• Tidak ada hasil yang ditemukan

BAB IV PELAKSANAAN PENELITIAN

C. Pembahasan

Penelitian ini diperkuat dengan teori, bahwa menurut para ahli yaitu Sharan, mengatakan bahwa siswa yang belajar menggunakan metode cooperative learning akan memiliki motivasi yang tinggi karena didorong dan didukung dari rekan sebaya. Menurut Jhonson, Cooperative

learningjuga menghasilkan peningkatan kemampuan akademik, meningkatkan kemampuan berpikir kritis, belajar mengurangi tingkah laku yang tidak baik, meningkatkan motivasi siswa, serta membantu siswa dalam menghargai pokok pikiran orang lain. Menurut Stahl bahwa melalui cooperative learning siswa dapat memperoleh pengetahuan, kecakapan sebagai pertimbangan untuk berpikir dan menentukan serta berbuat dan berpartisipasi sosial.55 Selanjutnya Zaltman et.al, mengemukakan pula siswa yang sama-sama bekerja dalam kelompok akan menimbulkan persahabatan yang akrab, yang terbentuk di kalangan siswa ternyata sangat berpengaruh pada tingkah laku atau kegiatan masing-masing secara individual.56

Mengacu pada pendapat para ahli tersebut, maka dengan cooperative learning, salah satunya tipe jigsaw yang dapat memberikan motivasi atau semangat kepada siswa sehingga para siswa dapat membuat kemajuan besar ke arah pengembangan sikap, nilai dan tingkah laku yang memungkinkan mereka dapat berpartisipasi dalam kelompok belajar mereka.

Menurut Nita Lie, bahwa model pembelajaran cooperative learning dapat meningkatkan belajar menuju belajar yang lebih baik, sikap tolong menolong dalam beberapa perilaku sosial. Seperti halnya jigsaw yang didesain untuk meningkatkan rasa tanggung jawab anggota terhadap pembelajaran sendiri dan pembelajaran orang lain. Dengan demikian,

55 Isjoni, Cooperative Learning,…h.23-24.

56Ibid, h. 26.

peserta didik saling tergantung satu dengan yang lain dan harus bekerjasama secara kooperatif untuk mempelajari materi yang ditugaskan.57

Interaksi kelompok dalam interaksi pembelajaran kooperatif dengan kata lain bertujuan mengembangkan keterampilan sosial.

Maksudnya keterampilan di sisni seperti kecakapan berkomunikasi, serta solidaritas dan kecakapan bekerjasama.58

Model pembelajaran koperatif belum dilakukan secara optimal, ada kekhawatiran bahwa pembelajaran kooperatif akan mengakibatkan kekakcauan di kelas dan peserta didik tidak belajar karena banyak peserta didik yang tidak senang disuruh bekerjasama dengan yang lain. Peserta didik yang tekun merasa harus bekerja melebihi peserta didik yang lain dalam kelompok mereka, sementara peserta didik yang kurang mampu merasa rendah diri ditempatkan dalam satu kelompok dengan peserta didik yang lebih pandai. Kesan negatifnya adalah ada perasaan was-was pada anggota kelompok akan hilangnya karakteristik atau keunikan pribadi mereka karena harus menyesuaikan diri dengan kelompok.59

Selanjutnya teori tentang motivasi belajar, bahwa menurut McCLelland mengatakan bahwa manakala kebutuhan seseorang terasa sangat mendesak, maka kebutuhan akan memotivasi orang tersebut untuk berusaha keras memenuhi kebutuhan tersebut. Contohnya,apabila seseorang memiliki kebutuhan prestasi belajar yang tinggi, maka

57 Ramayulis, Metodologi Pendidikan,…h.251.

58Suprijono, Cooperative Learning,…h. 62.

59Ibid, h. 66.

kebutuhan tersebut mendorong orang untuk menetapkan target yang penuh tantangan, dia harus bekerja keras untuk mencapai tujuan dengan menggunakan keterampilan dan pengalaman yang ia miliki.60 Begitupula halnya dengan memakai model pembelajaran jigsaw yang dapat memotivasi siswa sehingga prestasi siswa itupun akan meningkat, sehingga dikatakan model pembelajaran jigsaw itu berpengaruh terhadap motivasi belajar siswa.

Berdasarkan hasil analisis di atas, diperoleh dari r hitung adalah 0,821 yang hasilnya (sangat kuat), sedangkan ketentuan yang dipergunakan untuk menetapkan df=N =30, dimana 30 dalam tabel r Product Moment dalam signifikansi 5% = 0,361, Jika dikonfirmasi hasil nilai olahan data jauh lebih besar dari batas penolakan hipotesis nol dalam taraf signifikan 5%. Sehingga dalam N=30 dalam taraf signifikansi 5%

dan r hitung > r tabel sehingga dapat ditulis = 0,821> 0,361. Dengan demikian berarti hipotesis kerja (Ha) dalam penelitian ini diterima dan hipotesis nol (Ho) ditolak. Dengan kata lain bahwa “terdapat hubungan atau korelasiModel Pembelajaran Cooperative Learning Tipe Jigsaw Terhadap Motivasi Belajar Siswa Pada Mata Pelajaran PAI Siswa Kelas X-IPS SMAN I Praya Timur Lombok Tengah Tahun Pelajaran 2016/2017”.

Dengan demikian penelitaian ini menyimpulkan bahwa hasil analisis data menunjukkan 0,821> 0,361 Artinya hasil analisis lebih besar dari

60Yamin Martinis, Sertifikasi Profesi Keguruan Di Indonesia,(Referensi: GP. Press Group, 2013), h.177.

batas penolakan, karena itu hipotesis kerja yang diajukan dalam penelitian ini dapat diterima.

Selanjutnya dapat disimpulkan berdasarkan hasil analisis dengan rumus regresi linier sederhana bahwa Dalam pengujian hipotesis digunakan rumus regresi yang dilanjutkan dengan uji keberartian dan uji linieritas. Dimana pada uji keberartian didapat Fhitung sebesar 24,261 nilai Ftabel pada taraf signifikansi 5% adalah 4,20. Karena Fhitung (24,261) >F tabel

(4,20),maka kontribusi Ho ditolak dan Ha diterima, sedangkan uji linieritas mengatakan bahwa Ho= regresi linier dan Ha= regresi non linier mendapatkan hasil F hitung sebesar (0,286) < F tabel (2,42) maka regresi linier.

Dengan demikian hipotesis kerja (Ha) dalam penelitian ini diterima dan hipotesis nol (Ho) ditolak. Dengan kata lain terdapat Pengaruh Model Pembelajaran Cooperative Learning Tipe Jigsaw Terhadap Motivasi Belajar Siswa Pada Mata PelajaranPAI Siswa Kelas X-IPS SMAN I Praya Timur Lombok Tengah Tahun Pelajaran 2016/2017”.

BAB VI

PENUTUP

A. Kesimpulan

Berdasarkan hasil analisis data dan pembahasan dapat disimpulkan bahwa Model Pembelajaran Cooperative Learning Tipe Jigsaw Terhadap Motivasi Belajar Siswa Pada Mata Pelajaran PAI Siswa Kelas X-IPS SMAN I Praya Timur Kabupaten Lombok Tengah Tahun Pelajaran 2016/2017 terbukti memiliki pengaruh. Hal itu ditunjukkan dalam proses perhitungan menggunakan rumus regresi linier sederhana dengan menggunakan taraf signifikan 5% memberikan hasil Fhitung >Ftabel yaitu (24,261) > (4,20), atas dasar itu hipotesis nol (H0) yang berbunyi Tidak Terdapat Pengaruh Model Pembelajaran Cooperative Learning Tipe Jigsaw Terhadap Motivasi Belajar Siswa Pada Mata Pelajaran PAI Siswa Kelas X-IPS SMAN I Praya Timur Kecamatan Praya Timur Kabupaten Lombok Tengah Tahun Pelajaran 2016/2017 ditolak dan hipotesis alternatif (Ha) diterima yang berbunyi Terdapat Pengaruh Model Pembelajaran Cooperative Learning Tipe Jigsaw Terhadap Motivasi Belajar Siswa Pada Mata Pelajaran PAI Siswa Kelas X-IPS SMAN I Praya Timur Kecamatan Praya Timur Kabupaten Lombok Tengah Tahun Pelajaran 2016/2017.

81

B. Saran

Berdasarkan hasil penelitian tentang Pengaruh Model PembelajaranCooperative Learning Tipe Jigsaw Terhadap Motivasi Belajar Siswa Pada Kelas X-IPS SMAN I Praya Timur Lombok Tengah Tahun Pelajaran 2016/2017, maka saran-saran yang diberikan sebagai sumbangan pemikiran untuk meningkatkan mutu pendidikan pada umumnya dan khususnya meningkatkan motivasi belajarpara peserta didik pada SMAN I Praya Timur, Sebagai berikut :

1. Kepada guru mata pelajaran PAI agar selalu memakai metode- metode pembelajaran yang bervariasi yang dapat membuat para peserta didik merasa termotivasi, merasa senang, gembira dalam proses belajarnya, dan agar dalam proses pembelajaran di dalam kelas tidak monoton saja sehingga mengakibatkan kejenuhan dalam belajar.

2. Untuk meningkatkan motivasi, semangat ataupun dorongan siswa agar lebih giat dalam belajar sehingga akan berpengaruh terhadap prestasi belajar siswa tersebut, hendaknya para guru mengembangkan metode-metode yang dapat menggairahkan belajar siswa.

3. Bagi para peneliti selanjutnya, diharapkan perlu adanya penelitian lebih lanjut sebagai pengembangan dari penelitian ini.

DAFTAR PUSTAKA

Agus Suprijono, Cooperative LearningTeori Dan Aplikasi Paikem,(Yogyakarta:

Pustaka Pelajar,2009)

Anas Sudjiono, Pengantar Statistik Pendidikan, (Jakarta:Rajawali Pers, 2006) Bayu Krisnamurthi Y, Teknik Pengukuran Dalam Penelitian Sosial Ekonomi,

(Bandung:IPB, 2005)

Darsono, Max, dkk, Belajar Dan Pembelajaran, (Semarang: IKIP Semarang Press, 2000)

Faisal Sanafiyah, Metodologi Penelitian Pendidikan, (Surabaya: Usaha Nasional, 2005)

Hamzah B. Uno, Tori Motivasi Dan Pengukurannya, (Jakarta: Bumi Aksara, 2008)

Hisyam Zaini, Dkk, Strategi Pembelajaran Aktif, (Yogyakarta: Insan Madani, 2008)

Kementrian Agama RI, AZ- Zikru Al-Qur’an Dan Terjemahan Untuk Wanita, (Jakarta: Wali, 2010)

Isjoni, Cooperative Learning, (Bandung: Alfabeta, 2009)

Jalaluddin Rakhmat, Metode Penelitian Komunikasi, (Bandung: Remadja Karya, 2005)

Made Wena, Strategi Pembelajaran Inovatif Kontemporer,(Jakarta:Bumi Aksara,2009)

Martinis Yamin, Sertifikasi Profesi Keguruan Di Indonesia, (Referensi: GP. Press Group, 2013)

Miftahul Huda, Cooperative Learning Metode, Tekhnik, Struktur, Dan Model Penerapan, (Yogyakarta: Pustaka Pelajar, 2014)

Nana Sudjana, Dasar-Dasar Proses Belajar Mengajar, (Bandung:Sinar Baru Algensindo, 2007)

Nana Syaodih Sukmadinata, Metode Penelitian Pendidikan, (Bandung: Pt.

Remaja Rosdakarya, 2010)

Nasution, Teknologi Pendidikan, (Bandung: Bumi Aksara, 1982)

OemarHamalik, Proses Belajar Mengajar, (Jakarta: Sinar Grafika, 2008) Raka Joni T,Penelitian Dan Pengembangan Dalam Pembaharuan Pendidikan,

(Jakarta: Proyek Pengembangan Pendidikan Guru, 2003)

Ramayulis, Metodologi Pendidikan Agama Islam, (Jakarta: Kalam Mulia, 2005) Rusman, Model-Model Pembelajaran Mengembangkan Profesionalisme Guru,

(Jakarta : Rajawali Pers, 2011)

Sardiman AM, Interaksi Belajar Mengajar Dan Motivasi, (Jakarta:Rajawali Press, 2005)

S Margono, Metodologi Penelitian Pendidikan, (Jakarta: Rineka Cipta, 2014) Subana, Statistik Pendidikan,(Bandung: Pustaka Setia, 2000)

Sugiyono, Metode Penelitian Pendidikan, Pendekatan Kuantitatif, Kualitatif Dan R&D, (Bandung: Alfabeta, 2008. Cet. Ke 4)

Suharsimi Arikunto, Prosedur Penelitian Suatu Pendekatan Praktek, (Jakarta:

Rineka Cipta, 2004)

Sukardi, Metodologi Penelitian Pendidikan, (Jakarta: Bumi Aksara, 2005)

Suryosubroto B,Proses Belajar Mengajar Di Sekolah, (Jakarta:Rineka Cipta, 2004)

Sutrisno Hadi,Metodologi Research II, (Yogyakarta: Andi Offset, 1993)

Syaiful Bahri Djamarah, Prestasi Belajar Dan Kompetensi Guru, (Surabaya:

Usaha Nasional, 2007)

Uzer Usman,Organisasi Dan Motivasi Usaha Peningkatan Produktifitas, (Jakarta:

Bumi Angkasa, 2006)

Winarno Surakhmad, Pengantar Penelitian Ilmiah Dasar, Metode Dan Teknik, (Bandung: Tarsito, 2004)

L A M P I R A N

Dokumen terkait