• Tidak ada hasil yang ditemukan

METODOLOGI PENELITIAN

Dalam dokumen SKRIPSI - Universitas Muhammadiyah Makassar (Halaman 80-85)

METODE PENELITIAN

A. Lokasi dan Waktu Penelitian 1. Lokasi Penelitian

Lokasi yang digunakan dalam melakukan penelitian evaluasi terhadap perencanaan dan anggaran biaya sebagai dasar dalam pengendalian manajemen adalah Perum Pegadaian Syariah cabang Pangkajene Sulawesi Selatan.

2. Waktu Penelitian

Waktu yang digunakan dalam penelitian ini adalah 2 bulan dari bulan Mei sampai Juni tahun 2014.

B. Metode Pengumpulan Data

1. Penelitian Kepustakaan (libraryresearch)

Penelitian ini dilakukan dengan mempelajari buku-buku literatur ilmiah yang berhubungan dengan objek penelitian sebagai dasar perbandingan antara teori dan praktek pada perusahaan.

2. Penelitian Lapangan (field research)

Penelitian ini dilakukan dengan melakukan peninjauan secara langsung ke perusahaan untuk mendapatkan data dan informasi yang berkaitan dengan permasalahan yang ada. Teknik pengumpulan data dan informasi yang digunakan dalam penelitian lapangan ini, adalah sebagai berikut:

66

a. Wawancara (interview)

Wawancara dilakukan dengan mengajukan pertanyaan-pertanyaan secara langsung kepada pihak yang bersangkutan dan berkaitan dengan objek yang akan diteliti.

b. Pengamatan (observasi)

Dilakukan dengan cara mengamati secara langsung keadaan dan kegiatan yang menjadi objek penelitian. Dalam pengamatanini, peneliti hanya mengamati apa yang terjadi dengan objek penelitian tanpa ikut aktif dalam proses pengamatan tersebut.

c. Internal Control Questionnaires

Yaitu mengumpulkan data dan keterangan dengan jalan mengajukan daftar pertanyaan yang berkaitan dengan masalah yang diteliti.

Pembuatann Questionnaires memudahkan pihak perusahaan dalam memberikan penjelasan yang berhubungan dengan data yang diperlukan.

C. Jenis dan Sumber Data 1. Jenis Data

Adapun jenis data yang digunakan dalam penelitian ini adalah sebagai berikut:

a. Data Kualitatif adalah serangkaian informasi yang diperoleh dari penelitian baik dalam bentuk fakta-fakta verbal maupun berupa keterangan.

b. Data Kuantitatif adalah data yang dinyatakan dalam satuan angka yang diperoleh dari hasil penelitian berupa static berupa angka-angka dan hasil dari pengelolaan data kualitatif.

Dan jenis data yang digunakan dalam penelitian ini jenis data yang digunakan adalah data kualitatif yang berisi data atau uraian gambaran perusahaan, kegiatan operasional perusahaan, serta data dari perusahaan yang telah dikelola sebelumnya.

2. Sumber Data

Penelitian ini membutuhkan dua jenis data yaitu data primer dan data sekunder. Adapun sumber data yang dipergunakan dalam penelitian ini adalah : 1. Sumber data primer.

Sumber data primer merupakan keterangan yang diperoleh secara langsung dari sumber pertama yaitu pihak-pihak yang dipandang mengetahui obyek yang diteliti. Penentuan siapa-siapa yang dipilih menjadi informan ini didasarkan pada kriteria sebagai berikut :

a. Pertama, Pakar Hukum Islam yang mengetahui dan memahami ketentuan hukum ekonomi syariah terutama akad murabahah dan rahn.

b. Kedua, Dewan Pengawas Syariah/Pimpinan Cabang Pegadaian Syariah yang menguasai sistem pembiayaan pada pegadaian syariah dengan akad murabahah dan rahn.

c. Ketiga, masyarakat yang sedang terlibat di dalam pembiayaan MULIA dengan akad murabahah dan rahn pada Pegadaian Syari‟ah Cabang Pangkajene Sulawesi Selatan.

2. Sumber data sekunder.

Sumber data sekunder merupakan sumber data yang sifatnya mendukung sumber data primer. Sumber data sekunder ini meliputi :

1. Dokumen, yaitu arsip Pegadaian Syariah Cabang Pangkajene Sulawesi Selatan yang berkaitan dengan akad murabahah serta akad rahn dalam pembiayaan Logam mulia.

2. Buku-buku hukum dan lainnya yang berkaitan dengan masalah yang diteliti.

D. Populasi dan Sampel 1. Populasi

Populasi yaitu sekelompok orang, kejadian atau segala sesuatu yang mempunyai karakteristik tertentu. Populasi adalah keseluruhan subjek penelitian anggota populasi disebut dengan elemen populasi. Adapun populasi pada penelitian yaitu nasabah Perum Pegadaian Syariah cabang Pangkajene Sulawesi Selatan.

2. Sampel adalah sebagian atau wakil dari populasi yang diteliti. Berdasarkan hasil sample peneliti kemudian menggeneralisir hasil penelitian. Adapun sampel yang digunakan dalam penelitian ini 20 data dari 50 nasabah Perum Pegadaian cabang Pangkajene mulai dari tahun 2011 s/d 2014.

E. Metode Analisis Data

Metode analisis data yangdigunakandalam pembahasan ini adalah analisis data deskriptif kualitatif dalam artian tidak menggunakan skala numerik yaitu metode pembahasan masalah yang sifatnya menguraikan, menggambarkan, pengumpulan data, menganalisis data, meginterprestasi

data,membandingkan suatu data, dengan keadaan untuk melukiskan dan menerangkan suatu keadaan sedemikian rupa sehingga menarik suatu kesimpulan.

BAB IV

GAMBARAN UMUM LOKASI PENELITIAN

A. Sejarah Pegadaian Syariah Cabang Pangkajene.

Pegadaian Syariah Cabang Pangkajene didirikan pada tanggal 24 April 2010 dengan berbagai pertimbangan yang melatar belakanginya. Pegadaian Syariah Cabang Pangkajene didirikan dalam rangka memenuhi kebutuhan nasabah, baik nasabah muslim maupun non muslim yang menginginkan transaksi pembiayaan yang aman, cepat, tanpa riba. Disamping itu melihat perkembangan pertanian dan perikanan yang berkembang pesat yang membutuhkan bantuan dana cepat dan mudah.

Melihat semakin berkembangnya permintaan warga masyarakat dan adanya peluang dalam mengimplementasikan praktik gadai berdasarkan syariah, Perum Pegadaian yang telah bergelut dengan bisnis Pegadaian konvensional selama beratus- ratus tahun, berinisiatif untuk mengadakan kerja sama dengan PT.Bank Muamalat Indonesia (BMI) dalam mengusahakan praktik gadai syariah sebagai diversifikasi usaha gadai yang sudah dilakukannya, maka pada bulan Mei tahun 2002 telah ditanda tangani sebuah kerjasama antara keduanya untuk meluncurkan gadai syariah, dan BMI sebagai penyandang dana.

Pendirian gadai syariah sebenarnya sudah pernah direncanakan sejak awal tahun 1998 ketika beberapa General Manager (GM) Perum Pegadaian melakukan studi banding ke Malaysia, yang selanjutnya diadakan penggodokan rencana pendirian pegadaian syariah. Hanya saja dalam proses selanjutnya, hasil

71

studi banding yang didapatkan hanya ditumpuk dan dibiarkan, karena terhambat oleh permasalahan internal perusahaan.

Dengan hadirnya Pegadaian Syariah Cabang Pangkajene yang menawarkan solusi pendanaan yang cepat, praktis danaman ini diharapkan dapat memenuhi kebutuhan masyarakat akan adanya jasa pembiayaan yang berbasis syariah.

B. Struktur Organisasi, dan Uraian Tugas

Dalam rangka menjadikan perusahaan sebagai suatu organisasi badan usaha yang dinamis, berdaya guna dan berhasil guna untuk menghadapi persaingan usaha yang semakin meningkat telah diberlakukan struktur organisasi berbasis kompetensi. Struktur organisasi untuk pengelolaan usaha syariah terdiri dari struktur organisasi Divisi Usaha Syariah dalam Skala Nasional dan struktur organisasi Kantor Cabang Pegadaian Syariah Pangkajene.

Gambar 2. Bagan Struktur Organisasi Devisi Usaha Syariah

Sumber : Pedoman Operasional Gadai Syariah (POGS) 2010.

Gambar 3. Bagan Struktur Organisasi Kantor Cabang Pegadaian Syariah Cabang Pangkajene.

Sumber : Pedoman Operasional Gadai Syariah (POGS) 2010.

Uraian tugas dan jabatan adalah sebagai berikut:

a. Manager Cabang

Fungsi: Mengelola operasional cabang, yaitu menyalurkan uang pinjaman secara hukum gadai yang didasarkan pada penerapan prinsip syariah.

Tugas:

1. Menyusun program kerja operasional cabang agar sesuai dengan visi dan misi perusahaan.

2. Mengkoordinasikan kegiatan penaksiran marhun berdasarkan peraturan yang berlaku.

3. Mengkoordinasikan penyaluran mahunbih.

4. Mengkoordinasikan pengelolaan murabahah dan rahn sesuai ketentuan yang berlaku dalam rangka pengembangan asset secara professional.

b. Penaksir:

Fungsi: Menaksir marhun untuk menentukan mutu dan nilai barang sesuai dengan ketentuan yang berlaku dalam rangka mewujudkan penerapan taksiran dan uang pinjaman yang wajar serta citra yang baik bagi perusahaan.

Tugas:

1. Memberikan pelayanan kepada rahin dengan cepat, mudah dan aman.

2. Menaksir barang sesuai dengan ketentuan yang berlaku.

3. Memberikan perhitungan kepada pimpinan cabang penggunaan pinjaman gadai oleh rahin.

4. Menetapkan biaya administrasi dan jasa simpan sesuai dengan ketentuan yang berlaku.

c. Kasir

Fungsi : Melakukan tugas penerimaan, penyimpanan dan pembayaran serta pembukuan sesuai dengan ketentuan yang berlaku.

Tugas:

1. Menyiapkan peralatan dan perlengkapan kerja.

2. Menerima modal kerja harian dari atasan.

3. Menyiapkan uang kecil untuk kelancaran pelaksanaan tugas.

4. Melaksanakan penerimaan pelunasan mahunbih dan mahun.

d. TataUsaha (TU)

Fungsi: Melakukan penerimaan pencatatan dan pengaturan yang berkaitan dengan pembukuan sesuai dengan ketentuan yang berlaku.

Tugas:

1. Menerima dan mencatat pembukuan marhun.

2. Mengatur dan mengolah pembukuan perusahaan.

e. Pemegang Gudang Tugas:

1. Melakukan pemeriksaan, penyimpanan, pemeliharaan dan pengeluaran serta pembukuan marhun.

2. Menerima marhun selain barang kantong untuk disimpan digudang.

3. Secara berkala memeriksa keadaan gudang penyimpanan marhun.

4. Menyusun sesuai urutan nomor Surat Buku Rahn (SBR).

f. Keamanan (security)

Mengamankan harta perusahaan dan rahin dalam lingkungan kantor dan sekitarnya selama 24 jam nonstop.

Adapun produk-produk yang ditawarkan Pegadaian Syariah Cabang Pangkajene sebagai berikut:

1. Penyaluran pinjaman secara gadai yang didasarkan pada penerapan prinsip syariah Islam dalam transaksi ekonomi secara syariah (gadai emas biasa).

2. Pembiayaan Ar-Rum (Ar-Rahn Untuk Usaha Mikro Kecil), yaitu pembiayaan yang dikhususkan untuk UMKM (Unit Mikro Kecil Menengah) dengan obyek jaminan berupa BPKB (Bukti Pemilikan Kendaraan Bermotor).

3. Pembiayaan MULIA (Murabahah Logam Mulia untuk Investasi Abadi), yaitu penjualan logam mulia oleh Pegadaian kepada masyarakat secara tunai dan agunan dengan jangka waktu fleksibel.

C. Karakteristik Perum Pegadaian Syariah Cabang Pangkajenne

Sebagai sebuah perusahaan yang berfungsi melayani masyarakat, keberadaan pegadaian memiliki kekhususan yang berdampak pada pola operasionalnya. Kekhususan yang dimiliki oleh perum pegadaian terutama adalah:

a. Tidak memungut bunga dalam berbagai bentuk karena riba.

b. Menetapkan uang sebagai alat tukar bukan sebagai komoditas yang diperdagangkan.

c. Melakukan bisnis untuk memperoleh imbalan atas jasa dan atau bagi hasil.

Pegadaian syariah atau dikenal dengan istilah rahn, dalam pengoperasiannya menggunakan metode Fee Based Income (FBI) atau Mudharobah (bagi hasil). Karena nasabah dalam mempergunakan Mudharobah (bagi hasil). Karena nasabah dalam mempergunakan marhumbih (UP) mempunyai tujuan yang berbeda-beda misalnya untuk konsumsi, membayar uang sekolah atau tambahan modal kerja, penggunaan metode Mudharobah belum tepat pemakaiannya. Oleh karenanya, pegadaian menggunakan metode Fee Based Income (FBI).

d. Sebagai penerima gadai atau disebut Mutahim, penggadaian akan mendapatkan Surat Bukti Rahn (gadai) berikut dengan akad pinjam- meminjam yang disebut Akad Gadai Syariah dan Akad Sewa Tempat (Ijarah). Dalam akad gadai syariah disebutkan bila jangka waktu akad tidak diperpanjang maka penggadai menyetujui agunan (marhun) miliknya dijual oleh murtahin guna melunasi pinjaman. Sedangkan Akad Sewa Tempat (ijarah) merupakan kesepakatan antara penggadai dengan

penerima gadai untuk menyewa tempat untuk penyimpanan dan penerima gadai akan mengenakan jasa simpan.

D. Visi Perusahaan Perum Pegadaian Syariah Cabang Pangkajene.

Visi kedepan adalah menjadikan pegadaian sebagai “Champion

“dalam pembiayaan mikro dan kecil berbasis gadai dan fiducia bagi masyarakat menengah kebawah.

E. Misi perusahaan Perum Pegadaian Syariah Cabang Pangkajene.

Adapun misi dari pegadaian syariah adalah:

1. Membantu program pemerintah meningkatkan kesejahteraan rakyat khususnya golongan menengah kebawah.

2. Memberikan kredit permodalan berskala mikro, kecil dan menengah atas dasar hukum gadai dan fidusia.

Untuk mencapai visi dan misi perusahaan tersebut, maka Pegadaian Syariah Cabang Pangkep akan mengelola usaha dengan prinsip : “Memberikan Solusi Pendanaan Yang Cepat, Praktis Dan Menentramkan”.

BAB V

ANALISIS DATA DAN PEMBAHASAN

A. System Operational Procedure (SOP) proses Pembiayaan logam MULIA (Menggunakan Akad Murabahah dan Rahn) pada Perum Pegadaian Syariah Cabang Pangkajene:

Proses pembiayaan Logam Mulia pada perum pegadaian cabang Pangkajene memiliki Sistem Operasional Procedure (SOP) yaitu Nasabah yang datang kepegadaian syariah untuk membeli Logam MULIA langsung menemui petugas MULIA. Nasabah menanyakan petugas MULIA berapa harga Logam MULIA hari ini, karena harga Logam MULIA yang dijual di ANTAM (AnekaTambang) berubah setiap harinya. Setelah memberitahukan harga Logam MULIA hari ini, petugas akan melakukan simulasi perhitungan harga Logam MULIA yang akan dibeli oleh nasabah.

Setelah harga dari simulasi tersebut disetujui, maka petugas MULIA meminta nasabah untuk mengisi Form Pengajuan MULIA (MULIA-1). Setelah nasabah mengisi MULIA-1, petugas MULIA akan mengetikan data nasabah yang telah diisikan nasabah di MULIA-1. MULIA-1 yang telah diisi oleh nasabah segera diberikan oleh petugas MULIA kepada manajer untuk diverifikasi, setelah manajer setuju maka MULIA-1 tersebut diserahkan kembali petugas MULIA untuk meminta nasabah menandatangi MULIA-1 yang telah diisikan data diri nasabah dan spesifikasi Logam MULIA yang telah disetujui untuk dibeli oleh nasabah.

79

Setelah itu, nasabah membawa MULIA-1 ke kasir untuk melakukan pembayaran uang muka, atau pembayaran pembelian Logam MULIA secara tunai, jika dibeli secara tunai. Jika nasabah membayarkan pembelian Logam MULIA secara cicil, maka nasabah akan kembali lagi untuk membayarkan cicilan Logam MULIA yang dibayarkan setiap bulannya selama waktu yang telah ditentukan oleh nasabah tersebut.

Setelah nasabah melakukan pembayaran, baik uang muka maupun lunas, kasir akan membuat Surat Persetujuan Pembiayaan MULIA (MULIA-2) dan Bukti Pembayaran Uang Muka/Pelunasan MULIA(MULIA-3) dan kemudian dicetak. MULIA-2 dan MULIA-3 tersebut kemudian diserahkan kepada manajer untuk ditandatangani.

Setelah ditandatangani oleh manajer, MULIA-2 dan MULIA-3 juga ditandatangani oleh nasabah sebanyak 2 lembar. Lembar ke-1 MULIA-1 dan lembar ke-1 MULIA-2 diserahkan oleh kasir kepada nasabah untuk disimpan dan dibawa kembali ke kasir pada saat melakukan cicilan dan pengambilan Logam MULIA. Sedangkan lembar ke-2 MULIA-1 dan lembar ke-2 MULIA-2 diberikan kasir kepada petugas MULIA untuk ditindak lanjuti pada tahap pemesanan Logam MULIA. MULIA yang telah memiliki lembar ke-2 MULIA-1 dan lembar ke-2 MULIA-2 segera melakukan pemesanan Logam MULIA melalui fax ke KCDM (Kantor Cabang Penyalur MULIA). KCDM yang telah menerima lembar ke-2 MULIA-1 dan lembar ke-2 MULIA-2 segera melakukan pemesanan Logam MULIA langsung ke ANTAM, dan ANTAM akan segera mengirimkan Logam MULIA ke KCDM jika Logam MULIA pesanan sudah tersedia. KCDM

membuatkan Form Status Pemesanan Emas (MULIA-4) berdasarkan data yang telah didapat dari ANTAM.

Setelah itu, KCDM akan mengirimkan melalui fax. MULIA-4, lembar ke-2 MULIA-1dan lembar ke-2 MULIA-2 ke petugas MULIA untuk disimpan di arsip. Jika Logam MULIA pesanan sudah dikirim oleh ANTAM ke KCDM, KCDM akan mengirimkannya kepada petugas MULIA, lama maksimal ketersediaan Logam MULIA adalah 30 hari (1bulan) dalam hitungan kalender.

Nasabah yang telah melunasi pembayaran Logam MULIA dapat segera mengambil Logam MULIA pesanannya ke petugas MULIA, namun bagi yang belum lunas, harus melunasi cicilannya terlebih dahulu dan setelah lunas baru dapat menerima Logam MULIA pesanan nasabah tersebut.

Gambar 3. Analisis Sistem Berjalan

Sumber : Pedoman Opersional Gadai Syariah (POGS) 2010.

NASABAH

Petugas MULIA

Petugas MULIA dan NASABAH

PETUGAS MULAI DAN NASABAH

NASABAH

Petugas MULIA dan NASABAH petugas MULIA

dan Manager MANAGER

MANAGER DAN PETUGAS MULIA

Petugas MULIA dan NASABAH

NASABAH NASABAH

DAN KASIR

KASIR

KASIR DAN MANAGER

MANAGER

KASIR dan MANAGER KASIR

NASABAH

KASIR Dan Petugas MULIA Petugas MULIA

ANTAM

KCDM

KCDM

KCCM

KCDM

PETUGAS MULIA

NASABAH DAN PETUGAS MULIA

Nasabah

NASABAH

Menanyakan Simulasi Mulia Harga Simulasi disepakati Menyerahkan MULIA-1

Mengisi MULIA-1

Menyerahkan MULIA-1 Menyerahkan MULIA-1

Verifikasi MULIA-1 Menyerahkan hasilVerifikasi

Menyerahkan MULIA-1

Menandatangani MULIA-1

Memberikan MULIA-1 dan

Melakukan pembayaran Membuat MULIA-2

Dan MULIA-3

Menyerahkan MULIA-2 dan MULIA-3

Menandatangani MULIA-2 dan MULIA-3

Menyerahkan MULIA-2 dan MULIA-3 Menyerahkan Lembar 1 dari

MULIA-1 dan MULIA-2 Pembayaran Cicilan Perbulan

Penginputan Data Menyerahkan Lembar 2 Dari

MULIA-1 dan MULIA 2 Mengirim Lembar 2

MULIA-1 dan MULIA Menerima Lembar 2

MULIA-1 dan MULIA-2 Memesan Logam MULIA Mengirim Logam MULIA

Membuat MULIA-4

Mengirim Logam MULIA

Mengirim MULIA-4

Menerima MULIA-4

Menerima logam MULIA

Memberikan logam MULIA

Menyimpan lembar 2 MULIA-1 dan MULIA-2, MULIA-4

B. Pelaksanaan dan Prosedur Penerapan Akad Murabahah dan rahn (MULIA) pada Pegadaian Syariah Cabang Pangkajene

1. Pelaksanaan Pembiayaan dengan Akad Murabahah dan Rahn (MULIA) di Pegadaian Syariah Cabang Pangkep Menurut Hukum Islam.

Seperti halnya pegadaian konvensional, pelaksanaan pegadaian syariah juga menyalurkan uang pinjaman dengan jaminan barang bergerak. Prosedur untuk memperoleh kredit gadai syariah sangat sederhana, masyarakat hanya menunjukkan bukti identitas diri dan barang bergerak sebagai jaminan, uang pinjaman dapat diperoleh dalam waktu yang tidak relatif lama (kurang lebih 15 menit saja). Begitupun untuk melunasi pinjaman, nasabah cukup dengan menyerahkan sejumlah uang dan surat bukti rahn saja dengan waktu proses yang juga singkat.

Operasional pegadaian syariah menggambarkan hubungan di antara nasabah dan pegadaian. Adapun teknis operasional pegadaian syariah adalah sebagai berikut:

1. Nasabah menjaminkan barang kepada pegadaian syariah untuk mendapatkan pembiayaan. Kemudian pegadaian menaksir barang jaminan untuk dijadikan dasar dalam memberikan pembiayaan.

2. Pegadaian syariah dan nasabah menyetujui akad gadai. Akad ini mengenai berbagai hal, seperti kesepakatan biaya gadaian, jatuh tempo gadai dan sebagainya.

3. Pegadaian syariah menerima biaya gadai, seperti biaya penitipan, biaya pemeliharaan, penjagaan dan biaya penaksiran yang dibayar pada awal transaksi oleh nasabah.

4. Nasabah menebus barang yang digadaikan setelah jatuh tempoh.

Penghitungan Tarif Jasa Simpanan.

No. Jenis Simpanan Tarif jasa simpanan.

1. Emas dan Berlian Taksiran/Rp. 10.000 x Rp. 90 x jangka waktu/ 10 hari.

2. Elektronik, mesin jahit, Taksiran/Rp. 10.000 x Rp. 95 x jangka waktu/ 10 hari dan peralatan rumah tangga.

3. Kendaraan bermotor Taksiran/Rp. 10.000 x Rp. 100 x jangka waktu/ 10 hari.

Teknis pelaksanaan kegiatan pegadaian syariah adalah sebagai berikut:

1. Jenis barang yang digadaikan.

a. Perhiasan : emas, perak, intan, mutiara dan sejenisnya.

b. Alat-alat rumah tangga, dapur, makan-minum, kebun, dan sejenisnya.

c. Kendaraan seperti : sepeda ontel, motor, mobil, dan sebagainya.

2. Biaya-biaya.

a. Biaya administrasi pinjaman.

Untuk transaksi pinjaman ditetapkan sebesar Rp. 50,- untuk setiap kelipatan pinjaman Rp. 5000,-. Biaya ini hanya dikenakan 1 kali di awal akad.

b. Jasa simpanan.

Besarnya tarif ditentukan oleh : 1) Nilai taksiran barang.

2) Jangka waktu ditetapkan 90 hari dengan.

3) Perhitungan simpanan setiap kelipatan 5 hari. Berlaku pembulatan ke atas (1-4 hari dianggap 5 hari).

3. Sistem cicilan atau perpanjangan.

Nasabah (rahin) dapat melakukan cicilan dengan jangka waktu 4 bulan.

Jika belum dapat melunasi dalam waktu tersebut, maka rahin dapat mengajukan permohonan serta menyelesaikan biayanya. Lamanya waktu perpanjangan adalah ± 4 bulan. Jika nasabah masih belum dapat mengembalikan pinjamannya, maka marhun tidak dapat diambil.

4. Ketentuan pelunasan pinjaman dan pengambilan barang gadai:

Gol Besarnya Taksiran Nilai Taksiran Biaya Tarif Jasa Kelipatan.

Administrasi Simpanan.

a. Rp. 100.000 - Rp. 500.000 > Rp. 510.000.

b. Rp. 510.000 - Rp 1.000.000 > Rp. 1.050.000.

c. Rp. 1.050.000 - Rp. 5.000.000 > Rp. 5.050.000.

d. Rp. 5.050.000 – Rp. 10.000.000 > Rp10.050.000.

e. Rp. 10.050.000 > Rp. 10.050.000.

Persyaratan:

a. Menyerahkan copy KTP atau identitas resmi lainnya.

b. menyerahkan barang sebagai jaminan (emas, berlian, elektronik, kendaraan bermotor, dan lain-lain).

c. Untuk kendaraan bermotor menyerahkan BPKB dan copy STNK.

d. Mengisi formulir permintaan pinjaman.

e. Menandatangani akad.

Metode Penghitungan Gadai Syariah.

Ketentuan :

a. Harga dasar emas : Rp. 380.000/ gram.

b. Karatase emas : 10 karat s.d 24 karat.

c. Biaya pemeliharaan : (dilihat dari besarnya pembiayaan).

1. Rp 20.000 – Rp 150.000 = Rp 45,- 2. Rp 151.000 – Rp. 500.000 = Rp 73,- 3. Rp 501.000 – Rp 1.000.000 = Rp 79,- 4. RP 1.005.000 – Rp 5.000.000 = Rp 79,- 5. Rp 5.010.000 – Rp 10.000.000 = Rp 79,- 6. Rp 10.050.000 – Rp 20.000.000 = Rp 79,- 7. Rp 20.100.000 – Rp 50.000.000 = Rp 62,- 8. Rp 50.100.000 – Rp 200.000.000 = Rp 62,- d. Maksimum pembiayaan: 91% untuk perhiasan.

Biaya-biaya:

a. Administrasi: (dilihat dari besarnya pembiayaan).

1. Rp 20.000 – Rp 150.000 = Rp 1.000.

2. Rp 151.000 – Rp 500.000 = Rp 3.000.

3. Rp 501.000 – Rp 1.000.000 = Rp 8.000.

4. Rp 1.005.000 – Rp 5.000.000 = Rp 15.000.

5. Rp 5.010.000 – Rp 10.000.000 = Rp 25.000.

6. Rp 10.050.000 – Rp 20.000.000 = Rp 40.000.

7. Rp 20.100.000 – Rp 50.000.000 = Rp 60.000.

8. Rp 50.100.000 – Rp 200.000.000 = Rp 100.000 b. Pemeliharaan: .

Pelunasan : Pembiayaan + biaya pemeliharaan.

Diketahui:

 Harga dasar emas : Rp 380.000,-

 Administrasi : Rp 40.000,-

 Maksimum pembiayaan : 91% x harga taksiran

 Biaya pemeliharaan : Rp 79,- Penghitungan:

 Harga taksiran : RP 19.000.000,-

 Maksimum pembiayaan : 91% x Rp 19.000.000 = Rp 17.290.000,-

 Biaya pemeliharaan : Rp 79,-

 Pelunasan : Rp 17.290.000 + Rp 1.801.200 : Rp 19.091.200,-

C. Prosedur Transaksi Sistem Gadai Syariah dengan Menggunakan akad murabahah dan Rahn ( MULIA).

a. Pembelian Batangan Logam Mulia Emas.

Pembelian emas dilakukan oleh PERUM pegadaian yanng diwaliki oleh kantor Cabang Syariah Disrtibutor MULIA (KCDM) kepada pemasok. Ada dua pendekatan dalam hal pembelian emas kepemasok:

1. Pendekatan berdasarkan pemesanan dari KCPM.

KCDM melakukan pembelian emas kepemasok berdasarkan pemesanan dari KCPM dibuktikan dengan adanya fax Mulia-3 (bukti pembayaran uang pembelian emas) atau data dari sysmulia by web.

2. Pendekatan berdasarkan Data Historis Omset Mulia.

KCDM melakukan pembelian ke pemasok berdasarkan Data Historis Omset Mulia dan berdasarkan surat izin dari Jenderal Manajer usaha syariah.

Berikut rincian prosedur pembelian emas :

1. Setiap hari petugas Mulia KCDM harus mengecek pemesanan-pemesanan yang belum dapat direalisasikan dan pemesanan yang telah direalisasikan.

Penerimaan Form Mulia-3 dari KCPM merupakan dasar pembelian emas ke PT. Antam. Setelah penerimaan form Mulia-3, penyimpan KCDM harus melakukan pengiriman form Mulia-4 paling lambat 1 hari setelah form Mulia-3 diterima.

2. Berdasarkan pemesanan-pemesanan petugas Mulia KCDM yang belum direalisasikan yang dilihat dari sysMulia byWeb atau pemesanan yang belum direalisasi by Fax maka petugas Mulia melakukan pemesanan ke pemasok dengan menggunakan form Mulia-5.

3. Form Mulia-5 dilampirkan dengan data-data yang mendukung untuk pembelian emas logan Mulia dan diberikan kepada Manajer Cabang.

4. Menerima fisik emas dari pemasok dan pembukuan pada buku gudang.

5. Membukukan pada buku Gudang penerimaan fisik emas dan Manajer Cabang KCDM menerima form Mulia-5 dan memverifikasi data pendukung untuk pembelian emas ke pemasok.

6. Manajer Cabang KCDM menandatangani form Mulia-5.

7. Manajer Cabang KCDM mendistribusikan form Mulia-5 ke bagian terkait.

8. Kasir menerima form Mulia-5 dan menverifikasi data pendukung untuk pembelian emas.

9. Kasir melakukan pembayaran ke Rekening pemasok. Dan Kasir Mengkonfirmasi kepada pemasok tentang bukti setoran dan Purchase Order bersama penyimpan.

b. Pemesanan Emas Logam Mulia.

Pemesanan emas logam Mulia dilakukan oleh kantor cabang pelaksan Mulia (KCPM) dengan menggunakan sisMULIA byWeb atau menggunakan form pemesanan Mulia (by fax) berdasarkan form aplikasi Mulia yang telah diisi oleh calon nasabah. Proses pemesanan emas logam Mulia ini dilakukan oleh Perum Pegadaian karena karakteristik produk emas logam Mulia berbeda dengan komoditi atau barang dagangan lainnya. Perbedaan yang paling signifikan adalah pada harga. Harga emas sangat fluktuatif, karena emas merupakan muara dari harga-harga komoditi lainnya. Untuk menghindari adanya lost/kerugian karena fluktuasi harga emas maka dibuatkan suatu proses pemesanan emas sehingga stock/persediaan emas di kantor pusat sesuai dengan kebutuhan nasabah Mulia.

Dalam prosedur ini juga Manajer Cabang harus melakukan verifikasi atas data

Dalam dokumen SKRIPSI - Universitas Muhammadiyah Makassar (Halaman 80-85)

Dokumen terkait