BAB IV PENYAJIAN DATA DAN ANALISIS
C. Pembahasan Temuan
Pada pembahasan hasil temuan penelitian sebelumnya diperoleh dari lapangan melalui teknik wawancara, observasi, dokumentasi. Selanjutnya, peneliti memaparkan hasil temuan penelitian untuk dibandingkan dengan teori yang telah diulas pada bab sebelumnya.
1. Persepsi Guru Rumpun PAI terhadap Konsep Reward dan Punishment dalam Membentuk Kedisiplinan Peserta Didik
Berdasarkan hasil penelitian yang dilakukan oleh peneliti telah menunjukkan bahwa persepsi guru rumpun PAI memahami terhadap konsep reward dan punishment. Reward diartikan sebagai salah satu alat pendidikan yang diberikan kepada peserta didik ketika peserta didik setelah melakukan suatu hal yang baik atau mencapai sesuatu, sedangkan punishment diartikan sebagai salah satu alat pendidikan yang diberikan kepada peserta didik dengan tujuan agar sadar akan kesalahan yang diperbuat dan dan mempertimbangkan sesuatu yang akan dilakukan selanjutnya. Bentuk- bentuk pemberian reward dan punishment yang dilakukan oleh guru rumpun PAI kepada peserta didik dalam bentuk fisik dan non fisik. Bentuk pemberian reward yang fisik seperti pemberian hadiah berupa permen, buku hadits pilihan, pembebasan bayar SPP selama dua bulan, penambahan nilai, dan penambahan uang saku. Dan reward yang non fisik seperti ekspresi verbal berupa pujian lisan dengan perkataan “selamat, sempurna, thayyib, dan baik,” apresiasi simbolis berupa acungan jempol, dan senyuman.
Sedangkan bentuk pemberian punishment yang fisik seperti berdiri di depan
kelas, hafalan ayat suci Alquran, penambahan tugas pemindahan tempat duduk, membaca Alquran, dan push-up. Dan bentuk pemberian punishment yang non fisik seperti teguran atau peringatan dari guru rumpun PAI.
Hasil temuan terkait konsep reward dan punishment berupa pengertian reward dan punishment. Hal ini sesuai dengan teori yang disampaikan oleh Alisuf Sabri dalam bukunya Ilmu Pendidikan, ia mengemukakan bahwa reward merupakan satu-satunya alat pendidikan represif yang menyenangkan dan diberikan kepada anak yang menunjukkan prestasi atau hasil pendidikan yang baik.156 Sedangkan punishment diartikan sebagai tindakan pendidikan dengan sengaja dan secara sadar diperuntukkan kepada peserta didik yang melakukan suatu kesalahan, dengan tujuan peserta didik sadar akan kesalahan yang diperbuat dan berjanji tidak akan mengulangi lagi.157
Hasil temuan terkait konsep reward dan punishment berupa bentuk- bentuk pemberian reward dan punishment. Hal ini sesuai dengan teori yang disampaikan oleh Salminawati dalam bukunya Filsafat Pendidikan Islam:
Membangun Konsep Pendidikan Yang Islami, ia mengemukakan bahwa bentuk pemberian reward terbagi menjadi dua, yaitu fisik dan non fisik.
Contoh reward dalam bentuk fisik berupa pemberiah hadiah, buku, penghargaan, dsb. Sedangkan yang non fisik berupa ekspresi verbal atau pujian, memandang serta tersenyum, dan menyayanginya. Sama halnya dengan reward, punishment terbagi menjadi dua, yaitu punishment fisik dan
156 Alisuf Sabri, Ilmu Pendidikan (Jakarta: UIN Jakarta Press, 2005), 60.
157 Sabri, Ilmu Pendidikan, 57.
non fisik. Contoh punishment fisik berupa guru memukul, berdiri di depan kelas, membersihkan kamar mandi, dsb. Sedangkan yang non fisik berupa sikap marah, memberi peringatan disertai ancaman, dsb.158
2. Persepsi Guru Rumpun PAI dalam Menerapkan Langkah-Langkah Reward dan Punishment untuk Membentuk Kedisiplinan Peserta Didik
Berdasarkan hasil penelitian yang dilakukan oleh peneliti telah menunjukkan bahwa persepsi guru rumpun PAI terhadap penerapan langkah-langkah pemberian reward dan punishment meliputi 3 hal, yaitu perencanaan, pelaksanaan, dan evaluasi. Pada langkah perencanaan pemberian reward dan punishment, para guru rumpun PAI bersepakat melibatkan terhadap pemahaman karakteristik peserta didik, mencantumkan bentuk-bentuk reward dan punishment dalam RPP, sharing atau berbagi pandangan dengan guru lain dalam penentuan bentuk pemberian reward dan punishment, dan mengumumkan kepada peserta didik adanya pemberian reward dan punishment. Pada langkah pelaksanaan pemberian reward dan punishment, para guru rumpun PAI sepakat melaksanakan pembelajaran sesuai dengan apa yang telah direncanakan, serta memberlakukan pemberian reward dan punishment saat pembelajaran berlangsung. Dengan memberikan bentuk-bentuk reward ketika peserta didik mampu menjawab pertanyaan dengan benar, mendapatkan nilai ulangan dengan nilai tinggi, mengerjakan tugas dengan cepat dan baik, dan aktif dalam pembelajaran.
Dan memberikan bentuk-bentuk-bentuk punishment ketika peserta didik
158 Salminawati, Filsafat Pendidikan Islam: Membangun Konsep Pendidikan yang Islami (Bandung: Citapustaka Media Perintis, 2016), 161-167.
melakukan pelanggaran atau ketidakpatuhan saat pembelajaran berlangsung.
Pada langkah evaluasi pemberian reward dan punishment, para guru rumpun PAI sepakat menggunakan evaluasi proses. Yang mana evaluasi dilakukan di saat proses pembelajaran berlangsung dengan mengamati dari sikap peserta didik serta penilaiannya. Para guru rumpun PAI mempertahankan atau meningkatkan bentuk-bentuk pemberian reward dan punishment yang efektif. Jika tidak efektif, maka mereka akan mengganti atau mencari alternatif yang lain dengan tujuan membentuk kedisiplinan peserta didik.
Hasil temuan tersebut sesuai dengan teori yang sampaikan oleh Rusdianto R, dkk. dalam jurnal berjudul “Pelaksanaan Pemberian Reward Dan Punishment Dalam Pembelajaran PAI Di SMA Negeri 13 Makassar,”
mereka menyatakan bahwa penerapan langkah-langkah reward dan punishment, yaitu terdiri dari perencanaan, pelaksanaan, dan evaluasi pemberian.159Adapun perencanaan pemberian reward dan punishment terdiri dari beberapa langkah, yaitu mengamati perilaku peserta didik, mendiskusikan perencanaan pemberian reward dan punishment, mempertimbangkan jenis reward dan punishment yang diberikan, menyimpan rancangan reward dan punishment, mengumumkan kepada peserta didik terkait mekanisme pemberian reward dan punishment yang
159 Rusdianto R., Sattu Alang, dan Ulfiani Rahman, “Pelaksanaan Pemberian Reward Dan Punishment Dalam Pembelajaran PAI Di SMA Negeri 13 Makassar,” Jurnal Inspiratif Pendidik 10, no. 2 (2021): 109-117, https://doi.org/10.24252/ip.v10i2.26464.
diberikan, dan memberlakukan reward dan punishment. 160
Pada pelaksanaan pemberian reward dan punishment terdiri beberapa langkah-langkah, yaitu guru mengucapkan salam pertama saat memasuki kelas kepada peserta didik, guru memberi salam kedua kalinya sekaligus mengabsen dan mengamati perilaku peserta didik, jika ada peserta didik yang tidak melaksanakan tugas yang diperintahkan olehnya, maka guru dapat memberikan punishment, penyampaian tujuan pembelajaran oleh guru, guru menerangkan materi sesuai perencanaan setelahnya guru mengajukan pertanyaan kepada peserta didik mengenai materi yang sudah dijelaskan. Jika peserta didik mampu menjawab dengan tepat, guru memberikan hadiah atau reward kepadanya, guru mengajukan pertanyaan kepada peserta didik mengenai materi yang sudah dijelaskan, guru menghubungkan materi yang dibahas dengan materi sebelumnya atau dengan kehidupan sehari-hari, guru memberikan punishment terhadap peserta didik yang ribut atau membuat gaduh di kelas di saat guru menerangkan materi pembelajaran, guru memberikan ruang untuk bertanya kepada peserta didik terkait materi yang telah diterangkan, jika belum memahami materi yang telah diterangkan, ketika salah satu peserta didik mampu menjawab dengan benar, maka diberikan hadiah atau reward oleh guru, kemudian guru menyimpulkan materi pembelajaran sekaligus membagikan tugas kepada peserta didik untuk diselesaikan saat di rumah setelah waktu pembelajaran usai, dan guru juga memperingatkan kepada
160 Rusdianto R., Sattu Alang, dan Ulfiani Rahman, “Pelaksanaan Pemberian Reward Dan Punishment Dalam Pembelajaran PAI Di SMA Negeri 13 Makassar,” Jurnal Inspiratif Pendidik 10, no. 2 (2021): 109-113, https://doi.org/10.24252/ip.v10i2.26464.
peserta didik berupa punishment jika tidak menyelesaikan tugasnya.161 Dan langkah yang terakhir adalah evaluasi pemberian. Pada langkah evaluasi, guru mengamati keberhasilan pemberian reward dan punishment melalui indikator-indikatornya. Indikator keberhasilan pemberian reward adalah terjadi peningkatan sejalan lurus dengan hasilnya. Sedangkan indikator keberhasilan pemberian punishment terjadi perubahan pada sikap, perilaku, dan pengetahuan peserta didik ke arah yang lebih baik. Jika tidak efektif dalam pemberian reward dan punishment, maka guru harus menggantinya atau memberikan jenis penguatan alternatif, sama halnya juga dalam pemberian punishment.162
3. Persepsi Guru Rumpun PAI terhadap Hasil Pemberian Reward dan Punishment dalam Membentuk Kedisiplinan Peserta Didik
Berdasarkan hasil penelitian yang dilakukan oleh peneliti telah menunjukkan bahwa persepsi guru rumpun PAI terhadap hasil pemberian reward dan punishment memiliki hasil positif dalam meningkatkan motivasi belajar, prestasi belajar, dan merubah perilaku atau membentuk kedisiplinan peserta didik. Khususnya dalam membentuk kedisiplinan peserta didik dapat tercermin melalui sikap-sikap disiplin yang dilakukan oleh peserta didik setelah menerima adanya pemberian reward dan punishment. Adapun sikap disiplin yang pertama adalah disiplin belajar, seperti peserta didik mengikuti pembelajaran secara tertib meskipun awalnya ada beberapa yang malas-
161 Rusdianto R., Sattu Alang, dan Ulfiani Rahman, “Pelaksanaan Pemberian Reward Dan Punishment Dalam Pembelajaran PAI Di SMA Negeri 13 Makassar,” Jurnal Inspiratif Pendidik 10, no. 2 (2021): 113-115, https://doi.org/10.24252/ip.v10i2.26464.
162 Rusdianto, Alang, dan Rahman, “Pelaksanaan Pemberian Reward Dan Punishment Dalam Pembelajaran PAI Di SMA Negeri 13 Makassar,” 115-117.
malasan, mengerjakan tugas baik saat pembelajaran berlangsung atau PR (Pekerjaan Rumah), dan menghafal ayat-ayat suci Alquran, membaca buku serta diskusi di perpustakaan. Disiplin dalam berpenampilan, seperti peserta didik menggunakan pakaian yang telah ditentukan oleh madrasah dengan rapi. Dan disiplin lingkungan, seperti peserta didik membuang sampah pada tempatnya, bergotong royong membersihkan lingkungan madrasah, dan menanam pohon di sekitar lingkungan madrasah.
Hasil temuan tersebut sesuai dengan teori yang sampaikan oleh Rusdianto R, dkk. dalam jurnal berjudul “Pelaksanaan Pemberian Reward Dan Punishment Dalam Pembelajaran PAI Di SMA Negeri 13 Makassar,”
mereka menyatakan bahwa hasil pemberian reward dan punishment dapat meningkatkan motivasi belajar, prestasi belajar, dan memperbaiki perilaku atau membentuk kedisiplinan peserta didik.163
Dan perubahan positif berupa kedisiplinan peserta didik dan adanya sikap disiplin dalam hal belajar, berpenampilan, dan lingkungan sesuai dengan teori yang disampaikan Arikunto, ia menyatakan bahwa indikator- indikator bentuk kedisiplinan peserta didik berupa kedisiplinan di dalam kelas berupa memperhatikan guru pada saat menjelaskan, kedisiplinan di luar lingkungan madrasah berupa memanfaatkan waktu luang untuk belajar, dan kedisiplinan di rumah berupa mengerjakan pekerjaan rumah.164
163 Rusdianto R., Sattu Alang, dan Ulfiani Rahman, “Pelaksanaan Pemberian Reward Dan Punishment Dalam Pembelajaran PAI Di SMA Negeri 13 Makassar,” Jurnal Inspiratif Pendidik 10, no. 2 (2021): 118-122, https://doi.org/10.24252/ip.v10i2.26464.
164 Suharsimi Arikunto, Manajemen Pengajaran Secara Manusiawi (PT Rineka Cipta, 1990), 122- 123.
124 BAB V PENUTUP A. Simpulan
Berdasarkan hasil dan pembahasan temuan pada bab sebelumnya mengenai “Persepsi Guru Rumpun Pendidikan Agama Islam Terhadap Pemberian Reward dan Punishment dalam Membentuk Kedisiplinan Peserta Didik di MTsN 1 Banyuwangi,” dapat disimpulkan bahwa:
1. Guru rumpun pendidikan agama Islam memahami terhadap konsep reward dan punishment sebagai salah satu alat pendidikan untuk membentuk kedisiplinan peserta didik. Bentuk-bentuk pemberian reward dan punishment berupa fisik dan non fisik.
2. Guru rumpun pendidikan agama Islam menerapkan langkah-langkah pemberian reward dan punishment meliputi: a) perencanaan:
mempertimbangkan karakteristik peserta didik, sharing dengan guru lain dicantumkan bentuk reward dan punishment di RPP, dan mengumumkan kepada peserta didik adanya pemberian reward dan punishment; b) pelaksanaan: melibatkan pembelajaran sesuai dengan yang apa telah direncanakan serta memberlakukan pemberian reward dan punishment secara langsung; c) dan evaluasi: menggunakan evaluasi proses, yaitu penilaian dilakukan di saat proses pembelajaran berlangsung dengan mengamati dari sikap peserta didik sehari-hari ketika berada di lingkungan madrasah.
3. Guru rumpun pendidikan agama Islam melihat hasil positif dari pemberian reward dan punishment dalam meningkatkan motivasi belajar, prestasi belajar, dan membentuk kedisiplinan peserta didik. Dengan pemberian keduanya, terlihat perubahan perilaku dalam hal disiplin belajar, berpenampilan, dan lingkungan.
B. Saran-Saran
1. Guru Rumpun PAI MTsN 1 Banyuwangi
Bagi guru rumpun PAI MTsN 1 Banyuwangi, disarankan agar memahami konsep, bentuk, dan faktor-faktor yang mempengaruhi persepsi pemberian reward dan punishment. Selain itu, guru rumpun PAI MTsN 1 Banyuwangi dapat melakukan perencanaan secara matang dalam penerapan reward dan punishment, menggunakan pendekatan secara proporsional dan bijaksana dalam pemberian reward dan punishment, melakukan evaluasi terhadap efektivitas penerapan langkah-langkah reward dan punishment, mengembangkan pendekatan lain yang positif dan proaktif dalam membentuk kedisiplinan peserta didik, memperhatikan prinsip keadilan dalam pemberian reward dan punishment, dan dapat membangun komunikasi yang efektif dengan peserta didik.
2. Kepala dan Wakil Madrasah MTsN 1 Banyuwangi
Bagi kepala dan wakil madrasah MTsN 1 Banyuwangi, disarankan agar senantiasa selalu memberikan dukungan dan pembekalan terkait konsep reward dan punishment, mendorong kolaborasi antara guru rumpun PAI dengan guru-guru yang lain, membuat kebijakan madrasah yang jelas
terkait penerapan pemberian reward dan punishment, dan membuat sistem monitoring serta evaluasi yang teratur.
3. Peneliti Selanjutnya
Bagi peneliti selanjutnya disarankan agar meneliti persepsi guru rumpun PAI terhadap reward dan punishment, meneliti pengaruh penerapan reward dan punishment dalam jangka waktu panjang, mengeksplorasi pendekatan alternatif dalam membentuk kedisiplinan peserta didik, dan meneliti faktor-faktor lain yang mempengaruhi terhadap kedisiplinan peserta didik.
4. Pemerintah
Bagi Pemerintah, disarankan agar senantiasa selalu memberikan pelatihan dan pengembangan profesional kepada guru PAI, mengembangkan pedoman atau panduan penerapan reward dan punishment, mendukung penelitian dan pengembangan pendekatan alternatif, serta memperhatikan kebutuhan dan kemampuan peserta didik dalam merumuskan kebijakan.
DAFTAR PUSTAKA
Afifa, Nurul. “Penerapan Guru Pendidikan Agama Islam Dalam Meningkatkan Mutu Pembelajaran Pada Masa Pandemi COVID-19 Di SMPN Satap Matano Kabupaten Luwu Timur.” Skripsi, Universitas Muhammadiyah Makassar, 2022.
Al-Abrasyi, Muhammad Athiyyah. Prinsip-Prinsip Dasar Pendidikan Islam.
Bandung, Pustaka Setia, 2003.
Alavi, S. M. Ziauddin. Pemikiran Pendidikan Islam pada Abad Klasik dan Pertengahan. Jakarta: Angkasa, 2003.
Al-Rasyidin dan Samsul Nizar. Filsafat Pendidikan Islam. Jakarta: Ciputat Press, 2007.
Arikunto, Suharsimi. Manajemen Pengajaran Secara Manusiawi. Jakarta: PT Rineka Cipta, 1990.
Arikunto, Suharsimi. Prosedur Penelitian Kuantitatif, Kualitatif, dan R&D.
Bandung: Alfabeta, 2013.
Azisi, Rahmat. “Pendidikan Tanpa Kekerasan.” Artikel disampaikan pada Seminar Nasional, Universitas Islam Indonesia, Yogyakarta, 21 Februari 2009.
Bachri, Bachtiar S.. “Meyakinkan Validitas Data Melalui Triangulasi Pada Penelitian Kualitatif.” Jurnal Teknologi Pendidikan 10, no. 1 (April 2010):
46-62. http://yusuf.staff.ub.ac.id/files/2012/11/meyakinkan-validitas-data- melalui-triangulasi-pada-penelitian-kualitatif.pdf.
Biro HDI KEMENAG. “Tahun Pelajaran 2020/2021, Madrasah Gunakan Kurikulum PAI Baru.” 10 Juli 2020. https://kemenag.go.id/nasional/tahun- pelajaran-20202021-madrasah-gunakan-kurikulum-pai-baru-tw19vo.
Brierley, John. Give Me A Child Until He Is Seven: Brain Studies & Early Childhood Education. Oxfordshire: Routledge Falmer, 2004.
Djamarah, Syaiful Bahri. Psikologi Belajar. Jakarta, Rineka Cipta, 2002.
Djamarah, Syaiful Bahri. Rahasia Sukses Belajar. Jakarta: Rineka Cipta, 2002.
Dzulfahmi. Persepsi: Bagaimana Sejatinya Persepsi Membentuk Kontruksi Berpikir Kita. Yogyakarta: Anak Hebat Indonesia, 2021.
Echols, John M. dan Hasan Sadily. Kamus Inggris-Indonesia. Jakarta: Gramedia Pustaka Utama, 2016.
Fadjar, A. Malik. Holistika Pemikiran Pendidikan. Jakarta: Raja Grafindo, 2005.
Faridah, Seftiya Nur dan FX. Sri Sadewo. “Kekerasan Simbolik Di Sekolah (Studi di SD Negeri Pucangro Kecamatan Kalitengah Kabupaten Lamongan).”
PARADIGMA 06, no. 2 (Juli 2018): 1-5.
https://ejournal.unesa.ac.id/index.php/paradigma/article/view/24740.
Hafni, Rizky Amalia. “Persepsi Guru PAI Tentang Punishment dan Penerapannya dalam Pembelajaran di SMP IT Al-Ikhwan Tanjung Morawa Deli Serdang.” (Skripsi, UIN Sumatera Utara, 2019).
Halim, Andreas. Kamus Lengkap 5 Miliyar: Inggris-Indonesia, Indonesia-Inggris.
Surabaya: Sulita Jaya, 2001.
Hamalik, Oemar. Kurikulum dan Pembelajaran. Jakarta: Bumi Aksara, 2015.
Hasbullah. Dasar-Dasar Ilmu Pendidikan. Jakarta: Rajawali Pers, 2015.
Hurlock, Elizabeth B.. Perkembangan Anak. Terjemahan oleh Meitasari Tjandrasa. Jakarta: Erlangga, 2008.
K., Roestiyah N.. Strategi Belajar Mengajar. Jakarta: Rineka Cipta, 2012.
Kementerian Agama RI. Al-Qur‟an Dan Terjemahannya. Jakarta: Lajnah Pentashihan Mushaf Al-Qur’an, 2019.
Kementerian Pendidikan Nasional. Kamus Bahasa Indonesia. Jakarta: Pusat Bahasa Departemen Pendidikan Nasional, 2008.
Khadijah. Belajar Dan Pembelajaran. Bandung: Citapustaka Media, 2013.
Khodijah, Nyayu. Psikologi Pendidikan. Jakarta: Rajawali Pers, 2017.
Kurniawan, Wisnu Aditya. Budaya Tertib Siswa di Sekolah: Penguatan Pendidikan Karakter Siswa. Sukabumi: CV Jejak, 2018.
Langgulung, Hasan. Beberapa Pemikiran Tentang Pendidikan Islam. Bandung:
PT Al-Ma’arif, 1979.
M., Sardiman A.. Interaksi dan Motivasi Belajar Mengajar. Jakarta: Rajawali Press, 2018.
Maisarah, “Persepsi Mahasiswa PAI Terhadap Penerapan Reward and Punishment di Ma’had Al-Jami’ah UIN Ar-Raniry,” Skripsi, UIN Ar- Raniry Banda Aceh, 2017.
Moenir, H A.S. Manajemen Pelayanan Umum Di Indonesia. Jakarta: Bumi Aksara, 2010.
Moleong, Lexy J.. Metodologi Penelitian Kualitatif. Bandung: Remaja Rosdakarya, 2010.
Muhaimin dan Abd. Mujib. Pemikiran Pendidikan Islam: Kajian Filosofik dan Kerangka Dasar Operasionalnya. Bandung: Tri Genda Karya, 1993.
Muhaimin. Pengembangan Kurikulum Pendidikan Agama Islam di Sekolah, Madrasah, dan Perguruan Tinggi. Jakarta: Rajawali Press, 2014.
Mulyadi, Achmad, dkk.. Kamus Pengayaan Bahasa Inggris: Inggris-Indonesia.
Bandung: M2S, 2017.
N., Sudirman. Ilmu Pendidikan: Kurikulum, Program Pengajaran, Efek Instruksional Dan Pengiring, Cbsa, Metode Mengajar, Media Pendidikan, Pengelolaan Kelas Dan Evaluasi Hasil Belajar. Bandung: PT Remaja Rosdakarya, 1992.
Naim, Ngainun. Character Building. Jogjakarta: Ar-Ruzz Media, 2012.
Novi, Bunda. Saat Anak Harus Diberi Hadiah atau Hukuman. Yogyakarta: Saufa, 2015.
Novitasari, Annisa. “Pemberian Reward and Punishment dalam Membentuk Karakter Disiplin Anak pada Sekolah Madrasah Ibtidaiyah.” Halaqa 3, no.
1 (2019): 27-33. https://doi.org/10.21070/halaqa.v3i1.2113.
Patimila, Hamid. Metode Penelitian Kualitatif. Bandung: Alfabeta, 2011.
Purwanto, M. Ngalim. Ilmu Pendidikan Teoritis dan Praktis. Bandung: Remaja Rosdakarya, 2006.
Putri, Rina Oktafia. “Praktek Kekerasan Simbolik (Relasi Guru dan Peserta Didik dalam Pendidikan Islam).” Millah 17, no. 2 (April 2018): 319-336.
https://doi.org/10.20885/millah.vol17.iss2.art7.
R., Rusdianto, Sattu Alang, dan Ulfiani Rahman. “Pelaksanaan Pemberian Reward Dan Punishment Dalam Pembelajaran PAI Di SMA Negeri 13 Makassar.” Jurnal Inspiratif Pendidik 10, no. 2 (2021): 104-123.
https://doi.org/10.24252/ip.v10i2.26464.
Rachman, Maman. Manajemen Kelas. Jakarta: DEPDIKBUD, 1999.
Rahman, Masykur Arif. Kesalahan-Kesalahan Fatal Paling Sering Dilakukan Guru Dalam Kegiatan Belajar Mengajar. Yogyakarta: Diva Press, 2011.
Rosyid, M. Zaiful dan Aminol Rosid Abdullah. Reward & Punishment Dalam Pendidikan. Malang: Literasi Nusantara, 2018.
Rosyid, Moh. Zaiful, Ulfiatul Rohmah, dan Rofiqi. Reward & Punishment:
Konsep dan Aplikasi Keluarga, Sekolah, Pesantren, Perusahaan, dan Masyarakat. Batu: Literasi Nusantara, 2019.
Sabri, Alisuf. Ilmu Pendidikan. Jakarta: UIN Jakarta Press, 2005.
Salahuddin, Mahfudh, dkk., Metodologi Pendidikan Agama. Surabaya: Bina Ilmu, 1987.
Salminawati. Filsafat Pendidikan Islam: Membangun Konsep Pendidikan yang Islami. Bandung: Citapustaka Media Perintis, 2016.
Samrah. “Persepsi Guru dan Siswa terhadap Pemberian Sanksi dalam Pembelajaran Pendidikan Agama Islam Kelas VI SDN 53 Pabbambaeng Kecamatan Kindang Kabupaten Bulukimba.” Skripsi, UIN Alauddin Makassar, 2016.
Sari, Wina Janustisia, Andi Aisa, dan Musgar Musgar. “Persepsi Guru PAI Terhadap Pemberian Punishment Dan Penerapannya Dalam Pembelajaran Di SMA Negeri 07 Bombana.” Jurnal Edukasi Cendekia 5, no. 1, (Februari 2021): 90-97. https://www.jurnal-umbuton.ac.id/index.php/JEC.
Sarwono, Sarlito W.. Pengantar Psikologi Umum. Jakarta: Rajawali Press, 2009.
Scunk, Dale H,. Learning Theories An Educational Perspective. Terjemahan oleh Eva Hamdiah dan Rahmat Fajar. Yogyakarta: Pustaka Pelajar, 2012.
Sekretariat Negara Republik Indonesia. Undang-undang Nomor 20 tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional.
Sinungan, Muchdarsyah. Produktifitas: Apa dan Bagaimana. Jakarta: Bumi Aksara, 2008.
Siyoto, Sandu, dan M. Ali Sodik. Dasar Metodologi Penelitian. Yogyakarta:
Literasi Media Publishing, 2015.
Slameto. Belajar dan Faktor-faktor yang Mempengaruhinya. Jakarta: Rineka Cipta, 2015.
Sugiyono. Memahami Penelitian Kualitatif. Bandung: Alfabeta, 2010.
Sugiyono. Metode Penelitian Kualitatif. Bandung: Alfabeta, 2017.
Sugiyono. Metode Penelitian Kuantitatif, Kualitatif, Dan R&D. Bandung:
Penerbit Alfabeta, 2014.
Sugiyono. Metode Penelitian Pendidikan: Pendekatan Kuantitatif, Kualitatif, dan R&D. Bandung: Alfabeta, 2008.
Suryana. Metodologi Penelitian Model Praktis Penelitian Kuantitatif Dan Kualitatif. Bandung: UPI, 2010.
Suryono dan Hariyanto. Belajar dan Pembelajaran. Bandung: PT. Remaja Rosdakarya, 2014.
Syafi’i, Muhammad. “Penerapan Reward dan Punishment Untuk Meningkatkan Kedisiplinan Peserta Didik di SMP Samarinda.” Borneo Jurnal of Islamic
Education 1, no. 1 (2021): 103-114.
https://journal.uinsi.ac.id/index.php/bjie/article/view/3312.
Thobroni, M.. Belajar & Pembelajaran: Teori dan Praktik. Yogyakarta: Ar-Ruzz Media, 2016.
Tu’u, Tulus. Peran Disiplin pada Perilaku dan Prestasi Siswa. Jakarta:PT Grasindo, 2008.
Ulwan, Abdullah Nasih. Tarbiyatul Aulad Fil Islam: Pendidikan Anak dalam Islam. Jakarta: Khatulistiwa Press, 2015.
Walgito, Bimo. Pengantar Psikologi Umum. Yogyakarta : ANDI, 2004.
Wibowo, Agus. Pendidikan Karakter: Strategi Membangun Karakter Bangsa Berperadaban. Yogyakarta: Pustaka Pelajar, 2012.
Wibowo, Wahyu. Cara Cerdas Menulis Artikel Ilmiah. Jakarta: PT Kompas Media Nusantara, 2011.
Wijaya, Candra, M. Luthfie Ramadhani, dan Edi Jatmiko. “Persepsi Guru Tentang Reward and Punishment dan Implementasinya dalam Pembelajaran di MAN II Model Medan.” Nazhruna 3, no. 1 (2020): 122-137.
https://doi.org/10.31538/nzh.v3i1.521.
Zuhairini. dkk.. Metodik Khusus Pendidikan Agama. Surabaya: Usaha Nasional, 1983.
PERNYATAAN KEASLIAN TULISAN
PENELITIAN
Persepsi Guru Rumpun Pendidikan Agama Islam Terhadap Pemberian Reward dan Punishment dalam Membentuk Kedisiplinan Peserta Didik di MTsN 1 Banyuwangi
1. Persepsi
2. Reward dan Punishment
3. Kedisiplinan Peserta Didik
1. Faktor-faktor yang berperan dalam persepsi 2. Hal-hal yang
menyebabkan terjadinya perbedaan persepsi 1. Bentuk-bentuk reward
dan punishment 2. Penerapan langkah-
langkah reward dan punishment
3. Kelebihan dan
kekurangan reward dan punishment
4. Hasil pemberian reward dan punishment
1. Unsur-unsur
kedisiplinan peserta didik
2. Indikator-indikator bentuk kedisiplinan peserta didik 3. Faktor-faktor yang
mempengaruhi kedisiplinan peserta didik
1. Informan:
Wakil Kepala Madrasah Bidang Kurikulum
Wakil Kepala Madrasah Bidang Kesiswaan
Guru rumpun PAI yang Mengajar Kelas VII-VIII
Peserta Didik Kelas VII-VIII 2. Dokumentasi
1. Pendekatan
Penelitian: Kualitatif 2. Jenis Penelitian:
Penelitian Lapangan (Field Research) 3. Lokasi Penelitian:
MTsN 1 Banyuwangi 4. Teknik
Pengumpulan Data:
Observasi
Wawancara
Dokumentasi 5. Teknik Analisis
Data:
Kondensasi Data
Penyajian Data
Penarikan Kesimpulan 6. Uji Keabsahan Data:
Triangulasi Sumber
Triangulasi Teknik
1. Bagaimana persepsi guru rumpun PAI terhadap konsep reward dan punishment dalam membentuk kedisiplinan peserta didik di MTsN 1 Banyuwangi?
2. Bagaimana persepsi guru rumpun PAI dalam menerapkan langkah- langkah reward dan punishment untuk membentuk kedisiplinan peserta didik di MTsN 1 Banyuwangi?
3. Bagaimana persepsi guru rumpun PAI terhadap hasil pemberian reward dan punishment dalam membentuk kedisiplinan peserta didik di MTsN 1 Banyuwangi?