• Tidak ada hasil yang ditemukan

Pembahasan Hasil Penelitian

Dalam dokumen Muhammadiyah 12 Makassar (Halaman 83-92)

dan X 3 terhadap Y Constant

B. Pembahasan Hasil Penelitian

Pembahasan pada hasil penelitian ini adalah sebagai berikut:

1. Pengaruh Konsep Diri Terhadap Prestasi Belajar Matematika Siswa Kelas VIII Smp Muhammadiyah 12 Makassar

Hasil penelitian menunjukan bahwa konsep diri siswa kelas VIII SMP Muhammadiyah 12 Makassar berada pada kategori sangat tinggi dengan

persentase 91% dengan responden sebanyak 3 siswa, 1 siswa berada dalam kategori sedang dengan presentase 3%, dan 2 siswa berada dalam kategori tinggi dengan presentase 6%

Berdasarkan hasil analisis data, konsep diri terhadap prestasi belajar siswa menunjukan adanya pengaruh yang positif dan signifikan. Penelitian ini menunjukan bahwa koefisien korelasi sebesar 0,714 dengan taraf signifikan 0,026

< 0,05. Hal ini sejalan dengan penelitian yang dilakukan oleh Suryade dengan judul “Pengaruh Konsep Diri Terhadap Prestasi siswa SMA Negeri 1 Ujungbatu

Kabupaten Rokan Hulu,” dengan hasil penelitian tersebut memperoleh adanya hubungan positif antara konsep diri terhadap prestasi belajar matematika karena, koefisien korelasi sebesar 0,766 dengan p < 0,05.

Berdasarkan data – data tersebut terbukti secara teori pada bab 2 yang menyatakan bahwa konsep diri adalah gagasan tentang diri sendiri yang mencakup keyakinan dan penilaian seseorang terhadap dirinya sendiri. Dalam pembelajaran matematika jika siswa memiliki konsep diri yang tinggi maka siswa akan terlihat optimis, selalu bersikap positif dalam proses pembelajaran matematika yang akan membuat prestasi belajar matematika siswa lebih tinggi begitupun sebaliknya.

2. Pengaruh Kecemasan Belajar Terhadap Prestasi Belajar Matematika Siswa Kelas VIII Smp Muhammadiyah 12 Makassar

Hasil penelitian menunjukan bahwa kecemasan belajar siswa kelas VIII SMP Muhammadiyah 12 Makassar berada pada kategori sedang dengan

persentase 50% dengan responden sebanyak 18 siswa, 7 siswa berada dalam kategori rendah dengan persentase 19%, dan 11 siswa berada dalam kategori tinggi dengan persentase 31%.

Berdasarkan hasil analisis data, kecemasan belajar terhadap prestasi belajar siswa menunjukan adanya pengaruh yang negatif dan signifikan. Penelitian ini menunjukan bahwa koefisien korelasi sebesar -0,720 dengan taraf signifikan 0,042 < 0,05. Hal ini sejalan dengan penelitian yang dilakukan oleh Pranasila dengan judul “ Hubungan Antara Konsep Diri dan Kecemasan Dalam Menghadapi Pelajaran Matematika Dengan Prestasi Belajar Matematika Siswa,” dengan hasil penelitian tersebut memperoleh adanya hubungan negatif antara kecemasan belajar terhadap prestasi belajar matematika karena, koefisien korelasi sebesar -0,434 dengan p < 0,05.

Berdasarkan data – data tersebut terbukti secara teori pada bab 2 yang menyatakan, kecemasan adalah suatu kondisi yang tidak menyenangkan meliputi rasa takut, rasa tegang, khawatir, bingung, tidak suka yang sifatnya subjektif dan timbul karena adanya perasaan tidak aman terhadap bahaya yang diduga akan terjadi. Pada akhirnya persepsi ini akan berdampak pada proses pembelajaran karena dapat menurunkan konsentrasi, mengurangi daya ingat siswa sehingga dapat membuat siswa cemas pada saat pembelajaran matematika dan dapat mempengaruhi prestasi belajar siswa.

3. Pengaruh Kesulitan Belajar Terhadap Prestasi Belajar Matematika Siswa Kelas VIII Smp Muhammadiyah 12 Makassar

Hasil penelitian menunjukan bahwa kesulitan belajar siswa kelas VIII SMP Muhammadiyah 12 Makassar berada pada kategori sedang dengan persentase 44% dengan responden sebanyak 16 siswa, 14 siswa berada dalam kategori rendah dengan persentase 39%, dan 6 siswa berada dalam kategori tinggi.

Berdasarkan hasil analisis data, kecemasan belajar terhadap prestasi belajar siswa menunjukan adanya pengaruh yang negatif dan signifikan. Penelitian ini menunjukan bahwa koefisien korelasi sebesar -0,790 dengan taraf signifikan 0,001< 0,05. Hal ini sejalan dengan penelitian yang dilakukan oleh Astari dengan Judul “pengaruh kesulitan dan gaya belajar terhadap prestasi belajar siswa,”

dengan hasil penelitian tersebut memperoleh adanya pengaruh negatif antara kesulitan belajar terhadap prestasi belajar karena, koefisien korelasi sebesar – 0,145 dengan sig < 0,05.

Berdasarkan data – data tersebut terbukti secara teori pada bab 2 yang menyatakan fenomena kesulitan belajar siswa biasanya tampak lebih jelas dari menurunnya kinerja akademik atau prestasi belajar. Semakin tinggi kesulitan belajar siswa maka akan semakin rendah nilai prestasi siswa sama halnya dengan semakin rendah kesulitan belajar siswa maka semakin tinggi nilai prestasinya.

4. Pengaruh Konsep Diri Dan Kecemasan Belajar Terhadap Prestasi Belajar Matematika

Berdasarkan hasil uji analisis regresi linear ganda diperoleh nilai F=

28,854 yang tertera pada tabel 4.15 dinyatakan signifikan berdasarkan nilai p<0,05. Dalam hal ini menunjukan bahwa uji linearitas regresi ganda telah

terpenuhi. Berdasarkan koefisien determinasi atau R2 = 0,636 dapat dikatakan bahwa 63,6% variasi skor prestasi belajar matematika siswa dapat dijelaskan dari skor konsep diri dan skor kecemasan belajar. Adapun persamaan regresi yang diperoleh adalah Y= 66,362 + 0,453(X1) - 0,413(X2).

Sejalan dengan penelitian yang dilakukan oleh Priayani tahun 2013

Hubungan Antara Konsep Diri Dan Kecemasan Belajar Menghadapi

Pembelajaran Matematika Dengan Prestasi Belajar Matematika” dengan hasil penelitian terdapat nilai Fhitung 35,881 dengan p < 0,05. Nilai R2 0,51 dapat dikatakan bahwa 51% variasi skor prestasi belajar matematika dapat dijelaskan dari skor konsep diri dan kecemasan belajar menghadapi pembelajaran matematika.

5. Pengaruh Kecemasan Belajar Dan Kesulitan Belajar Terhadap Prestasi Belajar Matematika.

Berdasarkan hasil uji analisis regresi linear ganda diperoleh nilai F=

38,401 yang tertera pada tabel 4.16 dinyatakan signifikan berdasarkan nilai p<0,05. Dalam hal ini menunjukan bahwa uji linearitas regresi ganda telah terpenuhi. Berdasarkan koefisien determinasi atau R2 = 0,699 dapat dikatakan bahwa 69,9% variasi skor prestasi belajar matematika siswa dapat dijelaskan dari skor skor kecemasan belajar dan kesulitan belajar. Adapun persamaan regresi yang diperoleh adalah Y= 121,634 - 0,331(X2) - 0,526(X3).

Sejalan dengan penelitian yang dilakukan oleh fitrianingsih tahun 2019

Pengaruh Kecemasan Matematika dan Kesulitan Belajar Terhadap Hasil

Belajar Matematika” dengan hasil penelitian terdapat nilai Fhitung 23,625 dengan p < 0,05. Nilai R2 0,449 dapat dikatakan bahwa 44,9% variasi skor hasil belajar matematika dapat dijelaskan dari kecemasan matematika dan kesulitan belajar menghadapi pembelajaran matematika.

6. Pengaruh Konsep Diri Dan Kesulitan Belajar Terhadap Prestasi Belajar Matematika

Berdasarkan hasil uji analisis regresi linear ganda diperoleh nilai F=

39,947 yang tertera pada tabel 4.17 dinyatakan signifikan berdasarkan nilai p<0,05. Dalam hal ini menunjukan bahwa uji linearitas regresi ganda telah terpenuhi. Berdasarkan koefisien determinasi atau R2 = 0,708 dapat dikatakan bahwa 70,8% variasi skor prestasi belajar matematika siswa dapat dijelaskan dari skor skor konsep diri dan kesulitan belajar. Adapun persamaan regresi yang diperoleh adalah Y= 76,346 + 0,360 (X1) - 0,516(X3).

Sejalan dengan penelitian yang dilakukan oleh Lestari tahun 2012

Pengaruh Konsep Diri Dan Kesulitan Belajar Dengan Prestasi Belajar Mata

Kuliah Kdpd Mahasiswa Semester 1 ” dengan hasil penelitian terdapat nilai Fhitung 26,582 dengan p < 0,05. Nilai R2 0,492 dapat dikatakan bahwa 49,2%

variasi skor prestasi belajar dapat dijelaskan dari konsep diri dan kesulitan belajar menghadapi pembelajaran kdpd.

7. Pengaruh Konsep Diri, Kecemasan Belajar, Kesulitan Belajar Secara Bersama-Sama Terhadap Prestasi Belajar Matematika Siswa Kelas VIII Smp Muhammadiyah 12 Makassar

Hasil penelitian menunjukan bahwa prestasi belajar matematika siswa kelas VIII SMP Muhammadiyah 12 Makassar berada pada kategori tinggi dengan persentase 70% dengan responden sebanyak 25 siswa, 8 siswa berada dalam kategori sedang dengan persentase 22%, dan 8 siswa berada dalam kategori sangat tinggi dengan presentase 8%.

Pengujian yang dilakukan agar dapat mengetahui pengaruh Antara konsep diri, kecemasan belajar, dan kesulitan belajar secara bersama-sama terhadap prestasi belajar matematika digunakan uji korelasi berganda. Diketahui besarnya koefisien korelasi antara konsep diri, kecemasan belajar, dan kesulitan belajar secara bersama-sama terhadap prestasi belajar matematika adalah 0,862 dan Fhitung30,756 dengan p-value <0,05. Dengan kata lain dari hasil penelitian yang telah dilakukan dapat disimpulkan bahwa tinggi rendahnya prestasi belajar matematika siswa tergantung dari tingkat konsep diri, kecemasan belajar, dan kesulitan belajar.

Konsep diri, kecemasan belajar, dan kesulitan belajar yaitu termasuk faktor internal yang mempengaruhi prestasi belajar matematika karena ketiga faktor tersebut berasal dari dalam diri siswa. Sama halnya ketika konsep diri siswa yang cenderung positif dan mampu mengendalikan kecemasan belajar, kesulitan belajar akan mempunyai prestasi belajar yang lebih baik.

75 A. SIMPULAN

Berdasarkan hasil penelitian pada bab IV maka dapat ditarik kesimpulan sebagai berikut:

1. Terdapat pengaruh positif dan signifikan antara konsep diri terhadap prestasi belajar matematika dengan thitung2,341 sig (0,026) < (0,05) dan nilai R2=0,510 yang artinya 51% skor prestasi belajar matematika yang dapat dijelaskan dari skor konsep diri siswa kelas VIII SMP Muhammadiyah 12 Makassar tahun ajaran 2020/2021.

2. Terdapat pengaruh negatif dan signifikan antara kecemasan belajar terhadap prestasi belajar matematika dengan thitung-2,124 sig (0,042) < (0,05) dan nilai R2=0,493 yang artinya 49,3% skor prestasi belajar matematika yang dapat dijelaskan dari skor kecemasan belajar pada siswa kelas VIII SMP Muhammadiyah 12 Makassar tahun ajaran 2020/2021.

3. Terdapat pengaruh negatif dan signifikan antara kesulitan belajar terhadap prestasi belajar matematika dengan thitung-3,655 sig (0,01) < (0,05) dan nilai R2

= 0,625 yang artinya 62,5% skor prestasi belajar matematika yang dapat dijelaskan dari skor kesulitan belajar pada siswa kelas VIII SMP Muhammadiyah 12 Makassar tahun ajaran 2020/2021.

4. Terdapat pengaruh dan signifikan antara konsep diri dan kecemasan belajar terhadap prestasi belajar matematika dengan Fhitung28,854 p < 0,05 dan nilai R2

= 0,363 yang artinya 36,3% skor prestasi belajar matematika yang dapat dijelaskan dari skor konsep diri dan kecemasan belajar siswa kelas VIII SMP Muhammadiyah 12 Makassar.

5. Terdapat pengaruh dan signitifikan antara kecemasan belajar dan kesulitan belajar terhadap prestasi belajar matematika dengan Fhitung38,401 p < 0,05 dan nilai R2 = 0,699 yang artinya 69,9% skor prestasi belajar matematika yang dapat dijelaskan dari skor kecemasan belajar dan skor kesulitan belajar siswa kelas VIII SMP Muhammadiyah 12 Makassar.

6. Terdapat pengaruh dan signifikan antara konsep diri dan kesulitan belajar terhadap prestasi belajar matematika dengan Fhitung39,947 p < 0,05 dan nilai R2

= 0,708 yang artinya 70,8% skor prestasi belajar matematika yang dapat dijelaskan dari skor konsep diri dan skor kesulitan siswa kelas VIII SMP Muhammadiyah 12 Makassar.

7. Terdapat pengaruh positif dan signifikan antara konsep diri, kecemasan belajar, dan kesulitan belajar secara bersama-sama terhadap prestasi belajar matematika dengan Fhitung 38,756 p < 0,05 dan nilai R2 = 0,742 yang artinya 74,2% skor prestasi belajar matematika yang dapat dijelaskan dari skor konsep diri, skor kecemasan kesulitan, dan skor kesulitan belajar pada siswa kelas VIII SMP Muhammadiyah 12 Makassar tahun ajaran 2020/2021.

Dalam dokumen Muhammadiyah 12 Makassar (Halaman 83-92)

Dokumen terkait