• Tidak ada hasil yang ditemukan

BAB IV PENYAJIAN DATA DAN ANALISIS

C. Pembahasan Temuan

Pembahasan temuan berisi tentang penjelasan data yang diperoleh dari hasil lapangan atau penelitian yang sebelumnya disajikan dalam suatu penyajian data. Selanjutnya, pembahasan yang lebih spesifik tentang data yang didapatkan dari hasil penelitian, dikaitkan dengan teori-teori yang sesuai dengan fokus penelitian.

1. Implementasi Metode Joyfull Learning pada Pembelajaran Ilmu Tajwid di TPA Bustanul Ulum

Metode pembelajaran yang menyenangkan adalah metode yang digunakan oleh pendidik untuk menyampaikan materi kepada peserta didik dengan cara yang menarik dan tanpa menimbulkan tekanan, ketegangan dan kebosanan.83 Dalam metode ini, tercipta hubungan yang kuat antara pendidik dan peserta didik, dimana tidak ada unsur pemaksaan.

Dalam konteks implementasi metode joyfull learning pada pembelajaran ilmu tajwid di TPA Bustanul Ulum telah diamati dan

83 Saifuddin, Pengelolaan Pembelajaran Teoritis dan Praktis (Yogyakarta: Deepublish, 2018), 109.

diteliti. Pengajar menerapkan metode ini dengan merancang materi pembelajaran yang melibatkan aktivitas santri, seperti bernyanyi, membuat game, kuis dan sebagainya. Hasil wawancara dengan asatidz juga mengungkapkan bahwa penggunaan lagu dalam pembelajaran ilmu tajwid sangat efektif di TPA Bustanul Ulum. Metode ini tidak hanya mengandalkan hafalan semata, tetapi juga mengedepankan pemahaman dengan praktek langsung terhadap apa yang telah dipelajari.

Berdasarkan teori yang dikemukakan oleh Bejo Suparno dan Bachtiar Hariady dalam jurnalnya disebutkan bahwa salah satu manfaat dalam penggunaan lagu dalam pembelajaran adalah sebagai alat bantu untuk memahamkan materi. Lagu dapat memberikan dorongan dan motivasi kepada peserta didik untuk terlibat secara aktif dalam proses pembelajaran. Metode bernyanyi juga memiliki manfaat lain seperti, meningkatkan kepercayaan diri, meningkatkan perkembangan intelektual dan mendorong peserta didik untuk bergerak secara aktif.84

Penjelasan diatas sesuai dengan penerapan metode joyfull learning pada pembelajaran ilmu tajwid di TPA Bustanul Ulum sangat menyenangkan. Pembelajaran yang dilaksanakan bersifat persuasif, artinya santri disini diajak untuk belajar tanpa harus dipaksa, tanpa adanya tekanan, aktif dalam bertanya dan menjawab pertanyaan serta dalam proses pembelajaran dilakukan secara kreatif oleh pengajar. Selain itu, pengajar juga mampu memastikan pembelajaran berjalan dengan

84 Bejo Suparno dan Bachtiar Hariady, “Pengembangan Pembelajaran Membaca Al- Qur’an Tingkat Dasar Berdasarkan Ilmu Tajwid dengan Metode Joyful Learning” Lintang Songo:

Jurnal Pendidikan 3, no.1 (Februari: 2020): 72.

efektif hingga sampai menentukan media yang digunakan dalam proses pembelajaran ilmu tajwid.

2. Faktor Pendukung dan Faktor Penghambat Implementasi Metode Joyfull Learning pada Pembelajaran Ilmu Tajwid di TPA Bustanul

Ulum

Berdasarkan wawancara dengan para pengajar ditemukan faktor pendukung dan penghambat dalam implementasi metode joyfull learning pada pembelajaran ilmu tajwid. Faktor pendukung dalam pelaksanaan metode menyenangkan di TPA Bustanul Ulum yaitu dari motivasi pengajar yang didapat dari antusias dan semangat santri dalam belajar.

Motivasi tersebut merupakan motivasi ekstrinsik atau motivasi yang berasal dari luar.

Pernyataan tersebut selaras dengan teori yang dikemukakan oleh Hamzah B. Uno dalam bukunya bahwa motivasi ekstrinsik dapat timbul karena adanya rangsangan dari luar individu. Motivasi terjadi apabila seseorang mempunyai keinginan dan kemauan untuk melakukan suatu kegiatan atau tindakan dalam rangka mencapai tujuan tertentu. Motivasi ekstrinsik berisi (1) penyesuaian tugas dengan minat (2) perencanaan yang penuh variasi (3) respons siswa (4) kesempatan peserta didik yang aktif (5) kesempatan peserta didik untuk menyesuaikan tugas pekerjaannya dan (6) adanya kegiatan yang menarik dalam belajar.85 Maka dari itu, respons santri yang antusias dalam proses pembelajaran

85 Hamzah B. Uno, Teori Motivasi dan Pengukurannya: Analisis di Bidang Pendidikan (Jakarta: PT Bumi Aksara, 2016), 9.

menjadi motivasi pengajar dalam mengimplementasikan metode joyfull learning khususnya pada pembelajaran ilmu tajwid.

Selain itu, hasil wawancara ditemukan bahwa pengajar juga meminta pendapat kepada para santri mengenai pembelajaran yang mereka inginkan pada pertemuan berikutnya. Pernyataan tersebut relevan dengan teori yang menyatakan bahwa guru bukan satu-satunya sumber belajar yang bertanggung jawab untuk menuangkan materi pelajaran kepada peserta didik. Guru dapat mengusulkan berbagai alternatif tujuan pembelajaran yang harus dicapai sebelum kegiatan pembelajaran dimulai. Artinya, tujuan pembelajaran tidak hanya ditentukan oleh guru, tetapi peserta didik juga ikut dilibatkan dalam menentukan dan merumuskan tujuan tersebut.86

Sedangkan faktor penghambat dari penerapan metode joyfull learning pada pembelajaran ilmu tajwid adalah pada santri. Kendala yang dialami oleh ustadzah Hidayati selaku pengajar materi ilmu tajwid ketika dalam pembelajaran tingkat pemahaman santri terhadap materi yang dijelaskan berbeda-beda. Hal tersebut disebabkan oleh faktor usia santri yang dapat mempengaruhi hasil belajar. Selain itu, santri yang tidak hadir disaat pembelajaran juga menjadi kendala. Mereka yang tidak hadir dapat dipastikan tertinggal dalam materi yang sudah dijelaskan.

Menurut hasil data yang diperoleh, hal ini sejalan dengan teori dalam buku Syaiful Sagala yang menyatakan bahwa faktor-faktor yang

86 Wina Sanjaya, Perencanaan dan Desain Sistem Pembelajaran (Jakarta: Kencana, 2011), 185.

mempengaruhi hasil belajar dapat dibedakan menjadi dua, yaitu: (1) Faktor yang bersumber dari manusia yang belajar, meliputi faktor biologis dan faktor psikologis. Faktor biologis meliputi usia, kematangan dan kesehatan. Sedangkan faktor psikologis meliputi kelelahan, suasana hati, motivasi, minat dan kebiasaan belajar. (2) Faktor yang berasal dari luar manusia yang belajar. Faktor ini meliputi faktor manusia dan faktor non manusia. Faktor manusia seperti keluarga, sekolah dan masyarakat.

Kemudian faktor non manusia seperti alam, benda, hewan, udara, suara, bau-bauan dan lingkungan fisik.87

Dalam hal ini, faktor-faktor tersebut dapat mempengaruhi pemahaman santri terhadap materi ilmu tajwid dan menjadi hambatan dalam penerapan metode joyfull learning. Para asatidz diharapkan dapat mengatasi kendala-kendala yang muncul dalam implementasi metode joyfull learning pada pembelajaran ilmu tajwid di TPA Bustanul Ulum.

3. Solusi dalam Mengatasi Faktor Penghambat Implementasi Metode Joyfull Learning pada Pembelajaran Ilmu Tajwid di TPA Bustanul

Ulum

Dalam menghadapi kendala implementasi metode joyfull learning pada pembelajaran ilmu tajwid di TPA Bustanul Ulum, pengajar telah melakukan berbagai upaya untuk mengatasi faktor penghambat yang mungkin terjadi. Upaya tersebut diarahkan untuk mencapai solusi terbaik guna mengatasi permasalahan yang muncul.

87 Syaiful Sagala, Kemampuan Profesional Guru dan Tenaga Kependidikan (Bandung:

Alfabeta, 2009), 166.

Salah satu kendala yang dihadapi adalah faktor dari santri, termasuk usia dan ketidakhadiran mereka dalam proses pembelajaran.

untuk mengatasi hal ini, pengajar telah menemukan solusi dengan menyediakan waktu khusus untuk membantu santri yang tertinggal dalam penjelasan materi. Meskipun santri tidak hadir saat pembelajaran, pengajar tetap berupaya agar mereka tetap memahami materi yang telah disampaikan.

Melalui waktu khusus ini, pengajar akan memberikan penjelasan ulang kepada santri yang tidak hadir, sehingga mereka memiliki kesempatan untuk memperoleh pemahaman yang sama dengan santri lainnya. Dengan demikian, pengajar berusaha menjaga keberlangsungan pembelajaran ilmu tajwid agar santri tidak tertinggal dan tetap mampu mengikuti perkembangan materi.

Berdasarkan data yang diperoleh, pernyataan diatas sesuai dengan teori yang menyatakan bahwa peran guru adalah sebagai pengajar bagi peserta didik. Sebagai seorang pengajar, guru memiliki tugas untuk membantu peserta didik yang sedang berkembang dalam mempelajari hal-hal yang belum diketahuinya.88

Guru memiliki peran penting dalam menyampaikan materi kepada peserta didik. Guru harus memiliki kemampuan yang baik dalam menjelaskan konsep ilmu tajwid dengan jelas dan terstruktur. Mereka harus menggunakan bahasa yang mudah dipahami oleh santri dan

88 Mulyasa, Menjadi Guru Profesional: Menciptakan Pembelajaran Kreatif dan Menyenangkan (Bandung: PT Remaja Rosdakarya, 2005), 38.

mengadaptasi metode pembelajaran yang menyenangkan, seperti bernyanyi, permainan atau kuis untuk mempertahankan minat dan keterlibatan santri.

Selain itu, guru juga perlu terampil dalam memecahkan masalah yang mungkin muncul dalam pembelajaran. Mereka harus mampu mengidentifikasi kesulitan yang dihadapi oleh santri dalam memahami materi tajwid dan memberikan bantuan yang diperlukan. Ini bisa dilakukan dengan memberikan penjelasan ulang atau dapat memberikan latihan tambahan sesuai dengan kebutuhan santri.

BAB V PENUTUP A. Simpulan

Dari penelitian yang melibatkan observasi, wawancara dan dokumentasi serta analisis data terkait “Implementasi Metode Joyfull Learning pada Pembelajaran Ilmu Tajwid di Taman Pendidikan Al-Qur’an Bustanul Ulum Kecamatan Kaliwates Kabupaten Jember”, diperoleh kesimpulan yaitu:

1. Implementasi metode joyfull learning pada pembelajaran ilmu tajwid di TPA Bustanul Ulum dilakukan secara interaktif dan menyenangkan.

Metode ini menggabungkan pembelajaran dengan hiburan, seperti menjelaskan materi tajwid melalui lagu dan permainan. Selama proses pembelajaran, santri terlibat secara aktif dan menikmati kegiatan belajar mengajar. Implementasi metode joyfull learning ini bertujuan agar santri tidak hanya memahami tajwid secara teoritis, tetapi juga dapat mengaplikasikannya langsung dalam membaca Al-Qur’an.

2. Faktor pendukung dalam implementasi metode joyfull learning pada pembelajaran ilmu tajwid di TPA Bustanul Ulum adalah semangat dan antusias santri sehingga pengajar termotivasi untuk meningkatkan kualitas pengajaran karena melihat respons positif dan semangat belajar yang ditunjukkan oleh santri. Sementara itu, faktor penghambat yang dapat mempengaruhi implementasi metode joyfull learning pada pembelajaran ilmu tajwid di TPA Bustanul Ulum adalah faktor variasi

usia santri yang dapat mempengaruhi tingkat pemahaman serta ketidakhadiran santri yang mengakibatkan mereka tertinggal dalam materi yang telah dijelaskan.

3. Solusi dalam mengatasi faktor penghambat implementasi metode joyfull learning pada pembelajaran ilmu tajwid di TPA Bustanul Ulum yakni dengan menyediakan waktu khusus untuk memberikan penjelasan ulang kepada santri yang tidak hadir. Langkah ini bertujuan untuk memastikan bahwa santri yang absen tetap mendapatkan materi yang sama dengan santri lainnya dan meminimalkan kesenjangan pemahaman. Selain itu, penjelasan ulang juga dapat membantu membangun interaksi antara pengajar dan santri.

B. Saran-saran

Setelah menyelesaikan kegiatan penelitian ini, peneliti ingin memberikan beberapa saran kepada seluruh komponen TPA Bustanul Ulum berdasarkan hasil penelitian yang telah dilakukan. Berikut beberapa saran yang dapat dipertimbangkan:

1. Bagi kepala TPA Bustanul Ulum disarankan untuk mendukung dan mendorong inovasi pembelajaran, seperti metode joyfull learning yang telah terbukti efektif dalam meningkatkan pemahaman dan minat belajar santri. Berikan dorongan kepada pengajar untuk mengembangkan metode pembelajaran yang kreatif dan menarik guna mempertahankan kualitas pembelajaran di TPA.

2. Bagi pengajar TPA Bustanul Ulum disarankan untuk meningkatkan metode joyfull learning dalam pembelajaran ilmu tajwid. Hal ini dapat dilakukan dengan mengembangkan irama lagu yang mudah dipahami oleh santri, mengikuti tren lagu terkini dan memberikan variasi permainan yang menarik dalam pembelajaran.

DAFTAR PUSTAKA

Abdullah, Muhammad Mahmud. Metode Membaca, Menghafal, dan Menajwidkan Al-Qur’an Al-Karim. Yogyakarta: Laksana, 2021.

Aidah, Siti Nur dkk. Panduan Lengkap Belajar Ilmu Tajwid. Yogyakarta: KBM Indonesia, 2020.

Al Munawir, Said Agil Husin. Al-Qur’an Membangun Tradisi Kesalehan Hakiki.

Ciputat: PT Ciputat Press, 2005.

Alamsyah, Elmania. “Implementasi Metode Joyfull learning pada Pembelajaran Pendidikan Agama Islam di SMP Alam Banyuwangi Islamic School,” Al Adabiyah: Jurnal Pendidikan Agama Islam 1, no.1 (Juni 2020).

Aqil, M. Saiful, “Implementasi Joyfull Learning dengan Metode Mind Mapping dalam Pembelajaran Pendidikan Agama Islam dan Budi Pekerti di Sekolah Menengah Kejuruan Negeri 5 Kota Malang”. Skripsi, Universitas Islam Malang, 2020.

Ayatina, Haeri dkk. “Pengaruh Budaya terhadap Sistem Pendidikan Al-Qur’an (TPA): Studi Komparatif TPA Al Muhtadin dan TPA Al Hidayah di Yogyakarta,” Khazanah: Jurnal Mahasiswa 12, no 1 (April, 2019).

Aziz, Mursal dan Zulkipli Nasution. Metode Pembelajaran Baca Tulis Al-Qur’an:

Memaksimalkan Pendidikan Islam Melalui Al-Qur’an. Medan: CV Pusdikra Mitra Jaya, 2020.

Baharuddin. “Metode Pembelajaran Ilmu Tajwid Dalam Meningkatkan Kemampuan Membaca Al-Qur’an Santri Pondok Pesantren Tahfizh Al- Qur’an Al-Imam ‘Ashim Makassar.” Tesis, UIN Alauddin Makassar, 2012.

Departemen Agama. Al-Qur’an dan Terjemahnya. Jakarta: CV Al-Mubarok, 2018.

Fadlilah, Yesi. “Implementasi Media Putar dalam Pembelajaran Ilmu Tajwid,”

Tarlim: Jurnal Pendidikan Agama Islam 3, no.2 (September, 2020).

Habibah, Ummu. 20 Hari Hafal 1 Juz. Yogyakarta: Diva Press, 2015.

Hasan, Zainol dan Moh. Afandi. Model Praktikum Pembelajaran Tilawatil Qur’an. Pamekasan: Duta Media Publishing, 2018.

Imamah, Risma Choirul dan Muhammad Saparuddin, “Peran Ustadz dan Ustadzah Pelaksanaan Pendidikan Karakter Para Santri di TPA Baitussolihin Tenggarong” Jurnal Tarbiyah & Ilmu Keguruan Borneo 1, no 3 2020.

Indrawati dan Wanwan Setiawan. Pembelajaran Aktif Kreatif, Efektif dan Menyenangkan. t.tt: PPPPTK IPA, 2009.

Khasanah, Ulufi. “Efektivitas Pembelajaran Tajwid dengan Strategi Index Card Match di TPA Al-Mustaqim Wonokerso Sariharjo Ngaglik Sleman Yogyakarta”. Skripsi, Universitas Islam Indonesia Yogyakarta, 2017.

Mahmud. Metode Penelitian Pendidikan. Bandung: CV Pustaka Setia, 2011.

Marpaung, Agus Salim. Panduan Tahsin Tilawah Al-Qur’an dan Ilmu Tajwid.

Medan, CV Pusdikra Mitra Jaya, 2021.

Marzuki dan Sun Choirul Ummah. Dasar-Dasar Ilmu Tajwid. Yogyakarta, Diva Press, 2020.

Mouw, Erland. Metodologi Penelitian Kualitatif. Padang: PT Global Eksekutif Teknologi, 2022.

Mulyasa. Menjadi Guru Profesional: Menciptakan Pembelajaran Kreatif dan Menyenangkan. Bandung: PT Remaja Rosdakarya, 2005.

Nashi, Ahmad Munjih dan Lilik Nur Kholidah, Metode dan Teknik Pembelajaran Pendidikan Agama Islam. Bandung, PT Refika Aditama, 2013.

Nizhan, Abu. Buku Pintar Al-Qur’an. Jakarta: Qultum Media, 2008.

Nur, Fitri Ardhiana. “Perbandingan Efektivitas Metode Rote Learning dan Metode Efektif dan Efisien dalam Meningkatkan Kemampuan Membaca Al- Qur’an sesuai Ilmu Tajwid di SMP Negeri 3 Surabaya”. Skripsi, UIN Sunan Ampel Surabaya, 2018.

Nur’aini. Metode Pengajaran Al-Qur’an dan Seni Baca Al-Qur’an dengan Ilmu Tajwid. Semarang, CV Pilar Nusantara, 2020.

Purnamaningsih, Ine Rahayu dan Tedi Purbangkara, Pengelolaan Sarana dan Prasarana Pendidikan dalam Meningkatkan Kualitas Pembelajaran.

Sidoarjo: Uwais Inspirasi Indonesia, 2022.

Rusman. Model-model Pembelajaran Mengembangkan Profesionalisme Guru.

Jakarta: Raja Grafindo Persada, 2010.

Sagala, Syaiful. Kemampuan Profesional Guru dan Tenaga Kependidikan.

Bandung: Alfabeta, 2009.

Saifuddin. Pengelolaan Pembelajaran Teoritis dan Praktis. Yogyakarta:

Deepublish, 2018.

Sanjaya, Wina. Perencanaan dan Desain Sistem Pembelajaran. Jakarta: Kencana, 2011.

Sarnapi. “Ironis 54% Muslim Indonesia tak Bisa Baca Al-Qur’an” 14 Desember 2017, http://www.pikiran-rakyat.com.

Sekretariat Negara Republik Indonesia. Undang-Undang No 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional.

Sufiani dan Marzuki. “Joyful Learning: Strategi Alternatif Menuju Pembelajaran Menyenangkan”, Zawiyah: Jurnal Pemikiran Islam 7, no.1 (Juli, 2021).

Sugiyono. Metode Penelitian Kuantitatif Untuk Penelitian yang Bersifat:

Eksploratif, Enterpretif, Interaktif dan Konstruktif. Bandung: Alfabeta, 2017.

Sugiyono. Metode Penelitian Kuantitatif, Kualitatif dan R&D. Bandung: Alfabeta, 2014.

Suparno, Bejo dan Bachtiar Hariady. “Pengembangan Pembelajaran Membaca Al- Qur’an Tingkat Dasar Berdasarkan Ilmu Tajwid dengan Metode Joyful Learning” Lintang Songo: Jurnal Pendidikan 3, no 1 (Februari: 2020).

Supriandi. “Analisis Kesulitan Belajar Peserta Didik Membaca Al-Qur’an pada Mata Pelajaran PAI Kelas X SMAN 1 Pinrang,” Al-Qodiri: Jurnal Pendidikan, Sosial dan Keagamaan 19, no.1 (April, 2021).

Thayalisi, Ahmad Zaka dan Badrudin, Tajwid Berbasis Kode QR. Serang: t.p, 2021.

Tim Penyusun. Pedoman Penulisan Karya Ilmiah. Jember: IAIN Jember, 2020.

Uno, Hamzah B. Perencanaan Pembelajaran. Jakarta: Bumi Aksara, 2006.

Uno, Hamzah B. Teori Motivasi dan Pengukurannya: Analisis di Bidang Pendidikan. Jakarta: PT Bumi Aksara, 2016.

Warsah, Idi dan Muhamad Uyun. “Kepribadian Pendidik: Telaah Psikologi Islami,” Psikis: Jurnal Psikologi Islami 5, no. 1 (Juni, 2019).

Winarni, Endang Widi. Teori dan Praktik Penelitian Kuantitatif, Kualitatif, PTK dan R&D. Jakarta: Bumi Aksara, 2018.

Yang bertanda tangan di bawah ini:

Nama : Shafiyyah Milayadi

NIM : T20191096

Program Studi : Pendidikan Agama Islam (PAI) Fakultas : Tarbiyah dan Ilmu Keguruan

Institusi : UIN Kiai Haji Achmad Siddiq Jember

Menyatakan dengan sebenarnya bahwa dalam skripsi ini dengan judul

“Implementasi Metode Joyfull Learning pada Pembelajaran Ilmu Tajwid di Taman Pendidikan Al-Qur’an Bustanul Ulum Kecamatan Kaliwates Kabupaten Jember” tidak terdapat unsur unsur penjiplakan karya penelitian atau karya ilmiah yang pernah dilakukan atau dibuat orang lain, kecuali pada bagian- bagian yang dirujuk sumbernya.

Demikian surat pernyataan ini saya buat dengan sebenarnya dan tanpa paksaan dari pihak manapun.

Jember, 5 Juni 2023 Saya yang menyatakan

Shafiyyah Milayadi NIM T20191096

implementasi metode joyfull learning pada pembelajaran ilmu tajwid di TPA Bustanul Ulum Kecamatan Kaliwates Kabupaten Jember. Aspek yang diamati meliputi:

1. Letak geografis TPA Bustanul Ulum

2. Proses pelaksanaan pembelajaran Al-Qur’an TPA Bustanul Ulum

3. Proses pelaksanaan pembelajaran ilmu tajwid melalui metode joyfull learning

4. Perilaku santri di dalam kegiatan pembelajaran B. Pedoman Wawancara

1. Kepala TPA Bustanul Ulum

Penelitian ini menggunakan teknik wawancara semi terstruktur.

Dalam teknik wawancara, peneliti ingin memperoleh data dengan pertanyaan meliputi:

a. Apakah ada kurikulum yang diterapkan di TPA?

b. Apa saja sarana dan prasarana yang dimiliki oleh TPA?

c. Berapa jumlah pengajar di TPA?

d. Ada berapa santri di TPA saat ini?

e. Bagaimana perkembangan santri dari tahun ke tahun?

f. Dari usia berapa saja mereka?

g. Apa saja program pembelajaran yang diterapkan di TPA?

pembelajaran?

k. Bagaimana sistem evaluasi setelah melaksanakan pembelajaran?

2. Pengajar Ilmu Tajwid Kelompok Wustho

Penelitian ini menggunakan teknik wawancara semi terstruktur.

Dalam teknik wawancara, peneliti ingin memperoleh data dengan pertanyaan meliputi:

a. Mengapa TPA ini diberikan nama TPA Bustanul Ulum?

b. Sejak kapan berdirinya TPA Bustanul Ulum?

c. Kapan mulai muncul ide menerapkan metode joyfull learning berbasis lagu dan permainan dalam pembelajaran tajwid?

d. Darimana muncul ide tersebut?

e. Apakah setiap pertemuan materi ilmu tajwid selalu menggunakan metode tersebut?

f. Bagaimana persiapan ustadzah sebelum melakukan pembelajaran ilmu tajwid melalui syair/lagu?

g. Bagaimana langkah pembelajaran yang ustadzah lakukan dalam pembelajaran tersebut?

h. Bagaimana sistem evaluasi dalam pembelajaran ilmu tajwid?

i. Bagaimana kriteria keberhasilan penyampaian materi ilmu tajwid kepada santri menurut ustadzah?

tersebut? (jika ada, apa faktor penghambatnya?)

l. Bagaimana tindak lanjut ustadzah dalam menanggapi faktor penghambat tersebut?

m. Bagaimana respon santri terhadap metode menyenangkan melalui lagu pada pembelajaran ilmu tajwid?

3. Bendahara TPA Bustanul Ulum serta pengajar kelompok ula dan ‘aly Penelitian ini menggunakan teknik wawancara semi terstruktur.

Dalam teknik wawancara, peneliti ingin memperoleh data dengan pertanyaan meliputi:

a. Darimana biaya operasional diperoleh?

b. Bagaimana pengelolaan biaya operasional di TPA Bustanul Ulum?

c. Bagaimana persiapan ustadzah sebelum melaksanakan pembelajaran?

d. Bagaimana langkah-langkah ustadzah dalam melaksanakan pembelajaran?

e. Metode apa saja yang digunakan dalam menjelaskan materi?

f. Bagaimana sistem evaluasi setelah melaksanakan pembelajaran?

4. Santri kelompok wustho TPA Bustanul Ulum

Penelitian ini menggunakan teknik wawancara semi terstruktur.

Dalam teknik wawancara, peneliti ingin memperoleh data dengan pertanyaan meliputi:

d. Apa ada kesulitan yang kamu rasakan?

e. Pengennya kedepan pembelajaran tajwid gimana?

C. Pedoman Dokumentasi

1. Identitas TPA Bustanul Ulum

2. Proses pembelajaran ilmu tajwid dengan menggunakan metode joyfull learning

3. Data pengajar dan santri TPA Bustanul Ulum 4. Kurikulum khusus TPA Bustanul Ulum

3. Ustadzah Hidayati sebagai pengajar ilmu tajwid kelompok wustho 4. Ustadzah Lilik sebagai bendahara sekaligus pengajar kelompok ula 5. Santri kelompok wustho:

a. Najwa Alvina Yusro b. Nurmala Oktavia

c. Danisa Husna Kamila Tiwow

Wawancara dengan Ustadzah Hidayati Wawancara dengan Danisa

Wawancara dengan Najwa Wawancara dengan Via

Pembelajaran Tajwid dengan Permainan Kertas Tempel

Ruang Belajar Mengajar Tampak Depan Gedung TPA

1 Ustadz Ni’am Kepala TPA, Pengajar Kelompok ‘Aly 2 Ustadzah Bilqis Pengajar Kelompok ‘Aly

3 Ustadzah Hidayati Pendiri, Pengajar Kelompok Wustho 4 Ustadzah Marita Pengajar Kelompok Wustho

5 Ustadzah Lilik Bendahara, Pengajar Kelompok Ula 6 Ustadzah Galuh Pengajar Kelompok Ula

Daftar Nama Santri TPA Bustanul Ulum

No Nama No Nama No Nama No Nama

1 Alisha 26 Soraya 51 Putri 76 Lutfi

2 Defa 27 Vira 52 Qonita 77 Nadia

3 Fahri 28 Alfath 53 Nindy 78 Sinta

4 Ama’ 29 Dana 54 Nayla 79 Khansa

5 Azka 30 Ardhan 55 Ikmal 80 Tamama

6 Zafran 31 Akmal 56 Alvin

7 Fathan 32 Rizki 57 Zaki

8 Afif 33 Yuni 58 Dufa

9 Ahsan 34 Via 59 Roy

10 Albi 35 Najwa 60 Valdo

11 Nadin 36 Zalfa 61 Zacky

12 Agif 37 Danisa 62 Ilham

13 Izza 38 Uffa 63 Ega

14 Nayara 39 Sheza 64 Rafa

15 Ayya’ 40 Izzani 65 Abin

16 Ghania 41 Athira 66 Arkhan

17 Senja 42 Nadhira 67 Herlan 18 Alecia 43 Caca 68 Faris

19 Aizar 44 Ais 69 Yudha

20 Ayra 45 Safana 70 Ifar

21 Kayla 46 Olla 71 Andra

22 Roymas 47 Viona 72 Atika

23 Dina 48 Violencia 73 Tsabita

24 Caca 49 Wafiq 74 Elma

25 Arka 50 Syifa 75 Bila

SKMENKUMHAM Nomor.AHU-0014509.AH.01.04 Tgl 27 September 2015 Sekretariat: Perum BMP Blok I/11-12 Mangli-Jember

KURIKULUM KHUSUS AL-QUR'AN

KELOMPOK

TARTILA/

AL- QUR'AN

HAFALAN BACAAN SHOLAT

HAFALAN DO'A HARIAN

HAFALAN JUZ 'AMMA

PROGRAM

DINIYAH PUJI-PUJIAN

ULA 1-2-3

 Do'a sebelum wudhu

 Niat wudhu

 Do'a sesudah wudhu

 Do'a sebelum sholat

 Niat sholat fardhu

 Dzikir sesudah sholat

 Do'a sesudah sholat

 Sholawat sesudah sholat

 Syahadatain

 Do'a akan tidur dan bangun tidur

 Do'a akan belajar

 Do'a

memperoleh rahmat

 Do'a untuk orang tua

 Do'a kebaikan dunia dan akhirat

 Do'a sebelum dan sesudah makan

 Surat Al-Fatihah

 Surat An-Nas

 Surat Al-Falaq

 Surat Al-Ikhlas

 Surat Al-Lahab

 Surat An-Nashr

 Surat Al-Kafirun

 Surat Al-Kautsar

 Surat Al-Ma'un

 Surat Al-Fil

 Surat Al-'Ashr

 Surat Al-Quraisy

 Surat Al- Humazah

 Surat At-Takatsur

 Surat Al-Qori'ah

 Asma'ul Husna

 Pengenalan Bahasa Arab

 Menulis Arab

 Menghafal Hadits

 Ro'sun Kepala

 10 nama malaikat

 Nama-nama surga dan neraka

 Mukjizat nabi

Dokumen terkait