BAB IV GAMBARAN UMUM PERUSAHAAN
J. Struktur Organisasi
47 BAB V
ANALISIS DAN PEMBAHASAN
A. Hasil Penelitian
1. Karakteristik Responden
Responden dalam penelitian ini adalah karyawan PT. Pelindo IV Makassar sebanyak 36 orang terpilih berdasarkan populasinya. Terdapat empat karakteristik responden yang dimasukkan dalam penelitian, yaitu ; jenis kelamin, umur, pendidikan, dan lama bekerja.
a. Jenis Kelamin
Jumlah responden berdasarkan jenis kelamin, didominasi oleh laki-laki sebanyak 21 orang atau 58,33% dan perempuan sebanyak 15 atau 41,67%.
Secara jelas dapat dilihat pada table 5.1 berikut : Table 5.1
Jenis Kelamin Responden Jenis Kelamin Jumlah Responden
(orang) Persentase (%)
Laki-laki 21 58,33
Perempuan 15 41,67
36 100
Sumber : data primer yang diolah 2017 b. Umur
Jumlah responden berdasarkan umur didominasi oleh responden kelompok umur 20-30 tahun sebanyak 24 atau 66,67%, disusul responden kelompok umur 31-40 tahun sebanyak 8 atau 22,22%, kemudian kelompok umur 41-50 tahun sebanyak 3 atau 8,33%, dan terakhir kelompok umur >50 tahun sebanyak 1 atau 2,78%. Secara jelas dapat dilihat pada tabel 5.2 berikut :
48
Tabel 5.2 Umur Responden Umur (tahun) Jumlah Responden
(orang) Persentase (%)
20-30 24 66,67
31-40 8 22,22
41-50 3 8,33
>50 1 2,78
36 100
Sumber : data primer yang diolah. 2017 c. Pendidikan
Tingkat pendidikan responden dalam penelitian ini, yaitu ; D3/Sederajat sebanyak 10 atau 27,78%, tingkat pendidikan S1 sebanyak 25 atau 69,44%, tingkat pendidikan S2 sebanyak 1 atau 2,78%. Secara jelas dapat di lihat pada tabel 5.3 berikut:
Tabel 5.3
Tingkat Pendidikan Responden PENDIDIKAN
D3 10 27,78%
S1 25 69,44%
S2 1 2,78%
Sumber : data primer yang diolah. 2017 d. Lama Bekerja
Jumlah responden berdasarkan lama bekerja pada perusahaan didominasi oleh responden kelompok 1-5 tahun sebanyak 27 atau 75,00%, disusul responden kelompok 6-10 tahun sebanyak 5 atau 13,89%, kemudian responden kelompok 11-15 tahun sebanyak 2 atau 5,56%, yang terakhir
49
kelompok responden 26-30 tahun dan 31-35 tahun masing-masing sebanyak 1 atau masing-masing sebesar 2,78%.
Tabel 5.4
Lama Bekerja Responden LAMA BEKERJA
1 - 5 tahun 27 75,00%
6 - 10 tahun 5 13,89%
11 - 15 tahun 2 5,56%
16 - 20 tahun 0 0,00%
21 - 25 tahun 0 0,00%
26 - 30 tahun 1 2,78%
31 - 35 tahun 1 2,78%
Sumber : data primer yang diolah. 2017
B. Analisis Uji Reliabilitas
Pengertian reliabilitas adalah alat untuk mengukur suatu koesioner yang merupakan indikator dari variabel atau konstruk. (Sunyoto: 2009) butir pertanyaan dikatakan reliabel atau andal apabila jawaban seseorang terhadap pertanyaan adalah konsisten. Di dalam penelitian ini digunakan pengukuran dengan metode one shot, dimana pengukuran keandalan butir pertanyaan dilakukan dengan sekali menyebarkan kuesioner pada responden, kemudian hasil skornya diukur korelasinya antar skor jawaban pada butir pertanyaan yang sama dengan bantuan SPSS menggunakan fasilitas Cronbach Alpha. Suatu konstruk dikatakan reliabel jika memberikan Cronbach Alpha jika lebih besar diatas 0.6.
50 Tabel 5.5
Variabel α Alfa Cronbach Status
Aktualisasi (X1) Penghargaan (X2) Prestasi(Y)
0.6 0.6 0.6
0.795 0.631 0.701
Realibel Realible Realible Sumber: Data Diolah 2017
Dari tabel di atas dapat diketahui bahwa koesioner yang merupakan indikator dari setiap variabel penelitian ini adalah reliabel. Hal ini dapat dilihat dari Cronbach Alpha masing-masing variabel yang lebih besar dari 0.6
C. Pengujian Asumsi Klasik 1. Uji Normalitas
Uji normalitas bertujuan untuk menguji apakah dalam model regresi, variabel terikat dan variabel bebas keduanya memuyi distribusi normal atau tidak.
Model regresi yang baik adalah memiliki distribusi data normal atau mendekati normal. Metode yang dapat dipakai untuk normalitas antara lain: analisis grafik dan analisis statistik. Uji normalitas dalam penelitian ini dilakukan dengan cara analisis grafik. Normalitas dapat dideteksi dengan melihat penyebaran data (titik) pada sumbu diagonal dari grafik atau dengan melihat histogram dari residualnya.
Gambar 5.6
Normal Probability Plot dan Grafik Histogram
51 Gambar 5.7
Dari gambar 5.6 di atas dapat dilihat pada normal probability plot bahwa data menyebar di sekitar garis diagonal, dengan demikian menunjukkan bahwa data-data pada variabel penelitian berdistribusi normal. Sedangkan pada grafik Histogram, didapatkan garis kurva yang normal yang juga menunjukkan data yang diteliti di atas berdistribusi normal.
a. Uji Multikolinieritas
Adanya Multikolinearitas dapat dilihat dari tolerance value atau nilai variance inflation factor (VIF). Batas dari tolerance value dibawah 0,10 atau nilai VIF diatas 10, maka terjadi problem multikolinearitas.
Tabel 5.7 Uji Multikolinieritas
Model
Collinearity Statistics
Tolerance VIF
1 (Constant)
TOTALAKTUALISASI .888 1.127
TOTALPENGHARGAAN .888 1.127
Sumber : Data Diolah
52
Dari tabel 5.3.1 diatas dapat kita lihat bahwa hasil nilai VIF ke dua variabel bebas dibawah 10 untuk variabel bebas pertama dan variable bebas kedua, Sehingga dapat disimpulkan bahwa tidak terjadi gejala multikolinieritas pada masing-masing variabel.
b. Uji Autokorelasi
Terjadinya Autokorelasi akan mengakibatkan pengaruh secara parsial menjadi kurang akurat, untuk mengetahui ada tidaknya gejala autokorelasi dalam model, akan dilakukan pengujian dengan menggunakan uji Durbin Watson.
c. Uji Autokorelasi
Bahwa nilai DW sebesar 1.263. Angka DW tersebut berada di antara -2 sampai dengan 2 berarti tidak terdapat gejala autokorelasi. Dengan demikian korelasi antar variabel dalam suatu model tidak dipengaruhi oleh data periode sebelumnya. Hal ini menunjukkan model penelitian terbebas dari gejala multikolinieritas, heteroskedasitas, dan autokorelasi.
d. Uji Heteroskedasitas
Hasil dari uji heteroskedasitas dapat dilihat pada grafik Scatterplot berikut ini;
Gambar 5.8
Sumber : Olah data
53
Hasil pengamatan dengan menggunakan grafik scatterplot dapat diketahui bahwa terlihat pola yang menyebar dibawah dan diatas angka nol sumbu Y, hal ini mengindikasikan bahwa tidak terjadi heterokedasitas.
D. Uji Hipotesis
a. Pengujian Hipotesis secara simultan (Uji F)
Uji F pada dasarnya menunjukkan apakah seluruh variable independen yang dimasukkan dalam model regresi mempunyai pengaruh secara simultan terhadap variable dependen.
Tabel 5. 9 Hasil Uji F ANOVAb
Model
Sum of
Squares df Mean Square F Sig.
1 Regression 144.395 2 72.198 23.688 .000a
Residual 100.577 33 3.048
Total 244.972 35
Predictors: (Constant), X2, XI
Dependent Variable: Y
Dari hasil regresi yang ditunjukkan pada tabel dengan menggunakan SPSS, diperoleh hasil F hitung sebesar 23.688 dengan sig sebesar 0.000.
Dengan demikian maka kedua variable secara simultan berpengaruh signifikan sebab nilai Sig. 0.000 < 0.05 maka Ho ditolak dan Ha diterima. Hal ini berarti bahwa variable independen secara bersama-sama berpengaruh positif signifikan terhadap prestasi kerja.
54 b. Pengujian hipotesis secara parsial (uji t)
Uji statistic t pada dasarnya menunjukkan seberapa jauh pengaruh masing- masing variable independen secara invidual dalam menenrangkan variasi variable dependen. Dengan menggunakan hipotesis:
- Jika t-hitung > t-tabel dan sig < 0,05, maka H0 ditolak dan H1 diterima.
- Jika t-hitung < t-tabel, dan sig > 0,05 maka H0 diterima dan H1 ditolak.
Tabel 5.10 Uji t Coefficientsa
Model
Standardized Coefficients
t Sig.
Beta
1 (Constant) 2.227 .033
XI .536 4.529 .000
X2 .398 3.364 .002
a. Dependent Variable: Y
Pada tabel 5.11 perhitungan uji t dapat dilihat hasil pengujian parsial terhadap masing-masing variable independen secara parsial terhadap variable dependenya dapat dianalisis sebagai berikut:
Variable X1 yaitu Aktualisasi mempunyai T hitung sebesar 4.529 dengan Sig sebesar 0.000 dengan demikian maka variabel X1 berpengaruh signifikan pada level 95%(α=5%) dan degree of freedom (d.f.=35) sehingga sesuai dengan ketentuan dalam kriteria pengujian bahwa bila Sig lebih kecil dari 0.05 maka Ha
55
diterima dan Ho ditolak. Hal ini berarti bahwa Aktualisasi secara parsial berpengaruh Positif signifikan terhadap Prestasi kerja.
Sedangkan untuk variabel Penghargaan (X2) dengan T hitung sebesar 3.364 dan P-value sebesar 0.002 dapat disimpulkan bahwa variabel X2 berpengaruh signifikan terhadap variabel Y pada level 95%(α=5%) dan degree of freedom(d.f.=35) sehingga sesuai dengan ketentuan dalam kriteria pengujian bahwa bila P-value lebih kecil dari 5% maka Ho ditolak dan Ha diterima. Hal ini berarti bahwa Penghargaan secara parsial berpengaruh positif signifikan terhadap Prestasi kerja.
c. Koefisien Determinasi Ganda (R2)
Uji koefisien determinasi ini digunakan untuk mengukur seberapa jauh variable-variabel bebas dalam menerangkan variable terikatnya. Nilai koefisien determinasi untuk empat variable bebas ditentukan dengan R Squere, adapun hasil koefisien determinasi dapat dilihat pada tabel 4.19 berikut:
Tabel 5.11 Perhitungan determinasi Model Summary
Model R R Square
Adjusted R Square
Std. Error of the Estimate
1 .768a .589 .565 1.746
Predictors: (Constant), X2, XI
Berdasarkan perhitungan dengan menggunakan program SPSS tersebut, diperoleh nilai koefisien korelasi (R) sebesar 0.768 yang menandakan bahwa hubungan antara variabel dependen dan variabel independen adalah kuat. Sedangkan koefisien determinasi (R Square) sebesar 58.9%, ini berarti setiap perubahan prestasi kerja yang dapat dijelaskan oleh kedua variabel
56
adalah sebesar 58.9% dan sisanya 41.1% dijelaskan oleh faktor-faktor lain yang tidak dijelaskan dalam penelitian ini.
2. Analisis Persamaan Regresi Berganda
Analisis regresi berganda digunakan untuk mengetahui arah hubungan antara variable independen dan variable dependen. Persamaan regresi dapat dilihat dari tabel koefisien output SPSS terhadap kedua variable independent yaitu aktualisasi dan penghargaan terhadap prestasi kerja ditunjukkan pada tabel berikut:
Tabel 5.12 Hasil Penelitian Coefficientsa
Model
Unstandardized Coefficients
Standardized Coefficients
t Sig.
B
Std.
Error Beta
1 (Constant) 7.332 3.292 2.227 .033
XI .666 .147 .536 4.529 .000
X2 .444 .132 .398 3.364 .002
a. Dependent Variable: Y Sumber : Olah data
Tabel di atas merupakan hasil perhitungan SPSS dengan menggunakan metode enter, didapatkan persamaan regresi sebagai berikut
Y = 7.332 + 0.666X1 + 0.444X2 + e
Persamaan tersebut menunjukkan bahwa semua variabel berkorelasi positif terhadap prestasi kerja. Alpha dari regresi di atas adalah sebesar 7.332, ini berarti bila kesemua variabel konstan (tidak berubah) maka Y akan konstan
57
sebesar 7.332. Sedangkan Beta variabel X1 sebesar 0.666 dimana setiap perubahan sebesar 1 unit pada aktualisasi akan menambah prestasi kerja sebesar 0.666. Beta variabel X2 sebesar 0.444 dimana setiap perubahan sebesar 1 unit pada penghargaan akan menambah prestasi kerja sebesar 0.444.
Arah hubungan kedua variable X tersebut adalah posited (+), artinya terjadi hubungan positif antara variable aktualisasi dan penghargaan dengan prestasi kerja karena semakin tinggi aktualisasi dan penghargaan pegawai makan prestasi kerjapun akan semakin meningkat.
E. Pembahasan Hasil Penelitian
Berdasarkan pemaparan pada hasil penelitian dapat dilihat bahwa aktualisasi dan penghargaan berpengaruh terhadap prestasi kerja. Hubungan positif antara aktualisasi dan penghargaan dengan prestasi kerja sesuai dengan yang diungkapkan dalam teori aktualisasi, bahwa Aktualisasi adalah proses menjadi diri sendiri dan mengembangkan sifat-sifat dan potensi potensi psikologis yang unik. Begitupun dengan teori penghargaan, bahwa perilaku kerja karyawan dapat dijelaskan dengan kenyataan yaitu para karyawan menentukan lebih dahulu apa prilaku mereka yang dijelaskan dan nilai yang diperkirakan sebagai hasil-hasil alternatif dari prilaku mereka, misalnya seorang karyawan mengharapkan bahwa menyelesaikan pekerjaan tepat pada waktunya akan memperoleh penghargaan, maka dia akan memotivasi dirinya untuk memenuhi sasaran tersebut.
Berdasarkan hasil regresi ditemukan bahwa aktualisasi dan penghargaan berpengaruh signifikan dan positif terhadap prestasi kerja pegawai yang terjadi di Pt. Pelindo IV Makassar. Setiap kenaikan 1% aktualisasi maupun penghargaan akan meningkatkan masing-masing 0.666 dan 0.444 prestasi kerja.
58
Hasil penelitian sesuai dengan penelitian yang telah dilakukan sebelumnya oleh Jumaldi (2011) yang menemukan bahwa penghargaan memiliki pengaruh yang positif dan signifikan terhadap Prestasi Kerja. Melalui pengujian koefisien korelasi (R) di peroleh bahwa tingkat korelasi atau hubungan antara penghargaan terhadap Prestasi Kerja Karyawan pada PT. Pertamina Ep Region sumatera.
Begitupun dengan penelian Andhani (2013) yang menemukan bahwa adanya pengaruh yang signifikan antara aktualisasi (x1) terhadap prestasi kerja (y) dan tidak adanya pengaruh signifikan antara beban kerja (x2) terhadap prestasi kerja (Y) serta tidak ada pengaruh yang signifikan antara aktualisasi (x1) dan beban kerja (x2) secara bersama sama terhadap prestasi kerja (y).
59 BAB VI
KESIMPULAN DAN SARAN
A. Kesimpulan
Berdasarkan hasil penelitian dan pembahasan dalam penelitian ini maka dapat disimpulkan sebagai berikut :
1. Aktualisasi berpengaruh signifikan dan positif terhadap prestasi kerja dimana nilai Sig lebih kecil dari 0.05 maka Ha diterima dan Ho ditolak.
2. Penghargaan berpengaruh signifikan dan positif terhadap prestasi kerja dimana nilai Sig lebih kecil dari 0.05 maka Ha diterima dan Ho ditolak.
3. Aktualisasi dan Penghargaan secara simultan berpengaruh signifikan dan positif terhadap prestasi kerja, Sehingga hipotesis terbukti.
B. Saran
Berdasarkan kesimpulan dari hasil penelitian di atas dapat disimpulkan bahwa semua variabel bebas mempunyai pengaruh yang positif dan signifikan terhadap produktivitas kerja karyawan, maka peneliti menyarankan hal-hal sebagai berikut :
1. Peningkatan program aktualisasi diri mendapatkan perhatian secara intensif, dikarenakan berdasarkan penelitian yang telah dilakukan kebutuhan aktualisasi diri dapat menunjang penilaian prestasi karyawan pada PT.
Pelindo IV Makassar.
2. Pihak manajemen hendaknya memaksimalkan sistem penghargaan karyawan pada PT. Pelindo IV Makassar.
60
DAFTAR PUSTAKA
Arikunto, Suharmisi. 1998. Proses Penelitian: Suatu Pendekatan Praktik. Penerbit Rineka Cipta, Jakarta.
Effendi. 1981. Teori Motivasi. Penerbit Fes Comap, Jakarta.
Flippo Edwin B. 1998. Personal Manajemen. Edisi Keenam, Jilid I, Penerbit Erlangga, Jakarta.
Gary Dessler. 2007. Manajemen Sumber Daya Manusia, Jilid II, Edisi Kesepuluh, Penerbit Indeks, Jakarta.
Gibson, James L. 1984. Organisasi dan Manajemen. Terjemahan Djoban Wahidi, Penerbit Erlangga, Jakarta.
Handoko, Hani, 1985. Manajemen Personalia dan Sumber Daya Manusia, Penerbit BPFE, Yogyakarta.
Husnan Suad, 1984. Manajemen Personalia, Edisi III, BPFE, Yogyakarta.
Manullang. M, 1981. Manajemen Personalia. Penerbit Ghalia Indonesia, Jakarta.
Natsir, 1993. Manajemen Organisasi. Penerbit BPFE, Yogyakarta.
Nawawi Hadari. 2008. Perencanaan SDM, Cetakan Keempat, Penerbit Gadjah Mada University Press, Yogyakarta.
Nitisemito, Alex, S. 1982. Manajemen Personalia. Cetakan Ketiga Penerbit Ghalia, Indonesia, Jakarta
Notoatmodjo Soukidjo. 2009. Pengembangan Sumber Daya Manusia, Penerbit PT.
Rineka Cipta, Jakarta.
Proctor, 1987. Organisasi Perusahaan. Penerbit BPFE, Yogyakarta.
Rachmaway Ike Kusdyah.2008. Manajemen Sumber Daya Manusia, Penerbit Andi, Yogyakarta.
Ruski. 1989. Pengantar Sumber Daya Manusia. Penerbit Fakultas Ekonomi UI, Jakarta.
Prof. DR. Veithzal Rivai MBA. Manajemen sumber daya manusia untuk perusahaan. PT.
Murai Kencana. Jakarta 2004.
61
LAMPIRAN
62
KUESIONER (ANGKET)
“ Pengaruh Kebutuhan Aktualisasi dan Penghargaaan Terhadap Prestasi Kerja Karyawan pada PT. PELINDO IV Makassar “
Identitas Pengisi Angket :
Usia : 20 – 30 31-40 41-50 Diatas 50 Jenis Kelamin : Laki-Laki Perempuan
Unit Kerja : Pendidikan :
Petunjuk pengisian :
Mohon ketersediaan memberi tanda ceklis ( ) pada kolom yang sesuai dengan pendapat Bapak / Ibu. Kode jawaban sebagai berikut :
1. STS : Sangat Tidak setuju 2. TS : Tidak Setuju
3. N : Netral 4. S : Setuju
5. SS : Sangat Setuju
A. Kebutuhan Aktualisasi Diri (X1)
NO PERTANYAAN JAWABAN
STS TS N S SS 1 Menurut anda apakah tanggung jawab sangat
penting bagi perusahaan ?
2 Apakah anda bertanggung jawab dalam pekerjaan anda ?
3 Saya merasa kepercayaan sangat diperlukan dalam pekerjaan
4 Modal terbesar dalam suatu pekerjaan adalah kepercayaan
5 Atasan selalu mempertimbangkan semua pendapat yang kami ajukan
6 Atasan selalu memberikan perhatian kepada karyawan
63 B. Penghargaan Karyawan (X2)
NO PERTANYAAN JAWABAN
STS TS N S SS 1 Saya merasa bahwa pekerjaan saya sebanding
dengan gaji saya
2 Adanya tunjangan dan bonus bagi semua karyawan
3 Setiap karyawan yang berprestasi bagi perusahaan diberikan kenaikan jabatan
4 Peningkatan kinerja jika dilakukan promosi jabatan pada karyawan
5 Pengawasan dilakukan agar mencegah karyawan melakukan kecurangan
6 Semua karyawan harus diawasi tanpa terkecuali
C. Prestasi Kerja (Y)
NO PERTANYAAN JAWABAN
STS TS N S SS 1 Saya merasa selalu menyelesaikan pekerjaan
sesuai dengan ketentuan perusahaan
2 Saya merasa selalu datang kantor tepat pada waktunya dan pulang tepat waktu juga
3 Karyawan diharuskan menguasai pekerjaan yang telah ditentukan
4 Pengetahuan dan penguasaan materi mempengaruhi kualitas kinerja
5 Menjalin hubungan yang baik sesama karyawan sangatlah penting
6 Hubungan yang baik antar sesama karyawan dapat mempengaruhi kenyamanan dalam bekerja
“Sekian dan terimakasih atas waktu dan jawaban yang bapak / ibu berikan”