BAB II MODEL PEMBERITAAN ISLAM MODERAT
B. Model Pemberitaan Islam Moderat Pada Media Online
Berdasarkan model di atas, masyarakat adalah obyek sasaran dari ideologi keislaman yang moderat perspektif Nahdlatul Wathan. Setiap pemberitaan yang dilakukan oleh Suara Rinjani News maupun NW Online yang memiliki unsur-unsur Islam Moderat kemudain akan diteliti model-model pemberitaannya dan apa prinsip- prinsip yang dilakukan dalam melakukan pemberitaan. Sedangkan isi pada setiap teks dan retorika yang ada di dalam pemberitaan terkait penyebaran Islam Moderat di media Online Nahdlatul Wathan tersebut akan dianalisis menggunakan wacana kritis Van Dijk, yakni berupa analisis teks pemberitaan, analisis retorika berupa analisis struktur teks (konteks), analisis kognisi sosial, dan analisis sosial.
1) Pemberitaan pada hari Senin tanggal 17 Januari 2021 dengan judul” Media Diharapkan Terus Membawa Pesan Moral Tangkal Hoaks”.82 Pemilihan judul yang dilakukan oleh suara rinjani news sarat dengan pemberitaan Islam Moderat.
Pemberitaan yang dipublikasikan kepada publik ini menjelaskan secara panjang lebar peran media dalam membawa kabar kebaikan kepada pembaca atau publik dengan menghadirkan narasumber yang jelas yakni Kepala Biro Administrasi Pimpinan Setda NTB, Najamuddin Amy., S.Sos, M.Si sebagai perwakilan Gubernur NTB. Pemberitaan ini diliput di Senggigi pada hari Sabtu, 16 Januari 2021.
Pemberitaannya di tayangkan pada tanggal 17 Januari 2021. Dalam melakukan pemberitaan media online ini menggunakan bahasa keseharian yang sangat mudah dipahami oleh para pembaca, misalkan sebagai mana yang tertulis pada pemberitaan yang mengatakan
Ada empat akhlak yang dicontohkan rasul, akhlak kepada Allah, akhlak kepada orang tua, akhlak kepada sesama dan akhlak kepada lingkungan. Suara Rinjani ini ramah kepada lingkungan, wartawan Suara Rinjani membawa pesan-pesan yang ramah lingkungan,” Ia menambahkan bahwa membawa pesan moral, pesan yang baik bagi bangsa adalah salah satu bagian dari tugas mulia seorang jurnalis.
Dengan membawa pesan-pesan yang baik, lanjutnya, hal tersebut bisa mendatangkan manfaat yang banyak, baik bagi media itu sendiri maupun orang atau kelompok orang yang mendapatkan pesan baik tersebut.83
2) Pemberitaan pada tanggal 28 Januari 2021 dengan judul “Manfaatkan Teknologi Digital, NW Menuju Organisasi Modern.”84 Melalui pemilihan judul yang dilakukan oleh media suara rinjani news yakni memanfaatkan teknologi digital menjadikan pemberitaan ini masuk ke dalam kategori pemberitaan Islam Moderat yakni pada poin Tathawur wa Ibtikar (dinamis dan inovatif) yaitu: selalu terbuka untuk melakukan perubahan-perubahan dan menciptakan hal-hal baru sesuai dengan kebutuhan zaman demi kemaslahatan umat manusia. Peliputan berita ini dilakukan di Mataram pada tanggal 27 Januari 2021. Sedangkan penayangnnya dilakukan pada tanggal 28 Januari 2021. Adapun narasumer yang digunakan adalah Ketua Umum PBNW yakni RTGB KH Zainudin Atsani, sebagai tokoh sentral di dalam organisasi Nahdlatul Wathan. Dalam melakukan pemberitaan, media online suararinjaninews
82 Google, https://suararinjaninews.co.id/?p=14635. Diakses pada Agustus 2021
83Sebagian redaksi SR, “Media Diharapkan Terus Membawa Pesan Moral Tangkal Hoaks”, diakses pada 10 Januari 2021 pada https://suararinjaninews.co.id/?p=14635
84 Google, https://suararinjaninews.co.id/?p= 14761. Diakses pada Juni 2021
menggunakan Bahasa yang sangat mudah dipahamai oleh pembaca dengan isi yang sangat mendalam dan runut mengenai memanfaatkan teknologi terbaru yakni teknologi digital. Hal ini terlihat dengan jelas di dalam teks berita seperti;
Syaikhuna Tuan Guru Bajang KH Muhammad Zainuddin Atsani mengatakan, Nahdlathul Wathan (NW) akan mengoptimalkan pemanfaatan teknologi digital dalam kiprah pembangunan ke depan. Selain merupakan adaptasi terhadap perkembangan teknologi, hal ini juga dilakukan untuk pengelolaan organisasi modern. “Kita akan optimalkan teknologi digital menuju NW yang lebih maju, modern, dan transparans,” Pemanfaatan teknologi digital akan dilakukan dengan pembangunan website official dan aplikasi pendukung lainnya.
Pemanfaatan teknologi digital, papar Rektor IAIH NW Lotim ini, jua merupakan upaya NW untuk lebih memaksimalkan fungsi dakwah, pengembangan ekonomi, pendidikan, dan kesejahteraan ummat.Ada banyak hal yang bisa dikembangkan dalam digitalisasi ini. Misalnya saja, membangun sebuah sistem kewirausahaan dan penguatan ekonomi bagi jamaah dan alumni- alumni madrasah NW.85
3) Pemberitaan pada hari Senin tanggal 1 Februari 2021 dengan judul “Wabup Hadiri Doa Bersama Masyarakat Adat Sasak.”86 Setelah membaca isi pada pemberitaan ini baru didapatkan bahwa pemberitaan ini memiliki unsur Islam Moderat. Dalam melakukan pemberitaan, media suara rinjani news menggunakan Bahasa yang sangat mudah untuk dipahami oleh pembaca. Isi yang sangat mendalam sebagai landasan awal pelaksanaan do’a bersama. Untuk memperkuat pemberitaan, suara rinjani news menggunakan narasumber yang digunakan dari beberapa tokoh baik adat, tokoh masyarakat dan pejabat yang ada di NTB dan Lombok Timur yakni Sekda Prov.
NTB Drs. H. Lalu Gita Ariadi, M.Si, Kabinda NTB, Kajati, Kapolres Lotim, Perwakilan Kodim 1615/Lombok Timur, Camat Sembalun, Kepala Desa, para sesepuh, 44 penghulu gunung, kiyai, pemangku, dan toak lokak. Inti dari pemberitaan yang diliput pada tanggal 1 Februari 2021 ini terdapat pada paragraf terakhir dari pemberitaan yakni do’a adat bertujuan untuk melestarikan adat, budaya gotong royong masyarakat sasak dan sebagai wadah silaturrahim.87
4) Pemberitaan pada hari Minggu tanggal 25 Februari 2021 pada web https://suararinjaninews.co.id/?p=15056 dengan judul “Gelar Webinar
85Sebagian redaksi SR, “Manfaatkan Teknologi Digital, NW Menuju Organisasi Modern.”, dikutip pada 10 Juni 2021 pada https://suararinjaninews.co.id/?p= 14761
86 Google, https://suararinjaninews.co.id/?p= 14805. Diakses pada Juni 2021
87 https://suararinjaninews.co.id/?p=14805 diakses pada 11 Januari 2021 pada https://suararinjaninews.co.id/?p= 14761
Kebangsaan, NW Siap Kembangkan Nilai Moderasi Beragama Dan Bernegara.”88 Judul yang digunakan dalam pemberitaan ini sangat sarat denga nilai- nilai Islam Moderat. Pemberitaan yang dilakukan oleh suara rinjani news menggunakan bahasa yang mudah dipahami oleh pembaca dengan isi yang sangat mendalam sebagai bukti dan tindakan nyata organisasi Nahdlatul Wathan menjadi benteng persatuan dan terus taat kepada NKRI dengan segala bentuk aturannya sebagai tercantum dalam teks berita yang berbunyi;
Kita (NW) akan tetap setia kepada NKR dan Pancasila sebagai sebuah konsensus pendiri bangsa ini. Itulah sebabnya kita menggelar Webinar kebangsaan bersama Mendagri Menag dan para pakar dan tokoh, sejak berdiri ormas NW oleh pendirinya yaitu Pahlawan Nasional, Ninikda telah mengikrarkan diri dan NW menjadi benteng persatuan dan terus taat kepada NKRI dengan segala bentuk aturannya.89
Untuk memperkuat pemberitaan media Suara Rinjani News menghadirkan narasumber yang digunakan dari beberapa tokoh baik dari tokoh yang ada di organisasi Nahdlatul Wathan seperti Ketua Umum PBNW Syaikhuna Tuan Guru Bajang KH M Zainuddin Atsani maupun tokoh Nasional Ditjen. Ketahanan Ekonomi, Sosial dan Budaya, Kemedagri RI Drs. La Ode Ahmad P. Balombo, dan Dirjen Penerangan Agama Islam Kemenag RI, Dr Juraidi MA. Selain itu, pembicara yang dihadirkan dalam webinar tersebut Sekjend. PBNW Prof. Dr Fakhrurrazi, Prof Harapandi dari Universitas Uganda Brunai Darussalam, Kapolda NTB, Kajati NTB dan pakar Hukum Unram Prof Galang Asmara. Kehadiran para narasumber ini tentu menggambarkan keseriusan dalam mem publish pemberitaan tentu dengan harapan bisa menampilkan isi teks berita yang mendalam atas suatu topik. Peliputan berita terjadi pada hari Rabu 25 Februari 2021.
5) Pemberitaan pada hari Minggu tanggal 28 Februari 2021 melalui web https://suararinjaninews.co.id/?p=15062 dengan judul “Diskusi Publik LDC, Dorong Intelektual Muda NW Rajut Kebersamaan Untuk Kejayaan NW.”90 Kata kebersamaan yang diaplikasikan pada nilai-nilai kebaikan yang ada pada judul berita tersebut sebagai salah satu nilai yang terkandung di dalam Islam Moderat.
Kutipan teks pemberitaan seperti;
88 Google, https://suararinjaninews.co.id/?p= 15056 diakses pada Juni 2021
89Sebagian redaksi SR, “Gelar Webinar Kebangsaan, NW Siap Kembangkan Nilai Moderasi Beragama Dan Bernegara.”, diakses pada 12 Januari 2021 pada https://suararinjaninews.co.id/?p= 15056
90 Google, https://suararinjaninews.co.id/?p= 15062 diakses pada Juni 2021
Kaum muda harus tampil, bangkit berjuang meneruskan nilai – nilai luhur yang diletakkan Maulana Syaikh untuk kepentingan bangsa dan negara. Kader muda NW terus bersinergi memberikan kontribusi positif baik terhadap organisasi maupun kepentingan yang lebih luas yaitu untuk bangsa. Karena itu, Ayo kaum muda, rajut kebersamaan untuk membangun kejayaan NW.91
Kutipan pemberitaan ini menggunakan bahasa yang sangat sederhana sehingga pembaca akan sangat mudah memahami isi dari pemberitaan yang dilakukan oleh suararinjaninews. Sedangkan narasumber yang digunakan dari beberapa unsur yakni, unsur birokrasi Kepala Bidang Pengembangan Nilai-Nilai Kebangsaan Pada Badan Kesbangpoldagri Lombok Timur, Suherman, MM dan menghadirkan juga narasumber dari tokoh muda Nahdlatul Wathan dan Nahlatul Ulama. Dalam diskusi tersebut Mereka merefleksikan nilai perjuangan Maulana Syaikh dalam membangun bangsa dan negara. Akan tetapi dalam pemberitaan yang dilakukan oleh suara rinjani tidak menjabarkan secara panjang lebar nilai ilahiyah dan kebangsaan yang telah dibangun Maulana Syaikh. Berita ini diliput di Selong pada hari Sabtu 27 Februari 2021.
6) Pemberitaan pada hari Minggu 28 Maret 2021 Dengan Judul “PBNW Kutuk Pengeboman Di Gereja Katedral Makassar”. Kutipan pemberitaan ini seperti;
Kami mengecam sekaligus mengutuk dengan keras bahwa tindakan pengeboman atas dalih apapun apalagi atas nama agama, itu sangat bertentangan dengan ajaran agama manapun terlebih sangat bertentangan dengan pancasila dan UUD 1945,” kata Ketua Umum PBNW Syaikhuna Tuan Guru Bajang KH M Zainuddin Atsani, melalui siaran persnya, pada Ahad (28/03).
Maka dari itu, PBNW menghimbau kepada seluruh rakyat Indonesia untuk terus berhati-hati dan waspada atas faham-faham yang bertentangan dengan Pancasila dan UUD 1945,” kata Sekretaris Jenderal PBNW Prof. Dr Fahrurrazi menambahkan.92
Dari kutipan pemberitaan ini menggambarkan media Suara Rinjani News mencoba mengkonstruksi berita pengeboman dengan mengkempanyekan ketidaksetujuan terhadap tindakan kekerasan teror terhadap suatu kelompok apalagi dengan alasan agama, sehingga pemberitaan ini dikategorikan sebagai pemberitaan yang masuk
91Sebagian redaksi SR, “Diskusi Publik LDC, Dorong Intelektual Muda NW Rajut Kebersamaan Untuk Kejayaan NW.”, diakses pada 12 Juni 2021 pada https://suararinjaninews.co.id/?p= 15062
92Sebagian redaksi SR, “PBNW Kutuk Pengeboman Di Gereja Katedral Makassar.”, diakses pada 12 Januari 2021 pada https://suararinjaninews.co.id/?p= 15376
kepada unsur-unsur Islam Moderat. Dalam menyatakan ketidaksetujuan tersebut, media suara rinjani news menggunakan narasumber langsung tokoh sentral organisasi yakni Ketua Umum PBNW Syaikhuna Tuan Guru Bajang KH M Zainuddin Atsani dan Prof. Dr. TGH Fahrurrozi, selaku Sekretaris Jendral PBNW.
Dalam pemberitaan yang dilakukan menggunakan Bahasa yang sangat sederhana sehingga sangat mudah untuk dipahami oleh pembaca, hal ini terlihat tidak ditemukan bahasa-bahasa ilmiah yang akan sulit difahami serta isi pemberitaan yang sangat mendalam sebagai alasan terhadap tindakan pengeboman di depan Gereja Katedral Makassar pada Ahad 28 Maret 2021 sekitar Pukul 10.00 Wita sebagai tindakan teror yang tak bermoral dan tak berperikemanusiaan. Sedangkan untuk pengambilan berita pada hari yang sama dengan kejadian pengeboman dan langsung mempublikasikan kepada public melalui media Suara Rinjani.
7) Pemberitaan pada hari Rabu, 12 Mei 2021 melalui halaman web https://suararinjaninews.co.id/?p=15976 dengan judul “Kutuk Kebiadaban Israel, PBNW Ajak Ummat Islam Doakan Palestina”.93 Pemberitaan ini memiliki unsur- unsur pemberitaan Islam Moderat karena Islam Moderat sangat tidak menyukai tindakan-tindakan intimidasi, kriminalisasi terhadap suatu golongan tertentu.
Adapun potongan berita sebagai berikut;
Mari kita doakan saudara kita di Yerusslaem, semoga kuat menghadapi keganasan dan kebiadaban Israel yang menyerang mereka di tengah bulan suci Ramadlan. Semoga Allah menurunkan bantuan bagi ummat Islam di Palestina.94
Dari potongan pemberitaan di atas menunjukkan penggunaan bahasa yang sangat mudah difahami oleh pembaca. Adapun pemberitaan ini diperkuat dengan menghadirkan narasumber yang digunaakan dari kalangan tokoh agama yakni ketua Umum PBNW yakni TGB. Zainuddin Atsani, seorang tokoh sentral dalam organisasi Nahdlataul Wathan. Selain itu juga dalam mengkonstruksi pemberitaan ini media suararinjaninews juga mengutip tweeter Presiden Republik Indonesia Ir. Joko Widodo yang ikut serta mengecam pelanggaran yang dilakukan oleh Israel, yang berbunyi;
93 Google, diakses pada 13 Januari 2021 pada https://suararinjaninews.co.id/?p= 15976
94Potongan redaksi SR, “Kutuk Kebiadaban Israel, PBNW Ajak Ummat Islam Doakan Palestina.”, diakses pada 13 Januari 2021 pada https://suararinjaninews.co.id/?p= 15976
Sebelumnya, Presiden Jokowi melalui akun resmi twitternya pada Senin (10/05/2021) juga mengutuk keras tindakan tersebut dan mendesak Dewan Keamanan PBB untuk mengambil tindakan terhadap pelanggaran yang terus dilakukan Israel.
b. NW Online
Hasil pengamatan dan temuan data dalam penelitian ini yang dilakukan pada media yang bernaung pada organisasi Nahdlatul Wathan yakni NW Online, maka ada beberapa pemberitaan yang memiliki keterkaitan dengan berita atau penyebaran Islam Moderat yang dipublikasikan kepada publik. Adapun berita-berita tersebut antara lain:
1) Pemberitaan pada tanggal dengan judul “Dakwah Ala Media Sosial, Yuk Dakwah”.95 Penggunaan redaksi kalimat pada pemberitaan ini sangat terkait dengan Islam Moderat pada point Tathawur wa Ibtikar (dinamis dan inovatif) yaitu: selalu terbuka untuk melakukan perubahan-perubahan dan menciptakan hal-hal baru sesuai dengan kebutuhan zaman demi kemaslahatan umat manusia. Pemberitaan yang dilakukan oleh media NW Online sangat serius terlihat pada mendalam dan panjang nya isi pemberitaan. Keseriusan dalam pemberitaan ini berefek terhadap bahasa yang digunakan yakni bahasa keseharian akademik sehingga tidak terlalu mudah dipahami oleh para pembaca awam, akan tetapi kesulitan pemahaman untuk pembaca awam langsung dijelaskan sehingga pembaca dari kalangan awam pun akan langsung memahami arti istilah-istilah tersebut. Seperti tergambar pada potongan berita seperti;
Secara moderat ungkapan itu bisa kita interpretasikan bahwa kehadiran agama bisa menjadi ”trend-setter”/petunjuk ke arah kebaikan bagi manusia, dan kualitas keagamaan seseorang dapat ditentukan oleh lingkungan, informasi, doktrin, ideologi yang dibentuk dan disebarkan oleh manusia itu sendiri, dan inilah yang kita sebut sebagai dakwah.96
Penggunaan istilah trend setter pada berita tersebut langsung dijelas kan pada teks selanjutnya sehingga pembaca yang semuala tidak tahu artinya jadi langsung memahaminya, begitu juga dengan penggunaan istilah-istilah lain yang ada di pemberitaan langsung dijelaskan oleh penulis. Keseriusan yang mendalam terhadap
95 Google, pada https://nwonline.or.id/news/dakwah-ala-sosial-media/
96Potongan berita NW Online, “Dakwah Ala Media Sosial, Yuk Dakwah”, diakses 14 Juni 2021 pada https://nwonline.or.id/news/dakwah-ala-sosial-media/
pemberitaan ini dilihat dari narasumber yang digunakan adalah narasumber yang memiliki komptensi dalam pemberitaan ini dengan menyebutkan nama penulis dan dilengkanpi dengan buka dan tutup kurung yang bertuliskan setatusnya sebagai mahasiswa diperguruan tinggi ternama di Indonesia, sebagaimana penulis kutip dibawah ini
Dakwah Ala Media Sosial - L. M. Ade Ilham Bakrie
(Mahasiswa Magister Sekolah Pascasarjana UIN Syarif Hidayatullah Jakarta).97
2) Pemberitaan pada hari Rabu, 28 Maret 2021 dengan judul “PBNW Kecam Aksi Teror BOM Makassar, Masyarakat Diminta Tenang”.98 Pemberitaan ini menggambarkan ketidaksetujuan media NW Online terhadap tindakan kekerasan apalagi dengan alasan agama, sehingga pemberitaan ini dikategorikan sebagai pemberitaan yang masuk kepada unsur-unsur Islam Moderat. Melalui isi dalam berita yang dipublikasikan oleh suara NW Online bahwa media ini sangat tidak setuju dengan tindakan kekerasan yang dilakukan oleh oknum atas nama agama. Dalam menyatakan ketidaksetujuan tersebut, media suara rinjani news menggunakan Ketua Umum PBNW Syaikhuna Tuan Guru Bajang KH M Zainuddin Atsani, sebagai narasumber. Dalam rangka mempengaruhi pembaca pada pemberitaan yang dilakukan menggunakan bahasa yang sangat sederhana sehingga sangat mudah untuk dipahami oleh pembaca, serta isi pemberitaan yang sangat mendalam sebagai alasan terhadap tindakan pengeboman di depan Gereja Katedral Makassar pada Ahad 28 Maret 2021 sekitar Pukul 10.00 Wita sebagai tindakan teror yang tak bermoral dan tak berperikemanusiaan. Hal ini terlihat pada potongan berita di bawah ini;
Saya ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Wathan menyatakan bahwa tindakan pengeboman di depan gereja katedral di Makassar pada ahad 28 maret 2021 merupakan tindakan terror yang sangat tidak terpuji dan tindakan yang tidak bermoral dan tak berprikemanusiaan. Kami di pengurus besar Nahdlatul Wathan sangat mengecam sekaligus mengutuk dengan keras bahwa tindakan pengeboman dengan dalih apapun apalagi atas nama agama, itu sangat
97Potongan berita NW Online, “Dakwah……….
98NW Online, “PBNW Kecam Aksi Teror BOM Makassar, Masyarakat Diminta Tenang’, diakses pada 15 Januari 2021 pada https://nwonline.or.id/news/pbnw-mengecam-aksi-teror-bom-makassar- masyarakat-diminta-tenang/
bertentangan dengan ajaran agama manapun. Terlebih dengan pancalisa dan undang-undang dasar tahun 1945.99
3) Pemberitaan pada tanggal 3 Maret 2021 dengan judul “Nahdlatul Wathan (NW) Optimis Menjaga Keutuhan NKRI” Judul yang digunakan dalam pemberitaan ini sangat sarat denga nilai-nilai Islam Moderat. Pemberitaan yang dilakukan oleh NW Online menggunakan bahasa yang mudah dipahami dengan isi yang serhana namun penuh makna dan mendalam sebagai mana dapat dilihat pada potongan berita di bawah;
Organisasi Nahdlatul Wathan (NW) adalah organisasi Islam terbesar di provinsi Nusa Tenggara Barat yang kiprahnya dirasakan bangsa Indonesia secara umum, dalam menjaga keutuhan bangsa. Hal ini terlihat peran dan sepak terjang pendirinya yang ikut meletakan pondasi Negara Kesatuan Republik Indonesia di awal kemerdekaan Republik Indonesia. Atas jasanya, Pendiri ormas yang disingkat NW ini (Maulanasyaikh TGKH Muhammad Zainuddin Abdul Madjid) pada 9 November dianugrahi gelar Pahlawan Nasional oleh Presiden Jokowi.100
Untuk memperkuat pemberitaan dihadapan para pembaca, media NW Online menggunakan narasumber yang digunakan dari beberapa tokoh baik dari tokoh yang ada di organisasi Nahdlatul Wathan seperti Ketua Umum PBNW Syaikhuna Tuan Guru Bajang KH M Zainuddin Atsani maupun tokoh Lokal dan Nasional yakni dari Kementerian Dalam Negeri, Kementerian Agama, APH, Praktisi Hukum, dan para tokoh Islam.
4) Pemberitaan pada 4 Maret 2021 dengan judul “Toleransi dan Kearifan Lokal Tanah Air”.101 Pemilihan kata yang dilakukan pada pemberitaan ini sangat sarat dengan pemberitaan Islam Moderat. Dalam mengkonstruksi pemberitaan ini media NW Online menggunakan bahasa yang sangat sederhana sehingga pembaca sangat mudah untuk memahaminya. Hal tersebut bisa dilihat pada potongan dibawah;
99Potongan pemberitaan NW Online, “PBNW Kecam Aksi ……….
100Potongan pemberitaan NW Online, “Nahdlatul Wathan ẒNWẓ Optimis Menjaga Keutuhan NKRI”, diakses 20 Januari 2021 pada https://nwonline.or.id/news/nahdlatul-wathan-nw-optimis-menjaga-keutuhan- nkri/
101Pemberitaan NW Online, “Toleransi dan Kearifan Lokal Tanah Air”, diakses pada 21 Januari 2021 pada https://nwonline.or.id/news/toleransi-dan-kearifan-lokal-tanah-air/
Keragaman etnis dan suku bangsa ini sejatinya memperkaya khazanah bangsa dalam hal toleransi, dan hormat menghormati baik antar umat beragama ataupun antar suku dan etnis yang berbeda. Setidaknya ada dua modal utama bangsa Indonesia yang dapat menjaga dan merekatkan ikatan bangsa yang besar dan majemuk ini. Pertama adalah agama-agama yang mengajarkan kerukunan dan harmoni. Kedua adalah kesepakatan dasar bangsa yakni Pancasila dan Bhinneka Tunggal Ika.102
Isi yang disampaikan dalam pemberitaan ini sangat mendalam dan runut yang disertai dengan dalil-dalil al Quran dan al Hadits sebagai salah satu cara untuk memperkuat isi pemberitaan. Narasumber yang dipakai adalah orang yang memiliki kompetensi pada pemberitaan ini yakni Ust. Ahmad Imam Mujadid Rais. Selain mencantumkan nama narasumber, media NW Online juga menyebutkan jabatannya di dalam organisasi yakni narasumber tersebut salah satu pengurus Lembaga Hubungan dan Kerja Sama Internasional PP. Muhammadiyah. Pencantuman nama dan jabatan narasumber tentu dengan tujuan untuk memberikan keyakinan kepada pembaca terhadap isi yang disampaikan di dalam pemberitaan.
5) Pemberitaan melalui channel YouTube dengan judul “Tik Tok Haram?!!”103 Pada thumbnail dalam pemberitaan ini terdapat kalimat Haramkah TikTok Bagi Generasi Islam?. Melihat judul pada pemberitaan ini sangat erat kaitannya dengan Tathawur wa Ibtikar (dinamis dan inovatif) yaitu: selalu terbuka untuk melakukan perubahan-perubahan dan tidak kaku terhadap hal-hal baru muncul. Dalam pemberitaan ini, media NW Online menggunakan seorang ustdz yang sangat terkenal di kalangan santri yang ada di Pondok Pesantren Syaikh Zainuddin yakni al Ustdz Azhar Harif, QH., S.Si, M.Pd.I. Dalam penjabarannya narasumber menggunakan bahasa yang sangat mudah dipahami oleh pendengar. Untuk melakukan jawaban atas pertanyaan yang disampaikan, narasumber tidak langsung kepada halal haram akan tetapi didahului dengan menghadirkan dalil-dalil dari kaidah Ushul Fiqh baru kemudian membuat kesimpulan terhadap halal atau haram aplikasi yang baru muncul dan sangat tenar yakni aplikasi tik tok bagi generasi Islam.
6) Pemberitaan pada 2 April 2021 dengan judul “Larang Menebar Kebencian, Jangan Lakukan!”.Pemberitaan ini adalah pemberitaan Islam Moderat.
102Potongan NW Online, “Toleransi dan Kearifan ………..
103NW Online, “Tik Tok Haram”, diakses pada 2 Juni 2021 pada https://www.youtube.com/watch?v=qPUkaSvKGmg
Narasumber yang dihadirkan memiliki kompeten dan sangat dalam pembahasan ini yakni KH. Achmad Siddiq. Bahasa yang digunakan adalah bahasa yang formal sederhana sehingga sangat mudah untuk dipahami oleh para pembaca. Hal tersebut dapat dilihat pada potongan teks berita dibawah;
Trilogi persaudaraan yang disampaikan KH. Achmad Siddiq, yaitu ukhuwwah islamiyah (persaudaraan karena atas dasar keagamaan), ukhuwwah wathaniyah persaudaraan atas dasar kebangsaan), dan ukhuwwah basyariyah (persaudaraan atas dasar kemanusiaan) merupakan manifestasi agung dari ajaran Islam yang harus dibumikan di negeri tercinta yang heterogen dan plural ini.104
Pemberitaan ini menampilkan isi yang sangat mendalam yang disertai dengan dalil- dalil yang ada di al Quran maupun al Hadits. Pokok pembicaraan yang disampaikan sangat-sangat dibutuhkan oleh publik dalam menciptakan kedamaian.
Dari pemberitaan-pemberitaan di atas, secara tematik memperhatikan gambaran secara umum terhadap suatu gagasan inti dan topik dalam pemberitaan di media.
Sehingga unsur yang ada di dalam tematik ini melihat tentang gagasan utama ataupun topik yang sebenarnya diangkat oleh media. Skematik yang dibangun pada media Online Nahdlatul Wathan memberikan suatu tekanan pada bagian mana yang perlu didahulukan dan bagiaan mana yang kemudian sebagai strategi dalam menyembunyikan informasi penting. Teks atau wacana pada hakekatnya memiliki skema atau alur cerita berawal dari pendahuluan sampai kepada akhir. Hal ini terlihat pada berita dengan judul dengan judul
“Wabup Hadiri Do’a Bersama Masyarakat Adat Sasak”. Pada pemberitaan ini, suara rinjnai news hanya fokus terhadap tujuan dari acara tersebut, yakni sebagai salah satu cara memohon kepada Allah SWT agar dihindari bala bencana. Selain itu, media ini membahas tentang manfaat dari acara tersebut yakni sebagai ajang silaturrahmi dan menjaga dan melestarikanbudaya yang lama dilakukan.
Terkait dengan pilihan kata yang dilakukan wartawan Pada pemberitaan- pemberitaan yang dipublikasikan oleh media suara rinjani news maupun NW Online menggunakan bahasa yang mudah dipahami oleh pembaca sehingga dalam memahami judul yang ada sangat mudah bahkan dari judul yang digunakan, pembaca memiliki
104 Potongan berita NW Online, “Larang Menebar Kebencian, Jangan Lakukan!”, diakses 10 Juni 2021 pada https://nwonline.or.id/news/larangan-menebar-kebencian-jangan-lakukan/