• Tidak ada hasil yang ditemukan

Sentuhan dengan emosi tertentu dapat mengomunikasikan: kasih sayang, takut, marah, bercanda, dan tanpa perhatian. Bau-bauan, terutama yang menyenangkan (wewangian) telah berabad-abad digunakan orang, juga untuk menyampaikan pesan –menandai wilayah mereka, mengidentifikasikan keadaan emosional, pencitraan, dan menarik lawan jenis.

Pembagian tersebut dapat diringkas dalam gambar berikut.

Gambar ini akan membantu kita memahami pembagian dari klasifikasi pesan nonverbal tersebut.

antara satu komponen komunikasi dengan komponen lainnya.

Menurut Deutsch (1966) ada empat fungsi model, yaitu:

1. Organizing function, mengorganisasikan (kemiripan data dan hubungan) yang tadinya tidak teramati. Suatu modelSuatu model memberi gambaran umum suatu keadaan tertentu yangkeadaan tertentu yang berbeda.

2. Explaining, menunjukkan fakta-fakta dan metode baru yang tidak diketahui (heuristik)

3. To predict, sebuah model memungkinkan kita untuk memprediksi outcome atau keadaan dari suatu peristiwa.

4. Mengukur fenomena (pengukuran)

Menurut Wiseman & BarkerWiseman & Barker, ada tiga fungsi model, yaitu;

1. Melukiskan proses komunikasi.

2. Menunjukkan hubungan visual

3. Membantu dalam menemukan dan memperbaiki kemacetan komunikasi

Berikut adalah beberapa model komunikasivi: a. Stimulus response

Stimulus

f g

Respons

Model tersebut merupakan model komunikasi paling dasar.

Komunikasi sebagai proses aksi-reaksi yang sangat sederhana.

Sebagai contoh ketika seorang yang Anda kagumi tersenyum kepada Anda, maka Anda akan membalas senyumannya. Tokoh yang Anda kagumi memberikan stumulus berupa senyuman sedangkan Anda memberikan respons dalam bentuk senyum balasan.

b. Model Aristoteles

Sumber: Mulyana, (2011:145-146)

Model ini diungkapkan oleh filosof Yunani bernama Aristoteles. Komunikasi terjadi ketika seorang pembicara menyampaikan materi pembicaraannya kepada khalayak dalam upaya mengubah sikap mereka. Aristoteles mengungkapkan bahwa tiga unsur dasar dari komunikasi adalah pembicara, pesan, dan pendengar. Model Aristoteles memfokuskan pada komunikasi retoris atau pidato. Komunikasi ini bersifat satu arah dari pembicara kepada pendengar. Sebagai contoh ketika masa kampanye pemilihan umum, seorang juru kampanye di atas panggung menyampaikan beragam program. Di lapangan sekelompok masyarakat mendengarkan pidato tersebut.

c. Lasswell

Model ini dikemukakan oleh Harold Lasswell pada tahun 1948. Laswell mengungkapkan tiga fungsi komunikasi, yaitu Pertama, pengawasan lingkungan yang mengingatkan anggota-anggota masyarakat akan bahaya dan peluang dalam lingkungan. Kedua, korelasi berbagai bagian dalam masyarakat yang merespons lingkungan. Ketiga, mewariskan nilai dari satu generasi ke generasi lain.

Model Lasswell muncul dalam ungkapan:

Who : siapa yang berbicara

Say what : materi apa yang disampaikan

In which channel : saluran atau media apa yang digunakan To whom : siapa yang dituju

With what effect : pengaruh apa yang dihasilkan

Ketua RT berbicara kepada warga tentang pentingnya menjaga kebersihan sungai. Kebersihan sungai akan membantu mengatasi banjir. Isi pesan yang diungkapkan ketua RT ditindaklanjuti dengan kerja bakti untuk membersihkan sungai sehingga lingkungan menjadi lebih aman dari banjir. Dalam contoh tersebut, who: adalah ketua RT yang berbicara kepada warganya, Say What: isi pesan yang disampaikan tentang pentingnya menjaga kebersihan sungai. In which channel:

adalah saluran langsung yang digunakan yaitu tatap muka dalam pertemuan RT. To whom: pesan ditujukan kepada masyarakat dalam lingkungan RT tersebut. With what effect: masyarakat mengikuti arahan dari ketua RT dengan melakukan kerja bakti.

d. Shannon dan Weaver

Sumber: Mulyana, (2011:149)

Model ini membahas tentang masalah dalam mengirim pesan berdasarkan tingkat kecermatannya. Model ini mengandaikan sebuah sumber daya informasi (source information) yang menciptakan sebuah pesan (message) dan mengirimnya dengan suatu saluran (channel) kepada penerima (receiver) yang kemudian membuat ulang (recreate) pesan tersebut. Dengan kata lain, model ini mengasumsikan bahwa sumberdaya informasi menciptakan pesan dari seperangkat pesan yang tersedia. Pemancar (transmitter) mengubah pesan menjadi sinyal yang sesuai dengan saluran yang dipakai. Saluran adalah media yang mengirim tanda dari pemancar kepada penerima. Di dalam percakapan, sumber informasi adalah otak, pemancar adalah suara yang menciptakan tanda yang dipancarkan oleh udara. Penerima adalah mekanisme pendengaran yang kemudian merekonstruksi pesan dari tanda itu.

Tujuannya adalah otak si penerima.

e. Schramm

Sumber: Mulyana, (2011:152)

Komunikasi dianggap sebagai interaksi dengan kedua pihak yang menyandi (encode) - menafsirkan (interpret) - menyandi ulang (decode) - mentransmisikan (transmit) - dan menerima sinyal (signal). Schramm berpikir bahwa komunikasi selalu membutuhkan setidaknya tiga unsur: sumber (source), pesan (message), dan tujuan (destination).

Sumber dapat menyandi pesan, dan tujuan dapat menyandi balik pesan, tergantung dari pengalaman mereka masing- masing. Jika kedua lingkaran itu mempunyai daerah yang sama, maka komunikasi menjadi mudah. Makin besar daerahnya akan berpengaruh pada daerah pengalaman (field of experience) yang dimiliki oleh keduanya. Menurut Schramm, setiap orang di dalam proses komunikasi sangat jelas menjadi encoder dan decoder.

Kita secara konstant menyandi ulang tanda dari lingkungan kita, menafsirkan tanda itu, dan menyandi sesuatu sebagai hasilnya.

Proses kembali di dalam model ini disebut feedback, yang memainkan peran penting dalam komunikasi. Karena hal ini membuat kita tahu bagaimana pesan kita ditafsirkan.

Sebagai contoh A berbicara kepada B tentang tempat wisata Monas di Jakarta yang baru saja dikunjunginya. Si A bercerita dengan semangat tentang kondisi Monas. Ternyata si B juga pernah berwisata ke Monas sehingga pembicaraan mereka bisa saling melengkapi. Dalam percakapan tersebut si A dan B memiliki field of experience (latar belakang pengalaman) yang sama. Mereka pernah berwisata ke Monas sehingga bisa bercerita secara aktif. Kondisi percakapan aktif tersebut bisa tidak terwujud jika salah satu belum pernah berwisata ke Monas.

Pada intinya model ini menggambarkan bahwa proses komunikasi berjalan secara bergantian. Salah satu pihak terkadang menjadi

pembicara atau penyampai pesan. Terkadang dia juga bisa menjadi pendengar.

f. Newcomb

Sumber: Mulyana, (2011: 154)

Theodore Newcomb (1953) melihat komunikasi dari pandangan sosial psokologi. Model ini juga dikenal dengan nama model ABX. Model ini menggambarkan bahwa seseorang (A) mengirim informasi kepada orang lain (B) tentang sesuatu (X). Model ini mengasumsikan bahwa orientasi A ke B atau ke X tergantung dari mereka masing-masing.

g. Westley dan Maclean

Model ini berbicara dalam dua konteks, komunikasi interpersonal (antarpribadi) dan massa. Perbedaan yang paling penting di antara komunikasi interpersonal dan massa adalah pada umpan balik (feedback). Di interpersonal, umpan balik berlangsung cepat dan langsung, sedang di komunikasi massa, umpan baliknya bersifat tidak langsung dan lambat.

Contoh, ketika terjadi komunikasi dua orang teman di sekolah maka bentuknya adalah komunikasi antarpribadi.

Masing-masing bisa langsung memberikan tanggapan (umpan balik) terhadap ucapan teman lainnya. Perbedaannya dengan komunikasi massa yang menggunakan media seperti koran dan televisi, proses tanggapan yang diberikan tidak bersifat langsung. Ketika sebuah berita muncul di televisi, pemirsa tidak bisa secara langsung menanggapi. Setidaknya pemirsa harus menelepon ke pihak televisi untuk mendapatkan kesempatan memberi tanggapan. Jika komunikasi dilakukan antarpribadi maka kesempatan untuk memberikan tanggapan bisa dilakukan secara langsung.

Karena itu komunikasi antarpribadi lebih banyak digunakan untuk menyampaikan pesan-pesan yang bersifat pribadi dan membutuhkan tanggapan secara langsung. Apabila pesan komunikasi ditujukan kepada masyarakat dalam jumlah besar, maka pilihan yang tepat adalah menggunakan komunikasi massa.

Sebagai contoh pemerintah bermaksud memberikan informasi tentang kenaikan harga Bahan Bakar Minyak (BBM). Pilihan menggunakan televisi atau surat kabar akan lebih efektif. Melalui media massa, pesan tersebut bisa disampaikan kepada masyarakat dengan cepat dan menjangkau jumlah yang banyak.