• Tidak ada hasil yang ditemukan

Pelaksanaan Penilaian Kompetensi Keterampilan

PELAKSANAAN PENILAIAN PEMBELAJARAN DARING DI SEKOLAH DASAR

2. Pelaksanaan Penilaian Kompetensi Keterampilan

Berdasarkan hasil paparan data penelitian terdapat beberapa penilaian kompetensi keterampilan di SD Negeri 1 Pringsewu Selatan dalam melaksanakan proses penilaian pembelajaran daring pada penilaian keterampilan diawali perencanaan penilaian yang dilakukan oleh Kelompok Kerja Guru (KKG) sekolah saat libur akhir semester.

Pendidik dalam perencanaan penilaian keterampilan menyiapkan beberapa hal yaitu

FKIP Universitas Lampung

pembuat program tahunan, program semester, pemetaan KD, penentuan KKM, dan perancangan bentuk dan teknik penilaian.

Program tahunan dibuat dengan pendidik melihat jumlah tema dan subtemanya terus hitung jumlah minggu belajar efektif dalam satu tahun dan bagi waktu minggu belajar efektif kedalam subtema. Kemudian untuk program semester perlu melihat kalender pendidikan, hari-hari libur, permulaan tahun pelajaran, minggu pembelajaran efektif, dan waktu pembelajaran efektif, menghitung jumlah hari belajar efektif dan jam belajar efektif setiap bulan dan semester dalam satu tahun, dan bagi waktu yang disediakan untuk suatu sub tema dan mempertimbangkan waktu untuk ulangan.

Saat penentuan KKM juga dilakukan sebelum mulai tahun ajaran baru yang terlibat didalamnya yaitu kepala sekolah, guru didampingI oleh pengawas sekolah, dalam menentukan KKM perlu memperhatikan karakteristik peserta didik (intake), karakteristik muatan/mata pelajaran (kompleksitas), dan kondisi satuan pendidikan (pendidik dan daya dukung) kemudian untuk menentukan KKM satuan pendidikan yang diperoleh dari KKM mata pelajaran yang paling kecil. Perancangan instrumen dan teknik penilaian berdasarkan pengembangan silabus berpatokan dengan KD sebagai pertimbangan dalam memilih dan menentukan instrumen dan teknik penilaian apa yang tepat.

Pelaksanaan penilaian keterampilan pendidik menggunakan penilaian praktik dan penilaian produk tidak menggunakan portofolio.

Pendidik menilai kompetensi keterampilan dari hasil foto/video produk yang dikirimkan dari WA peserta didik. Selain itu peserta didik juga mengirimkan demonstrasi unjuk kerja praktik yang telah ditugaskan oleh pendidik. Penilaian praktik yang dilakukan peserta didik berupa menghafal perkalian sedangkan penilaian produk berupa foto/video membuat kolase dari bahan-bahan alam, gambar bagian dari hewan.

Pelaksanaan penilaian keterampilan pendidik tidak menggunakan rubrik namun sudah memiliki patokan sendiri dalam penilaian baik kinerja praktik maupun produk.

SD Negeri 1 Pringsewu Selatan dalam pengolahan nilai menggunakan aplikasi yang dibuat oleh sekolah. Nilai keterampilan diolah secara kuantitatif dengan menggunakan bilangan bulat pada skala 0 sampai dengan 100 serta dibuatkan deskripsi capaian kemampuan peserta didik. Deskripsi tersebut berupa kalimat positif terkait capaian kemampuan peserta didik dalam setiap muatan pelajaran yang mengacu pada setiap KD pada muatan pelajaran.

Penilaian keterampilan dapat disajikan dalam bentuk nilai rata-rata dan/atau nilai optimum, sedangkan nilai akhir penilaian keterampilan dihitung dari rerata nilai seluruh KD. Nilai optimum diberlakukan apabila penilaian dilakukan terhadap KD pada materi dan teknik penilaian yang sama dan penilaian dilakukan lebih dari satu kali. Peserta didik yang mendapatkan hasil nilai pada suatu KD dibawah KKM KD maka perlu dilakukan remedial. Penentuan rentang predikat menyesuaikan dengan cara penentuan rentang predikat untuk penilaian pengetahuan. Predikat ketercapain kompetensi ditentukan oleh KKM.

PEMBAHASAN

1. Pelaksanaan Penilaian Kompetensi Pengetahuan

Setelah proses penelitian melalui observasi, wawancara dan dokumentasi peneliti menggali informasi bagaimana pelaksanaan penilaian kompetensi pengetahuan pada pembelajaran daring pada kelas IV di SD Negeri 1 Pringsewu Selatan.

Hasil penelitian menunjukan bahwa guru kelas menyusun perencanaan pembelajaran berupa program tahunan (prota), program semester (promes), pemetaan KD, penentuan KKM, dan perancangan bentuk dan teknik penilaian.

Penyusunan perencanaan penilaian disusun oleh pendidik dengan tingkat yang sama.

Penyusunan perencanaan pembelajaran di SD Negeri 1 Pringsewu Selatan ini dirancang sebelum kegiatan sekolah aktif tepatnya sewaktu libur tahun ajaran baru. Langkah yang dilakukan guru dalam perencanaan pertama membuat program tahunan untuk memetakan kompetensi inti dan dasar dalam satu tahun pembelajaran. Beberapa hal perlu diperhatikan saat membuat program tahunan yaitu melihat jumlah tema dan subtema kemudian

Pelaksanaan Penilaian Pembelajaran Daring Di Sekolah Dasar Rahma Sukmawati1, Riswandi2, Ujang Efendi3, dan Herpratiwi4

177

menghitung waktu minggu belajar efektif. Dari hasil dokumentasi dari pendidik program tahunan buatan pendidik sama dengan panduan penilaian untuk sekolah dasar (SD) pada bagian identitas maupun format isian.

Padahal tidak masalah jika pendidik ingin mengembangkan penyusunan program tahunan. Hal ini sesuai dengan pernyataan Kemendikbud (2018:36) bahwa “dalam perkembangan dan pengkajian penyusunan program tahunan, terdapat beragam alternative format program tahunan. Dengan demikian pendidik memiliki kebebasan dalam menentukan format program tahunan.

Setelah program tahunan tersusun maka selanjutnya menyusun promes yaitu program semester yang dilakukan untuk semester ganjil dan semester genap. Dari masing masing promes tersebut akan di-brackdown ke dalam silabus pada setiap tema dan sub tema.

Dengan disusunnya silabus itu nanti akan tergambarkan kegiatan apa saja yang akan dicapai dalam setiap pembelajaran. Hasil dokumentasi dari pendidik program tahunan buatan pendidik sama dengan panduan penilaian untuk sekolah dasar (SD) pada bagian identitas maupun format isian. Sama dengan program tahunan, tidak masalah jika pendidik ingin mengembangkan penyusunan program semester. Hal ini sejalan dengan pernyataan Kemendikbud (2018: 38) bahwa

“Seperti program tahunan, program semester juga banyak alternatifnya”. Hal ini mengindikasikan bahwa dalam penyusunan program semester terdapat banyak alternatif yang dapat digunakan oleh guru. Guru dibebaskan untuk menentukan format program semester. Berdasarkan observasi dan dokumentasi oleh pendidik untuk pemetaan KD sudah sesuai untuk format isi namun masih kurang bagian identitas seperti satuan pendidikan, kelas dan tahun ajaran yang tidak dicantumkan.

Berdasarkan Panduan Penilaian untuk Sekolah Dasar (SD) terdapat berbagai pertimbangan untuk penetapan KKM antara lain, karakteristik muatan pelajaran (kompleksitas), karakteristik siswa (intake), kondisi satuan pendidikan.

Kompetensi dasar merupakan kemampuan yang harus dikuasai oleh siswa dalam suatu mata pelajaran. Karakteristik mata pelajaran merupakan tingkat kesulitan kompetensi dasar yang harus dicapai siswa.

Tingkat kesulitan kompetensi dasar dapat dilihat dari tingkat kesulitan kata kerja maupun tingkat kesulitan materi. Untuk ranah kognitif tingkat kesulitan kata kerja dapat menggunakan tingkatan kognitif menurut taksonomi Bloom. Tingkat kesulitan materi dapat diukur melalui jenis materi yang jika diurutkan dari rendah ke tinggi yaitu materi faktual, materi konsep, materi prinsip, dan materi prosedur. Semakin tinggi tingkat kesulitan maka semakin tinggi skor untuk KKM.

Karakteristik siswa (intake) merupakan kemampuan rata-rata siswa yang dapat dilihat dari penilaian awal dan nilai rapor sebelumnya.

Kondisi satuan pendidikan merupakan sumber daya yang dapat digunakan untuk mendukung pelaksanaan kegiatan pembelajaran, seperti ketersediaan tenaga pendidik serta sarana dan prasarana. Apabila sekolah memiliki sarana prasarana dan guru mampu melakukan kegiatan pembelajaran dengan baik maka skor untuk KKM tinggi. Sebaliknya apabila sekolah tidak mempunyai sarana prasarana atau guru belum mampu melakukan kegiatan pembelajaran dengan baik maka skor untuk KKM rendah.

Berdasarkan hasil wawancara mendapatkan bahwa guru dalam melakukan perancangan dan bentuk penilaian ke dalam silabus, namun belum di silabus belum terlihat pendidik melakukan perencanaan teknik dan bentuk penilaian. tidak adanya perencanaan teknik dan bentuk penilaian tentu akan berdampak pada penilaian yang nanti akan guru lakukan. Perencanaan teknik dan bentuk penilaian perlu dibuat agar nantinya kegiatan penilaian dapat dilakukan secara terarah serta hasilnya sesuai dengan kompetensi yang akan dinilai. Perencanaan teknik dan bentuk penilaian yang dibuat akan disesuaikan dengan kompetensi dasar, tema dan subtema setiap mata pelajaran. Selain itu, perencanaan bentuk dan penilaian hendaknya dibuat berdasarkan kemampuan akademis siswa, tingkat kesulitan

FKIP Universitas Lampung

indikator dan sarana dan prasarana yang ada di sekolah. Hal ini sejalan dengan pendapat Arliyanti, Kresnadi, dan Suparjan (2021:6) yang menyatakan bahwa “Sudut pandang yang digunakan dalam penetapan teknik penilaian adalah tingkat kemampuan akademis peserta didik, kompleksitas indikator dan daya dukung pendidik”.

Pelaksanaan penilaian pendidik menggunakan Penilaian Harian (PH), Penilaian Tengah Semester (PTS) dan Penilaian Akhir Semester(PAS). Kemudian untuk PH dilaksanakan setelah menyelesaikan pembelajaran satu tema sedangkan PTS dan PAS dilaksanakan setelah menyelesaikan separuh dan seluruh dari jumlah tema per semester, dengan bentuk penilaian tes dan instrumennya pilihan ganda dan uraian.

Pendidik juga menggunakan tes tertulis dan penugasan dalam penilaian peserta didik.

Pendidik memberikan soal PH menggunakan google form dengan mengirimkan link melalui Whatsapp group, dengan bentuk soal pilihan ganda dengan jumlah 10 soal, namun terdapat juga pendidik yang memberikan soal uraian dengan jumlah 5 langsung melalui Whatsapp, pendidik bebas memberikan soal melalui aplikasi atau media apasaja asalkan tetap penilaian mengacu pada tujuan KD yang ingin dicapai. Whatsapp menjadi aplikasi yang paling banyak digunakan dalam pembelajaran daring mulai dari pemberian soal sampai pengumpulan jawaban melalui whatsapp, sejalan dengan penelitian yang dilakukan Rigianti (2020: 299) mengatakan bahwa media pembelajaran yang dapat efektif digunakan dalam pembelajaran dan banyak digunakan dalam pembelajaran daring yaitu Whatsapp.

Saat pengumpulan pendidik memberikan waktu yang flexible mulai dari sore harinya sampai seminggu sesuai dengan tingkat tugas dan soal yang diberikan. Peserta didik yang lewat dari waktu pengumpulan dapat melakukan konfirmasi kepada pendidik, karena pembelajaran daring supaya memudahkan peserta didiknya.

SD Negeri 1 Pringsewu Selatan dalam pengolahan nilai menggunakan aplikasi yang dibuat oleh sekolah, hasil penilaian pengetahuan diolah secara kuantitatif dengan

menggunakan angka (bilangan bulat skala 0- 100), predikat, dan deskripsi. Deskripsi berupa kalimat positif terkait capaian kemampuan peserta didik dalam setiap muatan pelajaran yang mengacu pada setiap KD. Apabila peserta didik yang mendapatkan hasil nilai dibawah KKM maka perlu dilakukan remedial, jika diatas KKM dilakukan pengayaan. Menurut Kemendikbud (2018), “Program remedial dilakukan untuk memfasilitasi peserta didik dalam mencapai hasil belajar yang optimal”.

Pemberian remedial memungkinkan siswa memperbaiki hal yang sekiranya belum memenuhi apa yang diharapkan dalam proses pembelajaran. Dengan pemberian remedial siswa akan memperoleh pemahaman mengenai materi yang belum dikuasai.

Penghitungan nilai akhir untuk setiap KD dapat dilakukan sesuai dengan kegiatan penilaian yang dilakukan. Bobot penilaian di SD N 1 Pringsewu Selatan PH 50%: PTS 25%: PAS 25%, Predikat dan deskripsi rapor di sekolah berdasarkan KKM satuan pendidikan, untuk menuliskan deskripsi rapor, dimulai dari menganalisis capaian nilai KD tertinggi dan terendah. Berdasarkan hasil wawancara dan dokumentasi belum terlaksana dengan efektifnya remedial dan pengayaan karena guru mengambil nilai remedi dari tugas-tugas yang diberikan sebelumnya. Pendidik perlu melakukan penilaian untuk mengetahui capaian pembelajaran siswa selama proses pembelajaran pada masa pandemi berlangsung. Hal ini untuk memastikan bahwa siswa secara pengetahuan memiliki kemampuan untuk memahami suatu materi pembelajaran yang disampaikan. Agar orang tua serta siswa dapat mengetahui hasil dari pembelajaran selama satu semester dalam raport anak. Dengan pembagian rapor tersebut diharapkan orang tua dan siswa dapat mengetahui kelebihan dan kekurangan yang dimiliki oleh siswa dalam aspek kognitif.

Pembahasan merupakan bagian terpenting dari keseluruhan isi artikel ilmiah.

Tujuan pembahasan adalah: menjawab masalah penelitian, menafsirkan temuan- temuan, mengintegrasikan temuan dari penelitian ke dalam kumpulan pengetahuan yang telah ada, menyusun teori baru atau memodifikasi teori yang sudah ada.

Pelaksanaan Penilaian Pembelajaran Daring Di Sekolah Dasar Rahma Sukmawati1, Riswandi2, Ujang Efendi3, dan Herpratiwi4

179

2. Pelaksanaan Penilaian Kompetensi Keterampilan

Berdasarkan hasil wawancara dan dokumen yang ada, terlihat bahwa perencanaan penilaian keterampilan sama dengan perencanaan penilaian pengetahuan, seperti menyusun perencanaan pembelajaran berupa program tahunan (prota), program semester (promes), pemetaan KD, penentuan KKM, dan perancangan bentuk dan teknik penilaian. Penyusunan perencanaan pembelajaran di SD Negeri 1 Pringsewu Selatan ini dirancang sebelum kegiatan sekolah aktif tepatnya sewaktu libur tahun ajaran baru. Setelah program tahunan tersusun maka selanjutnya menyusun promes yaitu program semester yang dilakukan untuk semester ganjil dan semester genap. Dari masing masing promes tersebut akan dibagi ke dalam silabus pada setiap tema dan sub tema.

Dengan disusunnya silabus itu nanti akan tergambarkan kegiatan apa saja yang akan dicapai dalam setiap pembelajaran. Dari hasil dokumentasi dari pendidik program tahunan buatan pendidik sama dengan panduan penilaian untuk sekolah dasar (SD) pada bagian identitas maupun format isian. Sama dengan program tahunan, tidak masalah jika pendidik ingin mengembangkan penyusunan program semester. Hal ini sejalan dengan pernyataan Kemendikbud (2018:38) bahwa

“Seperti program tahunan, program semester juga banyak alternatifnya”. Hal ini mengindikasikan bahwa dalam penyusunan program semester terdapat banyak alternatif yang dapat digunakan oleh guru. Guru dibebaskan untuk menentukan format program semester. Berdasarkan observasi dan dokumentasi oleh pendidik untuk pemetaan KD sudah sesuai untuk format isi namun masih kurang bagian identitas seperti satuan pendidikan, kelas dan tahun ajaran yang tidak dicantumkan.

Berdasarkan Panduan Penilaian untuk Sekolah Dasar (SD) terdapat berbagai pertimbangan untuk penetapan KKM antara lain, karakteristik muatan pelajaran (kompleksitas), karakteristik siswa (intake), kondisi satuan pendidikan. Kompetensi dasar

merupakan kemampuan yang harus dikuasai oleh siswa dalam suatu mata pelajaran.

Karakteristik mata pelajaran merupakan tingkat kesulitan kompetensi dasar yang harus dicapai siswa. Tingkat kesulitan kompetensi dasar dapat dilihat dari tingkat kesulitan kata kerja maupun tingkat kesulitan materi. Untuk ranah kognitif tingkat kesulitan kata kerja dapat menggunakan tingkatan kognitif menurut taksonomi Bloom. Tingkat kesulitan materi dapat diukur melalui jenis materi yang jika diurutkan dari rendah ke tinggi yaitu materi faktual, materi konsep, materi prinsip, dan materi prosedur. Semakin tinggi tingkat kesulitan maka semakin tinggi skor untuk KKM.

Karakteristik siswa (intake) merupakan kemampuan rata-rata siswa yang dapat dilihat dari penilaian awal dan nilai rapor sebelumnya.

Kondisi satuan pendidikan merupakan sumber daya yang dapat digunakan untuk mendukung pelaksanaan kegiatan pembelajaran, seperti ketersediaan tenaga pendidik serta sarana dan prasarana. Apabila sekolah memiliki sarana prasarana dan guru mampu melakukan kegiatan pembelajaran dengan baik maka skor untuk KKM tinggi. Sebaliknya apabila sekolah tidak mempunyai sarana prasarana atau guru belum mampu melakukan kegiatan pembelajaran dengan baik maka skor untuk KKM rendah.

Berdasarkan hasil wawancara mendapatkan bahwa guru dalam melakukan perancangan dan bentuk penilaian ke dalam silabus, namun belum di silabus belum terlihat pendidik melakukan perencanaan teknik dan bentuk penilaian. tidak adanya perencanaan teknik dan bentuk penilaian tentu akan berdampak pada penilaian yang nanti akan guru lakukan. Perencanaan teknik dan bentuk penilaian perlu dibuat agar nantinya kegiatan penilaian dapat dilakukan secara terarah serta hasilnya sesuai dengan kompetensi yang akan dinilai. Perencanaan teknik dan bentuk penilaian yang dibuat akan disesuaikan dengan kompetensi dasar, tema dan subtema setiap mata pelajaran. Selain itu, perencanaan bentuk dan penilaian hendaknya dibuat berdasarkan kemampuan akademis siswa, tingkat kesulitan indikator dan sarana dan prasarana yang ada

FKIP Universitas Lampung

di sekolah. Hal ini sejalan dengan pendapat Arliyanti, Kresnadi, dan Suparjan (2021:6) yang menyatakan bahwa “Sudut pandang yang digunakan dalam penetapan teknik penilaian adalah tingkat kemampuan akademis peserta didik, kompleksitas indikator dan daya dukung pendidik”.

Dalam penilaian keterampilan pada daring sangat berpengaruh bagaimana cara guru melakukan penilaian karena keadaan terbatas yang membuat penilaian dibuat menyesuaikan keadaan, penilaian keterampilan hanya dilihat antara lain dengan kinerja praktik dan kinerja produk dengan mengirimkan dalam bentuk foto, video atau laporan. Sebagaimana menurut Flinders university Riyana (2019:28) yaitu 1) pembelajaran individu, 2) terstruktur dan sistematis, 3) mengutamakan keaktifan siswa, 4) keterhubungan. Peserta didik mendemonstrasikan sesuai dengan KD yang akan dinilai walau ada peserta didik yang telat dalam mengirimkan tugas, dikarenakan HP dipakai milik orangtuanya. Penilaian diberikan dalam bentuk individu selama pembelajaran daring ini, karena dalam keadaan masih pandemi untuk menghindari adanya cluster penyebaran covid-19 baru.

Namun penilaian keterampilan ini tidak sesuai dengan RPP, dalam dokumen RPP pendidik mencantumkan bahwa menggunakan rubrik sedangkan dalam wawancara dan observasi pendidik mengungkapkan bahwa dalam penilaian daring tidak menggunakan rubrik, namun guru sudah memiliki patokan dalam diri dalam menilai keterampilan atau melihat dari buku guru hanya tidak dibuat administrasinya. Padahal dalam keterampilan rubrik diperlukan agar penilaian lebih dapat objektif sesuai dengan kriteria penilaian yang ingin dinilai.

SD Negeri 1 Pringsewu Selatan dalam pengolahan nilai menggunakan aplikasi yang dibuat oleh sekolah. Nilai keterampilan diolah secara kuantitatif dengan menggunakan bilangan bulat pada skala 0 sampai dengan 100 serta dibuatkan deskripsi capaian kemampuan peserta didik. Deskripsi tersebut berupa kalimat positif terkait capaian kemampuan peserta didik

dalam setiap muatan pelajaran yang mengacu pada setiap KD pada muatan pelajaran.

Penilaian keterampilan dapat disajikan dalam bentuk nilai rata-rata dan/atau nilai optimum, sedangkan nilai akhir penilaian keterampilan dihitung dari rerata nilai seluruh KD. Nilai optimum diberlakukan apabila penilaian dilakukan terhadap KD pada materi dan teknik penilaian yang sama dan penilaian dilakukan lebih dari satu kali. Peserta didik yang mendapatkan hasil nilai dibawah KKM maka perlu dilakukan remedial. Berdasarkan hasil wawancara dan dokumentasi belum terlaksana dengan efektifnya remedial dan pengayaan karena guru mengambil nilai remedi dari tugas-tugas yang diberikan sebelumnya.

Penentuan rentang predikat menyesuaikan dengan cara penentuan rentang predikat untuk penilaian pengetahuan. Predikat ketercapain kompetensi ditentukan oleh KKM.

PENUTUP KESIMPULAN

Berdasarkan hasil dari penelitian tentang Pelaksanaan Penilaian Pembelajaran Daring Kelas IV oleh Pendidik di SD Negeri 1 Pringsewu Selatan, dapat disimpulkan sebagai berikut:

1. Pelaksanaan Penilaian Kompetensi Pengetahuan

Pelaksanaan kompetensi pengetahuan diawali dengan menyusun perencanaan pembelajaran berupa program tahunan, program semester, pemetaan KD, penentuan KKM, dan perancangan bentuk dan teknik penilaian, namun masih belum terlihat pada perancangan bentuk dan teknik penilaian.

Pelaksanaan penilaian menggunakan Penilaian Harian, PTS, dan PAS yang berbentuk pilihan ganda dan essay. Penilaian pengetahuan menggunakan teknik tes tertulis dan penugasan. Penugasan dilaksanakan meliputi pemberian soal-soal maupun tugas pekerjaan rumah pada buku siswa. Penilaian menggunakan aplikasi whatsapp dan google form namun kelas 4C hanya menggunakan whatsapp saja. Pengolahan nilai menggunakan pembobotan PH 50%: PTS 25%: PAS 25%,

Pelaksanaan Penilaian Pembelajaran Daring Di Sekolah Dasar Rahma Sukmawati1, Riswandi2, Ujang Efendi3, dan Herpratiwi4

181

Predikat dan deskripsi rapor di sekolah berdasarkan KKM satuan pendidikan, untuk remedial dan pengayaan masih kurang terlaksana.

2. Pelaksanaan Penilaian Kompetensi Keterampilan

Pelaksanaan kompetensi keterampilan dimulai dengan menyusun perencanaan pembelajaran berupa program tahunan, program semester, pemetaan KD, penentuan KKM, dan perancangan bentuk dan teknik penilaian, namun masih belum terlihat pada perancangan bentuk dan teknik penilaian.

Penilaian keterampilan dilaksanakan menggunakan teknik praktik dan produk.

Penilaian keterampilan peserta didik mendemonstrasikan apa yang ada di dalam KD tertentu, Dalam RPP perencanaan penilaian menggunakan rubrik namun dalam wawancara dan observasi tidak menggunakan rubrik, hanya menggunakan hasil laporan atau bentuk foto video yang dikirimkan peserta didik.

Pengolahan nilai menggunakan nilai rata-rata atau nilai optimum, predikat dan deskripsi rapor di sekolah berdasarkan KKM satuan pendidikan, untuk remedial dan pengayaan

masih belum terlaksana.

SARAN

Berdasarkan kesimpulan hasil penelitian dan pembahasan, maka peneliti memberikan saran kepada beberapa pihak antara lain pendidik hendaknya merencanakan penilaian dengan matang yang akan diterapkan dalam pelaksanaan sehingga tujuan pembelajaran akan tercapai dengan maksimal. Sedangkan kepala sekolah sebaiknya selalu mengawasi dan memberikan pelatihan dalam pembelajaran daring salah satunya bagaimana dalam melakukan penilaian pada masa pembelajaran daring bagi pendidik perlu adanya evaluasi selama pembelajaran daring ini apakah sudah efektif atau belum. Bagi peneliti lain diharapkan terkait dengan kompetensi sikap pada penelitian di kelas rendah dapat menjadi acuan untuk penelitian selanjutnya.

REFERENCES

Anggrawan, A. 2019. Analisis Deskriptif Hasil Belajar Pembelajaran Tatap Muka dan Pembelajaran Online Menurut Gaya Belajar Mahasiswa.

MATRIK : Jurnal Manajemen, Teknik Informatika Dan Rekayasa Komputer, 18(2), 339–346.

Arliyanti, D., Kresnadi, H., & Suparjan. 2019.

Deskripsi Penilaian Kognitif dalam Pembelajaran Tematik Siswa Kelas V SD Negeri 27 Pontianak Utara, 18, 87–96.

Kemendikbud. 2018. Panduan Penilaian untuk Sekolah Dasar. Journal of Chemical Information and Modeling, (9), 1–124.

Permendikbud. 2016. Permendikbud Nomor 21 Tahun 2016 Tentang Standar Isi Pendidikan dasar dan Menengah. Salinan Lampiran Permendikbud RI.

Rigianti, H. A. 2020. Kendala Pembelajaran Daring Guru Sekolah Dasar di Kabupaten Banjarnegara. Orphanet Journal of Rare Diseases, 21(1), 1–9.

Riyana, C. 2019. Produksi Bahan Pembelajaran Berbasis Online. Universitas Terbuka, 1–29.

Sugiyono, D. 2017. Metode Penelitian Kuantitatif, Kualitatif dan R & D. Bandung: Alfabeta.

ANALISIS PROFESIONALITAS GURU FISIKA SEBAGAI

Dokumen terkait