During social mapping in the areas surrounding the company’s operational areas directly affected, Pupuk Kaltim also strives to identify specific and inclusive problems encountered and take mitigating steps. Specific problems refer to various structural problems caused by systemic factors. Some of the social, economic, and environmental issues encountered and mitigation steps taken include:
1. Isu Sosial
Kenakalan remaja di wilayah sekitar perusahaan sudah termasuk ke dalam isu prioritas. Jika tidak ditangani secara serius, persoalan kenakalan remaja ini akan terus berlanjut ke masa mendatang dan menjadi masalah bersama di lingkungan masyarakat . Akibatnya akan merusak generasi di masa mendatang. Maka dari itu perlu ada penanganan khusus berupa pelatihan usaha yang diberikan kepada generasi muda dalam rangka meningkatkan kemandirian ekonomi.
2. Isu Ekonomi
Kegiatan operasional Perusahaan idealnya mampu melibatkan masyarakat lokal, dengan oleh karena itu perusahaan pun turut berkontribusi dalam memberikan lapangan pekerjaan untuk masyarakat lokal Bontang. Sebagai perwujudan kepedulian pada peningkatan Sumber Daya Manusia (SDM) masyarakat lokal, sejak tahun 2018 hingga saat ini Pupuk Kaltim bermitra dengan Lembaga Kursus dan Pelatihan(LKP) binaan dalam membuat program penyiapan tenaga kerja bagi masyarakat sekitar perusahaan. Dalam pelaksanaannya, Pupuk Kaltim melibatkan LKP Suvi Training yang bergerak di bidang administrasi perkantoran, LKP BBEC (bidang food and baverage), LKP Sasana Widya (bidang pengelasan), dan LKP Ayulia (bidang tata busana).
Sasaran program penyiapan tenaga kerja Pupuk Kaltim pada periode 2018-2023 berfokus pada pelatihan, sertifikasi, dan pemagangan. Jenis pelatihan yang dilaksanakan merupakan hasil dari identifikasi kebutuhan tenaga kerja yang dilakukan bersama-sama dengan Dinas Ketenagakerjaan dan perusahaan- perusahaan di Kota Bontang.
Berkaitan dengan operasional perusahaan, Pupuk Kaltim telah memberikan kesempatan berupa pelatihan, sertifikasi ahli K3 umum, barista, sertifikasi welder, food and beverage, dan barbershop. Tujuan kegiatan ini adalah mempersiapkan masyarakat Bontang khususnya yang belum memiliki pekerjaan agar mendapatkan pekerjaan ataupun menjadi wirausahawan.
Selain mendapatkan pelatihan dan sertifikasi, peserta juga berkesempatan untuk melaksanakan magang di Pupuk Kaltim.
Peserta magang Pupuk Kaltim yang dinilai kompeten selanjutnya berkesempatan untuk dijadikan karyawan non-organik.
1. ● Social Issues
Youth delinquency in the areas around the company is considered a serious issue. If not addressed seriously, this issue will continue into the future and become even larger. Consequently, it will damage future generations. Therefore, special handling is needed, such as drug awareness campaigns, case handling, mentoring, and counseling. Additionally, another social issue is the prevalence of Domestic Violence (DV). Forms of violence include physical, psychological, and sexual violence rooted in gender-based issues. As a result of DV, the divorce rate in the city of Bontang is quite high.
2. ● Economic Issues
Ideally, operational activities should involve the local community, and with such policies, the Company contributes to providing employment opportunities for the local community in Bontang.
As part of the concern for enhancing Human Resources (HR) in the local community, since 2018, Pupuk Kaltim has partnered with LKP (Training Institutions) under Pupuk Kaltim to create workforce preparation programs for the surrounding communities.
In its implementation, Pupuk Kaltim involves LKP Suvi Training (office administration), LKP BBEC (food and beverage), LKP Sasana Widya (welding), and LKP Ayulia (fashion design). The target of Pupuk Kaltim’s workforce preparation program from 2018 to 2023 is the community of Bontang, focusing on training, certification, and apprenticeships. The training provided is based on the identified workforce needs done jointly with the Manpower Office and companies in Bontang.
In relation to the Company’s operations, Pupuk Kaltim has provided opportunities for training and certification in general OHS expertise, barista, welding certification, food and beverage, and barbershop. The goal of these activities is to prepare the people of Bontang, especially those who are unemployed, to find employment or become entrepreneurs. In addition to receiving training and certification, participants also have the opportunity to intern at Pupuk Kaltim. Interns who are deemed competent by Pupuk Kaltim have the opportunity to be hired as non-organic employees. The impact of the workforce preparation program can be measured by the number of interns who become non- organic employees at Pupuk Kaltim.
3. Isu Lingkungan
Penerapan Perilaku Hidup Bersih Sehat (PHBS) yang kurang baik terutama perilaku mengelola sampah dan buang air. Sebagian masyarakat masih membuang sampah secara sembarangan, terutama mereka yang hidup di kawasan gang-gang sempit.
Salah satu penyebabnya adalah keterbatasan sarana tempat sampah dan sistem penjemputan sampah. Bagi mereka yang hidup di atas laut bahkan membuang sampah rumah tangga sekaligus melakukan aktivitas buang air langsung ke laut. Hal ini tentunya menyebabkan pencemaran lingkungan yang serius.
Kedua, adalah adanya isu masalah lingkungan yang berasal dari aktivitas produksi Perusahaan, di antaranya bau amoniak, mengingat banyaknya industri sejenis yang berdiri dalam satu kawasan. Pada isu ini, Pupuk Kaltim menanganinya dengan membuka call center keluhan aroma amoniak, pengukuran kualitas udara lingkungan secara berkala dan program kesehatan gratis berkala bagi masyarakat terdampak.
Masalah lain yang harus ditangani secara spesifik adalah banjir, mengingat wilayah pelaksanaan program memang terletak di wilayah rawan banjir. Untuk menanggulanginya, Pupuk Kaltim memasang peralatan Automatic Water Level Record (AWLR), alat yang dapat mengkur level ketinggian air.
Secara garis besar alat ini terdiri dari empat bagian hardware: 1) Sensor, 2) Controller, 3) Catu Daya, 4) Frame Support. Hardware tersebut kemudian menyalurkan data yang telah rekam menuju server. Untuk mempermudah masyarakat membaca data tersebut, Pupuk Kaltim menciptakan software/ aplikasi Iam Aren. Aplikasi tersebut dapat dijalankan pada smartphone Android, terbagi atas 3 klasifikasi kondisi: aman berwarna hijau, Waspada berwarna kuning dan Bahaya berwarna merah. Selain itu, juga terdapat informasi dan penjelasan ketinggian air sungai dalam satuan meter beserta history beberapa hari terakhir. Inovasi ini meskipun bukan untuk mencegah terjadinya banjir, tetapi dapat menekan kerugian yang ditimbulkan akibatnya.
3. ● Environmental Issues
Poor implementation of Clean and Healthy Living Behavior (PHBS), especially in waste management and sanitation. Some people still dispose of waste improperly, especially those living in narrow alleys. One of the reasons is the lack of waste disposal facilities and waste collection systems. For those living above the sea, they dispose of household waste and directly defecate into the sea. This results in serious environmental pollution.
Another issue is environmental problems arising from the Company’s production activities, including the smell of ammonia, given the presence of many similar industries in one area. To address this issue, Pupuk Kaltim has opened an ammonia odor complaint call center, regularly measures the quality of environmental air, and provides free periodic health programs for affected communities.
Another specific issue that needs to be addressed is flooding, given that the program implementation area is located in a flood-prone area. To mitigate this, Pupuk Kaltim has installed Automatic Water Level Record (AWLR) equipment, a device that measures water levels.
In essence, this device consists of four hardware parts: 1) Sensor, 2) Controller, 3) Power Supply, 4) Frame Support. This hardware then delivers the recorded data to a server. To facilitate public access to this data, Pupuk Kaltim has created the Iam Aren software/application. This application can be run on Android smartphones, divided into 3 classifications of conditions: safe (green), caution (yellow), and danger (red). Additionally, it provides information and explanations of river water levels in meters along with the history of the last few days. While this innovation may not prevent flooding, it can reduce the losses incurred.
Rencana Program Comdev Pupuk Kaltim disusun dengan mempertimbangkan berbagai hal seperti: menggambarkan arah yang jelas tentang kondisi masa depan yang ingin dicapai, menjawab permasalahan/isu strategis di lingkungan masyarakat, sejalan dengan visi dan misi Perusahaan, dan sejalan dengan visi dan misi Pemerintah Kota Bontang yang termanifestasikan dalam dokumen Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD), dan Rencana Pembangunan Jangka Panjang Daerah (RPJPD) Kota Bontang.
Sistematika penyusunan rencana program mengacu pada konsep UN Global Compact, yaitu: commit, assess, define, implement, measure, dan communicate, yang mencakup tahapan-tahapan sebagai berikut;
1. Melakukan penelitian awal, yakni pemetaan sosial. Hasil kegiatan pemetaan sosial merupakan kumpulan dokumen penelitian yang mencakup masalah sosial. Masalah sosial ditelaah dari berbagai aspek kehidupan, mencakup di antaranya permasalahan sumber daya alam, sumber daya manusia, sumber daya ekonomi, modal sosial, dan lain sebagainya.
2. Stakeholders Engagement atau Stakeholders Analysis (SA).
Penelitian ini ditujukan untuk mendapatkan informasi tentang:
a. Jejaring sosial antara indvidu atau kelompok yang memiliki kepentingan terhadap isu dan program pengembangan sosial kemasyarakatan.
b. Setiap indvidu atau kelompok memiliki derajat kepentingan terhadap satu atau lebih dan memiliki kewenangan terkait pengambilan keputusan terhadap isu tersebut.
c. Analisis terhadap individu atau kelompok yang dikaitkan dengan isu dan tujuan program pengembangan masyarakat Perusahaan.
3. Sustainable Livelihood (SL). Terdiri atas:
a. Social Capital (SC) b. Human Capital (HC) c. Physical Capital (PC) d. Natural Capital (NC) e. Financial Capital (FC)
Tahapan selanjutnya adalah membuat Rencana Strategis (Renstra) yang biasa berlaku selama maksimal lima tahun, diikuti dengan penyusunan Rencana Kerja (Renja) dalam satu tahun. Pada dasarnya Pupuk Kaltim mengelompokkan program pengembangan sosial kemasyarakatan ke dalam empat kelompok besar yakni: Community Development, Capacity Building, Infrastructure, dan Charity.