• Tidak ada hasil yang ditemukan

BAB I PENDAHULUAN

A. Landasan Teoretis

4. Motivasi Belajar

Keberhasilan belajar siswa dapat ditentukan oleh motivasi belajar yang dimilikinya. Siswa yang memiliki motivasi belajar tinggi cenderung prestasinya pun akan tinggi pula; sebaliknya siswa yang motivasi belajarnya rendah, akan rendah pula prestasi belajarnya. Sebab motivasi merupakan penggerak atau pendorong untuk melakukan tindakan tertentu. Tinggi rendahnya motivasi dapat menentukan tinggi rendahnya usaha atau

  semangat seseorang untuk beraktivitas, dan tentu saja tinggi rendahnya semangat akan menentukan hasil yang diperoleh.

Nana Syaodih Sukmadinata (2009:265) Motivasi memegang peranan penting dalam belajar. Keberhasilan siswa dalam belajar bukan hanya ditentukan oleh kemampuan intelektual, tetapi juga oleh segi-segi afektif terutama motivasi. Dalam membangkitkan motivasi belajar para siswa guru perlu memperhatikan beberapa hal: 1) lebih banyak memberikan penghargaan atau pujian daripada hukuman, 2) terhadap pekerjaan- pekerjaan siswa sebaiknya guru memberikan komentar tertulis, 3) pendapat dari teman-teman sekelas lebih memberikan motivasi yang kuat daripada hanya pendapat dari guru, 4) strategi atau metode mengajar yang sesuai dengan minat siswa akan lebih membangkitkan motivasi belajar, 5) guru hendaknya banyak menekankan pelajaran kepada kenyataan, 6) penggunaan metode atau strategi mengajar yang bervariasi dapat membangkitkan motivasi belajar, 7) kegiatan belajar yang banyak memberikan tantangan, lebih mengaktifkan dan memberikan dorongan belajar.

Wina Sanjaya (2009:257) Terdapat hubungan yang erat antara kepuasan seseorang yang dicapai dengan motivasi, artinya semakin seseorang merasa puas dengan pencapaian sesuatu, maka semakin tinggi motivasi seseorang untuk berperilaku sesuai dengan tujuan yang hendak dicapai. Dengan demikian, maka kepuasan yang diperoleh siswa dari proses belajar yang telah dilakukannya dapat menimbulkan unjuk kerja yang lebih baik.

  Sardiman (2010:75) Motivasi dapat juga dikatakan serangkaian usaha untuk menyediakan kondisi-kondisi tertentu, sehingga seseorang mau dan melakukan sesuatu, dan bila ia tidak suka, maka akan berusaha untuk menidakkan atau mengelakan perasaan tidak suka itu. Jadi motivasi itu dapat diransang oleh motivator dari luar tetapi motivasi itu adalah tumbuh didalam diri seseorang. Dalam kegiatan belajar, motivasi dapat dikatakan sebagai keseluruhan daya penggerak didalam diri siswa yang menimbulkan kegiatan belajar, dan memberikan arah pada kegiatan belajar, sehingga tujuan yang dikehendaki dapat dicapai.

Oemar Hamalik (2008:86) Motivasi dan belajar merupakan dua hal yang saling mempengaruhi. Belajar adalah perubahan tingkah laku secara relative permanen dan secara potensial terjadi sebagai hasil dari praktik atau penguatan (reinforced practice) yang dilandasi tujuan untuk mencapai tujuan tertentu. Hasibuan, (2007:95) Motivasi adalah pemberian daya penggerak yang menciptakan kegairahan kerja seseorang, agar mereka mau bekerja sama, bekerja efektif dan terintegrasi dengan segala daya upayanya untuk mencapai kepuasan.

American Encyclopedia, dalam Hasibuan, (2007:96). Motivation: that predisposition (it self the subject of much controvency) within the individual wich arouses sustain and direct his behavior. Motivation in volve such factor as biological and emotional needs that can only be inferred from observation behavior.

  Motivasi adalah kecenderungan (suatu sifat yang merupakan pokok pertentangan) dalam diri seseorang yang membangkit topangan dan mengarahkan tindak tanduknya. Motivasi meliputi faktor kebutuhan biologis dan emosional yang hanya dapat diduga dari pengamatan tingkah- laku manusia.

Dalam proses pembelajaran motivasi merupakan salah satu aspek dinamis yang sangat penting. Sering terjadi siswa yang kurang berprestasi bukan disebabkan oleh kemampuannya yang kurang, akan tetapi dikarenakan tidaknya adanya motivasinya untuk belajar sehingga ia tidak berusaha untuk mengerahkan segala kemampuannya.

Dalam proses pembelajaran tradisional yang merupakan ekspositori sebagai strategi pembelajaran utama, kadang-kadang motivasi ini terlupakan guru. Guru sering memaksakan agar siswa menerima materi pelajaran yang disampaikannya. Pentingnya materi pelajaran yang diberikan sering hanya dipandang dari sudut guru, bukan dari sudut siswa sebagai subjek belajar.

Akibatnya, siswa belajar seadanya, tanpa adanya motivasi. Cara yang demikian tentu tidak menguntungkan, sebab siswa belajar tidak akan optimal yang berarti pencapaian tujuan pembelajaran pun tidak akan optimal pula. Oleh sebab itu, pandangan modern tentang proses pembelajaran menempatkan motivasi sebagai salah satu aspek penting. Guru harus membangkitkan motivasi belajar siswa, agar siswa dapat berupa mengerahkan segala kemampuan dalam proses belajar.

  Perbuatan belajar akan berhasil bila berdasarkan motivasi pada diri siswa. Siswa mungkin dapat dipaksa untuk melakukan suatu perbuatan, tetapi ia tak mungkin dipaksa untuk menghayati perbuatan itu sebagaimana mestinya. Guru dapat memaksakan bahan pelajaran kepada siswa, tetapi tak mungkin memaksakannya untuk belajar dalam arti sebenarnya. Ini berarti, tugas guru yang paling berat ialah berupaya agar siswa mau belajar dan memiliki keinginan belajar terus menerus.

Motivasi dapat dipahami sebagai suatu variabel penyelang yang digunakan untuk menimbulkan faktor-faktor tertentu dalam organisme, yang membangkitkan, mengelola, mempertahankan, dan menyalurkan tingkah laku menuju suatu sasaran. Dalam konsep pembelajaran motivasi berarti seni mendorong peserta didik untuk mendorong melakukan kegiatan belajar sehingga tujuan pembelajaran tercapai. Motivasi adalah syarat mutlak dalam belajar, hal ini berarti dalam proses pembelajaran (Syaiful Sagala, 2010:104).

Dimyati dan Mudjiono (2006:85) menyatakan bahwa Motivasi belajar juga penting diketahui oleh guru, karena pemahaman dan pengetahuan motivasi belajar siswa bermanfaat bagi guru untuk: (1) membangkitkan, meningkatkan, dan memelihara semangat belajar siswa untuk belajar sampai berhasil, membangkitkan jika belajar siswa tidak bersemangat, meningkatkan bila semangat belajar siswa timbul tenggelam, memelihara bila semangat belajar siswa telah kuat mencapai tujuan belajar; (2) mengetahui dan memahami motivasi belajar siswa di kelas yang bermacam-

  macam; (3) meningkatkan dan menyadarkan guru untuk memilih satu diantara bermacam-macam peran dan pendekatan belajar yang sesuai dengan mata pelajaran yang menjadi tanggungjawabnya; dan (4) memberi peluang bagi guru untuk memantapkan unjuk kerja dalam konteks rekayasa pedagogis sehingga guru membuat siswa berhasil dalam belajar.

Syaiful Sagala (2010:113) mengungkapkan bahwa Motivasi dalam belajar dilakukan dengan mengatur situasi atau atmosfir pembelajaran yang kondusif. Kondisi yang diciptakan ini dapat menjadi penguatan (reinforcement). Karena itu motivasi belajar penting bagi siswa yang dimaksudkan untuk: (1) menyadarkan kedudukan awal belajar, proses dan hasil akhir, (2) menginformasikan tentang kekuatan usaha belajar bila dibandingkan dengan teman sebaya, (3) mengarahkan kegiatan kearah pembelajaran yang lebih berkualitas, dan (4) membesarkan semangat belajar bagi para siswa, (5) menyadarkan tentang adanya perjalanan yang harus ditempuh dalam proses belajar dan sebagainya.

Motivasi belajar ini memberi gambaran bahwa jika motivasi yang dilakukan oleh guru dan juga siswanya dengan peruntukannya, maka akan menimbulkan semangat yang tinggi untuk mencapai keberhasilan yang bermutu. Adanya pandangan beberapa ahli yang menekankan segi-segi tertentu pada motivasi tersebut justru mengisyarat agar guru bertindak taktis dan kreatif dalam mengelola motivasi belajar siswa. Motivasi belajar dihayati dialami dan perlu dihidupkan terus untuk mencapai hasil belajar optimal dan dijadikan dampak pengiring yang selanjutnya menimbulkan

  program belajar sepanjang hayat sebagai perwujudan emansipasi kemandirian tersebut terwujud dalam cita-cita atau aspirasi siswa, kemampuan siswa, kondisi, kemampuan siswa, mengatasi kondisi lingkungan negatif, dinamika siswa dalam belajar.

Sardiman (2010: 83) juga mengemukan bahwa ciri-ciri motivasi yang ada pada diri seseorang adalah :

a) Tekun dalam menghadapi tugas atau dapat bekerja secara terus menerus dalam waktu lama

b) Ulet menghadapi kesulitan dan tak mudah putus asa c) Tidak terlalu cepat puas atas prestasi yang diperoleh

d) Menunjukkan minat yang besar terhadap bermacam-macam masalah belajar

e) Lebih suka bekerja sendiri dan tidak tergantung pada orang lain f) Tidak cepat bosan dengan tugas-tugas rutin

g) Dapat mempertahankan pendapatnya h) Tidak mudah melepaskan apa yang diyakini i) Senang mencari dan memecahkan masalah

Seseorang akan berhasil dalam belajar, kalau pada dirinya sendiri ada keinginan untuk belajar. Inilah prinsip hukum pertama dalam keingginan atau dorongan untuk belajar kegiatan pendidikan dalam pengajaran.

Keinginan atau dorongan untuk belajar inilah yang disebut dengan motivasi. Motivasi dalam hal ini meliputi dua hal: (1) Mengetahui akan dipelajari, dan (2) memahami mengapa hal tersebut patut dipelajari.

Dengan berpijak pada ke dua unsur motivasi inilah sebagai dasar permulaan yang baik untuk belajar. Sebab tanpa motivasi (tidak mengerti apa yang akan dipelajari dan memahami mengapa hal itu perlu dipelajari) kegiatan belajar mengajar sulit untuk berhasil (sardiman, 2010:40).

  Motivasi sebagai proses pengantar siswa kepada pengalaman- pengalaman yang memungkinkan mereka dapat belajar. Hasil belajar akan menjadi optimal, kalau ada motivasi. Makin tepat motivasi yang diberikan, akan makin berhasil pula pelajaran itu. Sebagai proses motivasi mempunyai fungsi antara lain: (1) mendorong manusia untuk berbuat, jadi sebagai penggerak atau motor yang melepaskan energi, atau memberi semangat dan mengaktifkan siswa agar tetap berminat dan siaga. (2) menentukan arah perbuatan yakni kearah tujuan yang hendak dicapai, atau memusatkan pehatian anak pada tugas-tugas tertentu yang berhubungan dengan pencapaian tujuan belajar. (3) menyeleksi perbuatan manusia, yang menentukan perbuatan-perbuatan apa yang harus dijalankan yang serasi guna mencapai tujuan itu, dengan mengenyampingkan perbuatan-perbuatan yang tidak bermanfaat bagi tujuan itu atau membantu memenuhi kebutuhan akan hasil jangka pendek dan hasil jangka panjang (Sardiman:2010:85).

Dalam kegiatan belajar mengajar dikenal adanya motivasi belajar.

menurut Winkels motivasi belajar merupakan motivasi yang diterapkan dalam kegiatan belajar mengajar. Motivasi adalah “keseluruhan daya penggerak psikis dalam diri siswa yang menimbulkan kegiatan belajar, menjamin kelangsungan belajar itu dalam mencapai satu tujuan.” (winkels, 1987:46). Jadi, motivasi adalah suatu perubahan energi dalam diri seseorang yang ditandai oleh munculnya perasaaan dan reaksi untuk mencapai tujuan. Dengan demikian, maka munculnya motivasi ditandai oleh adanya perubahan energi dalam diri seseorang yang mungkin disadari atau

  tidak. Pembelajaran akan berhasil manakala siswa memiliki motivasi dalam belajar. Oleh sebab itu, menumbuhkan motivasi belajar siswa, merupakan salah satu tugas dan tanggungjawab guru. Guru yang baik dalam mengajar selamanya akan mendorong siswa untuk beraktivitas mencapai tujuan pembelajaran.

Terdapat hubungan yang erat antara kepuasan seseorang yang diacapai dengan motivasi. Artinya semakin seseorang merasa puas dengan pencapaian sesuatu, maka semakin tinggi motivasi seseorang untuk berperilaku sesuai dengan tujuan yang hendak dicapai. Semakin jelas tujuan yang ingin dicapai, maka akan semakin kuat motivasi belajar siswa. Oleh sebab itu sebelum proses pembelajaran dimulai hendaknya guru menjelaskan terlebih dahulu tujuan yang ingin dicapai.

Dengan demikian, dapat disimpulkan motivasi belajar adalah dorongan yang diberikan oleh guru kepada siswa selama proses pembelajaran berlangsung yang dapat diamati melalui minat belajar, relevansi dengan kebutuhan siswa, harapan untuk berhasil demi kepuasan dalam mencapai tujuan.

Dokumen terkait