BAB IV PENYAJIAN DAN ANALISIS DATA
C. Pembahasan Temuan
Pada pembahasan ini diuraikan data yang diperoleh dari lapangan yang sebelumnya telah disajikan dalam bentuk penyajian data mengenai penerapan alat permainan edukatif alphabet scrabble dalam mengembangkan bahasa anak kelompok B di RA Rahmat Bangil-Pasuruan. Data-data tersebut kemudian dibahas secara mendalam dan dikaitkan dengan teori sesuai dengan fokus penelitian. Berikut pembahasannya:
1. Perencanaan Penerapan Alat Permainan Edukatif Alphabet Scrabble dalam Pembelajaran Bahasa Anak Kelompok B di RA Rahmat Bangil-Pasuruan Tahun Ajaran 2021/2022
Berdasarkan hasil temuan di RA Rahmat Bangil-Pasuruan pada perencanaan alat permainan edukatif alphabet scrabble, pertama penyusunan perangkat pembelajaran yang mengacu pada K13, kedua guru menyusun RPPH sesuai K13, ketiga guru memilih media dan metode yang akan dipakai pada saat pembelajaran, keempat menentukan teknik evaluasi yang akan dipakai pada saat pembelajaran berlangsung.
Perencanaan penerapan alat permainan edukaatif alphabet scrabble dalam mengembangkan bahasa kelompok B di RA Rahmat Bangil- Pasuruan meliputi beberapa hal diantaranya: sebelum guru memulai pembelajaran, terlebih dahulu guru menyiapkan media dan materi pada tema yang akan di ajarkan kepada peserta didik serta menyiapkan metode dan alat evaluasi yang akan digunakan selama pembelajaran berlangsung.
Hal yang penting dalam perencanaan untuk mencapai tujuan yang
diinginkan adalah standar memacu peran guru untuk meningkatkan dan mengembangkan wawasan dan kreativitas dalam penerapan alat permainan edukatif alphabet scrabble dalam mengembangkan bahasa.
Penyusunan materi pembelajaran pada saat perencanaan di RA Rahmat Bangil-Pasuruan sesuai dengan teori Sarwiyah, yaitu perencanaan pembelajaran adalah proses penyusunan materi pembelajaran, penggunaan media, penggunaan pendekatan, pemilihan metode pembelajaran dan penilaian pembelajaran dalam suatu alokasi waktu yang dilaksanakan guna mencapai tujuan pembelajaran. 120
Berdasarkan hasil wawancara yang telah dilakukan oleh peneliti untuk memperkuat validasi dan hasil observasi, bahwa perencanaan penerapan alat permainan edukatif alphabet scrabble dalam mengembangkan bahasa anak kelompok B di RA Rahmat Bangil- Pasuruan meliputi beberapa hal: yang pertama sebelum guru memulai pembelajaran , terlebih dahulu guru menyiapkan gambar dan kalimat yang sesuai dengan tema yang akan diajarkan kepada peserta didik dan juga menyiapkan metode yang akan digunakan dengan mengacu pada kurikulum 2013 serta menentukan alat evaluasi yang akan dipakai pada pembelajaran tersebut.
Pengembangan pembelajaran Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) berpedoman pada kurikulum yang telah ditetapkan oleh pemerintah. K 13 PAUD merupakan peralihan dari Kurikulum Tingkat Satuan Pendidik
120 Siti Sarwiyah, dkk, Perencanaan Pembelajaran Kontemporer Berbasis Penerapan Kurikulum2013, (Yogyakarta:Deepublish,2018), 12.
(KTSP) yang ketentuannya telah terdapat dalam Peraturan Mentri Pendidikan dan Kebudayaan No. 146 Tahun 2014. K 13 PAUD dikembangkan secara sistematis dengan berorientasi kepada kebutuhan perkembangan anak serta pengembangan potensi dan karakter. Bukti sistematis K 13 PAUD dapat dilihat dalam Standar Tingkat Pencapaian Perkembangan Anak (STTPA) yang menjadi rujukan pembuatan tujuan pembelajaran. Begitu halnya dengan Permendikbud No. 146 tahun 2014, dan Pedoman Pendidikan Karakter Anak Usia Dini. kebijakan yang dimuat K 13 PAUD juga memiliki kedudukan yang paling penting dalam mengatur semua kegitan di sekolah.121
Temuan dan teori tersebut sejalan dengan teori yang dijelaskan oleh Miratul Hayati bahwa, Pengembangan kegiatan pembelajaran yang tertuang dalam Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP), perlu didesain dan dipersiapkan guru menjadi Rencana Pelaksanaan Pembelajaran Harian (RPPH), Rencana Pelaksanaan Pembelajaran Mingguan (RPPM), penyiapan media dan sumber belajar, perangkat penilaian pembelajaran, dan alur pembelajaran. RPP dikembangkan berdasarkan buku pedoman penyusunan rencana pembelajaran K 13 PAUD untuk mencapai kemampuan pada kompetensi Inti (KI). Kompetensi Dasar (KD) Pembelajaran pada anak juga menekankan pada beberapa hal yaitu bersifat holistic, lingkungan kelas yang menstimulasi anak, pentingnya bermain sebagai alat atau media untuk belajar, penilaian bersifat kontinu,
121 Miratul Hayati, Rencana Pelaksanaan Pembelajaran Kurikulum 2013 Pendidikan Anak Usia Dini di Taman Kanak-kanak se-Ciputat, Jurnal Islamic Early Chilhood Education, Vol.4 No.
2 Desember 2019, 176.
serta kerjasama dengan orang tua untuk mendukung perkembangan belajar anak yang optimal. 122
Hal tersebut sesuai dengan pembelajaran yang dilakukan dalam membuat rencana penerapan alat permainan edukatif alphabet scrabble adalah mengadakan Rapat Kerja (RAKER) dengan membuat program semester (PROSEM) yang merupakan rancangan pembelajaran berisi tema, bidang pengembangan, tingkat pencapaian perkembangan, indikator yang ditata urut dan sistematis. Seperti yang dilakukan RA Rahmat Bangil-Pasuruan ini, sekolah menyusun perangkat pembelajaran seperti program tahunan (PROTA), program semester (PROSEM), rencana pelaksanaan pembelajaran mingguan (RPPM) serta penentuan metode dan media yang digunakan di awal tahun sebelum tahun ajaran baru dimulai dengan tujuan agar tercapainya aspek-aspek perkembangan anak.
Perencanaan tertulis yang dilakukan RA Rahmat Bangil-Pasuruan juga sejalan dengan teori Garden dan Bown, mereka mengemukakan perencanaan tertulis memiliki banyaak manfaat dengan cara ini membantu pendidik untuk melakukan aktivitas mengajar agar dapat fokus pada aktivitas yang sesuai dengan kepentingan, kebutuhan, kemampuan dan potensi anak.123
122 Miratul Hayati, Rencana Pelaksanaan Pembelajaran Kurikulum 2013 Pendidikan Anak Usia Dini di Taman Kanak-kanak se-Ciputat, Jurnal Islamic Early Chilhood Education, Vol.4 No.
2 Desember 2019, 176.
123 Leli Halimah, Pengembangan Kurikulum Pendidikan Anak Usia Dini (Bandung: PT Radika Adiama,2016), 140.
Dari pernyataan diatas dapat diinterprestasikan bahwa hasil temuan tentang perencanaan penerapan alat permainan edukatif alphabet scrabble dalam mengembangkan bahasa anak kelompok B di RA Rahmat Bangil-Pasuruan dengan teori tersebut berjalan dengan baik, pada suatu pembelajaran anak usia dini dimana guru harus menentukan rancangan yang sesuai dengan kurikulum 2013 atau K 13 untuk merancang perencanaan kegiatan yang dibuat sebelum kegiatan pembelajaran dimulai. Perancangan penerapan media pembelajaran dimulai dengan mengadakan identifikasi kebutuhan media di suatu lingkungan pendidikan anak usia dini. perencanaan ini diartikan sebagai proses penyusunan materi pembelajaran, penggunaan media pengajaran, penggunaan pendekatan metode pengajaran, dalam suatu alokasi waktu yang akan dilaksanakan pada masa satu semester yang akan datang untuk mencapai tujuan yang ditentukan. Tujuan pembelajaran akan tercapai jika terdapat perencanaan yang tertulis.
2. Pelaksanaan Penerapan Alat Permainan Edukatif Alphabet Scrabble dalam Pembelajaran Bahasa Anak Kelompok B di RA Rahmat Bangil-Pasuruan Tahun Ajaran 2021/2022
Alat permainan Edukatif Alphabet Scrabble merupakan salah satu pemberian pengalaman belajar bagi anak RA dengan guru menjelaskan penggunaan APE Alphabet Scrabble kepada anak secara lisan. Contoh penggunaan yang disampaikan oleh guru harus menarik dan mengundang perhatian anak dan tidak lepas dari tujuan pembelajaran pendidikan anak
usia dini. Contoh kata atau rangkaian kalimat yang disampaikan guru melalui APE Alphabet Scrabble bisa menggunakan kosa kata yang biasa digunakan setiap hari. Misalnya : Bis – Parkir – di - Terminal disertai APE Alphabet Scrabble yang sudah disiapkan oleh guru.
Adapun langkah – langkah dalam Penerapan Alat Permainan Edukatif Alphabet Scrabble dalam Mengembangkan Bahasa Anak Kelompok B di RA Rahmat Bangil – Pasuruan :
a. Kegiatan Pembuka
1) Guru membuka proses pembelajaran: adalah guru memasuki ruang kelas dengan persiapan yang sudah siap mengajar siswa, kemudian guru mengucapkan salam dan kalimat penyemangat kepada siswa.
Misalnya : Bagaimana kabarnya hari ini anak – anak? Kemudian siswa menjawab : Alhamdulillah luarbiasa Allahuakbar. Pada kegiatan pembukaan pembelajaran didalam kelas anak – anak Kelompok B di RA Rahmat Bangil – Pasuruan antusias mendengarkan tema atau judul yang akan disampaikan oleh gurunya. Guru memberikan pertanyaan ke anak didiknya “ apakah Gambar ini ? langkah ini dibuat agar anak merasa penasaran sehingga anak ingin tahu dan ingin mendengarkan penerapan APE Alphabet Scrabble didalam kelas.
2) Guru menjelaskan Topik kegiatan: adalah guru menyiapkan alat permainan edukatif Alphabet Scrabble yang akan di gunakan dalam mengembangkan bahasa anak. karena perlengkapan APE
yang sudah disiapkan oleh guru dapat menunjang keberlangsungan kegiatan mengajar dalam menyusun kata ataupun kalimat.
Misalnya guru menyiapkan gambar , potongan kertas atau kain flanel kotak kecil-kecil yang sudah diberi Huruf. Berdasarkan penelitian bahwasasanya di RA Rahmat Bangil-Pasuruan guru selalu menyiapkan alat pendukung serta menjelaskan fungsi masing-masing alat tersebut. didalam kelas guru memberikan arahan kepada anak didiknya agar selalu memperhatikan ketika guru memberikan materi pelajaran penerapan APE Alphabet Scrabble. Selain itu guru memberikan kesempatan yang luas kepada anak untuk bertanya, dan memberikan jawaban atas jumlah pertanyaan yang ditanyakan oleh guru.
Terkait pelaksanaan yang dilakukan di RA Rahmat Bangil- Pasuruan mengenei perkembangan bahasa melalui APE. anak- anak cenderung lebih senang dan menyukai pembelajaran baca melalui Alphabet Scrabble karena anak langsung mau berlatih membaca dan interaksi dalam pembelajaran yang nyata, seperti kegiatan anak dalam membaca yang dilakukan oleh guru di dalam kelas dengan menggunakan potongan kain flanel kotak-kotak membentuk suku kata dan bergambar yang sudah disiapkan oleh guru. hal ini sesuai dengan teory Menurut Siswanto, ia berpendapat bahwa perencanaan adalah proses dasar yang digunakan untuk
memilih tujuan dan menentukan cakupan pencapaiannya.124 Kemendikbud mengungkapakan bahwa perencanaan pembelajaran dapat diartikan sebagai proses penyusun materi pembelajaran, penggunaan media, pendekatan dan metode pembelajaran, dan penilaian dalam suatu alokasi waktu yang akan dilaksanakan pada masa tertentu untuk mencapai tujuan yang telah ditentukan.
b. Kegiatan inti pembelajaran
1) Guru membentuk kelompok ; adalah anak mengatur posisi duduk, dari hasil penelitian di RA Rahmat Bangil-Pasuruan guru berada di depan anak- anak sedangkan siswa atau anak-anak di depan guru kemudian dari jumlah 17 siswa tujuh laki-laki dan 10 perempuan setiap kelompok beranggotakan dua atau lebih.
2) Guru menjelaskan materi dengan gambar; adalah guru memilih tema yang akan digunakan didalam kelas. menyiapkan alat yang akan digunakan dalam menyusun kata atau merangkai kalimat.
Kemudian guru mengenalkan huruf Vokal a, i, u, e, o dan huruf konsonan dengan cara digabung dengan huruf vokal. di Dalam kegiatan proses pembelajaran sudah menjadi tuntutan bahwasanya guru harus menciptakan lingkungan pembelajaran yang menarik.
Dan mencapai tujuan pembelajaran yang maksimal dengan melalui APE Alphabet Srcrabble, oleh karena itu guru dituntut
124 B. Siswanto Sastro Hadiwiryo, Pengantar Manajemen (Jakarta: Bumi Aksara,2007), 42.
harus menarik dan jelas dalam pelafalan setiap suku kata dan jelas dalam pemberian gambar .
3) Menyuruh kelompok untuk menyusun kata menjadi sebuah kalimat; adalah guru melakukan penyusunan kalimat secara bergantian setiap kelompok dapat bagian waktu dan giliran masing-masing. Diusahakan guru bisa menciptakan suasana kelas menjadi aktif , hidup penuh semangat dan siswa selalu antusias ketika mendapatkan giliran untuk menyusun kalimat dengan APE yang menarik yang sudah disiapkan oleh guru. dalam hal ini melatih daya konsentrasi anak, karena mereka malanjutkan suku kata yang sudah di susun oleh teman di depannya.
Dari hasil penelitian yang penulis amati mengenei Penerapan Pelaksanaan APE Alphabet Srcrabble di TK B Rahmat Bangil Pasuruan menurut bahasa pada anak dibagi menjadi 3 aspek perkembangan menurut jamaris, salah satunya adalah : a) Kosakata
Kosakata anak berkembang dengan cepat seiring dengan perkembangan dan pengalaman anak ketika berinteraksi dengan lingkungannya. Anak-anak mempelajari beberapa kata melalui pengajaran kosakata langsung di sekolah, namun mereka memiliki kemungkinan mempelajari lebih banyak lagi dengan menyimpulkan makna dari konteks tempat mereka mendengar atau membaca kata-kata tersebut. sehingga dapat disimpulkan
bahwa perkembangan kosakata seorang anak dapat berkembang dan ia pelajari melalui pengalamannya berinteraksi dengan lingkungannya. hal ini yang dilakukan di TK Rahmat Bangil Pasuruan guru menyuruh anak- anak menyusun kata menjadi kalimat. Dalam pembelajaran kosa kata ini terlebih dahulu guru mengajarkan dan memberi contoh kepada anak – anak secara bergantian, tujuannya agar anak mudah memahami perkembangan bahasa tersebut. Langkah ini bersifat membangun dan mengembangkan kognitif anak agar berjalan.
b) Sintakis (tata bahasa).
Aturan-aturan sintakis memungkinkan kalimat dengan tata bahasa yang tepat. Meskipun seorang anak belum belajar mengenai tata bahasa, dengan melalui pengalamannya lingkungannya, maka anak dapat menggunakan bahasa lisan dengan susunan kalimat yang baik. Misal “Rani memberi makan kucing” bukan “kucing Rani makan memberi”. Dalam hal ini dapat disimpulkan bahwa aturan sintakis yang dimiliki seorang dapat memungkinkan seorang menyusun kalimat dengan tata bahasa yang tepat yang dipelajari berdasarkan pengalamannya.
Dalam penelitian yang dilakukan di TK Rahmat Bangil Pasuruan bahwasanya penggunaan APE Alphabet Srcrabble dalam pengajaran yang dilakukan didalam kelas anak-anak menyusun suku kata menjadi sebuah kalimat dengan benar
sesuai gambar yang sudah diberikan oleh guru misalnya, ada gambar Bus berada di Terminal kemudian terdapat tulisan suku kata yang sudah dirangkai dan dimpel di kain flanel APE dalam bentuk kotak-kotak berwarna-warni “ Bus – Parkir – di- Terminal”.
c) Semantic.
Pengetahuan siswa mengenai makna-makna kata disebut semantic yang sifatnya tidak mutlak, terkadang pemahaman anak sifatnya masih samar dan belum akurat. Selain itu, semantic juga dapat dijelaskan sebagai penggunaan kata sesuai dengan tujuannya cerdas cepat rangkai kata; adalah guru menggunakan pendekatan tematik dan memilih tema yang dapat menarik minat anak. dan sedekat mungkin sesuai kosa kata keseharian anak, hal ini ditujukan agar dapat menarik dan menggembirakan anak serta dapat mendorong keterlibatan anak secara aktif, guna memberikan pengalaman belajar yang menyenangkan. Pada tahap ini di TK B Rahmat Bangil Pasuruan dalam mempersiapkan materi APE Alphabet Srcrabble guru langsung melakukan kegiatan menyusun sukukata yang berhubungan dengan kegiatan keseharian anak- anak di lingkungan sekolah maupun di luar sekolah. Dalam hal ini dapat mengasah kemampuan kecepatan anak dalam merangkai kata . mereka juga berlomba dengan kelompok lain
siapa yang paling cepat dan tepat dalam penyusunan sukukata hingga menjadi kalimat.125
4) Cerdas cepat rangkai kata; adalah guru menggunakan pendekatan tematik dan memilih tema yang dapat menarik minat anak. dan sedekat mungkin sesuai kosa kata keseharian anak, hal ini ditujukan agar dapat menarik dan menggembirakan anak serta dapat mendorong keterlibatan anak secara aktif, guna memberikan pengalaman belajar yang menyenangkan. Pada hakikatnya dalam mempersiapkan materi APE Alphabet Srcrabble, bisa mencakup kosa kata keseharian yang di gunakan anak- anak di lingkup sekolah maupun luar sekolah. Dalam hal ini dapat mengasah kemampuan kecepatan anak dalam merangkai kata . mereka juga berlomba dengan kelompok lain siapa yang paling cepat dan tepat dalam penyusunan sukukata hingga menjadi kalimat.
5) Guru memberikan penghargaan kepada semua peserta didik;
adalah guru dapat memberikan penghargaan kepada setiap kelompok yang sudah mengikuti pembelajaran terutama dalam penerapan APE Alphabet Srcrabble di kelas dengan baik. setiap kelompok pasti sudah melakukan kerjasama dan usaha maksimal agar bisa menyusun kata dan kalimat dengan benar. Pemberian penghargaan guru di RA Rahmat Bangil – Pasuruan biasanya dengan memberikan stiker berbentuk gambar Bintang. Misalnya
125 Ahmad Susanto, Perkembangan Anak Usia DiniPengantar dalam Berbagai Aspeknya (Jakarta: Kencana,2014), 75.
kelompok Merah bisa menyusun kata dan kalimat dengan cepat dan melafalkan sukukata dengan jelas mendapatkan 5 bintang.
Pemberian penghargaan ini dapat membuat siswa atau anak menjadi semangat, antusias, Riang dan suasana kelas menjadi hidup.
6) Guru memberikan stimulus terkait permainan yang dilakukan;
adalah stimulus dalam pembelajaran merupakan suatu rangsangan semangat belajar anak – anak atau siswa di dalam kelas. Adanya respon siswa kepada guru setelah dilakukan penerapan APE Alphabet Scrabble bersama – sama sesuai dengan kelompoknya masing – masing di dalam kelas. Guru memilih tema yang akan dijelaskan didalam kelas. Dalam proses pembelajaran sudah menjadi tuntutan guru untuk menciptakan lingkungan pembelajaran yang menarik dan mencapai tujuan pembelajaran yang maksimal. guru berusaha menerapkan prinsip “ bermain sambil belajar” tujuannya agar terciptanya suasana pembelajaran yang menyenangkan. Agar anak- anak tertarik, bersemangat, siap, dan senang, dengan penerapan APE Alphabet Scrabble di dalam kelas. Misalnya dengan memberikan stimulus kepada anak – anak ketika selesai menerapkan APE Alphabet Scrabble yang sudah dilakukan dengan baik didalam kelas sesuai dengan kelompoknya masing- masing. Guru dapat melakukan Tanya jawab kembali terhadap penyusunan kata atau kalimat dalam penggunaan APE
Alphabet Scrabble yang telah dilakukan bersama- sama di dalam kelas.
c. Kegiatan penutup
1) Recalling adalah kegiatan harian diakhir pembelajaran. Bagian dari rangkaian pembangunan sikap anak selain itu juga penguatan memori anak atau siswa. Materi yang diserap anak selama belajar lebih berpeluang menjadi memori yang permanen karena melibatkan kerja aktif otak dalam kondisi emosi yang antusias.
Kemudian adanya keragaman Recalling teman-temannya memugkinkan anak mendapatkan sudut pandang yang utuh dan lebih kaya. Selanjutnya pertanyan – pertanyaan guru, penegasan maupun penelusuran menjadi pengingat anak dan siswa. Misalnya dari penelitian Kelompok B di RA Rahmat Bangil-Pasuruan anak- anak dan guru melingkar di ruang kelas, atau duduk di kursi yang sudah ditata diawal agar semua bisa saling menatap. Satu persatu secara bergantian “dimoderati” guru, anak bergiliran menyusun kata atau kalimat yang sudah diterapkan di awal pembelajaran dengan menggunakan APE Alphabet Scrabble bukan menghafal materi pelajaran, tapi terbukti bahwa Recalling merupakan sentuhan akhir yang efektif menguatkan memori anak atau siswa.
2) Penyampaian informasi dalam berkomunikasi dengan anak atau siswa seorang guru harus bisa menggunakan bahasa yang mudah dimengerti dan difahami dengan tujuan agar anak dapat mencerna
kalimat yang disampaikan oleh guru dengan baik. Misalkan, ketika ada pengumuman didalam kelas mengenei penerapan APE Alphabet Scrabble kelompok B RA Rahmat Bangil-Pasuruan dari hasil penelitian guru memberikan tugas Rumah “bahwa setiap siswa membuat Gambar kemudian di tempel di kertas atau kardus bekas dengan ditempel potongan kotak-kotak diberi setiap kotak diberi huruf sesuai dengan penyusunan kalimat yang sudah diberikan oleh guru di lembar buku Agenda tugas siswa”.
Menurut Permendikbud No. 146 tahun 2014, dan Pedoman Pendidikan Karakter Anak Usia Dini. kebijakan yang dimuat k13 PAUD juga memiliki kedudukan yang paling penting dalam mengatur semua kegiatan di sekolah bahwa Kegiatan pembelajaran membutuhkan sebuah desain pembelajaran yang menentukan peta perjalanan dan tujuan akhir dari sebuah pembelajaran. Rencana pelaksanaan pembelajaran merupakan rancangan bagi guru untuk melaksanakan kegiatan bermain yang memfasilitasi anak dalam proses belajar. Rencana pelaksanaan pembelajaran dibuat sebelum kegiatan pembelajaran dilaksanakan. Rencana pembelajaran harus mengacu kepada karakteristik.126 Pada tahap ini, anak lebih memahami dan memiliki banyak kata- kata disebabkan menggunakan APE
126 Miratul Hayati, Rencana Pelaksanaan Pembelajaran Kurikulum 2013 Pendidikan Anak Usia Dini di Taman Kanak-kanak se-Ciputat, Jurnal Islamic Early Chilhood Education, Vol.4 No.
2 Desember 2019, 176.
Alphabet Srcrabble penelitian di TK B Rahmat Bangil Pasuruan, sebagaimana yang sudah dilakukan oleh guru dalam pengajaran penyusunan suku kata bahwasanya anak sudah mencapai puncak keberhasilan dengan dapat menyusun kata demi kata secara bergantian dengan temannya didalam kelas, yang di peroleh dalam proses pembelajaran menggunakan metode Tanya Jawab sehingga anak dapat mengekpresikan diri mereka dengan antusias dan percaya diri.
3. Evaluasi Penerapan Alat Permainan Edukatif Alphabet Scrabble dalam Pembelajaran Bahasa Anak Kelompok B di RA Rahmat Bangil-Pasuruan Tahun Ajaran 2021/2022
Berdasarkan hasil temuan di lapangan pada evaluasi penerapan alat permainan edukatif alphabet scrabble. RA Rahmat Bangil menggunakan, pertama guru mengamati peserta didik dengan menyiapkan catatan kecil, kedua menggunakan ceklis, ketiga teknik tanya jawab yang menggunakan tes dan non tes, keempat evaluasi catatan khusus perkembangan anak. Hal yang paling utama yang dilakukan guru sebagai orang yang dapat mentransfer ilmu pengetahuan yaitu memberikan pendidikan agar anak dapat mengetahui hal-hal yang belum diketahui dengan menyediakan fasilitas-fasilitas yang mendukung proses pembelajaran agar kondusif, selain hal tersebut guru juga harus memberikan bimbingan agar kemampuan yang belum berkembang dengan sangat baik sesuai harapan orang tua, guru dan masyarakat. Karena dalam hal ini guru harus benar-
benar mengetahui setiap perkembangan anak yang nantinya akan dievaluasi ke dalam catatan penilaian harian, mingguan dan bulanan seperti observasi, portofolio, dan hasil karya.
Teknik evaluasi yang digunakan RA Rahmat dalam penerapan alat permainan edukatif alphabet scrabble sejalan dengan teori Ralph Tyler yaitu penilaian (evaluasi) merupakan sebuah proses pengumpulan data untuk menentukan sejauh mana, dalam hal apa dan bagian mana tujuan pendidikan tercapai.127 Dan Howard Gardner menegaskan bahwa penilaian merupakan upaya memperoleh informasi mengenai ketrampilan dan potensi diri individu dengan dua sasaran. Pertama, memberikan umpan balik yang bermanfaat kepada individu yang bersangkutan.
Kedua, sebagai data yang berguna bagi masyarakat yang ada di sekitarnya. Ini memperjelas bahwa penilaian atau evaluasi berkaitan dengan informasi tentang diri seseorang dalam suatu kegiatan, waktu dan stimulant tertentu.
Hasil temuan dan pembahasan temuan penelitian ini relevan dengan teori yang diungkapkan Howard Gardner penilaian merupakan upaya memperoleh informasi mengenai ketrampilan dan potensi diri individu yang diberikan oleh guru kepada peserta didik atas apa yang dilakukan oleh peserta didik dalam menyelesaikan kegiatan di sekolah.
Guru memberikan penilaian atau evaluasi agar dapat mengetahui perkembangan anak yang berkembang dan yang belum berkembang.
127 Anita Yus, Penilaian perkembangan belajar anak taman kanak-kanak (Jakarta:
Kencana Prenada media group.2011), 39.