• Tidak ada hasil yang ditemukan

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN

B. Pembahasan

Berdasarkan hasil analisis dalam penelitian yang dilakukan dengan menggunakan kesesuaian teori, pendapat maupun penelitian terdahulu yang telah dikemukakan sebelumnya, berikut ini merupakan pembahasan tentang beberapa temuan masalah dalam penelitian.

1. Pengaruh Arus Kas Operasi terhadap Current Ratio

Berdasarkan hasil penelitian di atas antara Arus Kas Operasi terhadap Likuiditas (Current Ratio) Pada PT. Pelindo 1 (Persero) Medanmenyatakan bahwa thitung sebesar -1,330 sedangkan ttabel sebesar 2,306 dan mempunyai angka signifikan sebesar 0,225≥0,05 berarti Ho diterima dan Ha ditolak yang menunjukan bahwa secara parsial tidak ada pengaruh signifikan Arus Kas Operasi terhadap Current Ratio pada PT. Pelindo 1 (Persero) Medan periode 2007 sampai dengan 2016.

Tidak adanya pengaruh antara Arus Kas Operasi terhadap Current Ratio karena perusahaan tidak banyak menggunakan arus kas operasi untuk keperluan pembayaran kewajiban jangka pendeknya. Arus kas operasi lebih banyak digunakan untuk pembayaran kas kepada pemasok, karyawan, dan pembayaran bunga serta beban operasional lainnya.

Menurut Riyanto (2010:94) menyatakan bahwa “makin besar jumlah kas yang ada di dalam perusahaan berarti makin tinggi tingkat likuiditasnya”.Hal ini tidak sesuai dengan teori, fenomena di atas menunjukkan bahwa pada saat jumlah aliran kas meningkat tidak di imbangi dengan peningkatan likuiditas.

Penelitian ini didukung dengan hasil penelitian yang dilakukan Hayati dan Riani (2011) yang berjudul “pengaruh arus kas terhadap likuiditas pada perusahaan Telekomuniskasi yang terdaftar di BEI”. Hasil penelitiannya menunjukkan bahwa arus kas operasi tidak berpengaruh signifikan dengan likuiditas (current ratio).

Hal ini disebabkan karena arus kas dari aktivitas pendanaan yang lebih berpengaruh signifikan terhadap likuiditas, karena jika arus kas dari aktivitas pendanaan tinggi akan mempengaruhi jumlah aktiva lancar berupa kas sehingga memungkinkan perusahaan memiliki tingkat likuiditas yang tinggi pula. Arus kas pendanaan sangat berkaitan dengan transaksi-transaksi yang berhubungan dengan kewajiban baik jangka pendek maupun jangka panjang dan dengan ekuitas pemilik.

2. Pengaruh Perputaran Piutang Terhadap Current Ratio

Berdasarkan hasil penelitian di atas antara Perputaran Piutang terhadap Current Ratio pada PT. Pelabuhan Indonesia I (Persero) Medan diperoleh thitungsebesar -0,100 sedangkan ttabel sebesar 2,306 dan mempunyai angka signifikan sebesar 0,923 ≥ 0,05 berarti H0 diterima dan Ha ditolak. Berdasarkan hasil tersebut didapat kesimpulan bahwa H0 diterima dan Ha ditolak yang menunjukkan bahwa secara parsial tidak ada pengaruh signifikan Perputaran Piutang terhadap Current Ratio pada PT. Pelabuhan Indonesia I (Persero) Medan periode 2007 sampai 2016.

Hasil penelitian ini sejalan dengan hasil penelitian yang dilakukan Mauliya (2016) yang menyimpulkan bahwa secara parsial perputaran piutang tidak berpengaruh terhadap Likuiditas (Current Ratio). Penelitian ini juga sesuai

57

dengan teori menurut Syamsuddin (2009:49), “tingkat perputaran piutang dimaksudkan untuk mengukur Likuiditas (Current Ratio) atau aktivitas dari piutang perusahaan”.

Berdasarkan hasil penelitian yang dilakukan penulis secara teori, pendapat, maupun penelitian terdahulu yang telah dikemukakan di atas mengenai Perputaran Piutang terhadap Likuiditas (Current Ratio) perusahaan.Maka penulis menyimpulkan bahwa ada kesesuaian antara hasil penelitian dengan teori, pendapat dan penelitian terdahulu yakni tidak ada pengaruh signifikan Perputaran Piutang terhadap Likuiditas (Current Ratio). Hal ini disebabkan kenaikan dan penurunan Likuiditas (Current Ratio) tidak hanya tercermin pada perputaran piutang. Secara konseptual tentunya perputaran piutang berpengaruh terhadap Likuiditas (Current Ratio) dengan arah positif, karena semakin tinggi perputaran piutang maka semakin baik pula tingkat Likuiditas (Current Ratio) yang dihasilkan perusahaan. Pihak-pihak yang menerima Piutang Usaha pada PT. Pelindo 1 Medan (Persero) adalah:

1. TNI AL

2. Instansi Pemerintah 3. BUMN

4. BUMS 5. Perorangan

3. Pengaruh Arus Kas Operasi dan Perputaran Piutang Terhadap Current Ratio

Berdasarkan hasil penelitian yang diperoleh mengenai pengaruh Arus Kas Operasi dan Perputaran Piutangterhadap Current Ratio pada PT. Pelabuhan

Indonesia I (Persero) Medan. Dari uji ANOVA (Analysis Of Varians) pada tabel di atas didapat Fhitung sebesar 1,669 sedangkan Ftabel diketahui sebesar 4,47.

Berdasarkan hasil tersebut dapat diketahui bahwa tingkat signifikan sebesar 0,255 ≥ 0,05 sehingga H0 diterima dan Ha ditolak. Jadi dapat disimpulkan bahwa variabel Arus Kas Operasi dan Perputaran Piutangsecara bersama-sama adalah berpengaruh tidak signifikan terhadap Current Ratio pada PT. Pelabuhan Indonesia I (Persero) Medan.

Hal ini menunjukkan bahwa secara simultan (bersama-sama) tida ada pengaruh signifikan antara Arus Kas Operasi dan PerputaranPiutang terhadap Current Ratio pada PT. Pelabuhan Indoneasia I (Persero) Medan.

59 BAB V

KESIMPULAN DAN SARAN

A. Kesimpulan

Berdasarkan hasil penelitian dan pembahasan yang telah dikemukakan sebelumnya maka dapat diambil kesimpulan dari penelitian mengenai Pengaruh Arus Kas Operasi dan Perputaran Piutang terhadap Current Ratio pada PT.

Pelabuhan Indonesia I (Persero) Medan adalah sebagai berikut.

1. Secara parsial, Arus Kas Operasi tidak berpengaruh signifikan terhadap Current Ratio pada PT. Pelabuhan Indonesia I (Persero) Medan. Artinya apabila saat persentase nilai Arus Kas Operasi meningkat atau menurun. Hal ini tidak akan mempengaruhi Current Ratio pada PT. Pelabuhan Indonesia I (Persero) Medan.

2. Secara parsial, Perputaran Piutang tidak berpengaruh signifikan terhadap Current Ratio pada PT. Pelabuhan Indonesia I (Persero) Medan. Artinya apabila saat persentase nilai Perputaran Piutang meningkat atau menurun, hal ini tidak akan mempengaruhi Current Ratio pada PT. Pelabuhan Indonesia I (Persero) Medan.

3. Secara simultan, Arus Kas Operasi dan Perputaran Piutang tidak berpengaruh terhadap Current Ratio pada PT. Pelabuhan Indonesia I (Persero) Medan.

B. Saran

Berdasarkan hasil kesimpulan yang telah diuraikan di atas maka saran- saran yang dapat diberikan adalah :

1. Secara umum pengelolaan untuk Likuiditas atau pengelolaan aktiva perusahaan secara menyeluruh dikatakan tidak baik, maka PT. Pelabuhan Indonesia I (Persero) Medan masih perlu membenahi pengelolaan aktiva lancar dan mengefisienkan arus kas operasi. Salah satunya investasi perusahaan dalam aktiva lancar sebaiknya jangan berlebihan dibandingkan dengan tingkat kebutuhannya, karena ini dapat mengakibatkan banyak dana yang tidak dipergunakan secara efisien dan efektif. Begitu juga dengan Arus kas operasi Sebaiknya perusahaan lebih bisa memperhatikan arus kas operasi secara keseluruhan yang memang banyak berasal dari kegiatan penjualan kredit atau pembayaran piutang dari pelanggan. Oleh karena itu, perusahaan harus bisa menjaga agar proses kegiatan piutang berjalan dengan lancar, tepat waktu sesuai dengan jadwal penagihannya. Dengan demikian, pendapatan dari para pelanggan meningkat dan dapat meningkatkan arus kas operasi.

2. Sebaiknya perusahaan juga mengelola piutang dengan baik, karena naiknya pendapatan diikuti naiknya piutang dalam jumlah yang lebih besar apabila tidak dilakukan perputaran atau dengan kata lain perputaran piutang yang rendah maka akan ada peningkatan piutang dan perusahaan akan mengalami keadaan bangkrut (illiquid). Untuk itu perusahaan disarankan dapat meningkatkan perputaran piutang agar semakin cepat pula menjadi kas dan apabila piutang telah menjadi kas berarti kas dapat digunakan kembali

61

dalam operasional perusahaan sekaligus membayar kewajiban lancar sehingga akan dikategorikan perusahaan lancar (liquid).

3. Sebaiknya perusahaan memperhatikan kenerja manajemen perusahaan dalam hal Arus Kas Operasi dan Perputaran Piutang demi mencapai tujuan Perusahaan. Hal ini dapat dilakukan dengan cara merekrut kenaga kerja keuangan yang ahli dan terampil serta memiliki dedikasi dan loyalitas yang tinggi terhadap perusahaan. Jika para investor ingin menanamkan modalnya kepada pihak yang ingin melakukan investasi sebaiknya para investor lebih memperhatikan faktor-faktor yang dapat mempengaruhi tingkat Likuiditas Perusahaan, terutama pada aktiva lancar yaitu Arus kas operasi dan perputaran piutang yang diketahui secara simultan berpenngaruh signifikan terhadap Likuiditas (Current Ratio) perusahaan.

4. Namun bagi peneliti lainnya diisarankan untuk meneruskan atau tidak lanjutkan kajian dari sektor lain agar hasil penelitian nantinya mampu menggambarkan secara menyeluruh keadaan perusahaan yang go public di Indonesia serta menggunakan data time series yang up to date / terbaru, sehingga hasilnya juga akan semakin akurat.

Atmaja, Lukas Setia (2008). Teori Dan Praktik Manajemen Keuangan.

Yogyakarta

Gitosudarmo, Indriyo dan Basri (2002). Manajemen keuangan. Yogyakarta:

BPFE-Yogyakarata.

Hani, Syafrida (2015). Teknik Analisa Laporan Keuangan. Medan: Umsupres Harahap, Sofyan Syafri (2011). Analisis Kritis Atas Laporan Keuangan. Jakarta:

PT. Rajagrafindo Persada.

Hermanto, Bambang dan Mulyo (2012). Analisa Laporan Keuangan, Jakarta:

Penerbit Lentera Ilmu Cendikia

Hery (2015). Analisa Laporan Keuangan, Jakarta PT. Grasindo

Ikhsan, Arfan dan Teddy Prianthara (2009). Akuntansi Untuk Manajer. Jakarta:

Graha ilmu

Indriani, Dewi (2017). Pengaruh Perputaran Piutang Dan Arus Kas Terhadap Likuiditas Pt. Astra Internasional.Tbk : Jurnal EMBA Vol.5 No.1 Maret 2017, Hal. 136 – 144

John J. Wild, K.R Subramanyam. Dkk. (2005). Financial Statement Analysis:

Analisis Laporan Keuangan. Jakarta: Salemba Empat

Juliandi, Azuar, Irfan (2015). Metodologi Penelitian Bisnis. Medan: Umsupress.

Kasmir (2012). Analisis Laporan Keuangan. Jakarta : PT. Raja Grafindo Persada.

Maisuri (2016). Pengaruh Perputaran Kas dan Perputaran Piutang terhadap Rasio Lancar Pada PT.Asuransi Wahana Tata Medan. Skripsi, Universitas Muhammadiyah sumatera Utara

Munawir (2014). Analisa Laporan Keuangan Edisi Keempat, Yogyakarta : Penerbit Liberty.

Niswonger, Rollin, C., S. Warren, James M. Reeve, Philip E. Fess, (2000).

Prinsip-Prinsip Akuntansi, Edisi 19, Cetakan 1, Jilid 2, Penerjemah Alfonsus Sirait dan Helda Gunawan, Erlangga, Jakarta

Pedoman Penulisan Skirpsi Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Muhammadiyah Sumatera Utara

Pujiati, Astria Dwi (2014). Pengaruh Perputaran Piutang Dan Perputaran Kas Terhadap Tingkat Likuiditas Pada Koperasi Mitra Perdana Surabaya:

Jurnal

Dokumen terkait