BAB III METODE PENELITIAN DAN PENGEMBANGAN
A. Model Penelitian Dan Pengembangan
41
dan tahap uji coba ahli. Semua ini terdapat dalam proses penelitian atau Research. Setelah melakukan proses penelitian langkah selanjutnya melakukan proses pengembangan atau development.
Development dilakukan untuk mengembangkan bahan ajar yang telah ada dengan melakukan eksperimen atau melakukan penelitian dengan pendekatan penelitian kuantitatif dengan tujuan untuk menghasilkan bahan ajar baru mata pelajaran Pendidikan Agama Islam yang lebih sempurna dari pada bahan ajar yang lama, bahan ajar baru, merupakan bahan ajar yang lebih efektif dan berberbasis nilai-nilai karakter kebangsaan yang menarik dan efektif untuk kegiatan pembelajaran.
Model penelitian dan pengembangan yang dipopulerkan oleh presenter Borg and Gall inilah yang dipilih dan digunakan dalam penelitian ini. Proses pengembangan dan validasi produksi pendidikan disebut sebagai penelitian dan pengembangan pendidikan (R&D).54
Model penelitian R&D milik Borg and Gall, menekankan pada proses dan cara penelitian pengembangan. Langkah-langkah penelitian R&D dilakukan secara sistematis. Setiap langkah yang dikerjakan harus fokus pada hasil berupa produk pendidikan baru, dalam penelitian ini produk banya berupa buku ajar mata pelajaran PAI.
Dalam perjalananya Borg and Gall menyusun pedoman dan sistematika langkah-langkah dalam penelitian pengembangan, yang
54 W.R. Borg & M.D. Gall, Educational Research an Introduction, Fourth Edition (New York &
London: Longman, 1983), 772
43
harapanya langkah-langkah tersebut dilakukan oleh peneliti agar produk yang dirancangnya mempunyai standar kelayakan secara ilmiah.55
Langkah-langah penelitian pengembangan oleh Borg dan Gall, dijelaskan seperti berikut: Penelitian dan pengembangan pendidikan (R&D) adalah proses yang digunakan untuk mengembangkan dan mengasosiasikan produk pendidikan. Langkah-langkah dari proses ini biasanya disebut sebagai siklus R&D, yang terdiri dari mempelajari temuan-temuan penelitian yang berkaitan dengan produk yang akan dikembangkan, mengembangkan produk berdasarkan temuan-temuan ini, mengujinya di lapangan di tempat yang nantinya akan digunakan. dan merevisinya untuk memperbaiki kekurangan yang ditemukan pada tahap uji coba lapangan. Dalam program R&D yang lebih ketat, siklus ini diulang sampai data uji lapangan menunjukkan bahwa produk memenuhi tujuan yang ditentukan secara perilaku.56
Berdasarkan penjelasan dan penjabaran yang disampaikan Borg dan Gall tersebut, maka penelitian R&D dapat didesain langkah- langkahnya seperti berikut:
1. Research and information collecting.
Tahap mengumpulkan informasi penelitian. Pada latahap pertama dalam penelitian ini adalah mengumpulkan informasi atau data. Data
55 W.R. Borg & M.D. Gall, Educational Research an Introduction, Fourth Edition (New York &
London: Longman, 1983), 772
56 W.R. Borg & M.D. Gall, Educational Research an Introduction, Fourth Edition (New York &
London: Longman, 1983), 772
dikumpulkan untuk dijadikan bahan dalam penyusunan dan efaluasi produk.
2. Planning atau perencanaan.
Pada tahap kedua peneliti membuat rancangan kerja dalam penelitian, agar penelitian bisa berjalan dengan lancer, sesuai dengan waktu dan hasil yang diharapkan.
3. Development of the preliminary form of the product (membuat draf pengembangan produk).
Tahap ini peneliti diharuskan membuat darah atau gambaran sementara dari produk yang diharapakan, agar dalam perjalananya penelitian tidak menyimpang dari harapan.
4. Preliminary field test (uji coba lapangan awal).
Uji coba lapangan bertujuan untuk mendapkan deskripsi dari keadaan pruduk sebelum produk dibuat secara masal dan di distribusikan pada masyarakat. Data hasil dari uji coba ini dugunakan untuk merekontruksi ulang atau merefisi jika dalam produk terdapat kesalahan atau cacat produk.
5. Main product revision (merevisi hasil uji coba).
Pelaksanaan tahap ini tergantung dengan tahab uji coba lapangan.
Merefisi di butuhkan data yang menenjukan kekurangan terhadap produk, dan data kekurangan tersebut didapat dari uji coba lapangan.
Dalam tahap ini peneliti melakukan memperbaiki atau menyempurnakan produk yang telah diujicobakan.
45
6. Main field test (uji coba lapangan).
Tahap ini dilakukan agar produk yang baru dikembangkan dapat digunakan oleh masyarakat luas. Mensosialisasikan produk yang dikembangkan merupakan kegiatan utama pada tahap ini. Misalnya, mempublikasikan hasil dalam jurnal ilmiah dan pertemuan profesi.
7. Operasional product revision (penyempurnaan produk hasil uji lapangan).
Penyempurnaan produk setelah uji lapangan berlangsung pada tahap ini. Prosedur selanjutnya dapat dilanjutkan setelah produk direvisi.
8. Operational field test (uji pelaksanaan lapangan).
Tahap ini bertujuan untuk menentukan, tanpa kehadiran peneliti atau pengembang produk, apakah produk yang dikembangkan benar-benar siap digunakan di sekolah. Tahap yang biasa disebut dengan tahap uji validasi model adalah tahap yang satu ini.
9. Final product revision (penyempurnaan produk akhir).
Sebelum di produksi secara masal dan telah memeiliki data tentang situasi dan kondisi produk, maka peneliti melakukan perbaikan dan melengkapi produk, sesuai dengan rekomendasi dari informasi dari hasil penelitian
10. Dissemination and implementation (diseminasi dan implementasi).
Tahap ini dilakukan agar produk yang baru dikembangkan dapat digunakan oleh masyarakat luas. Mensosialisasikan produk yang
dikembangkan merupakan kegiatan utama pada tahap ini. Misalnya, mempublikasikan hasil dalam jurnal ilmiah dan pertemuan profesi.”57
Biar lebih mudah dalam mempelajari langkah-langkah dalam penelitian R&D yang dikembangkan Borg dan Gall dapat di rangkum dalam gambar berikut ini:
Gamabr 3.1
Model Desain RnD dari Borg and Gall
Produk pendidikan baru yang dapat dipertanggungjawabkan dan dimanfaatkan oleh sekolah akan dihasilkan jika sepuluh langkah penelitian pengembangan tersebut di atas dilakukan dengan benar. Pengembangan produk penelitian ini difokuskan pada produk jadi, yaitu buku teks Pendidikan Agama Islam berbasis Contextual Teaching And Learning untuk siswa kelas XI Jurusan Teknik Kendaraan Bermotor Ringan SMKS
57 W.R. Borg & M.D. Gall, Educational Research….775
Planning (2)
Develop Preliminary Form Of Product
(3)
Research & Information Collecting Operasional (1)
Product Revision (7)
Operasional Field Test (8)
Dissemination and Implemention
(10) Final Product
Revision (9)
Main Product Revision
(5) Main Field
Test (6)
Preliminary Field Test
(4) Research &
Information Collecting (1)
47
YP 17 01 Lumajang. Tidak membahas tahap selanjutnya, yaitu tahap diseminasi (proses perluasan pengaruh pembangunan yang terencana, terkelola, dan terarah secara sistematis), juga tidak membahas bagaimana produk akan digunakan.
Tidak dilakukanya tahap desiminasi dan penerapan produk karena proses diseminasi dan implementasi produk bahan ajar dibutuhkan waktu waktu yang cukup lama dan membutuhkan tenaga dan finansial yang tidak sedikit, serta luang lingkup penelitian yang luas.
Model penelitian R&D yang dipilih untuk mengembangkan bahan ajar selain model penelitian dan pengembangan Borg & Gall, juga menggunakan model pengembangan Dick & Carey dalam tahapan penyusunan bahan ajar yang meliputi sepuluh tahapan dalam pengembangan pembelajaran, yaitu:
(1) menetapkan tujuan umum pembelajaran; (2) melakukan analisis pembelajaran;3) menetapkan karakteristik awal siswa;4) menetapkan tujuan khusus;5) memilih instrumen penilaian;6) mengembangkan metode pembelajaran;7) memilih dan memilih bahan ajar;8) membuat dan melaksanakan penilaian formatif; (9) Memodifikasi; dan (10) membuat evaluasi sumatif dan melaksanakannya.58
Sepuluh langkah dalam model pengembangan Dick & Carey lebih menitikberatkan pada hasil tes, baik sebelum atau sesudah produk dibuat, padahal kebutuhan dan karakteristik siswa sudah dilihat sebelumnya.
Sebaiknya, pengalaman pendidikan umum menggunakan model yang dibuat, untuk memberikan hasil akhir yang berkualitas untuk lebih
58 Walter Dick & Lou Carey, The Systematic Design of Instruction (New York: Longman, 1990), 56.
mengembangkan pengalaman pendidikan menjadi lebih baik dari yang diharapkan siapa pun.59