BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN
B. Pembahasan
Hasil pengujian dari seluruh variabel dapat disimpulkan bahwa tidak semua variabel bebas berpengaruh pada variabel terikat namun secara umum penelitian ini menunjukkan hasil yang cukup memuaskan. Hal ini dapat ditunjukkan dari banyaknya tanggapan kesetujuan yang tinggi dari responden terhadap kondisi dari masing-masing variabel penelitian. Penjelasan dari masing-masing variabel dijelaskan sebagai berikut:
1. Pengaruh Kompensasi (X1) Terhadap Kepuasan Kerja (Y) Karyawan Pada PT. Kebayoran Pharma Medan
Kompensasi merupakan suatu proses balas jasa perusahaan kepada karyawan baik secara finansial maupun non finansial dengan kesepakatan yang telah disepakati.
Berdasarkan hasil penelitian yang telah dilakukan di atas mengenai pengaruh antara kompensasi terhadap kepuasan kerja yang menyatakan bahwa thitung < ttabel, yaitu 1,549 < 1,673 dan thitung tidak berada di daerah tolak H0 sehingga Ha ditolak (H0 diterima), dapat disimpulkan bahwa tidak ada pengaruh yang signifikan secara langsung antara kompensasi terhadap kepuasan kerja karyawan pada PT. Kebayoran Pharma Medan.
Berdasarkan nilai regresi sebesar 0,177 membuktikan bahwa kompensasi berpengaruh positif terhadap kepuasan kerja karyawan, hal ini menandakan bahwa apabila kompensasi diberikan secara baik dan tepat maka kepuasan kerja karyawan perusahaan pun ikut meningkat.
Kompensasi tidak berpengaruh signifikan terhadap kepuasan kerja karyawan disebabkan memiliki signifikan sebesar 0,127 > 0,05 hal ini berarti
“Kompensasi tidak berpengaruh signifikan secara langsung terhadap kepuasan kerja karyawan”. Penelitian ini didukung dan sejalan dengan penelitian yang dilakukan oleh Riansari dkk (2012) pada karyawan di PT.
Bank Tabungan Pensiun Nasional, Tbk Cabang Malang dengan menggunakan analisis SEM (Structual Equation Modeling) dalam bentuk Generalized Structural Component Analysis (GSCA), menemukan bahwa terdapat pengaruh langsung yang signifikan antara kompensasi terhadap kepuasan kerja.
Namun secara tidak langsung, kompensasi tidak memiliki pengaruh signifikasi terhadap kepuasan kerja melalui kinerja karyawan.
2. Pengaruh Lingkungan Kerja(X2) Terhadap Kepuasan Kerja (Y) Karyawan Pada PT Kebayoran Pharma Medan
Dalam suatu perusahaan lingkungan kerja menjadi peranan penting dalam menciptakan suatu kepuasan kerja, hal ini dikarenakan setiap pekerja mendapatkan hak untuk merasa nyaman atas ruang kerja yang diberikan oleh perusahaan. lingkungan kerja merupakan segala sesuatu yang ada disekitar para pegawai yang dapat mempengaruhi dirinya dalam menjalankan tugas-tugas yang diberikan.
Adapun hasil penelitian yang telah dilakukan di atas mengenai pengaruh lingkungan kerja terhadap kepuasan kerja yang menyatakan bahwa thitung >
ttabel, yaitu 5,711 > 1,673 dan thitung berada di daerah tolak H0 sehingga Ha diterima, dapat disimpulkan bahwa adanya pengaruh yang signifikan antara lingkungan kerja terhadap kepuasan kerja karyawan pada PT. Kebayoran Pharma Medan.
Berdasarkan nilai regresi sebesar 0,464 membuktikan bahwa lingkungan kerja berpengaruh positif terhadap kepuasan kerja karyawan, hal ini menandakan bahwa apabila lingkungan kerja lebih diperhatikan oleh perusahaan maka kepuasan kerja karyawan perusahaan pun ikut meningkat.
Lingkungan kerja berpengaruh signifikan terhadap kepuasan kerja karyawan disebabkan memiliki signifikan sebesar 0,000 < 0,05 hal ini berarti
“Lingkungan kerja berpengaruh signifikan terhadap kepuasan kerja karyawan”.
Hal ini sejalan dengan penelitian Handaru (2013) karyawan di RS X, menyimpulkan bahwa lingkungan kerja, kompensasi, dan komitmen organisasi berpengaruh terhadap kepuasan kerja.
3. Pengaruh Kompensasi (X1) dan Lingkungan Kerja(X2) Terhadap Kepuasan Kerja(Y) Karyawan Pada PT Kebayoran Pharma Medan Kepuasan dalam bekerja merupakan keinginan perusahaan terhadap karyawan dikarenakan ketika karyawan telah mencapai kepuasan kerja, maka karyawan akan bersemangat dalam bekerja, dalam menciptakan kepuasan kerja perusahaan harus melihat dari berbagai aspek seperti kompensasi dan lingkungan kerja secara bersamaan memiliki pengaruh yang besar agar terciptanya kepuasan kerja yang sesuai dengan keinginan perusahaan kepada karyawan.
Berdasarkan hasil pengujian simultan dapat diketahui bahwa nilai Fhitung adalah dengan tingkat signifikan 22,672 dan untuk melihat seberapa besar pengaruh kompensasi (X1) dan lingkungan kerja (X2) secara bersama- sama terhadap kepuasan kerja (Y) dilakukan uji determinasi sebesar 0,452 atau sama dengan 45,2%, sisanya 54,8% dijelaskan oleh variabel lain yang tidak dimasukkan ke dalam model penelitian ini. Penelitian ini juga didukung dan sejalan dengan penelitian yang dilakukan oleh Yasa dkk (2014) pada karyawan Karma Jimbaran, ditemukakan bahwa pengaruh kompensasi dan lingkungan kerja terhadap kepuasan kerja sebesar 61,40% yang berarti memiliki pengaruh yang signifikan.
BAB V
KESIMPULAN DAN SARAN
A. Kesimpulan
Berdasarkan dari hasil fenomena yang terjadi pada PT. Kebayoran Pharma yang berada di Jalan Gatot Subroto, Medan. Terdapat berbagai permasalahan yang ditemukan, seperti pemberian kompensasi tidak merata/adil dalam bentuk finansial (materi) dan non finansial (non materi), lingkungan kerja yang tidak nyaman, alat kerja yang tidak lengkap, koordinasi atasan dan bawahan kurang baik, komunikasi tidak efektif antara karyawan serta karyawan dengan atasan, tingkat motivasi karyawan bekerja sangat rendah, tingkat kepuasan kerja karyawan tidak sesuai dengan harapan perusahaan.
Penelitian dilakukan pada bagian SDM ( Sumber Daya Manusia ) yang memiliki jumlah populasi 58 orang, dengan menggunakan sampel jenuh dikarenakan jumlah karyawan dibawah 100 orang sehingga jumlah sampel seluruh populasi yaitu 58 orang.
Dalam penelitian ini teknik pengumpulan data menggunakan penyebaran Angket/Kuesioner, diuji menggunakan Uji Validitas dan Reliabilitas. Teknik analisis data menggunakan asumsi analisis jalur (asumsi klasik regresi berganda) yang terdiri dari Uji Normalitas Data, Uji Multikolienaritas, Uji Heteroskedastisitas, Uji Hipotesis yang terdiri dari Uji T ( Uji Parsial ), Uji F ( Uji Simultan ) dan Uji Determinasi.
Adapun identitas responden dengan jumlah responden 58 orang terdiri dari 34 orang laki-laki dan 24 orang perempuan, dilihat dari jenis usia yang berusia 20-30 tahun sebanyak 4 0rang, usia 31-40 tahun sebanyak 15 orang,41-50
tahun sebanyak 24 orang dan diatas 50 tahun sebanyak 15 orang. Masa kerja karyawan dimulai dari kurang 1 tahun sebanyak 2 orang, 1 sampai 5 tahun sebanyak 17 orang, 6 sampai 10 tahun sebanyak 16 orang dan lebih dari 10 tahun sebanyak 23 tahun. Dengan tingkat pendidikan SMA/sederajat sebanyak 13 orang, diploma sebanyak 19 orang, S1 sebanyak 22 orang dan S2 sebanyak 4 orang.
Dari uji partial pada variabel kompensasi, lingkungan kerja dan kepuasan kerja dari penelitian yang telah dilakukan didapat hasil bahwa pada PT Kebayoran Pharma Medan yang menyatakan bahwa kompensasi (X1) tidak berpengaruh signifikan secara partial terhadap kepuasan kerja (Y) karyawan.
Ada nya pengaruh lingkungan kerja (X2) secara parsial berpengaruh signifikan terhadap kepuasan kerja (Y) karyawan pada PT. Kebayoran Pharma Medan dan adanya pengaruh kompensasi(X1) dan lingkungan kerja (X2) secara simultan berpengaruh signifikan terhadap kepuasan kerja (Y) karyawan pada PT. Kebayoran Pharma Medan. Adapun kemampuan dari kompensasi dan lingkungan kerja dalam menjelaskan kepuasan kerja adalah sebesar 45,2%
sedangkan sisanya sebesar 54,8% dipengaruhi oleh variabel lain yang tidak dimasukkan ke dalam model penelitian ini.
B. Saran
Berdasarkan hasil dari kesimpulan diatas dikarenakan adanya pengaruh signifikan (secara bersama-sama) antara kompensasi dan lingkungan kerja terhadap kepuasan kerja karyawan pada PT. Kebayoran Pharma Medan, maka dalam hal ini penulis dapat menyarankan hal-hal sebagai berikut:
1. Dalam memberikan kompensasi, hendaknya perusahaan memberikan kompensasi secara adil bagi karyawan yang berprestasi, serta sangat memperhatikan karyawan dalam memenuhi kebutuhan hidup sehingga karyawan akan merasa puas atas pekerjaan yang telah dilakukan.
2. Dalam menciptakan lingkungan kerja yang aman dan nyaman, hendaknya perusahaan memperhatikan kondisi tata letak ruang yang ada sehingga karyawan mampu merasa nyaman tanpa dan tidak merasa menganggu atas pekerjaan yang diberikan perusahaan kepada karyawan.
3. Dalam mendapatkan kepuasan kerja yang diinginkan, hendaknya perusahaan harus mengetahui keinginan karyawan atas aspek-aspek yang ada pada perusahaan agar apa yang di inginkan karyawan kepada perusahaan akan tercapai dan karyawan akan merasa puas atas apa yang diberikan oleh perusahaan.
Terhadap Kepuasan Kepuasan Kerja Karyawan (Studi Kasus di PT.
Pelabuhan Indonesia II (Persero) Cabang Cirebon). Jurnal Manajemen Bisnis, 1(1), 28–51.
Hasibuan, H. M. S. P. (2011). Manajemen Sumber Daya Manusia. Jakarta: PT.
Bumi Aksara.
Jufrizen, J. (2015). Pengaruh Kompensasi dan Pengembangan Karir Terhadap Komitmen Organisasi Dengan Kepuasan kerja Sebagai Variabel Intervening Pada PT. Perkebunan Nusantara III (Persero) Medan. Jurnal Ilmiah Manajemen dan Bisnis, 15(1), 37–47.
Juliandi, A., Irfan, & Manurung, S. (2015). Metodologi Penelitian Bisnis dan Aplikasi. Medan: UMSU PRESS.
Kadarisman. (2012). Manajemen Pengembangan Sumber Daya Manusia. Jakarta:
Rajawali Pers.
Kusuma, A. (2014). Pengaruh Penempatan dan Kompensasi Terhadap Kepuasan Kerja dan Kinerja karyawan Pada PDAM Tirta Mangutama Kabupaten Bandung. Jurnal Riset Ekonomi Manajemen Bisnis Dan Akuntansi, 13(2), 151–161.
Maryati. (2014). Meningkatkan Keunggulan Perusahaan Melalui Manajemen Perkantoran Efektif. Yogyakarta: UPP STIM YKPN.
Moeheriono. (2012). Pengukuran Kinerja Berbasis Kompetensi. Jakarta:
RajaGrafindo Persada.
Moekijat. (2005). Tata Laksana kantor Manajemen Perkantoran. Bandung:
Mandar Maju.
Nasution, M. I. (2017). Pengaruh Stres Kerja, Kepuasan Kerja dan Komitmen Organisasi Terhadap Turnover Intention Medical Reprentative. MIX: Jurnal Ilmiah Manajemen, 7(3), 407–428.
Nawawi, H. (2014). Manajemen Sumber Daya Manusia Untuk Bisnis yang Kompetitif. Yogyakarta: Gadjah Mada University Press.
Nitisemito, A. S. (2006). Manajemen Personalia. Jakarta: Ghalia Indonesia.
Noor, J. (2013). Penelitian Ilmu Manajemen (Edisi 1). Jakarta: Kencana Prenada Media Group.
Nuraida, I. (2014). Manajemen Administrasi Perkantoran. Yogyakarta: PT.
Kansius.
Prayogi, M. A., Koto, M., & Arif, M. (2019). Kepuasan Kerja Sebagai Variabel Intervening Pada Pengaruh Work-Life Balance dan Stres kerja Terhadap Turnover Intention. Jurnal Ilmiah Manajemen dan Bisnis, 20(1), 39–51.
Jurusan Manajemen, 2(1), 1–8.
Rachmawati, I. K. (2008). Manajemen Sumber daya Manusia. Yogyakarta: CV.
Andi Offset.
Ramadanita, R. D., & Kasmiruddin. (2018). Pengaruh Kompensasi dan Lingkungan Kerja Terhadap Kepuasan Kerja Karyawan Pada PT. Suka Fajar Pekanbaru. JOM FISIP, 5(1), 1–14.
Riansari, T., Sudiro, A., & Rofiaty. (2012). Pengaruh Kompensasi dan Lingkungan Kerja Terhadap Kepuasan Kerja dan Kinerja Karyawan (Studi Kasus PT. Bank Tabungan Pensiun Nasional, Tbk Cabang Malang). Jurnal Aplikasi Manajemen, 10(4), 811–820.
Rivai, V., Ramly, M., Mutis, T., & Arafah, W. (2008). Manajemen Sumber Daya Manusia Untuk Perusahaan. Jakarta: RajaGrafindo Persada.
Robbins, S. P., & Coulter, M. (2007). Manajemen. Jakarta: PT. Indeks.
Sari, E. (2009). Pengaruh Kompensasi dan Iklim Organisasi Terhadap Kepuasan Keerja. Jurnal Ilmu Administrasi Dan Organisasi, 16(1), 18–24.
Sholihuddin, M. (2011). Kebebasan Pasar dan Intervensi Negara dalam Perspektif Ekonomi Islam. Jurnal Al-Maliyah, 1(1), 1–15.
Siagian, S. P. (2009). Manajemen Sumber Daya manusia. Jakarta: Bumi Aksara.
Sofuan, M., & Setyowati, W. (2014). Pengaruh Kompensasi dang Lingkungan Kerja Terhadap Kinerja Pegawai Dengan Mediasi Kepuasan Kerja (Studi Pada Unit Pelayanan Pendapatan dan Pemberdayaan Aset Daerah Koordinator Pati). Telaah Manajemen, 2(1), 117–128.
Sofyandi, H. (2008). Manajemen Sumber Daya Manusia. Yogyakarta: Graha Ilmu.
Sugiyono. (2012). Metode Penelitian Bisnis. Bandung: Alfabeta.
Sutrisno, E. (2009). Manajemen Sumber Daya Manusia. Jakarta: Prenada Media Group.
Wahyuningtyas, N., & Suharnomo. (2013). Pengaruh Lingkungan Kerja dan Kepuasan Kompensasi Terhadap Kinerja Karyawan. Diponegoro Journal of Management, 2(2), 1–6.
Wibowo. (2014). Manajemen Kinerja. Jakarta: RajaGrafindo Persada.
Yahyo, W, H. D., & Dewi, R. S. (2013). Pengaruh Motivasi, Lingkungan Kerja, dan Kompensasi Terhadap Kinerja Karyawan Melalui Semangat Kerja Karyawan (Studi Kasus Pada Karyawan Bagian Produksi CV. Putra Jaya Sahitaguna, Semarang). Diponegoro Journal of Social and Politic, 1(1), 1–
12.