BAB II KAJIAN TEORI
B. Sekolah Berbasis Karakter
5. Nilai-Nilai Pendidikan Karakter
31
sila Pancasila. Adapun secara khusus bertujuan mengembangkan potensi anak didik agar berhati baik, memiliki sikap percaya diri, bangga pada bangsa dan negara, dan mencintai sesama umat manusia.
Menurut Heri Gunawan, Fungsi pendidikan karakter adalah sebagai berikut28:
a. Pengembangan potensi dasar, agar berhati baik, berpikiran baik, dan berperilaku baik.
b. Perbaikan perilaku yang kurang baik dan penguatan perilaku yang sudah baik.
c. Penyaring budaya yang kurang sesuai dengan nilai-nilai luhur pancasila.
Pendapat lain menurut Maswardi fungsi pedidikan karakter adalah “membangun peradaban bangsa yang cerdas, berkontribusi terhadap pengembangan hidup umat manusia, membangun sikap warga negara yang cinta damai, kreatif, mandiri, maupun hidup berdampingan dengan bangsa lain”.29
Dapat disimpulkan, bahwa tujuan dan fungsi dari pendidikan karakter adalah menghasilkan generasi penerus bangsa yang mandiri, dan melakukan sesuatu dengan bertanggung jawab sesuai dengan nilai-nilai pancasila.
a. Religius, sikap dan perilaku yang patuh dalam melaksanakan ajaran agama yang dianutnya.
b. Jujur, perilaku yang didasrkan pada upaya menjadikan dirinya sebagai orang yangs ellau dapat dipercaya dalam perkataan, tindakan dan pekerjaan.
c. Toleransi, sikap dan dan tindakan yang menghargai perbedaan agama, suku, etnis, pendapat, sikap, dan tindakan orang lain yang berbeda dari dirinya.
d. Disiplin, tindakan yang menunjukkan perilaku tertib dan patuh pada berbagai ketentuan, dan peraturan.
e. Kerja keras, perilaku yang menunjukkan upaya sungguh- sungguh dalam mengatasi berbagai hambatan belajar dan tugas, serta menyelesaikan tugas dengan sebaik-baiknya.
f. Kreatif, berpikir dan dan melakukan sesuatu untuk menghasilkan cara atau hasil baru dari sesuatu yang telah dimiliki.31
g. Mandiri, sikap dan perilaku yang tidak mudah bergantung pada orang lain dalam menyelesaikan tugas-tugas.
h. Demokratis, cara berpikir, bersikap, dan bertindak yang menilai sama hak dan kewajiban dirinya dan orang lain.
i. Rasa ingin tahu, sikap dan tindakan yang selalu berupaya untuk mengethaui lebih mendalam dan meluas dari sesuatu yang dipelajarinya, dilihat dan didengar.
j. Semangat kebangsaaan, cara berpikir, bertindak dan berwawasan, yang menempatkan kepentingan bangsa dan negara diatas kepentingan diri dan kelompoknya.
31Muchlas Samani dan Hariyanto, Pendidikan Karakter (Konsep dan Model), (Bandung: PT Remaja Rosdakarya , 2011), h. 51
33
k. Cinta tanah air, cara berpikir, bersikap dan berbuat yang menunjukkan kesetiaan, kepedulian dan penghargaan yang tinggi terhadap bahasa, lingkungan fisik, sosial, budaya, ekonomi, dan politik bangsa.
l. Menghargai prestasi, sikap dan tindakan yang mendorong dirinya untuk menghasilkan sesuatu yang berguna bagi masyarakat, dan mengakui, serta menghormati keberhasilan orang lain.
m. Bersahabat/komunikatif, tindakan yang memperlihatkan rasa senang berbicara, bergaul, dan bekerja sama dengan orang lain.
n. Cinta damai, sikap, perkataan, dan tindakan yang menyebabkan orang lain merasa senang dan aman atas kehadiran dirinya.
o. Gemar membaca, kebiasaan menyediakan waktu untuk membaca berbagai bacaan yang memberikan kebajikan bagi dirinya.
p. Peduli lingkungan, sikap dan tindakn yang selalu berupaya mencegah kerusakan lingkungan alam disekitarnya, dan mengembangkan upaya untuk memperbaiki kerusakan yang sudah terjadi.
q. Peduli sosial, sikap dan tindakan yang selalu ingin memberi bantuan pada orang lain dan masyarakat yang membutuhkan.32
r. Tanggung jawab, sikap dan perilaku seseorang untuk melaksankan tugas dan kewajibannya, yang seharusnya dia
32 Dirjen Dikdasmen Kemendiknas, Pembinaan Pendidikan Karakter di sekolah Menengah Pertama, (Jakarta: Dirjen Dikdasmen Kemendiknas, 2010), h. 13
lakukan terhadap diri sendiri, masyarakat, lingkungan (alam, sosial, dan budaya), negara dan tuhan yang maha esa.33
Dalam ajaran agama Islam nilai-nilai karakter didasarkan pada sikap yang dimiliki Rasulullah SAW. Beliau dikenal memiliki sifat sidiq, amanah, tabligh dan fathanah.34 Sifat yang dimaksud dikenal dengan sebutan sifat wajib Rasul. Sifat wajib Rasul merupakan pencerminan karakter Nabi Muhammad saw. dalam menjalankan tugasnya sebagai pemimpin umat. Secara rinci sifat-sifat tersebut sebagai berikut:35
a. Kepemimpinan, secara fakta historis tentang usaha-usaha Nabi dalam membentuk masyarakat islami di Mekkah, Rasulullah menggunakan proses evaluasi cultural, Nabi tidak langsung mengubah secara cepat, tetapi secara bertahap-tahap yang membutuhkan waktu yang lama;
b. Sidiq, Artinya jujur, beliau selalu berbicara dengan kata- kata, perbuatan, dan keteladanan. Kata-kata beliau selalu konsisten. Tidak ada perbedaan antara kata dan perbuatan;
c. Amanah, artinya dapat dipercaya, beliau benar-benar bertanggung jawab pada amanah, tugas dan kepercayaan yang diberikan Allah swt. Yang dimaksud amanah dalam hal ini adalah apapun yang dipercayakan kepada Rasulullah saw. Meliputi segala aspek kehidupan baik politik, ekonomi, maupun agama.
33 Dirjen Dikdasmen Kemendiknas, Pembinaan Pendidikan Karakter di sekolah Menengah Pertama, h. 13
34Sakdiah, “Karakteristik Kepemimpinan Dalam Islam (Kajian Historis Filosofis) Sifat-Sifat Rasulullah”, dalam Jurnal Al-Bayan, Vol. 22 No. 33 Januari-Juni 2016, h. 38
35Sakdiah, Karakteristik Kepemimpinan Dalam Islam (Kajian Historis Filosofis) Sifat-Sifat Rasulullah, h. 38
35
d. Tabligh, artinya komunikatif. Beliau tidak menyembunyikan informasi yang benar apalagi untuk kepentingan umat dan agama. Beliau tidak pernah sekalipun menyimpan informasi berharga hanya untuk dirinya sendiri;
e. Fathanah, artinya cerdas/cerdik. Cerdas disini yaitu:
mengetahui dengan jelas apa akar permasalahan yang dia hadapi serta tindakan apa yang harus dia ambil untuk mengatasi permasalahan yang terjadi pada umat.36
Dalam implementasinya di satuan pendidikan, pusat kurikulum menyarankan agar dimulai dari nilai esensial, sederhana, dan mudah dilaksanakan sesuai kondisi masing-masing sekolah, misalnya bersih, rapi, nyaman, disiplin, sopan dan santun.
Dari uraian diatas, dapat diambil kesimpulan bahwa untuk mensukseskan pendidikan karakter peserta didik maka perlu dilakukan identifikasi nilai-nilai karakter terlebih dahulu. Oleh karena itu setiap institusi pendidikan harus mengembangkan pendidikan karakter berdasarkan nilai-nilai karakter yang dikembangkan oleh institusi pendidikan itu sendiri. Nilai-nilai karakter tersebut bisa bersumber dari ajaran agama, budaya bangsa maupun norma-norma yang berlaku dimasyarakat.
6. Landasan Pendidikan Karakter