BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN
C. Pembahasan
1. Bentuk Kreativitas Guru di Masa Pandemi Covid-19 pada Kelas V SD Inpres Sero
Penggunaan media pembelajaran saat proses belajar mengajar khususnya dalam situasi pandemi covid-19 ini sangat diperlukan, agar pesan pembelajaran dapat tetap tersampaikan walaupun dibatasi akan situasi. Media pembelajaran juga akan memudahkan guru untuk mengemas materi yang akan menarik minat siswa. Media mempunyai arti tersendiri bagi guru yang menggunakannya sehingga dapat membantu peserta didik memproses pesan- pesan pendidikan. Alat-alat pendidikan tidak dengan sendirinya akan meningkatkan kualitas proses pembelajaran terlebih dalam masa pandemi Covid-19, akan tetapi ditangan seorang gurulah alat-alat ini dapat mempertinggi kualitas pembelajaran daring serta mampu meningkatkan hasil belajar yang diharapkan. Jadi, kreativitas guru dalam menggunakan media pembelajaran daring sangat dibutuhkan untuk memaksimalkan proses pembelajaran daring di masa pandemi Covid-19.
Menurut Utami Munandar (2009:12)., kreativitas adalah hasil interaksi antara individu dan lingkungannya, kemampuan untuk membuat kombinasi baru, berdasarkan data, informasi, atau unsur-unsur yang sudah ada atau dikenal sebelumnya, yaitu semua pengalaman dan pengetahuan yang diperoleh
seseorang selama hidupnya baik itu di lingkungan sekolah, keluarga maupun masyarakat. Oleh karena itu kreativitas sangat diperlukan untuk menunjang minat siswa untuk belajar. Sejalan dengan temuan Ta’dib (2017:148).
Menegaskan bahwa guru kreatif mampu menciptakan perubahan-perubahan model pengajaran, kemampuan guru melakukan pembenahan-pembenahan kelemahan prosedur atau tahap pengajaran, kemampuan guru untuk mengeksplorasi (mencari) ide-ide baru, kemampuan guru dalam memanfaatkan kemjuan media teknologi serta berbagai kemampuan-kemampuan lain yang signifikan. Dalam situasi ini seperti ini seorang guru mempunyai perang penting.
Seorang guru memiliki kreativitas yang baik merupakan suatu keharusan, Wahyuni (2016). Sehingga Adanya bentuk-bentuk kreativitas menunjukan bahwa apa yang dikerjakan sebelumnya dan apa yang dikerjakan di masa datang lebih baik dari sekarang.
Berdasarkan data yang telah dipaparkan, peneliti menemukan bentuk- bentuk kreativitas guru dalam mendorong minat belajar siswa dimasa pandemi Covid-19, yaitu sebagai berikut: Menggunakan media Whatsapp untuk menerangkan materi pelajaran :
a. Guru kreatif dalam menggunakan media whatsapp, mampu meningkatkan konsentrasi siswa karena media whatsapp merupakan media yang paling familiar baik dikalangan guru maupun siswa, serta
paling ringan dalam segi penggunaan kuota internetnya.
b. Guru kreatif dalam menggunakan whatsaap seperti penyampaian materi pembelajaran dikirim dalam bentuk pdf.
c. Guru kreatif dalam menggunakan goolge form, agar memudahkan siswa unuk mengisi daftar hadir.
d. Guru kreatif dalam menggunakan media zoom, aplikasi ini digunakan ketika ada sesuatu hal yang penting.
Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa guru SD Inpres Sero cukup kreatif dalam melaksanakan pembelajaran. Namun, terdapat juga kendala- kendala yang dihadapi dalam melaksanakan pembelajaran tersebut. Dari segi teknis seperti jaringan hingga kouta yang terbatas. Sehingga dalam proses pembelajaran tersebut bentuk kreativitas terhadap guru SD Inpres Sero perlu ditingkat lagi.
2. Minat Belajar Siswa di Masa Pandemi Covid-19 pada Kelas V SD Inpres Sero
Dalam proses pembelajaran seringkali kita menemukan minat belajar bagi perserta didik berubah-ubah sehingga peran guru sangat penting dalam menghadapi masalah ini. Minat merupakan rasa lebih suka, senang dan ketertarikan pada suaatu hal atau aktivitaas, tanpa ada yang menyeluruh. Minat pada dasarnya ialah penerimaan akan sesuatu hubungan antara diri sendiri dengan sesuatu di luar diri. Slamento, (2017) menjelaskan bahwa minat adalah kecenderungan yang tetap untuk memperhatikan dan mengenang beberapa
kegiatan. Lebih lanjut Slamento mengemukakan bahwa suatu minat yang dapat diekspresikan melalui suatu pernyataan yang menunjukkan bahwa siswa lebih menyukai hal dibandingkan suatu pernyataan yang menunjukkan siswa lebih menyukai sesuatu hal dibandingkan yang lainnya, dan dapat pula dimainifestasikan melalui partisipasi dalam satu aktivitas.
Seorang pengajar yang kreatif harus memiliki kemampuan dalam mengembangkan atau meningkatkan minat belajar siswa di kelas melalui metode dan strategi dalam mengajarnya dan menyenangkan sehingga tidak menimbulkan kesulitan siswa dalam menangkap materi pembelajaran Wijayanti (2021).
Dengan demikian minat erat kaitannya dengan belajar, apabila belajar tampa adaanya minat akaan terasa menjenuhkan juga karena tidak semua miat belajat siswa di dorong oleh faktor minatnya sendiri,namun ada beberapa yang mengembangkan minatnya terhadap materi pembelajaran dikarenakan pengaruh dari gurunya, temannya, aatau orang tuanya. Maka faktor dominan yang dapat mengembangkan minat belajar siswa di sekolah adalah pendidiknya, pendidik yang kreatif dalam menggunakan media belajar, strategi belajar yang menyenangkan akan meningkatkan minat belajar siswa.
Berdasarkan hasil wawancara terhadap beberapa siswa terkait minat belajar siswa pada masa pandemi Covid-19 tekhusus kelas V SD Inpres Sero menyatakan bahwa terdapat beberapa penyebab kurangnya minat siswa dalam
pembelajaran daring yaitu sebagai berikut :
1. Terdapat kendala teknologi, dimana beberapa siswa belum memiliki handphone sehingga proses pembelajaran terhambat.
2. Proses pembelajaran yang monoton sehingga membuat siswa jenuh.
3. Pemberian tugas yang berlebihan.
4. Jaringan dan kouta, menyebabkan terhambatnya proses pembelajaran.
Dengan melihat aspek tersebut, maka kreatifitas guru dalam meningkatkan minat belajar siswa pada masa pandemi Covid-19 tergolong kurang kreatif, karena tidak mudah melakukan pembelajaran dengan 2 sistem dimana guru harus mempersiapkan model dan metode pembelajaran yang berbeda meskipun ada beberapa hal yang perlu adanya penyempurnaan. Dari beberapa penyebab kurang minatnya siswa dalam proses pembelajaran tidak sepenuhnya berasal dari guru karena penyebab kejenuhan bisa jadi dalam diri siswa tersebut. Untuk itu dalam proses pembelajaran dibutuhkan kerja sama antara guru dengan siswa agar terciptanya proses pembelajaran yang baik apalagi di masa pandemi.
BAB V PENUTUP
A. Kesimpulan
Berdasarkan pembahasan pada bab sebelumnya dapat disimpulkan tentang “Bentuk Kreativitas Guru dalam Mendorong Minat Belajar Siswa Dimasa Pandemi Covid-19 pada Kelas V SD Inpres Sero Kabupaten Gowa”, yaitu:
1. Kurangnya bentuk kreativitas guru terhadap proses pembelajaran selama masa pandemi Covid-19 dan banyaknya kendala yang di dapatkan siswa dalam pembelajaran.
2. Kurangnya kerja sama antar guru dan siswa dalam proses pembelajaran sehingga dapat menyababkan berkurangnya minat siswa dalam belajar terkhusus siswa kelas V SD Inpres Sero
3. Pemanfaatan teknologi pembelajaran sudah dimaksimalkan.
B. Saran
Setelah penulis mengungkapkan beberapa kesimpulan tersebut, maka penulis mengemukakan beberapa saran, yaitu:
1. Sebagai seorang pendidik, guru harus memiliki kreativitas dalam mengajar agar siswa lebih tertarik dalam mengikuti pelajaran.
2. Seorang guru harus memberikan motivasi belajar kepada siswa agar
peserta didik memiliki motivasi dalam belajar.
3. Guru dan peserta didik harus saling bekerja sama. Hal ini bertujuan agar pembelajaran berjalan dengan baik.
Pemanfaatan Media Pembelajaran. Lantanida Journal, 4(1), 35–49.
Annurrahman. 2016. Belajar dan Pembelajaran. Bandung: Alfabeta.
Asmawati, L. (2017). Peningkatan Kreativitas Anak Usia Dini Melalui Pembelajaran Terpadu Berbasis Kecerdasan Jamak. Jurnal Pendidikan Anak Usia Dini, 11(1), 145–164.
Astuti, L. S. (2017). Penguasaan Konsep IPA Ditinjau dari Konsep Diri dan Minat Belajar Siswa. Jurnal Formatif, 7(1), 40–48.
Astuti, R., & Aziz, T. 2019. Integrasi Pengembangan Kreativitas Anak Usia Dini di TK Kanisius Sorowajan Yogyakarta. Jurnal Obsesi: Jurnal Pendidikan Anak Usia Dini, 3(2), 294–302.
Darmadi, H. 2017. Pengembangan Model dan Metode Pembelajaran dalam Dinamika Belajar Siswa. Sleman: Deepublish.
Fakhriyani, D. V. 2016. Pengembangan Kreativitas Anak Usia Dini. Jurnal Pemikiran Penelitian Pendidikan dan Sains, 4(2), 193–200.
Fuad, Z. A., & Zuraini. 2016. Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Minat Belajar Siswa Kelas I SDN 7 Kute Panang. Jurnal Tunas Bangsa, 3(2), 42–54.
Hariyanto, E., & Mustafa, P. S. 2020. Pengajaran Remedial dalam Pendidikan Jasmani. Banjarmasin: Lambung Mangkurat University Press.
Hartono, R. 2019. Mendeteksi Guru Bergairah di Era Milenial (Konsep dan Acuan dalam Meningkatkan Gairah Mengajar. Semarang: Pilar Nusantara.
Herzamzam, D. A. 2018. Peningkatan Minat Belajar Matematika Melalui Pendekatan Matematika Realistik (PMR) pada Siswa Sekolah Dasar. Jurnal Visipena, 9(1), 167–180.
Hudaya, A. 2018. Pengaruh Gadget Terhadap Sikap Disiplin dan Minat Belajar Peserta Didik. Research and Development Journal of Education, 4(2), 86–97.
Monawati, & Fauzi. 2017. Hubungan Kreativitas Mengajar Guru dengan Prestasi Belajar Siswa. Jurnal Pesona Dasar, 6(2), 33-43.
Munandar, U. 2016. Pengembangan Anak Berbakat. Jakarta: Rineka Cipta.
Nadia, 2020. Sistem Pembelajaran Daring Menggunakan Media Online pada Era Covid-19. Jurnal Program Studi Pendidikan IPS, FKIP Universitas Lampung Mangkurat. Hal 2.
Nurvita, V. D. 2021. Kreativitas Guru Kelas 5 dalam Meningkakan Minat Belajar Siswa di Masa Pandemi Covid-19 pada MI Ma’Arif NU Cilongok Kecamatan Cilongok Kabupaten Banyumas. Purwokerto: IAIN Purwokerto.
Octavia, S. A. 2017. Sikap dan Kinerja Guru Profesional. Sleman: Deepublish.
Oktaria, T. A., Jaenuddin, R., & AR, R. 2017. Pengaruh Kreativitas Mengajar Guru Terhadap Hasil Belajar Siswa pada Mata Pelajaran Ekonomi di SMA N 1 Muara Padang Banyuasin Sumatera Selatan. Jurnal Profit, 4(2), 146.
Oktiani, I. 2017. Kreativitas Guru dalam Memotivasi Belajar Peserta Didik. Jurnal Kependidikan, 5(2), 216-232.
Pane, A., & Dasopang, M. D. 2017. Belajar dan Pembelajaran. Jurnal Kajian IlmuIlmu Keislaman, 3(2), 333–352.
Pentury, H. J. 2017. Pengembangan Kreativitas Guru dalam Pembelajaran Kreatif Pelajaran Bahasa Inggris. Jurnal Ilmiah Kependidikan, 4(3), 265–272.
Pohan, A. E. 2020. Konsep Pembelajaran Daring Berbasis Pendekatan Ilmiah.
Purwodadi-Grobongan: CV Sarnu Untung.
Sihombing, A. A. U. 2021. Problematika Kreativitas Guru dalam Membangun Minat Belajar Siswa Kelas V SD Negeri 89 Kota Bengkulu pada Masa Pandemi Covid- 19. Bengkulu: UIN Fatmawati Sukarno.
Simatupang, H., Simanjuntak, M. P., Sinaga, L., & Hardinata, A. 2016. Telaah Kurikulum SMP di Indonesia. Surabaya: CV. Pustaka Media Guru.
Slameto. 2015. Belajar dan Faktor-Faktor Yang Mempengaruhinya. Jakarta: Rineka Cipta.
Supartini, M. 2016. Pengaruh Penggunaan Media Pembelajaran dan Kreativitas Guru Terhadap Prestasi Belajar Siswa Kelas Tinggi di SDN Mangunharjo 3 Kecamatan Mayangan Kota Probolinggo. Jurnal Penelitian dan Pendidikan IPS, 10(2), 277–293.
Syaparuddin, Meldianus, & Elihami. 2017. Strategi Pembelajaran Aktif dalam Meningkatkan Motivasi Belajar PKn Peserta Didik. Jurnal Pendidikan Guru Sekolah Dasar, 3(2), 30–65.
Undang-Undang Republik Indonesia No.20 Tahun 2003 Tentang Sistem Pendidikan Nasional, 2003.
Utami, R. W., Endaryono, B. T., & Djuhartono, T. 2017. Meningkatkan Kemampuan Berpikir Kreatif Matematis Siswa Melalui Pendekatan Open-Ended. Jurnal Ilmiah Kependidikan, 7(1), 43–48.
Wijayanti. 2021. Kreativitas Guru dalam Mengembangkan Minat Belajar Siswa pada Pembelajaran Tematik Kelas 1 di SDN 02 Tonatan Ponorogo. Ponorogo:
Institut Agama Islam Negeri Ponorogo (IAIN).
LAMPIRAN
Lampiran 1. Lembar Observasi
BENTUK KREATIVITAS GURU DALAM MENDORONG MINAT BELAJAR SISWA DIMASA PANDEMI COVID-19
PADA KELAS V SD INPRES SERO
Siklus/Pertemuan : Hari/Tanggal : Nama Siswa :
Berilah tanda checklist (V) pada salah satu kolom Ya/Tidak dan berikan keterangan pada kolom keterangan jika diperlukan.
Keterangan:
Jawaban Ya = Jika jawaban sesuai dengan pengamatan
Jawaban Tidak = Jika jawaban tidak sesuai dengan pengamatan
No Jenis Aktivitas Siswa Ya Tidak Keterangan 1. Adanya perasaan senang terhadap
Objek
a. Siswa tidak merasa bosan saat belajar b. Siswa selalu hadir saat belajar
2. Adanya pemusatan perhatian, perasaan dan pikiran dari subjek terhadap objek karena adanya
Ketertarikan
a. Siswa mendengarkan dan memerhatikan penjelasan guru
b. Siswa tidak menunda tugas yang diberikan guru saat belajar
c. Siswa antusias mengikuti pelajaran saat Belajar
3. Adanya kemauan dan kecenderungan pada diri subjek untuk terlibat aktif dalam objek serta untuk mendapatkan hasil yang terbaik
a. Siswa aktif bertanya saat belajar
b. Siswa aktif menjawab pertanyaan guru saat belajar
c. Siswa aktif berdiskusi saat belajar
Lampiran 2. Pedoman Wawancara Guru
Guru Kelas V SD Inpres Sero
1. Apakah Bapak/Ibu menggunakan model pembelajaran pada saat mengajar di masa pandemi covid-19 ini?
2. Bagaimana cara Bapak/Ibu mengajar selama pembelajaran online?
3. Apakah semua peserta didik Bapak/Ibu memiliki handphone pribadi?
4. Bagaimana cara Bapak/Ibu mengatasi siswa yang tidak memiliki handphone pribadi sehingga proses pembelajarannya menjadi terhambat?
5. Apakah Bapak/Ibu menggunakan teknologi pembelajaran (zoom, classroom, whatsapp, google meet) pada saat menyampaikan pelajaran di masa pandemi covid-19?
6. Apakah Bapak/Ibu memanfaatkan media pembelajaran dalam menyampaikan materi pembelajaran?
7. Apakah Bapak/Ibu senantiasa memberikan tugas kepada peserta didik?
8. Bagaimana partisipasi peserta didik Bapak/Ibu selama pembelajaran online?
9. Bagaimana cara Bapak/Ibu mengatasi siswa yang merasa bosan ataupun tidak mengikuti pelajaran selama masa pandemi covid-19?
Lampiran 3. Pedoman Wawancara Siswa
Siswa Kelas V SD Inpres Sero
1. Apakah guru anda menggunakan model pembelajaran pada saat mengajar di masa pandemi covid-19 ini?
2. Bagaimana cara guru anda mengajar selama pembelajaran online?
3. Apakakah kalian memiliki handphone pribadi?
4. Apakah anda menggunakan teknologi pembelajaran seperti (zoom, classroom, whatsapp, google meet) pada saat pembelajaran?
5. Apakah guru anda menggunakan media pembelajaran inovatif yang menarik perhatian kalian pada saat menyampaikan materi?
6. Apakah guru anda senantiasa memberikan tugas kepada kalian?
7. Apakah kalian senantiasa hadir dalam pembelajaran online?
8. Apa yang guru kalian lakukan ketika kalian merasa bosan ataupun malas mengikuti pembelajaran selama masa pandemi covid-19?
Lampiran 4. Hasil Wawancara Guru
Hari, Tanggal : Senin, 11 Oktober 2021
Pukul : 10.00
Responden : Rahmawati, S.Pd Mengajar di Kelas V
Peneliti : Apakah Ibu menggunakan model pembelajaran pada saat mengajar di masa pandemi covid-19 ini?
Responden : Selama proses pembelajaran online, tidak ada model pembelajaran yang digunakan, dikarenakan kendala beberapa siswa dan kesiapan teknologi yang kurang memadai sehingga beberapa sintaks dari model pembelajaran tidak terlaksana.
Peneliti : Bagaimana cara Ibu mengajar selama pembelajaran online?
Responden : Selama proses pembelajaran online ini, setiap kelas akan dimulai, siswa diarahkan untuk mengisi daftar hadir melalui google form yang telah dibuat, kemudian diberikan materi dalam bentuk pdf atau hanya mengarahkan siswa untuk membaca buku tema sesuai dengan materi yang dibelajarkan pada hari itu, kemudian diberikan tugas dan dikumpulkan sesuai dengan jangka waktu yang telah ditetapkan.
Peneliti : Apakah semua peserta didik Ibu memiliki handphone pribadi?
Responden : Hampir 90% siswa telah memiliki handphone pribadi khususnya dikelas V, untuk sisanya belum memiliki handphone dan masih menggunakan miliki orangtuanya yang digunakan untuk mengikuti kegiatan pembelajaran.
Peneliti : Bagaimana cara Ibu mengatasi siswa yang tidak memiliki handphone pribadi sehingga proses pembelajarannya menjadi terhambat?
Responden : Untuk beberapa siswa yang tidak memiliki handphone pribadi kami berikan sedikit keringanan dengan memberikan waktu ekstra untuk pengumpulan tugasnya. Terkadang juga jika ada hal yang mendesak kami menghubungi orangtua siswa agar siswa dapat menggunakan handphone milik orangtuanya sehingga siswa tidak tertinggal akan pelajaran contohnya ketika ada jadwal zoom.
Peneliti : Apakah Ibu menggunakan teknologi pembelajaran (zoom, classroom, whatsapp, google meet) pada saat menyampaikan pelajaran di masa pandemi covid-19?
Responden : Ya, ini menjadi keharusan bagi para guru maupun siswa, mereka harus mendownload zoom dan whatsapp agar proses pembelajaran dapat mereka ikuti, zoom kita gunakan ketika ada sesuatu hal yang penting, sedangkan whatsapp menjadi aplikasi utama yang wajib dimiliki peserta didik agar mereka dapat berinteraksi, dapat melihat materi maupun tugas yang diberikan, serta mereka mengisi daftar hadir melalui grup whatsapp. Jadi untuk jadwal zoom kami sudah tetapkan dan menghimbau kepada peserta didik maupun orangtua siswa sehingga semua peserta didik dapat mengikuti zoom.
Peneliti : Apakah Ibu memanfaatkan media pembelajaran dalam menysmpaikan materi pembelajaran?
Responden : Untuk saat ini proses penyampaian materi pembelajaran hanya diberikan dalam bentuk pdf ataupun mengarahkan siswa membaca buku tema
masing-masing sesuai dengan pembelajaran yang sedang dibelajarkan.
Peneliti : Apakah Ibu senantiasa memberikan tugas kepada peserta didik?
Responden : Pemberian tugas senantiasa kami berikan kepada siswa, jika materi telah tersampaikan, selanjutnya siswa mengerjakan tugas. Jadi setiap pembelajaran telah disiapkan tugas yang harus dikerjakan siswa dan dikumpulkan sesuai dengan jadwal yang telah ditetapkan.
Peneliti : Bagaimana partisipasi peserta didik Ibu selama pembelajaran online?
Responden : Selama proses pembelajaran online terlaksana banyak kendala yang dialami oleh masing-masing siswa yang membuat mereka tidak mengikuti pembelajaran yang telah dijadwalkan. Terkadang 5-6 orang siswa tidak mengikuti dan mengisi daftar hadir dikarenakan tidak memiliki kuota maupun tidak memiliki handphone. terkadang juga saat zoom semua siswa dapat mengikuti kegiatan tersebut.
Peneliti : Bagaimana cara Ibu mengatasi siswa yang merasa bosan ataupun tidak mengikuti pelajaran selama masa pandemi covid-19?
Responden : Permasalahan ini menjadi permasalahan yang senantiasa dihadapi oleh teman-teman guru di masa pandemi covid-19, beberapa siswa masih belum memiliki handphone (hp) ataupun masih menggunakan hp milik orangtuanya sehingga pada saat pembelajaran tiba, mereka tidak mengikuti proses belajar mengajar, jadi terkadang kami beranggapan anak ini malas, akan tetapi setelah di asesment memang terkendala akan teknologi jadi terkadang kami juga memberikan waktu ekstra unuk siswa atau menghubungi orangtua siswa yang bersangkutan agar
memerhatikan tugas yang diberikan dan memberikan handphonenya kepada anaknya agar mengikuti zoom yang sudah dijadwalkan, untuk siswa yang merasa bosan ataupun merasa jenuh dan tidak fokus akan pelajaran, biasa hanya kami tegur, untuk solusi lain sampai saat ini belum ada mengikat kita dibatasi oleh keadaan covid-19.
Lampiran 5. Hasil Wawancara Siswa
Hari, Tanggal : Senin, 11 Oktober 2021
Pukul : 11.00
Responden : Nasya Sari Akila
No. Urut 13
Peneliti : Apakah guru anda menggunakan model pembelajaran pada saat mengajar di masa pandemi covid-19 ini?
Responden : Saya kurang mengerti model pembelajaran kak, setiap hari Ibu guru menyampaikan pembelajaran sama seperti hari-hari lainnya, hanya memberikan tugas di whatsapp dan memberikan materi, kemudian tugas dikumpulkan di grup whatsapp, terkadang juga zoom untuk bahas jawaban dari tugas.
Peneliti : Bagaimana cara guru anda mengajar selama pembelajaran online?
Responden : Cara Ibu guru mengajar selama pembelajaran online kita hanya diberikan materi dalam bentuk pdf atau diarahkan membaca buku tema, kemudian selanjutnya mengerjakan tugas dan dikumpulkan, setiap hari begini yang terjadi kak.
Peneliti : Apakah kalian memiliki handphone pribadi?
Responden : Tidak kak, hp kakak saya yang biasa saya gunakan untuk mengikuti pembelajaran.
Peneliti : Apakah anda menggunakan teknologi pembelajaran seperti (zoom, classroom, whatsapp, google meet) pada saat pembelajaran?
Responden : Iya kak, saya ada aplikasi zoom, classroom, dan whatsapp di hp saya
kak, aplikasi whatsapp sering saya gunakan untuk kerja tugas dan absen dikelas, Zoom juga beberapa kali digunakan ketika ada arahan dari Ibu guru, terkadang juga hp yang saya gunakan dipakai juga oleh kakak saya untuk belajar online.
Peneliti : Apakah guru anda menggunakan media pembelajaran inovatif yang menarik perhatian kalian pada saat menyampaikan materi?
Responden : Biasa Ibu guru memberikan materi dalam bentuk pdf atau kami hanya diarahkan membaca buku tema masing-masing. untuk media pembelajaran lainnya kami belum pernah coba.
Peneliti : Apakah guru anda senantiasa memberikan tugas kepada kalian?
Responden : Ibu guru senantiasa memberikan tugas setiap pelajaran, jadi terkadang setiap harinya ada 3-4 tugas yang diberikan oleh Ibu guru yang kami harus kumpulkan di hari yang sama.
Peneliti : Apakah kalian senantiasa hadir dalam pembelajaran online?
Responden : setiap hari hadir kak
Peneliti : Apa yang membuat kalian bosan ataupun malas mengikuti pembelajaran selama masa pandemi covid-19?
Responden : Selama pembelajaran online ini, yang membuat kami bosan yaitu beban tugas yang berlebihan, kami diberikan banyak tugas dari masing-masing pelajaran, jadi kami terkadang lelah dan bingung yang mana harus diselesaikan terlebih dahulu.
Hari, Tanggal : Senin, 11 Oktober 2021
Pukul : 11.05
Responden : Muh. Tri Putra Ananda B
No. Urut 11
Peneliti : Apakah guru anda menggunakan model pembelajaran pada saat mengajar di masa pandemi covid-19 ini?
Responden : Kurang tau kak, sampai saat ini Ibu Guru hanya memberikan materi dalam bentuk pdf atau diarahkan membaca buku tema, setelah kami membaca materi, kami diberikan tugas yang dikumpul di grup whatsapp, sesekali juga kami zoom untuk membahas jawaban dari tugas yang diberikan guru.
Peneliti : Bagaimana cara guru anda mengajar selama pembelajaran online?
Responden : Ibu guru mengarahkan kami mengisi daftar hadir, selepas itu Ibu guru memberikan materi di grup whatsapp, kemudian kami mengerjakan tugas, lalu dikumpulkan dengan cara chat pribadi Ibu guru.
Peneliti : Apakah kalian memiliki handphone pribadi?
Responden : Iya ada kak
Peneliti : Apakah anda menggunakan teknologi pembelajaran seperti (zoom, classroom, whatsapp, google meet) pada saat pembelajaran?
Responden : Ada kak, aplikasi zoom dan whatsapp, aplikasi ini digunakan di kelas untuk proses belajar bersama Ibu guru, aplikasi whatsapp yang paling sering digunakan dikelas kak karna disitu Ibu guru kirim tugas dan kirim materi.
Peneliti : Apakah guru anda menggunakan media pembelajaran inovatif yang menarik perhatian kalian pada saat menyampaikan materi?
Responden : Hanya pemberian materi dalam bentuk pdf kak, Ibu guru arahkan kami membaca materi dalam pdf sampai habis kemudian mengerjakan tugas, tetapi kuotaku terkadang habis jadi saya tidak bisa download materi. Jadi saya harus isi kuota lagi kak, terkadang bosan juga kak isinya kurang menarik untuk diperhatikan.
Peneliti : Apakah guru anda senantiasa memberikan tugas kepada kalian?
Responden : Terkadang banyak sekali diberikan tugas oleh Ibu guru, jadi kami biasa kewalahan mengerjakan tugas yang banyak. dalam satu hari kami biasa mengerjakan tugas 3-4 yang dikumpulkan pada hari yang sama, jadi biasa kami bosan dan juga lelah.
Peneliti : Apakah kalian senantiasa hadir dalam pembelajaran online?
Responden : Selalu hadir kak
Peneliti : Apa yang membuat kalian bosan ataupun malas mengikuti pembelajaran selama masa pandemi covid-19?
Responden : Pembelajaran yang terjadi terulang seperti hari-hari sebelumnya, hanya diberikan materi dalam bentuk pdf atau biasanya diarahkan baca buku kemudian mengerjakan tugas yang jumlahnya banyak yang harus dikerjakan dalam satu hari.