2 pada saat pengujian sistem terdapat eror, Pertanyaan nomor 5 pada saat pengujian sistem memberikan pesan yang kurang tepat. Nilai yang diperoleh tersebut selanjutnya dikonversi berdasarkan skala konversi nilai produk. Dapat disimpulkan bahwa nilai persentase yang diperoleh menunjukkan kualitas perangkat lunak karakteristik reliability mempunyai skala “Sangat Baik” sehingga dapat dikatakan bahwa aplikasi yang dibangun sudah memenuhi karakteristik reliability.
C. Hasil Keseluruhan Pengujian ISO 25010
Beikut adalah presentase penilainya seberapakah layak system yang dikembangkan dapat dilihat pada table 5.6
Tabel 5.6 Nilai Peresntase Penilaian
Sumber : (Sanusi, 2012)
Jumlah Score Kriteria
20,00% - 36,00% Tidak Baik
36,01% - 52,00% Kurang
52,01% - 68,00% Cukup
68,01% - 90,00% Baik
90,01% -100% Sangat Baik
53
Berikut hasil pengujian ISO 25010 secara keseluruhan pada aplikasi dapat di lihat pada tabel 5.7
Tabel 5.7 Hasil Keseluruhan Pengujian ISO 25010
Cara perhitungan total pengujian
Total Pengujian = (Total Score Aktual / Total Score Ideal) X 100%
= ( 298/310 ) X 100%
= 96,12%
Berdasarkan hasil pengujian ISO 25010 yang telah dilakukan dengan melibatkan 10 Responden bahwa kesimpulan kualitas kelayakan perangkat lunak yang dihasilkan memiliki persentase keberhasilan dengan total rata-rata 96,12%.
Sehingga dapat disimpulkan bahwa nilai persentase yang diperoleh menunjukkan kualitas perangkat lunak secara keseluruhan mempunyai skala “Sangat Baik”
untuk penjabaran kuisioner terkait pengujian ISO 25010 yang telah dilakukan dijelaskan pada bagian lampiran.
BAB VI
KESIMPULAN DAN SARAN
6.1 Kesimpulan
Berdasarkan rumusan masalah penulis dapat kesimpulan yang dapat penulis ambil dari penelitian ini berdasarkan dari hasil pembahasan bagaimana pengembangan sistem absensi agar menjadi lebih mudah dan meminimalisir kecurangan dalam absensi sebagai berikut:
Dengan di kembangkan aplikasi absensi ini karyawan tidak harus mencari lembar absensi cukup masuk di dalam radius kantor yang telah di buat maka dapat melakukan absen. Dalam absensi sebelumnya sering terjadinya titip absen sehingan penulis, mengembangakan aplikasi absensi yang memanfaatkan fitur gelocatcation untuk melakukan absensi, dengan cara memanfaatkan fitur gps pada perangkat smartphone yang dimiliki karyawan. Pengembangan sisem absensi berbasis Gps dikembangkan menggunakan metode RAD (Rapid Application Development).
Degan perencanaan kebutuh, desain sistem, perancagan dan implementasi.
Perancangan model sistem menggunakan UML (Unified Modelling Language), yaitu dengan model perancangan Usecase Diagram, Sequence Diagram, Class Diagram, dan ERD. Implementasi sistem ini menggunakan Flutter sebagai faramework dan MySQL sebagai database. Pengujian dilakukan menggunakan ISO 25010, dengan aspek yang diuji yaitu functionality dan reliability. Hasil perhitungan pengujian yang telah
55
dilakukan menggunakan ISO 25010 dalam aspek functionality medapatkan nilai skor 96,4%, yang mana pada kriteria yang telah ditentukan bahwa sistem dapat berjalan dengan baik. Hasil perhitungan pengujian yang telah dilakukan menggunakan ISO 25010 dalam aspek reliability memperoleh skor 96% yang mana pada kriteria yang telah ditentukan menunjukan bahwa sistem sangat disetujui pengguna.
56
6.2 Saran
Berdasarkan dari hasil penelitian yang telah diuraikan, maka beberapa saran yang perlu diperhatikan dalam mengembangkan aplikasi absensi berbasis gps ini adalah sebagai berikut:
1. Menambahkan fitur keamanan agar tidak dapat menggunakan fitur aplikasi seperti fake gps location, fake gps dll, untuk aplikasi ini belum bisa mengantisipasi ketika user menggunakan beberapa aplikasi tersebut.
2. Pengguna menggunakan smartphone sistem operasi android minimal versi 4x 3. Menambahkan fitur admin menggunakan website bertujuan agar tampilan admin
lebih luas
DAFTAR PUSTAKA
Hidayat, A., Yan, A., Rusidi., & Saadulloh. (2019). MEMBANGUN WEBSITE SMA PGRI GUNUNG RAYA RANAU MENGGUNAKAN PHP DAN MYSQL. JTIM: Jurnal Teknik Informatika Mahakarya, 41-52.
Ristano, D, R., Kurniawai., Dwinanto, A., & Nawassyarif. (2020). Analisis Sofware Product Quality ISO/IEC 25010 pada Pengembangan Tes Bakat Menggunakan Sistem Computer-Based Test(CBT). Edu Komputika Journal, 49-60.
Afuan., & Lasmedi. (2010). Pemanfaatan Framework Codeigniter dalam Pengembangan Sistem Informasi Pendataan Laporan Kerja Praktek Mahasiswa Program Studi Teknik Informatika Program Studi Teknik Informatika. JUITA, 39-44.
Artt., & Yasser G. (2016). Mobile Phone: Sejarah, Tuntutan Kebutuhan Komunikasi, Hingga Prestise. Alhadharah Jurnal Ilmu Dakwah, 71-88 Basit. (2021). Geo Location Flutter: Aku Peta, Aku Peta.
https://pdsi.unisayogya.ac.id/geo-location-flutter-aku-peta-aku-peta/
Mulyadi, E., Trihariprasetya, A., & Wiryawan, G, I., (2020). PENERAPAN SISTEM PRESENSI MOBILE DENGAN. JANAPATI, 11-20.
Adikara, F. (2013). ANALISIS DAN PERANCANGAN SISTEM ABSENSI.
esaunggul, 1-6.
Hanafi, A., Sukarsa, I. M., & Agung Cahyawan Wiranatha, A. A. K. (2017).
Pertukaran Data Antar Database Dengan Menggunakan Teknologi API.
Lontar Komputer : Jurnal Ilmiah Teknologi Informasi, 8(1), 22.
https://doi.org/10.24843/lkjiti.2017.v08.i01.p03
Komalasari, I., Nurdiana, N., & Rusnandi, E. (2022). RANCANG BANGUN APLIKASI ABSENSI MENGGUNAKAN FITUR GLOBAL. JESSI, 47- 84.
Apriliani, M, I., Hermawati, H., Khan,M, A., Dewanti, P, l., Rizal, A., dkk.(2018) PENGENALAN TEKNOLOGI GLOBAL POSITIONING SYSTEM (GPS) SEBAGAI ALAT BANTU OPERASI PENANGKAPAN IKAN DI PANGANDARAN. Dharmakarya, 213-215
Faisal, R, M., & Abadi, F.(2020). Pemograman Dasar Web I panduan pembuatan halaman web dengan HTML 5 & CSS Pemoggraman dasar client side dengan javaScript serta pemanfaatan Bootstrap 4 untuk membuat halaman
58
web yang dinamis dan responsif. Banjarbaru, Kalimantan Selatan, Indonesia:
Scripta Cendekia.
Mulyawan, D, M., Kumara,S, N.,Swamardika, A,B,I., & Saputra, O, K., (2021).
Kualitas Sistem Informasi Berdasarkan ISO/IEC 25010:. Majalah Ilmiah Teknologi Elektro, 15-28 Mulyawan, D, M., Kumara,S, N.,Swamardika, A,B,I., & Saputra, O, K., (2021). Kualitas Sistem Informasi Berdasarkan ISO/IEC 25010:. Majalah Ilmiah Teknologi Elektro, 15-28
Tahir, Y, M., Hadjaratie, L., & Kaluku, A, R, M. (2022). Pengembangan Sistem Informasi Absensi Kepegawaian. DIFFUSION JOURNAL OF SYSTEM AND INFORMATION TECHNOLOGY, 108-118.
Alfia, E, N., & Waseso, B. (2020).Perancangan Aplikasi Retensi Data Pada Database MySQL (Studi Kasus: PT. Telkomsigma). JUSIBI-(JURNAL SISTEM INFORMASI DAN E-BISNIS), 364-374.
Pramudita, R., Arfi, W, R., Safitri, N., & Shilka, (2021). PENGGUNAAN
APLIKASI FIGMA DALAM MEMBANGUN UI/UX YANG
INTERAKTIF PADA PROGRAM STUDI TEKNIK INFORMATIKA STMIK TASIKMALAYA. Jurnal Buana Pengabdian, 149-154
Sunarya, A, P., Febriayanto, E., & Januarini, J. (2019). Aplikasi Mobile Absensi Karyawan Dan Pengajuan. Neliti, 241-247.
Setiyani., & Lila.(2021). Desain Sistem : Use Case Diagram. LPPM STMIK ROSMA / Prosiding Seminar Nasional : Inovasi & Adopsi Teknologi, 246- 260.
Subiantoro., & Sardiarinto. (2018). PERANCANGAN SISTEM ABSENSI PEGAWAI BERBASIS WEB Studi Kasus : Kantor Kecamatan Purwodadi.
JURNAL SWABUMI, 184-189.
Supriyono., Aniandya, K., Kadir, N., Febriana, J., Rahayu, P,E., Prily, H., dkk.
(2019). Penerapan ISO 9126 Dalam Pengujian Kualitas Perangkat Lunak Pada E-book. MATICS : Jurnal Ilmu Komputer dan Teknologi Informasi.
Wijaya., & Dwi, Y. (2020). PENERAPAN METODE RAPID APPLICATION DEVELOPMENT (RAD) DALAMPENERAPAN METODE RAPID APPLICATION DEVELOPMENT (RAD) DALAM. JURNAL SISTEM INFORMASI DAN TENOLOGI, 149-154.