BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN
C. Pembahasan Hipotesis
b) Nilai koefisien regresi variabel fee audit adalah 0.519 yang menunjukkan apabila fee audit meningkat maka peluang kualitas audit yang dihasilkan meningkat sebesar 0.519 dengan asumsi tidak ada perubahan pada variabel independen lainnya.
c) Nilai koefisien regresi variabel audit tenure adalah -0.287 yang menunjukkan semakin lama audit tenure yang terjadi antara auditor dan perusahaan maka peluang kualitas audit yang dihasilkan akan menurun sebesar 0.287 dengan asumsi tidak ada perubahan pada variabel independen lainnya.
d) Nilai koefisien regresi variabel koneksi politik adalah -0.214 yang menunjukkan apabila perusahaan memiliki koneksi politik meningkat maka peluang kualitas audit yang dihasilkan menurun sebesar 0.214 dengan asumsi tidak ada perubahan pada variabel independen lainnya.
42
Tabel 4.6 Hasil Uji Hipotesis
Berdasarkan data diatas, maka dapat dilakukan interpretasi sebagai berikut:
a. Pengaruh Fee Audit Terhadap Kualitas Audit
Hasil uji hipotesis tabel 4.6 menunjukkan variabel fee audit memiliki nilai koefisen regresi positif sebesar 0.519 dan nilai signifikan 0.002 dimana lebih kecil dari 0.05 sehingga H1 diterima. Hal ini menunjukkan bahwa fee audit berpengaruh positif dan signifikan terhadap kualitas audit. Semakin tinggi audit yang diberikan oleh pihak klien maka semakin berkualitas audit yang dihasilkan. Penentuan fee audit yang dikeluarkan berdasarkan pekerjaan yang dilakukan, lama waktu pengerjaannya, lokasi, tanggungjawab dan lain sebagainya.
Dalam teori agensi, auditor merupakan pihak ketiga yang mengatasi konflik antara principal dan agen melalui proses audit. Perusahaan yang menginginkan kualitas audit yang tinggi dapat membayar fee yang lebih tinggi. Kualitas audit yang baik akan memberi informasi yang baik sehingga tidak
Hipotesis Pernyataan B Sig
H1 Fee Audit Berpengaruh Positif terhadap
Kualitas Audit 0.519 .002
H2 Audit Tenure Berpengaruh Negatif
terhadap Kualitas Audit -0.287 .550
H3 Koneksi Politik Berpengaruh Positif
terhadap Kualitas Audit -0.214 .799
terjadi ketidakseimbangan informasi antara pihak principal dan agen.
Hasil dari penelitian ini sesuai dengan penelitian yang
dilakukan Rinanda dan Nurbaiti (2018), Santoso dan Achmad (2019), Fauziyyah dan Praptiningsih (2020) yang
mendapatkan fee audit berpengaruh positif dan signifikan terhadap kualitas audit. Semakin tinggi fee audit yang diterima maka semakin berkualitas pelaporan dan pengeksposan laporan keuangan oleh Kantor Akuntan Publik kepada pihak berkepentingan.
b. Pengaruh Audit Tenure Terhadap Kualitas Audit
Hasil uji hipotesis tabel 4.6 menunjukkan variabel audit tenure memiliki nilai koefisen regresi negatif sebesar -0.287 dengan nilai signifikan 0.550 yang lebih besar dari 0.05 sehigga H2 ditolak. Hal ini berarti variabel audit tenure berpengaruh tidak signifikan atau tidak berpengaruh terhadap kualitas audit.
Penolakan yang terjadi pada hipotesis kedua ini dikarenakan lama audit tenure yang terjalin tidak dapat digunakan sebagai pengukur tinggi atau rendahnya kualitas audit yang dihasilkan. Lamanya masa perikatan yang terjalin menyebabkan ikatan emosional antara klien dengan auditor sehingga dapat berdampak pada kinerja auditor yang berpotensi menurunkan kualitas audit, tetapi masa perikatan yang lama juga membuat auditor lebih mengerti perusahaan
44
klien sehingga dapat diketahui jika klien ingin memanipulasi laporan keuangan.
Sehubungan dengan teori agensi, audit tenure atau lama masa perikatan akan membuat ketergantungan dari pihak klien dengan auditor sehingga berpotensi mengurangi kualitas audit yang dihasilkan. Hasil penelitian ini mendapatkan bahwa audit tenure tidak berpengaruh terhadap kualitas audit. Berarti lama masa perikatan yang terjadi antara klien dan auditor cenderung meningkatkan ataupun menurunkan kualitas audit dimana informasi yang dihasilkan nantinya akan digunakan oleh pihak prinsipal untuk melakukan evaluasi terhadap kinerja agen.
Hasil penelitian ini sesuai dengan penelitian Fauzziyah dan Praptiningsih (2020), Agustini dan Siregar (2020) yang mendapatkan bahwa audit tenure tidak berpengaruh terhadap kualitas audit. Turunnya kualitas audit tidak selalu dikarenakan lamanya masa perikatan yang mempengaruhi independensi dari auditor. Singkatnya masa perikatan juga bukan menjadi penentu dari keandalan kualitas audit.
c. Pengaruh Koneksi Politik Terhadap Kualitas Audit
Hasil uji hipotesis tabel 4.6 menunjukkan variabel koneksi politik memiliki nilai koefisen regresi negatif sebesar -0.214 dengan nilai signifikan 0.779 yang lebih besar dari 0.05 sehingga H3 ditolak. Hal ini berarti variabel koneksi politik
berpengaruh tidak signifikan atau tidak berpengaruh terhadap kualitas audit.
Penolakan yang terjadi pada hipotesis ketiga dikarenakan perusahaan dengan koneksi politik akan memilih auditor berkualitas tinggi (big four) untuk mengurangi kecurigaan informasi yang asimetri, tetapi disisi lain perusahaan dengan koneksi politik juga cenderung untuk memilih auditor non big four dikarenakan rendahnya kualitas pelaporan keuangan yang disebabkan kurangnya transparansi informasi laporan keuangan yang disajikan. Variabel koneksi politik sebagai pengukur tinggi atau rendahnya kualitas audit yang dihasilkan tidak dapat digunakan.
Hasil penelitian ini bertentangan dengan penelitian Armadiyanti dan Iswati (2019) yang mengungkapkan bahwa koneksi politik berpengaruh positif secara signifikan terhadap kualitas audit. Ketidaksesuaian ini dikarenakan penelitian ini mendapatkan hasil bahwa koneksi politik tidak berpengaruh terhadap kualitas audit. Tinggi atau rendahnya kualitas audit yang dihasilkan tidak selalu dikarenakan perusahaan tersebut memiliki koneksi politik atau tidak.
Dalam teori agensi perusahaan dengan koneksi politik memiliki kaitan erat dengan munculnya konflik kepentingan dikarenakan setiap individu memiliki kepentingannya sendiri.
Sehingga agen akan mencari auditor berkualitas tinggi unutk mengatasi informasi yang tidak asimetri. Keputusan dalam
46
milih auditor akan dipantau oleh pihak prinsipal dikarenakan hal ini merupakan komponen yang penting dalam tata kelola perusahaan untuk membantu meningkatkan kredibilitas informasi akuntansi yang diberikan oleh pihak agen.
47 BAB V PENUTUP
A. Kesimpulan
Berdasarkan hasil analisis yang telah diuraikan dan dilakukan mengenai pengaruh Fee Audit, Audit Tenure, dan Koneksi Politik Terhadap Kualitas Audit Pada Perusahaan Perbankan yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia, kesimpulan yang dapat penulis tarik adalah sebagai berikut:
1. Hasil penelitian fee audit berpengaruh positif dan signifikan terhadap kualitas audit. Semakin tinggi atau meningkat fee audit yang diberikan maka kualitas audit perusahaan yang dihasilkan akan meningkat.
2. Hasil penelitian audit tenure tidak berpengaruh terhadap kualitas audit. Lama audit tenure yang terjalin tidak dapat digunakan sebagai pengukur tinggi atau rendahnya kualitas audit yang dihasilkan.
3. Hasil penelitian koneksi politik tidak berpengaruh terhadap kualitas audit. Hal ini dikarenakan perusahaan dengan koneksi politik akan memilih auditor berkualitas tinggi (big four) untuk mengurangi kecurigaan informasi yang asimetri, tetapi disisi lain perusahaan dengan koneksi politik juga cenderung untuk memilih auditor non big four dikarenakan kurangnya transparansi informasi laporan keuangan yang dihasilkan.
48
B. Saran
Berdasarkan hasil serta pembahasan yang telah dilakukan, maka penulis dapat memberikan saran sebagai berikut:
1. Penelitian ini menggunakan sampel perusahaan perbankan yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia (BEI) dengan periode penelitian 2017-2019. Bagi penelitian selanjutnya dapat memperluas sampel penelitian dan memperpanjang periode pengamatan yang dilakukan.
2. Menambah atau memperbanyak variabel independen yang akan digunakan untuk penelitian selanjutnya agar dapat dijelaskan pengaruh kualitas audit yang lebih baik.
49
DAFTAR PUSTAKA
Angela, A., Miharja, M., Wijantini, W., & Farhana, S. (2019). Pengaruh Audit TenureTerhadap Kualitas Audit pada Perusahaan Terbuka di Indonesia.
Studi Akuntansi Dan Keuangan Indonesia, 2(2), 224–250.
https://doi.org/10.21632/saki.2.2.224-250
Armadiyanti, P., & Iswati, S. (2019). Corporate Political Connection And Audit Quality. 16(2), 122–140.
Astri, W., Purnamasari, P., & Maemunah, M. (2018). Pengaruh Audit Tenure, Ukuran Kap, dan Reputasi Kap terhadap Kualitas Audit (Studi Empiris pada Perusahaan Manufaktur yang Terdaftar di BEI Tahun 2010-2015). Jurnal Akuntansi, 4(1), 435–450.
Atmojo, R. T., & Sukirman. (2019). Effect of Tenure , Audit Specialization , and KAP’s Reputation on the Quality of Audit Mediated by Audit Committees.
Accounting Analysis Journal, 8(1), 66–73, p-ISSN 2252-6765 e-ISSN 2502- 6216. https://doi.org/10.15294/aaj.v8i1.25538
Buchori, A., & Budiantoro, H. (2019). Pengaruh Ukuran Perusahaan Klien, Audit Tenure, dan Spesialisasi Auditor Terhadap Kualitas Audit. Jurnal Pajak, Akuntansi, Sistem Informasi, Dan Auditing, 1(1), 22–39.
Fajri, A. (2018). Pengaruh Koneksi Politik Terhadap Penghindaran Pajak ( Studi Empiris Pada Perusahaan Manufaktur yang Terdaftar di Bursa Efek Indonesia 2016 -2018 ).
Fauziyyah, Z. I. P. (2020). Pengaruh Audit Fee, Audit Tenure Dan Rotasi Audit
terhadap Kualitas Audit. Monex, 9(1), 1–17.
http://www.ejournal.poltektegal.ac.id/index.php/monex/article/viewFile/1232/
1091
Kirana, I. G. A. M. I. (2020). The effect of auditor rotation, time pressure, and audit tenure on audit quality with auditor specialization as moderation variable (empirical study of manufacturing companies listed on the Indonesia stock exchange in 2014-2018). International Research Journal of Management, IT and Social Sciences, 7(3), 126–136.
https://doi.org/10.21744/irjmis.v7n3.931
Muchran, M. (2016). Effect Of Company Size, And Financial Ratio On Audit Report Lag Muhammadiyah University Makassar. 1(2), 117–134.
Nadya, Y., Santoso, P., & Achmad, T. (2019). Pengaruh Audit Tenure, Audit Fee, Tekanan Waktu, Tekanan Klien Dan Kompleksitas Tugas Terhadap Kualitas Audit Pada Kap Semarang. Diponegoro Journal of Accounting, 8(4), 1–10.
50
Nugroho, L. (2018). Analisa Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi Kualitas Audit (Studi Empiris pada Perusahaan Manufaktur Industri Sektor Barang Konsumsi yang Terdaftar Di Bursa Efek Indonesia tahun 2014-2016). Jurnal Maneksi, 7(1), 55. https://doi.org/10.31959/jm.v7i1.89
Pramaswaradana, I. G. N. I., & Astika, I. B. P. (2017). Pengaruh Audit Tenure, Audit Fee, Rotasi Auditor, Spesialsiasi Auditor, Dan Umur Publikasi Pada Kualitas Audit. 19, 168–194.
Rinanda, N., & Nurbaiti, A. (2018). Pengaruh Audit Tenure, Fee Audit, Ukuran Kantor Akuntan Publik Dan Spesialisasi Auditor Terhadap Kualitas Audit (Studi Pada Perusahaan Manufaktur Subsektor Aneka Industri yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia Tahun Periode 2012-2016). E-Proceeding of Management, 5(2), 2108–2116.
Rizaldi, S. (2017). Pengaruh Audit Tenure, Reputasi Auditor, Komite Audit Dan Fee Audit Terhadap Kualitas Audit (Studi Empiris Pada Perusahaan Yang Terdaftar Di Indeks KOMPAS100 Pada BEI Tahun 2012-2016).
Santhi, L. G. M. W., & Ratnadi, N. M. D. (2017). Independensi Auditor Sebagai Pemediasi Pengaruh Audit Fee Dan Time Budget Pressure Pada Kualitas Audit. Journal of Chemical Information and Modeling, 01(01), 1689–1699.
Sari, S. P., Diyanti, A. A., & Wijayanti, R. (2019). The Effect of Audit Tenure, Audit Rotation, Audit Fee, Accounting Firm Size, and Auditor Specialization to Audit Quality. Riset Akuntansi Dan Keuangan Indonesia, 4(3), 186–196.
https://doi.org/10.23917/reaksi.v4i3.9492
Setyawati, D., & Apandi, R. N. N. (2019). Positive Abnormal Audit Fee dan Koneksi Politik Terhadap Kualitas Audit. 11(2), 271–278.
Siregar, D. L. (2020). Pengaruh Fee Audit, Audit Tenure Dan Rotasi Audit Terhadap Kualitas Audit Di Bursa Efek Indonesia. Jurnal EMBA: Jurnal Riset Ekonomi, Manajemen, Bisnis Dan Akuntansi, 8(1), 637–646.
https://doi.org/10.35794/emba.v8i1.28033
Smith, K. J., & Emerson, D. J. (2017). An analysis of the relation between resilience and reduced audit quality within the role stress paradigm.
Advances in Accounting, 37(January), 1–14.
https://doi.org/10.1016/j.adiac.2017.04.003
Tehupuring, R., & Rossa, E. (2016). Pengaruh Koneksi Politik Dan Kualitas Audit Terhadap Praktik Penhindaran Pajak Di Lembaga Perbankan Yang Terdaftar Di Pasar Modal Indonesia Periode 2012-2014. 366–376.
Yanti, R. W. W. L., Sochib, & Witjaksono, P. (2018). Jurnal Riset Akuntansi Jurnal Riset Akuntansi. Jurnal Riset Akuntansi, 1(September), 1–7.
http://jkm.stiewidyagamalumajang.ac.id/index.php/jra%0APengaruh www.idx.co.id
51
LAMPIRAN
52
LAMPIRAN I
Data Populasi Perusahaan Perbankan yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia (BEI) Periode 2017-2019
No. Kode Nama Perusahaan
1 AGRO Bank Rakyat Indonesia Agro Niaga Tbk 2 BABP Bank MNC Iternasional Tbk
3 BACA Bank Capital Indonesia Tbk 4 BBCA Bank Central Asia Tbk
5 BBHI Bank Harda Internasional Tbk 6 BBKP Bank Bukopin
7 BBNI Bank Negara Indonesia ( Persero) Tbk 8 BBRI Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk 9 BBTN Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk 10 BKSW Bank QNB Indonesia Tbk
11 BMAS Bank Maspion Indonesia Tbk 12 BNBA Bank Bumi Arta Tbk
13 BNGA Bank CIMB Niaga Tbk
14 BNII Bank Maybank Indonesia Tbk 15 BSIM Bank Sinar Mas Tbk
16 BTPN Bank Tabungan Pensiunan Nasional Tbk 17 BVIC Bank Victoria International Tbk
18 INPC Bank Artha Graha International Tbk 19 MCOR Bank China Construction Bank Ind. Tbk 20 BCIC Bank J Trust Indonesia Tbk
21 BTPS Bank Tabungan Pensiunan Nasional Syariah Tbk 22 PNBS Bank Panin Syariah Tbk
23 AMAR Bank Amar Indonesia Tbk 24 ARTO Bank Artos Indonesia Tbk 25 BBMD Bank Mestika Dharma Tbk 26 BBYB Bank Yudha Bhakti Tbk 27 BDMN Bank Danamon Indonesia Tbk
28 BEKS Bank Pembangunan Daerah Banten Tbk 29 BGTG Bank Ganesha Tbk
30 BINA Bank Ina Perdana Tbk 31 BJBR Bank Jabar Banten Tbk 32 BNLI Bank Permata Tbk
33 DNAR Bank Dinar Indonesia Tbk
No. Kode Nama Perusahaan 34 NISP Bank OCBC NISP Tbk
35 MEGA Bank Mega Tbk
36 NOBU Bank Nationalnobu Tbk 37 PNBN Bank Pan Indonesia Tbk
38 SDRA Bank Woori Saudara Indonesia 1906 Tbk 39 AGRS Bank IBK Indonesia Tbk
40 BJTM Bank Pembangunan Daerah Jawa Timur Tbk 41 BRIS Bank BRIsyariah Tbk
42 BMRI Bank Mandiri (Persero) Tbk 43 MAYA Bank Mayapada International Tbk 44 BSWD Bank of India Indonesia Tbk Sumber: Data Diolah, 2021
54
LAMPIRAN II
Data Sampel Perbankan yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia (BEI) Periode 2017-2019
No Kode
Perusahaan
Nama Perusahaan 1 AGRO Bank Rakyat Indonesia Agro Niaga Tbk 2 BABP Bank MNC Internasional Tbk
3 BACA Bank Capital Indonesia Tbk 4 BBCA Bank Central Asia Tbk
5 BBHI Bank Harda Internasional Tbk 6 BBKP Bank Bukopin Tbk
7 BBRI Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk 8 BBTN Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk 9 BKSW Bank QNB Indonesia Tbk
10 BMAS Bank Maspion Indonesia Tbk 11 BNBA Bank Bumi Arta Tbk
12 BNGA Bank CIMB Niaga Tbk
13 BNII Bank Maybank Indonesia Tbk 14 BSIM Bank Sinar Mas Tbk
15 BTPN Bank Tabungan Pensiunan Nasional Tbk 16 INPC Bank Artha Graha International Tbk 17 MCOR Bank China Construction Bank Ind. Tbk 18 BCIC Bank J Trust Indonesia Tbk
19 PNBS Bank Panin Syariah Tbk 20 BSWD Bank of India Indonesia Tbk 21 BVIC Bank Victoria International Tbk 22 BMRI Bank Mandiri (Persero) Tbk
23 BEKS Bank Pembangunan Daerah Banten Tbk 24 BBMD Bank Mestika Dharma Tbk
Sumber: Data Diolah, 2021
LAMPIRAN III
Professional Fees
Kode Perusahaan Tahun Profesional Fees Fee Audit AGRO
2017 Rp. 6.028.391.000 22,51 2018 Rp.5.726.499.000 22,46 2019 Rp. 9.000.008.000 22,92 BABP
2017 Rp. 4.060.000.000 22,12 2018 Rp. 7.205.000.000 22,69 2019 Rp. 4.487.000.000 22,22 BACA
2017 Rp. 1.636.000.000 21,21 2018 Rp. 2.321.000.000 21,56 2019 Rp. 3.394.000.000 21,94 BBCA
2017 Rp. 544.981.000.000 27,02 2018 Rp. 447.893.000.000 26,82 2019 Rp. 525.897.000.000 26,98 BBHI
2017 Rp. 1.027.329.482 20,75
2018 Rp. 610.764.498 20,23
2019 Rp. 5.244.267.189 22,38 BBKP
2017 Rp.90.578.000.000 25,22 2018 Rp. 104.539.000.000 25,37 2019 Rp. 150.747.000.000 25,73 BBRI
2017 Rp.161.233.000.000 25,80 2018 Rp. 267.230.000.000 26,31 2019 Rp. 291.150.000.000 26,39 BBTN
2017 Rp. 92.021.000.000 25,24 2018 Rp. 100.811.000.000 25,33 2019 Rp. 113.041.000.000 25,45 BKSW
2017 Rp. 34.710.000.000 24,27 2018 Rp. 26.139.000.000 23,98 2019 Rp. 6.467.000.000 22,58 BMAS
2017 Rp. 3.874.168.000 22,07 2018 Rp. 4.700.946.000 22,27 2019 Rp. 5.527.417.000 22,43 BNBA
2017 Rp. 1.227.460.000 20,92 2018 Rp. 1.525.180.000 21,14 2019 Rp. 1.306.712.477 20,99 BNGA
2017 Rp. 104.025.000.000 25,36 2018 Rp. 90.893.000.000 25,23 2019 Rp. 210.316.000.000 26,07
56
Kode Perusahaan Tahun Profesional Fees Fee Audit BNII
2017 Rp. 63.427.000.000 24,87 2018 Rp. 76.753.000.000 25,06 2019 Rp. 61.862.000.000 24,84 BSIM
2017 Rp. 5.789.000.000 22,47 2018 Rp. 17.903.000.000 23,60 2019 Rp. 8.153.000.000 22,82 BTPN
2017 Rp. 189.514.000.000 25,96 2018 Rp. 172.475.000.000 25,87 2019 Rp. 109.641.000.000 25,42 INPC
2017 Rp. 16.928.000.000 23,55 2018 Rp. 22.215.000.000 23,82 2019 Rp. 50.966.000.000 24,65 MCOR
2017 Rp. 3.174.000.000 21,87 2018 Rp. 9.943.000.000 23,02 2019 Rp. 15.784.000.000 23,48 BCIC
2017 Rp. 12.079.000.000 23,21 2018 Rp. 37.048.000.000 24,33 2019 Rp. 41.383.000.000 24,44 PNBS
2017 Rp. 4.755.602.000 22,28 2018 Rp. 2.700.516.000 21,71 2019 Rp. 2.677.105.000 21,70 BSWD
2017 Rp. 8.365.412.500 22,84 2018 Rp. 5.031.462.419 22,33 2019 Rp. 4.125.011.430 22,14 BVIC
2017 Rp. 4.320.486.000 22,18 2018 Rp.6.413.146.000 22,58 2019 Rp. 5.721.333.000 22,46 BMRI
2017 Rp. 3.728.299.000.000 28,94 2018 Rp. 4.123.776.000.000 29,04 2019 Rp. 4.220.894.000.000 29,07 BEKS
2017 Rp. 5.305.000.000 22,39 2018 Rp. 12.014.000.000 23,20 2019 Rp. 14.908.000.000 23,42 BBMD
2017 Rp. 402.000.000 19,81
2018 Rp. 513.100.000 20,05
2019 Rp. 1.598.220.500 21,19 Sumber: Data Diolah, 2021
LAMPIRAN IV
Data Penelitian Fee Audit, Audit Tenure, Koneksi Politik, dan Kualitas Audit Kode
Perusahaan Tahun Fee Audit Audit Tenure
Koneksi Politik
Kualitas Audit AGRO
2017 22,51 1 0 1
2018 22,46 2 0 1
2019 22,92 1 0 1
BABP
2017 22,12 1 0 1
2018 22,69 1 0 0
2019 22,22 2 0 0
BACA
2017 21,21 1 0 0
2018 21,56 1 0 0
2019 21,94 1 0 0
BBCA
2017 27,02 1 0 1
2018 26,82 2 0 1
2019 26,98 3 0 1
BBHI
2017 20,75 1 0 0
2018 20,23 1 0 0
2019 22,38 2 0 0
BBKP
2017 25,22 1 0 1
2018 25,37 1 0 0
2019 25,73 1 0 0
BBRI
2017 25,80 1 1 1
2018 26,31 2 1 1
2019 26,39 3 1 1
BBTN
2017 25,24 1 1 1
2018 25,33 2 1 1
2019 25,45 1 1 1
BKSW
2017 24,27 1 0 1
2018 23,98 1 0 1
2019 22,58 1 0 0
BMAS
2017 22,07 1 0 1
2018 22,27 2 0 1
2019 22,43 1 0 0
BNBA
2017 20,92 1 0 1
2018 21,14 1 0 1
2019 20,99 1 0 1
BNGA
2017 25,36 1 0 1
2018 25,23 2 0 1
2019 26,07 3 0 1
58
Kode
Perusahaan Tahun Fee Audit Audit Tenure
Koneksi Politik
Kualitas Audit BNII
2017 24,87 1 0 1
2018 25,06 1 0 1
2019 24,84 1 0 1
BSIM
2017 22,47 1 0 0
2018 23,60 2 0 0
2019 22,82 1 0 0
BTPN
2017 25,96 1 0 1
2018 25,87 1 0 1
2019 25,42 1 0 1
INPC
2017 23,55 1 0 0
2018 23,82 2 0 0
2019 24,65 3 0 0
MCOR
2017 21,87 1 0 1
2018 23,02 2 0 1
2019 23,48 1 0 1
BCIC
2017 23,21 1 0 0
2018 24,33 2 0 0
2019 24,44 1 0 0
PNBS
2017 22,28 1 0 1
2018 21,71 2 0 1
2019 21,70 1 0 1
BSWD
2017 22,84 1 0 0
2018 22,33 1 0 0
2019 22,14 2 0 0
BVIC
2017 22,18 1 0 1
2018 22,58 2 0 1
2019 22,46 1 0 1
BMRI
2017 28,94 1 1 1
2018 29,04 1 1 1
2019 29,07 2 1 1
BEKS
2017 22,39 1 1 0
2018 23,20 2 1 0
2019 23,42 1 1 0
BBMD
2017 19,81 1 0 0
2018 20,05 1 0 0
2019 21,19 2 0 0
Sumber: Data Diolah, 2021
LAMPIRAN V
Hasil Analisis Statistik Deskriptif Descriptive Statistics
N Minimum Maximum Mean
Std.
Deviation Fee_Audit 72 19.81 29.07 23.6468 2.12410 Audit_Tenure 72 1.00 3.00 1.3611 .58876 Koneksi_Politik 72 .00 1.00 .1667 .37529 Kualitas_Audit 72 .00 1.00 .5833 .49647 Valid N (listwise)
72
60
LAMPIRAN VI
Hasil Uji Analisis Regresi Logistik Tabel I : Hasil Uji Hosmer and Lemeshow Test
Hosmer and Lemeshow Test
Step Chi-square df Sig.
1 7.951 8 .438
Tabel II : Overall Model Fit
Iteration Historya,b,c,d Iteration
-2 Log likelihood
Coefficients
Constant Fee_Audit Audit_Tenure Koneksi_Politik
Step 1 1 84.995 -9.066 .411 -.198 -.269
2 84.389 -11.159 .508 -.276 -.224
3 84.381 -11.404 .519 -.286 -.214
4 84.381 -11.407 .519 -.287 -.214
5 84.381 -11.407 .519 -.287 -.214
a. Method: Enter
b. Constant is included in the model.
c. Initial -2 Log Likelihood: 97.804
d. Estimation terminated at iteration number 5 because parameter estimates changed by less than .001.
-2 Log Likelihood Block = 0 -2 Log Likelihood Block = 1
97.804 84.381
Tabel III : Nagelkerke R Square
Model Summary Step
-2 Log likelihood
Cox & Snell R Square
Nagelkerke R Square
1 84.381a .170 .229
a. Estimation terminated at iteration number 5 because parameter estimates changed by less than .001.
Tabel IV : Hasil Uji Koefisien Regresi Logistik
Variables in the Equation
B S.E. Wald df Sig. Exp(B)
95% C.I.for EXP(B) Lower Upper Step
1a
Fee_Audit .519 .170 9.321 1 .002 1.681 1.204 2.346 Audit_Tenure -.287 .479 .357 1 .550 .751 .293 1.921 Koneksi_Politik -.214 .841 .065 1 .799 .807 .155 4.197 Constant -11.407 3.798 9.021 1 .003 .000
a. Variable(s) entered on step 1: Fee_Audit, Audit_Tenure, Koneksi_Politik.
62
LAMPIRAN VII
Surat Balasan Penelitian