BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN
D. Pembahasan
48
menggunakan UMKM juga tidak perlu melakukan pemotongan atau pemungutan pajak disaat melakukan pembayaran kepada pelaku UMKM. Pelaku UMKM yang ingin memanfaatkan insentif ini tidak perlu mengajukan sirat keterangan cukup memberikan laporan realisasi setiap bulan.
c. Insentif PPH Pasal 22 Impor
Wajib pajak yang bergerak disalah satu 730 bidang usaha tertentu perusahaan KITE, atau Perusahaan pada kawasan berikat mendapat insentif pembebasan dari pemungutan PPH Pasal 22 impor.
d. Insentif Angsuran PPH Pasal 25
Wajib pajak yang bergerak di salah satu dari 1.018 bidang usaha tertentu, perusahaan KITE, atau perusahaan di kawasan berikat mendapat pengurangan angsuran PPH Pasal 25 sebanyak 50% dari angsuran yang seharusnya terutang.
e. Insentif PPN
Pengusaha kena pajak, atau perusahaan pada kawasan berikat menerima insentif restitusi dipercepat hingga jumlah bayar paling banyak Rp. 5 miliyar.
2. Pemanfaatan Insentif Pajak Bagi Wajib Pajak Di Masa Pandemi Covid- 19
Sebagaimana dijelaskan dalam peraturan menteri keuangan No.
09/PMK.03/2021 tentang petunjuk penggunaaan insentif pajak, wajib pajak yang memanfaatkan insentif pajak juga wajib melaporkan realisasi melalui sistem yang disediakan oleh Direktorat Jendal Pajak (DJP).
Laporan realisasi tersebut menjadi dasar bagi DJP untuk menghitung
jumlah dan nilai insentif pajak yang diberikan, selain itu digunakan untuk kepentingan pengawasan agar insentif yang diberikan tepat sasaran.
Pemanfaatan insentif perpajakan dilakukan melalui media online yaitu DJP online. Pemberian insentif dengan media online merupakan hal yang positif. Hal ini sebab pemberian insentif bisa diberikan secara objek serta menaikan transparansi kepada pihak yang memang berhak menerima insentif pajak. Selain itu, untuk mengindari adanya penyalah gunaan insentif perpajakan maka DJP juga telah melakukan supervise melalui penyandingan data dari wajib pajak dengan data dari pihak lain.
Laporan realisasi diharapkan menjadi bukti sah bahwa pelaku usaha sudah memanfaatkan insentif perpajakannya. Laporan realisasi yang sudah dibuat dilaporkan ke DJP. Pemanfaatan insentif pajak yang tidak sah akan timbul resiko di tagih.
Perlu diperhatikan sebelum memanfaatkan insentif pajak, pemberi kerja atau wajib pajak yang memiliki kewajiban penyampaian SPT Tahunan, PPH Tahun Pajak 2019 terlebih dahulu harus telah menyapaikan SPT Tahunan PPH Tahun pajak 2019. Namun ketentuan tersebut tidak berlaku bagi wajib pajak yang belum atau tidak memiliki kewajiban penyampaian SPT Tahunan PPH Tahun Pajak 2019.
3. Pelaksanaan Pemberiaan Insentif Pajak Di Masa Pandemi Covid-19 Melihat dari banyaknya perusahaan maupun UMKM yang terpaksa
gulung tikar dikarenakan tidak dapat bertahan pada masa pandemi, pada kondisi yang sangat memprihatinkan ini pemerintah sangat dituntut
50
untuk mengeluarkan kebijakan-kebijakan yang diharapkan bisa meringankan beban masyarakat yang terdampak pendemi covid-19.
Berikut adalah kebijakan-kebijakan pemberian insentif pajak yang diterbitkan pemerintah dari awal tahun 2020 samapai tahun 2021.
1. PMK-23/PMK.03/2020 tentang insentif pajak untuk wajib pajak terdampak Pandemi Virus Corona yang terbit di 21 Maret 2020 2. PMK-44/PMK.03/2020 tentang insentif pajak untuk wajib pajak
terdampak Pandemi Corona Virus Disease 2019 yang terbit di 27 April 2020
3. PMK-86/PMK.03/2020 terntang insentif pajak untuk wajib pajak terdampak Pandemi Corona Virus Disease 2019 yang terbit di 16 Juli 2020
4. PMK-110/PMK.03/2020 perubahan atas PMK-86/PMK.03/2020 tentang insentif pajak untuk wajib terdampak Pandemi Corona Virus Disease 2019 yang terbit pada 14 Agustus 2020
5. PMK-09/PMK.03/2020 tentang insentif pajak untuk wajib pajak terdampak Pandemi Corona Virus Disease 2019 yang terbit di 2 Februari 2021
6. PMK-82/PMK.03/2021 perubahan atas PMK-09/PMK.03/2020 tentang insentif pajak untuk wajib pajak terdampak Pandemi Corona Virus Disease 2019 yang terbit pada 1 Juli 2021
Melihat dari kebijakan yang terus di perbaharui, menunjukan bahwa pemerintah terus melakukan evaluasi supaya membuat pelaksanaan pemanfaatan insentif pajak dapat dimanfaatakan lebih optimal lagi oleh
wajib pajak. Sesuai wawancara serta studi pustaka, masih juga ditemui wajib pajak orang pribadi yang sebenarnya mampu mengajukan pemohonan pemanfaatan insentif pajak namun enggan melakukannya, karena banyak sekali hal sebagai berikut :
1. Berita yang diberikan Direktorat Jendral Pajak (DJP) kepada wajib pajak atas insentif yang dapat dimanfatkan tidak selalu tersampaikan dengan jelas kepada wajib pajak yang mana wajib pajak juga tidak cukup aktif dalam mencari informasi terbaru terkait fasilitas yang diberikan pemerintah yang dapat dimanfaatkan pada masa pandemi seperti pemanfaatan insentif pajak ini.
2. Prosedur dan persyaratan yang diberlakukan dalam pemanfaatan insentif pajak yang diberikan pemerintah juga masih juga cukup membingunkan serta terkadang memberatkan beberapa wajib pajak. Ditambah lagi dengan masih banyaknya wajib pajak yang belum melek digital.
3. Munculnya kekhawatiran wajib pajak yang takut terjebak oleh pemerintah setelah memanfaatkan insentif ini. Hal ini tentunya membuat kekhawatiran dikalangan wajib pajak, karena takut jika insentif pajak ini hanya di jadikan umpan oleh pemerintah.
52
BAB V PENUTUP
A. Kesimpulan
Berdasarkan hasil penelitian dan pembahasan yang dilakukan penulis mengenai Analisisi Insentif Perpajakan Program PEN 2020 Di Kabupaten Barru, penulis mengambil beberapa kesimpulan yang diperoleh :
1. Pelaksananaan pemberian insentif pajak pada wajib pajak khususnya di Kab. Barru masih terus menghadapi banyak tantangan pada tingkat operasional. Hal tersebut terjadi dikarenakan kurang masifnya DJP termasuk KPP Pratama Parepare dalam mensosialisasikan pemberian insentif pajak kepada wajib pajak, ditambah lagi dengan kebiasaan wajib pajak yang tidak cukup aktif dalam mencari informasih perpajakan sehingga masih kurangnya pemahaman wajib pajak itu sendiri tentang pelaksanaan pemanfaatan insentif pajak yang di berlakuka.
2. Pemberian insentif pajak pada masa pandemi Covid-19 memberikan efek terhadap penerimaan pajak maupun kesinambungan usaha. Bagi wajib pajak yang memanfaatkan insentif pajak, mereka bisa menjaga stabilitas ekonomi usaha dikarenakan wajib pajak tidak perlu lagi melakukan penyetoran pajak, maka dari itu kesinambungan usaha bisa berjalan dengan baik. Memberikan insentif pajak bagi wajib pajak terdampak
pandemi covid-19 adalah jalan yang tepat karena dengan begitu dapat terjaganya daya beli wajib pajak sehingga bisa menggerakan kembali roda perekonomian di Indonesia.
B. Saran
Berdasarkan hasil penelitian ini, Kurangnya pemahaman wajib pajak mengenai insentif perpajakan program PEN, merupakan salah satu hal yang menyebabkan pelaksanaan pemberian insentif pajak kurang optimal. Maka dari itu, sebaiknya pemerintah lebih mengevaluasi lagi operasional setiap kebijakan yang diberikan sehingga kedepannya wajib pajak dapat memanfaatkan insentif pajak lebih optimal.
54
DAFTAR PUSTAKA
Arifani, M. R., & Anta Kusuma, I. G. K. C. B. (2021). Implementasi Insentif Pajak Di Kpp Pratama Pontianak Timur. JURNAL PAJAK INDONESIA (Indonesian Tax Review), 5(2), 164–173. https://doi.org/10.31092/jpi.v5i2.1413
Astuti, W. R. D. (2020). Kerja Sama G20 dalam Pemulihan Ekonomi Global dari COVID-19. Andalas Journal of International Studies (AJIS), 9(2), 131.
https://doi.org/10.25077/ajis.9.2.131-148.2020
Covid-, P., & Syaifudin, A. (2021). p-ISSN : 2549-3361 e-ISSN : 2655-7789. 5, 111–129.
Marlinah. Lilih. (2021). Jurnal IKRA-ITH Ekonomika Vol 4 No 2 Bulan Juli 2021 Jurnal IKRA-ITH Ekonomika Vol 4 No 2 Bulan Juli 2021. Memnfaatkan Insentif Pajak UMKM Dalam Upaya Mendorong Pemuliahan Ekonomi Nasional, 4(98), 73–78.
Nursa Fitri, Junaiddin Zakaria, & Hasbi. (2021). Analisis Pertumbuhan Ekonomi dan Disparitas Pendapatan Terhadap Kesejahteraan Antar Daerah Kabupaten/Kota di Provinsi Sulawesi Selatan Tahun 2005-2019. Tata Kelola, 8(1), 1–35. https://doi.org/10.52103/tatakelola.v8i1.453
Puspitasari Gobel, Y. (2020). Pemulihan Ekonomi Indonesia Pasca Pandemi Covid-19 Dengan Mengkombinasikan Model Filantropi Islam Dan Ndeas Model. Jurnal Tabarru’: Islamic Banking and Finance, 3(2), 209–223.
https://doi.org/10.25299/jtb.2020.vol3(2).5809
Rachmawati, N. A., & Ramayanti, R. (2016). Manfaat Pemberian Insentif Pajak Penghasilan dalam Kepatuhan Wajib Pajak UMKM. Jurnal Akuntansi, Ekonomi, Dan Manajemen Bisnis, 4(2), 176–185.
https://jurnal.polibatam.ac.id/index.php/JAEMB/article/view/75
Rapitasari, D. (2021). Strategi Pemulihan Ekonomi Nasional di Jawa Timur melalui JATIM BANGKIT. Majalah Ekonomi, 26(1), 62–70.
http://jurnal.unipasby.ac.id/index.php/majalah_ekonomi/article/view/3954 Safrina, N., Soehartono, A., & Savitri, A. A. (2020). “Menjaga Marwah” Insentif
Perpajakan yang Berdampak pada Penerimaan Pajak di Indonesia Tahun 2019. Jurnal Riset Terapan Akuntansi, 4(1), 1–11.
Selatan, S. (2021). Jurnal Ekonomi dan Statistik Indonesia. 1(3), 284–296.
https://doi.org/10.11594/jesi.01.03.14
Sulchan, M., Maslihatin, M., Sari, E., Yulikah, A., & Sujianto, A. (2018). Analisis Strategi Dan Kebijakan Pemerintah Dalam Memberikan Stimulus Ekonomi Terhadap UMKM Terdampak Pandemi COVID-19. Jurnal Akuntansi Dan Ekonomi, 6(1), 85–91. https://doi.org/10.29407/jae.v6i1.14954
Sutrisno, E. (2020). Strategi Pemulihan Ekonomi Pasca Pandemi Melalui Sektor UMKM Dan Pariwisata. Jurnal Kajian Lembaga Ketahanan Nasional
Republik Indonesia, 09(November), 87–96.
Syanti, D., Widyasari, & Nataherwin. (2020). Pengaruh Insentif Pajak, Tarif Pajak, Sanksi Pajak Dan Pelayanan Pajak Terhadap Kepatuhan Wajib Pajak Selama Masa Pandemi Covid-19. Jurnal Ekonomika Dan Manajemen, 9(2), 17.
Widiarsih, D., Darwin, R., & Murdy, K. (2021). Efektivitas Fiskal - Moneter:
Strategi Pemulihan Ekonomi Provinsi Riau Dalam Menghadapi Era New Normal. Jurnal Inovasi Pendidikan Ekonomi (JIPE), 11(1), 67.
https://doi.org/10.24036/011122490
Wijaya, S., & Buana, B. K. (2021). Insentif Pajak Masa Pandemi COVID-19 untuk UMKM: Studi Kasus Kantor Pelayanan Pajak Pratama Tulungagung.
PUBLIK: Jurnal Manajemen Sumber Daya Manusia, Adminsitrasi Dan Pelayanan Publik, VIII(2), 180–201. file:///C:/Users/User ID/Downloads/235- Article Text-821-1-10-20211227.pdf
56
LAMPIRAN
PEDOMAN WAWANCARA
InformanStaff Account representative (AR) : 1. Arif (A)
2. Nur Hayati (NH) 3. Murni Dwiana (MD)
NO PERTANYAAN CODING
1. Bagaimana pelaksanaan pemberian insnetif perpajakan selama masa pandemic covid-19 di KPP Pratama parepare?
A, NH, MD
2. Upaya apa saja yang telah dilakukan KPP Pratama Parepare untuk meningkatkan insentif perpajakan program PEN di masa pandemi covid- 19?
NH, MD, A
3. Bagaimana realisasi pemanfaatan insentif pajak selama pandemi covid-19?
A, NH, MD
4. Apa yang menjadi kendala di KPP Pratama
Parepare sejak diberlakukan insentif Program PEN di Kabupaten Barru yang di berikan pemerintah?
NH, MD, A
5. Apakah wajib pajak di Kabupaten Barru mengetahui pemberian insentif pajak yang di berikan pemerintah?
A, NH, MD
6. Menurut bapak/ibu apakah penting diberlakukan insentif perpajakan program PEN di Kabupaten Barru?
A, NH, MD
PEDOMAN WAWANCARA
InformanWajib pajak Kab. Barru : 1. Faisal (F)
2. Herfiansyah (H) 3. Nur Ahmad (NA) 4. Jumadil Awal (JA)
NO PERTANYAAN CORDING
1. Apakah bapak ibu mengetahui apa itu insentif perpajakan program PEN yang telah di
berlakukan pemerintah selama masa pandemic covid-19 ini?
F, H, NA,JA
2. Apakah bapak/ibu sebagai wajib pajak
Kab.Barru memanfaatkan insentif perpajakan yang di berlakukan pemerintah?
F, H, NA, JA
3. Apakah ada dampak yang bapak/ibu rasakan setelah di berlakukan insentif perpajakan Program PEN ini ?
F, H, NA, JA
4. Apakah sosialisasi insentif perpajakan Program PEN yang diberikan pemerintah sampai ke wajib pajak di Kab.Barru?
F, H, NA, JA
TRANSKIP WAWANCARA
Staff Account Representative
No Cording Transkip
1.
A Pelaksanaannya di kantor kami melakukan
pemberian insentif pajak semuanya melalui online dengan wajib pajak terlebih dahulu mengajukan permohonan jenis insentif yang akan di manfaatkan melalui website www.pajak.go.id
NH
Untuk pelaksanaan pemberian insentif pajak selama pandemic ini kami lakukan secara online semuanya mengingat masih masa covid-19 jadi di lakukan secara online
MD Kami di kantor itu untuk pelaksanaan pemberian insentif kami lakukan secara online
2.
A Untuk upaya yg di lakukan kami lakukan dengan membagikan informasih di media sosial
NH Di KPP Pratama Parepare sendiri sudah tersediah pelayanan konsultasi melalui Instagram atau E-Mail, kalau misalnya ada masyarakat wajib pajak yang ingin berkonsultasi mengenai insentif perpajakan ini.
MD Untuk upaya kami sudah membagikan informasih mengenai insentif ini di media sosial seperti di Instagram dan media yang bisa wajib pajak jangkau, kan biasanya juga itu ada informasih berita di
televise dari situ juga masyarakat bisa tau.
3.
A Realisasi pemanfaatan insentif kurang optimal karena masih banyak masyarakat wajib pajak yang tidak melaporkan insentif pajaknya, sehingga pencatatan realisasi tdk begitu optimal.
NH Untuk realisasinya masih kurang optimal mengingat masyarakat kurang yang memanfaatkan
MD Masih kurang kalau masalah realisasinya soalnya masyarakat masih kurang yang memanfaatkan
4.
A Banyak wajib pajak yang belum melaporkan insentifnya dan juga ada masyarakat yang tidak mengerti tentang teknologi jadi itu yang susah.
NH Yang menjadi kendala kami itu tidak semua wajib pajak paham tentang teknologi da nada juga yang memilih untuk membayar pajak langsung tanpa memanfaatkan insentif karena mereka tidak mau engurus hal-hal yang bersifat administrasi karena untuk memanfaatkkan insentif pajak ini harus melalui online di website jadi mereka tidak maumengurus nya.
MD Seperti yang saya katakana tadi kita melakukan pemberian insentif itu semuanya secara online jadi kendalanya wajib pajak banyak yang tidak mau mengisi form pendaftaran insentif dengan alasan ribet dan belum mengetahui caranya.
5.
A Iya tau karena sudah banyak informasih yang kami bagikan apalagi di media sosial.
NH seharusnya mereka tau namun kembali lagi ke masyarakatnya kalau yg ingin mengetahui pasti tau kalau yang tidak ingin cari informasi pasti tidak tau walaupun kami sudah memberikan informasih.
MD Iya tau karena kami telah meberikan informasih tentang insentif perpajakan ini di media sosial dan juga pasti sudah banyak di saluran televisi
masyarakat walaupun mereka tifak menggunakan sosial media tapi kan sudah bisa merak jangkau melalui media televisi.
6.
A Iya penting kerena bisa membantu perekonomian wajib pajak karena mereka tidak perlu membayar pajak karena sudah di tanggung oleh pemerintah NH Iya sangat penting untuk masyarakat karena bisa
membantu perekonomian nya
MD Iya penting karena dengan adanya insentifpajak ini bisa membantu wajib pajak untuk membayar pajaknya, namun kembali lagi wajib pajaknya mau atau tidak mengurus insentif ini karena untuk pemanfaatan insentif ini harus wajib pajak
melaporkanlangsung realisasinya agar kami tau dia layak merima insentif atau tidak.
TRANSKIP WAWANCARA
Wajib pajak Kab. Barru
No Cording Transkip
1.
F Pernah kudengar, tapi ndaku tau insentif pajak itu apa
H Tidak tau apa itu insentif pajak, ini saja ku dengar nanti kita bertanya masalah insentif ini selama saya jualan di sini nda pernah ku dengar masalah insnetif pajak yang di berikan pemerintah
NA Iya tau kalau masalah insentif pajak ini
JA Iya tau insentif pajak yang di berlakukan selama corona
2.
F Tidak ku manfaatkan masalah insentif pajak karena kalau di suruh bayar ya bayar saja, jadi tidak
menguruska masalah insentif pajak
H Karena tidak ku tau masalah insentif ini jadi tdk ku manfaatkan selama pandemic
NA Untuk saya pribadi masalah pajak ini langsung di potong dari kantor saya bekerja jadi ada
kemungkinan kalau kantor saya memanfaatkan insentif maka saya juga salah satunya
JA Mungkin, saya kalau masalah pajak langsungji dari kantor jadi kalau memanfaatkan insentif ini
tergantung dari kantor kalau melaporkan masalah insentif ini berarti saya salah satu yang
memanfaatkan insentif ini
3
F Karena saya nda mengurus jadi nda ada yang ku rasakan karena sama saja ayar pajakku
H Tidak ada yang saya rasakan
NA Dampak setelah di berikannya insentif pajak mungkin ada tapi saya tidak terlalu merasakan dampaknya karena yang membayar pajak dari kantor saya yang bekerja.
JA Karena yang bayar pajak dari kantorku langsung jadi tidak terlalu kurasakan dampaknya.
4.
F Saya hanya lihat di media sosia saja
H Tidak pernah ada pemerintah sosialisasi mengenai insentif pajak selama ini
NA Mungkin ada tapi saya nda tau kalau di Kab.Barru ini
JA Yang saya tau ada sosialisasi terkait hal ini, tetapi saya tidak terlalu terjun langsung di dalamnya, hanya sebatas tauji saja.
REDUKSI DATA
Staff Account representative
NO CORDING REDUKSI
1. A, NH, MD Pelaksanaan pemberian insentif perpajakn program PEN selama masa pandemi covid-
19 di KPP Pratama Parepare di lakukansemuanya secara online
2. A, NH, MD Upaya yang di lakukan KPP Pratama Parepare untuk meningkatkan pemanfaata insentif perpajakan di masa pandemi di lakuakn dengan menyebarkan informasi sosialisasi di media sosial agar masyarakat bisa mengetahui tentang insentif yang di berlakukan pemerintah
3. A, NH, MD Realisasi pemanfaatan insentif pajak belum optimal karena banyak wajib pajak yang tidak melaporkan realisasi insentif pajaknya.
4. A, NH, MD Masyarakat masih banyak yang tidak
melaporkan realisasi insentif nya dan juga
ada wajib pajak yang tidak paham tentang
teknologi.
5. A, NH, MD Dengan sosialisasi yang di berikan oleh KPP Pratama Parepare di media sosial wajib pajak Kab.Barru sudah tau mengenai insentif pajak yang diberikan pemerintah walaupun tidak semua wajib pajak mengetahuinya.
6. A, NH, MD Sangat penting, karena dapat membantu
perekonomian wajib pajak dan wajib pajak
tidak perlu membayar pajak dengan adanya
insentif pajak ini karena sudah di bayarkan
oleh pemerintah.
REDUKSI DATA
Wajib pajak Kab. Barru
NO CORDING REDUKSI
1. H, F, NA, JA Sebagian wajib pajak dari Kab. Barru ada yang mengetahuai tentang insentif perpajakana dan ada yang tidak tau tentang insentif pajak samasekali.
2. H, F, NA, JA Lebih banyak wajib pajak Kab. Barru tidak memanfaatkan insentif perpajakan
3. H, F, NA, JA Dampak setelah diberlakukan insentif perpajakan ada sebagian masyarakat yang merasakannya akan tetapi lebih banyak masyarakat yang tidak
memnfaatkan insentif yang di berikan pemerintah.
4. H, F, NA, JA Sosialisasi yang di perikan pemerintah tidak sampai langsung kepada wajib pajak karena masih banyak yang tidak mengetahui insentif pajak yang
diberlakukan pemerintah.
Dokumentasi
Foto Tampak Luar
Foto Tampak Dalam