BAB IV PENYAJIAN DATA DAN ANALISIS
C. Pembahasan Temuan
Pada bagian ini akan dibahas tentang temuan-temuan penelitian yang mencakup beberapa hal berikut ini:
1. Perencanaan Pembelajaran Aqidah Akhlak di MTs Bahjatul Ulum
Dari paparan data di atas dapat diketahui bahwa perencanaan pembelajaran aqidah akhlak yang dilakukan oleh guru aqidah akhlak di MTs Bahjatul Ulum berupa:
a. Menganalisis tujuan pembelajaran dengan berdasarkan landasan Al-Qur’an dan Al-Hadits serta ideologi Negara.
b. Membuat administrasi pembelajaran, yaitu penyusunan RPP untuk proses belajar mengajar di dalam kelas.
c. Mendesain pembelajaran yang menarik dengan menyesuaikan dengan kondisi siswa dan kelas.
d. Selain itu dari lembaga sendiri mendukung adanya perencanaan dengan mengadakan kegiatan pembacaan Al-Qur’an 15 menit sebelum pembelajaran dimulai.
2. Pelaksanaan Pembelajaran Aqidah Akhlak di MTs Bahjatul Ulum
Dari hasil paparan data yang disajikan di atas dapat diketahui bahwa pelaksanaan pembelajaran aqidah akhlak yang dilakukan oleh guru aqidah akhlak di MTs Bahjatul Ulum sebagai berikut:
a. Pelaksanaan sudah berjalan dengan baik sesuai dengan RPP dan desain yang telah dibuat.
b. Kegiatan pembelajaran aqidah akhlak di MTs Bahjatul Ulum berupa kegiatan awal, kegiatan inti, dan kegiatan penutup.
c. Pada kegiatan awal terdiri dari mengucap salam dan berdoa, melakukan tanya jawab ringan dan menyampaikan tujuan pembelajaran serta melakukan apresepsi.
d. Pada kegiatan apersepsi kadang guru menambahkan info-info atau peristiwa yang sedang marak terjadi di lingkungan masyarakat yang kemudian dikaitkan dengan materi yang akan disampaikan.
e. Metode yang digunakan adalah sesuai dengan kurikulum yang diterapkan. Pada pembelajaran aqidah akhlak sesuai dengan kurikulum 2006, metode ceramah masih mendominasi pembelajaran, namun guru berusaha menggunakan metode- metode yang terkini.
f. Metode lainnya yang dapat dipakai dalam pembelajaran aqidah akhlak adalah metode uswatun hasanah dan pembiasaan.
metode uswah dilakukan dengan guru memberikan uswah yang baik pula kepada siswanya, sedangkan metode pembiasaan dilakukan dengan pembiasaan kejujuran dalam
evaluasi, pelaksanaan ibadah-ibadah, dan peringatan hari-hari besar Islam.
g. Media yang digunakan lebih melihat pada kelas yang akan diajar. Ada dua jenis kelas dalam madrasah ini yaitu kelas unggulan dan kelas regular. Pada kelas unggulan media yang digunakan antara lain kaligrafi, video, laptop, LCD. Sedangkan pada kelas regular media yang digunakan masih manual seperti papan tulis, buku, suara (penjelasan langsung dari guru) dan spidol.
h. Pada kegiatan penutup terdiri dari guru mengadakan refleksi, mengajak siswa menyimpulkan hasil pembelajaran, mengadakan tes secara langsung, menjelaskan secara singkat materi yang akan dipelajari pada pertemuan berikutnya, memberikan pesan-pesan moral, mengajak berdoa dan dilanjutkan dengan salam.
3. Pengendalian dari Pembelajaran Aqidah Akhlak dalam Menanggulang Kenakalan Siswa di MTs Bahjatul Ulum
Berdasarkan paparan data yang telah disajikan di atas dapat diketahui bahwa pengendalian yang dimaksudkan oleh peneliti terdiri dari:
a. Evaluasi pembelajaran
Evaluasi dilakukan dengan tehnik tes dan non tes. Tehnik tes dilakukan dengan tes awal, tes tengah, post tes, ulangan harian, ukangan tengah semester, ulangan akhir semester.
Sedangkan dengan tehnik non tes dilakukan melalui penilaian sikap spiritual dan pengamatan sehari-hari yang dilakukan setiap kali pertemuan.
b. Pengarahan (bimbingan dan motivasi).
1) Pengarahan yang diberikan oleh guru MTs Bahjatul Ulum dalam kelas adalah dengan memberikan nasehat kepada siswa yang berperilaku kurang baik dalam kelas. Sedangkan untuk siswa yang berperilaku baik, guru memberikan motivasi dengan cara memberikan contoh atau uswah yang baik juga.
2) Selain pengarahan di dalam kelas, juga terdapat pengarahan di luar kelas yang berupa bimbingan dari guru aqidah akhlak dan guru bimbingan konseling.
Siswa yang diberikan pengarahan adalah siswa yang menyimpang dari norma atau aturan madrasah. Bentuk- bentuk kenakalan siswa antara lain pelanggaran tata tertib, siswa membawa ponsel yang berkamera, dan ini
berkenaan dengan hari valentine, ada siswa yang merayakan hari tersebut, tidak memakai atribut seragam dengan lengkap, dan tidak mencukur rambutnya dengan rapi. Dalam mengatasi tindakan siswa tersebut guru memberikan nasehat serta tindakan semisal untuk siswa yang tidak memakai bet seragam, siswa disuruh untuk membeli bet di koperasi dan memasangnya pada saat itu juga.
3) Selain terdapat siswa yang menyimpang, juga terdapat siswa yang masih termotivasi sendiri untuk melaksanakan ibadah shalat dhuha secara rutin di sekolah maupun di rumah.
4) Cara penanganan yang dilakukan melalui motivasi adalah dengan memberikan pujian-pujian yang baik kepada siswa dan pembiasaan pelaksanaan ibadah- ibadah seperti shalat dhuha, shalat dhuhur berjamaah dan peringatan-peringatan hari besar Islam.
5) Sedangkan cara penangan yang lebih lanjut dengan penanaman aqidah akhlak melalui pembelajaran aqidah akhlak, menegur siswa dengan baik, dan pembinaan khusus yang dilakukan guru aqidah akhlak dengan berkoordinasi dengan guru bimbingan konseling.
4. Implementasi Pembelajaran Aqidah Akhlak dalam Menanggulangi Kenakalan Siswa di MTs Bahjatul Ulum
Dari hasil paparan data yang disajikan di atas dapat diketahui bahwa implementasi pembelajaran aqidah akhlak dalam menanggulangi kenakalan siswa di MTs Bahjatul Ulum sebagai berikut:
a. Implementasi pembelajaran merupakan pelaksanaan dari suatu perencanaan dalam mencapai tujuan pembelajaran.
Implementasi ini terdiri dari perencanaan, pengorganisasian, dan pengendalian.
b. Perencanaan dari implementasi pembelajaran aqidah akhlak ini dengan mendesain pembelajaran menjadi sebaik mungkin dan semenarik mungkin .
c. Kemudian dalam pelaksanaannya, guru aqidah akhlak menggunanakan metode-metode pembelajaran yang bervariasi.
d. Selanjutnya dalam pengendaliannya, guru aqidah akhlak melakukan evaluasi dan pengarahan.
e. Bentuk-bentuk kenakalan siswa antara lain: pelanggaran tata tertib, siswa membawa ponsel yang berkamera, dan karena berkenaan dengan hari valentine, ada siswa yang merayakan
hari tersebut, tidak memakai atribut seragam dengan lengkap, dan tidak mencukur rambutnya dengan rapi.
f. Faktor yang mempengaruhi kenakalan siswa adalah faktor internl yang timbul dalam diri siswa tersebut dan faktor eksternal yaitu pola asuhkeluarga, karena kebanyakan siswa yang melakukan penyimpangan adalah yang orang tuanya terlalu sibuk dan si anak tidak mendapat perhatian dan kasih sayang yang cukup.
g. Pembelajaran aqidah akhlak memiliki nilai lebih sehingga dapat digunakan sebagai alat atau cara dalam menanggulangi kenakalan siswa.
h. Secara keseluruhan implementasinya baik dan terarah karena pembelajaran aqidah akhlak memberikan dampak kepada diri siswa untuk selalu melakukan perbuatan baik, dan apabila ada yang berperilaku kurang baik dapat diatasi dengan memberikan pengarahan dan bimbingan.
A. Kesimpulan
Berdasarkan pembahasan dari data hasil penelitian di MTsBahjatul Ulum, maka peneliti dapat memberikan kesimpulan sebagai berikut:
1. Perencanaan pembelajaran aqidah akhlak di MTs Bahjatul Ulum dilakukan dengan menganalisis tujuan pembelajaran aqidah akhlak berdasarkan landasan filsafat, yuridis, dan konseptual, membuat administrasi pembelajaran yang salah satunya adalah RPP, mendesain pembelajaran berdasarkan kondisi siswa dan kelas, selain itu lembaga membuat program atau kegiatan yaitu setiap siswa di setiap kelas harus membaca Al-Qur’an secara bersama- sama pada waktu 15 menit sebelum pembelajaran dimulai.
2. Pelaksanaan pembelajaran aqidah akhlak di MTs Bahjatul Ulum pada umumnya sudah berjalan dengan baik dan sesuai dengan RPP yang telah dibuat dan didesain sebelumnya. Pelaksanaan ini terdiri dari kegiatan awal, kegiatan inti, dan kegiatan penutup. Pada kegiatan awal dimulai dengan menyiapkan siswa secara psikis dan fisik untuk mengikuti proses pembelajaran dengan mengucap salam dan berdoa, melakukan tanya jawab ringan dan menyampaikan tujuan pembelajaran serta melakukan apresepsi. Sedangkan pada kegiatan inti dilakukan penyampaian materi pembelajaran dengan
menggunakan metode danmedia pembelajaran. Dan pada kegiatan penutup guru mengadakan refleksi, mengajak siswa menyimpulkan hasil pembelajaran, mengadakan tes secara langsung, menjelaskan secara singkat materi yang akan dipelajari pada pertemuan berikutnya, memberikan pesan-pesan moral, mengajak berdoa dan dilanjutkan dengan salam.
3. Pengendalian dari pembelajaran aqidah akhlak dalam menanggulangi kenakalan siswa di MTs Bahjatul Ulum sukowono adalah dengan evaluasi pembelajaran dan pengarahan. Evaluasi pembelajaran dilakukan dengan menggunakan tehnik tes dan non tes. Sedangkan pengarahan diberikan dalam bentuk bimbingan dan motivasi. Dalam pengarahan guru juga melakukan tindakan preventif, represif, dan kuratif dalam menanggulangi kenakalan siswa.
4. Implementasi pembelajaran aqidah akhlak dalam menanggulangikenakalansiswa diMTs Bahjatul Ulum dengan melakukan manajemen yang terdiri dari perencanaan, pelaksanaan, dan pengendalian. Pembelajaran aqidah akhlak memiliki nilai lebih yang dapat ditinjau dari karakteristik dan fungsinya, nilai lebih tersebut dapat digunakan sebagai cara atau upaya untuk menanggulangi bentuk-bentuk penyimpangan yang dilakukan oleh siswa yang disebut dengan kenakalan siswa.
B. Saran-saran
Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui implementasi pembelajaran aqidah akhlak dalam menanggulangi kenakalan siswa di MTs Bahjatul Ulum, dan kiranya demi tercapainya mutu pembelajaran aqidah akhlak yang lebih baik, peneliti perlu memberikan saran-saran sebagai berikut:
1. Kepada Lembaga MTs Bahjatul Ulum
a. Agar kegiatan meminimalisir/menanggulangi masalah kenakalan yang dilakukan oleh siswa dapat lebih efektif untuk mencapai hasil yang diinginkan, disarankan guru akidah akhlak meningkatkan kerja sama dengan sesama guru maupun pihak terkait dalam mengelola lembaga pendidikan tersebut.
b. Agar dapat terjalin komunikasi yang kondusif antara sekolah, orang tua siswa dan masyarakat, disarankan agar pihak sekolah terutama guru akidah akhlak untuk selalu melakukan pendekatan kepada tokoh masyarakat, orang tua siswa, baik dengan melalui lembaga maupun dengan yang lainnya.
c. Agar pihak sekolah lebih meningkatkan pengawasan terhadap siswanya secara rutin dan kontinyu.
d. Guru akidah akhlak harus mampu menjalin kerja sama dengan guru BP/BK. Dengan adanya kerjasama antara guru BP/BK dengan guru akidah akhlak maka dapat mempermudah guru akidah akhlak dalam memahami segala karakter siswa.
2. Kepada Siswa
Kepada siswa untuk selalu menjaga diri dalam menghadapi arus globalisasi, hendaknya siswa benar-benar mempersiapkan mental yaitu dengan selalu mendekatkan diri kepada Tuhan Yang Maha Esa.
3. Kepada Orang Tua Siswa
Sebagai wali dalam mendidik anak usahakan untuk selalu menemani dan memberikan dukungan dalam segala hal, agar anak dapat berkembang di masa depan.
4. Kepada Peneliti Selanjutnya
Saya harapkan bagi peneliti yang akan datang agar dalam penelitian mempunyai konsep yang bagus dan prosedur penelitian yang sistematis dan terstruktur dalam melaksanakan penelitian. Agar nanti hasil daripada penelitian itu bisa maksimal.
DAFTAR PUSTAKA
Akhyak. 2006. Meretas Pendidikan Islam Berbasis Etika. Surabaya: elKAF Ali, Zainudin. 2007. Pendidikan Agama Islam. Jakarta: Bumi Aksara
Alim, Muhammad. 2006. Pendidikan Agama Islam:Upaya Pembentukan Pemikiran dan Kepribadian Muslim. Bandung: Remaja Rosdakarya Al-Qur’an dan Terjemhah Al-Kaffah, Q.S. Al-A’raf 7:172.
Aminudin dkk. 2002. Pendidikan Agama Islam. Bogor: Ghalia Indonesia AR, Zahrudin. 2004. Pengantar Ilmu Akhlak. Jakarta: PT. Grafindo Persada.
Arief, Armai. 2002. Pengantar Ilmu dan Metodologi Pendidikan Islam.(Jakarta:
Ciputat Press
Arifin, M. 2011. Ilmu Pendidikan Islam. Jakarta: Bumi Aksara
Arifin, Zainal. 2013. Evaluasi Pembelajaran. Bandung: Remaja Rosdakarya Arikunto, Suharmini dan Yuliana, Lia. 2008. Manajemen Pendidikan.
Yogyakarta: Aditya Media.
Arikunto, Suharsimi. 2002. Prosuder Penelitian:Suatu Pendekatan Praktik.
Jakarta: Rineka Cipta
Aziz, Abd. 2009. Filsafat Pendidikan Islam. Yogyakarta: Teras
B. Uno, Hamzah. 2012. Model Pembelajaran: Menciptakan Proses Belajar Mengajar yang Kreatif dan Efektif. Jakarta: Bumi Aksara
Bahri Djamarah, Syaiful dan Zain, Aswan. 2002. Strategi Belajar Mengajar.
(Jakarta: Rineka Cipta)
Bahri Djamarah, Syaiful. 2002. Strategi Belajar Mengajar. Jakarta: Rineka Cipta Bahri Djamarah, Syaiful. 2005. Guru dan Anak Didik dalam Interaksi Edukatif.
Jakarta: Rineka Cipta
Nasir,A Sahilun. Tinjauan Akhlak. Surabaya: Al-Ikhlas
R, Zahrudin dan Sinaga, Hasanudin. 2004. Pengantar Studi Akhlak. Jakarta:Raja Grafindo Persada
Uno, Hamzah. 2007. Perencanaan Pembelajaran. Jakarta : Bumi Aksara.
Nama : Imam Ikhlas Arisandi Tempat/Tanggal Lahir : Jember, 31 Mei 1993
Alamat : Dusun Kampung Tengah Barat Sukowono
Jember
Agama : Islam
Riwayat Pendidikan : 1. SD Negeri Sukowono 08 2. MTs Negeri Sukowono
3. MA Nurul Qarnain Baletbaru Sukowono Jember
4. IAIN jember
Wawancara Kepala Madrasah dan Guru Aqidah Wawancara Guru Aqidah dan BK
Observasi 11 Maret 2018 Kelas VIII Observasi 11 Maret 2018 Kelas IX
a. Profil MTs Bahjatul Ulum.
b. Visi dan Misi Bahjatul Ulum.
2. Data siswa dan Guru
2. Bagaiman perencanaan pembelajaran Aqidah Akhlak yang anda lakukan ?
3. Bagaimana proses Pembelajaran Aqidah Akhlak yang anda lakukan ?
4. Metode apa yang anda gunakan ? 5. Media apa yang anda gunakan ? 6. Penilaian terhadap sisiwa seperti apa ? 7. Karakteristik siswa seperti apa ? 8. Bagaimana penugasannya ?
b. Visi dan Misi MTs Bahjatul Ulum 3. Struktur organisasi MTs Bahjatul Ulum.
4. Rencana Pembelajaran
Alokasi Waktu : 2x40 Menit A. STANDAR
KOMPETENSI Akhlak
4. Menerapkan akhlak terpuji dalam pergaulan remaja.
B. KOMPETENSI DASAR
4.1 Menjelaskan pengertian dan pentingnya akhlak terpuji dalam pergaulan remaja
C. INDIKATOR
1. Menjelaskan pengertian akhlak terpuji dalam pergaulan remaja 2. Menjelaskan pentingnya akhlak terpuji dalm pergaulan remaja D. TUJUAN PEMBELAJARAN
1. Menjelaskan pengertian dan pentingnya akhlak terpuji dalam pergaulan remaja
2. Menunjukkan Akhlak terpuji dalam pergaulan remaja.
E. MATERI PEMBELAJARAN
F. KARAKTER SISWA YANG DIHARAPKAN : Religius
Jujur
Tanggung jawab Toleran
G. METODE PEMBELAJARAN
1. Ceramah : Metode ini digunakan untuk memulai kegiatan pembelajaran terutama untuk kegiatan awal.
2. Kerja kelompok: kegiatan ini digunakan untuk mengumpulkan informasi tentang Akhlak terpuji dalam pergaulan remaja.
3. Diskusi : Metode ini digunakan untuk mendialogkan tema yang berkenaan dengan materi kegiatan pembelajaran
4. Pameran dan Shopping : pajangan hasil diskusi/kerja kelompok dan saling mengomentari pajangan
H. LANGKAH-LANGKAH PEMBELAJARAN Pendahuluan :
Apersepsi dan Motivasi :
1. Menanyakan kepada siswa tentang Akhlak terpuji dalam pergaulan remaja.
2. Menjelaskan tujuan pembelajaran dan manfaatnya dalam kehidupan Kegiatan inti
1. Siswa beradu cepat memasangkan kalimat acak tentang pengertian dan pentingnya akhlak terpuji dalam pergaulan remaja
2. Siswa membaca dan menelaah berbagai literatur untuk dapat menjelaskan pengertian dan pentingnya akhlak terpuji dalam pergaulan remaja
5. Guru memberikan penguatan tentang kesimpulan pengertian dan pentingnya akhlak terpuji dalam pergaulan remaja
Kegiatan penutup.
1. Guru melaksanakan penilaian lisan 2. Memberikan tugas pengayaan I. SUMBER PEMBELAJARAN
1. Buku paket Aqidah Akhlaq kls IX, 2. Al-Qur’an dan terjemahnya
3. Modul
4. Hasil kerja siswa J. ASSESSMENT/ PENILAIAN
1. Jelaskan pengertian akhlak terpuji dalam pergaulan remaja!
2. Jelaskan pentingnya akhlak terpuji dalam pergaulan remaja!
K. RUBRIK PENILAIAN
NO NOMOR SOAL SKOR
1 1 2
2 2 2
JUMLAH SKOR MAX 4
Guru Mapel
Untung Mahfid Mursianto, S.Ag.