• Tidak ada hasil yang ditemukan

BAB IV PENYAJIAN DATA DAN ANALISIS

C. Pembahasan Temuan

70

e) Santri yang hanya menerapkan hadits larangan isbal pada saat sholat saja, di luar itu menggunakan celana atau sarung di bawah mata kaki.

2) Santri yang tidak menerapkan hadits larangan isbal

a) Santri yang tidak patuh terhadap tata tertib Pondok Pesantren Al- Ishlah.

b) Santri yang menerapkan hadits larangan isbal hanya di pondok pesantren saja, akan tetapi jika di rumah menggunakan celana atau sarung di bawah mata kaki. ada rasa canggung jika menggunakan celana atau sarung di atas mata kaki jika berkumpul dengan masyarakat di rumahnya.

1. Latar Belakang Implementasi Hadits Larangan Isbal di Pondok Pesantren Al- Ishlah Bondowoso

Dalam proses penerapan hadits larangan isbal di Pondok Pesantren Al-Ishlah Bondowoso ini dilatar belakangi oleh pengasuh Pondok Pesantren sendiri yakni KH. Muhammad Ma’shum atau biasa yang dipanggil dengan abi Ma’shum. beliau berprinsip bahwa Pondok Pesantren Al-Ishlah sebagai sebuah lembaga pendidikan kader yang berpegang teguh pada prinsip Ahlussunnah Wal Jama’ah berusaha untuk melaksanakan semua perintah Nabi, baik dari segi berpakaian maupun hal lainnya.

Kegiatan penerapan larangan isbal ini merupakan fenomena yang jelas, yang mencerminkan everyday life of the Sunnah atau kegiatan living Sunnah yang sesuai dengan teori dari M. Mansyur dkk dalam buku Metodologi penelitian Living Qur’an dan Hadits yakni80, tradisi tulis, tradisi lisan dan tradisi praktik.

2. Hadits-Hadits Dasar Larangan Isbal Di Pondok Pesantren Al-Ishlah Bondowoso

Hadits-hadits yang menjadi dasar larangan isbal di Pondok Pesantren Al-Ishlah menurut ustadz Ahmad Rastiadi selaku Kepala Pengasuhan Santri dan Wakil Kepala Bagian Kesiswaan adalah hadits- hadits yang telah ada yang menyangkut larangan isbal. Beliau mengatakan

“ Semua hadits- hadits yang didalamnya terdapat larangan isbal dan hadits tersebut shahih maka hadits tersebut akan dijadikan dasar larangan di Pondok Pesantren Al-Ishlah81.

80M. Mansyur dkk, Metodologi Penelitian Living Qur’an, 116-130

81Rastiyadi, Wawancara, Bondowoso, Jum’at, 06 Januari 2017

72

Dengan begitu dipastikan bahwa semua hadits tentang larangan isbal dijadikan dasar atau prinsip di Pondok Pesantren Al-Ishlah. Larangan isbal di Pondok Pesantren Al-Ishlah sesuai dengan teori dari Muhammad Ali Sodiqin yang berjudul Muhammadiyah itu Nu! Yang isinya dalam kitab beberapa masalah dalam bahasan celana pandu yang tidak menutupi lutut, diputuskan agar celana itu menutupi aurat yaitu bagi laki-laki harus menutupi antara pusar dan lututnya.82

3. Pemahaman Hadits-Hadits Larangan Isbal Di Pondok Pesantren Al- Ishlah Bondowoso.

Mayoritas para santri Al-Ishlah sangat memahami hadis mengenai apa itu isbal,menurut mereka dalam memahami dan mengamalkan ajaran Rasulullah saw adalah dilakukan secara totalitas, apa yang mereka pahami dilakukan, difatwakan dan diikuti secara utuh dan apa adanya,tidak mengurangi dan tidak menambah. Terutama dalam hal yang menyangkut masalah aqidah maupun tingkah laku dalam kehidupan sehari-hari misalnya tentang cara berpakaian ala Rasulullah saw.

Di Pondok Pesantren Al-Ishlah sangat menerapkan larangan isbal, hal ini sesuai dengan teks hadits tentang larangan isbal. Sedangkan menurut teori Syuhudi Ismail dalam buku yang berjudul Hadits Nabi Yang Tekstual Dan Kontekstual terdapat dua cara dalam memahami hadits yakni dengan pemahaman secara tekstual dan secara pemahaman kontekstual.

Dari uraian diatas dapat ditarik kesimpulan bahwa pemahaman hadits di

82Muhammad Ali Sodiqin, Muhammadiyah itu Nu!, (Jakarta : PT Mizan Publika, 2013), 100.

Pondok Pesantren Al-Ishlah yang sesuai dengan teori Syuhudi Ismail adalah teori tekstual. Adapun yang tidak sesuai dengan teori Syuhudi Ismail adalah teori kontekstual.

Para santri mempunyai keyakinan bahwa hadis-hadis isbal yang mereka terapkan adalah hadis-hadis yang diriwayatkan oleh ulama-ulama hadis yang benar-benar sudah dianggap sahih dan mereka meyakini para ulama-ulama tersebut.

4. Implementasi Hadits-Hadits Larangan Isbal Di Pondok Pesantren Al- Ishlah Bondowoso

Terdapat 2 bagian dalam penerapan larangan isbal diantaranya : 1) Santri yang menerapkan hadits larangan isbal

a) Santri yang faham dengan arti dari hadits larangan isbal

b) Santri yang patuh dengan aturan Pondok Pesantren Al-Ishlah yang melarang santrinya menggunakan celana di bawah mata kaki.

c) Santri yang menjaga kesucian celana atau sarung jika menggunakan celana isbal dikhawatirkan celana atau sarungnya terkena najis.

d) Santri yang takut dengan sanksi yang diterimanya ketika menggunakan celana atau sarung di bawah mata kaki.

e) Santri yang hanya menerapkan hadits larangan isbal pada saat sholat saja, di luar itu menggunakan celana atau sarung di bawah mata kaki.

2) Santri yang tidak menerapkan hadits larangan isbal

74

a) Santri yang tidak patuh terhadap tata tertib Pondok Pesantren Al- Ishlah.

b) Santri yang menerapkan hadits larangan isbal hanya di Pondok Pesantren saja, akan tetapi jika di rumah menggunakan celana atau sarung di bawah mata kaki. ada rasa canggung jika menggunakan celana atau sarung di atas mata kaki jika berkumpul dengan masyarakat di rumahnya.

Para ulama sepakat haramnya isbal karena sombong akan tetapi ulama’ berbeda pendapat mengenai hukum isbal jika tanpa sombong.

Syaikh Alwi bin Abdil Qadir As Segaf berkata:

“Para ulama bersepakat tentang haramnya isbal karena sombong, namun mereka berbeda pendapat jika isbal dilakukan tanpa sombong dalam 2 pendapat:Pertama, hukumnya makruh, ini adalah pendapat kebanyakan ulama pengikut madzhab yang empat.Kedua, hukumnya haram secara mutlak.

Dari teori di atas terdapat dua hukum bagi pelaku yang melakukan isbal yakni yang pertama makhruh dan yang kedua haram.

Di Pondok Pesantren Al-Ishlah sangat menekankan santrinya untuk tidak melakukan isbal, bahkan terdapat sanksi yang berat bagi para santri yang melakukan isbal, dikarenakan pondok tersebut mempunyai prinsip bahwa orang yang melakukan isbal hukumnya adalah haram. Bagi yang tidak mengikutinya akan dikenakan sanksi yang sangat berat. Sanksi- sanksi yang diterapkan adalah pertama celananya akan dipotong, lalu

kedua akan diberikan tugas-tugas menulis terkait celana isbal yang dia pakai sendiri Para asatidz memberikan contoh yang konkret secara langsung sendiri, memberikan ancaman- ancaman yang akan diterima pada para santri yang enggan menggunakan celana non-isbal karena hal itu bersumber dari hadits.

Dari uraian diatas implementasi hadits-hadits larangan isbal di Pondok Pesantren Al-Ishlah yang sesuai dengan teori dari buku Isbal?

adalah dari segi haramnya saja. Adapun yang tidak sesuai dengan teori adalah makruh.

76 BAB V PENUTUP

A. Kesimpulan

Adapun kesimpulan dari penulisan di atas adalah sebagai berikut:

1. Latar belakang implementasi hadits larangan isbal di Pondok pesantren Al-Ishlah Bondowoso. Dalam proses penerapan hadits larangan isbal di Pondok Pesantren Al-Ishlah Bondowoso ini dilatar belakangi oleh pengasuh Pondok pesantren sendiri yakni KH. Muhammad Ma’shum atau biasa yang dipanggil dengan abi Ma’shum. beliau berprinsip bahwa Pondok Pesantren Al-Ishlah sebagai sebuah lembaga pendidikan kader yang berpegang teguh pada prinsip Ahlussunnah Wal Jama’ah berusaha untuk melaksanakan semua perintah Nabi, baik dari segi berpakaian maupun hal lainnya.

2. Hadits-hadits dasar larangan isbal di Pondok Pesantren Al -Ishlah adalah semua hadits-hadits yang didalamnya terdapat larangan isbal dan hadits tersebut shahih maka hadits tersebut akan dijadikan dasar larangan di Pondok Pesantren Al-Ishlah.

3. Pemahaman hadits-hadits larangan isbal di Pondok Pesantren Al-Ishlah Bondowoso. Mayoritas para santri Pondok Pesantren Al-Ishlah sangat memahami hadist mengenai apa itu isbal dan, menurut mereka dalam memahami dan mengamalkan ajaran Rasulullah saw adalah dilakukan secara totalitas, apa yang mereka pahami dilakukan, difatwakan dan diikuti secara utuh dan apa adanya,tidak mengurangi dan tidak menambah.

Terutama dalam hal yang menyangkut masalah aqidah maupun tingkah laku dalam kehidupan sehari-hari misalnya tentang cara berpakain ala Rasulullah saw. Di Pondok Pesantren Al-Ishlah sangat menerapkan larangan isbal, hal ini sesuai dengan teks hadits tentang larangan isbal.

4. Implemetasi hadits- hadits larangan isbal di Pondok Pesantren Al-Ishlah adalah berniat terlebih dahulu, pembiasaan celana atau sarung diatas mata kaki, contoh dan teladan, penyadaran, pengawasan, memberikan sanksi bagi yang melanggar.

B. Saran

Dari hasil penelitian yang diperoleh, maka penulis memberikan saran atau masukan yang mungkin dapat berguna bagi lembaga yang menjadi obyek penelitian (Pondok Pesantren Al-Islah Bondowoso), sehingga dapat menjadikan sebagai bahan masukan bagi Pondok Pesantren Al-Ishlah Bondowoso dalam rangka mencapai tujuan penerapan hadits-hadits tentang larangan isbal dengan maksimal. Saran-saran penulis antara lain

1. Saran bagi Pengasuh

a. Pengasuh sebagai pengelola ekskutif dan pemimpin disuatu lembaga perlu meningkatkan kompetensi dan kemampuan internal dalam merespon berbagai kebutuhan yang mendesak.

b. Pengasuh hendaknya mengontrol, memberikan saran serta motivasi secara maksimal kepada para tenaga kependidikan untuk meningkatkan profesionalisme guru dan ustadz dalam menerapkan tata tertib.

78

2. Ustadz dan Guru

a. Memberikan contoh dalam penerapan hadits-hadits larangan isbal dengan baik dan benar.

b. Guru tidak bosan untuk mengingatkan kesalahan terhadap santri 3. Santri

a. Harus giat belajar dalam memahami hadits-hadits Nabi Muhammad saw.

b. Harus secara totalitas dalam menerapkan hadits-hadits larangan isbal jangan hanya di pondok saja akan tetapi di luar pondokpun hadits tersebut harus diterapkan.

c. Jangan mudah puas dengan apa yang di dapat, tetapi juga mempelajari pada tingkat selanjutnya. Seperti dalam pendidikan, dengan maksud tidak hanya pandai dalam membaca tetapi juga memahami makna hadits dan dipraktekkan dalam kehidupan sehari-hari.

Tempat Tanggal Lahir :Situbondo, 7Maret 1991

Alamat :Kp. Timur RT/RW 003/004,

Curah Jeru, Kec. Panji, Kab.

Situbondo Riwayat Pendidikan :

TK Aisyah 1996-1998

SDN 01 Curah Jeru 1998-2004 SLTPN 01 Situbondo 2004-2007

Pondok Modern Darussalam Gontor Ponorogo 2007-2010 MAN 02 Situbondo 2010-2012

STUDI LIVING HADITS LARANGAN ISBAL DI PONDOK PESANTREN AL-ISHLAH BONDOWOSO

S K R I P S I

Diajukan kepada Institut Agama Islam Negeri Jember untuk memenuhi salah satu persyaratan memperoleh

gelar Sarjana Agama (S. Ag) Fakultas Ushuluddin Adab dan Humaniora

Program Studi Tafsir Hadits

Oleh:

Nur Adhyatma Pradhipta NIM : 082 112 005

INSTITUT AGAMA ISLAM NEGERI JEMBER FAKULTAS USHULUDDIN ADAB DAN HUMANIORA

PROGRAM STUDI TAFSIR HADITS

JANUARI 2018

S K R I P S I

Oleh:

Nur Adhyatma Pradhipta NIM : 082 112 005

INSTITUT AGAMA ISLAM NEGERI JEMBER FAKULTAS USHULUDDIN ADAB DAN HUMANIORA

PROGRAM STUDI TAFSIR HADITS

JANUARI 2018

Departemen Agama RI, Al-Qur’an Tajwid dan Terjemahnya, (Surabaya : PT Sygma Examedia Arkanleema, 2007

Hamid, Abdul Abdullah. 2004. Jenggot Yes Isbal No.Yogyakarta : Media Hidayah.

Hasan, Hasan dan Koentjaraningrat. 1997. Beberapa Asas Metodologi Ilmiah.

Jakarta :Gramedia.

http://multazam-einstein.blogspot.com/2013/03/hadis-tentang-etika-makan-dan- minum.html.

https://muslim.or.id/8995-syubhat-seputar-larangan-isbal.html.

Ibnu Shalih bin Hasbullah, Abu Muhammad. 2015. Mencukur Jenggot dan Isbal Jakarta: Pustaka Ibnu ‘Umar.

Mansyur, M, dkk. 2007. Metodologi Penelitian Living Qur’an dan Hadis.

Yogyakarta :Teras.

Moleong, Lexy J. 2010. Metodologi Penelitian Kualitatif. Bandung: PT. Remaja Rosda karya.

Mujtaba, Mujtaba. 2009. Pandangan Pengikut Gerakan Jama’ah Tabligh Jogjakarta Terhadap Hadits-Hadits Nabi Muhammad TentangIsbal.

(Skripsi 14 Januari 2009) http: //digilib.uin-suka.ac.id.

Nasir, Muhammad. 2013. Kontroversi Hdits-Hadits tentang Isbal, Jurnal Farabi , Volume 10 No 1. http: journal.iaingorontalo.ac.id.

Qardhawi, Yusuf. 1993. Bagaimana Memahami Hadits Nabi. Bandung :Karisma.

Rahman Dahlan, Abd. 2011. UshulFiqh. Jakarta :Amzah.

Rochim, Abd. 2006. Fiqih. Semarang : Aneka Ilmu.

Shihab, M. Quraish. 2004. Jilbab, Pakaian Wanita Muslimah. Jakarta :Lentera Hati.

Shihab, M. Quraish. 2007. Membumikan al-Qur’an. Bandung : Mizan Media Utama.

80

Sholikhah, Siti Aminatus. 2012. Hadits-hadits Tentang Memanjangkan Pakaian dan Jenggot. (Skripsi) http://digilib.uin-suka.ac.id/id/eprint/955.

STAIN Jember, Pedoman Penulisan Karya Ilmiah, (Jember: STAIN Jember Press, 2013).

Sudarman, Danim. 2002. Menjadi Peneliti Kualitatif. Bandung: Pustaka Setia.

Sugiono. 2011. Metode Penelitian Kuantitatif Kualitatif dan R&D. Bandung:

Alfabeta.

Sugiyono. 2011. Metode Penelitian Kuantitatif, Kualitatif, Dan R&D. Bandung:

Al Fabeta Cv.

Sukardi. 2014. Metodologi Penelitian Pendidikan :Kompetensi dan Praktiknya.

Jakarta: PT. BumiAksara.

Suryadi.“Dari Living Sunnah ke Living Hadits”dalam metodologi Penelitian Living Qur’an dan Hadits, Syahiron Syamsuddin (Ed).

Suryadilaga, Muhammad Alfatih. 2005. “Model-Model Living Hadist” dalam Sahiron Samsuddin (Ed) Metode Penelitian Living Qur’an dan Hadist.Yogyakarta: TH Press.

Suryadilaga, Muhammad Alfatih. 2007. Model- model living hadits dalam Syahiron Syamsuddin (ed.), Metodologi Penelitian Living Qur’an dan Hadits (Yogyakarta: Teras, 2007).

Tim Penyusun Kamus Pusat Bahasa. 2005. Kamus Besar Bahasa Indonesia.

Jakarta : Balai Pustaka.cet. ke-3, edisi ke-3.

Tim Penyusun STAIN. 2014. Pedoman Penulisan Karya Ilmiah. Jember: STAIN Jember Press.

Tim Penyusun. 2010. Pondok Pesantren al-Ishlah Berdiri di Atas dan Untuk Semua Golongan. Bondowoso : Pondok Pesantren al-Ishlah.

Tim Revisi. 2013. Pedoman Penulisan Karya Ilmiah. Jember: STAIN Jember Press.

Segala puji syukur penulis sampaikan kepada Allah SWT yang telah melimpahkan rahmat dan hidayah-Nya, sehingga penulis dapat menyelesaikan skripsi ini dengan lancar

Sholawat serta salam senantiasa tetap tercurahkan kepada pemimpin utusan Allah yaitu Nabi Muhammad saw yang telah membawa rahmat bagi seluruh penghuni alam ini, yang telah menyelamatkan dunia dengan akhlakul karimahnya dan juga mengantarkan kita ke tengah rinai cahaya yang begitu terang yaitu ajaran Islam

Penulis menyadari bahwa baik dalam perjalanan studi maupun dalam penyelesaian skripsi ini, penulis banyak memperoleh bimbingan dan motivasi dari berbagai pihak, oleh karena itu pada kesempatan ini penulis menyampaikan rasa syukur dan terima kasih yang sedalam-dalamnya kepada:

1. Bapak Prof. Babun Suharto, SE., MM selaku rektor IAIN Jember.

2. Bapak Dr. Abdul Haris, M. Ag. selaku Dekan Fakultas Ushuluddin IAIN Jember.

3. Bapak H. Mawardi Abdullah, Lc. MA selaku Ketua Jurusan Tafsir Hadits IAIN Jember.

4. Bapak Uun Yusufa, MA selaku Ketua Program Studi Ilmu Al-Qur’an dan Tafsir 5. Bapak Dr. Abdul Haris, M. Ag, selaku dosen wali.

6. Bapak Dr. H. Kasman M.Fil.I, selaku dosen pembimbing skripsi yang telah

meluangkan waktunya dalam memberikan bimbingan, arahan dan nasehat demi

terselesainya penyusunan skripsi ini,

vii

7. Segenap dosen IAIN Jember, semoga ilmu yang didapat selama kuliah dapat memberikan manfaat dan barokah dalam hidup saya.

8. Ustadz Rastiyadi selaku Kepala Pengasuhan Santri Pondok Pesantren Al-Ishlah Bondowoso yang telah memberikan izin tempat penelitian skripsi ini.

9. Ahmad Nailul Iman selaku Pengurus yang telah meluangkan waktunya untuk wawancara sebagai penyusunan skripsi

10. Seluruh informan dalam skripsi ini yang telah bersedia meluangkan waktunya kepada saya sehingga skripsi ini terselesaikan dnegan baik.

Akhirnya, semoga amal baik yang telah bapak ibu berikan kepada penulis mendapat balasan yang baik dari Allah SWT.

Jember, 15 Januari 2018 Penulis

Nur Adhyatma Pradhipta

082122005

Santri sedang melaksanakan upacara bendera pada hari Senin pagi

Para dewan guru dan asatidz saat upacara bendera hari Senin

Para santri ketika melaksanakan kegiatan ekstrakurikuler pramuka

Para santri dan asatidz ketika melaksanakan sholat Dhuhur di Masjid

Saat kegiatan pramuka Kamis Sore

Hadits-Hadits Tentang

Larangan Isbal (Studi Living Hadits di Pondok

Pesantren Al- Ishlah

Bondowoso)

Hadits- Hadits Tentang Larangan Isbal (Studi Living Hadits di Pondok Pesantren Al-Ishlah Bondowoso)

1. Hadits- Hadits Tentang Larangan Isbal

2. Pondok Pesantren Al- Ishlah

Bondowoso

 Hadits-hadits larangan Isbal

 Pemahaman hadits larangan Isbal

 Langkah- langkah penerapan hadits-hadits larangan isbal di Pondok

Pesantren Al- Ishlah Bondowoso

Kajian analisis Penerapan hadits-hadits larangan isbal di di Pondok Pesantren Al- Ishlah Bondowoso

1. Informan:

1) Kepala Pengasuhan santri 2) Ustadz 3) Santri 2. Dokumentasi 3. Kepustakaan

Jenis Penelitian:

Penelitian Lapang (field research) Pendekatan:

Fenomenologis Tekhnik

Pengumpulan Data:

Wawancara Mendalam, Observasi Partisipan dan Dokumentasi Validitas Data:

Triangulasi Sumber

1. Bagaimana latar belakang implementasi hadits larangan isbal di Pondok Pesantren Al- Ishlah Bondowoso?

2. Apa saja hadits-hadits yang dijadikan dasar larangan Isbal di Pondok Pesantren Al- Ishlah Bondowoso?

3. Bagaimana pemahaman hadits- hadits tentang larangan isbal di Pondok Pesantren Al- Ishlah Bondowoso?

4. Bagaimana

implementasi hadits- hadits larangan Isbal di Pondok Pesantren Al- Ishlah Bondowoso?

iv Motto













 …

Artinya: “Barangsiapa yang mentaati Rasul itu, Sesungguhnya ia telah mentaati

Allah…

1

1Departemen Agama RI, Al-Qur’an Tajwid dan Terjemahnya, (Surabaya : PT Sygma Examedia Arkanleema, 2007), 91.

Vokal Tunggal Vokal Panjang

ا

a

ط

Th

ا

Â/â

ب

b

ظ

Zh

و

Û/û

ت

t

ع

ي

Î/î

ث

ts

غ

Gh

ج

j

ف

F Vokal Pendek

ح

h

ق

Q - A

خ

kh

ك

K - I

د

d

ل

L - U

ذ

dz

م

M Vokal Ganda

ر

r

ن

N

ّي

Yy

ز

z

و

W

ّو

Ww

س

s

ه

H

ش

sy

ء

‘ Diftong

ص

sh

ي

Y

ْو

Au

ض

dh

ْى

Ai

v

PERSEMBAHAN Skripsi ini saya persembahkan kepada :

1. Papa (H. Ahmad Nurhadi, S. Pd) dan Mama (Dra. Sri Yuriswati) yang selalu berjuang tanpa kenal lelah dan selalu memberikan yang terbaik untuk masa depan saya.

2. Istri tercinta saya Nurfadilah Hidayati, S. Ag yang selalu memotivasi, mendoakan, dan senantiasa mengiringi setiap langkah saya dalam meniti kesuksesan.

3. Kakak-kakak saya (Nur Krishna Sidharta, Dra. Nur Intan Shanti Sitaresmi, dan Nur Satya Bhakti Vidyananda, S.P ) yang selalu mendukung, memotivasi, memfasilitasi saya dalam menyelesaikan skrirpsi saya ini.

4. Guru ngaji dan para ustadz di Pondok Pesantren Darussalam Gontor Ponorogo serta para dosen IAIN Jember yang telah mendidik dan membimbing saya dengan penuh keikhlasan dan kesabaran.

5. Sahabat terbaik saya (Amirullah Bagus Purbianto, S. Ag, Ahmad Fajruddin, S.

Ag, dan Fadilatul Mahmudah, S. Ag) yang selalu memberi semangat serta arahan selama menyusun skripsi tanpa kenal lelah.

6. Untuk anak-anak Idealist Leader yang selalu memberi suport dalam setiap

kesempatan.

Dokumen terkait