BAB IV PENYAJIAN DATA DAN ANALISIS
C. Pembahasan Temuan
Peniliti akan membahas hasil penelitian berdasarkan deskripsi data; (1) disposisi matematis siswa berdasarkan gaya belajar kolb tipe converger dalam menyelesaikan masalaha matematika, (2) disposisi matematis siswa berdasarkan gaya belajar kolb tipe diverger dalam menyelesaikan masalaha matematika, (3) disposisi matematis siswa berdasarkan gaya belajar kolb tipe assimilator dalam menyelesaikan masalaha matematika, (4) disposisi matematis siswa berdasarkan gaya belajar kolb tipe acomodator dalam menyelesaikan masalah matematika.
1. Disposisi Matematis Siswa Berdasarkan Gaya Belajar Kolb Tipe Converger dalam Menyelesaikan Masalah Matematika
Tipe converger menyukai cara belajar dengan pemecahan masalah yang kompleks dan lebih suka belajar secara mandiri serta mampu menangkap abstraksi dan materi yang memerlukan intelektualitas yang
tinggi.64 siswa dengan tipe converger mampu mengerjakan soal secara mandiri namun tidak berani mengerjakan soal di papan tulis. Hal ini berarti sikap percaya diri yang dimiliki siswa masih kurang. Kurang percaya diri adalah suatu keraguan yang ada pada diri ketika menghadapi situasi tertentu, yang bahkan akan cenderung menghindari suatu yang penuh resiko dan tantangan.65
Sikap dan tindakan yang selalu berupaya untuk mengetahui lebih mendalam dan meluas dari sesuatu yang dipelajarinya, dilihat dan didengar merupakan cerminan sikap rasa ingin tahu. Beberapa indikator rasa ingin tahu meliputi menggunakan beberapa alat indera untuk menyelidiki, mengajukan pertanyaan dan memperlihatkan minat.66 Dalam pembelajaran, siswa dengan tipe converger berusaha mencari sumber lain untuk penyelesaian dari tugas yang diberikan. Akan tetapi mereka malu bertanya kepada guru atau teman jika ada materi yang kurang dipahami.
Hal ini menunjukkan bahwa mereka memiliki rasa ingin tahu yang kurang.
Siswa dengan tipe converger bersungguh-sungguh dalam belajar, tidak mudah menyerah dan tetap berusaha mencari jawaban yang benar ketika diberikan soal matematika yang sulit. Sikap tersebut mencerminkan sikap ketekunan dalam belajar.167 Alteratif untuk membangkitkan
64 M.J. Dewiyani S.,I Ketut Budayasa, Dwi Juniati, “Profil Proses Berpikir Mahasiswa Tipe Kepribadian Sensing dalam Memecahkan Masalah Logika Matematika”, Jurnal Cakrawala Pendidikan, 1 : 2 (Juni 2017), 302.
65 Asrullah Syam, Amri, “Pengaruh Kepercayaan Diri (Self Confidence) Berbasis Kaderisasi IMM terhadap Prestasi Belajar Mahasiswa (Studi Kasus di Program Studi Pendidikan Biologi Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Muhammadiyah Parepare)”,Jurnal Biotek, 05 : 01 (Juni 2017), 93.
66 Achmad Ryan Fauzi, Zainuddin, Rosyid Al Atok, “Penguatan Karakter Rasa Ingin Tahu dan Peduli Sosial Melalui Discovery Learning”, Jurnal Teori dan Praksis Pembelajaran IPS, 2:2 (Oktober 2017), 27-36.
ketekunan belajar siswa adalah dengan memberikan pemahaman kepada siswa mengenai pentingnya ketekunan belajar dalam memperoleh prestasi belajar terbaik.168 Sehingga siswa memiliki sikap tidak cepat putus asa bila menemukan kesulitan dalam belajar, berkeinginan untuk menyelidiki hal- hal baru, berkeinginan mencapai hasil belajar yang terbaik dan tidak cepat merasa jenuh atau bosan.169 Dengan demikian dapat dikatakan bahwa siswa dengan tipe converger memiliki sikap ketekunan belajar yang baik.67
Fleksibilitas dalam menjelaskan ide matematis serta mencoba berbagai alternatif dalam memecahkan masalah merupakan salah satu karakteristik disposisi matematis yang baik.68 Siswa dengan tipe converger berusaha mencari berbagai strategi atau solusi penyelesaian yang lain.
Sehingga dapat disimpulkan bahwa siswa memliki sikap felsibel yang baik.
Sesuai dengan indikator reflektif yaitu bertindak atau berhubungan dengan matematika dan memiliki rasa senang terhadap matematika.69 Dalam pembelajaran, siswa dengan tipe kepribadian converger memiliki rasa senang terhadap matematika dan mengakui jika ilmu matematika memiliki peran penting dalam budang ilmu lainnya. Selain itu, Siswa
67 Resnani, “Hubungan Antara Kebutuhan Untuk Sukses dan Ketekunan Belajar Mahasiswa Pendidikan Profesi Guru Terintegrasi (PPGT) FKIP UNIB Angkatan 2012”, Jurnal PGSD, 10 : 1 (2017), 37.
68 Nurbaiti Widyasari, Jarnawi Afgani Dahlan, Stanley Dewanto.”Meningkatkan Kemampuan Disposisi Matematis Siswa SMP Melalui Pendekatan Metaphorical Thinking”.Jurnal Pendidikan Matematika dan Matematika, 2 : 2 (Desember 2016), 29.
69 Maya Nurfitriyanti, “Peningkatan Kemampuan Disposisi Matematika melalui Pembelajaran Berbasis Aktivitas Siswa”, Jurnal SAP, 2 : 1 (Agustus 2017), 89.
cukup berkontribusi dalam kelompok untuk menyelesaikan masalah.
Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa siswa dengan tipe rasional memiliki sikap reflektif yang baik.
2. Disposisi Matematis Siswa Berdasarkan Gaya Belajar Kolb Tipe Diverger dalam Menyelesaikan Masalah Matematika
Siswa dengan tipe diverger memiliki disposisi matematis yang kurang. Siswa kurang mampu mengerjakan soal secara mandiri dan tidak berani mengerjakan soal di papan tulis dengan percaya diri. Kekurangan tipe ini yaitu kaku, sulit berubah dan kurang berpartisipasi dalam diskusi dan tidak menyukai pembelajaran saat terjadi tanya jawab dengan guru.70
Sikap keingintahuan siswa tipe diverger yang cukup ditandai dengan jarangnya bertanya kepada guru dikarenakan salah satu faktornya ialah malu dan ketika bertanya terkadang guru bingung dengan apa yang ditanyakan oleh siswa.
Siswa yang memiliki disposisi matematis yang baik, salah satu karakteristiknya cenderung meyakini usaha yang tekun dan ulet dalam mempelajari matematika akan membuahkan hasil dan melakukan perbuatan sebagai pelajar dan pekerja matematika yang efektif.71 Hasil peneitian menunjukan bahwa siswa tipe diverger tidak mempelajari terlebih dahulu materi yang akan dipelajari. Dengan demikian siswa memiliki sikap ketekunan yang kurang.
70 Nis Maya, “Analisis Tipe Kepribadian Siswa dan Pengaruhnya terhadap Kemampuan Pemecahan Masalah Matematika Menggunakan Model Problem Based Learning”, Journal of Research in Mathematics Learning and Education, 3 : 1 (Juni 2018), 44.
71 Ibid, halaman 90
Sikap fleksibel antara lain kerjasama, menghargai pendapat yang berbeda dan berusaha mencari startegi/solusi lain dalam pemecahan masalah.72 Sedangkan pada hasil penelitian, siswa dengan tipe diverger pasrah terhadap jawabannya sendiri dan tidak mencari solusi yang lain ketika mendapat soal yang sulit. Dengan demikian siswa memiliki sikap fleksibilitas yang kurng.
Berhubugan dengan matematika, siswa tipe diverger sebenarnya senang mengerjakan soal matematika jika materi yang diajarkan dapat dipahami oleh siswa. Jika tidak dapat memahami materi, maka siswa tidak senang mengerjakan soal matematika. Dengan begitu siswa memiliki sikap reflektif yang kurang.
3. Disposisi Matematis Siswa Berdasarkan Gaya Belajar Kolb Tipe Assimilator dalam Menyelesaikan Masalah Matematika
Siswa yang memiliki tipe assimilator menunjukkan bahwa mereka memiliki disposisi matematis yang sangat baik. Berdasarkan indikator disposisi matematis pada penelitian ini, siswa dengan tipe assimilator memiliki hasil yang mendekati sempurna. Siswa mampu mengerjakan soal matematika secara mandiri dan berani mengerjakan di papan tulis. Hal itu berarti siswa memiliki kepercayaan diri terhadap kemampuan matematika yang dimilikinya. Meskipun percaya diri hanya salah satu dari beberapa indikator disposisi matematis, namun percaya diri dapat menumbuhkan
72 Maya Nurfitriyanti, “Peningkatan Kemampuan Disposisi Matematika melalui Pembelajaran Berbasis Aktivitas Siswa”, Jurnal SAP, 2 : 1 (Agustus 2017), 89.
sikap positif lainnya.73
Siswa mencari sumber lain untuk menyelesaikan masalah matematika dan bertanya kepada guru atau teman jika ada materi yang kurang dipahami. Dengan demikian, siswa dengan tipe assimilator memiliki rasa ingin tahu yang baik.
Beberapa indikator yang mencerminkan ketekunan belajar antara lain tidak mudah putus asa ketika menemukan kesulitan belajar dan berkeinginan mencapai hasil belajar yang terbaik.74 Siswa dengan tipe assimilator memiliki ketekunan yang kurang meskipun siswa malas belajar utuk mempersiapkan materi yang akan dipelajari, siswa tipe assimilator memperhatikan ketika guru menjelaskan
Selain itu siswa dengan tipe assimilator mampu menyelesaikan soal dengan berbagai alternatif cara, hal ini berarti siswa memiliki sikap fleksibel yang baik.
Siswa dengan tipe assimilator memiliki sikap reflektif yang baik terhadap pelajaran matematika. Menurut mereka matematika adalah ilmu penting yang akan dibutuhkan dimasa yang akan datang dan disemua bidang ilmu pengetahuan.
Berdasarkan beberapa penjelasan tersebut, dapat disimpulkan bahwa siswa dengan tipe assimilator dapat hampir memenuhi seluruh
73 Siska Yulianti, Skripsi: “Kontribusi Kemampuan Number Sense, Komunikasi Matematis dan Disposisi Matematis terhadap Hasil Belajar Matematika Siswa Kelas VII SMP Negeri 1 Gatak”. (Surakarta: Universitas Muhammadiyah Surakarta, 2019), 4.
74 Resnani, “Hubungan Antara Kebutuhan Untuk Sukses dan Ketekunan Belajar Mahasiswa Pendidikan Profesi Guru Terintegrasi (PPGT) FKIP UNIB Angkatan 2012”, Jurnal PGSD, 10 : 1 (2017), 37.
indikator disposisi matematis kategori sangat baik. Indikator-indikator disposisi matematis tersebut adalah bentuk dedikasi yang kuat pada diri siswa untuk belajar matematika.75
4. Disposisi Matematis Siswa Berdasarkan Gaya Belajar Kolb Tipe Acomodator dalam Menyelesaikan Masalah Matematika
Percaya diri merupakan keyakinan terhadap kemampuan diri sendiri untuk mampu mencapai target, keinginan dan tujuan untuk diselesaikan walaupun menghadapi berbagai tantangan dan masalah, serta dilakukan dengan penuh tanggung jawab.76 Meskipun siswa dengan tipe acomodator tidak mampu menyelesaikan soal secara mandiri tetapi berani mengerjakan soal di depan kelas.
Rasa ingin tahu merupakan modal awal bagi siswa dalam proses pembelajaran. Demi memenuhi rasa ingin tahu itulah yang akan membawa siswa pada proses mencari lalu menemukan.77 Dalam hal ini, siswa tipe acomodator memiliki sikap keingintahuan yang baik bisa dilihat ketika siswa sering bertanya pada guru dan banyak membaca dari sumber lain.
Alternatif untuk membangkitkan ketekunan belajar siswa adalah dengan memberikan pemahaman kepada siswa mengenai pentingnya ketekunan belajar dalam memperoleh prestasi belajar terbaik. Salah satu
75 Nurbaiti Widyasari, Jarnawi Afgani Dahlan, Stanley Dewanto.”Meningkatkan Kemampuan Disposisi Matematis Siswa SMP Melalui Pendekatan Metaphorical Thinking”.Jurnal Pendidikan Matematika dan Matematika, 2 : 2 (Desember 2016), 29.
76 Nurbaiti Widyasari, Jarnawi Afgani Dahlan, Stanley Dewanto.”Meningkatkan Kemampuan Disposisi Matematis Siswa SMP Melalui Pendekatan Metaphorical Thinking”.Jurnal Pendidikan Matematika dan Matematika, 2 : 2 (Desember 2016), 33.
77 Irna Hanifah Amelia, Mumun Munawaroh, Arif Muchyidin, “Pengaruh Keigintahuan dan Rasa Percaya Diri Siswa terhadap Hasil Belajar Matematika Kelas VII MTs Negeri 1 Kota Cirebon”, Jurnal EduMa, 5 : 1 (Juli 2016), 10.
indikator tekun dalam belajar yaitu berkeinginan untuk mencapai hasil belajar terbaik, menyelidiki hal-hal baru dan tidak cepat putus asa bila menemukan kesulitan dalam belajar.78 Siswa dengan tipe kerpibadian acomodator berusaha memperoleh jawaban yang benar ketika diberikan soal matematika yang sulit. Hal tersebut mencerminkan bahwa mereka memiliki sikap ketekunan yang baik.
Kerjasama berbagi pengetahuan, menghargai pendapat yang berbeda dan berusaha mencari solusi atau strategi lain merupakan indikator sikap fleksibel.79 Tetapi siswa tipe acomodator tidak senang mengungkapkan pendapat ketika berdiskusi karena pendapatnya sering tidak dihargai oleh temannya. Dengan demkian, siswa tipe acomodator memliki sikap fleksibilitas yang kurang.
Siswa tipe acomodator memliki sikap reflektif yang baik. Hal ini ditandakan dengan siswa senang terhadap pelajaran matematika dan senang ketika mengerjakan soal matematika.
78 Resnani, “Hubungan Antara Kebutuhan Untuk Sukses dan Ketekunan Belajar Mahasiswa Pendidikan Profesi Guru Terintegrasi (PPGT) FKIP UNIB Angkatan 2012”, Jurnal PGSD, 10 : 1 (2017), 37.
79 Maya Nurfitriyanti, “Peningkatan Kemampuan Disposisi Matematika melalui Pembelajaran Berbasis Aktivitas Siswa”, Jurnal SAP, 2 : 1 (Agustus 2017), 89.
BAB V PENUTUP A. Simpulan
Berdasarkan hasil analisis dan pembahasan pada bab sebelumnya, maka diperoleh simpulan sebagai berikut:
1. Disposisi matematis siswa berdasarkan gaya belajar kolb tipe converger dalam menyelesaikan masalah matematika memiliki atau menguasai 3 aspek yaitu, ketekunan, fleksibilitas dan reflektif.
2. Disposisi matematis siswa berdasarkan gaya belajar kolb tipe diverger dalam menyelesaikan masalah matematika memiliki atau menguasai 2 aspek yaitu keingintahuan dan fleksibilitas.
3. Disposisi matematis siswa berdasarkan gaya belajar kolb tipe assimilator dalam menyelesaikan masalah matematika memiliki atau menguasai 4 aspek yaitu, percaya diri, keingintahuan, fleksibilitas dan reflektif.
4. Disposisi matematis siswa berdasarkan gaya belajar kolb tipe acomodator dalam menyelesaikan masalah matematika memiliki atau menguasai 2 aspek yaitu ketekunan dan reflektif.
B. Saran
Berdasarkan hasil penelitian yang penulis peroleh, maka penulis mengemukakan sara-saran sebagai berikut:
1. Bagi peneliti lain,
a. perlu adanya pertimbangan faktor-faktor lain yang memungkinkan dapat mempengaruhi disposisi matematis siswa, seperti lingkungan sosial dan kemampuan matematika yang dimiliki siswa.
b. Gaya belajar kolb dapat dijadikan alternatif untuk mengetahui disposisi matematis siswa.
2. Bagi guru, perlu adanya perhatian yang khusus bagi siswa yg mempunyai gaya belajar kolb tipe diverger dan acomodator untuk meningkatkan disposisi matematis siswa agar lebih tertarik dan bersikap positif terhadap pelajaran matematika.
DAFTAR PUSTAKA
Ari Mastuti, Rima. (2016). “Identifikasi Disposisi Matematika Siswa dalam Pembelajaran Socrates Kontekstual pada Materi Sistem Persamaan Linear Dua Variabel pada Siswa Kelas VIII SMP.” Jurnal Ilmiah Pendidikan Matematika.
Iftian Hakima, Nanda. (2020). “Analisis Kemampuan Berpikir Kritis Siswa Ditinjau dari Gaya Belajar Tipe Kolb pada Materi Bilangan Bulat.”
Delta.
Widyasari, Nurbaiti, Jarnawi Afgani Dahlan, Stanley Dewanto. (2016).
“Meningkatkan Kemmapuan Disposisi Matematis Siswa SMP Melalui Pendekatan Metaphorical Thinking.” Fibonacci.
Melinda, Gita, Asih Widi Wisudawati. (2018). “Identifikasi Gaya Belajar Model Kolb Terhadap Peserta Didik MAN II Yogyakarta,” Jurnal Pendidikan Sains.
Sunendar, A. (2016). “Mengembangkan disposisi matematik melalui model pembelajaran kontekstual.” Jurnal THEOREMS (The Original Research of Mathematics).
Lien, et.al, (2011), A Study of Kolb Learning. Style on Experiential.Learning.Industrial.Education and Technology.
Siti Nur Aliah, dkk. (2020). “Analisis Kemampuan Pemecahan Masalah Matematika dan Disposisi Matematika Siswa pada Materi SPLDV.”
Jurnal Pembelajaran Matematika Inovatif.
Depdiknas. (2008). “Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan.” Jakarta : Dikmenum. Depdiknas
Wardani, S. (2008). “Pembelajaran Inkuiri Model Silver untuk Mengembangkan Kreativitas dan Kemampuan Pemecahan Masalah Matematik Siswa Sekolah Menengah Atas.” Bandung: Disertasi UPI Bandung.
DePorter, B. & Hernacki, M. (2015). Quantum Learning. Membiasakan Belajar Nyaman dan Menyenangkan. Bandung: Kaifa.
Adnan dkk. (2017). “Identifikasi Keterampilan Belajar (Study Skills) dan Gaya Belajar (Learning Style) Mahasiswa Jurusan Biologi.” Simposium Nasional MIPA Universitas Negeri Makassar.
Annizar, A. M. R. (2015). Analisis Kemampuan Pemecahan Masalah Soal PISA Menggunakan Model Ideal pada Siswa Usia 15 Tahun di SMA Nuris Jember.
Kolb, A.Y, Kolb, D.A. (2005). Learning styles and learning spaces: Enhancing experiential learning in higher education. The Academy of Management Learning and Education.
Nugroho, Putri Utami dkk. (2016). Aplikasi Test Personality dan Learning Style Inventory Berbasis Web Untuk Mahasiswa Universitas Klabat: Seminar Nasional Teknologi Informasi dan Multimedia.
Indah, Wahyuni. (2023). Analisis Kemampuan Literasi Numerasi Berdasarkan Gaya Belajar pada Anak Usia Dini. Jurnal Obsesi: Jurnal Pendidikan Anak Usia Dini.
Given, Lisa M (2008). The Sage Encyclopedia of Qualitative Research Methods, Los Angeles, Sage Publication.
Martono, Nanang. (2014). Metode Penelitian Kuantitatif: Analisis Isi dan Analisis Data Sekunder. Jakarta: RajaGrafindo Persada.
Yusuf, A. Muri. (2014). Metode Penelitian: Kuantitatif dan Penelitian Gabungan, .Jakarta: Kencana.
Raco, J.R. (2010). Metode Penelitian Kualitatif: Jenis, Karakteristik dan Keunggulannya.. Jakarta: Grasindo.
Herdiansyah, Haris. (2019). Metodelogi Pendidikan Kualitatif untuk Ilmu-Ilmu Sosial. Jakarta: Salemba Humanika.
Eka Lestari, Karunia dan Mokhamad Ridwan Yudhanegara. (2017). Penelitian Pendidikan Matematika, Bandung: Refika Aditama.
Mardapi. (2008). Teknik Penyusunan Instrumen Tes dan Nontes. Yogyakarta:
Mitra Cendikia.
Sugiyono. (2019). Metode Penelitian dan Pengembangan. Bandung: Alfabeta.
Miles,M.B, Huberman,A.M, dan Saldana,J. (2014). Qualitative Data Analysis, A Methods Sourcebook, Edition 3. USA: Sage Publications. Terjemahan Tjetjep Rohindi Rohidi, UI-Press.
Kholil, Mohammad. (2022). Matematika Dasar. Bantul: Lembaga Ladang Kata.
Nurfitriyanti, Maya. (2017). Peningkatan Kemampuan Disposisi Matematika melalui Pembelajaran Berbasis Aktivitas Siswa. Jurnal SAP.
Yulianti, Siska. (2019). Kontribusi Kemampuan Number Sense, Komunikasi Matematis dan Disposisi Matematis terhadap Hasil Belajar Matematika Siswa Kelas VII SMP Negeri 1 Gatak. Surakarta: Universitas Muhammadiyah Surakarta.
Lampiran 1. Matriks Penelitian
MATRIKS PENELITIAN
Profil Disposisi Matematis Siswa Berdasarkan Gaya Belajar Kolb Dalam Menyelesaikan Masalah Matematika
Judul Rumusan Masalah Variabel Indikator Sumber Data Metode Penelitian
Profil Disposisi Matematis Siswa Berdasarkan Gaya Belajar Kolb Dalam Menyelesaikan Masalah Matematika
Bagaimana disposisi
matematis siswa berdasarkan gaya belajar kolb dalam
menyelesaikan masalah matematika?
1. Disposisi matematis 2. Gaya belajar
tipe kolb 3. Menyelesaik
an masalah
Indikator kemampuan disposisi
1. Peraya Diri 2. Keingintahuan 3. Ketekunan 4. Fleksibel 5. Keingintahuan
1. Informasi dari guru dan siswa
2. Buku yang relevan 3. Penelitian
yang relevan 4. Hasil
observasi 5. Hasil tes 6. Hasil
wawancara
1. Jenis penelitian : Deskriptif dengan pedekatan kualitatif 2. Subjek penelitan :
Siswa MTs Unggulan Nuris Kelas VIII 3. Teknik pengumpulan
data : Observasi, tes, wawancara, dan dokumentasi
4. Teknik analisis data : Miles, Huberman dan Saldana (kondensasi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan) 5. Keabsahan data :
triangulasi sumber dan triangulsi teknik
Lampiran 2. Jurnal Penelitian
JURNAL PENELITIAN
Hari/Tanggal Kegiatan Paraf
Senin, 13 Februari 2023
Memberikan Surat Izin Penelitian
(Dr. Hasantul Khalidiyah, M.Pd.I.) Selasa, 14
Februari 2023
Memberikan angket KLSI kepada siswa
kelas VIII E (Rachmad Ramadani, S.Pd.) Jumat, 17
Februari 2023
Memberikan tes berupa soal sekaligus
observasi bersama
guru matematika (Rachmad Ramadani, S.Pd.) Selasa, 21
Februari 2023
Wawancara kepada siswa yang telah
ditentukan (Rachmad Ramadani, S.Pd.) Rabu, 01 Maret
2023
Meminta surat keterangan selesa
penelitin di lembaga (Dr. Hasantul Khalidiyah, M.Pd.I.)
Lampiran 3. Surat Izin Penelitian
Lampiran 4. Surat Keterangan Selesai Penelitian
Lampiran 5. Lembar Observasi Siswa
Lembar Observasi Siswa Nama Siswa :
Kelas : Pelajaran :
Berilah tanda Cheklist pada kolom “YA” atau “TIDAK” yang sesuai dengan pendapat anda.
NO ASPEK INDIKATOR YA TIDAK
1 Percaya Diri
Percaya terhadap kemampuannya
Berani mengerjakan di depan kelas
2 Keingintahuan
Sering mengajukan pertanyaan
Banyak membaca/mencari sumber lain
3 Ketekunan
Memperhatikan
Bersungguh-sungguh
4 Fleksibilitas
Berkerjasama dan berbagi pengetahuan
Berusaha mencari solusi/strategi yang lain
5 Reflektif
Bertindak dan berhubungan dengan matematika
Memliki rasa senang terhadap matematika
Lampiran 6. Lembar Observer 1(Guru) 1. Subjek A14
2. Subjek A21
3. Subjek A7
4. Subjek A6
Lampiran 7. Angket KLSI(kolb learning style inventory) Instrumen Penelitian
Angket KLSI (Kolb Learning Style Inventory) Nama :
Kelas :
Sekolah :
Angket Persepsional Gaya Belajar
Petunjuk : Bubuhkan tanda centang (v) pada pilihan “Ya” jika sesuai dengan karakter anda dan pada pilihan “Tidak” jika tidak sesuai dengan karakter anda. Pilihan anda tidak mempengaruhi nilai sekolah, dimohon untuk menjawab dengan jujur.
No. Pernyataan
Pilihan Ya Tidak 1
Saya memecahkan masalah matematika yang diberikan oleh guru.
2
Saya tertarik mempelajari matematika dengan mengerjakan soal matematika.
3 Saya bertanya pada guru mengenai materi-materi yang sulit.
4 Saya kurang dapat bersosialisasi dengan teman.
5
Dalam berdiskusi, saya tidak pernah memihak ke salah satu pendapat teman.
6 Saya tidak mudah dalam mengambil kesimpulan.
7
Ketika berdiskusi, saya lebih suka mendengarkan pendapat orang lain daripada harus berpendapat.
8
Saya lebih suka memiliki banyak sumber informasi (seperti buku dan LKS) untuk mencari materi matematika.
9
Saya lebih suka mempertimbangkan sesuatu sebelum mengerjakannya.
10 Saya merasa ingin tahu mengenai sesuatu yang dipikirkan teman.
11 Ketika berdiskusi, saya suka membahas langsung pada inti permasalahan
12 Saat mendengarkan ide teman, saya suka langsung menerapkan.
13 Saya memiliki ide praktis dalam menyelesaikan masalah.
14 Saya menulis materi matematika dengan singkat dan jelas.
15 Saya tidak suka jika teman mengajukan pernyataan yang menyimpang saat diskusi.
16 Saya suka mengerjakan PR matematika yang diberikan guru.
17 Saya suka menjawab pertanyaan dari guru.
18 Saya lebih suka merespon secara spontan.
19 Ketika ada teman yang kesusahan maka saya akan bergegas membantu.
20 Ketika berdiskusi, saya aktif dalam berbicara.
Lampiran 8. Angket Subjek Siswa 1. Subjek A14
2. Subjek A21
3. Subjek A7
4. Subjek A6
Lampiran 9. Data Siswa dan Pengelompokan Tipe Gaya Belajar Kolb
No Kode Nama
Tipe Gaya Belajar 1 A1
ADITYA PRATAMA HARDIYANTO Diverger
2 A2
AGUNG MAULANA IBRAHIM Assimilator
3 A3
AHMAD HUMAIDI Converger
4 A4
AHMAD RAMADHANI Assimilator
5 A5
AHMAD THUFAIL Assimilator
6 A6
ALIF FAIQ AZIZI KURNIAWAN Accomodator
7 A7
ANDARU I`AM RAMADAN Assimilator
8 A8
AZZAMU ROCHMAN SIQI Assimilator
9 A9
DZAKY AL MUSYAFFA SUGIANTO Assimilator
10 A10
FAZA AHMAD ARRIFANI Diverger
11 A11
HADSIQ HUMAIDY Diverger
12 A12
HELMAN ARIF Converger
13 A13
M. FADILLAH BAGUS ANGGARETA Assimilator 14 A14
M. NUR REYZALDI Converger
15 A15 MOH. ABDUL MAJID SYAMSI Diverger
16 A16
MOH. ALDI FIRMANSYAH Converger
17 A17
MUHAMMAD AGIL FATHONI Diverger
18 A18
MUHAMMAD ALDI FIRMANSYAH Assimilator
19 A19
MUHAMMAD ALDIAN FAIZUN IRSYAD Converger
20 A20
MUHAMMAD ALTHAF HAIDAR ALIF Converger
21 A21
MUHAMMAD FATHUR ROHMAN Diverger
22 A22
MUHAMMAD JEFRY GIOVANI Assimilator
23 A23
MUHAMMAD KAFIN AZKA ALGHIFARI Accomodator 24 A24
RAIHANUN NAFIS Assimilator
25 A25
ROBITH ISLAM KAFABI Accomodator
26 A26
ROIHAN ROBBANI FARHAN Assimilator
27 A27
SAYYID HUSEIN AHMADINEJAD Assimilator
28 A28
SULTHAN ZAHID IBNU KHOMEINI Converger
29 A29
SULTON HAQIQI Diverger
30 A30
SYAFIQ ABDUL HAKIM Accomodator
Lampiran 10. Hasil Skor Angket dan Pengelompokan Tipe Gaya Beljar Kolb
Hasil Skor Angket dan Pengelompokan Tipe Gaya Beljar Kolb No Kode
CE RO AC AE Diver
ger
Conve rger
Assim ilator
Accomodat
or Tipe Gaya Belajar 1 2 3 4 5 6 7 8 9 1
0 1 1
1 2
1 3
1 4
1 5
1 6
1 7
1 8
1 9
2 0
CE+
RO
AC+
AE
RO+
AC AE+CE
1 A1 1 1 1 0 1 0 1 1 1 1 0 1 1 0 0 0 0 1 0 0 8 3 6 5 Diverger 2 A2 0 1 0 0 1 1 0 1 1 1 1 0 1 1 1 1 0 1 0 0 6 6 8 4 Assimilator 3 A3 0 1 0 0 0 1 0 1 0 1 1 1 1 1 0 1 1 1 1 1 4 9 7 6 Converger 4 A4 1 0 0 0 0 1 1 1 1 0 1 0 1 1 1 0 1 0 1 1 5 7 8 4 Assimilator 5 A5 0 1 0 1 0 1 1 1 1 1 1 1 1 1 0 0 0 0 1 1 7 6 9 4 Assimilator 6 A6 1 1 1 0 1 0 0 1 0 1 0 0 0 0 0 1 1 1 1 1 6 5 2 9 Accomodator 7 A7 1 1 1 0 0 0 1 1 1 0 1 0 1 1 1 0 0 1 0 1 6 5 7 5 Assimilator 8 A8 0 0 0 0 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 0 0 1 1 0 6 7 10 3 Assimilator 9 A9 0 1 0 0 0 1 0 1 1 1 1 1 1 1 1 0 0 0 1 1 5 7 9 3 Assimilator 10 A10 1 1 1 0 1 1 0 1 1 1 0 0 0 0 0 1 1 1 0 0 8 3 4 7 Diverger 11 A11 1 1 1 0 1 1 1 1 1 1 1 0 0 1 0 0 0 0 1 0 9 3 7 5 Diverger 12 A12 1 0 0 0 1 0 0 1 1 1 1 0 1 1 0 1 1 1 1 1 5 8 6 7 Converger 13 A13 1 1 0 0 0 1 1 1 1 1 1 1 0 0 1 1 0 0 0 1 7 5 8 4 Assimilator 14 A14 1 1 0 0 0 0 1 1 1 0 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 5 10 8 7 Converger 15 A15 1 1 0 0 0 1 1 1 1 1 1 0 0 0 0 1 0 0 0 1 7 3 6 4 Diverger 16 A16 0 0 0 0 1 0 0 0 1 1 1 1 0 1 1 1 1 1 1 0 3 8 6 5 Converger 17 A17 1 1 0 1 1 0 1 0 1 1 0 0 0 0 0 0 1 0 0 0 7 1 3 5 Diverger
18 A18 0 1 1 0 1 0 1 1 1 1 1 0 1 1 1 0 0 0 1 0 7 5 8 4 Assimilator 19 A19 0 0 0 0 1 0 0 1 0 0 1 1 1 1 0 1 1 1 1 1 2 9 5 6 Converger 20 A20 1 0 0 0 0 0 0 1 0 1 1 1 1 1 0 1 1 1 1 1 3 9 6 6 Converger 21 A21 1 0 0 1 1 1 1 1 1 1 0 0 0 0 1 0 0 1 1 0 8 3 6 7 Diverger 22 A22 0 0 0 0 1 1 1 1 1 0 1 0 1 1 1 1 1 0 1 0 5 7 8 4 Assimilator 23 A23 1 1 0 0 1 1 0 0 0 1 0 0 0 1 1 1 0 1 1 1 5 6 4 7 Accomodator 24 A24 0 1 1 0 1 1 1 0 1 1 1 1 1 1 1 0 0 0 0 0 7 5 9 3 Assimilator 25 A25 1 1 0 0 1 0 0 1 0 0 1 0 1 0 0 1 1 1 1 1 4 7 3 8 Accomodator 26 A26 1 0 0 0 0 1 1 1 1 0 1 0 1 1 1 0 0 1 0 1 5 6 8 3 Assimilator 27 A27 0 0 0 0 1 1 1 1 1 1 0 1 0 1 1 1 0 0 0 1 6 5 8 3 Assimilator 28 A28 1 0 0 0 0 0 0 1 0 1 1 1 1 1 0 1 1 1 1 1 3 9 6 6 Converger 29 A29 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 0 0 0 0 1 0 0 1 1 0 10 3 6 7 Diverger 30 A30 1 1 0 0 1 0 0 1 0 0 1 0 1 0 0 1 1 1 1 1 4 7 3 8 Accomodator
Lampiran 11. Kisi-kisi Instrumen Soal
Kisi-kisi Instrumen Soal
NO KOMPETISI DASAR MATERI INDIKATOR LEVEL
KOGNITIF NO. SOAL
1
2.1 Menyelesaikan sistem persamaan linear dua variabel yang berhubungan dengan kehidupan sehari- hari
Sistem Persamaan Linier Dua Variabel
Siswa dapat menyelesaikan SPLDV berkaitan dengan masalah beras dan
gula C4 1
Siswa dapat menemukan nilai x dan y dari SPLDV yang disajikan
2
2.2 Menyelesaikan sistem persamaan linear dua variabel yang berhubungan dengan kehidupan sehari- hari
Sistem Persamaan Linier Dua Variabel
Siswa dapat menyelesaikan SPLDV berkaitan dengan masalah pendapatan
tukang parkir truk tronton dan mobil C4 2 Siswa dapat menemukan nilai x dan y
dari SPLDV yang disajikan
Keterangan: C1 = Mengetahui ; C2 = Memahami ; C3 = Menerapkan ; C4 = Menganalisis ; C5 = Menciptakan ; C6 = Mengevaluasi
Lampiran 12. Lembar Tes Pemecahan Masalah
Lembar Tes Pemecahan Masalah Siswa
Nama :
Kelas :
Materi : Sistem Persamaan Linier Dua Variabel Alokasi Waktu : 15 Menit
Petunjuk : Jawablah pertanyaan uraian dibawah ini dengan benar beserta caranya
1. Rozi membeli 4 kg beras dan 6 kg gula di toko seharga Rp. 40.000., sedangkan harga 1 kg gula ialah 2 kali harga 1 kg beras. Berapa harga masing-masing 1 kg gula dan 1 kg beras?
2. Dalam sebuah tempat parkir terdapat 30 kendaraan yang terdiri dari truk tronton dan mobil. Jika dihitung roda keseluruhan ada 140 buah. Biaya parkir sebuah truk tronton Rp. 5.000, sedangkan biaya parkir sebuah mobil Rp.
3.000. berapa pendapatan uang parkir dari kendaraan yang ada tersebut?
Jawaban