• Tidak ada hasil yang ditemukan

Model Penelitian dan Pengembangan

METODE PENELITIAN DAN PENGEMBANGAN

B. Model Penelitian dan Pengembangan

Model diartikan sebagai kerangka konseptual yang dipergunakan sebagai acuan dalam melakukan kegiatan. Menurut Briggs model adalah seperangkat prosedur yang berurutan untuk mewujudkan suatu proses.48

Desain pengembangan evaluasi pembelajaran quizziz mata pelajaran fikih ini menggunakan model Research and Development dari Borg and Gall, yaitu pengembangan secara prosedural dan terperinci, serta mempunyai tujuan untuk mengembangkan dan memvalidasi produk yang dikembangkan.

Dalam model Research and Development dari Borg and Gall ini terdiri atas sepuluh tahap meliputi: (1) penelitian dan pengumpulan informasi, (2) perencanaan, (3) pengembangan produk awal, (4) uji coba awal oleh validasi,

48 Sukmadinata, Landasan Psikologi proses Pendidikan (Bandung: PT. Remaja Rosdakarya, 2007), 200.

(5) revisi produk, (6) uji lapangan, (7) revisi produk II, (8) uji coba lapangan, (9) revisi produk akhir, (10) diseminasi dan implementasi. Adapun langkah- langkah tersebut dapat diilustrasikan dalam gambar 3.1 adaptasi dari Walter Borg and M.D. Gall yang terdiri atas sepuluh langkah yang meliputi:49

Gambar 3.1 Rancangan Pembelajaran Model Borg and Gall (Walter Borg and M.D. Gall 1983)

C. Prosedur Penelitian dan Pengembangan

Berdasarkan model pengembangan Walter Borg and M.D. Gall sebagaimana telah disebutkan di atas, maka prosedur pengembangan dalam penelitian pengembangan ini mengikuti tahap-tahap yang diinstrusikan dalam desain model tersebut.

1. Research & Information Collecting (penelitian dan pengumpulan informasi)

a. Analisis kebutuhan

Analisis kebutuhan yang dilakukan pada awal penelitian oleh

49 Walter Borg and M.D. Gall, Education Research and Introduction (New York: Loongman, 1983), 626.

Operational Product Revision

[7]

Dissemination &

Implementation [10]

Main Product Revision [5]

Main Field Testing[6]

Final Product Revision [9]

Operational Field Testing

[8]

Research &

Information Collecting [1]

Preliminary Field [4]

Develop Primary Form of Product

[3]

Planning [2]

peneliti adalah melakukan observasi awal ke madrasah dan dilanjutkan wawancara kepada pihak yang bersangkutan baik guru mata pelajaran Pendidikan Agama Islam dan juga kepada peserta didik. Terutama kepada guru mata pelajaran Pendidikan Agama Islam di sekolah untuk menentukan permasalahan yang dihadapi sekolah dan kebutuhan apa yang sekiranya dapat membantu memecahkan permasalahan yang dihadapi guru dan juga sekolah.

Setelah melakukan wawancara pada observasi awal yang dilakukan oleh peneliti kepada guru mata pelajaran, analisis peneliti yaitu tersedianya sarana dan prasarana (LAB Komputer) yang memadahi pada sekolah serta diperbolehannya menggunaan handphone jika memang dibutuhkan, sehingga evaluasi pembelajaran dan proses penelitian yang akan dilakukan dan diuji cobakan akan berjalan dengan baik dan lancar.

Dapat diambil kesimpulan bahwasannya evaluasi pembelajaran yang dilakukan di lembaga ini belum sepenuhnya berjalan dengan baik. Siswa kurang tertarik dengan evaluasi yang dilakukan oleh guru dikarenakan siswa merasa jenuh dengan kegiatan evaluasi yang masih dilakukan dengan cara konvensional. Hal tersebut terjadi salah satunya dikarenakan kurangnya pemanfaatan alat evaluasi yang menarik dan praktis. Sehingga perlu dilakukan inovasi-inovasi dalam evaluasi pembelajaran agar siswa merasa senang, termotivasi, tidak bosan dan dapat meminimalisir tingkat kecurangan siswa. Maka dengan

pengembangan evaluasi pembelajaran menggunakan quizizz ini dapat mengurangi atau memberi solusi dari permasalahan yang dihadapi guru ataupun sekolah.

b. Pemilihan Sekolah

Sekolah yang dipilih untuk dilakukan penelitian dan pengembangan adalah Madrasah Tsanawiyah Negeri 10 Banyuwangi.

Hal ini dilakukan karena beberapa alasan diantaranya yaitu:

1) Madrasah Tsanawiyah Negeri 10 Banyuwangi merupakan salah satu madrasah yang ada di Jl. Songgon Desa Pengatigan Kecamatan Rogojampi Kabupaten Banyuwangi yang merupakan salah satu sekolah menengah tingkat pertama yang berada di bawah naungan Departemen Agama Kabupaten. Dari segi fasilitas sangat memadahi sehingga sekolah ini layak untuk dilakukan penelitian dan pengembangan produk yang dikembangkan oleh peneliti.

2) Tata letak lokasi madrasah yang strategis.

3) Masih jarang yang melakukan penelitian dalam bidang pendidikan utamanya mata pelajaran agama Islam di madrasah ini.

2. Planning (perencanaan)

Beberapa hal yang harus dilakukan dalam tahap perencanaan produk pengembangan evaluasi pembelajaran ini, dimulai dari mengidentifikasi kompetensi inti dan kompetensi dasar yang sesuai dengan materi,

mengidentifikasi indikator dan tujuan pembelajaran, serta menyiapkan kisi-kisi penyusunan soal dan kartu soal.

3. Develop Primary Form of Product (penyusunan produk evaluasi pembelajaran)

Berdasarkan informasi yang diperoleh peneliti yaitu proses evaluasi pembelajaran di MTsN 10 Banyuwangi menggunakan alat evaluasi yang kovensional yakni siswa mengerjakan soal dengan kertas. Dari sisi guru sendiri, evaluasi yang masih dilakukan secara konvensional sebenarnya dianggap merepotkan, salah satunya karena guru harus memeriksa jawaban soal secara manual sehingga membutuhkan waktu dan tenaga yang lebih untuk melakukan itu semua sehingga dirasa masih kurang variatif dan praktis.

Dari informasi tersebut maka langkah selanjutnya adalah menyusun produk evaluasi pembelajaran menggunakan aplikasi quizizz. Hasil akhir dari kegiatan ini adalah desain produk baru berupa pengembangan alat evaluasi mengunakan aplikasi quizizz.

4. Preliminary Field (uji validitas ahli)

Setelah dilakukan penyusunan produk evaluasi pembelajaran, maka dilakukan uji validasi ahli. Kelayakan produk evaluasi yang dikembangkan peneliti perlu dilakukan validasi kepada ahlinya. Validasi dilakukan kepada 3 dosen Universitas Islam Negeri Kiai Haji Achmad Siddiq yaitu Ibu Mudrikah, M.Pd. sebagai ahli materi, Bapak Shiddiq Ardianta, M.Pd. sebagai ahli bahasa, dan Ibu Dr. Dwi Puspitarini, S.S.,

M.Pd. sebagai ahli media. 1 guru mata pelajaran fikih kelas VIII di Madrasah Tsanawiyah Negeri 10 Banyuwangi yakni ibu Nur Hayati, S.Ag. Dengan dilakukannya validasi kepada ahlinya, maka diharapkan produk ini memiliki keefektifan ketika digunakan sebagai bahan evaluasi pembelajaran. Hal ini dilakukan tidak hanya sekali, sampai validator menyatakan layak untuk digunakan tanpa direvisi.

5. Main Product Revision (revisi produk)

Pada tahap ini dilakukan revisi produk dengan tujuan produk evaluasi yang dikembangkan agar tidak terjadi kesalahan dan meminimalisir kekurangan, sehingga revisi produk yang dilakukan peneliti benar-benar bersumber dari validasi ahli. Ditinjau dari saran, kritik dan masukan yang diberikan para ahli akan dianalisis dan dari hasil analisis tersebut peneliti akan melakukan revisi.

6. Main Field Testing (uji coba lapangan)

Setelah melakukan revisi produk yang telah ditinjau oleh para ahli maka selanjutnya dilakukan uji coba perorangan sebanyak 3 responden, uji coba kelompok kecil 6 respoden. Pada tahap ini, peneliti dapat mengetahui kesiapan dari produk yang akan digunakan dari hasil angket validitas uji coba perorangan dan kelompok kecil sebagai dasar uji coba lapangan.

7. Operational Product Revision (revisi produk II)

Pada tahapan ini dilakukan revisi jika dari hasil uji coba lapangan terdapat kekurangan, maka akan dilakukan perbaikan seperlunya.

Sehingga menjadikan produk evaluasi pembelajaran ini semakin sempurna setelah dilakukan revisi II.

8. Operational Field Testing (uji coba lapangan)

Pada tahapan uji coba lapangan ini produk evaluasi pembelajaran menggunakan quizizz ini diuji cobakan kembali kepada 22 responden dari kelas VIII A di MTsN 10 Banyuwangi untuk mengetahui peningkatan motivasi belajar siswa.

9. Final Product Revision (revisi produk akhir)

Tahapan ini merupakan akhir dari revisi produk yang dikembangkan, dilakukan setelah mendapat hasil uji coba lapangan akhir terhadap 22 responden dari kelas VIII A di MTsN 10 Banyuwangi.

10. Dissemination & Implementation (diseminasi & implementasi)

Tahap akhir dari pengembangan evaluasi pembelajaran ini adalah hasil revisi produk akhir akan diberikan atau disebarluaskan kepada guru mata pelajaran fikih di MTsN 10 Banyuwangi dengan cara membuatkan akun quizizz, sehingga ketika akan melakukan penilaian harian berikutnya guru dapat menambahkan dan membuat soal secara mandiri.

Dokumen terkait