• Tidak ada hasil yang ditemukan

BAB III METODOLOGI PENELITIAN

B. Pembahasan hasil

Pembahasan ini dilakukan berdasarkan pertanyaan penelitian yaitu peran guru BK dan guru mata pelajaran dalam mengembangkan minat karier siswa serta kendala- kendala yang dialami guru BK dalam mengembangkan minat karier siswa.

1. Peran guru BK dalam mengembangkan minat karier siswa

a. Peran guru BK dalam mengembangkan minat karier siswa melalui layanan orientasi.

Berdasarkan hasil penelitian terungkap bahwa guru BK memiliki peran dalam mengembangkan minat karier siswa di SMA Don Bosco Padang melalui layanan orientasi 61% yaitu berada dalam kategori rendah. Hal ini dikarenakan dalam pelaksanaan layanan orientasi lebih ditekankan peserta didik diperkenalkan kepada lingkungan yang baru dimasukinya.

Sejalan dengan hasil penelitian diatas, Prayitno (2004) menyatakan bahwa Layanan orientasi adalah bimbingan yang dilakukan untuk

memperkenalkan siswa baru atau memperkenalkan seorang terhadap lingkungan baru yang dimasukinya dan ini gunanya untuk mempermudah siswa sekolah serta mempermudah siswa sebagai peserta didik untuk dapat menyesuaikan diri dalam lingkungan sekolah serta mempermudah siswa dalam proses belajar.

Jadi dari kesimpulan di atas pelaksanaan layanan orientasi oleh guru BK kepada peserta didik belum begitu berperan dalam mengembangkan minat dan karier siswa, hal ini dikarenakan tidak adanya lingkungan baru yang dapat diberikan guru BK dalam mengembangkan minat dan karier siswa.

b. Peran guru BK dalam mengembangkan minat karier siswa melalui layanan informasi.

Berdasarkan hasil penelitian pada layanan informasi yang dilakukan guru BK dalam mengembangkan minat karier siswa, terungkap bahwa guru BK berperan melalui layanan informasi dalam mengembangkan minat karier siswa di SMA Don Bosco Padang melalui 84% yaitu berada dalam kategori tinggi. Hal ini dikarenakan dalam pelaksanaan layanan informasi guru BK dapat menginformasikan kepada siswa tentang lapangan pekerjaan yang sesuai dengan kompetensi yang dimiliki siswa, serta universitas dan jurusan- jurusan yang ada yang sesuai dengan minat dan arah karier siswa.

Sejalan dengan hasil penelitian diatas Prayitno (2004) menyatakan bahwa Layanan informasi adalah memberikan pemahaman-pemahaman pada siswa tentang berbagai hal yang diperlukan siswa untuk menentukan tujuan yang dikehendakinya. Dari penjelasan di atas guru BK dapat membimbing siswa dan mengarahkan mereka kepada tujuan karier yang telah mereka inginkan. Selanjutnya menurut Crow and Crow (1958), Travis (1967) dan Jones (1977) memberikan definisi minat sebagai suatu kecenderungan jiwa dan daya gerak yang mendorong seseorang untuk cenderung merasa tertarik dan senang kepada seseorang, benda dan kegiatan. Seiring dengan penjelasan diatas Winkel (2005:685) menegaskan bahwa dalam pemberian informasi yang akan diterima siswa, guru BK dapat menginformasikan tentang:

a. Informasi tentang diri sendiri, meliputi:

1. kemampuan intelektual

2. Bakat khusus di bidang studi akademik.

3. Minat-minat, baik yang bersifat lebih luas maupun yang bersifat lebih khusus.

4. Hasil belajar dalam berbagai bidang studi inti.

5. Sifat-sifat kepribadian yang mempunyai nilai-nilai relevansi terhadap partisipasi dalam suatu program studi akademik.

6. Perangkat kemahiran kognitif.

7. Nilai-nilai kehidupan.

8. Bekal berupa keterampilan khusus.

9. kesehatan fisik dan mental.

10. Kematangan vokasional.

b. Informasi tentang lingkungan hidup yang relevan dengan perencanaan karier.

Jadi dari kesimpulan diatas pelaksanaan layanan informasi oleh guru BK kepada peserta didik dapat memberikan arah serta mendorong siswa ke arah karier yang sesuai dengan potensi yang mereka miliki.

c. Peran guru BK dalam mengembangkan minat karier siswa melalui layanan penempatan dan penyaluran.

Berdasarkan hasil penelitian pada layanan penempatan dan penyaluran yang dilakukan guru BK dalam mengembangkan minat karier siswa, terungkap bahwa guru BK berperan melalui layanan penempatan dan penyaluran dalam mengembangkan minat karier siswa di SMA Don Bosco Padang 87% yaitu berada dalam kategori tinggi. Hal ini dikarenakan dalam pelaksanaan layanan penempatan dan penyaluran guru BK dapat menempatkan siswa pada tempat yang sesuai dengan arah dan minat yang dimiliki oleh siswa. Dalam pelaksanaan layanan penempatan dan penyaluran, guru BK dapat berperan dalam mengembangkan minat dan karier siswa, bentuk-bentuk pelaksanaan layanan penempatan dan penyaluran yang dilakukan guru BK adalah menempatkan para siswa pada jurusan yang sesuai dengan kompetensi yang dimiliki oleh siswa, selanjutnya guru BK juga membantu dan menyeleksi siswa PMDK dan sejenisnya yang sesuai dengan kemampuan yang mereka miliki. Seiring dengan penjelasan di atas Dewa Ketut Sukardi (2002: 45) menyatakan bahwa layanan penempatan dan

penyaluran adalah layanan yang memungkinkan siswa memperoleh penempatan dan penyaluran yang tepat, seperti:

1. Penempatan kelas siswa, program studi/jurusan dan pilihan kegiatan ekstrakurikuler yang menunjang pengembangan sikap, kebiasaan, kemampuan, bakat dan minat.

2. Penempatan dan penyaluran dalam kelompok sebaya.

3. Membantu dalam kegiatan program khusus sesuai dengan kebutuhan siswa, baik pengajaran, perbaikan maupun program pengayaan dan seleksi masuk perguruan tinggi melalui jalur PMDK, UMPTN.

4. Menempatkan dan menyalurkan siswa pada kelompok yang membahas pilihan khusus, program studi sesuai dengan rencana karier, kelompok latihan keterampilan dan kegiatan ekstrakurikuler atau magang yang diadakan sekolah atau lembaga kerja/industri.

Dari penjelasan di atas dapat disimpulkan bahwa pelaksanaan layanan penempatan dan penyaluran yang dilakukan oleh guru BK sangat berperan dalam mengembangkan minat dan karier siswa, hal ini dikarenakan dalam hasil pengolahan dan penjelasan tentang layanan penempatan penyaluran, hal tersebut dapat membantu menempatkan siswa sesuai dengan potensi yang mereka miliki.

d. Peran guru BK dalam mengembangkan minat karier siswa melalui layanan penguasaan konten

Berdasarkan hasil penelitian pada layanan penguasaan konten yang dilakukan guru BK dalam mengembangkan minat karier siswa, terungkap

bahwa guru BK sangat berperan melalui layanan penguasaan konten dalam mengembangkan minat karier siswa di SMA Don Bosco Padang 95.6% yaitu berada dalam kategori sangat tinggi. Hal ini dikarenakan dalam pelaksanaan layanan penguasaan konten siswa dituntut untuk dapat menguasai kompetensi- kompetensi tertentu yang berhubungan dengan minat dan karier yang mereka miliki. Dalam hal ini salah satu bentuk pelaksanaan layanan penguasaan konten yang dilakukan guru BK yang bertujuan untuk mengembangkan minat karier siswa adalah guru BK memberikan teknik-teknik lulus SMPTN. Dalam hal ini disaat guru BK dapat membuat siswa menguasai kemampuan agar dapat lulus ujian, sehingga dengan lulus ujian SMPTN dapat membuat siswa mendapatkan jurusan yang memang sesuai dengan kompetensi yang mereka miliki.

Prayitno (2004) menyatakan layanan penguasaan konten merupakan layanan bantuan kepada individu (sendiri-sendiri ataupun dalam kelompok) untuk menguasai kemampuan dan kompetensi tertentu melalui kegiatan belajar.

Jadi dari pernyataan di atas dapat diambil kesimpulan bahwa pelaksanaan layanan penguasaan konten membantu siswa dalam mengembangkan minat dan karier siswa, hal ini dikarenakan dengan

menguasainya konten-konten positif siswa dapat mencapai segala tujuan yang mereka inginkan yang berhubungan dengan minat dan karier.

e. Peran guru BK dalam mengembangkan minat karier siswa melalui layanan konseling individual

Berdasarkan hasil penelitian pada layanan konseling individual yang dilakukan guru BK dalam mengembangkan minat karier siswa, terungkap bahwa guru BK berperan melalui layanan konseling individual dalam mengembangkan minat karier siswa di SMA Don Bosco Padang 90.8% yaitu berada dalam kategori sangat tinggi. Dengan pelaksanaan layanan konseling perorangan siswa dapat membahas setiap permasalahan yang berhubungan dengan arah dan minat karier siswa. Prayitno (2004) Layanan konseling perorangan adalah layanan yang diberikan kepada siswa secara langsung dengan cara bertatap muka dan ini dilakukan secara perorangan untuk pengentasan masalah yang dialami siswa. Dalam pelaksanaan layanan konseling perorangan terdapat dua fungsi pemahaman yang dilakukan oleh klien, yang pertama adalah fungsi pemahaman dan kedua adalah fungsi pengentasan, Prayitno (2012: 109).

Maka dari pembahasan diatas konselor dapat membantu klien dalam menghadapi dan mengentaskan setiap masalah yang dihadapi klien khususnya masalah yang berhubungan dengan pengembangan minat dan karier siswa.

f. Peran guru BK dalam mengembangkan minat karier siswa melalui layanan bimbingan kelompok

Berdasarkan hasil penelitian pada layanan bimbingan kelompok yang dilakukan guru BK dalam mengembangkan minat karier siswa, terungkap bahwa guru BK sangat berperan melalui layanan bimbingan kelompok dalam mengembangkan minat karier siswa di SMA Don Bosco Padang 84.6% yaitu berada dalam kategori tinggi. Dengan pelaksanaan layanan bimbingan kelompok siswa dapat membahas permasalahan yang berhubungan dengan arah dan minat karier siswa. Prayitno (2004) Layanan bimbingan kelompok adalah layanan yang memungkinkan siswa secara bersama-sama melalui dinamika kelompok memperoleh berbagai bahan dan nara sumber tertentu yang berguna untuk menunjang kehidupannya sehari-hari, baik secara individu maupun sebagai siswa dan untuk perkembangan dalam pengambilan keputusan dan/atau tindakan tertentu.

Maka dari pembahasan diatas dapat diambil kesimpulan bahwa konselor dapat membantu klien dalam menghadapi dan mengentaskan setiap masalah yang dihadapi klien khususnya masalah yang berhubungan dengan pengembangan minat dan karier siswa.

g. Peran guru BK dalam mengembangkan minat karier siswa melalui layanan konseling kelompok

Berdasarkan hasil penelitian pada layanan konseling kelompok yang dilakukan guru BK dalam mengembangkan minat karier siswa, terungkap bahwa guru BK berperan melalui layanan konseling individual dalam mengembangkan minat karier siswa di SMA Don Bosco Padang 89.8% yaitu berada dalam kategori tinggi. Dengan pelaksanaan layanan konseling kelompok siswa dapat membahas setiap permasalahan yang berhubungan dengan arah dan minat karier siswa. Prayitno (2004) Layanan konseling kelompok adalah layanan bimbingan dan konseling yang memungkinkan siswa memperoleh kesempatan untuk pembahasan dan pengentasan permasalahan yang dialaminya melalui dinamika kelompok, masalah yang dibahas adalah masalah-masalah pribadi yang dialami oleh masing-masing anggota kelompok. Selanjutnya Winkel (1997:544-545) menerangkan bahwa konseling kelompok dapat bermanfaat sekali, karena melalui interaksi dengan sesama anggota kelompok mereka memenuhi beberapa kebutuhan psikologis, seperti kebutuhan untuk menyesuaikan diri dengan teman-teman sebaya dan diterima oleh mereka, kebutuhan untuk bertukar pikiran dan berbagi perasaan, kebutuhan menemukan nilai-nilai kehidupan sebagai pegangan dan kebutuhan untuk menjadi independen dan lebih mandiri.

Jadi dapat disimpulkan dengan pelaksanaan layanan konseling kelompok dapat membahas permasalahan-permasalahan yang berhubungan dengan perkembangan arah minat karier siswa, hal ini dikarenakan dengan pembahasan masalah-masalah pribadi dalam kegiatan konseling kelompok dapat memberikan masukan dan informasi-informasi baru yang mana nantinya akan membantu siswa dalam pengembangan minat dan karier.

h. Peran guru BK dalam mengembangkan minat karier siswa melalui kegiatan pendukung BK

a. Aplikasi instrumentasi

Berdasarkan hasil penelitian pada kegiatan pendukung khususnya pada kegiatan aplikasi instrumentasi dalam mengembangkan minat karier siswa, terungkap bahwa kegiatan aplikasi instrumentasi sangat membantu guru BK dalam mengetahui potensi yang dimiliki para siswa 89.8%.

Sehingga layanan yang diberikan guru BK di SMA Don Bosco Padang sesuai dengan arah potensi yang dimiliki oleh peserta didik.

  Prayitno dan Erman Amti (2004: 318) menyatakan bahwa instrumentasi bimbingan dan konseling terbagi atas dua macam, yaitu:

1. Instrumentasi Tes

Merupakan serangkaian pertanyaan (tertulis atau lisan) atau tugas yang harus dijawab atau dikerjakan oleh orang yang di tes; jawaban atau

pengerjaan atas pertanyaan atau tugas itu dijadikan dasar untuk menentukan tingkat pengetahuan, kemampuan, keterampilan, sikap atau kualifikasi orang yang bersangkutan.

2. Instrumentasi non tes

Meliputi berbagai prosedur, seperti pengamatan, wawancara, catatan anekdot, angket, sosiometri, inventori yang dibakukan.

Prayitno (2012: 292) menyatakan tujuan umum dari aplikasi instrumentasi adalah diperolehnya data hasil pengukuran terhadap kondisi tertentu klien, selanjutnya tujuan khusus dari aplikasi instrumentasi adalah agar konselor dapat memahami kondisi klien seperti potensi dasar, bakat dan minat, kondisi diri dan lingkungan, masalah yang dialami klien dan sebagainya.

Jadi dari kesimpulan di atas pelaksanaan aplikasi instrumentasi yang dilakukan oleh guru BK dapat membantu guru BK agar dapat memahami potensi dan kondisi peserta didik, sehingga guru BK dapat berperan dalam mengembangkan minat dan karier siswa SMA Don Bosco Padang, hal ini dikarenakan dengan penggunaan alat aplikasi instrumentasi oleh guru BK dapat mengungkapkan setiap potensi dan arah minat karier yang dinginkan para peserta didik.

b. Tampilan Kepustakaan

Berdasarkan hasil penelitian pada kegiatan pendukung pada kegiatan tampilan kepustakaan dalam mengembangkan minat karier siswa, terlihat bahwa kegiatan tampilan kepustakaan membantu guru BK dalam membantu klien dalam memahami dan mengembangkan klien agar potensi dan bakat klien dapat berkembang dengan optimal 64.6% dalam kategori rendah. Sehingga layanan-layanan yang diberikan guru BK di SMA Don Bosco Padang sesuai dapat sesuai dengan potensi-potensi yang memang dimiliki oleh peserta didik.

Prayitno (2012: 369) menyatakan tampilan kepustakaan dapat membantu klien dalam memperkaya dan memperkuat diri berkenaan dengan permasalahan yang dialami dan dibahas bersama konselor, khususnya dalam pengembangan diri pada umumnya.

Pemanfaatan tampilan kepustakaan dapat diarahkan konselor dalam rangka pelaksanaan pelayanan, klien secara mandiri mengunjungi perpustakaan untuk mencari dan memanfaatkan sendiri bahan-bahan yang ada disana sesuai dengan keperluan, Prayitno (2012: 369).

Prayitno (2012: 370) tujuan dari pelaksanaan kegiatan tampilan kepustakaan dalam rangka pelayanan konseling ialah:

1. Melengkapi substansi pelayanan konseling berupa bahan-bahan tertulis atau rekaman lainnya yang ada dalam tampilan kepustakaan.

2. Mendorong klien memanfaatkan bahan-bahan yang ada dalam tampilan kepustakaan untuk memperkuat pengentasan masalah dan pengembangan diri pihak-pihak yang bersangkutan.

3. Mendorong klien untuk dapat memanfaatkan pelayanan konseling lebih langsung dan berdaya guna.

Jadi dengan pelaksanaan kegiatan tampilan kepustakaan, guru BK dapat membantu dalam mengembangkan potensi klien, khususnya dalam memperkaya diri sendiri dengan maupun tanpa bantuan konselor.

Pelaksanaan kegiatan tampilan kepustakaan dapat terlihat setelah pasca- konseling, disana klien dapat mencoba mengembangkan diri melalui pemanfaatan tampilan kepustakaan.

2. Peran Guru Mata Pelajaran Dalam Mengembangkan Minat Dan Karier.

Berdasarkan hasil penelitian pada peran guru mata pelajaran dalam mengembangkan minat dan karier siswa, terungkap bahwa guru mata pelajaran dapat membantu siswa dalam mengembangkan minat dan karier siswa SMA Don Bosco Padang 70.7% yang berada pada kategori sedang. Peran guru mata pelajaran

terhadap pengembangan minat dan karier siswa memiliki peran yang cukup penting dalam pengembangan tersebut.

a. Pentingnya peran guru dalam pelaksanaan pelayanan bimbingan dan konseling dikarenakan guru adalah orang yang paling banyak berhubungan dengan siswa di sekolah dari pada guru BK. Guru dapat mengamati dan memperhatikan siswa melalui interaksi dan proses pembelajaran ataupun melalui hasil belajar yang dicapai siswa, sehingga guru dapat berperan sebagai kontak person antara siswa dengan guru BK, pendidikan karier yang dapat diakukan.

b. penemu potensi awal siswa.

c. agen alih tangan kasus kepada guru BK, A Muri Yusuf (1995).

Selanjutnya Prayitno dkk (1997:145) mengemukakan bahwa peran guru dalam pelayanan bimbingan dan konseling antara lain 1) membantu memasyarakatkan BK, 2) membantu guru BK mengidentifikasi siswa-siswa yang memerlukan layanan bimbingan dan konseling, 3) mengalihtangankan dan menerima referal siswa yang memerlukan pelayanan, 4) membantu mengembangkan suasana kelas yang menunjang pelaksanaan BK dan 5) mengunpulkan informasi yang diperlukan dalam rangka penilaian BK.

Sardiman AM (1986:1440) menyatakan bahwa peran guru dalam kegiatan mengajar adalah:

1. Informator yaitu guru sebagai pelaksana cara mengajar informatif, laboratorium, studi lapangan dan sumber kegiatan akademik maupun umum.

2. Organisator yaitu guru sebagai organisator, pengelola kegiatan akademik silabus, workshop, jadwal pelajaran dan lain-lain.

3. Motivator, guru harus dapat merangsang dan memberikan dorongan serta reinforcement untuk mendinamisasikan potensi siswa, menumbuhkan swadaya (aktifitas) dan daya cipta (kreatifitas), sehingga akan terjadi dinamika dalam proses belajar mengajar.

4. Pengarah/direktor, guru dalam hal ini harus dapat membimbing dan mengarahkan kegiatan belajar siswa sesuai dengan tujuan yang dicita-citakan.

5. Inisiator, guru dalam hal ini sebagai pencetus ide-ide dalam proses belajar.

6. Transmitter, dalam kegiatan belajar guru juga akan bertindak selaku penyebar kebijaksanaan pendidikan dan pengetahuan.

7. Fasilitator, guru dalam hal ini akan memberikan fasilitas atau kemudahan dalam proses belajar mengajar.

8. Mediator, guru sebagai penengah dalam kegiatan belajar siswa.

9. Evaluator, guru mempunyai otoritas untuk menilai prestasi anak didik dalam bidang akademis maupun tingkah laku sosialnya, sehingga dapat menentukan bagaimana anak didiknya berhasil atau tidak.

Dari keterangan diatas dapat kita simpulkan bahwa pelaksanaan bimbingan dan konseling di sekolah benar-benar menuntut usaha dan kerja keras dari guru BK dalam melaksanakan layanan bimbingan dan konseling dan membangun hubungan kerjasama dengan guru mata pelajaran dan pihak-pihak lain yang menyangkut tercapainya apa yang diinginkan siswa.

3. Minat Karier siswa

Peran guru pembimbing merupakan aktualisasi dari tugas dan fungsinya untuk menjalankan program bimbingan dan konseling, salah satu dari program bimbingan dan konseling disekolah adalah mengembangkan minat dan karier para peseta didik. Berdasarkan jawaban dari 278 orang responden, tentang masalah minat karier siswa ditemukan bahwa sebanyak 28.6% siswa menyatakan sangat setuju bahwa berbagai aspek dari minat dan kariernya diperoleh melalui layanan dari guru BK atau guru mata pelajaran. Apabila data minat karier ini dikaitkan dengan data

sebelumnya yaitu peran guru BK dan guru mata pelajaran dalam mengembangkan minat karier siswa dapat disimpulkan bahwa jawaban pernah yang diberikan siswa memang ada manfaatnya kepada pengembangan minat karier mereka di SMA Don Bosco Padang

Dalam kaitan ini, Prayitno dan Erman Amti (1999: 242-243) menyatakan salah satu peran dan tanggung jawab serta tugas pokok dari guru pembimbing adalah memperhatikan segenap kebutuhan siswa (kebutuhan yang menyangkut pendidikan, jabatan dan pekerjaan, pribadi dan sosial). Dari penggalan kutipan di atas dapat kita ambil kesimpulan bahwa guru pembimbing harus bisa mengidentifikasi kebutuhan dan karakteristik masing-masing siswa khususnya pada perencanaan pengambangan minat dan karier para peserta didik, sehingga peserta didik mendapatkan tempat dan perencanaan karier yang sesuai dengan potensi dan kemampuan yang mereka miliki.

Selanjutnya peran dari guru mata pelajaran juga memiliki peran yang sangat penting dalam pengambangan minat dan karier siswa, hal ini dikarenakan guru mata pelajaran merupakan ujung tombak dalam pelaksanaan pendidikan di sekolah.

Sejalan dengan pendapat di atas A. Muri Yusuf menyatakan bahwa guru mata pelajaran merupakan salah satu warga sekolah yang paling banyak berhubungan dengan para siswa.

Selanjutnya dari hasil penelitian di atas, teori perkembangan karier menurut Teori-Thorpe (dalam Osipow, 1983) menyatakan bahwa perkembangan karier adalah suatu proses perkembangan sepanjang hidup yang dipengaruhi oleh latar belakang pendidikan, pekerjaan, pengalaman lainnya dan yang mempengaruhi keputusan-keputusan setiap individu mengenai karier dan gaya hidup baik yang bersifat individual maupun personal. Selanjutnya Splete (dalam Manrihu, 1992) menyatakan bahwa:

“Perkembangan karier adalah suatu proses yang berjalan terus menerus dan berlangsung sepanjang tahap kehidupan serta mencakup pengalaman-pengalaman rumah tangga, sekolah dan masyarakat yang berkaitan dengan konsep diri individu serta implementasinya dalam gaya hidup ketika orang itu hidup senang dan mendapat penghasilan”.

Berdasarkan keterangan di atas dapat diambil kesimpulan bahwa siswa telah memulai mengembangkan karier mereka disaat mereka berada di Sekolah Menengah Atas. Hal ini didukung oleh adanya kerjasama antara guru BK dan guru mata pelajaran dalam mengembangkan minat karier siswa.

4. Kendala-kendala yang dialami guru BK

Berdasarkan hasil wawancara dengan guru BK di SMA Don Bosco Padang, dapat diketahui beberapa kendala yang dialami guru BK dalam mengembangkan minat karier siswa, diantaranya :

a. Kendala personal

Terdapatnya salah seorang guru BK yang tidak berlatar belakang ijazah Bimbingan dan Konseling.

b. Kendala waktu

Kendala yang berhubungan dengan waktu adalah padatnya waktu pembelajaran yang dijalani para peserta didik, sehingga dalam proses pelaksanaan layanan peserta didik sering mengeluh bahwa mereka sangat kelelahan dalam menjalani proses pembelajaran.

c. Kendala sarana (tidak ada)

Untuk mengatasi kendala yang dihadapi tersebut, maka guru BK membuat sebuah program kerja yang telah disetujui oleh Kepala Sekolah, sehingga proses pelaksanaan layanan dapat berjalan dengan baik dikarenakan telah adanya izin dari Kepala Sekolah untuk melaksanakan kegiatan tersebut.

BAB V KESIMPULAN

A. Kesimpulan

Berdasarkan hasil penelitian dan pembahasan, diambil beberapa kesimpulan sebagai berikut:

1. Peran guru BK dalam mengembangkan minat dan karier siswa.

a. Dalam layanan informasi, layanan penempatan dan penyaluran, layanan penguasaan konten, konseling perorangan, bimbingan kelompok, konseling kelompok dan kegiatan pendukung aplikasi instrumentasi yang dilakukan guru BK tergolong pada kategori tinggi dalam mengembangkan minat dan karier siswa di SMA Don Bosco Padang.

b. Sedangkan melalui pelaksanaan layanan orientasi dan kegiatan pendukung tampilan kepustakaan Guru BK cenderung pada kategori sedang dalam mengembangkan minat dan karier siswa. Upaya yang dapat dilakukan oleh guru BK dalam mengoptimalkan penggunaan layanan orientasi adalah dengan cara melakukan kerjasama terhadap universitas-universitas yang ada di Indonesia khususnya kota Padang yaitu dengan cara membawa siswa langsung ke lapangan (Universitas) sehingga para siswa dapat mengetahui bagaimana kondisi kampus yang sebenarnya, seperti: jurusan-jurusan yang ada, fasilitas yang disediakan dan sebagainya. Selanjutnya pada kegiatan pendukung khususnya tampilan kepustakaan, guru pembimbing dapat menfungsikan

95

Dokumen terkait