BAB V PERILAKU KONSUMTIF MAHASISWA DI UNIVERSITAS
D. Pembahasan
perubahan pola perilaku secara tidak sadar mengalami perubahan drastis.
Tentunya hal ini mengacuh ada perkembangan dan kemajuan teknologi informasi dan yang diakibatkan oleh globalisasi dan modernisasi. Dan tentunya kecenderungan mahasiswa untuk datang di Gedung Balai Sidang Universitas Muhammadiyah Makassar sudah menandakan betapa besar pengaruhnya untuk mengubah segala kebudayaan yang sudah melekat pada diri seseorang (mahasiswa).
Dahlan (Al-Ghifari, 2003, h.144) menyatakan bahwa perilaku konsumtif merupakan suatu perilaku yang ditandai oleh adanya kehidupan mewah dan berlebihan, penggunaan segala hal yang dianggap paling mahal dan memberikan kepuasaan dan kenyamanan fisik sebesar-besarnya serta dan pola hidup manusia yang dikendalikan dan didorong oleh suatu keinginan untuk memenuhi hasrat kesenangan semata-mata.
Perilaku konsumtif diartikan sebagai kecenderungan mengkonsumsi barang secara berlebihan tanpa berbagai pertimbangan, dimana masyarakat hanya melihat dari sisi kesenangan dan mementingkan prioritas daripada kebutuhan. Di sisi kehidupan, manusia tidak akan terlepas dari berbagai macam kebutuhan, hal tersebut dapatkita lihat dari kehidupan sehari-hari mengenai bagaimana cara individu untuk memenuhi kebutuhan hidupnya dengan berbagai cara. Ada yang memenuhi kebutuhan dengan sewajarnya, namun ada juga yang memenuhi kebutuhan dengan berlebihan, bahkan tak jarang manusia melakukan secara macam cara yang tidak sehat dan instan dengan memanfaatkan kesempatan menjadi salah satu sasaran empuk yang akhirnya memicu lahirnya perilaku kriminalitas.
Gaya hidup seseorang tidak hanya ditentukan dari pribadi masing-masing, tetapi juga ditentukan oleh lingkungan tempat tinggal. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa terdapat perubahan yang dialami mahasiswa. Hal ini terlihat dari awal masuk perkuliahan. Perubahan tersebut adalah gaya hidup yang terjadi pada mahasiswa. Perubahan tersebut terlihat dari cara berpakaian, tingkat konsumsi, pergaulan.
Kondisi lingkungan kampus yang berbeda dengan daerah asal juga lingkungan tempat tinggal yang cenderung memberikan kebebasan dalam bertindak sehingga merubah kebiasaan mahasiswa ini. Hal tersebut yang menjadikan para mahasiswa merasa tidak nyaman ketika berada di kota Makassar, tetapi seiring berjalannya waktu dari bulan ke bulan para mahasiswa ini mulai terbiasa dengan keadaan di kota Makassar tepatnya di kampus Universitas Muhammadiyah Makassar.
Adapun hasil penelitian ini dimana perubahan gaya hidup yang terjadi pada mahasiswa terdapat pada gaya berbusana, lebih modis mengikuti perubahan mode dan cara bergaul dengan orang lain.Perubahan yang terjadi pada informan terletak pada perubahan gaya hidup konsumtif terhadap barang atau produk branded. Semua baju, celana, jaket, dan sepatu semuanya adalah produk-produk branded. Meskipun ada baju yang tidak branded tapi kebanyakan yang mereka miliki adalah produk atau barang branded.
Perubahan tidak hanya dalam hal yang konsumtif terhadap produk branded saja. Mahasiswa juga menyukai kuliner, mencoba makanan dan minuman baru yang ada di gedung balai sidang Universitas Muhammadiyah Makassar. Budaya
“kongkow” dapat disebut dengan “nongkrong” untuk membicarakan topik resmi maupun tidak disuatu tempat seperti cafe, mall juga dialami oleh mahasiswa pada penelitian ini, yang sering meluangkan waktu untuk datang kecoffe shop maupun cafe. Hampir seluruh wilayah lingkungan kampus terdapat warkop sebagai tempat nongkrong. Informan mengatakan jika ingin melepas penat sering kali pergi ke warkop (warung kopi) untuk sekedar nongkrong maupun minum kopi. Kegiatan
dilakukan ketika berkumpul di warkop maupun cofee shop berbincang-bincang baik mengenai kehidupan kampus maupun kehidupan pribadi. Bahkan informan mengatakan tidak hanya sekedar berjalan-jalan tetapi juga nongkrong. Kebiasaan yang hanya berdiam diri di rumah, beralih pada kebiasaan nongkrong. Pada saat sebelum masuk di bangku perkuliahan, tidak memiliki kebiasaan nongkrong, namun sekarang kebiasaan belanja prooduk branded maupun nongkrong sudah menjadi rutinitas diwaktu luang.
Kondisi yang terjadi di mahasiswa ini dalam kajian pemikiran Thorstain Veblen menjelaskan bahwa perilaku seseorang berubah sesuai dengan keinginanan untuk memenuhi waktu luangnya. Terjadi dikalangan mahasiswa dengan mengisi wakttu luang merupakan sebuah kepuasan karena dapat beradaptasi dengan daerah Makassar Khusunya lingkungan kampus Unismuh makassar. mengikuti pola kebiasaan teman yang ada di kampus dapat memberikan pengaruh bagi individu yang terkait. Mengikuti pola kebiasaan teman yang berada di lingkungan sekitarnya meningkatan status sosialnya seperti banyak teman, tidak ketinggalan dari mode dan budaya baru.
Sejalan dengan penelitian yang dilakukan oleh penelitian sebelumnya.
Menurut Indah Haryani, Jhon Herwanto dalam hasil penelitiannya dengan judul “ Hubungan Konformitas dan Kontrol Diri Dengan Perilaku Konsumtif Terhadap Produk Kosmetik pada Mahasiswi”. Hasil penelitiannya yang bertujuan untuk mengetahui hubungan konformitas dan kontrol diri dengan perilaku konsumtif terhadap produk kosmetik pada mahasiswi jurusan akuntansi program studi S1 UIN Suska Riau. Hipotesis dalam penelitian ini yaitu ada hubungan antara
konformitas dan kontrol diri dengan perilaku konsumtif terhadap produk kosmetik pada mahasiswi jurusan akuntansi program studi S1 UIN Suska Riau. Subjek dalam penelitian ini adalah mahasiswi jurusan akuntansi program studi S1 berjumlah 120 orang. Pengumpulan data menggunakan skala konformitas, skala kontrol diri dan skala perilaku konsumtif terhadap produk kosmetik. Analisis data menggunakan regresi linear berganda. Hasil analisis menunjukkan bahwa ada hubungan antara konformitas dan kontrol diri dengan perilaku konsumtif pada mahasiswi jurusan akuntansi program studi S1 UIN Suska Riau, dengan koefisien korelasi R= 0,539, F= 23,994 dan p= 0,000(p<0,05). Hasil penelitian ini juga menunjukkan bahwa konformitas dan kontrol diri memiliki adjusted R squared sebesar 27,9% terhadap perilaku konsumtif dan sisanya sebesar 72,1%
dipengaruhi oleh faktor lain yang tidak diteliti dalam penelitian ini.
Menurut Siti Alvina Oktavia dalam hasil penelitiannya dengan judul Pengaruh Faktor Sosia Ekonomi Terhadap Perilaku Konsumsi Susu Pada Remaja.Remaja membutuhkan pemenuhan zat gizi yang lebih optimal dikarenakan terjadi peningkatan pertumbuhan fisik dan perkembangan. Salah satu zat gizi yang harus dicukupi kebutuhannya adalah kalsium.malsium sangat dibutuhkan untuk membantu memproduksi massa tulang yang lebih tinggi.Pada masa remaja terjadi growth spurt yaitu puncak pertumbuhan tinggi badan dan berat badan Pertumbuhan massa tulang yang menunjang peningkatan tinggi badan ditentukan oleh asupan kalsium Apabila pada masa ini kalsium yang dikonsumsi kurang dan berlangsung dalam waktu yang lama, maka pertumbuhan massa tulang tidak akan terbentuk secara optimal Asupan kalsium dapat berasal dari pangan
seperti sayuran hijau, tahu, kedelai serta diperoleh dari susu dan hasil olahannya, seperti yogurt dan keju. Susu merupakan sumber terbesar dari kalsium.Oleh karena itu, perilaku konsumsi susu sangat dibutuhkanterutama konsumsi susu pada remaja Ada beberapa faktor yang dapat mempengaruhi perilaku konsumsi susu, salah satunya adalah faktor sosial ekonom. Faktor sosial ekonomi meliputi pendidikan dan pendapatan perkapita keluarga.
Menurut Dewi Aprilia, Hartoyo dalam hasil penelitiannya yang berjudul Analisis Sosiologis Perilaku Konsumtif Mahasiswa (Studi Pada Mahasiswa FISIP Universitas Lmpung).Dalam hasil penelitiannya bahwa mahasiswa yang berperilaku konsumtif mengalami perubahan pola hidup, dimana terdapat batas yang bias antara kebutuhan pokok dan kebutuhan tersier. Pola hidup mahasiswa yang berubah mengakibatkan mahasiswa tidak cermat dalam mengatur keuangan yaitu bukan berdasarkan skala prioritas, tetapi karena dipengaruhi oleh teman dan lingkungannya. Akibatnya, hal ini menimbulkan dilema, antara pemenuhan kebutuhan pokok yang pada kenyataanya lebih penting dengan pemenuhan kebutuhan gaya hidup untuk memenuhi simbol yang dapat diterima oleh lingkungan. Mahasiswa yang berasal dari keluarga yang mampu, dalam pemenuhan kebutuhan hidupnya tidak akan menjadi masalah dalam perilaku konsumtif ini, namun lain hal nya apabila orang tua mahasiswa tersebut berpenghasilan pas-pasan. Dalam realitasnya begitu pula yang terjadi pada mahasiswa-mahasiswa di Bandar Lampung khususnya di FISIP Universitas Lampung, tidak sedikit dari mereka yang memiliki perilaku konsumtif. Terlihat di mall, cafe-cafe, dan salon-salonkecantikan yang rata-rata adalah mahasiswa. Hasil
dari pengamatan penulis,mayoritas mahasiswa FISIP Universitas Lampung juga memiliki gaya hidup yang terkesan bernewah-mewah ini terlihat pada kebiasaan mereka yang lebih memilih “nongkrong” di mall, cafe, dan di salon dari pada harus memenuhi kewajibannya sebagai mahasiswa. Dapat terlihat pula dari cara berpakaian, membawa kendaraan, mempunyai Hand phone lebih dari satu dan lain sebagainya. Berdasarkan permasalahan yang diungkapkan di atas, menrik untuk dilakukan penelitian dan kajian lebih mendalam mengenai hubungan- hubungan dan faktor Sosiologis yang mempengaruhi perilaku konsumtif dikalangan mahasiswa.
Perilaku konsumtif mahasiswa merupakan fenomena yang sudah tidak asing lagi bagi kita. Banyak faktor yang mempengaruhi lahirnya perilaku konsumtif mahasiswa di Universitas Muhammadiyah Makassar, serta pergeseran kebudayaan yang melahirkan perubahan-perubahan yang secara tidak sadar dialami oleh mahasiswa di Universitas Muhammadiyah Makassar. Pengaruh modernisasi dan globalisasi, kemajuan teknologi, serta lingkungan sekitar, bahkan pergaulan antar teman sebaya dikalangan mahasiswa Universitas Muhammadiyah Makassar. Maka dari itu hal inilah yang memicu lahirnya perilaku konsumtif mahasiswa di Universitas Muhammadiyah Makassar.