Bicara tentang pasca hijrah itu tidak lengkap rasanya kalau belum mengetahui bagaimanakah latar kota yang terpilih menjadi tempat untuk hijrahnya Rasulallah SAW.
Latar Asli Kota Madinah dan Perubahan yang Rasulallah SAW Lakukan Madinah menurut bahasa artinya kota. Jadi kalau diartikan kota Madinah itu artinya kotanya kota, yang mula dulu awalnya bernama Yatsrib yang artinya masalah, kesalahan atau dosa sebagaimana kata yang ada didalam Surat Yusuf ayat 92 yang mengatakan :
َ َُ ْ ي ِم ِح َّرلإَ ُمَحْرَإَو ُه َوَ ْمُكَلَ ُ ّللَّإَ َر ِف ْغَيَ َم ْوَيْ لإَ ْمُ
ك ْيَ ل َعَ َب ْيِنَْْ
تََ لََ َلاَ
ق
َ
Artinya : “Dia (yusuf) berkata, “pada hari ini tiada kesalahan atas mu, mudah-mudahan Allah mengampuni kamu. Dia maha penyayang diantara para penyayang.”
Jadi Yatsrib itu memiliki makna yang jelek oleh karena itu Rasulullah SAW mengubah namanya menjadi lawannya yaitu kota Toobah atau Thoyyibah tapi nama yang ini tadi jarang di dengar karena hanya familiar dengan nama Madinah Nabawiyah atau Madinah Munawwarah. Karena urusan nama ini sangat penting, tidak seperti yang di sampaikan oleh Sixfire yang mengatakan :
“Apalah artinya sebuah nama”. Ini konsep salah besar karena di dalam Islam nama itu sangatlah bermakna. Coba kita buka kitab hadits induk disana para ulama sampai-sampai mengarang sebuah
bab tentang nama. Tahukah sudah berapa orang sahabat yang telah diganti namanya oleh Rasulallah SAW, kemudian lagi diperistiwa penaklukkan kota Khaibar disaat Rasulullah SAW sudah sampai disebuah persimpangan menuju Khaibar yang memiliki beberepa jalan. Kemudian Rasulullah SAW meminta kepada penunjuk jalan untuk menyebutkan nama jalan itu satu-persatu, selanjutnya penunjuk jalan itu mengatakan “wahai Rasulullah, kalau jalan ini namanya Hazan (kesedihan).” Kemudian beliau menolak untuk melaluli jalan tersebut. Orang itu berkata lagi, “kalau jalan yang ini namanya Syasy (kacau).” Namun, beliau juga menolak jalan tersebut. Orang itu menyebut lagi “jalan yang lain yang bernama Hathib (sial). “Namun, beliau juga menolaknnya. Kemudiaan penunjuk jalan itu berkata, yang tersisa tinggal satu nama jalan lagi.
“Umar bertanya : Apa nama jalan itu ? “nama jalannya Marhab (selamat datang).” Akhirnya, Nabi SAW pun memilih jalan tersebut.1
Coba perhatikan bagaimana Rasulullah SAW berbicara tentang konsep yang besar ini, yang selama ini kita semua sepelekan. Itulah sebenarnya kelebihan kita mengetahuai atau mengkaji Sirah. Jangankan Nabi mau tinggal disebuah kota yang arti namanya saja sudah masalah, Nabi lewat jalan yang namanya saja masalah, tidak mau.
Selanjutnya bicara tentang latar atau keadaan kota Yatsrib sebelum datang Rasulullah SAW yang tidak hanya merubah namanya saja, tapi sampai akhirnya menjadikannya kota peradaban dan sampai saat ini masih banyak keberkahan dan kelebihan kota ini dibanding kota-kota lain di dunia ini yang tidak dimilikinya oleh kota ini karena barokah dari datangnya Nabi Muhammad SAW.
Perubahan Yatsrib ke Madinah atau Thoyyibah itu seperti perubahan dari gelap menuju cahaya dari masa Jahiliyah menuju
1 Shafiyyurahman Al-Mubarakfuri, Rahiqul Makhtum, Jakarta, Qisthi Press. hlm.
Peradaban Islam. Potret Yatsrib sebelum datangnya Nabi adalah kota yang tidak siap dan tidak lebih menarik jika dibandingkan dengan kota Mekkah yang diberapa sisi jauh lebih baik bahkan kota Tha‟if dibeberapa sisi juga jauh lebih menarik dari pada Yatsrib karena kalau kita lihat dari beberapa sisi:
a. Sisi Ekonomi, memang Yatsrib diuntungkan dari dia juga termasuk kota persinggahan dagang tapi tidaklah sedahsyat Mekkah, kemudian masih punya kebun korma walau tidak sebagus kota Khaibar dan masyarakatnya secara perekonomian tidak sekaya Mekkah.
b. Secara Ilmu, mereka semua penduduk yang buta huruf sama seperti kota Mekkah oleh karena itu dia menjadi kemampuan yang langka dimiliki. Sebagaimana firman Allah SWT yang mengatakan :
لوسرلإَ ُ ييملاإَفَثعبَيذلإَوه ُ Artinya : “Dialah rasul yang diutus pada umat yang ummi.”
c. Secara Agama, secara umum mereka juga sama seperti masyarakat Mekkah yang musrik menyembah berhala, yang sebenarnya mereka mengira sedang mengikuti atau berada pada هلم nya Ibrahim.
d. Secara sosial kemasyarakatan, mereka adalah masyarakat yang sudah lelah sekali dengan pertikaian dan peperangan saudara yang terjadi diantara kaum Aus dan Khazraj yang telah berlangsung sampai 120 tahun lamanya.
e. Secara kesehatan, kota Yatsrib dikenal dengan kota yang berpenyakitan atau lebih dikenal dengan nama Huma Madinah (demam madinah) karena kota ini dulu siapapun yang memasukinya pasti akan demam.2
2 Budi Ashari, Dikutip dari ceramahnya yang berjudul, Madinah Kota Peradaban.
Tapi setelah datangnya Rasulullah SAW dengan membawa agama Islam semuanya jadi sangat berubah, mulai dari nama sampai keَisi-isinya. Disinilah pentingnya pemimpin yang Alim dan Soleh dibutuhkan, yang do‟anya akan langsung didengar oleh Allah SWT, setelah Rasulullah SAW tinggal di kota Madinah beliau mulai menghadapi berbagai bentuk persoalan yang muncul dan membutuhkan solusi dengan segera, yang nantinya dengan masalah yang dihadapi inilah yang malah menjadi tonggak awal peruban pada kota Yatsrib ini terjadi.
a. Masalah yang pertama, mulai timbulnya rasa tidak betah orang-orang Islam yang berhijrah ke Yatsrib itu, karena mereka lebih mencintai kota Mekkah tempat kelahirannya. Akhirnya Rasulullah SAW berdo‟a untuk kota Yatsrib yang diubah nama oleh Rasulullah SAW menjadi Madinah itu dengan do‟anya yang mengatakan :
دشإَوإَهكمَانبحكَهنيدملإَانيلإَببحَمهللإ
Artinya: “ya Allah, anugrahkan kepada kami kecintaan pada madinah sebagaimana kecintaan kami pada mekkah, bahkan lebih dari itu”.
AkhirnyaَAllah SWT merubahnya dengan mengabulkan doa Rasulullah SAW dan membuat semua hati orang Islam mencintaiَ kota Madinah malah terkadang bisa melebihi kota Mekkah, jadi selama ini rasa cinta kita kepada kota Madinah itu adalah baroqah dari do‟anya Rasulullah SAW.
b. Masalah yang kedua, kota ini terkenal dengan kota yang berpenyakitan atau yang terkenal dengan nama Huma Madinah (demam kota madinah). Kemudian Rasulullah SAW mendo‟akannya mengatakan :
مهللا
َ
َهفحجلابَاهلعجافَاهامحَلقنإوَاهححص
Artinya : “ya Allah, jadikanlah dia tempat yang sehat serta pindahkanlah penyakit demamnya didalamnya ke Al-Juhfah”.
Akhirnya do‟a inipun dikabulkan, dan dari saat itu sampai saat ini kota Madinah adalah kota teraman dari penyakit menular.
c. Masalah yang ketiga, kota yang terkenal tidak begitu baik perekonomiannya ini ditambah pula sekarang dengan datangnya para Imigran yang datangnya dari kota mekkah yang jumlahnya cukup banyak, membuat terjadi banyaknya penganguran, kemiskinan dan kelaparan.
Karena lapangan pekerjaan dan hasil dari kota ini tidak terlalu banyak. Oleh karena itu Rasulullah SAW pun bedo‟a untuknya dengan mengatakan :
مهللإ
َ
اهدموَاهنعاصَ فَكراب ُ
Artinya : “ya Allah, berkahilah sha‟ dan mudd(timbangan) penduduknya”.3
Akhirnya Allah SWT berkahi sha‟ dan mudd kota ini, menjadi selalu dalam keadaan berkecukupan dan inipun terjadi sampai detik ini. Dan inilah kelebihan-kelebihan Madinah yang tak pernah dimiliki oleh kota peradaban manapun walaupun kota itu secanggih Jepang, sepopuler New York dan sekaya Dubai tapi kotanya tidak akan bisa menjamin seperti yang dipunyai Madinah yaitu kota yang terjamin tidak akan terserang penyakit menular apapun.
Bagaimana perbandingannya dengan dua kota yang ada diatas, jadi kota itu tidak hebat-hebat bener kalau dibandingkan dengan kota Madiantu Rasulullah atau yang terkenal dengan nama Madinatul Munawwaroh. Selanjutnya tentang apa saja yang dilakukan Rasulullah SAW di dalam pembentukan masyarakat Islam.
3 Ibid.
B. Pembentukan Masyarakat Islam