NEGARA MAJEMUK
A. Negara Majemuk
“Dari Sabang sampai Merauke Berjajar pulau-pulau
Sambung-menyambung menjadi satu Itulah Indonesia
Indonesia tanah airku Aku berjanji padamu Menjunjung tanah airku Tanah airku Indonesia…”
Lagu “Dari Sabang sampai Merauke” karya R. Suharjo tersebut menggambarkan dengan jelas bagaimana luasnya wilayah bumi pertiwi. Indonesia adalah negara kepulauan dengan luas wilayah mencapai jutaan kilometer. Luas wilayah Indonesia terbentang menjadi pulau-pulau dari Sabang sampai Merauke dengan jumlah 17.200 pulau. Wilayah Indonesia terbentang sepanjang 3.977 mil antara Samudra Hindia dan Samudra Pasifik. Apabila perairan antara pulau-pulau itu digabungkan, maka luas Indonesia menjadi 1.9 juta mil persegi. Lima pulau besar di Indonesia adalah Sumatera dengan luas 473.606 km persegi, Jawa dengan luas 132.107 km persegi, Kalimantan (pulau terbesar ketiga di dunia) dengan luas 539.460 km persegi, Sulawesi dengan luas 189.216 km persegi, dan Papua dengan luas 421.981 km persegiiv. Gambar peta berikut menunjukkan luas wilayah Indonesia.
Gambar: Peta Indonesia
Sepanjang mata memandang, Indonesia adalah hamparan keindahan alam, cerita kekayaan alam, potensi hutan yang menghampar, luasnya lautan yang terbentang dan gemericik air yang mengalir di sungai-sungai. Aneka tambang, seperti minyak bumi, batubara, emas, perak, nikel, timah, tembaga, pasir, besi, dan permata adalah kekayaan alam yang dianugerahkan kepada bangsa ini. Indonesia juga dianugerahi kesuburan tanah yang bisa menjadi lahan pertanian. Banyaknya gunung berapi yang ada di Indonesia membuat tanah-tanah di sekitarnya menjadi subur. Abu letusan gunung berapi membuat tanah menjadi subur. Aneka flora dan fauna tumbuh dan berkembang dengan keragaman jenisnya.
Beberapa satwa endemik hanya ada di Indonesia, seperti orang hutan dan harimau Sumatera. Pulau Komodo yang ada di wilayah Nusa Tenggara juga menjadi bukti warisan kekayaan hewani. Di pulau tersebut hidup komodo yang merupakan salah satu hewan langka yang dilindungi. Kekayaan alam Indonesia adalah anugerah yang tak ternilai harganya. Potensi tersebut menjadi bekal bagi kemajuan dan kemakmuran bangsa yang jumlah penduduknya tidak kurang dari 200 juta jiwa.
Indonesia juga kaya dengan keanekaragaman suku bangsa.
Setiap suku bangsa memiliki akar bahasa, adat istiadat, pakaian, dan makanan khas. Keanekaragaman tersebut menjadi bagian dari keragaman suku bangsa yang tersebar dalam untaian pulau- pulau. Berdasarkan data dari Badan Pusat Statistik hasil sensus tahun 2010 menunjukkan bahwa jumlah suku bangsa di Indonesia mencapai 1.128. Suku-suku terbesar di Indonesia di antaranya adalah:
1. Suku Jawa
Suku Jawa adalah salah satu suku terbesar di Indonesia.
Persebaran Suku Jawa mayoritas berada di Pulau Jawa meskipun di daerah lain, seperti Sumatera, Kalimantan, Sulawesi, Papua, Maluku juga terdapat Suku Jawa. Persebaran tersebut melalui program transmigrasi maupun merantau yang mereka lakukan.
Suku Jawa memiliki beberapa dialek bahasa, yaitu Solo, Pantura, Banyumasan, Yogyakarta, dan Jawa Timuran. Masyarakat Jawa dikenal sebagai pribadi yang santun, lemah lembut, dan memiliki jiwa kesetiakawanan yang tinggi. Suku Jawa juga memiliki beragam kekayaan seni budaya, seperti wayang kulit, wayang orang, batik, dan pakaian adat yang unik.
2. Suku Sunda
Suku Sunda tinggal di wilayah Jawa Barat, Banten, Jakarta, Lampung. Suku Sunda merupakan salah satu suku terbesar di Indonesia. Suku Sunda memiliki bahasa khas yaitu Bahasa Sunda. Kesenian yang terkenal dari suku ini adalah Tari Jaipong, wayang golek, dan angklung. Suku Sunda yang tinggal di daerah Jawa Barat memiliki sejarah yang panjang sejak masa perang kemerdekaan. Lagu “Bandung Lautan Api” yang merupakan salah satu lagu perjuangan menunjukkan bagaimana peran dari masyarakat dalam mendukung perjuangan. Salah satu tempat di Bandung yang menjadi saksi perjuangan masyarakat Jawa Barat adalah gedung Sate yang sampai saat ini masih dipergunakan.
3. Suku Melayu
Suku Melayu tinggal di daerah Sumatera, terutama daerah Riau, Jambi, Aceh, Palembang, Bangka Belitung, dan Bengkulu.
Di daerah Kalimantan, terutama Pontianak juga tersebar suku ini. Suku Melayu yang tinggal di Indonesia masih memiliki kekerabatan dengan suku Melayu di Malaysia, Singapura, dan Brunei Darussalam. Suku Melayu dikenal suka berpantun dan menggunakan perumpamaan ketika menyampaikan sesuatu.
Bahasa Melayu menjadi salah satu bahasa yang digunakan di berbagai negara. Bahasa Melayu juga menjadi salah satu sumber pengembangan Bahasa Indonesia.
4. Suku Batak
Suku Batak umumnya mendiami wilayah Tapanuli, Toba, dan Sumatera Utara. Orang Batak dikenal sebagai sosok yang tegas dan lugas ketika mengutarakan pendapat. Mereka juga dikenal sebagai sosok pemberani. Suku Batak terdiri dari Batak Toba, Batak Karo, Batak Pakpak, Batak Simalungun, Batak Angkola, dan Batak Mandailing. Contoh nama marga yang ada di Suku Batak adalah Siagian, Harahap, Siregar, Situmorang, Tampubolon, Sitompul, Nasution, Simamora, Tanjung, Situmeang, dan Tambunan. Salah satu salam yang terkenal di suku ini adalah Horas. Salam ini biasanya diucapkan ketika bertemu dengan teman, atau memulai dan menutup suatu acara di kalangan Suku Batak. Suku ini juga dikenal memiliki solidaritas dan kekerabatan yang tinggi.
5. Suku Madura
Suku Madura mayoritas tinggal di Pulau Madura yang termasuk wilayah Provinsi Jawa Timur. Pulau Madura terdiri dari empat kabupaten, yaitu Sampang, Bangkalan, Pamekasan, dan Sumenep. Selain di Pulau Madura, mereka juga tersebar
di daerah lain karena beragam sebab seperti perdagangan dan pendidikan. Suku Madura terkenal dengan usaha sate dan jasa potong rambut yang tersebar di berbagai daerah. Potong rambut Madura terkenal karena hasil yang bagus dan harga terjangkau.
Kebudayaan yang terkenal dari suku ini adalah Karapan Sapi yang menjadi daya tarik wisatawan. Pulau Madura juga menjadi salah satu penghasil garam yang cukup besar di Indonesia.
6. Suku Bugis
Wilayah Pulau Sulawesi merupakan tempat suku ini berada.
Suku Bugis menyebar di Sulawesi Tenggara, Sulawesi Tengah, Papua, Kalimantan Timur, Jawa, dan Kalimantan Selatan. Suku Bugis dikenal sebagai nelayan, perantau, dan pedagang yang sukses. Selain di Pulau Sulawesi, suku ini juga menyebar di Pulau Jawa. Kesuksesan mereka di bidang perdagangan membuat tokoh-tokoh suku ini menjadi panutan bagi bangsa Indonesia.
Adat perkawinan suku ini menjadi contoh ritual perkawinan yang penuh dengan makna.
7. Suku Papua
Suku Papua mendiami wilayah Pulau Papua dengan beragam adat istiadat. Berdasarkan hasil sensus penduduk yang dilakukan oleh Badan Pusat Statistik, beberapa nama suku di Papua adalah Air Mati, Amabai, Amberbaken, Amungme, Arandai, Asmat, Biak- Numfor, Mafoorsch, Noefor, Dani, Ekagi, dan Ekari. Suku Papua dikenal dengan tarian, ukiran, dan punya ciri khas memakai koteka sebagai pakaian tradisional. Banyak tokoh Papua yang sekarang ini menjadi pimpinan nasional, misalnya menteri, tokoh politik, atau jabatan yang lain. Bumi Papua memiliki kekayaan
dan keindahan alam yang tak ternilai harganya. Tambang emas dan hamparan laut yang indah membuat tanah Papua menjadi daya tarik tersendiri. Salah satu lokasi wisata yang terkenal di Papua adalah wilayah Raja Ampat.
8. Suku Dayak
Wilayah Kalimantan merupakan tempat Suku Dayak tinggal.
Mereka tersebar di Kalimantan Barat, Kalimantan Tengah, dan Kalimantan Timur. Suku dayak memiliki banyak ragam, di antaranya Dayak Punan, Meratus, Mayau, Tunjung, dan Mali.
Suku Dayak dikenal dengan beragam kesenian, seperti ukiran dan tarian. Tari Gantar, Tari Kancet Papatai, dan Kancet Ledo adalah contoh tarian Suku Dayak.
9. Suku Minang
Suku Minang mendiami daerah Sumatera Barat dan dikenal dengan Rumah Gadang sebagai rumah adat. Suku Minang juga dikenal sebagai pedagang dan pengusaha yang sukses. Salah satu contohnya adalah keberadaan Rumah Makan Padang di hampir setiap wilayah di Indonesia. Suku Minang juga memiliki kemampuan berpantun yang andal.