• Tidak ada hasil yang ditemukan

Pembahasan Hasil Penelitian

BAB IV HASIL DAN PEMBAHASAN

B. Pembahasan Hasil Penelitian

44 Anggota : Fadli Suraim

Anggota : Ahmad Khairunniam

45

X2 = untuk indikator (Sumber Dana Zakat) yang memiliki kategori setuju sebanyak 17 responden atau 56.66%. Indikator ini mampu memengaruhi variabel Pengelolaan Dana Zakat.

X3 = untuk indikator (Pemberian Dana Mustahik) yang memiliki kategori setuju sebanyak 17 responden atau 56.66%. Indikator ini mampu memengaruhi variabel Pengelolaan Dana Zakat.

b. Strategi Lazismu

Tabel 4.2 Strategi Lazismu

No Indikator

Pernyataan Responden

5 4 3 2 1

1 X4 (Peluang) 2 21 7 - -

2 X5 ( Kelebihan) 4 22 4 - -

3 X6 ( Kelemahan) - 23 5 - -

Kesimpulan

X4 = untuk indikator (Peluang) yang memiliki kategori setuju sebanyak 21 responden atau 70%. Indikator ini mampu memengaruhi variabel strategi lazismu. X5 = untuk indikator (Kelebihan) yang memiliki kategori setuju sebanyak 22 responden atau 73.33%. indikator ini mampu memengaruhi variabel strategi lazismu.

46

X6 = untuk indikator (Kelemahan) yang memiliki kategori setuju sebanyak 23 responden atau 76.66%. indikator ini mampu memengaruhi variabel strategi lazismu.

c. Pengentasan Kemiskinan

Tabel 4.3

Pengentasan Kemiskinan

No Indikator

Pernyataan Responden

5 4 3 2 1

1 Y1 (Pembinaan dalam Pengelolaan Dana Zakat)

6 20 4 - -

2 Y2 ( Saluran Dana Zakat) 16 14 - - 3 Y3 ( Mengupayakan

Pengembangan Usaha)

14 16 - - -

Kesimpulan :

Y1 = untuk indikator (Pembinaan dalam Pengelolaan Dana Zakat) yang memiliki kategori setuju sebanyak 20 responden atau 66.66%. indikator mampu mempengaruhi variable pengentasan kemiskinan.

Y2= untuk indikator (Saluran Dana Zakat) yang memiliki kategori setuju sebanyak 16 responden atau 53.33%. indikator mampu mempengaruhi variabel pengentasan kemiskinan.

Y3= untuk indikator (Mengupayakan Pengembangan Usaha) yang memiliki kategori setuju sebanyak 16 responden atau 53.33%. indikator mampu mempengaruhi variable pengentasan kemiskinan.

47 3. Uji Validasi Dan Realiability

Dapatkan nilai dan nilai reliabilitas dalam penggunaan keandalan komposit dengan nilai yang lebih besar dari 0,70 (> 0.70) manajemen dana zakat 0,83> 0,70 dengan keandalan data. Untuk nilai validasi digunakan cronback alpha dengan nilai (0,72 0.72> 0,2 05 sangat valid. Strategi Lazismu 0,22 <0> 0,70 Karena itu, data adalah keandalan yang menakutkan. Untuk validitas yang digunakan, Cronbach Alpha (0,05) digunakan 0:49> 0,05 sangat valid.

4. Uji Model Spesification

a. Measurement Model Specification

Spesifikasi model pengukuran adalah pengukuran hasil identifikasi (media) yang terdiri dari X1 hingga X3 untuk pemberian variabel dana zakatl, x4 ke x6 untuk produk lazie strategis variabelnya. Data yang terlihat ditunjukkan dalam manajemen variabel dana Zakat adalah X1 Media> 5 dan 4, x2 Media> 5, X3 Media> 4. Dalam strategi variabel Lazisu X4 > X5 Media> 4, X6 Media> 4. Dalam variabel keselamatan kemiskinan adalah rata-rata Y1> 4 dan 2 media> 5 dan y3 media> 4.

b. Manifest Variabel Score (Original) a) Variabel Pengelolaan Dana Zakat (a) b) Variabe Strategi Lazismu (β)

c) Variabel Pengentasan Kemiskinan (y)

Manifest di variabel Pengelolaan Dana Zakat telah di ukur dari (X1 sampai X3), variabel Strategi Lazismu telah di ukur dari (X4 sampai X6 dan variabel Pengentasan Kemiskinan telah di ukur dari (Y1 sampai dengan Y3).

48 Model Spesification

Gambar 2 .3 Model Specification

Ini adalah struktur (path model)model jaklur pengaruh variabel (α) terhadap variabel (β), variabel (β) terhadap variabel (γ) dan variabel (α) terhadap variabel (γ).

Partiall Lear Square, untuk di ketahui.

Kriteria quality. Dapat dilihat dari :

• Overview

• Redudancy

• Cronbach Alpha

• Laten Variable Correlations

• R Square

• AVE

• Comunality

• Total Effects

Pegelolaan

Dana Zakat (α)

Strategi Lazismu (β)

Pengentasan Kemiskinan

(γ) H 3

H 2 H 1

49

• Composite Realibility

Struktural Model Specification Hasil olah data diperoleh melaui Smart Partial Least Square ( Smart- PLS M3).

Tabel 4.4 Overview AVE

Composite Reliability

R Square

Cronbachs Alpha PENGENTASAN

KEMISKINAN

0.482853 0.725861 0.340455 0.497729

PENGELOLAAN DANA ZAKAT

0.637847 0.838784 0.722604

STRATEGI LAZISMU

0.437025 0.220437 0.251535 -0.659295

Communality Redundancy PENGENTASAN KEMISKINAN 0.482853 0.13398 PENGELOLAAN DANA ZAKAT 0.637848

STRATEGI LAZISMU 0.437026 0.106467

50 Tabel 4.5 Redudancy

Redundancy PENGENTASAN

KEMISKINAN

0.13398

PENGELOLAAN DANA ZAKAT

STRATEGI LAZISMU 0.106467

Tabel 4.6 Chronbachs Alpha

Cronbachs Alpha PENGENTASAN

KEMISKINAN

0.497729

PENGELOLAAN DANA ZAKAT

0.722604

STRATEGI LAZISMU -0.659295

Tabel 4.7

Latent Variabel Corelations PENGENTASAN

KEMISKINAN

PENGOLAHAN DANA ZAKAT

STRATEGI LAZISMU

PENGENTASAN KEMISKINAN

1

51 PENGELOLAAN

DANA ZAKAT

0.555872 1

STRATEGI LAZISMU

0.432239 0.501533 1

Tabel 4.8 R Square

R Square

PENGENTASAN KEMISKINAN 0.340455

PENGELOLAAN DANA ZAKAT

STRATEGI LAZISMU 0.2521535

Tabel 4.9 AVE

AVE

PENGENTASAN KEMISKINAN 0.482853

PENGELOAAN DANA ZAKAT 0.637847

STRATEGI LAZISMU 0.437025

Tabel 4.10 Communality

Communality

PENGENTASAN KEMISKINAN 0.482853

52

PENGELOLAAN DANA ZAKAT 0.637848

STRATEGI LAZISMU 0.437026

Tabel 4.11 Total Effects PENGENTASAN

KEMISKINAN

PENGOLAHAN DANA ZAKAT

STRATEGI LAZISMU PENGENTASAN

KEMISKINAN PENGELOLAAN DANA ZAKAT

0.555872 0.501533

STRATEGI 0.205021

LAZISMU

Tabel 4.12

Composite Reliability

Composite Reliability PENGENTASAN

KEMISKINAN

0.725861

PENGELOLAAN DANA ZAKAT

0.838784

STRATEGI LAZISMU 0.220437

53 Tabel 4.13

Outer Loadings (Mean, STDEV, T-Values)

Original Sample

(O)

Sample Mean (M)

Standar d Deviatio n (STDEV

)

Standar d Error ( STERR

)

T Statistic

s ( |O/STE

RR|) X1<-

PENGELOLAA N DANA

ZAKAT

0.808187 0.801681 0.050021 0.050021 16.15682 5

X2<- PENGELOLAA

N DANA ZAKAT

0.904968 0.904844 0.026829 0.026829 33.73112 9

X3<- PENGELOLAA

N DANA ZAKAT

0.664385 0.657829 0.093224 0.093224 7.126755

X4<- STRATEGI

LAZISMU

-0.595613 -0.531163 0.223074 0.223074 2.670027

X5<-

54 STRATEGI

LAZISMU

0.389822 0.408302 0.143681 0.143681 2.713106

X6<- STRATEGI

LAZISMU

0.8996861 0.873803 0.059255 0.059255

15.13556 2

Y1<- PENGENTASA

0.686461 0.682236 0.077495 0.077495 8.858114

N KEMISKINAN

Y2<- PENGENTASA

N KEMISKINAN

0.869018 0.850605 0.044664 0.044664 19.45663 2

Y3<- P PENGENTASA

N KEMISKINAN

0.471315 0.481438 0.155009 0.155009 3.040565

5. Evaluasi Model Pengukuran

Evaluasi model pengukuran adalah evaluasi laporan konstruksi dengan indikator.

Evaluasi ini mencakup dua fase, yaitu evaluasi validitas konvergen dan validitas diskriminasi. Validitas konvergen dapat dievaluasi dalam tiga fase, khususnya, indikator, validasi, rasier, konstruksi dan nilai validitas varian rata-rata ekstrak (AVE) dapat dilihat pada nilai faktor beban. Nilai nilai faktor yang memuat indikator lebih dari 0, 5 dan nilai t statistik T lebih tinggi dari 2.0 dapat dikatakan bahwa instalasi

55

faktor pengisian nilai kurang dari 0,5 berlaku dan memiliki nilai statistik kurang 2.0 Jadi dihapus dari model. Semua loading factor memiliki nilai t statistic lebih dari 2.0 sehingga jelas memiliki validitas yang signifikan. Nilai t statistic untuk loading variabel pengelolaan dana zakat X1 sampai dengan X3 untuk variabel strategi lazismu X4 sampai X6 dan untukdan untuk variabel pengentasan kemiskinan Y1 sampai Y3

adalah valid. Syarat jika faktor loading >0.5 dan nilai t statistic<2.0 maka dikeluarkan dari model. Dan model penelitian tersebut dimana:

Variabel pengelolaan dana zakat (α) dimana:

X1(4..48) > 0.5 X2(4.51) > 0.5 X3 (4.55) > 0.5

Variabel strategi lazismu (β) dimana:

X4 (3.85) > 0.5 X5 (4.02) > 0.5 X6 (3.73) > 0.5

Variabel Pengentasan kemiskinan (γ) dimana:

Y1 (4.09) > 0.5 Y2 (4.53) > 0.5

56 Y3(4.49) > 0.5

Olah data tersebut menujukkan faktor loading>0.5 yang di arikan data sangat akurat ( valid). Semua loading faktor memiliki nilai t statistic lebih dari 2.0 sehingga jelas memiliki validasi yang signifikan. Nilai t statistic untuk loading faktor indikator adalah )<2.0)

Tabel 4.14 Overview AVE

Composite Reability

R square

Cronbach Alpha

Communality Redudancy

PENGENT ASAN KEMISKIN

AN

0.482853 0.725861 0.340455 0.497729 0.482853 0.13398

PENGELO LAAN DANA ZAKAT

0.637847 0.838784 0.722604 0.637848

STRATEGI LAZISMU

0.437025 0.220437 0.251535 -0.659295 0.437026 0.106467

Pemeriksaan selanjutnya dari convergent validity adalah reability konstrak dengan melihat output composite reability atau cronbach‟s alpha. Kriteria dikatakan reliable adalah nilai composite reliability atau cronbach‟s Alpha lebih dari 0.70 dari output berikut menunjukkan konstrak pengentasan kemiskinan dan strategi lazismu

57

memiliki nilai cronbach‟s alpha kurang dengan nilai 0.497729 dan -0.659295 dari nilai 0.7. Tetapi, bila dilihat dari nilai composite reliability, nilai pengentasan kemiskinan 0.725861 (>0.70) sehingga tetap dikatakan reliable. Konstrak lainnya memiliki nilai composite reliability dan cronbach‟s Alpha diatas o.70 pemeriksaan terakhir dari convergent validity yang baik adalah apabilanilai AVE konstrak prngelolaan dana zakat,strategi lazismu,pengentasan kemiskinan memiliki nilai AVEdiatas 0.50.

Evaluasi discriminat validity dilakukan dalam dua tahap, yaitu melihat nilai cross loading dan membandingkan antara nilai kuadrat korelasi antara konstrak dengan nilai AVE atau korelasi antara konstrak dengan akar AVE. kriteria dalam cross loading bahwa setiap indikator yang mengukur konstraknya haruslah berkolerasi lebih tinggi dengan konstraknya di bandingkan dengan konstrak lainnya,

Hasil output cross loading sebagai berikut:

Tabel 4.15 Cross Loadings PENGENTASAN

KEMISKINAN

PENGOLAHAN DANA ZAKAT

STRATEGI LAZISMU

X1 0.465692 0.808187 0.326816

X2 0.511956 0.904968 0.585967

X3 0.323694 0.664385 0.170347

X4 -0.005166 -0.266574 -0.595613

X5 0.189486 0.220748 0..389822

X6 0..459094 0..448643 0..896861

58

Y1 0.686461 0.330948 0.290271

Y2

0.869018 0.556855 0.375695

Y3 0.471315 0.128637 0.216632

Korelasi X1,X2 X3 konstrak pengolahan dana zakat adalah 0.808187, 0.904968, 0.664385 lebih rendah dari 0.70. sama halnya dengan X4 X5X6 , berdasarkan table di atas, setiap indikator berkolerasi lebih rendah dengan konstraknya masing-masing dibandingkan dengan konstrak lainnya,ehingga dikatakan memiliki discriminat validity yang baik. pemeriksaannya selanjutnya adalah membandingkan antara korelasi dengan konstrak akar AVE konstrak. Hasilnya adalah sebagai berikut:

Tabel 4.16

Latent Variable Correlations PENGENTASAN

KEMISKINAN

PENGOLAHAN DANA ZAKAT

STRATEGI LAZISMU

PENGENTASAN KEMISKINAN

1

PENGELOLAAN DANA ZAKAT

0.555872 1

STRATEGI LAZISMU

0.432239 0.501533 1.

6. Evaluasi Model Struktural

Tabel 4. 17

Path coefficients (Mean, STDEV,T-Values)

59

Origina sample Standar Standar T statistics

Atas dasar tabel sebelumnya, kemiskinan 2) dan variabel variabel strateginya memiliki hubungan yang signifikan karena memiliki nilai statistik lebih besar dari 2.0. Mengenai strategi variabel Lazismu dalam pengurangan kemiskinan (hipotesis 3) memiliki nilai statistik kurang dari 2.0. Nilai persegi R adalah berikut

Tabel 4.18 R Square

R Square PENGENTASAN

KEMISKINAN

0.340455 l

Sample (O)

Mean (M) d Deviatio n ( STDEV

)

d Error (STERR )

( |O/STERR|

)

PENGELOLAAN DANA ZAKAT ->

PENGENTASAN KEMISKINAN

0.45304 8

0.44869 4

0.135798 0.135798 3.336186

PENGELOLAAA N DANA ZAKAT ->

STRATEGI LAZISMU

0.50153 3

0.51664 2

0.072925 0.072925 6.877354

STRATEGI LAZISMU->

PENGENTASAN KEMISKINAN

0.20502 1

0.22664 6

0.141852 0.141852 1.445313

60

PENGELOLAAN ZAKAT DANA

STRATEGI LAZISMU 0.251535

Nilai R Square Pengentasan kemiskinan adalah 0.340455. Artinya, pengolahan dana zakat dan pengentasan kemiskinan secara simultan mampu menjelaskan variability sebesar 30%.

Nilai R Square strategi lazismu adalah 0.251535. Artinya pengolahan dana zakat dan strategi lazismu secara simultan mampu menjelaskan variability sebesar 20%.

7. Jawaban Hasil Penelitian

1) Hipotesis 1 : Variabel Pengelolaan Dana Zakat berpengaruh terhadap variabel Strategi Lazismu

Hasil pengujian outer model yang telah dilakukan menunjukkan bahwa hubungan antara variabel pengolahan dana zakat memilki pengaruh terhadap variabel strategi lazismu sebesar 6.877354. Sedangkan berdasarkan tabel distribusi t menunjukkan bahwa thitung = 6.877354 lebih besar dari ttabel = 2.04841 yang menunjukkan bahwa dari hipotesis 1 ditolak karena terdapat pengaruh antara variabel pengengelolaan dana zakat terhadap variabel strategi lazismu.

61

Gambar 4.1: Kurva Pengujian Dua Sisi

2) Hipotesis 2 : Variabel pengelolaan dana zakat berpengaruh terhadap variabel pengentasan kemiskinan

Hasil pengujian outer model yang telah dilakukan menunjukkan bahwa hubungan antara variabel pengelolaan dana zakat memiliki pengaruh terhadap variable pengentasan kemiskinan sebesar 3.336186.

Sedangkan berdasarkan tabel distribusi t menunjukkan bahwa thitung = 3.336186 lebih besar dari ttabel = 2.04841 menunjukkan bahwa pada hipotesis 2 ditolak karena terdapat pengaruh yang signifikan antara variabel pengelolaan dana zakat terhadap variabel pengentasan kemiskinan.

Gambar 4.2 : Kurva Pengujian Dua Sisi

Berpengaruh bghhhbnnn

= 6.87

Signifikan

- t tabel = 2.04841 + t tabel = 2.04841

3.33 = Berpengaruh signi

Signifikan

- t tabel = 2.0 1808 + t tabel = 2.0 1808

62

3) Hipotesis 3 : Variabel Strategi Lazismu tidak berpengaruh terhadap variabel Pengentasan Kemiskinan

Hasil pengujian outer model yang telah dilakukan menunjukkan bahwa hubungan antara variabel strategi lazismu tidak memiliki pengaruh terhadap variabel pengentasan kemiskinan sebesar 1.445313. Sedangkan berdasarkan tabel distribusi t menunjukkan bahwa thitung = 1.445313 lebih kecil dari ttabel = 2.04841 yang menunjukkan bahwa dari hipotesis 3 di terima dan tidak berpengaruh terhadap variabel pengentasan kemiskinan.

Gambar 4.3 : Kurva Pengujian Dua Sisi

1 , 44 = Tidak Berpengaruh

t tabel = 2.04841 + t tabel = 2.04841

63 BAB V

PENUTUP

A. Kesimpulan

1. Variabel pengelolaan dana zakat berpengaruh terhadap variabel strategi lazismu. Hal ini menunjukkan bahwa hubungan antara variabel pengelolaan dana zakat dapat memengaruhi strategi lazismu.

2. Variabel pengelolaan dana zakat berpengaruh terhadap variabel pengentasan kemiskinan. Hal ini menunjukkan bahwa hubungan antara variable pengelolaan pengelolaan dana zakat dapat memengaruhi variabel pengentasan kemiskinan.

3. Variabel strategi lazismu tidak berpengaruh terhadap variabel pengentasan kemiskinan. Hal ini menunjukkan bahwa hubungan antara variabel strategi lazismu tidak memengaruhi variabel pengentasan kemiskinan.

Kesimpulan pemilihan strategi dari hasil SWOT yaitu :

1. Meningkatkan kesadaran masyarakat muslim tentang wajib zakat melalui sosialisasi dan penyuluhan zakat

2. Meningkatkan fungsi lembaga untuk mencapai masyarakat sejahtera melalui pendistribusian zakat harta yang merata dan tepat guna

3. Meningkatkan dan merekturisasi pengurus zakat melalui pelatihan kepemimpinan organisasi pelayanan Masyarakat

64 B. Saran

a) Lazismu Kota Makassar di harapkan dapat lebih meningkatkan keterbukaan tentang pengelolaan dana zakat agar masyarakat bisa mempercayai Lazismu Kota Makassar.

b) Lazismu kota makassar di harapkan memberikan modal kepada mustahik untuk mengembangkan usaha secara bersama sama. Melaui usaha bersama, maka kemandirian usaha dapat dicapai,sehingga mustahik dapat diharapkan menjadi muzakki

c) Hasil penelitian ini sekiranya dapat dijadikan acuan bagi penulis selanjutnya untuk mengembangkan maupun mengoreksi dan melakukan perbaikan khususnya yang meneliti tentang Analisis pengelolaan dana zakat .

d) Rekomendasi

Berdasar variabel lazismu di peroleh tidak berpengaruh terhadap variabel pengentasan kemiskinan hal ini bahwa lazismu yang Melakukan pengelolaan akan zakat tampak bahwa belum mampu Melakukan pengentasan kemiskinan hal tersebut diduga sebagai Berikut:

a. Organisasi lazismu belum memiliki program yang konseptual

Dalam menerobos masalah pengentasan kemiskinan programTersebu baru sebatas membagi zakat tapi belum dapat Menuntaskan kemiskinan.

b. Organisasi lazismu perlu memilki program yang komperensif

Dan memandang kemiskinan sebagai tantangan yang harus Di tuntaskan c. Organisasi lazismu perlu melakukan evaluasi kinerja dalam

Menjawab tantangan kemiskinan dan merupakan program Yang di tuntaskan

65

DAFTAR PUSTAKA

Al-Quran dan terjemahannya , Departemen Agama RI(Bandung: CV. Penerbit Ali, Muhammad Daud. Lembaga-lembaga Islam indonesia, (jakarta: Raja

Granfindo Perseda, 1995)

Ali,Muhammad Daud. (1988). Sistem Ekonomi Islam Zakat Dan Wakaf.

Al-qardawi,yusuf.fiqh al-zakaah,jilid,1 (Bairut:Muassahal-Risalah,1994), Amin Muhammad.Tafsir Ayat Ekonomi. Jakarta: Amzah, 201

Arijunto,Suharsimi,Prosedur Penelitian. (Jakarta:Rineka Cipta 2010) Daradjat, Zakiah. Zakat Pembersih Harta dan Jiwa,(Jakarta: Yayasan

Dirgantoro,Crown. (2001). Manajemen Stratejik Konsep, Kasus Implementas Erlangga,2010)

Fiqh , Fahruddin& Manajemen Zakat di Indonesia, (Cet,1;Malang:UIN Malang) Ejournal.uinsamata.ac.id diakses 10 Oktober 2018

Forum Zakat (2012), Cetak Biru Pengembangan Zakat Indonesia 2011 – 2025, Gramedia Pustaka Utam a, 1993),

Fuad Saifuddin Nur Solihin, Cet. I; Jakarta: Almahira Roni,kountur.Metode Penelitian untuk Penulisan Skripsi dan Tesis.Edisi Revisi 2. (Jakarta : PPM, 2007).

Hafiduddin, Didin. Manajemen syariah dalam praktik,( Jakarta : gema Insani Hardi, Eja Armas . Analisis pemberdayaan masyarakat muslim miskin Melalui qardul hasan.

Hafiz, Editor: Fuad Saifuddin Nur Solihin, Cet. I; Jakarta: Almahira Roni,kountur.Metode Penelitian untuk Penulisan Skripsi dan Tesis.Edisi Revisi 2. (Jakarta : PPM,2007).

Hasan,iqbal.pokok-pokok materi Statistik (Jakarta:PT Bumi Aksara,2002) Huda,m. Mansyur. Syubhat Seputar Zakat(Solo:Tim Medina,2012).

Husain,Umar. Metode Penelitian Untuk Skripsi dan Tesis,(Jakarta:PT Raja)

IkaShabrika , Dan Afifi Agus Tayyib. Kekuatan Zakat “Hidup Berkah RezekiMelimpah” (Cet. 1; Yogyakarta: Pustaka Albana, 2010) Islam

66

(Jakarta: Penerbit Erlangga, 2008) Jakarta : UI Preses Jakarta : FO Jakarta:

Grasindo.Jamnatul„Ali Art, 2005)

Kartika elsi, sari. Pengantar Hukum Zakat dan Wakaf. Jakarta: Grasindo, 2006,

Kementerian Agama Zakat(Makassar: Kanwil Kementrian Agama Provinsi Sulawesi Selatan,2010)

Kementrian Dalam Negeri “Undang-undang Republik Indonesia Nomor 23 Tahun 2011 Tentang Pengelolaan Zakat”.Official Website www.Kemendagri,co.

id” (20 Februari 2015).

Mahalli,Kasyful, Amalia.“Potensi dan Peranan Zakat dalam engentasan Kemiskinan diKota Medan” Jurnal Ekonomi dan Keuangan, Vol. 1, No.1, Desember 2012

Malahyati,Rahasia Sukses isnis Rasulullah (Cet;1. Yogyakarta: Jogja Great!

Marton, Sa'ad. 2004, Ekonomi Islam di Tengah Krisis Ekonomi, Hakim,: Jakarta Mufraini, Arief. Akuntansi Dan Manajemen Zakat: Mengomunikasi Kesadaran

Dan Membangun Jaringan (Cet. II; Jakarta: Kencana, 2008), Muh Aziz, Abdul.(Cet. I; Solo: Tinta Medina, 2011)

Muin,Rahmawati. IZDR (Indonesia Zakat Development Rep ort). 2012. Soal Kebijakan dan Hal Lain yang Belum Paripurna. IMZ (Indonesia Magnific ence of Zakat :JakartaManajemen Zakat, (Cet. 1; Makassar: Aluddin Press, 2011).

Mujar Ibnu Syarif, Khamami Zada, Fiqh Siyasah Doktrin Dan Pemikiran Politik Nadjikh Moh,Dan Eriyanto. Solusi Bisnis Untuk Kemiskinan, Jakarta:

Nasution,Amiur. Dari Mana Sumber Hartamu? (Logos, Departemen Agama, 1995) Nasution, Metode Research (Jakarta: Bumi Aksara,2012

Nuruddin,Amiur. Dari Mana Sumber Hartamu? (Jakarta: Penerbit Oneng, Bariyah. 2010. Kontekstualisasi TQM dalam Lembaga Pengelola Zakat untuk Pemberdayaan Ekonomi Masyarakat.(Studi Pada LAZ Rumah Zakat Kota Semarang)”. Pendidikan Islam RUHAMA, 1993)

Penerbit PT Elex Media Komputindo. (20120 Pengelolaan Zakat Press,2003).Publisher, 2010) ress, 2008),

Pratama,Citra Yoghi. „‟The Journal of Tauhidinomics‟‟ Vol. 1 No. 1 (2015) Qadir, Abdurrachman. Zakat (Dalam Dimensi Mahdhah dan Sosial), (Cet. 2;

Jakarta: PT. Raja Grafindo Persada, 2001),

67

Qadir, Abdurrachman. Zakat dalam Dimensi Mahdah dan Sosial, (Jakarta: Raja Grafindo Persada, 2001)

Qardawi, Yusuf. 2007. Hukum Zakat. Bogor: Litera Antar Nusa

Qardhawi,Yusuf. Kiat Islam Mengentaskan Kemiskinan, terjemahan, (Jakarta:Gema Insani Press, 1995).

Rahman,Fazlur. Economic Doktrines of Islam. Terj Suroyo Nastangin “ Doktrin Ekonomi Syafi‟i, iman, Zuhaily Wahbah. penerjemah: Muhammad Afifi, Abdul Hafiz, Editor: Riswanto, Roesyidi.. “ Permohonan penyampaian pembayaran zakat, infak, shadaqah (ZIS) pada Baznas Kota Palembang.

Palembang; No.233/BAZNAS- PLG/2016.

Ridwan,Muhammad. Manajemen Baitul Maal WaTamwil(Yogyakarta: UII Press,2004),

Ridwan, Ma‟ud Muhammad. Zakat& Kemiskinan Instrumen Pemberdayaan Ekonomi Umat (Yogyakarta:UII Press,2005), .

Roesmidi, Pemberdayaan Masyarakat (Sumedang: Alqa Print Jatinangor, 2006) Roesmidi, Pemberdayaan Masyarakat (Sumedang: Alqa Print Jatinangor,

2006)Sayid,Sabiq. Kitab Fiqh Sunnah. 2006

Saifulloh, “Pngelolaan Zakat Dalam Pemberdayaan, 2010.

Sayid,Sabiq Kitab Fiqh Sunnah. 2006

Senja, Ratu Aprilia, Fajri Zul. Kamus Lengkap Bahasa Indonesia, t.t; Aneka Ilmu bekerja sama dengan Difa Publisher, t,th

Soedarno,P. Ilmu Sosial Dasar Buku Panduan Mahasiswa (Jakarta: PT.

Gramedia Pustaka Utam a, 1993),.

Syafi‟i, iman, Zuhaily Wahbah. penerjemah: Muhammad Afifi, Abdul Tarmiwi,Irwan. Metode Penelitian (Cet 1;Surabaya : UIN SA Press,2014)

Undang-undang Republik Indonesia Nomor 23 Tahun 2011 Tentang Senja, Ratu Aprilia, Fajri Zul. Kamus Lengkap Bahasa Indonesia, t.t; Aneka Ilmu bekerja sama dengan Difa Publisher, t,th

Tarmiwi,Irwan. Metode Penelitian. (Cet1; Surabaya : UIN SA Press,2014)

68

RIWAYAT HIDUP

Muh Ridwan , Lahir di borong,desa borong Kecamatan herlang Kabupaten Bulukumba pada tanggal 19 April 1999. Anak kedua dari dua bersaudara dari pasangan Nurdin Dan Hawani. Penulis memasuki jenjang pendidikan Sekolah Dasar pada tahun 2006 di SDN 256 Kajang kajang dan lulus pada tahun 2011, kemudian pada tahun yang sama melanjutkan pendidikan kejenjang SLTP tepatnya MTSN 2 Bontotanga dan lulus pada tahun 2014. Setelah lulus, pada tahun tersebut penulis melanjutkan pendidikan kejenjang SLTA tepatnya SMAN 11 Bulukumba dan lulus pada tahun 2017. Dan atas ridho Allah SWT dan restu orang tua, pada tahun yang sama penulis melanjutkan pendidikan pada jenjang perkuliahan di salah satu kampus swasta di Makassar tepatnya di Unversitas Muhammadiyah Makassar Fakultas Agama Islam Prodi Hukum Ekonomi Syariah pada tahun 2017.

69

70

L A M

P

I

R

A

N

Dokumentasi

KUESIONER ANALISIS PENGELOLAAN DANA ZAKAT LAZISMU DAN STRATEGI MENGENTASKAN KEMISKINAN DI KOTA MAKASSAR A. Identitas

Nomor Kuesioner : Nama Lengkap : Umur :

Pekerjaan :

Jenis Kelamin :

B. Petunjuk Pengisian Kuesioner

Berikan respon anda sebenar-benarnya untuk setiap indikator yang ada pada kolom sebelah kiri dengan memberikan tanda centang () pada salah satu angka yang tersedia pada kolom alternatif jawaban.

Keterangan pilihan jawaban : 1 = Sangat Tidak Setuju (STS) 2 = Tidak Setuju (TS)

3 = Netral (N) 4 = Setuju (S)

5 = Sangat Setuju (SS)

No.

Daftar Pernyataan Alternatif Jawaban

1 2 3 4 5

STS TS N S SS

Penyuluhan zakat (X1)

X1.1 Pengelolaan zakat adalah kegiatan perencanaan, pengorganisasian, pelaksanaan, dan pengawasan terhadap pengumpulan dan pendistribusian serta pendayagunaan zakat

X1.2 Penyuluh zakat adalah para tenaga ahli yang memberikan penyuluhan mengenai perzakatan termasuk mensosialisasikan berbagai hal yang berkenaan dengan zakat sesuai dengan kedudukan mereka masing-masing, sehingga ketentuan- ketentuan atau aturan-aturan zakat tersosialisasi dan terlaksana secara luas . X1.3 Seorang penyuluh agama memiliki tugas

dan kewajiban memberikan motivasi kepada masyarakat, khususnya kepada calon muzakki agar berkenan menzakakan sebagian hartanya yang diberikan oleh Allah swt kepadanya, karena zakat memiliki dua nilai positif sekaligus

Sumber dana zakat (X2)

X2.1 Dana zakat disajikan sebagai kewajiban paling likuid.

X2.2 Sumber dana zakat, infak dan shadaqah berasaldari Bank dan pihak lain yang diterima Bank untuk disalurkan kepada pihak yang berhak sesuaidengan prinsip syariah

X2.3 Sumber dana zakat yang berasal dari pemilik Bankdiperhitungkan dari laba neto sebelum pajak selama periode satu tahun Pemberian dana bagi para mustahik (X3)

X3.1 Hikmah zakat bagi mustahik adalah dapat membantu masalah ekonomi penerima zakat, mempererat tali silaturahmi, serta menyucikan hati dari penyakit hati seperti iri dan prasangka buruk terhadap orang- orang yang lebih mampu.

X3.2 Orang yang berhak menerima zakat yaitu, fakir, miskin, amil, muallaf, hamba sahaya, gharim, sabilillah dan ibnu sabil

Peluang (X4)

X4.1 Lembaga Amil Zakat sangat berpeluang untuk membayar zakat

X4.2 ,saya sangat termotivasi untuk membayar zakat di lazismu

X4.3 Mendorong peluang usaha kepada mustahik untuk mengembangkan usaha yang dilakukan

X4.4

Kelebihan (X5)

X5.1 Saya lebih mudah untuk menunaikan zakat karena lokasinya sangat dekat

X5.2 Salah satu kelebihan LAZISMU yaitu objek lokasinya gampang untuk di jangkau X5.3 Zakat berperan sebagai sumber dana yang

potensial untuk mengentaskan kemiskinan Kelemahan (X6)

X6.1 Masyarakat masih ada yg belum mengetahui tentang keberadaan lembaga lazismu

X6.2 Kelemahan lazismu yaitu tidak adanya di perkampungan pelosok

X6.3 Di daerah pelosok masih sangat susah menjangkau lokasi lazismu

Pembinaan dalam pengelolaan dana zakat(Y1)

Y1.1 Amil mempunyai pengetahuan dan pemahaman terhadap landasan syariah yang terkait dengan pengelolaan dana zakat berupa Al-Quran dan hadis

Y1.2 Organisasi pengelola zakatyang terpadu antar amil, sehingga menghindari penyaluran zakat pada mustahik yang sama

Y2.3 Amil mempunyai pengetahuan dan pemahaman terhadap PSAK yang terkait dengan pengelolaan dana zakat

Saluran dana zakat (Y2)

Y2.1 Laporan Sumber dan Penyaluran Dana Zakat merupakan laporan yang menunjukkan sumber dan penyaluran dana zakat kepada entitas pengelola zakat selama suatu jangka waktu tertentu, serta saldo dana zakat yang belum disalurkan pada tanggal tertentu.

Y2.2 Dalam penyaluran dana zakat kepada entitas pengelola zakat, Bank cukup menyebutkan nama lembaga amil zakat dan badan amil zakat.

Y2.3 Sesuai dengan perundang-undangan yang berlaku, Bank hanya dapat menyalurkan

dana zakat yang diterima kepadalembaga amil zakat atau badan amil zakat

mengupayakan pengembangan usaha (Y3)

Y3.1 memberikan modal kepada mustahik untuk mengembangkan usaha dan bimbingan pengelolaan usaha yang dilakukan

Y3.2 mewujudkan potensi diri mustahik untuk pengembangan usaha individu.

Y3.3 dilakukan upaya mendinamiskan kelompok mustahik, sehingga mereka dapat melakukan pengembangan usaha bersama. Melalui usaha bersama, maka kemandirian usaha mustahik dapat dicapai, sehingga mustahik dapat diharapkan menjadi muzaki.

Tabel outer loadings dan Path coefficient

PENGENTASAN

KEMISKINAN

PENGOLAHAN DANA ZAKAT

STRATEGI LAZISMU

X1 0.808187

X2 0.904968

X3 0.664385

X4 -0.59561

X5 0.389822

X6 0.896861

Y1 0.686461

Y2 0.869018

Y3 0.471315

PENGENTASAN

KEMISKINAN

PENGOLAHAN

DANA ZAKAT

PENGENTASAN KEMISKINAN

PENGOLAHAN DANA ZAKAT 0.453048

STRATEGI LAZISMU 0.205021

Dokumen terkait