• Tidak ada hasil yang ditemukan

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN

C. Pembahasan

1. Pengaruh Indenpendensi terhadap Kinerja Auditor

Indenpendensi artinya bebas dari pengaruh baik terhadap manajemen yang bertanggung jawab atas penyusunan laporan maupun terhadap para pengguna laporan tersebut (Fitrawansyah, 2014:47). Dalam penelitian ini independensi diukur dengan tiga dimensi yaitu programing independence, investigative indenpendence, dan reporting independence.

Berdasarkan hasil penelitian diketahui bahwa indenpendensi memiliki koefisien positif terhadap kinerja auditor. Hal ini menunjukkan bahwa indenpendensi memiliki pengaruh yang searah terhadap kinerja auditor.

Indenpendensi merupakan salah satu faktor pendukung kinerja auditor.

Dengan kata lain, semakin tinggi indenpendensi auditor maka akan berdampak pada semakin baik kinerja auditor.

Sementara itu, berdasarkan hasil uji parsial diketahui bahwa indenpendensi berpengaruh signifikan terhadap kinerja auditor. Hal ini menunjukkan bahwa indenpendensi merupakan faktor penentu baik dan tidaknya kinerja auditor. Hal ini dikarenakan para responden yang merupakan auditor di kantor Inspektorat Gowa mengedepankan indenpendensi dalam bekerja, mulai dari tahap program, investigasi maupun pelaporan. Hasil distribusi jawaban responden menunjukkan bahwa responden memiliki persepsi yang sangat baik terhadap indenpendensi, terutama pada indicator bebas dari tekanan atau intervensi manajerial atau friksi yang dimaksudkan untuk menghilangkan (eliminate), menentukan (specify) atau mengubah (modify) apapun dalam audit. Hal ini yang mengakibatkan indenpendensi berkontribusi terhadap perbaikan kinerja auditor di Inspektorat Kabupaten Gowa.

Hasil penelitian ini sejalan dengan hasil penelitian sebelumnya dari Putri (2013), Jasman (2016), Nurhayati (2017), Apsari (2018), Kurniawan (2017), Mentari (2018), Kasni, dkk (2018), Agustina dan Sulardi (2018), Romadon (2019), dan Kirana (2019), yang menemukan bahwa indenpendensi berpengaruh signifikan terhadap kinerja auditor.

2. Pengaruh Pemahaman Good Governance

Good Governance adalah tata kelola yang baik pada suatu usaha yang dilandasi oleh etika profesional dalam berusaha atau berkarya. Dalam penelitian ini pemahaman Good Governance diukur dengan menggunakan lima dimensi yaitu supremasi hukum, akuntabilitas, transparansi, profesionalisme dan partisipasi.

Berdasarkan hasil penelitian diketahui bahwa pemahaman Good Governance memiliki koefisien positif terhadap kinerja auditor. Hal ini menunjukkan bahwa pemahaman Good Governance memiliki pengaruh yang searah terhadap kinerja auditor. Pemahaman Good Governance merupakan faktor pendukung kinerja auditor. Dengan kata lain, semakin auditor pahaman akan Good Governance maka akan berdampak pada semakin baik kinerja auditor.

Sementara itu, berdasarkan hasil uji parsial diketahui bahwa pemahaman Good Governance berpengaruh signifikan terhadap kinerja auditor. Hal ini menunjukkan bahwa pemahaman Good Governance merupakan salah satu faktor penentu baik dan tidaknya kinerja auditor. Hal ini disebabkan karena auditor di Inspektorat Kabupaten Gowa memiliki pemahaman yang baik serta mampu menerapkan prinsip Good Governance dalam menjalankan tugas mereka.

Hasil penelitian ini sama dengan hasil penelitian yang dilakukan oleh Sitio (2014), Nurhayati (2017), Apsari (2018), Rosliana (2019), dan Kirana

(2019), yang menemukan bahwa pemahaman Good Governance berpengaruh signifikan terhadap kinerja auditor.

53 BAB V PENUTUP

A. Kesimpulan

Berdasarkan hasil penelitian dan pembahasan pada bab sebelumnya maka simpulan penelitian ini adalah sebagai berikut:

1. Indenpendensi berpengaruh signifikan terhadap kinerja auditor pada Inspektorat Kabupaten Gowa.

2. Pemahaman Good Governance berpengaruh signifikan terhadap kinerja auditor pada Inspektorat Kabupaten Gowa.

B. Saran

Berdasarkan simpulan penelitian maka saran yang diberikan dari penelitian ini adalah sebagai berikut:

1. Untuk inspektorat Gowa, dalam rangka meningkatkan kinerja Auditor, maka perlu memperhatikan indenpendensi dan Good Governance. Hal ini didasarkan pada temuan penelitian di mana kedua factor tersebut menjadi salah satu factor pendukung dan factor penentu perbaikan kinerja.

2. Untuk peneliti selanjutnya, disarankan untuk menambahkan faktor – faktor lain sebagai variabel yang dapat mempengaruhi kinerja auditor seperti tekanan anggaran waktu, etika profesi dan obyektivitas. Selain itu, obyek penelitian ini hanya sebatas pada Inspektorat Kabupaten Gowa, disarankan untuk peneliti selanjutnya memperluas lingkup yang dijadikan obyek penelitian.

DAFTAR PUSTAKA

Agoes, Sukrisno. 2014. Auditing Petunjuk Praktis Pemeriksaan Akuntan oleh Akuntan Publik, Buku 1, Edisi Ke-4. Jakarta: Salemba Empat.

Agustina, Lisa, dan Sulardi. 2018. Kompetensi, Indenpendensi dan Motivasi Sebagai Determinan Kinerja Auditor Internal Pemerintah. Jurnal Reviu Akuntansi dan Keuangan. Vol. 8, No. 1, April 2018.

Akbar, Muhammad Taufik, et al. Pengaruh Profesionalisme, Indenpendensi, Komitmen Organisasi, dan budaya Kinerja terhadap Kinerja Internal Auditor, di BPKP Provinsi (Doctoral dissertation, Riau University).

Apsari, Ni NyomanSuryagita. 2018. Pengaruh Indenpendensi, Gaya Kepemimpinan, Komitmen Organisasi, Pegalaman Kerja, dan Pemahaman Good Governance pada Kinerja Auditor. E-Jurnal Akuntansi Universitas Udayana. Vol. 24, No. 1 Juli (2018).

Arens Alvin A, Elder Randal J, Beasley Mark S, Amir Abadi Jusuf. 2015. Auditing dan Jasa Assurance. Jilid 1. Edisi Keduabelas. Jakarta: Salemba Empat.

Fanani, Zaenal, RhenyAfriana Hanif, dan Bambang Subroto. 2008. Pengaruh Struktur Audit, Konflik Peran, dan Ketidakjelasan Peran, Terhadap Kinerja Auditor. Jurnal Akuntansi dan Keuangan Indonesia. Vol. 5 No.

2, Desember 2008, Hal. 139-155, Print ISSN: 1829-8494 e-ISSN:

2406-9701.

Fitrawansyah. 2014. Fraud dan Auditing, Edisi Pertama. Jakarta: Mitra Wacana Media.

Ghozali, Imam. 2016. Aplikasi Analisis Multivariete Dengan Program IBM SPSS 23 (Edisi 8). Cetakan ke VIII. Semarang: Badan Penerbit Universitas Diponegoro.

Gustia, Nila. 2014. Pengaruh Indenpendensi Auditor, Etika Profesi, Komitmen Organisasi dan Gaya Kepemimpinan Terhadap Auditor Pemerintah (Studi Empiris pada Auditor Pemerintah di BPKP Perwakilan Sumbar).

ArtikelIlmiah. Universitas Negeri Padang.

Hery. 2017. Auditing dan Asurans. Jakarta: Grasindo.

Indonesian Institute for Corporate Governance (IICG). 2010. Good Corporate Governance Sebagai Budaya. Jakarta.

Ishak, Parmin. 2018. Pengaruh Indenpendensi Auditor, Emotional Intelligence, Spiritual Intelligence Terhadap Perilaku Etis Auditor dan Kinerja Auditor. ATESTASI, Jurnal Ilmiah Akuntansi, Vol. 1, No. 1 September 2018.

Jasman. 2016. Pengaruh Kompeyensi, Indenpendensi dan Etika Terhadap Kinerja Aparat Pengawas Intern Pemerintah (APIP) Inspektorat

Daerah Kabupaten Parigi Moutong. e Jurnal Katalogis, Volume 4 Nomor 4, April 2016.

Kasni, Azza., Afrizal, Afrizal dan Wahyudi, Ilham. 2018. Pengaruh Indenpendensi, Komitmen Organisasi dan Pemahaman Good Government Governance Terhadap Kinerja Auditor (Studi pada Badan Pengawas Keuangan dan Pembangunan Perwakilan Provinsi Jambi). Jurnal Akuntansi & Keuangan UNJA, 3 (3).

Kirana, Ida Bagus Widya. 2019. Pengaruh Indenpendensi Auditor, Pemahaman Good Governance dan Self Efficacy Terhadap Kinerja Auditor Pada KAP Bali. E-Jurnal Akuntansi Universitas Udayana. Vol. 27, No. 3 Juni (2019)

Kurniawan, Ardeno. 2012. Audit internal Nilai Tambah Bagi Organisasi, Edisi Pertama. Yogyakarta: BPFE.

Kurniawan, DwiSumartono Agung. 2017. Pengaruh Indenpendensi Auditor, Indenpendensi Auditor, Profesionalisme Auditor, Etika Profesi dan Gaya Kepemimpinan Terhadap Kinerja Auditor di BPK Perwakilan Provinsi Aceh. Jurnal Magister Akuntansi Pascasarjana Universitas Syiah Kuala. Vol. 6, No. 3, Agustus 2017.

MarliaVeny. 2017. Pengaruh Pemahaman Good Governance Dan Gaya Kepemimpinan Terhadap Kinerja Auditor. Jurnal Ilmu Akuntansi Mulawarman, Vol. 2, No. 2 (2017).

Mentari, Theresia. 2018. Pengaruh Indenpendensi dan Profesionalisme Terhadap Kinerja Auditor Internal dengan Budaya sebagai Variabel Moderasi. Jurnal Akuntansi dan Pajak, 19 (01), 2018.

Mulyadi. 2010. Auditing, Buku 1, Edisi-6. Jakarta: Salemba Empat.

Nurhayati. 2017. Peranan Good Governance dan Indenpendensi Auditor Terhadap Kinerja Auditor. Junral Warta Edisi: 51, Januari 2017.

Putri, Kompiang Martina Dinata. 2013. Pengaruh Indenpendensi, Profesionalisme dan Etika Profesi Terhadap Kinerja Auditor Pada Kantor Akuntan Publik di Bali. E-Jurnal Akuntansi Universitas Udayana 4. 1 (2013) Romadon, Ahmad Sahri. 2019. Analisis Pengaruh Kompetensi dan

Indenpendensi Terhadap Kinerja Auditor dengan Self Efficacy sebagai Variabel Mediasi (Studi Empiris Auditor Pada Kantor Akuntan Publik di Semarang). Majalah Ilmiah Solusi. Vol. 17, No. 4 Oktober 2019.

Rosliana. 2019. Pengaruh Locus of Control, Budaya Organisasi dan Pemahaman Good Governance Pada Kinerja Auditor di Kantor Akuntan Publik Kota Pekanbaru. Jurnal Akuntansi dan Keuangan, Vol. 8, No. 2, Juli - Desember 2019.

Sitio, Ristina. 2014. Pengaruh Pemahaman Good Governance, Gaya Kepemimpinan, Budaya Organisasi dan Struktur Audit Terhadap

Kinerja Auditor (Studi Empiris Pada Kantor Akuntan Publik di Kota Semarang). Accounting Analysis Journal. Vo. 3, No. 3 (2014).

Sanusi, Anwar. 2016. Metodologi Penelitian Bisnis. Cetakan Keenam. Jakarta:

Salemba Empat.

Sudiksa, I Wayan, Utama, I Made Karya. Profesionalisme, Motivasi Kerja dan Kepuasan Kerja Sebagai Prediktor Kinerja Internal Auditor Di Toyota Astra Motor Wilayah Bali. E-Jurnal Akuntansi, [S. l. ], p. 733-755, july 2016.

Sugiyono. 2016. Metode Penelitian Kuantitatif, Kualitatif dan R&D. Bandung:

Alfabeta.

Sugiyono. 2017. Metode Penelitian Kuantitatif, Kualitatif, dan R&D. Bandung:

Alfabeta, CV

Sunyoto, Danang. 2016. Metodologi Penelitian Akuntansi. Bandung: PT Refika.

Aditama.

Tuanakotta, Theodorus M. 2011. Berpikir Kritis dalam Auditing. Jakarta: Salemba Empat.

Tugiman, Hiro. 2014. Pandangan Baru Internal Auditing. Yogyakarta: Kanisius.

United Nations Economic and Social Commission for Asia and the Pacific (UNESCAP). 2009. What is Good Governance ? Bangkok: Poverty Reduction Section UNESCAP.

Ulum, Ihyaul dan HafiezSofyani. 2016. Akuntansi (Sektor) Publik. Malang: Aditya Media Publishing.

Umam, Khaerul. 2010. Perilaku Organisasi. Bandung: Pustaka Setia.

Utomo, Warsito. 2012. Administrasi Publik Baru Indonesia. Yogyakarta: Pustaka Pelajar.

Wibowo. 2016. Manajemen Kinerja. Bandung: PT Raja Grafindo Persada.

Wulandari, Anita Rizki. 2019. Pengaruh Indenpendensi, Komitmen Organisasi Dan Pemahaman Good Governance Terhadap Kinerja Auditor Internal (Survey pada Inspektorat Kota Bandung dan Kabupaten Bandung). Skripsi. Perpustakaan Fakultas Ekonomi dan Bisnis Unpas. Bandung.

LAMPIRAN I KUESIONER

Pendahuluan

Sebelumnya saya sampaikan terima kasih atas kesediaan Bapak/Ibu/Saudara untuk menjadi responden dalam penelitian ini. Daftar pertanyaan berikut dibuat dengan maksud mengumpulkan data dalam rangka penyusunan Skripsi yang berjudul : Pengaruh Indenpendensi dan Pemahaman Good Goverenceterhadap Kinerja Auditor (Studi Kasus Pada Kantor Inspektorat Kabupaten Gowa).

Identitas Responden

Seandainya Bapak/Ibu keberatan mencantumkan identitas, maka pernyataan nomor 1 boleh tidak dijawab.

1. Nama :

2. Jenis Kelamin: Pria Wanita

3. Pendidikan : D3 S2

S1 S3

4. Jabatan : Audito Pertama Audito Madya/Lanjutan Auditor Muda Audito Utama

5. Lama Bekerja: 2-5 >10 6-10

Pertanyaan

Petunjuk Pengisian:

Berikan tanda CENTANG (√) pada kolom TANGGAPAN dengan cara memilih satudari alternatif berikut ini:

SS = jika isi pernyataan tersebut SANGAT SETUJU dilakukan S = jika isi pernyataan tersebut SETUJU dilakukan

KS = jika isi pernyataan tersebut KURANG SETUJU dilakukan TS = jika isi pernyataan tersebut TIDAK SETUJU dilakukan

STS= jika isi pernyataan tersebut SANGATTIDAK SETUJU dilakukan

NO URAIAN PERNYATAAN

1. Indenpendensi (X1) SS S KS TS STS

1. 1 Programmatic Independence

. 1. Auditor harus bebas dari tekanan atau intervensi atasan yang dimaksudkan untuk menghilangkan (eliminate), menentukan (specify) atau mengubah (modify) apapun dalam audit.

2. Auditor harus bebas dari intervensi apapun atau dari sikap tidak kooperatif yang berkenaan dengan penerapan prosedur audit yang dipilih.

3. Auditor harus bebas dari luar yang memaksakan pekerjaan audit itu di- review diluar batas-batas kewajaran dalam proses audit.

1. 2 Investigative Independence

4. Auditor harus bisa mendapat akses secara langsung dan bebas atas seluruhbuku, dan sumber informasi lain yang berkaitan dengan kegiatan organisasi.

5. Auditor harus bebas dari upaya

NO URAIAN PERNYATAAN

1. Indenpendensi (X1) SS S KS TS STS

pimpinan perusahaan untuk menugaskan atau mengatur kegiatan yang harus diperiksa atau menentukan dapat diterimanya suatu evidential metter (sesuatu yang mempunyai nilai pembuktian).

6. Auditor harus bekerjasama aktif dengan pimpinan setiap SKPD daerah salama berlangsungnya kegiatan audit.

7. Auditor harus bebas dari kepentingan atau hubungan pribadi yang akan menghilangkan atau membatasi pemeriksaan atas kegiatan, catatan atau orang yang seharusnya masuk dalam lingkup pemeriksaan.

1. 3 Reporting Independence

8. Auditor harus bebas dari perasaan loyal kepada seseorang atau merasa berkewajiban kepada seseorang untuk mengubah dampak dari fakta yang dilaporkan.

9. Auditor harus menghindari praktik untuk mengeluarkan hal-hal penting dari laporan formal dan memasukkannya ke dalam laporan informal dalam bentuk apapun.

10. Auditor harus menghindari penggunaan bahasa yang tidak jelas (kabur, samar-samar) baik yang disengaja maupun tidak disengaja di dalam pernyataan, fakta, opini dan rekomendasi dalam interpretasi.

NO URAIAN PERNYATAAN 2. Pemahaman Good Governance SS S KS TS STS 2. 1 Supremasi Hukum (Rule of Law)

1. Auditor harus memahami bahwa ada peraturan perundang-undangan yang tegas dan konsisten yang mengatur pelaksanaan fungsi dan tugas

2. Auditor harus memahami tentang penegakkan hukum yang adil dan tidak diskriminatif.

3. Auditor harus memiliki kesadaran dan kepatuhan terhadap hukum.

2 . 2 Akuntabilitas

4. Auditor harus mampu bertanggung jawab dan mempertanggungjawabkan segala aktivitas yang dilakukan.

2. 3 Transparansi

5. Auditor harus mampu memahami mekanisme formulasi, implementasi dan evaluasi terhadap kebijakan, program atau aktivitas organisasi.

6. Auditor harus mampu memahami terkait terbukanya kesempatan bagi masyarakat untuk mengajukan tanggapan, usul, maupun kritik.

2. 4 Profesionalisme

7. Auditor harus memiliki skill atau keahlian professional.

8. Auditor harus memiliki kemampuan dan kompetensi yang harus dimiliki atas semua tanggung jawab dan tugas yang dibebankan.

2. 5 Partisipasi

NO URAIAN PERNYATAAN 2. Pemahaman Good Governance SS S KS TS STS

9. Adanya akses bagi seluruh komponen atau lapisan untuk ikut serta atau terlibat dalam pembuatan keputusan atau kebijakan.

10. Auditor harus memahami keharusan akan penerimaan kritik dan saran dari masyarakat demi mewujudkan kinerja yang lebih baik.

NO URAIAN PERNYATAAN

3. Kinerja Auditor (Y) SS S KS TS STS

3. 1 Indenpendensi

1. Auditor harus melaksanakan pekerjaannya dengan kejujuran, kecermatan, tanggung jawab dan tekun.

2. Auditor harus mentaati hukum dan melakukan pengungkapan sesuai hukum dan aturan profesi.

3. 2 Objektif

3. Auditor tidak boleh terlibat dalam aktivitas atau hubungan yang mengurangi atau berpotensi mengurangi ketidakbiasan penilaian auditor.

4. Auditor tidak boleh menerima segala hal yang dapat mengurangi penilaian profesionalnya.

3. 3 Confifentiality

5. Auditor harus berhati – hati dalam penggunaan dan proteksi terhadap informasi yang diperoleh dalam pelaksanaan tugas.

3. 4 Kompetensi

6. Auditor hanya terlibat dalam pekerjaan yang sesuai dengan pengetahuan, pengalaman dan pengetahuannya.

LAMPIRAN 2 DATA RESPONDEN No

Responden

Jenis

Kelamin Pendidikan Pangkat Lama Bekerja

1 Laki-Laki S1 Madya 6 - 10 tahun

2 Laki-Laki S2 Madya >10 tahun

3 Perempuan S1 Madya 6 - 10 tahun

4 Laki-Laki S1 Muda 6 - 10 tahun

5 Laki-Laki S1 Madya 6 - 10 tahun

6 Perempuan S2 Madya >10 tahun

7 Laki-Laki S1 Muda 6 - 10 tahun

8 Laki-Laki S1 Muda 6 - 10 tahun

9 Perempuan S1 Muda 6 - 10 tahun

10 Perempuan S1 Muda 6 - 10 tahun

11 Perempuan S1 Madya 6 - 10 tahun

12 Laki-Laki S1 Madya 6 - 10 tahun

13 Laki-Laki S2 Madya >10 tahun

14 Laki-Laki S1 Pertama 2 - 5 tahun

15 Perempuan S1 Madya 6 - 10 tahun

16 Laki-Laki S1 Madya 6 - 10 tahun

17 Laki-Laki S1 Pertama 2 - 5 tahun

18 Perempuan S1 Madya >10 tahun

19 Laki-Laki S1 Pertama 2 - 5 tahun

20 Perempuan S1 Pertama 2 - 5 tahun

21 Laki-Laki S1 Madya 6 - 10 tahun

22 Perempuan S1 Pertama 6 - 10 tahun

23 Laki-Laki S1 Madya >10 tahun

24 Laki-Laki S1 Pertama 2 - 5 tahun

25 Perempuan S1 Pertama 6 - 10 tahun

26 Perempuan S1 Madya 6 - 10 tahun

27 Perempuan S1 Madya 6 - 10 tahun

28 Perempuan S1 Madya 6 - 10 tahun

29 Laki-Laki S1 Pertama 2 - 5 tahun

30 Laki-Laki S1 Madya 6 - 10 tahun

Jawaban Responden Indenpendensi [X1]

X1. 1 X1.

2

X1.

3

X1.

4

X1.

5

X1.

6 X1. 7 X1.

8 X 1.

9 X1.

10 Tot

al

Rera ta

4 4 4 4 5 4 4 4 4 4 41 4,10

4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 40 4,00

5 4 4 5 5 5 4 4 4 5 45 4,50

5 5 5 5 5 5 5 5 5 5 50 5,00

5 5 5 5 5 5 5 5 5 5 50 5,00

5 5 5 4 5 5 4 4 5 5 47 4,70

5 5 4 4 4 4 4 4 4 5 43 4,30

5 5 4 4 4 4 4 4 4 5 43 4,30

5 5 5 5 5 5 5 5 4 4 48 4,80

5 5 5 5 4 5 5 5 4 5 48 4,80

5 5 4 4 5 5 5 4 4 5 46 4,60

5 4 4 4 5 4 5 5 5 4 45 4,50

4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 40 4,00

5 5 5 5 5 4 4 4 4 4 45 4,50

5 5 4 4 4 4 4 4 4 4 42 4,20

5 5 5 5 5 5 5 5 5 5 50 5,00

4 4 4 4 4 4 5 5 4 4 42 4,20

5 5 5 5 5 5 5 5 5 5 50 5,00

5 4 4 4 4 5 5 4 5 5 45 4,50

5 5 5 5 4 5 4 5 5 5 48 4,80

5 5 4 4 4 4 4 4 4 4 42 4,20

5 5 5 5 4 5 5 5 4 4 47 4,70

4 4 5 4 5 5 4 4 5 4 44 4,40

5 4 5 5 5 5 4 5 5 5 48 4,80

4 5 4 4 5 5 5 4 5 5 46 4,60

4 4 4 4 5 5 5 4 5 5 45 4,50

4 5 5 5 5 5 4 5 5 5 48 4,80

4 4 5 5 5 5 4 4 5 4 45 4,50

5 5 5 4 5 4 5 5 5 4 47 4,70

5 4 4 5 5 4 4 4 4 5 44 4,40

Pemahaman Good Governance [X2]

X2.

1

X2.

2

X2.

3 X2. 4 X2.

5

X2.

6

X2.

7 X2. 8

X2.

9

X2.

10 Total Rerata

4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 40 4,00

4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 40 4,00

4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 40 4,00

5 5 5 5 5 5 5 5 4 4 48 4,80

5 5 4 5 5 4 5 5 4 5 47 4,70

4 4 3 4 4 4 4 4 3 3 37 3,70

4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 40 4,00

4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 40 4,00

5 5 5 4 5 5 5 5 5 5 49 4,90

5 4 4 4 5 5 5 5 4 5 46 4,60

4 5 5 4 5 5 5 5 5 4 47 4,70

4 5 4 5 5 5 5 4 4 4 45 4,50

2 4 4 4 4 4 4 4 4 2 36 3,60

4 4 4 4 4 4 4 4 4 5 41 4,10

4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 40 4,00

5 5 5 5 5 5 5 5 5 5 50 5,00

4 4 4 4 4 4 4 4 4 3 39 3,90

5 5 5 5 5 4 5 4 4 5 47 4,70

4 3 4 4 5 4 4 5 3 5 41 4,10

3 4 4 4 4 4 4 4 3 4 38 3,80

5 4 4 4 4 4 4 4 4 4 41 4,10

4 5 5 4 4 4 5 5 5 4 45 4,50

5 5 5 4 4 4 4 5 5 5 46 4,60

5 4 5 5 5 5 4 5 5 5 48 4,80

4 5 5 4 4 4 5 5 5 5 46 4,60

5 4 4 4 5 5 5 5 4 5 46 4,60

5 4 4 5 4 4 4 4 4 5 43 4,30

4 5 5 5 4 5 4 4 5 5 46 4,60

4 5 5 4 5 4 4 5 5 5 46 4,60

5 4 4 5 5 5 4 4 4 4 44 4,40

Kinerja Auditor [Y]

Y1 Y2 Y3 Y4 Y5 Y6 Total Rerata

4 4 4 4 4 4 24 4,00

4 4 4 4 4 4 24 4,00

4 5 5 5 4 5 28 4,67

5 5 5 5 5 5 30 5,00

5 5 5 5 5 5 30 5,00

4 4 4 5 4 5 26 4,33

4 4 4 4 4 5 25 4,17

4 4 4 4 4 5 25 4,17

5 5 5 5 4 5 29 4,83

5 5 5 5 4 4 28 4,67

5 5 5 5 4 4 28 4,67

4 5 5 4 4 5 27 4,50

4 4 4 4 4 4 24 4,00

4 4 4 5 4 5 26 4,33

4 4 4 4 4 5 25 4,17

5 5 5 5 5 5 30 5,00

4 4 4 4 4 4 24 4,00

5 5 5 5 5 5 30 5,00

4 4 4 4 4 4 24 4,00

5 4 4 5 4 3 25 4,17

4 4 4 4 4 4 24 4,00

4 4 4 4 5 5 26 4,33

5 5 5 4 5 4 28 4,67

5 5 4 4 4 4 26 4,33

5 5 4 4 5 5 28 4,67

5 5 5 5 4 4 28 4,67

5 5 4 5 5 5 29 4,83

4 5 4 4 5 5 27 4,50

4 5 5 5 5 5 29 4,83

5 4 4 5 5 5 28 4,67

LAMPIRAN 3

Hasil Uji Validitas

Correlations

X11 X12 X13 X14 X15 X16

X11

Pearson Correlation

1 . 505** . 218 . 321 -. 045 . 059

Sig. (2-tailed) . 004 . 247 . 084 . 812 . 755

N 30 30 30 30 30 30

X12

Pearson Correlation

. 505** 1 . 408* . 218 -. 056 . 167

Sig. (2-tailed) . 004 . 025 . 247 . 767 . 379

N 30 30 30 30 30 30

X13

Pearson Correlation

. 218 . 408* 1 . 668** . 346 . 544**

Sig. (2-tailed) . 247 . 025 . 000 . 061 . 002

N 30 30 30 30 30 30

X14

Pearson Correlation

. 321 . 218 . 668** 1 . 296 . 491**

Sig. (2-tailed) . 084 . 247 . 000 . 113 . 006

N 30 30 30 30 30 30

X15

Pearson Correlation

-. 045 -. 056 . 346 . 296 1 . 367*

Sig. (2-tailed) . 812 . 767 . 061 . 113 . 046

N 30 30 30 30 30 30

X16

Pearson Correlation

. 059 . 167 . 544** . 491** . 367* 1

Sig. (2-tailed) . 755 . 379 . 002 . 006 . 046

N 30 30 30 30 30 30

X17

Pearson Correlation

. 175 . 218 . 134 . 063 . 157 . 355

Sig. (2-tailed) . 355 . 247 . 481 . 743 . 407 . 055

N 30 30 30 30 30 30

X18

Pearson Correlation

. 279 . 302 . 605** . 530** . 107 . 302

Sig. (2-tailed) . 136 . 105 . 000 . 003 . 574 . 105

N 30 30 30 30 30 30

X19

Pearson Correlation

-. 073 . 000 . 467** . 134 . 484** . 544**

Sig. (2-tailed) . 702 1. 000 . 009 . 481 . 007 . 002

N 30 30 30 30 30 30

X110

Pearson Correlation

. 308 . 247 . 067 . 279 . 172 . 522**

Sig. (2-tailed) . 097 . 188 . 724 . 136 . 363 . 003

N 30 30 30 30 30 30

Indenpendensi

Pearson Correlation

. 454* . 504** . 754** . 675** . 477** . 737**

Sig. (2-tailed) . 012 . 005 . 000 . 000 . 008 . 000

N 30 30 30 30 30 30

Correlations

X17 X18 X19 X110 Indenpendensi

X11

Pearson Correlation . 175 . 279** -. 073 . 308 . 454

Sig. (2-tailed) . 355 . 136 . 702 . 097 . 012

N 30 30 30 30 30

X12

Pearson Correlation . 218** . 302 . 000* . 247 . 504

Sig. (2-tailed) . 247 . 105 1. 000 . 188 . 005

N 30 30 30 30 30

X13

Pearson Correlation . 134 . 605* . 467 . 067** . 754

Sig. (2-tailed) . 481 . 000 . 009 . 724 . 000

N 30 30 30 30 30

X14

Pearson Correlation . 063 . 530 . 134** . 279 . 675

Sig. (2-tailed) . 743 . 003 . 481 . 136 . 000

N 30 30 30 30 30

X15

Pearson Correlation . 157 . 107 . 484 . 172 . 477

Sig. (2-tailed) . 407 . 574 . 007 . 363 . 008

N 30 30 30 30 30

X16

Pearson Correlation . 355 . 302 . 544** . 522** . 737*

Sig. (2-tailed) . 055 . 105 . 002 . 003 . 000

N 30 30 30 30 30

X17

Pearson Correlation 1 . 530 . 267 . 144 . 514

Sig. (2-tailed) . 003 . 153 . 448 . 004

N 30 30 30 30 30

X18

Pearson Correlation . 530 1 . 336** . 086** . 690

Sig. (2-tailed) . 003 . 069 . 651 . 000

N 30 30 30 30 30

X19

Pearson Correlation . 267 . 336 1** . 336 . 594**

Sig. (2-tailed) . 153 . 069 . 069 . 001

N 30 30 30 30 30

X110 Pearson Correlation . 144 . 086 . 336 1 . 532

Sig. (2-tailed) . 448 . 651 . 069 . 002

N 30 30 30 30 30

Indenpendensi

Pearson Correlation . 514* . 690** . 594** . 532** 1**

Sig. (2-tailed) . 004 . 000 . 001 . 002

N 30 30 30 30 30

**. Correlation is significant at the 0. 01 level (2-tailed).

*. Correlation is significant at the 0. 05 level (2-tailed).

Correlations

X21 X22 X23 X24 X25

X21

Pearson Correlation

1 . 238 . 269 . 453* . 497**

Sig. (2-tailed) . 204 . 150 . 012 . 005

N 30 30 30 30 30

X22

Pearson Correlation

. 238 1 . 718** . 359 . 275

Sig. (2-tailed) . 204 . 000 . 051 . 142

N 30 30 30 30 30

X23

Pearson Correlation

. 269 . 718** 1 . 271 . 334

Sig. (2-tailed) . 150 . 000 . 148 . 071

N 30 30 30 30 30

X24

Pearson Correlation

. 453* . 359 . 271 1 . 455*

Sig. (2-tailed) . 012 . 051 . 148 . 012

N 30 30 30 30 30

X25

Pearson Correlation

. 497** . 275 . 334 . 455* 1

Sig. (2-tailed) . 005 . 142 . 071 . 012

N 30 30 30 30 30

X26

Pearson Correlation

. 410* . 302 . 351 . 463** . 666**

Sig. (2-tailed) . 025 . 105 . 057 . 010 . 000

N 30 30 30 30 30

X27

Pearson Correlation

. 371* . 628** . 429* . 257 . 591**

Sig. (2-tailed) . 044 . 000 . 018 . 171 . 001

N 30 30 30 30 30

X28 Pearson

Correlation

. 399* . 398* . 584** . 015 . 593**

Sig. (2-tailed) . 029 . 029 . 001 . 939 . 001

N 30 30 30 30 30

X29

Pearson Correlation

. 257 . 691** . 827** . 145 . 157

Sig. (2-tailed) . 170 . 000 . 000 . 443 . 407

N 30 30 30 30 30

X210

Pearson Correlation

. 648** . 273 . 471** . 293 . 421*

Sig. (2-tailed) . 000 . 145 . 009 . 116 . 020

N 30 30 30 30 30

Pemahaman Good Governance

Pearson Correlation

. 691** . 700** . 767** . 524** . 705**

Sig. (2-tailed) . 000 . 000 . 000 . 003 . 000

N 30 30 30 30 30

Correlations

X26 X27 X28 X29 X210

X21

Pearson Correlation

. 410 . 371 . 399 . 257* . 648**

Sig. (2-tailed) . 025 . 044 . 029 . 170 . 000

N 30 30 30 30 30

X22

Pearson Correlation

. 302 . 628 . 398** . 691 . 273

Sig. (2-tailed) . 105 . 000 . 029 . 000 . 145

N 30 30 30 30 30

X23

Pearson Correlation

. 351 . 429** . 584 . 827 . 471

Sig. (2-tailed) . 057 . 018 . 001 . 000 . 009

N 30 30 30 30 30

X24

Pearson Correlation

. 463* . 257 . 015 . 145 . 293*

Sig. (2-tailed) . 010 . 171 . 939 . 443 . 116

N 30 30 30 30 30

X25

Pearson Correlation

. 666** . 591 . 593 . 157* . 421

Sig. (2-tailed) . 000 . 001 . 001 . 407 . 020

N 30 30 30 30 30

X26

Pearson Correlation

1* . 489 . 381 . 354** . 253**

Sig. (2-tailed) . 006 . 038 . 055 . 177

N 30 30 30 30 30

X27

Pearson Correlation

. 489* 1** . 591* . 323 . 309**

Sig. (2-tailed) . 006 . 001 . 082 . 096

N 30 30 30 30 30

X28

Pearson Correlation

. 381* . 591* 1** . 493 . 511**

Sig. (2-tailed) . 038 . 001 . 006 . 004

N 30 30 30 30 30

X29

Pearson Correlation

. 354 . 323** . 493** 1 . 373

Sig. (2-tailed) . 055 . 082 . 006 . 043

N 30 30 30 30 30

X210

Pearson Correlation

. 253** . 309 . 511** . 373 1*

Sig. (2-tailed) . 177 . 096 . 004 . 043

N 30 30 30 30 30

Pemahaman Good Governance

Pearson Correlation

. 651** . 703** . 722** . 681** . 706**

Sig. (2-tailed) . 000 . 000 . 000 . 000 . 000

N 30 30 30 30 30

Correlations

Pemahaman Good Governance

X21

Pearson Correlation . 691

Sig. (2-tailed) . 000

N 30

X22

Pearson Correlation . 700

Sig. (2-tailed) . 000

N 30

X23

Pearson Correlation . 767

Sig. (2-tailed) . 000

N 30

X24

Pearson Correlation . 524*

Sig. (2-tailed) . 003

N 30

X25

Pearson Correlation . 705**

Sig. (2-tailed) . 000

N 30

X26 Pearson Correlation . 651*

Sig. (2-tailed) . 000

N 30

X27

Pearson Correlation . 703*

Sig. (2-tailed) . 000

N 30

X28

Pearson Correlation . 722*

Sig. (2-tailed) . 000

N 30

X29

Pearson Correlation . 681

Sig. (2-tailed) . 000

N 30

X210

Pearson Correlation . 706**

Sig. (2-tailed) . 000

N 30

Pemahaman Good Governance

Pearson Correlation 1**

Sig. (2-tailed)

N 30

*. Correlation is significant at the 0. 05 level (2-tailed).

**. Correlation is significant at the 0. 01 level (2-tailed).

Correlations

Y1 Y2 Y3 Y4 Y5 Y6

Y1

Pearson Correlation

1 . 607** . 464** . 535** . 397* -. 112

Sig. (2-tailed) . 000 . 010 . 002 . 030 . 557

N 30 30 30 30 30 30

Y2

Pearson Correlation

. 607** 1 . 764** . 401* . 434* . 231

Sig. (2-tailed) . 000 . 000 . 028 . 016 . 219

N 30 30 30 30 30 30

Y3

Pearson Correlation

. 464** . 764** 1 . 544** . 226 . 146

Sig. (2-tailed) . 010 . 000 . 002 . 230 . 441

N 30 30 30 30 30 30

Y4

Pearson Correlation

. 535** . 401* . 544** 1 . 208 . 179

Sig. (2-tailed) . 002 . 028 . 002 . 271 . 344

N 30 30 30 30 30 30

Y5

Pearson Correlation

. 397* . 434* . 226 . 208 1 . 466**

Sig. (2-tailed) . 030 . 016 . 230 . 271 . 009

N 30 30 30 30 30 30

Y6

Pearson Correlation

-. 112 . 231 . 146 . 179 . 466** 1

Sig. (2-tailed) . 557 . 219 . 441 . 344 . 009

N 30 30 30 30 30 30

Kinerja Auditor

Pearson Correlation

. 690** . 830** . 757** . 693** . 664** . 486**

Sig. (2-tailed) . 000 . 000 . 000 . 000 . 000 . 006

N 30 30 30 30 30 30

Correlations

Kinerja Auditor

Y1

Pearson Correlation . 690

Sig. (2-tailed) . 000

N 30

Y2

Pearson Correlation . 830**

Sig. (2-tailed) . 000

N 30

Y3

Pearson Correlation . 757**

Sig. (2-tailed) . 000

N 30

Y4

Pearson Correlation . 693**

Sig. (2-tailed) . 000

N 30

Y5

Pearson Correlation . 664*

Sig. (2-tailed) . 000

N 30

Y6

Pearson Correlation . 486

Sig. (2-tailed) . 006

N 30

Kinerja Auditor

Pearson Correlation 1**

Sig. (2-tailed)

N 30

**. Correlation is significant at the 0. 01 level (2-tailed).

*. Correlation is significant at the 0. 05 level (2-tailed).

Hasil Uji Reliabilitas Scale: ALL VARIABLES

Case Processing Summary

N %

Cases

Valid 30 100. 0

Excludeda 0 . 0

Total 30 100. 0

a. Listwise deletion based on all variables in the procedure.

Reliability Statistics Cronbach's

Alpha

N of Items

. 797 10

Reliability

Scale: ALL VARIABLES

Case Processing Summary

N %

Cases

Valid 30 100. 0

Excludeda 0 . 0

Total 30 100. 0

a. Listwise deletion based on all variables in the procedure.

Reliability Statistics Cronbach's

Alpha

N of Items

. 870 10

Reliability

Scale: ALL VARIABLES

Case Processing Summary

N %

Cases

Valid 30 100. 0

Excludeda 0 . 0

Total 30 100. 0

a. Listwise deletion based on all variables in the procedure.

Reliability Statistics Cronbach's

Alpha

N of Items

. 770 6

Regression

Descriptive Statistics

Mean Std. Deviation N

Kinerja Auditor 4. 4722 . 35038 30

Indenpendensi 4. 5467 . 29680 30

Pemahaman Good Governance 4. 3400 . 38650 30

Correlations Kinerja Auditor

Indenpendensi Pemahaman Good Governance

Pearson Correlation

Kinerja Auditor 1. 000 . 787 . 789

Indenpendensi . 787 1. 000 . 672

Pemahaman Good Governance

. 789 . 672 1. 000

Sig. (1-tailed)

Kinerja Auditor . . 000 . 000

Indenpendensi . 000 . . 000

Pemahaman Good Governance

. 000 . 000 .

N

Kinerja Auditor 30 30 30

Indenpendensi 30 30 30

Pemahaman Good Governance

30 30 30

Variables Entered/Removeda Model Variables

Entered

Variables Removed

Method

1

Pemahaman Good Governance , Indenpendensib

. Enter

a. Dependent Variable: Kinerja Auditor b. All requested variables entered.

Hasil Uji Koefesien Korelasi dan Koefien Determinasi

Model Summaryb

Model R R Square Adjusted R

Square

Std. Error of the Estimate

1 . 862a . 743 . 724 . 18411

a. Predictors: (Constant), Pemahaman Good Governance, Indenpendensi

b. Dependent Variable: Kinerja Auditor

Hasil Uji F Simultan

ANOVAa

Model Sum of Squares Df Mean Square F Sig.

1

Regression 2. 645 2 1. 323 39. 017 . 000b

Residual . 915 27 . 034

Total 3. 560 29

a. Dependent Variable: Kinerja Auditor

b. Predictors: (Constant), Pemahaman Good Governance, Indenpendensi

Hasil Uji Regresi Linear Berganda

Coefficientsa

Model Unstandardized Coefficients Standardized

Coefficients

T

B Std. Error Beta

1

(Constant) . 093 . 527 . 177

Indenpendensi . 552 . 155 . 467 3. 548

Pemahaman Good Governance

. 431 . 119 . 476 3. 612

Coefficientsa

Model Sig. Correlations Collinearity

Statistics Zero-order Partial Part Tolerance

1

(Constant) . 861

Indenpendensi . 001 . 787 . 564 . 346 . 549

Pemahaman Good Governance

. 001 . 789 . 571 . 352 . 549

Coefficientsa

Model Collinearity

Statistics VIF

1

(Constant)

Indenpendensi 1. 821

Pemahaman Good Governance 1. 821

a. Dependent Variable: Kinerja Auditor

Collinearity Diagnosticsa Model Dimension Eigenvalue Condition

Index

Variance Proportions

(Constant) Indenpendensi Pemahaman Good Governance

1

1 2. 995 1. 000 . 00 . 00 . 00

2 . 004 28. 030 . 53 . 00 . 56

3 . 002 44. 663 . 47 1. 00 . 44

a. Dependent Variable: Kinerja Auditor

Residuals Statisticsa

Minimum Maximum Mean Std. Deviation N

Predicted Value 3. 8516 5. 0068 4. 4722 . 30201 30

Std. Predicted Value -2. 055 1. 770 . 000 1. 000 30

Standard Error of Predicted Value

. 038 . 101 . 056 . 016 30

Adjusted Predicted Value 3. 8193 5. 0080 4. 4728 . 30295 30

Residual -. 47695 . 36679 . 00000 . 17765 30

Std. Residual -2. 591 1. 992 . 000 . 965 30

Stud. Residual -2. 704 2. 068 -. 001 1. 012 30

Deleted Residual -. 51976 . 39517 -. 00055 . 19591 30

Stud. Deleted Residual -3. 108 2. 212 -. 015 1. 073 30

Mahal. Distance . 275 7. 800 1. 933 1. 840 30

Cook's Distance . 000 . 276 . 035 . 064 30

Centered Leverage Value . 009 . 269 . 067 . 063 30

a. Dependent Variable: Kinerja Auditor

Charts

Frequencies [DataSet0]

Statistics

Jenis_Kelamin Pendidikan Pangkat Lama_Bekerja X11 X12 N

Valid 30 30 30 30 30 30

Missing 0 0 0 0 0 0

Statistics

X13 X14 X15 X16 X17 X18 X19

N

Valid 30 30 30 30 30 30 30

Missing 0 0 0 0 0 0 0

Statistics

X110 X21 X22 X23 X24 X25 X26

N

Valid 30 30 30 30 30 30 30

Missing 0 0 0 0 0 0 0

Statistics

X27 X28 X29 X210 Y1 Y2 Y3

N

Valid 30 30 30 30 30 30 30

Missing 0 0 0 0 0 0 0

Statistics

Y4 Y5 Y6

N

Valid 30 30 30

Missing 0 0 0

Frequency Table

Jenis_Kelamin

Frequency Percent Valid Percent Cumulative Percent

Valid

L 17 56. 7 56. 7 56. 7

P 13 43. 3 43. 3 100. 0

Total 30 100. 0 100. 0

Pendidikan

Frequency Percent Valid Percent Cumulative Percent

Valid

S1 27 90. 0 90. 0 90. 0

S2 3 10. 0 10. 0 100. 0

Total 30 100. 0 100. 0

Pangkat

Frequency Percent Valid Percent Cumulative Percent

Valid

Madya 17 56. 7 56. 7 56. 7

Muda 5 16. 7 16. 7 73. 3

Pertama 8 26. 7 26. 7 100. 0

Total 30 100. 0 100. 0

Lama_Bekerja

Frequency Percent Valid Percent Cumulative Percent

Valid

>10 tahun 5 16. 7 16. 7 16. 7

2 - 5 tahun 6 20. 0 20. 0 36. 7

6 - 10 tahun 19 63. 3 63. 3 100. 0

Total 30 100. 0 100. 0

X11

Frequency Percent Valid Percent Cumulative Percent

Valid

4. 00 9 30. 0 30. 0 30. 0

5. 00 21 70. 0 70. 0 100. 0

Total 30 100. 0 100. 0

X12

Frequency Percent Valid Percent Cumulative Percent

Valid

4. 00 12 40. 0 40. 0 40. 0

5. 00 18 60. 0 60. 0 100. 0

Total 30 100. 0 100. 0

X13

Frequency Percent Valid Percent Cumulative Percent

Valid

4. 00 15 50. 0 50. 0 50. 0

5. 00 15 50. 0 50. 0 100. 0

Total 30 100. 0 100. 0

X14

Frequency Percent Valid Percent Cumulative Percent

Valid

4. 00 16 53. 3 53. 3 53. 3

5. 00 14 46. 7 46. 7 100. 0

Total 30 100. 0 100. 0

X15

Frequency Percent Valid Percent Cumulative Percent

Valid

4. 00 11 36. 7 36. 7 36. 7

5. 00 19 63. 3 63. 3 100. 0

Total 30 100. 0 100. 0

X16

Frequency Percent Valid Percent Cumulative Percent

Valid

4. 00 12 40. 0 40. 0 40. 0

5. 00 18 60. 0 60. 0 100. 0

Total 30 100. 0 100. 0

X17

Frequency Percent Valid Percent Cumulative Percent

Valid

4. 00 16 53. 3 53. 3 53. 3

5. 00 14 46. 7 46. 7 100. 0

Total 30 100. 0 100. 0

X18

Frequency Percent Valid Percent Cumulative Percent

Valid

4. 00 17 56. 7 56. 7 56. 7

5. 00 13 43. 3 43. 3 100. 0

Total 30 100. 0 100. 0

X19

Frequency Percent Valid Percent Cumulative Percent

Valid

4. 00 15 50. 0 50. 0 50. 0

5. 00 15 50. 0 50. 0 100. 0

Total 30 100. 0 100. 0

X110

Frequency Percent Valid Percent Cumulative Percent

Valid

4. 00 13 43. 3 43. 3 43. 3

5. 00 17 56. 7 56. 7 100. 0

Total 30 100. 0 100. 0

X21

Frequency Percent Valid Percent Cumulative Percent

Valid

2. 00 1 3. 3 3. 3 3. 3

3. 00 1 3. 3 3. 3 6. 7

4. 00 16 53. 3 53. 3 60. 0

5. 00 12 40. 0 40. 0 100. 0

Total 30 100. 0 100. 0

X22

Frequency Percent Valid Percent Cumulative Percent

Valid

3. 00 1 3. 3 3. 3 3. 3

4. 00 17 56. 7 56. 7 60. 0

5. 00 12 40. 0 40. 0 100. 0

Total 30 100. 0 100. 0

X23

Frequency Percent Valid Percent Cumulative Percent

Valid

3. 00 1 3. 3 3. 3 3. 3

4. 00 18 60. 0 60. 0 63. 3

5. 00 11 36. 7 36. 7 100. 0

Total 30 100. 0 100. 0

X24

Frequency Percent Valid Percent Cumulative Percent

Valid

4. 00 21 70. 0 70. 0 70. 0

5. 00 9 30. 0 30. 0 100. 0

Total 30 100. 0 100. 0

X25

Frequency Percent Valid Percent Cumulative Percent

Valid

4. 00 17 56. 7 56. 7 56. 7

5. 00 13 43. 3 43. 3 100. 0

Total 30 100. 0 100. 0

X26

Frequency Percent Valid Percent Cumulative Percent

Valid

4. 00 20 66. 7 66. 7 66. 7

5. 00 10 33. 3 33. 3 100. 0

Total 30 100. 0 100. 0

X27

Frequency Percent Valid Percent Cumulative Percent

Valid

4. 00 19 63. 3 63. 3 63. 3

5. 00 11 36. 7 36. 7 100. 0

Total 30 100. 0 100. 0

X28

Frequency Percent Valid Percent Cumulative Percent

Valid

4. 00 17 56. 7 56. 7 56. 7

5. 00 13 43. 3 43. 3 100. 0

Total 30 100. 0 100. 0

X29

Frequency Percent Valid Percent Cumulative Percent

Valid

3. 00 3 10. 0 10. 0 10. 0

4. 00 18 60. 0 60. 0 70. 0

5. 00 9 30. 0 30. 0 100. 0

Total 30 100. 0 100. 0

X210

Frequency Percent Valid Percent Cumulative Percent

Valid

2. 00 1 3. 3 3. 3 3. 3

3. 00 2 6. 7 6. 7 10. 0

4. 00 13 43. 3 43. 3 53. 3

5. 00 14 46. 7 46. 7 100. 0

Total 30 100. 0 100. 0

Y1

Frequency Percent Valid Percent Cumulative Percent

Valid

4. 00 16 53. 3 53. 3 53. 3

5. 00 14 46. 7 46. 7 100. 0

Total 30 100. 0 100. 0

Y2

Frequency Percent Valid Percent Cumulative Percent

Valid

4. 00 14 46. 7 46. 7 46. 7

5. 00 16 53. 3 53. 3 100. 0

Total 30 100. 0 100. 0

Y3

Frequency Percent Valid Percent Cumulative Percent

Valid

4. 00 18 60. 0 60. 0 60. 0

5. 00 12 40. 0 40. 0 100. 0

Total 30 100. 0 100. 0

Y4

Frequency Percent Valid Percent Cumulative Percent

Valid

4. 00 15 50. 0 50. 0 50. 0

5. 00 15 50. 0 50. 0 100. 0

Total 30 100. 0 100. 0

Y5

Frequency Percent Valid Percent Cumulative Percent

Valid

4. 00 19 63. 3 63. 3 63. 3

5. 00 11 36. 7 36. 7 100. 0

Total 30 100. 0 100. 0

Y6

Frequency Percent Valid Percent Cumulative Percent

Valid

3. 00 1 3. 3 3. 3 3. 3

4. 00 11 36. 7 36. 7 40. 0

5. 00 18 60. 0 60. 0 100. 0

Total 30 100. 0 100. 0

Dalam dokumen pengaruh indenpendensi dan pemahaman good (Halaman 66-69)

Dokumen terkait