• Tidak ada hasil yang ditemukan

METODOLOGI PENELITIAN

A. Lokasi dan Waktu Penelitian

Penelitian ini dilakukan di PT. Bank Syariah Mandiri tepatnya di Jl.

Dr. Ratulangi No. 88 B Makassar.Penelitian ini dilaksanakan waktu kurang lebih dua Bulan, yaitu dari bulan Maret sampai dengan selesai bulan Mei 2014, dengan mengumpulkan data yang diperoleh dari Publikasi Bank.

B. Jenis dan Sumber Data 1. Jenis Data

Dalam penelitian ini, peneliti menggunakan jenis data sebagai berikut : a. Data kuantitatif, yakni data yang dapat dihitung atau dalam bentuk

angka-angka, yaitu di peroleh dalam bentuk dokumen-dokumen dan laporan yang berhubungan dengan obyek sasaran peneliti.

b. Data kualitatif, yakni data yang diperoleh dalam bentuk uraian atau penjelasan mengenai keadaan perusahaan.

2. Sumber Data a. Data Primer

Data primer yaitu data yang diambil langsung dari sumbernya seperti wawancara langsung dengan responden.

36

b. Data Sekunder

Data sekunder yaitu data yang diambil secara tidak langsung dari objek penelitian. Data yang diperoleh dari laporan-laporan atau data-data yang dikeluarkan oleh bank. Selain itu, diperoleh dari internet, literatur kepustakaan seperti buku, kitab, dan sumber lainnya yang berkaitan dengan materi skripsi ini.

C. Tekhnik Pengumpulan Data

Pengumpulan data melalui penelitian, sebagai berikut:

1. Library Riset (Studi Kepustakaan)

Yaitu pengumpulan data dengan mempelajari bahan-bahan tertulis seperti buku, majalah, surat kabar, serta artikel yang terkait dengan penelitian yang sedang dilakukan.

2. Field Riset (Studi Lapangan)

Yaitu pengumpulan data dengan pengamatan langsung dengan melakukan wawancara kepada seorang informan atau seorang authoritas (seorang yang ahli atau yang berwenang dalam suatu masalah).

Pertanyaan-pertanyaan yang diajukan biasanya disiapkan terlebih dahulu yang diarahkan kepada informasi-informasi yang dibutuhkan untuk topik yang akan dibahas.

Pada penelitian ini menggunakan metode studi kepustakaan dan melakukan wawancara dengan panduan alat pedoman wawancara sesuai dengan permasalahan yang penulis bahas. Kajian kepustakaan penulis

37

lakukan guna mencapai pemahaman secara menyeluruh (komprehensif) tentang konsep dari permasalahan yang sedang dibahas.

D. Metode Analisis

Setelah data diperoleh, maka data tersebut selanjutnya diolah kemudian dilakukan analisis. Analisis data ini penting, artinya karena dari analisis ini, data yang diperoleh dapat memberi arti dan makna yang berguna dalam memecahkan masalah penelitian.

Teknik yang digunakan penelitian ini dalam menganalisis data adalah analisis deskriptif komparatif dengan cara mendeskripsikan atau menggambarkan keadaan objek penelitian yang sesungguhnya untuk mengetahui dan menganalisis tentang permasalahan yang dihadapi oleh objek penelitian kemudian membandingkan dengan standar yang ada pada saat itu untuk selanjutnya dideskripsikan bagaimana PT. Bank Syariah Mandiri memperlakukan perihal yang berkaitan dengan pembiayaan gadai syariah berdasarkan Fatwa Dewan Syariah Nasional (DSN) dan dengan akad pendamping dari gadai syariah yaitu akad ijara (PSAK 107).

Adapun tahapan analisis yang digunakan dalam penelitian ini adalah sebagai berikut:

1. Menjelaskan tentang jenis-jenis produk pembiyaan yang ditawarkan oleh PT. Bank Syariah Mandiri.

2. Menggambarkan penerapan pembiayaan gadai PT. Bank Syariah Mandiri, meliputi prosedur pembiayaan gadai syariah emas.

38

3. Member gambaran tentang landasan operasional yang digunakan oleh PT.

Bank Syariah Mandiri dan menganalisis perlakuan akuntansi atas pembiayaan gadai syariah yang diterapkan oleh PT. Bank Syariah Mandiri, telah sesuai dengan Fatwa Dewan Syariah Nasional (DSN) dan dengan akad pendamping yaitu akad ijarah (PSAK 107) yang meliputi:

a. Pengakuan dan pengukuran pembiayaan gadai syariah.

b. Pengakuan pendapatan dan beban pembiayaan gadai syariah.

E. Defenisi Operasional Variabel

Berdasarkan judul penelitian yaitu Perlakuan Akuntansi atas Pembiayaan Gadai Emas Syariah oleh pemegang Gadai (Murtahin) Pada PT.

Bank Syariah Mandiri dapat didefinisikan sebagai berikut:

1. Gadai syariah (Rahn) secara terminologis adalah menjadikan harta benda sebagai jaminan hutang agar hutang itu dilunasi (dikembaqlikan) atau dibayar harganya jika tidak dapat mengembalikan hutangnya.

Sedangkan dalam istilah syara’ ialah menaruh barang (dijadikan) sebagai orang, untuk penguat perjanjian hutang, dan barang tersebut hasilnya akan menutup (hutang) ketika terhalang (tidak dapat) melunasinya.

2. Bank syariah adalah bank yang dalam prinsip, operasional, maupun produknya dikembangkan dengan berdasarkan pada nilai-nilai yang terkandung dalam Al-Qur’an dan petunjuk-petunjuk operasional pada hadis Nabi Muahammad SAW.

39 BAB IV

GAMBARAN UMUM PERUSAHAAN

A. Sejarah Singkat Bank Syariah Mandiri

krisis multi-dimensi yang melanda Indonesia pada tahun 1997-1998 membawa hikmah tersendiri bagi tonggak sejarah system perbankan syariah di Indonesia. Disaat bank-bank konvensional terkena imbas dari krisis ekonomi, saat itulah berkembang pemikiran mengenai suatu konsep yang dapat menyelamatkan perekonomian dari ancaman krisis yang berkepanjangan.

Dari sisi lain, untuk menyelamatkan perekomian secara global, pemerintah mengambil inisiatif untuk melakukan penggabungan (merger) 4 (empat) bank pemerintah, yaitu Bank Dagang Negara, Bank Bumi Daya, Bank Exim dan Bapindo, menjadi satu, satu Bank yang Kokoh dengan nama PT Bank Mandiri (Persero) Tbk. Pada tanggal 31 Juli 1999. Kebijakan penggabungan tersebut juga menetapkan PT Bank Mandiri (Persero) Tbk sebagai pemilik Mayoritas PT Bank Susila Bakti (BSB).PT BSB merupakan salah satu Bank konvensional yang dimiliki oleh Yayasan Kesejahteraan Pegawai (YKP) PT Bank Dagang Negara dan PT Mahkota Prestasi. Untuk keluar dari krisis ekonomi, PT BSB juga melakukan upaya merger dengan beberapa Bank lain serta mengundang investor asing.

Sebagai tindak lanjut dari pemikiran pengembangan sistem ekonomi syariah, pemerintah memberlakukan UU No. 10 tahun 1998 yang memberi peluang bagi bank umum untuk melayani transaksi syariah (dual banking

40

system). Sebagai respon, PT. Bank Mandiri (persero) Tbk melakukan konsolidasi serta membentuk tim pengembangan perbankan syariah, yang bertujuan untuk mengembangkan layanan perbankan syariah di kelompok perusahaan PT Bank Mandiri (persero) Tbk.

Tim pengembangan perbankan syariah memandang bahwa pemberlakuan UU tersebut merupakan momentum yang tepat untuk melakukan konversi PT Bank Susila Bakti dan bank konvensional menjadi bank syariah. Oleh karenanya, Tim Pengembangan Perbankan Syariah segera mempersiapkan sistem dan infrastrukturnya, sehingga kegiatan usaha BSB bertransformasi dari bank konvensional menjadi bank yang beroprasi berdasarkan prinsip syariah dengan nama PT Bank Syariah Mandiri sebagaimana tercantum dalam Akta Notaris Sutjipto, SH, No. 23 tanggal 8 September 1999.

Perubahan kegiatan usaha BSB menjadi bank umum syariah dikukuhkan oleh Gubernur Bank Indonesia melalui SK Gubernur BI No.

1/24/KEP.BI/1999. BI menyetujui perubahan nama menjadi PT Bank Syariah Mandiri (BSM). Menyusul pengukuhan dan pengakuan legal tersebut, PT BANK Syariah Mandiri secara resmi mulai beroprasi sejak senin tanggal 25 Rajjab 1420 H atau tanggal 1 November 1999.

PT. Bank Syariah Mandiri hadir dan tampilan dan harmonisasi idealism usaha dengan nilai-nilai spiritual. Bank Syariah Mandiri tumbuh sebagai bank yang mampu memadukan keduanya, yang melandasi kegiatan operasionalnya. Harmonisasi idealisme usaha dan nilai-nilai spiritual inilah

41

yang menjadi salah satu keunggulan Bank Syariah Mandiri dalam kiprahnya di perbankan Indonesia.

Tonggak Sejarah PT Bank Syariah Mandiri :

 1995 PEndirian PT Bank Industri Nasional (PT BINA)

 1967 PT BINA berubah nama menjadi PT Bank Maritim Indonesia

 1973 PT Bank Maritim Indonesia berubah nama menjadi PT Bank Susila Bakti

 1999 PT Bank Susila Bakti berubah nama menjadi PT Bank Syariah Mandiri (BSM)

B. Visi dan Misi 1. Visi :

Visi dari Bank Syariah Mandiri (BSM) adalah :

a. Memimpin pengembangan peradaban ekonomi yang mulia.

b. Menjadi bank syariah terpercaya pilihan mitra usaha 2. Misi :

Misi dari Bank Syariah Mandiri (BSM) adalah sebagai berikut:

a. Mewujudkan pertumbuhan dan keuntungan di atas rata-rata industri yang berkesinambungan.

b. Mengutamakan penghimpunan dana murah dan penyaluran pembiayaan pada segmen UMKM.

c. Mengembangkan manajemen talenta dan lingkungan kerja yang sehat.

d. Meningkatkan kepedulian terhadap masyarakat dan lingkungan.

42

e. Mengembangkan nilai-nilai syariah universal

C. Struktur Organisasi Bank Syariah Mandiri

STRUKTUR ORGANISASI PT. BANK SYARIAH MANDIRI CABANG GOWA

Gambar IV.1 : Struktur Organisasi Bank Syariah Mandiri Cabang Gowa

Kepala Cabang

Marketing Manager Operating manager KCP

Account Officer

Founding Officer

Custumer Service

Back Office Offifer Head Teller

Teller

BO Admin

Koordinator SDM/UMUM Admin

Driver

OB Operator

Security

Sekretaris

43

Job Description 1. Kepala Cabang

a. Mempimpin seluruh karyawan yang ada di cabang dan menciptakan berbagai macam kegiatan demi tercapainya target perusahaan.

b. Bertanggung jawab atas pencapaian target perusahaan secara keseluruhan.

c. Bertanggung jawab atas kegiatan pelaporan secara berkala ke Kantor Pusat Memberikan pelatihan dan melakukan pengarahan atas pelaksanaan rencana strategis perusahaan.

d. Memastikan seluruh karyawan di kantor cabang mematuhi seluruh aturan dan ketentuan perusahaan.

e. Memberikan pelatihan secara komperehensif

f. Memastikan seluruh karyawan di cabang bekerja secara profesional sesuai peraturan yang berlaku .

g. Memberikan informasi kepada manajemen mengenai keadaan pasar sekitar cabang mengenai perubahan dan perkembangan yang terjadi secara signifikan.

2. Sekretaris

tugas-tugas yang dikerjakan setiap hari tanpa perintah. Tugas ini meliputi:

a. Membuka surat.

b. Menerima dikte.

c. Menerima tamu.

d. Menerima telepon.

44

e. Menyimpan arsip/surat.

f. Menyusun dan membuat jadwal kegiatan pimpinan.

3. Marketing Manager

Marketing Manager (MM) mempunyai tugas khusus yaitu mengkoordinasikan dan mensupervisi teamwork dalam kegiatan pemasaran marketting cabang untuk mencapai target dan plan bank secara efektif dan efisien.

4. Operating Manager

Tugas Utama dari operating manager adalah

a. Merencanakan operasional di divisi sesuai dengan business plan yang disepakati.

b. Memastikan semua pelaksanaan operasional di bank secara efektif dan efisien sehingga menjadikan bank tersebut sebagai bank yang kompetitif dan eksis dalam persaingan global.

c. Mengontrol, mengevaluasi jalannya setiap langkah dan efektifitas yang ada dan mengambil tindakan preventif, antisipasi terhadap masalah – masalah yang ada dan melakukan tindakan perbaikan yang tepat dan tuntas.

5. Account Officer

a. Membantu pembuatan lampiran hasil kunjungan (call report), account officer.

b. Membantu menyiapkan dana dan memeriksa kembali kelengkapan data-data yang berkaitan dalam rangka pengajuan kredit bank,

45

perpanjangan maupun tambahan.

c. Menerima proposal kredit dari sekretaris komite untuk diteruskan kepada komite kredit.

d. Membantu proses perpanjangan asuransi dan biaya-biaya lainnya.

6. Founding Officer

a. Melakukan pencapaian target funding yang telah ditentukan atau ditetapkan.

b. Melakukan produk-produk dana pihak ketiga kepada nasabah atau calon debitur.

c. Membantu nasabah yang ingin membuka ataupun mencairkan rekening deposito, tabungan dan giro serta memberikan informasi yang lengkap mengenai persyaratan dan ketentuannya.

d. Melakukan customer call atau korespondensi nasabah dan calon nasabah.

7. Head Teller

a. Memberikan solusi apabila terjadi masalah di counter dan bila teller selisih melakukan balancing akhir hari.

b. Memberikan offer rate atas transaksi yang melebihi wewenang teller c. Melakukan verifikasi dan pencocokan atas balancing akhir hari d. Melakukan pemeriksaan cash box teller.

e. Memonitor secara aktif dan melakukan pengarahan langsung sesuai dengan wewenangnya atas seluruh jalannya transaksi yang

46

ditanganiteller (setoran, penarikan, pemindah bukuan) serta mengkoordinasi.

f. Menentukan pembukaan counter tambahan 8. Back Office Officer

a. Membuat Voucer Input transaksi ( debit / kredit ) b. Membuat laporan data transaksi.

c. Analisa kredit d. Accounting e. Controlling 9. Teller

a. Menerima setoran dari nasabah (baik tunai maupun non tunai), kemudian melakukan posting di sistem komputer bank.

b. Melakukan pembayaran tunai kepada nasabah yang bertransaksi tunai di counter bank, dan melakukan posting di sistem komputer bank.

c. Menjadi gerbang awal pengamanan bank dalam mencegah peredaran uang dan warkat (cek/bilyet giro) palsu.

d. Menjalankan fungsi tag on dalam cross selling produk2 perbankan.

e. Bertanggungjawab terhadap kesesuaian antara jumlah kas di sistem dengan kas di terminalnya.

10. Koordinator

a. Melakukan pemeriksaan dan monitoring absensi karyawan dari asli pencatatan yang dilaksanakan staff dan dilakukan checking.

b. Melakukan fungsi checking atas limitasi yang ditentukan

47

11. SDM/UMUM

a. Melakukan monitoring dalam pengadministrasian absensi karyawan b. Menerima pengajuan lembur dan restitusi pengobatan karyawan atau

karyawati yang telah disetujui manajemen.

c. Melakukan pengadministrasian dan up dating personal file.

12. Admin

a. Melaksanakan aktifitas penyiapan ruang kerja dan peralatan kantor untuk seluruh pegawai, untuk memastikan ketersediaan ruangan kerja dan peralatan kantor bagi setiap pekerja sesuai dengan jenis pekerjaan dan jabatan.

b. Melaksanakan aktifitas renovasi gedung kantor/kerja, untuk memastikan semua gedung kantor selalu siap operasional.

c. Melaksanakan kegiatan surat-menyurat, dokumentasi dan pengarsipan, untuk memastikan dukungan administrasi bagi kelancaran kegiatan seluruh karyawan.

d. Membuat rencana dan mengevaluasi kerja harian dan bulanan untuk memastikan tercapainya kualitas target kerja yang dipersyaratkan dan sebagai bahan informasi kepada atasan.

13. Security

a. Mengawasi seluruh wilayah Bank mulai dari radius lokasi bank sampai dengan pintu masuk dan ruangan dalam bank.

b. Membuka pintu, menyambut dan memberi salam dengan ramah setiap nasabah yang akan masuk ke dalam bank.

48

c. Memeriksa bawaan nasabah jika mencurigakan atau sikap dan tindak- tanduk nasabah mencurigakan.

d. Menanyakan keperluan nasabah dan memberikan nomor antrian kepada nasabah sesuai dengan keperluan nasabah.

e. Memberikan petunjuk dan arahan dengan baik jika ada nasabah yang memerlukan pertanyaan dan informasi.

f. Memperhatikan seluruh kegiatan di dalam dan di luar bank, segera sigap bertindak jika ada sesuatu yang mencurigakan.

g. Melakukan tindakan yang cepat dengan mengedepankan keamanan dan keselamatan nasabah dan pegawai bank jika ada kejadian yang menjurus ke arah kriminal;

14. OB

a. Membersihkan dan merapikan meja, kursi, komputer dan perlengkapan lainnya.

b. Membersihkan/vacuum karpet/lantai c. Menyediakan minuman untuk karyawan.

d. Mengirim/mengambil dokumen antar Divisi/Bagian.

e. Melayani permintaan fotokopi/faksimili.

f. Membelikan dan menyiapkan makan siang karyawan.

g. Membereskan piring, gelas, & perlengkapan makan siang karyawan.

h. Mengambil & membereskan gelas minum & perlengkapan makan/minum karyawan.

i. Membuang sampah yang ada di ruang kerja dan areal tanggung

49

jawabnya.

j. Membersihkan/vacuum karpet/lantai.

k. Mencuci piring, gelas & perlengkapan makan/minum lain 15. Driver

a. Menunjang kelancaran transportasi yang diperlukan kantor.

b. Merawat dan mengurusi mobil agar tetap bersih dan siap pakai.

c. Melaporkan kerusakan mobil agar segera dilakukan perbaikan.

d. Bersama petugas kantor dan satpam membawa uang setoran dari kantor cabang pembantu ke kantor cabang utama atau sebaliknya.

50 BAB V

HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN

A. Produk – produk Pembiayaan PT. Bank Syariah Mandiri

Sistem pembiayaan PT. Bank syariah Mandiri bermitra dengan nasabah dalam berwirausaha, “PT. Bank syariah Mandiri menyediakan beberapa jenis pembiayaan yaitu: 1) piutang murabahah, 2) pembiayaan mudharabah, 3) pembiayaan musyarakah, 4) rahn (gadai emas syariah), 5) ijarah” (hasilwawancara dengan pihak bank). Semua skema pembiayaan tersebut untuk mendukung sector riil yang halal.

Piutang murabahah merupakan fasilitas penyaluran dana dengan sistem jual beli. Bank akan membelikan barang yang halal yang dibutuhkan nasabah kemudian dijual ke nasabah, dimana harga jualnya sama dengan harga pokok ditambah dengan keuntungan bagi pihak bank. Misalnya pembelian kendaraan bermotor.

Pembiayaan mudharabah adalah pembiayaan dalam bentuk modal/dana yang diberikan oleh bank untuk dikelolah oleh nasabah dalam usaha yang telah disepakati bersama. Kemudian pembiayaan mudharabah ini akan berbagi hasil atas pendapatan antara nasabah dengan pihak bank. Resiko kerugian ditanggung penuh oleh pihak bank, kecuali kerugian yang diakibatkan oleh kesalahan pengelolah, kelalaian dan penyimpangan oleh pihak nasabah.

51

Pembiayaan musyarakah adalah kerjasama yang dilakukan antara pihak bank dengan nasabah dengan menggabungkan modal usaha dimana masing-masing pihak berdasarkan kesepakatan memberikan kontribusi sesuai kesepakatan bersama yang berdasarkan porsi dana yang ditanamkan.

Rahn (gadai emas) adalah penyerahan hak penguasaan secara fisik atas barang/harta berharga berupa emas dari nasabah ke bank sebagai jaminan atas pembiayaan Qard yang diterima oleh nasabah.

B. Produk Gadai Emas PT. Bank Syariah Mandiri

Gadai emas syariah pada PT. Bank syariah Mandiri atau disebut juga pembiayaan rahn merupakan penyerahan jaminan/hak penguasaan secara fisik atas barang berharga berupa emas (lantakan dan atau perhiasan beserta acsesorisnya) kepada bank sebagai jaminan atas pembiayaan (qard) yang diterima.

Sesuai dengan slogan yang dimiliki oleh pembiayaan gadai syariah yakni “Solusi Mudah Sesuai Kaidah” gadai emas syariah ini dapat dimanfaatkan oleh masyarakat yang membutuhkan dana jangka pendek dan keperluan yang mendesak. Misalnya menjelang tahun ajaran baru, hari raya, kebutuhan modal kerja jangka pendek dan sebagainya. Selain itu gadai emas pada PT. Bank syariah Mandiri memiliki beberapa keunggulan diantaranya:

 Proses menggadai yang sangat sederhana dan tidak berbelit-belit dengan persyaratan yang mudah sesuai dengan prinsip syariah.

 Mudah dan tariff dihitung secara harian.

52

 Jangka waktu 4 bulan dan dapat diperpanjang.

 Pembiayaan gadai diberikan sebesar 90% untuk emas lantakan dan 85%

untuk emas perhiasan.

 Barang agunan aman karena diasuransikan.

 Diberikan fasilitas kartu ATM yang dapat ditarik tunai diseluruh jaringan bank mandiri sehingga memudahkan para nasabah.

“Produk gadai gadai emas pada PT. Bank syariah Mandiri, saat ini sangat diminati oleh masyarakat baik dikalangan muslim maupun ono muslim yang juga tertarik akan pembiayaan gadai ini” (hasil wawancara dengan karyawan PT. Bank syariah Mandiri). Jadi siapapun tanpa terkecuali bisa melakukan gadai emas ini dengan tujuan yang baik. Pada PT. Bank syariah Mandiri untuk saat ini telah menetapkan bahwa emas yang digadaikan harus memiliki sertifikat yang menunjukkan surat bukti kepemilikan atau bukti pembelian yang dapat digadaikan. Hal ini dilakukan agar unsur kemaksiatan dalam proses penggadaian dapat dicegah.

Pihak PT. Bank syariah Mandiri menyatakan bahwa dalam produk gadai ini tidak mengambil manfaat dari marhun yang dijaminkan nasabah sehingga dapat dikatakan bahwa bank memberikan “pinjaman dengan jaminan” emas kepada nasabah. Adapun emas yang digadaikan adalah emas dengan kadar 16-24 karat dengan maksimum pinjaman 90% dari nilai taksiran serta biaya penitipan yang ditentukan oleh kantor pusat dan kemudian dikirim ke kantor cabang.

53

Adapula jangka waktu rahn yang ditetapkan adalah maksimum tiga bulan dan dapat diperpanjang untuk masa dua bulan mendatang atau seterusnya. Setiap kali perpanjangan rahn, nasabah wajib membayar biaya perawatan dan pemeliharaan sesuai tarif ujrah yang berlaku dan murtahin (bank) wajib melakukan hertaksasi (penaksiran) atas barang yang dijaminkan sesuai dengan harga pasar yang berlaku.

Biaya-biaya yang ditetapkan oleh pihak PT. Bank syariah Mandiri adalah sebagai berikut:

1) Biaya perawatan dan pemeliharaan

Biaya perawatan dan pemeliharaan sudah termasuk dalam biaya ujrah yaitu 1,4% dari keseluruhan total pinjaman pokok. Jadi kalau misalkan total nilai pinjaman 1 juta maka biaya perawatan dan pemeliharaan yang harus dibayarkan sebesar Rp. 14.000 / empat bulan.

2) Biaya materai Rp. 6.000,- (dibayar dimuka).

3) Biaya administrasi (dibayar dimuka)

 Taksiran barang s/d Rp. 5.000.000 sebesar Rp. 25.000

 Taksiran barang s/d Rp. 5.000.000 – Rp. 10.000.000 sebesar Rp.

30.000.

 Taksiran barang Rp. 15.000.000 keatas sebesar Rp. 35.000.

C. Akad yang Digunakan dalam Pembiayaan Gadai Syariah

akad adalah perjanjian, yaitu perjanjian ijab dan qabul menurut cara- cara yang disyariatkan yang berpengaruh terhadap objek yang di akadkan dan

54

yang menimbulkan hak dan kewajiban dari masing-masing yang melaksanakan.

Akad yang digunakan dalam praktek gadai syariah di PT. Bank syariah Mandiri ada tiga yakni akad rahn, qard dan ijarah. Pemanfaatan marhun bih akan berpengaruh terhadap akad apa yang akan digunakan.

1) Akad Qard, adalah suatu akad pembiayaan dari murtahin (pihak yang berpiutang) kepada rahin dengan ketentuan bahwa rahin wajib mengembalikan dana yang diterinya kepada murtahin pada waktu yang telah disepakati oleh kedua belah pihak.

2) Akad Rahn, adalah akad penyerahan barang/harta (marhun) dari nasabah kepada pihak bank sebagai jaminan atas pinjamannya.

3) Akad Ijarah/Ujrah, adalah suatu akad pemindahan manfaat atas suatu barang atau jasa dalam jangka waktu tertentu melalui pembayaran upah/sewa tempat, tanpa diakui pemindahan kepemilikan barang itu sendiri.

D. Kontribusi Pembiayaan Gadai Emas Syariah di PT. Bank Syariah Mandiri

Pembiayaan gadai emas syariah yang dimasuki tahun ke tiga memberikan kontribusi sangat besar terhadap operasional Bank Syariah Mandiri. Pembiayaan gadai emas merupakan salah satu produk unggulan PT.

Bank syariah Mandiri yang bersaing diantara semua produk yang ada di Bank syariah Mandiri .

55

Pada tahun 2012-2013 pembiayaan gadai emas di PT. Bank syariah Mandiri ini mengalami peningkatan yang sangat signifikan yaitu 120% dari tahun 2012-2013. Hal ini tentu meningkatkan jumlah jumlah nasabah serta pendapatan bank. Namun, penulis tidak bisa merincikan secara detail karena hal tersebut sangat rahasia bagi perusahaan PT. Bank syariah Mandiri. Gadai Bank syariah Mandiri selain untuk kebutuhan dana mendesak juga mendidik masyarakat untuk melindungi nilai assetnya malalui emas dengan memanfaatkan produk Gadai Bank Syariah Mandiri.

E. Penerapan PSAK 107 (Akad Ijarah) dan Perlakuan Akuntansi Gadai Syariah

1. Penerapan PSAK 107

Berikut ini penulis akan menguraikan hasil analisis dari penelitian yang telah dilakukan mengenai perlakuan akuntansi gadai syariah emas.

Uraian mengenai perlakuan akuntansi tersebut didasarkan pada akad ijarah (PSAK 107) yang meliputi:

1) Pengakuan dan pengukuran pembiayaan gadai syariah

2) Pengakuan pendapatan dan beban pembiayaan gadai syariah, dan

3) Penyajian dan pengungkapan pada laporan keuangan dengan tetap berpedoman pada Fatwa Dewan Syariah Nasional No.26/DSN- MUI/III/2002.

56

2. Perlakuan Akuntansi Gadai Syariah

Dalam gadai syariah emas penentuan biaya dan pendapatan sewa (ijarah) atau penyimpanan dilakukan berdasarkan akad pendamping dari gadai yaitu akad ijarah (PSAK 107) yang terkait dimana pengakuan dan pengukurannya serta pengungkapan dan penyajiannya adalah:

Pengakuan dan pengukuran

Terdapat beberapa ketentuan untuk pengakuan dan pengukuran yang dijelaskan dalam PASK 107, yakni:

1) Pinjaman/kas dinilai sebesar jumlah yang dipinjamkan pada saat terjadinya.

2) Pendapatan sewa selama masa akad diakui pada saat manfaat atas asset.

3) (sewa tempat) telah diserahkan kepada penyewa (rahin).

4) Pengakuan biaya penyimpanan diakui pada saat terjadinya.

Penyajian dan pengungkapan

Berdasarkan penjelasan yang terdapat dalam PSAK 107, penyajian dan pengungkapan meliputi:

1) Penyajian, pendapatan ijarah disajikan secara neto setelah dikurangi beban-beban yang terkait, misalnya beban pemeliharaan dan perbaikan, dan sebagainya.

2) Pengungkapan, murtahin mengungkapkan pada laporan terkait transaksi ijarah dan ijarah muntahiyah bittamlik.

Dokumen terkait