B. Kajian Teori
2. Nilai-nilai Pendidikan Islam
ukur tindakan dan perilaku manusia dalam berbagai aspek kehidupannya.46
Williams mengemukakan bahwa nilai merupakan gagasan umum orang-orang, yang berbicara seputar apa yang baik atau buruk, yang diharapkan atau yang tidak diharapkan. Nilai mewarnai keseluruhan cara hidup mereka.
Nilai bukan saja dijadikan rujukan untuk bersikap dan berbuat dalam masyarakat, akan tetapi dijadikan pula sebagai ukuran benar tidaknya suatu fenomena perbuatan dalam masyarakat itu sendiri.
Apabila ada suatu fenomena sosial yang bertentangan dengan sistem nilai yang dianut oleh masyarakat, maka perbuatan tersebut dinyatakan bertentangan dengan yang dianut oleh masyarakat dan akan mendapatkan penolakan.47
Menurut Muhaimin yang mengutip pendapat Webster dalam jurnal tersebut menjelaskan nilai adalah suatu keyakinan yang menjadi dasar seseorang atau sekelompok orang untuk memilih tindakannya, menilai sesuatu yang bermakna bagi kehidupannya.48
Berdasarkan uraian di atas, dapat disimpulkan bahwa nilai adalah segala hal yang dapat terukur, dianggap penting dan berharga bagi manusia. Nilai dapat dikatakan sebagai sesuatu yang
46Said Agil Husain Almunawar, Aktualisasi Nilai-Nilai Qur‟an dalamSistem Pendidikan Islam, (Ciputat : Ciputat Press, 2005), 3
47Wibawati Bermi, Internalisasi Nilai-Nilai Agama Islam Untuk Membentuk Sikap dan Perilaku Siswa Sekolah Dasar Islam Terpadu Al-Mukminun Ngrambe Ngawi (Jurnal Al-Lubab: 2016), 3
48Raden Ahmad Muhajir Ansori, Strategi Penanaman nilai-nilaipendidikan Islam Pada Peserta didik, (Jurnal Pusaka: Median Kajian dan Pemikiran Islam 8), (2016):14-32
mempunyai ukuran tertentu yang membawa seseorang untuk melakukan hal-hal yang benar, baik dan diinginkan.
Ada dua istilahyang sering rancu dijumpai antara “Pendidikan Agama Islam” dengan “Pendidikan Islam”. Pendidikan Agama Islam dibakukan sebagai nama kegiatan mendidikkan agama Islam.
Pendidikan agama Islam hanya terbatas pada bidang studi agama seperti tauhid, fiqih, tarikh Nabi, membaca Al-qur’an, Tafsir dan Hadits, sedangkan Pendidikan Islam yaitu sistem pendidikan yang Islami, yang mendukung terwujudnya sosok muslim yang diidealkan. Pendidikan Islam ialah pendidikan yang teori-teorinya disusun berdasarkan Al qur’an dan Hadits.49
Dalam pembelajaran Pendidikan Agama Islam yang menjadi tujuan utamanya adalah bagaimana nilai-nilai ajaran Islam yang diajarkan akan dapat tertanam dalam diri siswa sehingga terjadi perubahan tingkah laku yang dilandasi dengan nilai-nilai ajara Islam dalam kehidupan pribadinya maupun kehidupan sosial yang nantinya dapat berdampampak terbentuknya insan kamil.
Abdul Fatah Jalal mengatakan bahwa pendidikan adalah proses pemberikan pengetahuan, pemahaman, pengertian, tanggung jawab, dan penanaman amanah, sehingga terjadi penyucian (tazkiyah) atau pembersihan diri manusia dari segala kotoran yang menjadikan diri manusia itu berada dalam suatu kondisi yang
49Muhaimin, Pengembangan Kurikulum Pendidikan Agama Islam di Sekolah, Madrasah, dan Perguruan Tinggi (Jakarta:Rajawali Press, 2012), 6
memungkinkan untuk menerima al-hikmah serta mempelajari segala yang bermanfaat baginya.50
Pendidikan Islam merupakan pendidikan yang secara khas memiliki ciri Islami, pendidikan yang menfokuskan aspek Al-qur’an dan Al-hadis. Artinya, kajian pendidikan Islam bukan sekedar menyangkut aspek normatif ajaran Islam, tetapi didalamnya membahas aspek nilai, budaya untuk pemberdayaan umat. Oleh karena itu, pemahaman tentang materi, institusi, kultur dan sistem pendidikan merupakan satu-kesatuan holistik, bukan parsial, dalam pengembangan sumber daya manusia yang beriman.51
Pendidikan agama mempunyai peranan penting, karena pendidikan agama merupakan bekal yang kuat untuk dijadikan pondasi untuk membangun sumber daya manusia yang berkualitas.
Peningkatan sumber daya manusia akan mencapai kualitasnya, jika peranan pendidikan agama dan tuntunan yang benar diposisikan pada tempatnya, karena pendidikan agama sebagai kendali mesin dalam suatu kehidupan membentuk manusia yang berakhlakul karimah.
Istilah pendidikan Islam dalam perkembangannya dapat difahami beberapa pengertian atau definisi. Hal itu bisa ditemukan diberbagai pendapat para ahli dari karya-karya mereka. Salah satunya pendapat Muhaimin yang mengungkapkan mengenai memahami istilah pendidikan Islam.
50Abdul Fatah Jalil dalam Bukhar Umar, Ilmu Pendidikan Islam, (Jakarta : Amzah,2010), 23-24
51Sri Minarti, Ilmu Pendidikan Islam (Fakta Teoritis-Filosofis dan Aplikatif-Normatif), (Jakarta;
Amzah, 2013), 25-26
Berdasarkan uraian di atas dapat disimpulkan bahwa pendidikan Islam merupakan suatu sistem pendidikan dan pengajaran yang bersumber dari Al-qur’an dan As-sunnah serta memuat tentang nilai-nilai kehidupan baik itu berupa norma, budaya, dan sebagainya yang bertujuan untuk kemaslahatan dan pemberdayaan manusia yang mencakup seluruh aspek kehidupan manusia baik di dunia maupun di akhirat.
b. Macam-macam Nilai Pendidikan Islam
Menurut Noeng Muhadjir yang dikutip oleh Ida Zusnani dalam bukunya manajemen pendidikan, nilai dapat diklasifikasikan dari berbagai sudut pandang, antara lain:
1) Dilihat dari kemampuan jiwa manusia, nilai dapat dibedakan menjadi dua kelompok: nilai statis, seperti kognisi, emosi, konasi dan psikomotor, nilai atau kemampuan dinamik, seperti berafiliasi, motif berkuasa dan motif berprestasi.
2) Berdasarkan pendekatan budaya manusia, nilai hidup dapat dibagi ke dalam tujuh kategori: nilai ilmu pengetahuan, nilai ekonomi, nilai keindahan, nilai politik, nilai keagamaan, nilai kekeluargaan dan nilai kejasmanian.
3) Dilihat dari sumbernya terdapat dua jenis: nilai ilahiyah dan nilai insaniyah. Nilai ilahiyah adalah nilai yang bersumber dari agama (wahyu Allah), sedangkan nilai insaniyah adalah nilai yang diciptakan manusia atas dasar kriteria yang diciptakan oleh manusia pula.
4) Dilihat dari segi ruang lingkup dan keberlakuannya, dibagi menjadi nilai-nilai lokal dan nilai-nilai universal. Tidak semua nilai agama bersifat universal dan begitu pula nilai-nilai insaniyah bisa bersifat universal. Dari segi keberlakuan masanya, nilai dapat dibagi menjadi: nilai-nilai abadi, nilai pasang surut, nilai temporal. Ditinjau dari segi hakikatnya, nilai dapat dibagi menjadi: nilai hakiki dan nilai instrumental. Nilai-nilai yang hakiki itu bersifat universal dan abadi, sedangkan nilai-nilai instrumental dapat bersifat lokal, pasang surut dan temporal.52
Nilai-nilai pendidikan Islam menjadi sebuah pijakan, tujuan dan evaluasi terhadap keberhasilan pendidikan Islam itu sendiri. Maka dari itu diperlukan etika profetik yakni etika yang dikembangkan atas dasar nilai-nilai Ilahiyah (qauliyah). Nilai-nilai tersebut adalah Nilai Ibadah, Nilai Ihsan, Nilai Masa Depan, Nilai Kerahmatan, Nilai Amanah, Nilai Dakwah dan Nilai Tabsyir.53
Proses pendidikan Islam dimaksudkan untuk mewujudkan tujuan pendidikan Islam yang antara lain adalah untuk menciptakan kepribadian yang beriman dan bertakwa, menanamkan insan yang bertakwa dan insan yang sempurna.54
52Ida Zusnani, Manajemen Pendidikan, (Jakarta: Suka Buku, 2012), 49-51
53Abdul Qodir, Pendidikan Islam (Integratif-monokotomik: alternatif-solutif untuk masyarakat), (Yogyakarta: Ar-Ruzz Media, 2011), 309
54Muslih Musa (editor), Pendidikan Islam di Indonesia Antara Cita dan Fakta, (Yogyakarta: Tiara Wacana Yogya, 1991), Cet. I, 55.
Secara normatif, menurut Said Agil Husin nilai pendidikan Islam yang perlu diinternalisasikan kepada seseorang yaitu:55