• Tidak ada hasil yang ditemukan

Pembahasan

Dalam dokumen SKRIPSI - IAIN Repository - IAIN Metro (Halaman 108-119)

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN

C. Pembahasan

peningkatan sebesar 6,05%. Adanya peningkatan tersebut dikarenakan perbaikan-perbaikan, serta pemaksimalan aktivitas yang dilakukan oleh guru selama proses pembelajaran, sehingga hasil belajar yang diperoleh lebih baik. Semakin baik aktivitas yang dilakukan guru saat proses pembelajaran maka akan semakin baik pula hasil belajar yang diperoleh. Seperti contoh siswa bernama Kholifatul Hikmah pada pretes siklus I memperoleh nilai 75 kemudian postes siklus I mengalami peningkatan yaitu memperoleh nilai 100, kemudian pada pretes siklus II memperoleh nilai 92 dan mengalami peningkatan pada postes siklus II dengan memperoleh nilai 100. Untuk lebih jelasnya dapat dilihat pada Lampiran 15 dan 16.

2. Aktivitas Siswa dalam Proses Pembelajaran

Hasil penelitian diperoleh rata-rata presentase aktivitas siswa dengan menggunakan Strategi Pembelajaran Galeri pada siklus I dan siklus II dapat dilihat pada Tabel 22 di bawah ini:

Tabel 22

Rata-rata presentase Aktivitas Belajar Siswa Siklus I dan Siklus II

N

o Indikator Motivasi Siklus

I

Siklus II

1 Siswa memperhatikan

penjelasan guru

68,46

% 81,54%

2 Siswa aktif membuat karya bersama kelompoknya

67,31

% 76,54%

3 Siswa mengerjakan semua tugas

65,77

% 83,84%

4 Ketepatan mengumpulkan tugas sesuai waktunya

61,53

% 79,23%

Rata-rata 65,76

% 80,28%

Untuk melihat lebih jelas perbandingan aktiivitas yang dilakukan oleh guru dalam proses pembelajaran pada siklus I dan siklus II dapat dilihat pada Gambar 5:

Gambar 5

Rata-rata Presentase Aktivitas Belajar Siswa Siklus I dan Siklus II

Aspek yang diamati:

A : Siswa memperhatikan penjelasan guru

B : Siswa aktif membuat karya bersama kelompoknya C : Siswa mengerjakan semua tugasnya

D : Ketepatan mengumpulkan tugas sesuai waktunya

Pembahasan dari aktivitas belajar siswa pada saat pembelajaran siklus I dan siklus II sebagai berikut:

a. Siswa memperhatikan penjelasan guru

Siswa memperhatikan penjelasan guru yang diberikan oleh guru pada siklus I diperoleh presentase sebesar 68,46% sedangkan siswa yang lain masih ada yang tidak memperhatikan. Peningkatan

68,46% 67,31% 65,77%

61,53%

81,54%

76,54% 83,84%

79,23%

0,00%

20,00%

40,00%

60,00%

80,00%

100,00%

A B C D

Siklus I siklus II

aktivitas yang dilakukan guru sebagai motivator dilakukan dengan cara menjelaskan materi kepada siswa dan mengawasi pekerjaan siswa. Pada siklus II siswa yang memperhatikan penjelasan guru presentase sebesar 81,54% dan mengalami peningkatan sebesar 13,08%.

b. Siswa aktif membuat karya bersama kelompoknya

Siklus I siswa aktif membuat karya bersama kelompoknya yang diberikan guru diperoleh presentase sebesar 67,31%, hal ini disebabkan ada beberapa siswa yang tidak bekerja sama dengan kelompoknya dalam membuat karya. Upaya untuk meningkatkan hal tersebut guru lebih banyak mengarahkan, memotivasi serta memberi teguran kepada siswa supaya siswa mampu bekerja secara mandiri. Sedangkan pada siklus II diperoleh presentase sebesar 76,54% dan mengalami peningkatan sebesar 9,23%.

c. Siswa mengerjakan semua tugas

Pada siklus I siswa mengerjakan semua tugas diperoleh presentase sebesar 65,77% hal ini disebabkan karena siswa masih ada yang tidak mengerjakan tugas yang diberikan guru. Pada siklus II siswa yang mampu memepertahankan pendapat mereka diperoleh presentase sebesar 83,84% dan mengalami peningkatan sebersar 18,07%.

d. Ketepatan mengumpulkan tugas sesuai waktunya

Pada siklus I siswa menunjukan ketepatan mengumpulkan tugasnya sesuai waktunya diperoleh presentase sebesar 61,53%, hal ini dikarenakan masih ada siswa yang mengobrol dengan teman dan bermain sendiri ketika mengerjakan tugasnya. Guru memberikan motivasi kepada siswa berupa memberikan pujian dari tugas yang telah siswa kerjakan serta memberikan teguran terhadap pelanggaran yang siswa lakukan. Pada siklus II aktivitas siswa diperoleh presentase sebesar 79,23% dan mengalami peningkatan sebesar 17,70%.

Berdasarkan observasi aktivitas yang diberikan pada siswa terlihat bahwa penggunaan Strategi Pembelajaran Galeri aktivitas belajar siswa meningkat dari setiap siklusnya, dari keempat aspek yang dinilai aspek Siswa mengerjakan semua tugas merupakan aspek yang memiliki presentase terbesar yaitu 83,84%. Disusul aspek siswa memperhatikan penjelasan guru dengan presentase sebesar 81,54%.

Peningkatan aktivitas belajar siswa seperti contoh siswa bernama Riska pada aspek siswa mengerjakan semua tugas dari rentan nilai 1-5 Riska selalu memperoleh nilai 5 dari setiap siklusnya. Siswa bernama Intan memperoleh skor yang selalu meningkat untuk aspek item siswa mengerjakan semua tugas, siklus I memperoleh skor 4 dan siklus II memperoleh skor 5. Selengkapnya dapat dilihat pada Lampiran 12.

Jadi dengan menggunakan Strategi Pembelajaran Galeri aktivitas belajar siswa meningkat setiap siklusnya, siswa menjadi lebih

memperhatikan penjelasan guru, siswa lebih aktif bekerja sama membuat karya bersama kelompoknya, siswa jadi mengerjakan semua tugasnya dan siswa jadi lebih mengumpulkan tugas sesuai waktunya.

3. Hasil Pembuatan Karya

Hasil penelitian diperoleh dari hasil belajar siswa pada mata pelajaran Seni Budaya dan Keterampilan dengan menggunakan Strategi Pembelajaran Galeri. Pada awal prasurvey penulis menperoleh data hasil belajar siswa berupa nilai praktek siswa dapat di lihat pada Lampiran 1 yang menunjukkan bahwa siswa laki-laki tidak membuat karya kerajinan tangan pada saat itu karya yang dibuat adalah topi.

Dengan menggunakan Strategi Pembelajaran Galeri dari siklus I dan siklus II semua siswa memperoleh nilai sehingga hasil belajar siswa dapat meningkat dengan adanya pembuatan karya dan semua siswa membuat karya kerajinan terutama siswa laki-laki dapat dilihat pada Lampiran 16. Peningkatan tersebut seperti contoh siswa bernama Bagas, Bagus, Faiz, Fatoni, M. Rohman, Radit, Razan, Reihan dan Yusuf siswa tersebut pada awal prasurvey dalam ulangan harian membuat karya terlihat tidak memperoleh nilai karena tidak membuat karya. Namun setelah peneliti menggunakan Strategi Pembelajaran Galeri siswa tersebut memperoleh nilai karena telah membuat karya.

Secara terperinci dapat dilihat pada Lampiran 1 dan 14.

4. Hasil Belajar Siswa

Hasil penelitian diperoleh dari hasil belajar siswa pada mata pelajaran Seni Budaya dan Keterampilan dengan menggunakan Strategi Pembelajaran Galeri pada siklus I dan siklus II dapat dilihat pada Tabel 23 berikut ini:

Tabel 23

Hasil Belajar Siswa Siklus I dan Siklus II N

o Indikator

Nilai Tes

Siklus I Siklus II Prete

s

Poste s

Pret es

Poste s

1 Rata-rata nilai 55,9 72,5 46,6 71,2

2 Nilai tertinggi 85 100 92 100

3 Nilai terendah 10 30 5 10

4 Tingkat Ketuntasan 43% 73% 23% 81%

Untuk melihat lebih jelas perbandingan pembelajaran siklus I dan siklus II dapat dilihat pada Gambar 6:

Gambar 6

Perbandingan Hasil Belajar Siswa Siklus I dan Siklus II

Berdasarkan Tabel 23 dan Gambar 6 tersebut, tingkat ketuntasan hasil belajar siswa pada siklus I diketahui dengan rata-rata pretes 55,9 dengan tingkat ketuntasan mencapai 43% dan nilai rata-rata

0%

20%

40%

60%

80%

100%

Siklus I Siklus II 43%

23%

73% 81%

Pretes Postes

postes 72,5 dengan ketuntasan mampu mencapai 73%. Sedangkan pada siklus II dapat diketahui nilai rata-rata prestes 46,6 dengan tingkat ketuntasan hanya mencapai 23% serta rata-rata postes 71,2 mampu mencapai ketuntasan sebesar 81%. Maka target ketuntasan hasil belajar yang diinginkan lebih dari 50% yaitu mampu mencapai 75% di akhir siklus II. Hal ini dapat dilihat dengan beberapa siswa yang mengalami peningkatan hasil belajar seperti pada contoh siswa bernama Kholifatul Hikmah pada pretes siklus I memperoleh nilai 75 kemudian postes siklus I mengalami peningkatan yaitu memperoleh nilai 100, kemudian pada pretes siklus II memperoleh nilai 92 dan mengalami peningkatan pada postes siklus II dengan memperoleh nilai 100. Siswa bernama Razan juga mengalami peningkatan dalam hasil belajar, pada pretes siklus I hanya memperoleh nilai 55 dan postes siklus I meningkat menjadi 60, kemudian pada pretes siklus II memperoleh nilai 62 dan postes siklus II meningkat menjadi 80, begitu juga dengan siswa yang telah mengalami peningkatan hasil belajar. Selengkapnya dapat dilihat pada Lampiran 15 dan 16.

Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan pembelajaran dengan menggunakan Strategi Pembelajaran Galeri pada mata pelajaran Seni Budaya dan Keterampilan, menunjukkan bahwa hipotesis penelitian yang berbunyi “meningkatkan hasil belajar siswa melalui Strategi Pembelajaran Galeri pada mata pelajaran Seni Budaya dan Keterampilan kelas V SD Negeri 1 Surabaya Kecamatan

Padangratu tahun pelajaran 2017/2018” dapat diterima dengan baik.

Hal ini terlihat dari hasil belajar siswa yang meningkat dan tingkat ketuntasan mencapai 75% di akhir siklus.

Berdasarkan analisis ketuntasan hasil belajar pada siklus I mencapai 73% dan pada siklus II mampu mencapai 81%, yang berarti bahwa hasil belajar siswa mampu mencapai lebih dari 50% di akhir siklus. Proses pembelajaran dengan menggunakan Strategi Pembelajaran Galeri berpengaruh terhadap kegiatan siswa yang positif dalam merespon pembelajaran sehingga hasil belajar siswa meningkat.

Seperti contoh siswa bernama Intan yang memperoleh jumlah skor 19 pada siklus II pertemuan ke 1 dan meningkat menjadi 20 pada siklus II pertemuan kedua. Hasil belajar yang diperoleh pun meningkat dari siklus ke siklus dengan nilai siklus I pretes 85 dan postes 95, siklus II pretes 92 dan postes 100. Selengkapnya dapat dilihat pada Lampiran 12, 15 dan 16.

Peningkatan hasil belajar siswa terjadi karena penerapan yang tepat dalam penggunaan Strategi Pembelajaran Galeri, dimana siswa belajar dalam satu kelompok yang heterogen dan saling bekerja sama.

Kelompok heterogen tersebut misalnya terdiri dari siswa laki-laki dan perempuan, perbedaan pengetahuan. Seperti pada contoh kelompok 2 yaitu terdiri dari siswa yang bernama Intan, Riska, Dwi, Thoifah, Satria dan Bagus. Nama-nama kelompok selengkapnya dapat dilihat pada Lampiran 17. Dalam Kelompok tersebut Intan merupakan siswa

yang pandai hal tersebut dapat dilihat dari hasil belajar yang diperoleh dari setiap siklusnya selalu memperoleh nilai di atas KKM, misalnya pada siklus II nilai pretes memperoleh 92 dan nilai postes 100. Selain itu, peningkatan tersebut terjadi karena guru mampu menyesuaikan antara meteri pembelajaran dengan Strategi Pembelajaran Galeri dan siswa mulai mampu menyesuaikan diri dengan pembelajaran menggunakan Strategi Pembelajaran Galeri.

Penerapan strategi pembelajaran mampu mengakibatkan daya emosional siswa untuk emosional siswa untuk menemukan pengetahuan baru dan dapat mempermudah daya ingat jika sesuatu yang ditemukan itu dilihat secara langsung. Galeri juga dapat memotivasi keaktivan siswa dalam proses belajar sebab bila sesuatu yang baru ditemukan berbeda antara satu dengan yang lainnya maka dapat saling mengkoreksi antara sesama siswa baik kelompok maupun antar siswa itu sendiri. Pembelajaran dengan tipe Galeri dapat memotivasi siswa untuk berlomba membuat hasil karya sekreatif mungkin dan dapat di apresiasi oleh guru atau teman-teman, baik secara individual maupun kelompok. Strategi pembelajaran ini juga merupakan strategi pembelajaran yang memberikan kesempatan siswa untuk mengembangkan kreativitasnya.

Staregi Pembelajaran galeri dapat meningkatkan kegiatan positif siswa dalam pembelajaran seperti siswa yang selalu mengerjakan tugasnya, mengumpulkan tugasnya tepat waktu dan

memperhatikan penjelasan guru. Hal ini di dorong dari langkah- langkah pembelajaran yang menempatkan siswa pada suasana pembelajaran yang memerlukan interaksi dan kerjasama antar siswa dan melibatkan siswa dalam materi pembelajaran yang diajarkan sehingga dapat menambah pengalaman dan dapat mengembangkan kecakapannya.

Dengan demikian penerapan Strategi Pembelajaran Galeri dapat meningkatkan hasil belajar Seni Budaya dan Keterampilan siswa kelas V SDN 1 Surabaya khususnya materi berkarya kerajinan makrame.

BAB V PENUTUP

A. Kesimpulan

Berdasarkan hasil penelitian tindakan kelas dan pembahasan yang telah dipaparkan, maka dapat disimpulkan bahwa penggunaan strategi pembelajaran galeri dapat meningkatkan hasil belajar Seni Budaya dan Keterampilan pada siswa kelas V SD Negeri 1 Surabaya Kecamatan Padangratu Tahun Pelajaran 2017/2018. Hal ini dapat dilihat dari presentase hasil belajar siswa. Pada siklus I presentase ketuntasan siswa sebesar 73%, kemudian pada siklus II sebesar 81% atau mengalami peningkatan sebesar 8%.

B. Saran

Berdasarkan hasil penelitian tindakan kelas yang penulis lakukan, penulis memberikan saran sebagai berikut:

1. Agar hasil belajar Seni Budaya dan Keterampilan lebih meningkat maka di sarankan bagi guru untuk menggunakan strategi pembelajaran galeri dengan mengoptimalkan hasil belajar siswa serta dapat dijadikan sebagai vasiasi pembelajaran dalam proses pembelajaran.

2. Bagi siswa kelas V SD Negeri 1 Surabaya Padangratu dapat lebih aktif dalam proses pembelajaran karena dengan keaktifan akan membantu siswa untuk lebih memahami materi yang belum dipahami oleh siswa yang diberikan oleh guru.

3. Bagi guru dapat meningkatkan profesionalisme guru dalam mengelola pembelajaran sehingga dapat mewujudkan kualitas proses dan hasil belajar siswa, selain itu akan diperoleh informasi baru tentang efektifitas strategi pembelajaran galeri dalam pembelajaran Seni Budaya dan Keterampilan.

Mengembangka kreativitas guru dalam proses pembelajaran sehingga mutu pembelajaran ditingkatkan.

4. Bagi sekolah untuk meningkatkan mutu proses dan hasil belajar siswa.

Memperbaiki proses belajar mengajar dalam pembelajaran Seni Budaya dan Keterampilan di sekolah sebagai pencapaian visi SD Negeri 1 Surabaya, walaupun Seni Budaya dan Keterampilan bukan pelajaran akademik.

DAFTAR PUSTAKA

Ahmad Saifullah. Penerapan Metode Gallery Walk (Pameran Berjalan) Dalam Meningkatkan Hasil Belajar Fiqih Materi Jual Beli Siswa Kelas VI Madrasah Ibtidaiyah Sendangdawung Kecamatan Kangkung Kendal

Tahun Pelajaran 2010/2011, dalam

http://library.walisongo.ac.id/digilib/files/disk1/113/jtptiain-gdl- ahmadsaifu-5603-1-093111246.pdf, diunduh pada 12 Mei 2017.

Anas Sudijono. Pengantar Statistik Pendidikan. Jakarta: Raja Grafindo Persada, 2011.

Aunurrahman. Belajar dan Pembelajaran. Bandung: Alfabeta, 2012.

Asis Saefuddin. Pembelajaran Efektif. Bandung: Remaja Rosdakarya, 2014.

Aris Kurniawan. Pembelajaran Seni Budaya Dan Keterampilan Di Kelas V Sekolah Dasar Negeri Singodutan, Tandon, Pare, Selogiri, Wonogiri, dalam http://eprints.uny.ac.id/23785/1/SKRIPSI%20LENGKAP.pdf di unduh pada 12 Mei 2017.

Bukhari Umar. Hadis Tarbawi. Jakarta: Amzah, 2012.

Dokumen SD Negeri 1 Surabaya. Padangratu.

Kunandar. Langkah Mudah Penelitian Tindakan Kelas. Jakarta: Raja Grafindo Persada, 2013.

Melvin L. Siberman. Active Learning 101 Cara Belajar Siswa Aktif. Bandung:

Nusamedia dan Nuansa, 2004.

Muhammad Thobroni dan Arif Mustofa. Belajar dan Pembelajaran. Jogjakarta:

Ar-Ruzz Media, 2013.

QS. An-Nahl (16): 78. Tangerang: Kalim.

QS. Ar-Rum (30): 30. Tangerang: Kalim.

Sartini, Pengembangan Modul Kerajinan Makrame untuk Pembelajaran Keterampilan PKK Di SMP Negeri 1 Yogyakarta, dalam http://eprints.uny.ac.id/21240/1/Sartini%2008513245001.pdf diunduh pada 26 Oktober 2017.

Saiful Bahri Djamarah dan Aswan Zain. Strategi Belajar Mengajar. Jakarta:

Rineka Cipta, 2010.

Siti Umi Farida. Peningkatan Hasil Belajar Pkn Siswa Pada Materi Mengenal Rumah Adat Di Indonesia Dengan Penggunaan Gallery Walk Di Kelas IIIMi Gisikdrono Semarang Semester Gasal Tahun Pelajaran 2014/2015, dalam http://eprints.walisongo.ac.id/4622/1/113911217.pdf diunduh pada 12 Mei 2017.

Slameto. Belajar dan Faktor-faktor yang Mempengaruhinya. Jakarta: Rineka Cipta, 2013.

Sofan Amri. Peningkatan Mutu Pendidikan Sekolah Dasar dan Menengah.

Jakarta: Prestasi Pustakaraya, 2013.

Solich et.al. Seni Budaya dan Keterampilan untuk Sekolah Dasar Kelas 5.

Jakarta: Erlangga, 2007.

Sugiono. Metode Penelitian Pendidikan Pendekatan Kualitatif, Kuantitatif dan R

& D. Bandung: Alfabeta, 2009.

Suharsimi Arikuntoet.al. Penelitian Tindakan Kelas. Jakarta: Bumi Aksara, 2012.

Wina Sanjaya. Penelitian Tindakan Kelas. Jakarta: Kencana, 2010.

Zuhairi et.al. Pedoman Penulisan Karya Ilmiah. Jakarta: Rajawali Pers, 2016.

LAMPIRAN

SILABUS Mata Pelajaran : Seni Budaya dan Keterampilan

Kelas/semester : V (Lima) / 2 (Dua)

Standar Kompetensi : 15. Mengapresiasi karya kerajinan KOMPETENSI

DASAR

MATERI POKOK/

PEMBELAJARAN

KEGIATAAN

PEMBELAJARAN INDIKATOR PENILAIA

N

ALOKA SI WAKTU

SUMBER BELAJAR 15.1 Mendeskripsikan

Kesesuaian fungsi, kekuatan dan keindahan karya kerajinan

Teknik Makrame  Mengamati gambar, foto atau model keindahan karya kerajinan makrame

 Menjelaskan fungsi, kekuatan dan keindahan karya kerajinan makrame

Menjelaskan fungsi, kekuatan dan keindahan karya kerajinan makrame

Teknik Tes tertulis dan lisan

Bentuk Isian

Instrumen Lembar kerja siswa

2 jp x 35 menit

 Buku paket kelas V

 Gambar/

foto

15.2 Menampilkan sikap apresiatif terhadap karya kerajinan makrame

Teknik Makrame  Mengamati gambar, foto atau model keindahan karya kerajinan makrame

 Mengapresiasi keindahan karya kerajinan makrame

Mengapresiasi keindahan karya kerajinan makrame

Teknik Tes tertulis dan lisan

Bentuk Isian

Instrumen Lembar kerja siswa

2 jp x 35 menit

 Buku paket kelas V

 Gambar/

foto

LAMPIRAN 4

PROGRAM SEMESTER

Nama Sekolah : SDN 1 Surabaya Tahun Pelajaran : 2017/2018

Kelas : V (Lima) Nama Guru : Priyono, S.Pd.SD

NO STANDAR KOMPETENSI/ KOMPETENSI

DASAR

ALOK ASI WAKTU

BULAN

JANUARI FEBRUARI MARET APRIL MEI JUNI

1 2 3 4 5 1 2 3 4 5 1 2 3 4 5 1 2 3 4 5 1 2 3 4 5 1 2 3 4 5

1 IPS 16 jam

SK.2 Menghargai peranan tokoh pejuang dan

masyarakat dalam mempersiapkan dan

mempertahankan kemerdekaan

Indonesia

KD.2.3 Menghargai jasa dan peranan tokoh

dalam 16 jam

4 4 4 4

Memproklamasikan kemerdekaan

Indonesia

2 PKn 8 jam

SK.4Memahami kebebasan berorganisasi

KD.4.1 Mengenal bentuk keputusan bersama 8 jam 2 2 2 2

3 Bahasa Indonesia 24 jam Mendengarkan

SK.5 Memahami cerita tentang suatu peristiwa

dan cerita pendek anak yang

disampaikan

secara lisan

KD.5.2 Mengidentifikasi unsur cerita (tokoh, 6 jam 6

tema, latar, amanat)

Berbicara

SK.6 Mengungkapkan pikiran dan perasaan

Secara lisan dalam diskusi dan bermain

Drama

KD.6.2 Memerankan tokoh drama dengan

lafal 6 jam

6

intonasi dan ekspresi yang tepat

Membaca

SK.7 Memahami teks dengan membaca

Sekilas

membaca memindai dan membaca

cerita

anak

K.D.7.2 Menemukan informasi secara cepat

dari 6 jam

6

berbagai teks khusus (buku-buku

petunjuk telepon, jadwal perjalanan, daftar menu, dan lain-lain.

Menulis

SK.8Mengungkapkan pikiran, perasaan,

informasi dan fakta secara tertulis

dalam bentuk ringkasan, laporan dan puisi

bentuk ringkasan, laporan dan puisi

bebas

KD.8.2 Menulis laporan pengamatan atau 6 jam 6

kunjungan berdasarkan tahapan

(catatan konsep awal, perbaikan, final)

dengan memperhatikan penggunaan Ejaan

4 IPA 16 jam

SK.7 Memahami perubahan yang terjadi di

dalam penggunaaan sumber daya alam

KD.7.3 Mendeskripsikan struktur bumi 6 jam 4 2

K.D.7.4 Mendeskripsikan proses daur air dan 6 jam 2 4

kegiatan manusia yang dapat Mempengaruhinya

KD.7.5Mendeskripsikan perlunya

penghematan

Air

5 Matematika 24 jam

SK.6 Memahami sifat-sifat bangun dan

Hubungan antara bangun

KD.6.2Mengidentifikasi sifat-sifat bangun

ruang 12 jam

6 6

K.D.6.3 Menentukan jaring-jaring berbagai 12 jam 6 6

Bangun ruang sederhan

RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN (RPP 1)

Sekolah : SD Negeri 1 Surabaya Kecamatan Padangratu Mata Pelajaran : SBK (Seni Budaya dan Keterampilan)

Kelas/Semester : V (Lima)/ 2 (Dua) Alokasi waktu : 2 x 35 menit A. Standar Kompetensi

15. Mengapresiasi karya kerajinan B. Kompetensi Dasar

15.1 Mendeskripsikan kesesuaian fungsi, kekuatan dan keindahan karya kerajinan

C. Indikator Pencapaian Kompetensi

15.1.1 Menjelaskan fungsi, kekuatan dan keindahan karya kerajinan makrame

D. Tujuan Pembelajaran

 Siswa mampu menjelaskan fungsi, kekuatan dan keindahan karya kerajinan makrame

E. Materi Ajar

 Teknik makrame F. Metode Pembelajaran

 Strategi pembelajaran galeri G. Langkah-langkah Pembelajaran

1. Kegiatan awal a. Apersepsi

Dalam kegiatan apersepsi

 Membuka pembelajaran dengan salam

 Berdo‟a bersama-sama

 Menanyakan kabar siswa

 Mengabsensi kehadiran siswa

 Mengkondisikan siswa untuk belajar dikelas b. Motivasi

2. Kegiatan inti a. Eksplorasi

Dalam kegiatan eksplorasi, guru:

 Membagi siswa dalam beberapa kelompok

 Guru bertanya mengenai bagaimana membuat tali peluit

 Guru menjelaskan pengertian makrame b. Elaborasi

Dalam kegiatan elaborasi:

 Guru menjelaskan fungsi, kekuatan dan keindahan karya kerajinan.

 Guru memberikan soal pretes.

 Guru meminta masing-masing kelompok membuat karya dalam bentuk bagan dengan berbagai media sesuai materi yang telah dijelaskan.

c. Konfirmasi

Dalam kegiatan konfirmasi, guru:

 Bersama siswa membuat rencana tempat yang akan digunakan untuk pameran.

 Bersama siswa melakukan pameran di depan kelas.

 Bersama siswa merefleksi kegiatan pembelajaran.

 Bertanya jawab mengenai hal-hal yang belum jelas

 Memberikan penguatan mengenai materi yang telah disampaikan

3. Kegiatan penutup

Dalam kegiatan penutup, guru:

 Menyimpulkan materi yang telah disampaikan

 Memberikan motivasi

 Menutup pembelajaran dengan mengucapkan salam H. Alat dan Sumber Belajar

1. Alat

 Karton

 Pensil warna

 Lem 2. Sumber belajar

 Buku paket Seni Budaya dan Keterampilan untuk Sekolah Dasar Kelas V, Solich et.al, (Jakarta: Erlangga: 2007), h. 120.

(RPP 2)

Sekolah : SD Negeri 1 Surabaya Kecamatan Padangratu Mata Pelajaran : SBK (Seni Budaya dan Keterampilan)

Kelas/Semester : V (Lima)/ 2 (Dua) Alokasi waktu : 2 x 35 menit A. Standar Kompetensi

15. Mengapresiasi karya kerajinan B. Kompetensi Dasar

15.2 Menampilkan sikap apresiatif terhadap karya kerajinan makrame

C. Indikator Pencapaian Kompetensi

15.1.1 Menunjukkan sikap apresiatif terhadap karya kerajinan makrame

D. Tujuan Pembelajaran

 Siswa mampu menunjukkan sikap apresiatif terhadap karya kerajinan makrame

E. Materi Ajar

 Teknik makrame F. Metode Pembelajaran

 Strategi pembelajaran galeri G. Langkah-langkah Pembelajaran

1. Kegiatan awal a. Apersepsi

Dalam kegiatan apersepsi:

 Membuka pembelajaran dengan salam.

 Berdo‟a bersama-sama.

 Menanyakan kabar siswa.

 Mengabsensi kehadiran siswa.

 Mengkondisikan siswa untuk belajar dikelas.

 Melakukan senam otak.

2. Kegiatan inti a. Eksplorasi

Dalam kegiatan eksplorasi, guru:

 Bertanya mengenai materi yang telah dipelajari.

 Meminta siswa bergabung dengan kelompoknya

 Membagikan karton b. Elaborasi

Dalam kegiatan elaborasi:

 Guru meminta masing-masing kelompok membuat rangkuman dalam bentuk bagan dengan berbagai media yang disediakan.

 Guru dan siswa menata tempat pameran.

 Guru meminta hasil karya dipajang per kelompok seperti layaknya pameran.

 Siswa dalam kelompok diminta untuk berkeliling mengunjungi stan-stan pameran yang dipajang oleh masing- masing kelompok.

c. Konfirmasi

Dalam kegiatan konfirmasi, guru:

 Guru memberikan soal tes.

 Memberikan kesempatan siswa untuk bertanya.

 Memberikan penguatan mengenai materi yang telah disampaikan.

3. Kegiatan penutup

Dalam kegiatan penutup, guru:

 Menyimpulkan materi yang telah disampaikan.

 Memberikan motivasi.

 Menutup pembelajaran dengan mengucapkan salam.

H. Alat dan Sumber Belajar 1. Alat

 Karton

 Lem 2. Sumber belajar

 Buku paket Seni Budaya dan Keterampilan untuk Sekolah Dasar Kelas V, Solich et.al, (Jakarta: Erlangga: 2007), h. 120.

(RPP 3)

Sekolah : SD Negeri 1 Surabaya Kecamatan Padangratu Mata Pelajaran : SBK (Seni Budaya dan Keterampilan)

Kelas/Semester : V (Lima)/ 2 (Dua) Alokasi waktu : 2 x 35 menit A. Standar Kompetensi

16. Membuat karya kerajinan dan benda permainan B. Kompetensi Dasar

16.1 Merancang karya kerajinan makrame C. Indikator Pencapaian Kompetensi

 Menjelaskan teknik dan bahan yang digunakan dalam pembuatan karya kerajinan makrame

 Membuat rancangan karya kerajinan makrame D. Tujuan Pembelajaran

 Siswa mampu menjelaskan teknik dan bahan yang digunakan dalam pembuatan karya kerajinan makrame

 Siswa dapat membuat rancangan karya kerajinan makrame E. Materi Ajar

 Teknik makrame F. Metode Pembelajaran

 Strategi pembelajaran galeri G. Langkah-langkah Pembelajaran

1. Kegiatan awal a. Apersepsi

Dalam kegiatan apersepsi

 Membuka pembelajaran dengan salam

 Berdo‟a bersama-sama

 Menanyakan kabar siswa

 Mengabsensi kehadiran siswa

 Mengkondisikan siswa untuk belajar dikelas

 Melalukan permainan “tangkap mangsa”

2. Kegiatan inti a. Eksplorasi

Dalam kegiatan eksplorasi, guru:

 Mengulas materi yang telah dipelajari

 Guru menjelaskan teknik dan alat yang digunakan dalam membuat kerajinan makrame

 Guru memberikan soal pretes

 Guru meminta berkumpul bersama kelompoknya

 Guru menjelaskan teknik dan alat dalam pembuatan makrame gelang

 Guru menjelaskan teknik dan alat dalam pembuatan makrame gantungan kunci

b. Elaborasi

Dalam kegiatan elaborasi:

 Guru membagikan bahan untuk membuat makrame gantungan kunci

 Siswa bersama-sama mempraktikkan cara membuat makrame gantungan kunci

c. Konfirmasi

Dalam kegiatan konfirmasi, guru:

 Meminta siswa dari masing-masing kelompok membuat karya kerajinan makrame

 Bertanya jawab mengenai hal-hal yang belum jelas

 Memberikan penguatan mengenai materi yang telah disampaikan

3. Kegiatan penutup

Dalam kegiatan penutup, guru:

 Meminta siswa menyiapkan karya yang akan digalerikan.

 Menyimpulkan materi yang telah disampaikan

 Memberikan motivasi

 Menutup pembelajaran dengan mengucapkan salam H. Alat dan Sumber Belajar

1. Alat

 Tali kur

 Gantungan kunci

 Manik-manik

Dalam dokumen SKRIPSI - IAIN Repository - IAIN Metro (Halaman 108-119)

Dokumen terkait