BAB 1 Pendapatan Nasional
F. Metode Perhitungan Pendapatan Nasional
32
Sebagai gambaran rinci konsep pendapatan nasional tersebut, ditunjukkan contoh perhitungannya sebagai berikut:
GDP (gross domestic product)... Rp. 10.000.000,- Produk masyarakat asing di dalam negeri….. Rp. 400.000,- Rp. 9.600.000,- Nilai pendapatan masyarakat Ind di L/N….... Rp. 300.000,- Gross National Product ... Rp. 9.900.000,- Penyusutan ... Rp. 100.000,- NNP (Net National Product) ... Rp. 9.800.000 Pajak tidak langsung (indirect tax) ... Rp. 300.000,- NI (National Income) ... Rp. 9.500.000,- Jaminan sosial ... Rp. 500.000,- Pajak perusahaan ... Rp. 350.000,- Laba yang ditahan ... Rp. 850.000,- Transfer payment ... Rp. 150.000,- PI (Personal Income) ... Rp. 7.650.000,- Pajak langsung ... Rp. 300.000,- Desposible Income ... Rp. 7.350.000,-
33
produksi pintu 40 harganya 50. Maka perhitungannya adalah, sebagai berikut: ( 200 X10) + (100X 15) + (50 X 20) + ( (100 X 5) + (40 x 50) = 7.000.
Tabel 2 Nilai Akhir dan Nilai Tambah Produk Produksi Jumlah
Produk Harga Nilai Nilai Tambah Jagung
Jagung Giling Tepung Jagung Kue Jagung
200 200 200 350
10 15 25 20
2000 3.000 5.000 7.000
2000 1.000 2.000 2.000
Sedangkan komponen pembentuk pendapatan nasional menurut metode produksi terdiri atas 10 sektor, (hal ini bisa berubah, tergantung dari kepentingannya) yaitu:
a. Sektor pertanian, yang meliputi tanaman pangan, tanaman keras, kehutanan, peternakan dan perikanan.
b. Pertambangan dan penggalian c. Industri dan pengolahan d. Listrik, gas dan air minum e. Bangunan
f. Perdagangan, hotel dan restoran g. Pengangkutan dan telekomunikasi h. Bank dan lembaga keuangan i. Pemerintahan dan pertahanan j. Jasa-jasa yang lain
2. Pendekatan Pendapatan
34
Perhitungan pendapatan nasional berdasar pendekatan pendapatan adalah merupakan penjumlahan seluruh penerimaan yang diterima para pemilik faktor produksi di dalam suatu negara selama periode waktu tertentu yang biasanya satu tahun. Pendapatan nasional yang dihitung menurut metode penerimaan merupakan penjumlahan dari pendapatan masyarakat yang berujud, sewa, upah, bunga modal dan laba yang diterima masyarakat pemilik faktor produksi selama satu tahun. Selanjutnya pendapatan nasional dimaksud dirumuskan sebagai berikut:
Y = r + w + i + p
Dengan demikian komponen-komponen pembentuk pendapatan nasional menurut metode pendapatan atau penerimaan terdiri atas empat komponen yaitu:
a. Sewa/rent yang diterima oleh pemilik faktor produksi
b. Upah/wages atau gaji/salary yang diterima pemilik faktor produksi tenaga kerja
c. Bunga modal/ interest yang diterima oleh pemilik faktor produksi modal
d. Laba/profit yang diterima oleh pemilik faktor produksi kewirausahaan/entrepreneurship
3. Pendekatan Pengeluaran
35
Pendapatan nasional juga bisa dihitung dengan pendekatan pengeluaran. Menurut metode pengeluaran, pendapatan nasional merupakan penjumlahan dari seluruh pengeluaran yang dilakukan oleh seluruh rumah tangga ekonomi, yaitu rumah tangga perusahaan, rumah tangga keluarga, rumah tangga pemerintah dan rumah tangga luar negeri. Ke semuanya dihitung dalam suatu periode waktu tertentu, yang lazimnya setiap tahun.
Metode perhitungannya dapat dihitung dengan cara menjumlahkan seluruh pengeluaran yang dilakukan oleh seluruh rumah tangga ekonomi yang ada dalam suatu negara. Komponen-komponen rumah tangga dimaksud, dalam perhitungan rumah tangga pengeluaran ini, terdiri atas 4 (empat) komponen sebagai berikut:
a. Pengeluaran untuk konsumsi yang dilakukan oleh rumah tangga konsumen, selanjutnya dalam menjelaskan komponen konsumsi biasa disimbolkan dengan C.
b. Pengeluaran yang diperuntukkan kepentingan investasi (investment), yaitu pengeluaran yang dilakukan oleh siapa saja, terutama perusahaan.
Pengeluaran investasi, meliputi pengeluaran yang dimaksudkan untuk memperoleh pendapatan dimasa yang akan datang. Karena pengeluaran ini digunakan untuk keperluan usaha agar memperoleh penghasilan, maka pengeluaran ini disebut sebagai pengeluaran usaha,
36
pengusaha/perusahaan yang kemudian disimbolkan dengan I
c. Pengeluaran yang dilakukan oleh pemerintah baik untuk pembiayaan aktivitasnya, maupun untuk pembiayaan pembangunan. Pengeluaran pemerintah ini dimaksudkan untuk menjamin kelancaran, kelangsungan kinerja pemerintah membiayai gaji dan upah pegawai dan menunjang kepentingan masyarakat, memberi bantuan pembangunan sarana masyarakat, membangun jalan, membangun sekolahan menyediakan fasilitas pasar hingga menyediakan fasilitas kesehatan dan lain-lain. Pengeluaran pemerintah (goverment expenditure) lazimnya disimbolkan dengan G.
d. Pada perekonomian terbuka, artinya negara membuka diri mau menerima/membeli barang- barang yang berasal dari luar negeri dan juga negara menjual hasil barang dan jasanya keluar negeri. Sehingga hasil produksi yang dihasilkan masyarakat suatu negara ada yang di ekspor dan negara melakukan impor barang dan atau jasa dari negara lain terhadap barang yang dibutuhkan tetapi belum bisa sepenuhnya dihasilkan sendiri, atau yang dihasilkan sendiri belum mencukupi.
Jika ekspor, diberi simbol X dan impor diberi simbol M.
37
Komponen pengeluaran-pengeluaran yang telah dijelaskan, selanjutnya supaya memudahkan kepentingan analisanya diberi simbol:
Y = C + I + G + ( X-M ) Keterangan :
Y = Merupakan simbol GDP = pendapatan nasional atau seluruh nilai produksi yang dihasilkan masyarakat suatu negara. Selanjutnya ini kemudian disebut pula sisi penawaran, artinya merupakan produk/produksi yang dihasilkan masyarakat yang ditawarkan agar dibeli oleh masyarakat, baik masyarakat dalam negeri maupun masyarakat luar negeri.
C = Consumption, yaitu pengeluaran masyarakat yang membeli produksi yang dihasilkan oleh perusahaan, pemerintah dan luar negeri. Tentu saja pembelian ini digunakan untuk memenuhi kebutuhan dan keinginannya.
I = Investasi, yang merupakan pengeluaran masyarakat yang dananya bersumber dari tabungan (S) atau yang lain, yaitu untuk ditanamkan dalam bentuk modal dengan maksud bisa memberikan pendapatan dikemudian hari.
G = Goverment Expenditure, yaitu merupakan pengeluaran pemerintah dengan membeli komponen yang diperlukan oleh pemerintah baik untuk pengadaan tenaga kerja, peralatan hingga melakukan pembangunan. Pengeluaran ini dimaksudkan untuk menjalankan fungsinya guna mempermudah, melancarkan,
38
meningkatkan kesejahteraan dan mengamankan masyarakat.
X = Ekspor merupakan penjualan barang atau jasa yang dimiliki keluar negeri.
M = Impor merupakan pembelian/pengadaan barang dan jasa dari luar negeri, yang memang harus dibeli karena negara tidak mampu menghasilkan, hasil dari dalam negeri tidak mencukupi atau kalau diproduksi memerlukan biaya yang lebih besar dibandingkan jika diimpor.
Komponen, C + I + G + ( X – M ) yang telah dijelaskan, ke semuanya merupakan sisi pengeluaran, yang dilakukan dengan cara pembelian, barang dan jasa. Sehingga lazimnya komponen pengeluaran tersebut disebut merupakan komponen permintaan atau sisi permintaan.
Sebagai contoh yang menggambarkan tentang GNP/PDB yang dihasilkan masyarakat Indonesia pada periode tahun 2010 – 2012 disajikan pada tabel 3.
Tabel 3 Nilai PDB Menurut Lapangan Usaha Tahun 2010-2012 Laju Pertumbuhan dan
Sumber Pertumbuhan Tahun 2012
Sumber : Berita resmi statistik No. 14/02/Th.XV1, 5 Februari 2013
39
Pada tahun 2012 ekonomi Indonesia tumbuh 6,23%
dibanding tahun 2011, di mana semua sektor ekonomi mengalami pertumbuhan. Pertumbuhan tertinggi terjadi pada sektor pengangkutan dan komunikasi yang mencapai 9,98 persen, diikuti oleh sektor perdagangan, Hotel, dan restoran 8,11 persen. Sektor konstruksi 7,50 persen, sektor keuangan, real estate dan jasa perusahaan 7,15 persen, sektor listrik gas dan air bersih6,40 persen, sektor industri pengolahan 5,73 persen, sektor jasa-jasa 5,24 persen, sektor pertanian 3,97 persen dan sektor pertambangan dan galian 1,49 persen. Pertumbuhan PDB tanpa migas pada tahun 2012 mencapai 6,81 persen yang berarti lebih tinggi dari PDB.