• Tidak ada hasil yang ditemukan

REALISASI BELANJA TOTAL APBN

C. Pembahasan

Menurut Ema dalam Kusumadewi.W.N, dkk 2016, kinerja keuangan yang merupakan pencapaian target pendapatan yang dikaitkan dengan belanja atau biaya yang menghasilkan angka laba yang lebih besar dibandingkan arus kas untuk mengevaluasi kinerja keuangan dan diukur keberhasilannya untuk tujuan meningkatkan akuntabilitas pemerintah dan bermanfaat untuk membuat kebijakan pengelolan keuangan, yang pengukurannya dilihat dari realisasi antara target yang telah ditetapkan dan realisasi dalam periode anggaran (tahun angaran), dengan menggunakan analisa varians (selisih), pendapatan, belanja dan pertumbuhan.

Dimana semakin besar selisih antara target dan realisasi menunjukan perencanaan yang tidak optimal dan target kinerja yang telah ditetapkan oleh pemerintah dan

79 43329.pdf

Koleksi Perpustakaan Universitas terbuka

disahkan oleh legislatif sebagai program kerja pemerintah tidak tercapai (Mahmudi, 2016). Sehingga dalam kondisi pengelolaan keuangan yang baik, maka tidak menunjukan adanya perbedaan atau selisih antara target yang telah ditetapkan dan realisasinya.

Analisa data dalam penelitian ini dilakukan terhadap kinerja keuangan yang ditinjau dari efektifitas penerimaan, efesiensi belanja sumber dana PNBP, kontribusi jenis sumber pembiayaan dari sumber dana PNBP, rasio pemanfaatan penerimaan, serta rasio pertumbuhan pendapatan dan pertumbuhan belanja sumberdana PNBP. Data yang diperoleh menunjukan bahwa rerata rasio efisiensi belanja APBN dari tahun 2012 -2016 sebesar 84, 19 %, dan dapat dikategorikan belum optimal karena masih dibawah I 00%, yang berdampak pada output dan sasaran kegiatan yang telah ditetapkan dalam Rencana Kerja Pemerintah dan pembiayannya tertuang dalam Daftar Isian dan Pelaksanaan Anggaran (DIPA) Kementerian Agraria dan Tata Ruang/Badan Pertanahan Nasional menjadi tidak tercapai. Efisiensi belanja dikatakan semakin efisien bi la mendekati 100%

(Mahmudi, 2016). Sumber pembiayaan APBN terdiri dari dua sumber dana yaitu Rupiah Mumi dan PNBP, ditinjau dari rasio efisiensi belanja per sumber dana, maka rerata rasio efisiensi belanja sumber dana Rupiah Mumi sebesar 90,90%

sedangkan sumber dana PNBP sebesar 71,97%, sehingga penyumbang rendahnya serapan APBN adalah dari sumber dana PNBP. Komposisi pembiayaan ditinjau dari sumber dana PNBP adalah sebesar 30% dari target total APBN, dan terealisasi sebesar 86 % dari total serapan APBN.

Realisasi pembiayaan kegiatan dengan sumber dana PNBP tidak terlepas dari realisasi penerimaan yang diterima institusi dan telah disetorkan ke Kas

80 43329.pdf

Koleksi Perpustakaan Universitas terbuka

Negara. Dalam kurun waktu lima tahun rerata rasio efektifitas penerimaan adalah sebesar 108.81 %, artinya alokasi belanja sumber dana PNBP yang ditargetkan dalam Daftar Isian Pelaksanaan Anggaran (DIPA) dalam direalisasikan, hal ini menunjukan bahwa efektifitas pendapatan dikategorikan sangat efektif (A.NJ.

Dien, dkk: 2015).

Untuk menguji hipotesis terhadap fenomena tersebut dilakukan dengan mengunakan teknik analisa uji beda menggunakan analisa ANOV A Two Way yang dilakukan dalam sekala nasional dengan membandingkan capaian kinerja keuangan di 33 provinsi dalam kurun waktu Ii ma tahun (2012-2016) dan untuk membandingkan target dan realisasi dalam kurun waktu lima tahun dilakukan uji beda menggunakan analisa Independent Sample T-test. Secara terpisah dilakukan uji beda secara parsial per provinsi untuk mengetahui karateristik masing-masing provinsi dilakukan uji beda antara target dan realisasi dalam kurun waktu lima tahun menggunakan analisa ANOVA One Way dan Independent T-test, dan sebelum dilakukan uji beda maka dipenuhi persyarat uji asumsi klasik berupa uji normalitas data dan homogeneity. Pengujian data kinerja mengunakan instrument aplikasi statistik SPSS versi 22, dengan hasil sebagai berikut :

1. Rasio efisiensi belanja

Rasio efisiensi belanja atau biaya dihitung berdasarkan perbandingan target belanja yang ditetapkan dalam tahun bersangkutan dan realiasasi belanjannya. Rasio efisiensi belanja digunakan sebagai indicator dalam pengukuran kinerja keuangan dalam hal ini adalah rasio efisiensi belanja APBN yang mencerminkan kinerja keuangan institusi dan rasio efisiensi belanja

81

43329.pdf

Koleksi Perpustakaan Universitas terbuka

sumberdana PNBP dimana belanja PNBP sendiri mempunyai sisi penerimaan dan belanja yang saling berkaitan dan menjadi komponen dalam belanja APBN.

a. Rasio efisiensi belanja APBN

Target dan realisasi Anggaran Belanja dan Pendapatan Negara (APBN) serta prosentase capaikan kinerja keuangan (rasio efesiensi belanja) tahun 2012 - 2016 untuk 33 satuan kerja provinsi, sebagai berikut :

a. Uji beda secara nasional dilakukan terhadap rasio efisiensi belanja APBN dengan menggunakan data skala nasional dari 33 provinsi dan periode lima tahun (2012-2016) secara bersamaan menunjukan bahwa terdapat perbedaan yang signifikan di 33 provinsi. Adapun hasil uji statistik dengan SPSS sebagai berikut:

Tests of Between-Subjects Effects Deoendent Variable Hasil

Type Ill Sum of

Source Squares df Mean Square F Sig.

Corrected Model 23168587829594 64357188415540

36 7.803 .000

4192.000' 07.000

Intercept 28942411214460 28942411214460

1 3509.298 .000

87700.000 87700.000

Tahun 12272879915861 30682199789652

4 37.202 .000

0496.000 628 000

Propins1 10895707913733 34049087230416

32 4.128 000

3696.000 80.000

Error 10556609433049 82473511195698

128

3904.000 4.200

Total 32314930940724

165 81800 000

Corrected Total 33725197262643

164 8210 000

Sesuai dengan analisis uji lanjut ducan, pengelompokan subset provms1 menjadi sembilan kelompok capaian realisasi APBN, terendah pada provinsi Kalimantan Timur dan tertinggi pada provinsi DI Yogyakarta. Hal ini sesuai dengan data deskriptif bahwa provinsi Kalimantan Timur mempunyai rerata

82 43329.pdf

Koleksi Perpustakaan Universitas terbuka

realisasi belanja teredah diantara 33 provinsi dan dalam kurun waktu lima tahun yaitu sebesar 72,44%, dan demikian halnya dengan provinsi DI Yogyakarta mempunyai rerata realisasi belanja APBN dalam kurun waktu lima tahun sebesar 91,74. Sedangkan hasil uji beda antara target dan realisasi APBN menunjukan tidak terdapat perbedaan yang signifikan antara target dan realisasi total APBN tahun 2012 sampai dengan 2016, dengan hasil uji statistik sebagai berikut :

Tahun 2012:

Independent Samples Test

Levene·s Test for Equality of

Vanances I-lest for Eauahtv of Means

s~ 12- Mean Std Error 95% Confidence Interval of the Difference

F 519 I df tailed) Difference Odference lower Upper

Hasd Equal vanances assumed 376 542 -1 950 64 056 Eaual vanances not assisned -1 950 61855 056

Tahun 2013:

Test Statistics•

Mann-Whitney U WilcoxonW

z

Asymp. Sig_ (2-tailedj

Tahun 2014

HASIL Equal variances assumed Equal variances not assumed

Tahun 2015:

HASIL Equal vanances assumed Equal variances no! assumed

Anaaaran 442.000 1003.000 -1.315 .189

Independent Samples Test Levene's Test for E uahtv of Variances

224 638 -1 162

-1 162

Independent Samples Test Levene's Te51 for Eauahty of Vanances

di 64 63.545

df

071 790 706 64

706 63.860

-01836 00941 -03716 00045

-01836 00941 -.03717 00046

t-test !or Equaht of Means

95% Confidence Interval Sig (2- Mean Sid. Error of the Difference tailed} Difference Difference Lower Upper

249 - 00990 00852 -.02692 00712 250 -.00990 .00852 - 02692 00712

t-tesl for Equality of Means

95% Confidence Interval Sig (2- Mean Sid Error of the Difference tailed) Difference Difference Lower I Upper

483 - 00795 01126 030451 01454

483 - 00795 01126 - 03045 01455

83

43329.pdf

Koleksi Perpustakaan Universitas terbuka

Tahun 2016:

lnde l8ndent SamDles Test Levene's Test for Equality of

Variances I-test for Ee ualitv of Means

95% Confidence Interval of the Sig. (2- Mean Std. Error Difference

F Sia. t di tailed) Difference Difference Lower Uooer

HASIL Equal variances assumed 174 678 -1.175 64 .244 -.00950 .00809 -02566 00665

Enual variances not assumed -1.175 63691 .244 -00950 .00809 -02566 .00665

Hal ini dapat diartikan bahwa masing-masing provinsi mempunyai rasio efisiensi belanja APBN yang merupakan pengabungan dari realisasi belanja dari sumber dana rupiah mumi dan belanja dari sumber dana PNBP dengan rerata realisasi 84, 19%, dan nilai terendah sebesar 72,44 % dan tertinggi sebesar 91, 74% sehingga tidak menunjukan perbedaan yang signikan diantara 33 provinsi karena belanja sumberdana Rupiah Mumi mempunyai realisasi belanja yang tinggi sehingga dapat membantu meningkatkan realisasi belanja APBN.

b. Uji beda selanjutnya membandingkan target dan realisasi dalam kurun waktu 2012 - 2016 dilakukan terhadap masing-masing provinsi menunjukan tidak terdapat perbedaan yang signifikan antara target dan realisasi dalam kurun waktu lima tahun terhadap 32 provinsi, dan I provinsi yaitu Kalimantan Timur menunjukan terdapat perbedaan yang signifikan antara target dan realisasi belanja APBN. Lebih jauh dilihat dari perbandingan realisasi belanja per sumberdana maka Provinsi Kalimantan Timur mempunyai rasio efisiensi belanja APBN terendah yaitu 72,44% dan terendah realisasinya pada tahun 2012, dengan realisasi belanja sumberdana Rupiah Mumi sebesar 79, 11 % dan belanja sumberdana PNBP sebesar 29,43%, rendahnya rasio efisiensi belanja sumberdana PNBP dapat berdampak pada rendahnya efisiensi belanja APBN.

84 43329.pdf

Koleksi Perpustakaan Universitas terbuka

Berdasarkan hasil uji beda secara nasional maupun masing-masing provinsi tidak menunjukan perbedaan rasio efisiensi yang signifikan, yang artinya kinerja keuangan untuk 33 provinsi mempunyai rasio yang terlalu berbeda dengan rerata kinerja keuangan secara nasional, namun rerata rasio belanja APBN masih dibawah 100% (Tabel 4.3), sehingga dapat dikategorikan belum efisien yang dapat diartikan bahwa kualitas pengelolaan keuangan terutama PNBP perlu ditingkatkan, ha! ini mengingat belanja APBN terdiri dari belanja sumber dana rupiah mumi dan belanja sumber dana PNBP, yang secara keseluruhan dilihat dari tabel 4.7, rasio belanja sumberdana PNBP menunjukan lebih rendah dari belanja sumber dana rupiah mumi baik terhadap kelompok provinsi dengan realisasi belanja APBN tertinggi maupun terendah, sehingga dapat dilihat bahwa belum optimalnya efisiensi belanja APBN ditunjang oleh rendahnya rasio efisiensi belanja sumberdana PNBP.

2. Rasio efisiensi belanja sumber dana PNBP

Target dan realisasi belanja sumber dana PNBP serta prosentase capaian kinerja keuangan terhadap sumber pembiayaan dari belanja PNBP (rasio efesiensi belanja sumber dana PNBP) tahun 2012 - 2016 untuk 33 satuan kerja provinsi, sebagai berikut :

a. Uji beda secara nasional dilakukan terhadap data skala nasional dengan membandingkan rasio efesiensi belanja dari sumber dana PNBP dalam lima tahun dan di 33 provinsi secara bersamaan menunjukan bahwa terdapat perbedaan yang signifikan di 33 provinsi. Adapun hasil uji statistik sebagai berikut:

85

43329.pdf

Koleksi Perpustakaan Universitas terbuka

Tests of Between-Subiects Effects

Source T voe Ill Sum of Sauares di Mean Square F Sig.

Corrected Model 25585 181' 25 1023.407 10.728 000

Intercept 598721.652 1 598721.652 6276.056 000

Tahun 14783.851 4 3695.963 38.743 000

Propinsi 10801.329 21 514.349 5.392 000

Error 13260.288 139 95.398

Total 801581085 165

Corrected Total 38845.468 164

Sesuai dengan analisis uji lanjut ducan, pengelompokan subset provinsi menjadi sembilan kelompok capaian kinerja keuangan yang berasal dari sumber dana PNBP, terendah pada provinsi Maluku Utara dan tertinggi ada pada kelompok subset provinsi DI adalah provinsi Jawa Barat. Sedangkan hasil uji beda terhadap target dan realisasi menunjukan terdapat perbedaan yang signifikan antara target belanja sumber dana PNBP dan realisasinya di tahun 2012, dengan hasil uji statistik sebagai berikut

Tahun 2012

INDEPENDENT SAMPLE TEST Levene's Test for

Equality of Variances t-test for EQUalitv of Means

95% Confidence Interval of Sig (2· Mean Std Error the Difference

F Son t di tailed\ Difference Difference Lower Upper

HASIL Equal vanances assumed 749 390 2 793 64 007 77464 27733 22061 1 32867

Eaual vanances not assumed 2.793 62.226 .007 77464 27733 22031 1 32897

Tahun 2013

lndeoendent Samoles Test levene's Test for

EQual1tv ol Vanances I-test tor Eauahtv of Means

95% Confidence Interval of Sig (2· Mean Std Error the Difference

F Sm t di tailed I Difference Difference Lower I Uooeo

HASIL Equal variances assumed 183 670 1 255 64 214 37010 29480

218~1

95903

Eaual varrances not assumed , 255 63 432 214 37010 29480 - 21894 95913

Tahun 2014

Independent Samples Test levene's Test for

Eouallh of Vanances I-test for Equaht' of Means

95% Confidenc:; Interval of Sig. (2· Mean Std Error the Difference

F S>n t di tailed) Difference Difference Lower Upper

HASIL Equal vanances assumed 202 655 1 276 64 207 34753 27237 · 19658 89165

Eaual vanances not assumed 1 276 63 374 207 34753 27237 . 19669 89176

86

43329.pdf

Koleksi Perpustakaan Universitas terbuka

Tahun 2015:

lndeoendent Samolas Test levene's Test for

Eaualrt of Vanances I-lest for EQualltv of Means

95% Confidence lnteival of the Sig. (2- Mean Std Error Difference

F SiQ I df tailed) Difference Difference Lower Uooer

HASIL Equal variances assumed 000 985 .857 64 395 30176 35205 -.40154 1 00507

Eaual variances not assumed .857 63.939 .395 30176 35205 -40155 1 00508

Tahun 2016:

lndeDl!ndent Samoles Test Levene's Test for Equalrty

of Variances t-test for Eauabtv of Means

95% Confidence Interval Sig (2- Mean Std Error of the Difference F s~ t df tailed\ Difference Difference L°""r U°""r

HASIL Equal variances assumed 044 835 -1.362 64 178 - 03299 02422 -08136 01539

Eaual variances not assumed -1.362 63 744 178 -.03299 02422 - 08137 01539

b. Uji beda selanjutnya membandingkan target dan realisasi belanja sumber dana PNBP dalam kurun waktu 2012 - 2016 dilakukan terhadap masing-masing provinsi, menunjukan Sumatera Utara terdapat perbedaan yang signifikan antara target dan realisasi belanja sumberdana PNBP. Hal ini disebabkan karena kemampuan pengelolaan keuangan untuk memanfaatkan belanja sumberdana PNBP dari penerimaan yang diterimanya tidak optimal untuk membiayai kegiatan yang telah ditargetkan dalam dokumen anggaran.

Dibandingkan dengan penerimaan yang diterima dalam kurun waktu 2012- 2016, maka tahun 2012 realisasi penerimaannya paling rendah dar target yang telah ditetapkan.

Terhadap belanja sumber dana PNBP mempunyai karateristik tersendiri, mengingat penggunaan belanja PNBP baru dapat dilakukan apabila realisasi penerimaan tersedia, sehingga belanja PNBP mempunyai kaitan erat dengan penerimaan. Sesuai Keputusan Menteri Keuangan N om or 23 7 /KMK.02/20 I 0 tentang Persetujuan Penggunaan Sebagian Dana Penerimaan Negara Bukan Pajak

87

43329.pdf

Koleksi Perpustakaan Universitas terbuka

pada Badan Pertanahan Nasional, maka terhadap penerimaan yang masuk hanya dapat dipergunakan sebesar 85,54 % pelayanan pertanahan dan 90, 11 % pelayanan pendidikan. Sehingga realiasi penerimaan mempunyai pengaruh terhadap pemanfaatan belanja, hal ini dibuktikan dengan hasil uji statistik yang menunjukan bahwa efektifitas pendapatan atau realisasi penerimaan tidak berbeda secara signifikan artinya bahwa realisasi penerimaan kurun waktu 2012-2016 menunjukan kinerja yang maksimal dan hal ini juga menunjukan bahwa strategi perencanaan anggaran terhadap penetapan target penerimaan sudah tepat dengan melakukan prediksi target penerimaan dari pola realisasi minimal dua tahun sebelumnya dan potensi pada tahun perencanaan. Hal ini menunjukan bahwa dalam kurun waktu 2012-2016 belanja dari sumber dana PNBP sesuai dengan target dalam DIPA dapat digunakan.

3. Rasio kontribusi belanja sumberdana PNBP

Kontribusi pembiayaan sumber dana PNBP dihitung dari perbandingan belanja sumber dana PNBP dengan total APBN serta prosentase capaian kinerja keuangan kurun waktu 2012 - 2016 untuk 33 satuan kerja provinsi, sebagai berikut:

a. Uji beda pertama dilakukan terhadap data skala nasional dengan membandingkan kontribusi belanja dari sumber dana PNBP terhadap total APBN dalam lima tahun dan di 33 provinsi secara bersamaan menunjukan bahwa terdapat perbedaan yang signifikan di 33 provinsi. Adapun hasil uji statistik sebagai berikut :

88

43329.pdf

Koleksi Perpustakaan Universitas terbuka

Tests of Between-Subjects Effects Type 111 Sum of

Source Sau ares df Mean Souare F Sio.

Corrected Model 27485.321' 36 763.481 8.976 .000

Intercept 1081714.667 1 1081714.667 12716.703 000

Tahun 10938.178 4 2734.544 32147 .000

Propinsi 16547.143 32 517.098 6.079 000

Error 10888.001 128 85063

Total 1120087.990 165

Corrected Total 38373.322 164

Sesuai dengan analisis UJI lanjut ducan, pengelompokan subset provinsi menjadi sembilan kelompok capaian kinerja keuangan diliat dari kontribusi belanja dari sumber dana PNBP, terendah pada provinsi Maluku Utara dan tertinggi ada pada kelompok subset provinsi Kepulauan Riau. Sedangkan hasil uji beda antara target kontribusi belanja dari sumber dana PNBP terhadap total APBN dan realisasinya di tahun 2012 menunjukan terdapat perbedaan yang signifikan, dengan hasil uji statistik sebagai berikut

Tahun 2012

Anggaran Equal variances assumed Equal vanances not assumed

Tahun 2013

Anggaran Equal variances assumed Eauat variances not assumed

Tahun 2014

Anggaran Equal vanances assumed Equal vanances not assumed

lndenendentSamoles Test Levene's Test for Equallty

of Variances

Soa

002 965

df

2 945 64

2 945 63 883

lnd91 endent S•mol.s Test Levene's Test for Equa~ty

of Variances

Son

007 932

di

924 64

924 63 999

lndeoendent Sam[ les Test Levene's Test for

Enualrtv of Vanances

F :>n

' df

041 640 923 64

923 63 912

I-test for Eauallt1 of Means

95% Confidence Interval of 519 (2- Mean Std Error the Difference

tailed! Difference Difference Lowo< Upper 005 11 06364 3 75736 355744 18 56983 005 11 06364 3 75736 3 55718 18 57009

t-test for Equaht of Means

95% Confidence Interval of S1g (2-

tadedl

Mean Std Error >--~'h~e ~D•_,••~••~nce~--<

359 359

Difference Difference 3 79364 4 10516 3 79364 4 10516

t-test for Eouahtv of Means

Sig {2- Mean Std Error

!ailed\ Difference Difference

360 3 56485 3 86379

360 3 56485 3 86379

Lower Uooer

-4 40736 11 99464 -4 40737 11 99464

95% Confidence Interval otfhe Difference Lowe< I Vooe<

'1539:

I

11 28365

-4 15416 11 28385

89

43329.pdf

Koleksi Perpustakaan Universitas terbuka

Tahun 2015:

HASIL Equal variances assumed Enual variances not assumed

Tahun 2016:

Anggaran Equal variances assumed Eoual variances not assumed

lndeMndent Samnles Test levene's Test for

Eaualitv of Variances t-test for Eaualitv of Means

Stg (2- Mean Std Error

F Sin t di ta11ed1 Difference Difference

.002 969 866 64

866 63 979

Ind• endent Sam les Test levene's Test for Equality

of Variances

Sin

045 833

di

1141 64

1141 63.914

389 05999 06923

389 .05999 06923

t-test for Eauaht of Means

Sig (2- Mean Std Error tailed\ Difference Difference 258 3 63455 3 18592 258 3 63455 3 18592

95% Confidence Interval of the Difference

lower Unner

- 07832 19829 - 07832 19829

95% Confidence Interval of the Difference

Lower Urmer

-2 73007 9 99916 -2 73024 9 99933

b. Uji beda selanjutnya membandingkan prosentase target kontribusi belanja dari sumber dana PNBP terhadap total target APBN dan prosentase realisasi kontrubusi belanja dari sumber dana PNBP terhadap total realisasi APBN dalam kurun waktu 2012 - 2016 dilakukan terhadap masing-masing provinsi, menunjukan bahwa terdapat perbedaan yang signifikan pada 24 provinsi capaian kinerja dalam kurun waktu lima tahun. Sedangkan provinsi Bali menunjukan perbedaan yang signifikan antara target dan realisasi.

Pembiayaan kegiatan untuk melahirkan output yang telah ditetapkan dalam Rancangan Kerja Pemerintah (RKP) untuk mencapai sasaran institusi ditentukan oleh jenis sumber dana dan strategi pengelolaan keuangan yang diterapkan oleh institusi. Jenis sumber dana yang tertuang dalam dokumen penganggaran (DIPA), untuk pembiayaan utamanya terdiri dari sumber dana rupiah mumi dan sumber dana PNBP. Perbandingan komposisi target anggaran rupiah mumi dan PNBP adalah berkisar 60 % dari sumber dana rupiah mumi dan 30 % dari sumber dana PNBP, sehingga belanja sumber dana PNBP ditinjau dari sisi alokasi terhadap target yang ditetapkan mempunyai kontribusi sekitar 30 %

90

43329.pdf

Koleksi Perpustakaan Universitas terbuka

dari total APBN setiap tahunnya, dan tidak berbanding lurus terhadap realisasinya, hal ini terbukti dengan hasil uji statistik yang menunjukan bahwa terdapat perbedaan yang signifikan secara nasional yang merupakan cerminan dari satuan kerja di 33 provinsi.

4. Rasio efektifitas pendapatan

Target dan realisasi penerimaan yang telah disetorkan ke rekening Kementerian dan telah disetorkan ke Kas Negara serta prosentase capaian kinerja keuangan (rasio efektifitas pendapatan) tahun 2012 - 2016 untuk 33 satuan kerja provinsi, menunjukan bahwa terdapat perbedaan yang signifikan di 33 provinsi terhadap target dan realisasi dan dalam kurun waktu lima tahun, dengan hasil uji statistik sebagai berikut :

Tests of Batween·Subiects Effects Type Ill Sum of

Source Sauares df Mean Sauare F Sia

Corrected Model 122' 36 003 3 856 000

lnlercept 7 632 1 7 632 8700.414 000

Tahun 032 4 008 9 165 000

Propinsi 090 32 003 3 192 000

Error 112 128 001

Total 7 866 165

Corrected Total 234 164

Sedangkan antara target penerimaan dan realisasi tidak menunjukan adanya perbedaan yang signifikan tahun 2012 sampa1 dengan 2016, dengan hasil UJI

statistik sebagai berikut : Tahun 2012:

Independent Samples Test

Levene's Test for

Eaualit-/ of Variances t-test for Eaualitv of Means

95% Confidence Interval of Sig (2- Mean Std. Error the Difference

F SIO. I df tailed\ Difference Difference Lower Upper

HASIL Equal variances assumed 419 520 1 105 64 273 32841 29716 - 26523 92204

Equal variances not assumed 1105 62 955 273 32841 29716 -.26542 .92223

91

43329.pdf

Koleksi Perpustakaan Universitas terbuka

Tahun 2013

HASIL Equal variances assumed Eoual variances not assumed

Tahun 2014

HASJL Equal variances assumed Eoual variances not assumed

Tahun 2015

HASIL Equal variances assumed Eaual variances not assumed

Tahun 2016

HASIL Equal variances assumed Enual variances not assumed

Levene's Test for Enualitw of Variances

Si .341 .562

Levene's Test for Eoualitv of Variances

Sia

278 600

levene's Tes! for EnuaJih of Variances

S.o

814 370

Levene's Test for Eoualitv of Variances

Sia.

189 665

Independent Samples Test

t-test for Eaualitv of Means

95% Confidence Interval of

Sig. (2- Mean Std. Error the Difference

df tailed) Difference Difference Lower

·--.,

158 64 875 04736 29937 . 55070 64541

158 63.287 875 .04736 29937 . 55083 .64554

Independent Samoles Test

t-test for E atitv of Means

95% Confidence Interval of the

S.g (2· Mean Sid Error Difference

df tailed\ Difference Difference Lower ·~-.,

- 870 64 387 . 27173 31217

- 870 63.870 387 -.27173 31217

Independent Samples Test

I-test for Enuahtv of Means

335 335

df 64 61 722

Sig (2- Mean

tailed\ Difference

739 10380

739 10380

Independent Samples Test

I-test for Enuali

S.g. (2· Mean di laded) Difference

133 64 895 04529

133 63.401 895 04529

Std. Error Ditferencl?

30996 30996

of Means

Std Error Difference

34092 34092

- 89536 35189

-.89538 35192

95% Confidence Interval of the Difference Lowe' Unner

-.515-i-1 72302 . 51585 .72346

95% Confidence Interval of the Difference

Lowe' !Inner

. 63578 72636 -.63591 .72648

Hal ini dapat diartikan bahwa realisasi penerimaan sangat bervariasi diantara 33 provinsi tetapi realisasi dalam kurun waktu lima tahun memenuhi target yang telah ditetapkan dalam dokumen penganggaran, sehingga dalam kurun waktu lima tahun menunjukan bahwa cukup ketersediaan anggaran belanja sumber dana PNBP untuk digunakan untuk pembiayaan kegiatan yang telah ditargetkan setiap tahunnya.

Uji beda selanjutnya dilakukan dengan membandingkan target dan realisasi penerimaan dalam kurun waktu 2012 - 2016 terhadap masing-masing provinsi, yang menunjukan hasil bahwa terdapat perbedaan yang signifikan

92

43329.pdf

Koleksi Perpustakaan Universitas terbuka

realisasi penerimaan dalam kurun waktu lima tahun pada 4 provinsi yaitu OKI Jakarta, Sumatera Barat, Jawa Tengah, Kepulauan Riau, Sulawesi Tenggara, Kepulauan Bangka Belitung dan Sulawesi Barat. Sedangkan antara target dan realiasasi maka perbedaan yang signifikan berada pada 15 provinsi atau 45% dari 33 provinsi. Perbedaan signifikan tersebut sesuai data realiasasi penerimaan kurun waktu 2012-2016, dapat berupa lebih dari target yang ditetapkan atau kurang dari target yang ditetapkan.

5. Rasio pemanfaatan penerimaan

Pemanfaatan penerimaan yang dihitung dari prosentase capaian kinerja keuangan dari sisi penerimaan dan belanja sumber dana PNBP tahun 2012 - 2016 untuk 33 satuan kerja provinsi, menunjukan bahwa terdapat perbedaan realisasi yang signifikan dalam kurun waktu Iima tahun dan juga terdapat perbedaan yang signifikan realisasi di 33 provinsi dalam kurun waktu lima tahun, dengan hasil uji statistik sebagai berikut :

ff Tests of Between·Subjects E eels Type Ill Sum of

Source Sauares df Mean Sauare F Siq.

Corrected Model 50 992' 36 1 416 3.056 000

Intercept 3455.308 1 3455.308 7455181 000

Tahun 9 052 4 2.263 4.883 001

Propinsi 41 940 32 1 311 2 828 000

Error 59 325 128 463

Total 3565.625 165

Corrected Total 110.317 164

Terhadap perbandingan realisasi penerimaan dan realisasi belanja data 33 provinsi dalam kurun waktu lima tahun menunjukan terdapat perbedaan yang signifikan antara realisasi penerimaan dan realisasi belanja dari sumber dana PNBP di tahun

93

43329.pdf

Koleksi Perpustakaan Universitas terbuka

2012, 2013, 2014, 2015, dan di tahun 2016 tidak menunjukan perbedaan yang signifikan, dengan hasil uji statistik sebagai berikut

Tahun 2012

Independent Samcles Test Levene's Test for

Equality of Variances I-test for Equality of Means

95% Confidence Interval of s~ 12- Mean Std. Error the Difference

F SKi. t df tailed I Difference Difference Lower Uooer

HASIL Equal variances assumed 4 352 041 4 373 64 000 1.82908 41824 99354 2.66462

Equal variances not assumed 4 373 52198 000 1.82908 41824 98989 2.66827

Tahun 2013

Test Statistics•

Annnaran

Mann-VVhitney U 187.500

VVilcoxon VV 748.500

z -4.578

Asvmn_ Sin_ f2-taited) .000

a. Grouping Variable: PEMANFAATAN

Tahun 2014

Independent Samples Test levene's Test for

EauahN of Variances t-test for Eoualih of Means

95% Confidence Interval of Sig (2- Mean Std Error the Difference

F S10 t df tailed\ Difference Difference Lower Unner

HASIL Equal vanances assumed 3 759 057 -7 047 64 000 -.00581 00082 -.00745 -.00416

Equal variances not assUmed -7.047 60.904 000 -.00581 .00082 -.00745 -.00416

Tahun 2015

Test Statistics•

Annr1aran

Mann-Whitney U 382 000

Wilcoxon 'W 943.000

z -2.084

Asvmo. Sia. 12-taited) 037

a. Grouping Variable· PEMANFAATAN

Tahun 2016:

lndeoendent Samoles Test Levene's Testfor

EQualitv of Variances I-test for Eoual itv of Means

95% Confidence Interval of the Sig. (2- Mean Std. Error Difference

F Sia t df tailed) Difference Difference Lower ltnnl>f

HASIL Equal variances assumed 15.424 000 -1.119 64 267 - 00002 .00002 -.00006 .00002

EQual variances not assumed -t.119 44.580 .269 -.00002 .00002 -.00006 .00002

94

43329.pdf

Koleksi Perpustakaan Universitas terbuka

Dokumen terkait