BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN
B. Pembahasan
Square atau (Adjusted R2 )= 0,540 Hal ini berarti bahwa variabel motivasi belajar, lingkungan keluarga, dan lingkungan sekolah menjelaskan perubahan pada variabel keterampilan menulis narasi sebesar 54% sedangkan sisanya yaitu 46% dijelaskan oleh faktor-faktor lain di luar model.
belajar dan keterampilan menulis teks narasi. Selain itu, penelitian yang telah dilakukan oleh Handara Tri Elitasari (2016) yang menunjukkan bahwa ada pengaruh positif dan signifikan antara motivasi belajar terhadap keterampilan menulis karangan narasi siswa.
Terbukti dari hasil uji regresi tunggal F hitung = 50,1 > F tabel = 3,34 dan persamaan regresi Y = 31,409 + 0,651X. Kemudian, penelitian yang dilakukan oleh Sutarya (2018), juga sesuai dengan hasil yang diperoleh yang mana pengujian hipotesis diperoleh bahwa nilai Sig = 0,004 dan t-hitung = 2,943, karena nilai Sig < 0,05, maka H0 di tolak yang berarti terdapat pengaruh yang signifikan motivasi belajar terhadap variabel terikat kemampuan menulis karangan narasi Bahasa Indonesia.
Dalam hasil penelitian yang telah dilakukan ini yaitu motivasi belajar berpengaruh positif terhadap keterampilan menulis. Maka dapat disimpulan bahwa hasil penelitian ini menunjukkan hasil yang sesuai dengan hipotesis penelitian. Oleh sebab itu, hasil penelitian ini mendukung hasil penelitian yang telah dilakukan oleh Arief Setyawan, dkk (2015), Handara Tri Elitasari (2016) dan Sutarya (2018).
Adanya pengaruh yang positif antara motivasi belajar dengan keterampilan menulis, memberikan implikasi bahwa adanya motivasi yang tinggi yang diberikan kepada murid, dapat menyebabkan keterampilan menulis mereka meningkat. Sebagaimana yang diketahui bahwa keterampilan menulis karangan narasi berkaitan dengan
motivasi belajar siswa. Motivasi belajar yang dimiliki murid akan menjadi pendorong dalam kegiatan belajar, termasuk kegiatan belajar menulis narasi. Bagi murid, motivasi ini sangat penting karena dapat menggerakkan perilaku murid ke arah yang positif sehingga mampu menghadapi segala tuntutan dan kesulitan dalam belajar. Murid yang memiliki motivasi tinggi dalam belajar menampakkan minat yang besar dan perhatian yang penuh terhadap tugas-tugas belajar murid. murid yang besar motivasinya akan giat berusaha, tampak gigih, dan tidak menyerah untuk meningkatkan keterampilan menulis karangan narasinya. Motivasi menggerakkan murid, mengarahkan tindakan serta memilih tujuan belajar yang dirasa paling berguna bagi kehidupan murid. Dengan mempelajari motivasi, maka akan diketahui mengapa murid berbuat sesuatu. Maka penting untuk mempelajari motivasi agar dapat menggali lebih dalam tentang bagaimana memahami motivasi belajar murid agar dapat mengoptimalkan motivasi yang sudah ada di dalam diri murid untuk belajar.
Pemberian pujian, hadiah, hukuman, fasilitas yang serba lengkap serta kegiatan-kegitan yang menarik perhatian murid merupakan salah satu cara yang dapat diberikan oleh guru dalam rangka memunculkan motivasi belajar murid. Di samping itu, hal yang paling penting atau mendasar ialah menumbuhkan kesadaran murid tentang pentingnya belajar dan betapa besarnya dampak belajar bagi murid. Dengan demikian, motivasi belajar murid tidak hanya berasal
dari luar murid saja melainkan dari dalam diri murid juga yang sudah tertanam dengan baik sehingga keterampilan menulis narasi pun dapat terus meningkat.
Selanjutnya, hasil analisis koefisien regresi variabel lingkungan keluarga diperoleh hasil yang signifikan sebesar 0,299. Hal ini berarti dengan meningkatnya faktor lingkungan keluarga sebesar satu satuan maka keterampilan menulis narasi murid kelas V MIN 1 Wajo akan meningkat sebesar 0,299. Sehingga dalam hal ini dapat dikatakan bahwa semakin baik lingkungan keluarga, maka keterampilan menulis narasi akan semakin meningkat. Adanya hasil penelitian bahwa lingkungan keluarga berpengaruh positif terhadap keterampilan menulis murid, memberikan implikasi bahwa dengan adanya dorongan dari keluarga atau dengan meningkatnya faktor yang diberikan oleh keluarga maka dapat meningkatkan keterampilan menulis murid. Hal ini sesuai dengan yang dikatakan oleh Slameto (2010), bahwa faktor- faktor yang mempengaruhi belajar murid dibedakan menjadi dua golongan yaitu faktor intern dan faktor ekstern. Adapun faktor intern meliputi jasmaniah, faktor psikologis dan faktor kelelahan dan faktor ekstern meliputi faktor keluarga.
Faktor Keluarga dalam hal ini orangtua yang tidak terlalu memperhatikan pendidikan anaknya dapat menyebabkan anak kurang berhasil dalam belajarnya. Maka cara orangtua mendidik anaknya besar pengaruhnya terhadap belajar anaknya, yang terpenting adalah
relasi antara orangtua dan anaknya. Misalnya hubungan yang penuh dengan kasih sayang dan perhatian pengertian tidak diliputi dengan rasa kebencian. Suasana rumah juga merupakan faktor yang penting yang tidak termasuk faktor yang disengaja. Suasana rumah yang gaduh tidak akan memberikan ketenagan kepada anak dan proses belajar pun akan terganggu. Selain itu, keadaan ekonomi keluarga erat hubungannya dengan hasil belajar anak. Anak yang sedang belajar selain itu harus terpenuhi kebutuhan pokoknya, misalnya makan, pakaian, perlindungan, kesehatan dan lain-lain. Juga membutuhkan fasilitas belajar seperti ruang belajar meja, kursi, buku-buku, alat tulis menulis. Jika keluarga kurang mampu memnuhi kebutuhan anaknya berakibat belajar anaknya juga terganggu.
Dalam lingkungan keluarga anak-anak menjadikan sebagai tempat untuk belajar tumbuh dan berkembang dalam proses untuk menjadi dewasa. Anggota keluarga terutama orangtua, pembangunan karakater serta kepribadian dari seorang anak akan terbentuk karena adanya hubungan sosial yang terjadi diantara mereka. Ahmadi (Palangda : 2017) menyatakan bahwa keluarga merupakan suatu hubungan sosial yang terdiri dari ayah, ibu serta anak yang relatif tetap dan dihubungkan atas dasar ikatan darah, perkawinan ataupun adopsi.
Keluarga merupakan suatu dasar bagi lembaga sosial lainnya untuk berkembang (Narwoko dan Suyanto, 2013: 87).
Lingkungan keluarga merupakan salah satu faktor penting dan patut untuk diperhatikan, karena lingkungan keluarga memberikan pengaruh yang sangat besar pada proses pertumbuhan serta perkembangan anak. Selain itu, faktor yang memberikan pengaruh yang besar pada tingkat proses belajar anak juga tergantung dari lingkungan keluarga itu sendiri. Lingkungan keluarga yang baik akan menciptakan suasana yang baik pula di rumah sehingga anak mampu untuk mengeksplorasi pengetahuan yang dimilikinya. Standar keunggulan anak juga tergantung pada lingkungan keluarganya.
Menurut Slameto dalam Palangda (2017) bahwa dalam proses belajar seorang anak, akan diperoleh beberapa pengaruh dari keluarganya diantaranya: bagaimana orangtua mendidik, hubungan antara anggota keluarga, suasana yang terdapat dalam rumah, keadaan ekonomi keluarga, bagaimana perhatian atau pengertian orangtua terhadapa anaknya, serta asal usul kebudayaan dari keluarganya.
Menurut Djaali (2011: 99), salah satu faktor yang mempengaruhi keterampilan menulis adalah faktor eksternal yang merupakan faktor yang berasal dari luar individu yakni kondisi di lingkungan sekitar murid. Keluarga Kondisi keluarga sangat berpengaruh terhadap keberhasilan anak. Pendidikan orangtua, status ekonomi, perkataan dan bimbingan orangtua mempengaruhi keterampilan menulis seorang anak termasuk keterampilan menulis narasi. Peran keluarga sengatlah
penting, keluarga harus membiasakan anak untuk selalu belajar dan mengembangkan keterampilan yang dimiliki setelah dia mendapatkan pembelajaran di sekolah. Cara yang bisa dilakukan untuk mengembangkan keterampilan menulis anak terutama keterampilan menulis narasi yaitu membiasakan anak untuk menulis semua kejadian yang telah dialami setiap hari dan diceritakan kepada orangtua sebelum belajar di rumah dimulai.
Berdasarkan dari penjelasan-penjelasan tersebut, dapat disimpulkan bahwa faktor lingkungan keluarga menjadi salah satu hal penting yang harus diperhatikan. Karena hal tersebut mempunyai pengaruh yang besar pada proses pertumbuhan dan perkembangan murid dalam rangka mencapai prestasi belajar yang diinginkan.
Selanjutnya, hasil analisis koefisien regresi variabel lingkungan sekolah diperoleh hasil yang signifikan sebesar 0,481. Hal ini berarti dengan meningkatnya faktor lingkungan sekolah sebesar satu satuan maka keterampilan menulis narasi akan meningkat sebesar 0,481.
Sehingga dalam hal ini dapat dikatakan bahwa semakin baik lingkungan sekolah, maka keterampilan menulis narasi akan semakin meningkat. Hasil penelitian yang diperoleh lingkungan sekolah berpengaruh positif terhadap keterampilan menulis murid. Hal ini sejalan dengan hasil penelitian yang dilakukan oleh Finna Rahma Hijria , dkk (2013) yang mengatakan bahwa berdasarkan hasil data disimpulkan bahwa pemanfaatan lingkungan sekolah dapat
meningkatkan keterampilan menulis siswa kelas IV A SDN Babatan 1/456 Surabaya. Selain itu penelitian yang dilakukan oleh Fabianus Maner (2013), juga sesuai dengan hasil penelitian yang diperoleh, bahwa pemanfaatan lingkungan sebagai sumber belajar mampu meningkatkan kemampuan menulis karangan deskripsi di kelas V Sekolah Dasar Negeri 07 Sebalo Kecamatan Bengkayang.
Pelaksanaan pembelajaran dengan memanfaatkan lingkungan sebagai sumber belajar dapat meningkatkan hasil belajar Bahasa Indonesia di kelas V Sekolah Dasar Negeri 07 Sebalo Kecamatan Bengkayang.
Selanjutnya, penelitian yang dilakukan oleh Ludvi Meimudayanti (2013), yang mengatakan bahwa nilai hasil menulis deskripsi siswa dengan memanfaatkan lingkungan sekolah sebagai sumber belajar pada siklus II mengalami peningkatan dibanding siklus I.
Adanya pengaruh positif antara lingkungan sekolah dengan keterampilan menulis termasuk dalam hal ini keterampilan menulis narasi, memberikan implikasi bahwa dengan adanya lingkungan sekolah yang baik pada suatu sekolah, maka dapat meningkatkan keterampilan menulis murid termasuk menulis narasi pada sekolah tersebut. Sebagaimana yang diketahui bahwa lingkungan sekolah merupakan segala sesuatu yang ada di sekitar baik fisik maupun nonfisik dimana sangat berpengaruh terhadap tingkah laku seseorang khususnya murid didalam lembaga pendidikan formal yang melaksanakan program pendidikan, yang indikatornya meliputi metode
mengajar, hubungan guru dengan murid, hubungan murid dengan murid, disiplin sekolah, alat pelajaran, keadaan sekolah, dan metode belajar. Pemanfaatan lingkungan sebagai upaya peningkatan keterampilan bahasa yang produktif akan membuat murid merasa senang dalam belajar sehingga murid lebih rileks dalam menjadikan alam sebagai sumber belajar.
Peningkatan hasil menulis murid, termasuk menulis narasi menunjukkan bahwa lingkungan sekolah dapat dimanfaatkan dalam kegiatan belajar mengajar. Hal ini seperti yang dikatakan Sudjana (2010: 208), bahwa pemanfaatan lingkungan sekolah sebagai sumber belajar mempunyai banyak keuntungan diantaranya kegiatan belajar lebih menarik dan tidak membosankan, hakikat belajar akan lebih bermakna, bahan-bahan yang dapat dipelajari lebih kaya, kegiatan belajar murid lebih komprehensif sebab dapat dilakukan dengan berbagai cara seperti mengamati dan mendemonstrasikan, sumber belajar menjadi lebih kaya sebab lingkungan yang dapat dipelajari bisa beraneka ragam seperti lingkungan buatan (lingkungan sekolah), serta murid dapat memahami dan menghayati aspek-aspek kehidupan yang ada di lingkungannya, sehingga dapat membentuk pribadi yang tidak asing dengan kehidupan di sekitarnya dan dapat memupuk cinta lingkungan.
Selanjutnya, kontribusi variabel motivasi belajar, lingkungan keluarga dan lingkungan sekolah terhadap variabel keterampilan
menulis narasi murid kelas V MIN 1 Wajo dengan melihat hasil Adjusted R Square atau (Adjusted R2)= 0,540. Hal menunjukkan bahwa variabel motivasi belajar, lingkungan keluarga dan lingkungan sekolah menjelaskan pengaruh pada variabel keterampilan menulis narasi sebesar 54,0%.
BAB V PENUTUP
A. Simpulan
Berdasarkan hasil penelitian yang telah dilakukan, maka penulis dapat memberikan beberapa simpulan sebagai berikut :
1. Hasil penelitian menunjukkan bahwa motivasi belajar berpengaruh positif terhadap keterampilan menulis narasi murid kelas V MIN 1 Wajo Kecamatan Pitumpanua Kabupaten Wajo. Hal ini menandakan bahwa, dengan adanya peningkatan motivasi belajar, maka dapat meningkatkan keterampilan menulis pada murid kelas V MIN 1 Wajo.
Hasil penelitian yang diperoleh sesuai dengan hipotesis pada penelitian ini.
2. Hasil penelitian menunjukkan bahwa lingkungan keluarga berpengaruh positif terhadap keterampilan menulis narasi murid kelas V MIN 1 Wajo Kecamatan Pitumpanua Kabupaten Wajo. Hal ini menandakan bahwa, dengan adanya peningkatan faktor lingkungan keluarga, maka dapat meningkatkan keterampilan menulis pada murid kelas V MIN 1 Wajo Kecamatan Pitumpanua Kabupaten Wajo. Hasil penelitian yang diperoleh sesuai dengan hipotesis pada penelitian ini.
3. Hasil penelitian menunjukkan bahwa lingkungan sekolah berpengaruh positif terhadap keterampilan menulis narasi murid kelas V MIN 1 Wajo Kecamatan Pitumpanua Kabupaten Wajo. Hal
ini menandakan bahwa, dengan adanya peningkatan faktor lingkungan sekolah, maka dapat meningkatkan keterampilan menulis pada murid kelas V MIN 1 Wajo Kecamatan Pitumpanua Kabupaten Wajo. Hasil penelitian yang diperoleh sesuai dengan hipotesis pada penelitian ini.
4. Hasil penelitian menunjukkan bahwa motivasi belajar, lingkungan keluarga dan lingkungan sekolah secara simultan berpengaruh terhadap keterampilan menulis narasi murid kelas V MIN 1 Wajo Kecamatan Pitumpanua Kabupaten Wajo. Hasil penelitian yang diperoleh sesuai dengan hipotesis pada penelitian ini.
B. Saran
Setelah memberikan beberapa simpulan maka penulis dapat memberikan beberapa saran sebagai berikut :
1. Pengelola sekolah baik di sekolah tempat penelitian maupun sekolah-sekolah di seluruh Indonesia sebaiknya mengadakan kegiatan akademik maupun non akademik secara rutin untuk meningkatkan kegermaran menulis murid seperti perlombaan mengarang, pemeliharaan majalah dinding, ataupun penyediaan papan pameran dari hasil murid yang mendapat nilai terbaik dalam pembelajaran di kelas sebagai motivasi untuk para murid.
2. Orangtua murid di seluruh Indonesia hendaknya memiliki perhatian khusus dalam meningkatkan motivasi berprestasi murid dan
memfasilitasi segala kebutuhan yang menunjang aktivitas menulis, serta selalu berkoordinasi dengan pihak sekolah dalam meningkatkan keterampilan menulis maupun kegiatan belajar lainnya.
3. Kepada seluruh guru di Indonesia hendaknya dapat memanfaatkan lingkungan sekolah sebagai sumber belajar untuk membantu meningkatkan keterampilan menulis narasi murid.
DAFTAR PUSTAKA
Al-Qur’an dan Terjemahnya Edisi Tajwid. (2014). Kementerian Agama RI.
Solo: Tiga Serangkai.
Aji, R. S. (2013). ‘’Upaya Meningkatkan Keterampilan Menulis Karangan Deskripsi Dengan Menggunakan Media Gambar Siswa Kelas IV SD Singonsaren Banguntapan Bantul Yogyakarta’’. Universitas Negeri Yogyakarta.
Arikunto, S. (2006). Prosedur Penelitian Suatu Pendekatan Praktik.
Jakarta: Rineka Cipta.
Arvianta, D. P. (2013). Peningkatan Keterampilan Menulis Narasi melalui Model Pembelajaran Konstektual pada Siswa Kelas IV SD Negeri NGawonggo 1 Kabupaten Megelang. Universitas Negeri Yogyakarta.
Astuti, E. S. (2010). Pengertian Motivasi Belajar. Bandung: Nusa Media.
Bungin, M. B. (2006). Metodologi Penelitian Kuantitatif: Komunikasi, Ekonomi, dan Kebijakan Publik serta Ilmu-Ilmu Sosial Lainnya.
Jakarta: Kencana.
Dalyono, M. (2010). Psikologi Pendidikan. Jakarta: Rineka Cipta.
Djaali. (2011). Psikologi Pendidikan. Jakarta: PT. Bumi Aksara.
Djamarah, S. B. (2000). Guru dan Anak Didik dalam Interaksi Edukatif.
Jakarta: Rineka Cipta.
Elitasari, H. T. (2016). Pengaruh Motivasi Belajar terhadap Keterampilan Menulis Karangan Narasi. Jurnal Pendidikan Guru Sekolah Dasar, edisi 15 Tahun Ke-5, 1-7.
Ghozali, I. (2005). Aplikasi Analisis Multivariate dengan SPSS. Semarang:
Badan Penerbit UNDIP.
Hamalik, O. (2009). Proses Belajar Mengajar. Jakarta: PT. Bumi Aksara.
Hasan, I. (2002). Pokok-Pokok Materi Metodologi Penelitian dan Aplikasinya, Jakarta: Ghalia Indonesia.
Hasbullah. (2013). Dasar-dasar Ilmu Pendidikan. Jakarta: PT. Raja Grafindo Persada.
Helmawati. (2014). Pendidikan Keluarga. Bandung: Remaja Rosdakarya.
Hermawan, T. (2017). Pengaruh Penguasaan Kalimat Efektif dan Motivasi terhadap Kemampuan Menulis Narasi pada Siswa Kelas V SD Negeri Gugus Adiwiyata Kabupaten Banyumas. Universitas Negeri Semarang.
Hijria, F. R. & Damayanti, M. I. (2013). Pemanfaatan Lingkungan Sekolah untuk Meningkatkan Keterampilan Menulis di Sekolah Dasar. Jurnal Pendidikan Guru Sekolah Dasar (JPGSD), Volume 01 Nomor 02, 1- 9.
Maner, F. (2013). Peningkatan Kemampuan Menulis Karangan Deskripsi dengan Pemanfaatan Lingkungan sebagai Sumber Belajar di Sekolah Dasar. Universitas Tanjungpura Pontianak.
Mangga, H. A., Munirah & Arif, T. A. 2020. Keefektifan Pembelajaran Menulis Karangan Narasi berdasarkan Pengalaman dengan Teknik Clustering dan Teknik Modeling Pada Siswa Kelas V SD. Jurnal Pendidikan Guru Sekolah Dasar. Volume 9 Nomor 2, ISSN 2303- 1514, 153-160.
Meimudayanti, L. & Rukmi, A., S. (2013). Pemanfaatan Lingkungan Sekolah Sebagai Sumber Belajar untuk Meningkatkan Keterampilan Menulis Deskripsi pada Siswa Sekolah Dasar. Jurnal Pendidikan Guru Sekolah Dasar(JPGSD), Volume 01 Nomor 02, 1-12.
Naja, D. T. (2015). Pengaruh Motivasi Belajar dan Lingkungan Keluarga terhadap Kesulitan Belajar Siswa pada Mata Pelajaran Ekonomi Kelas X Madrasah Aliyah PPKP Darul Ma’la Pati Tahun Ajaran 2014/2015. Universitas Negeri Semarang.
Narwoko, D. Dan Suyanto, B. (2013). Sosiologi Teks Pengantar dan Terapan. Jakarta: Kencana.
Palangda, L. (2017). Pengaruh Lingkungan Sekolah dan Lingkungan Keluarga terhadap Minat Belajar Ekonomi Peserta Didik di SMKN 4 Makassar. Universitas Negeri Makassar.
Pratiwi, J. C., Slamet, S. Y. & Rukayah. (2017). The Influence of Learning Motivation Toward Narrative Writing Skill. International Journal of Recent Engineering Science (IJRES), 4(1), 20–22.
Purwanto, N. (2006). Psikologi Pendidikan. Bandung: PT. Remaja Rosdakarya.
Setyawan, A., Andayani & W, N., E. (2015). Hubungan antara Penguasaan Kosakata dan Motivasi Belajar dengan Keterampilan Menulis Teks Narasi pada Siswa Kelas XI SMK Negeri 1 Sawit Boyolali Tahun Ajaran 2014/2015. Jurnal Penelitian Bahasa, Sastra Indonesia dan Pengajarannya, Volume 3 Nomor 2, ISSN I2302-6405, 1-16.
Slameto. (2010). Belajar dan Faktor-faktor yang Mempengaruhinya.
Jakarta: Rineka Cipta.
Sudjana. (2010). Cara Belajar Siswa Aktif dalam Proses Belajar Mengajar.
Bandung: Sinar Baru Algensindo.
Sugiyo. (2016). Pengaruh Motivasi Belajar dan Penguasaan Kosakata terhadap Kemampuan Menulis Narasi Siswa Kelas VIII SMP Mater Dei Pamulang Kota Tangerang Selatan. Jurnal Sasindo UNPAM, Volume 3, Nomor 2, 72-86.
Sugiyono, (2016). Metode Penelitian Pendidikan Pendekatan Kuantitatif Kualitatif dan R & D . Bandung: Alfabeta.
Sutarya. (2018). Pengaruh Penguasaan Kosakata dan Motivasi Belajar terhadap Kemampuan Menulis Karangan Narasi Bahasa Indonesia.
Jurnal Pendidikan Bahasa Indonesia, Vol. 1 No. 1, 1-10.
Syah, M. (2010). Psikologi Pendidikan dengan Pendekatan Baru.
Bandung: PT. Remaja Rosdakarya.
L A M
P
I
R
A
N
chek () pada salah satu pilihan yang tersedia pada lembar jawaban, dengan ketentuan sebagai berikut:
SL = selalu KD = kadang-kadang
SR = sering TP = tidak pernah
3. Tidak ada jawaban yang benar atau salah terhadap pernyataan-pernyataan berikut. Anda bebas memilih pilihan jawaban yang tersedia, sesuai dengan keadaan diri anda yang sebenarnya.
No. Pernyataan SL SR KD TP
1. Saya menyediakan waktu untuk melatih keterampilan menulis..
2. Saya bersemangat belajar ketika mendapat dorongan dari orang lain.
3. Saya memperhatikan ketika guru
mengajarkan pelajaran Bahasa Indonesia.
4. Saya berusaha bertanya ketika tidak memahami pelajaran Bahasa Indonesia.
5 Saya memikirkan terlebih dahulu tentang apa yang akan saya tulis.
6. Saya memperbaiki tulisan saya jika terdapat kesalahan penulisan.
7. Saya melatih kemampuan menulis saya dengan terus belajar.
8. Bagi saya, pembelajaran menulis narasi membantu saya dalam pelajaran lainnya.
9. Saya mencatat hal-hal penting yang dijelaskan guru mengenai menulis narasi.
10. Saya menganggap menulis sebagai kebutuhan.
11. Kondisi jasmani mempengaruhi saya ketika hendak menulis.
12. Kondisi rohani mempergaruhi saya ketika hendak menulis.
13. Saya tidak berharap mendapat pujian dengan keterampilan menulis saya.
14. Saya melatih keterampilan menulis saya secara mandiri.
15. Saya selalu punya ide untuk menuliskan tugas menulis yang diberikan guru.
chek () pada salah satu pilihan yang tersedia pada lembar jawaban, dengan ketentuan sebagai berikut:
SL = selalu KD = kadang-kadang
SR = sering TP = tidak pernah
3. Tidak ada jawaban yang benar atau salah terhadap pernyataan-pernyataan berikut. Anda bebas memilih pilihan jawaban yang tersedia, sesuai dengan keadaan diri anda yang sebenarnya.
No. Pernyataan SL SR KD TP
1. Orangtua mendidik saya dengan tegas untuk belajar dalam meningkatkan keterampilan menulis saya.
2. Orangtua menanamkan disiplin belajar yang tinggi.
3. Orangtua memberikan semangat untuk meningkatkan keterampilan menulis saya.
4. Orangtua menyuruh saya melakukan pekerjaan rumah.
5 Orangtua menyuruh saya untuk meningkatkan keterampilan menulis dengan cara
menuliskan keseharian saya.
6. Orangtua menyediakan waktu untuk berbincang dengan saya mengenai keseharian saya di sekolah.
7. Orangtua melatih saya untuk menuliskan hal- hal yang saya sukai.
8. Orangtua membantu saya ketika kesulitan dalam belajar terutama untuk menulis.
9. Orangtua mendukung saya untuk mengikuti pelatihan untuk mendukung keterampilan menulis saya.
10. Orangtua mendampingi saya ketika sedang belajar.
11. Keadaan rumah saya nyaman dan tenteram ketika saya sedang belajar.
12. Anggota keluarga saya memahami ketika saya belajar sehingga tidak membuat keributan.
13. Segala perarturan di dalam rumah dilaksanakan dengan baik oleh anggota keluarga.
14. Saudara saya tidak mengganggu saya ketika belajar.
15. Orangtua saya berusaha membuat saya
18. Orangtua saya tidak keberatan ketika ingin membeli alat tulis yang saya butuhkan.
19. Orangtua memberikan uang jajan kepada saya.
20. Orangtua mendukung saya dengan memberikan kebutuhan yang saya inginkan.
chek () pada salah satu pilihan yang tersedia pada lembar jawaban, dengan ketentuan sebagai berikut:
SL = selalu KD = kadang-kadang
SR = sering TP = tidak pernah
3. Tidak ada jawaban yang benar atau salah terhadap pernyataan-pernyataan berikut. Anda bebas memilih pilihan jawaban yang tersedia, sesuai dengan keadaan diri anda yang sebenarnya.
No. Pernyataan SL SR KD TP
1. Sekolah menyediakan buku yang lengkap di perpustakaan.
2. Sekolah menyediakan fasilitas yang memadai berupa ruang pembelajaran yang cukup 3. Sekolah menyediakan perlengkapan yang
dibutuhkan murid untuk menunjang keterampilan menulis murid.
4. Suasana sekolah saya nyaman dan bersih.
5 Bagi saya, sekolah saya mempunyai lingkungan yang aman.
6. Guru memberikan pelatihan-pelaihan untuk meningkatkan kemampuan menulis saya.
7. Guru memberikan kesempatan kepada saya untuk bertanya ketika mengalami kesulitan dalam pelajaran Bahasa Indonesia.
8. Guru berkomunikasi dengan orangtua saya untuk mengetahui perkembangan keterampilan menulis saya.
9. Guru membantu saya dalam pelajaran Bahasa Indonesia termasuk dalam keterampilan menulis narasi.
10. Saya berkomunikasi dengan guru terkait kemampuan menulis saya.
11. Saya berdiskusi dengan teman terkait keterampilan menulis Bahasa Indonesia yang sulit bagi kami.
12. Saya meluangkan waktu untuk belajar bersama teman mengenai pelajaran Bahasa Indonesia ketika jam istirahat.
13. Saya tidak terpengaruh dengan gaya hidup teman.
14. Teman membantu saya ketika mengalami kesulitan dalam meningkatkan keterampilan menulis saya.
Buatlah sebuah narasi atau kisahan yang terdiri dari beberapa paragraf yang didalamnya menyangkut tentang pengalaman yang paling berkesan yang Anda alami.
………
………
………
………
………
………
………
………
………
………
………
………
………
………
………
………
………
………
………
………
N 74
Normal Parametersa,b Mean ,0000000
Std. Deviation 6,74021119
Most Extreme Differences
Absolute ,105
Positive ,059
Negative -,105
Kolmogorov-Smirnov Z ,907
Asymp. Sig. (2-tailed) ,383
a. Test distribution is Normal.
b. Calculated from data.
Coefficientsa
Model Collinearity Statistics
Tolerance VIF
1
Motivasi Belajar ,392 2,549
Lingkungan Keluarga ,437 2,289
Lingkungan Sekolah ,625 1,601
a. Dependent Variable: Keterampilan Menulis Narasi
Coefficientsa
Model Unstandardized Coefficients Standardized
Coefficients
t Sig.
B Std. Error Beta
1
(Constant) 7,110 6,836 1,040 ,302
Motivasi Belajar ,488 ,193 ,320 2,523 ,014
Lingkungan Keluarga ,299 ,139 ,258 2,151 ,035
Lingkungan Sekolah ,481 ,170 ,284 2,823 ,006
a. Dependent Variable: Keterampilan Menulis Narasi