BAB IV PENYAJIAN DATA DAN ANALISIS
C. Pembahasan Temuan
menggunakan teknis tes dan non tes, dimana dalam pelaksanannya dilakukan ketika dan setelah selesai pembelajaran.
Dalam melakukan evaluasi, guru memberikan soal melalui micorsoft teams, selanjutnya siswa mengerjakan tugas yang diberikan dan dikumpulkan melalui aplikasi micrososft teams. Penilaian yang dinilai melalui teknik tes pada evaluasi berbasis ICT yakni penilaian kognitif.
Untuk penilaian afektif, guru menerapkan pada ketegasan siswa dalam mengumpulkan tugas dan kehadiran siswa, penilaian psikomotorik dinilai melalui sesi Tanya jawab pada aplikasi micorosoft teams. Selain soal, guru juga melakuan review untuk mengingat kembali pembelajaran yang telah dilakukan guna memantapkan pemahaman siswa agar dapat menjawab soal pada PTS dan PAS.
Information Comunication And Tehnologi (ICT) di Sekolah Menengah Kejuruan Mamba’ul Khoiriyatil Islamiyah Bangsalsari Jember.
Adapun hasil dari temuan tersebut sebagai berikut:
1. Pelaksanaan Pembelajaran Pendidikan Agama Islam (PAI) Berbasis Information Comunication And Tehnologi (ICT)
Media pembelajaran ICT adalah sebuah media pembelajaran yang memanfaatkan teknologi informasi dan komunikasi. Teknologi informasi dan komunikasi adalah paling besar terminology yang mencakup seluruh peralatan teknis untuk memproses dan menyampaikan informasi.
Implementasi media pembelajaran ICT di sekolah adalah sebagai alat bantu pembelajaran yang memudahkan siswa untuk memahami pelajaran. Di Sekolah Menengah Kejuruan Mamba’ul Khoiriyatil Islamiyah Bangsalsari Jember media pembelajaran ICT digunakan hampir disetiap proses pembelajaran, mulai dari perencanaan, pelaksanaan sampai proses evaluasi.
Pemanfaatan media ICT ini tidak lain adalah demi tercapainya tujuan dari pembelajaran itu sendiri. Seperti yang diungkapkan oleh Azhar Arsyad dalam bukunya yang mengatakan bahwa media adalah salah satu komponen penting dalam proses belajar mengajar, jadi keberadaan media dalam proses belajar mengajar bisa dikatakan sebagai salah satu faktor yang mendukung tercapainya sebuah proses pembelajaran.59
Implementasi penggunaan media ICT tidak hanya terfokus pada pembelajaran. Media ICT juga bisa digunakan sebagai sarana
59Azhar Arsyad, Media pembelajaran; Edisi revisi (Jakarta: PT Raja Grafindo Persada, 2013), 18.
menumbuhkan kreatifitas siswa. Seperti yang dilakukan di Sekolah Menengah Kejuruan Mamba’ul Khoiriyatil Islamiyah Bangsalsari Jember, dimana media ICT tidak hanya difokuskan pada saat pembelajaran saja, akan tetapi media ICT ini juga dimanfaatkan untuk melatih siswanya berkreasi seperti membuat essai , selain melatih sisiwa untuk bisa menulis dengan baik, esai juga mampu mengembangkan nalar siswa terhadap pemahaman yang mereka dapat dari kegiatan belajar mengajar khususnya Pendidikan Agama Islam.
Media pembelajaran ICT sangat erat kaitanya dengan kreativitas anak, dan anak yang mempunyai kreativitas tentunya anak yang perkembangannya baik dan mampu menyelesaikan permasalahan dengan baik pula dan mereka tidak ingin mempermasalahkan berlarut-larut dan secepatnya diselesaikan.
Kreativitas yang merupakan kemampuan seseorang untuk mengaktualkan dirinya dalam pergaulan dan juga dalam pembelajaran di sekolah. Hal ini yang diharapkan agar dengan adanya media pembelajaran atau dengan menggunakan media pembelajaran ICT anak dapat kreatif dan berkembang sesuai yang diinginkan. Adapun ciri-ciri anak yang mempunyai kreativitas tinggi menurut Asep H. Hermawan (997:50):
a. Selalu ingin megetahui sesuatu yang benar b. Selalu ingin mengubah sesuatu yang telah ada c. Mencoba hal-hal yang baru 60
60Asep H. Hermawan, Psikologi Perkembangan (Jakarta: PT. Barata Clasik, 2008), 6.
Jadi bisa dikatakan implementasi media pembelajaran ICT di Sekolah Menengah Kejuruan Mamba’ul Khoiriyatil Islamiyah Bangsalsari Jember ini selain sebagai alat bantu dalam proses pembelajaran juga sebagai sarana menumbuhkan kreativitas siswa.
Pendidikan Agama Islam adalah usaha sadar untuk menyiapkan siswa dalam meyakini, memahami, menghayati dan mengamalkan agama islam melalui kegiatan bimbingan, pengajaran, dan atau latihan.
Peningkatan prestasi siswa belajar Pendidikan Agama Islam berarti menyiapkan siswa menjadi manusia yang mampu meyakini, menghayati dan mengamalkan dan mengamalkan ajaran islam.
Pendidikan agama Islam sejatinya adalah sebuah ilmu terapan dimana siswa dikatakan berhasil dan berprestasi pada bidang Pendidikan Agama Islam manakala siswa mampu menerapkan ajaran-ajaranya dalam kehidupan sehari-hari. Dalam kaitannya dengan ini, media pembelajaran ICT di pandang sangat berperan dalam menumbuhkan semangat siswa berprestasi dalam bidang Pendidikan Agama Islam.
Hal ini seperti yang diungkapkan oleh Bapak Huda selaku guru Pendidikan Agama Islam di Sekolah Menengah Kejuruan Mamba’ul Khoiriyatil Islamiyah Bangsalsari Jember , beliau berpendapat bahwa dengan adanya media ICT ini guru PAI sangat terbantu dalam menyampaikan ajaran agama islam, karena dengan adanya media ICT ini guru menjadi lebih mudah memberikan materi kepada siswa. Penjelesan yang sukar di jelaskan guru dengan kata-kata verbal bisa di visualisasikan
oleh guru melalui media ICT secara langsung menggunakan media yang sedang digunakan.
Sejalan dengan pemikiran ini, menurut Saiful bahri dan Aswan Zain dalam bukunya mengatakan bahwa dalam proses belajar mengajar dengan menggunakan media ICT mempunyai peranan yang cukup penting, karena dalam kegiatan tersebut ketidak jelasan bahan yang di sampaikan dapat dibantu dengan menghadirkan media sebagai perantara.
Kerumitan bahan yang di sampaikan kepada anak didik dapat disederhanakan dengan bantuan media. Media dapat apa yang kurang mampu guru ucapkan melalui kata-kata atau kalimat tertentu. Bahkan keabstrakan bahan dapat dikonkretkan dengan kehadiran media. Dengan demikian anak didik dapat lebih mudah mencerna bahan dari pada tanpa bantuan media.61
Dengan menemukan gambaran nyata dari sebuah materi yang di sampaikan oleh guru, siswa diharapkan mampu mempraktekkannya dalam kehidupan sehari- harinya. Gambaran nyata itu bisa dilihat siswa melalui film, gambar-gambar bahkan kejadian yang terjadi saat itu. Karena dengan adanya media ICT ini guru bisa dengan mudah mencari kejadian-kejadian yang factual dan actual melalui internet.
Selain itu, media pembelajaran ICT dipandang mampu meningkatkan prestasi belajar siswa karena dengan adanya media ini siswa bisa memiliki waktu belajar lebih. Hal ini dikarenakan waktu belajar
61Aswan dan Saiful, Media Pembelajaran (Bandung: PT Citra Abadi, 2005), 25.
siswa tidak hanya disekolah tapi siswa bisa juga belajar diluar sekolah dengan bantuan orang tua (khususnya di masa pandemi).
Pusat sumber belajar menyesuaikan degan zaman yang sedang dihadapi serta di khusus yang dirancang Sekolah Menengah Kejuruan Mamba’ul Khoiriyatil Islamiyah Bangsalsari Jember sebagai sarana belajar siswa yang mana didalamnya terdapat kumpulan- kumpulan mata pelajaran dan soal- soal latihan yang bisa di gunakan siswa tidak hanya belajar ketika di sekolah tapi di luar sekolah pun siswa tetap bisa belajar.
Hal ini diharapkan pula mampu meningkatkan prestasi siswa dalam hal akademik.
Namun demikian media ICT hanyalah sebuah media, dimana sebagus apapun media itu tanpa didukung komponen-komponen lainnya maka tidak akan ditemukan keberhasilan dalam proses pembelajaran.
Dari paparan di atas dapat disimpulkan bahwa pelaksanaan pembelajaran PAI berbasis ICT di SMK MHI Bangsalsari cukup terbantu, sebab adanya media ICT guru menjadi lebih mudah menyampaikan materi. Pelaksanaksanannya pun cukup efektif untuk proses pembelajaran yang dilaksanakan secara daring.
Sebaik apapun media ICT tetap harus didukung dengan kestabilan sinyal, sebab kecanggihan teknologi hal yang paling utama yakni berkaitan dengan kestabilan sinyal. Sebab kecanggihan teknologi berkaitan dengan kestabilan sinyal. Untuk mengatasi hal tersebut dari sisi guru, sekolah telah memfasilitasi wifi agar guru yang melaksanakan proses mengajar
dapatberjalan dengan lancar, untuk siswa yang kesulitan mendapat sinyal, guru memperbolehkan bergabung dengan teman lainnya atau dalam pengumpulan tugas, siswa diperbolehkan mengumpulkan ke sekolah.
2. Teknik Evaluasi Pembelajaran Pendidikan Agama Islam (PAI) Berbasis Information Comunication And Tehnologi (ICT) di Sekolah Menengah Kejuruan Mamba’ul Khoiriyatil Islamiyah Bangsalsari Jember
Tekhnik evaluasi adalah alat untuk mengukur sampai dimana penguasaan murid-murid terhadap pendidikan yang telah diberikan. Yang dimaksud dengan evaluasi pendidikan agama Islam adalah suatu kegiatan yang menentukan taraf kemajuan suatu pekerjaan di dalam Pendidikan Agama Islam (PAI).62 Di sekolah evaluasi diadakan untuk mengetahui sejauh mana tingkat kemajuan penguasaan bahan pelajaran murid, disamping juga ketrampilan, sikap dan evaluasi juga untuk mengetahui hambatan-hambatan yang terdapat dalam rangka mencapai tujuan pendidikan, sehingga dengan itu dapat diberikan bimbingan bantuan.63
Jadi jelaslah, bahwa dalam evaluasi mementingkan penilaian tentang pertumbuhan dan perkembangan yang menyeluruh pada seseorang individu atau pada kelompok. Dan evaluasi bukanlah hanya sekedar gejala yang dapat dicapai dengan mudah dan berlaku begitu saja, tetapi ia merupakan suatu keharusan, merupakan suatu keperluan dalam setiap proses pendidikan. Dengan demikian evaluasi secara keseluruhan dalam
62Daradjat, Ilmu Pendidikan Islam, 86.
63Sartina Sartina, Nursiang Nursiang, dan Faisal Faisal, “Analisis kebijakan ujian nasional terhadap evaluasi akhir pendidikan,” JURNAL MAPPESONA 3, no. 2 (2020): 23.
pendidikan dan pengajaran di sekolah-sekolah bukan hanya sekedar menilai hasil belajar siswa saja, tetapi juga bagaimana guru mengajar, bagaimana situasi dan perlengkapan sekolah yang tersedia, sesuai tidaknya materi yang diberikan, kecerdasan dan minat anak. Dan mengingat bahwa penilaian ini dilakukan pada program pengajaran di sekolah, dimana waktu belajar cukup panjang dan lama serta kegiatan belajarpun sudah banyak dilakukan, maka penilaian hasil belajar itu harus diarahkan secara lengkap kepada semua aspek tingkah laku. Penilaian itu dilakukan terhadap aspek-aspek pengetahuan, aspek ketrampilan, serta aspek nilai dan sikap yang telah diperoleh atau dikuasai siswa- siswa setelah mereka mengalami kegiatan belajar-mengajar.64
Adapun teknik evaluasi pembelajaran PAI dengan berbasis ICT di Sekolah Menengah Kejuruan Mamba’ul Khoiriyatil Islamiyah Bangsalsari Jember menggunakan teknik tes berupa soal essai. Jadi, bentuknya siswa tetap ada tugas melalui pembelajaran daring juga, yang biasanya ada feedback dari peserta didik, yang nanti juga dikoreksi guna memuncul nilainya. Penilaian aspek kognitif yang digunakan juga cukup variatif, namun Sekolah Menengah Kejuruan Mamba’ul Khoiriyatil Islamiyah lebih memfokuskan kepada siswanya untuk membuat essai. Tidak hanya itu, siswa yang tidak mengerjakan tugas dan jarang absenpun saat sekolah daring, akan mendapatkan punishmen, dan punishmen terberatnya adalah tidak dinaikkan kelas merupakan kategori dari penilaian afektif. Penilaian
64“Pengertian Evaluasi Pendidikan Agama Islam * DosenMuslim.Com,”
DosenMuslim.Com (blog), 18 September 2017, https://dosenmuslim.com/pendidikan/pengertian- evaluasi-pendidikan-agama-islam/.
psikomotorik, guru menilai dari saat proses pembelajaran pada Microsoft Teams, siswa yang aktif bertanya mendapatkan nilai berbeda dari yang lainnya.
Berdasarkan hasil temuan peneliti menyimpulkan bahwa teknik evaluasi pembelajaran PAI berbasis ICT yang dilakukan di Sekolah Menengah Kejuruan Mamba’ul Khoiriyatil Islamiyah Bangsalsari Jember dapat disimpulkan bahwa dalam pelaksanaan evaluasi menggunakan teknik evaluasi menggunakan teknik tes dan non tes berupa soal essai pada apliaksi Microsoft teams.
Pada pelaksanaan evaluasi pembelajaran PAI berbasis ICT aspek yang dinilai yakni aspek kognitif berupa soal tes berbetuk essai, aspek afektif berupa siakp siswa dalam mengumpulkan tugas dan hukuman bagi siswa yangtidak mengumpulkan tugas, aspek psikomotorik pada saat pembelajaran siswa yang aktif bertanya memiliki nilai berbeda dengan yang lainnya.
86 BAB V PENUTUP A. Simpulan
Dari hasil pembahasan tentang Pembelajaran Pendidikan Agama Islam (PAI) Berbasis Information Comunication And Tehnologi (ICT) Di Sekolah Menengah Kejuruan Mamba’ul khoiriyatil islamiyah Bangsalsari Jember dapat disimpulkan sebagai berikut:
1. Pelaksanaan Pembelajaran Pendidikan Agama Islam (PAI) Berbasis Information Comunication And Tehnologi (ICT) cukup efektif, sebab pada pelaksanaannya mempermudah guru dalam menyampaikan materi,dimana pada saat pandemic. Pada pelaksanaannya terdapat tiga tahapan seperti pembelajaran offline yakni tahapan pembukaan berupa mengisi daftar hadir, tahapan inti berupa menjelaskan materi yang telah di upload pada aplikasi Microsoft teams dan penutup berupa pemberian tugas yang tercakup pada aplikasi Microsoft teams.
2. Teknik evaluasi Pembelajaran Pendidikan Agama Islam (PAI) Berbasis Information Comunication And Tehnologi (ICT) di Sekolah Menengah Kejuruan Mamba’ul Khoiriyatil Islamiyah Bangsalsari Jember menggunakan teknik tes dan non tes. Aspek yang dinilai diantaranya aspek kognitif berupa soal essai, aspek afektif berupa sikap siswa dalam mengumpulkan tugas dan punishmen bagi siswa yang tidak mengumpulkan tugas, dan aspek psikomotorik berupa keaktifan siswa saat proses pembelajaran pada aplikasi micrososft teams.
B. Saran-saran
Setelah menyimak kesimpulan dari hasil penelitian ini, ada beberapa saran yang perlu diperhatikan, antara lain:
1. Saran Bagi Guru PAI
Bagi Guru PAI di Sekolah Menengah Kejuruan MHI Bangsalsari Jember untuk meningkatkan kreatifitas dan efektifitas pembelajaran PAI dengan menggunakan berbagai media yang berkembang sesuai dengan zamanya.
2. Saran Bagi Peneliti Selanjutnya
Disarankan bagi peneliti selanjutnya agar dapat melakukan penelitian lebih mendalam tentang pembelajaran pendidikan agama islam dan melihat secara objektif terkait penggunaan media berbasis Information Comunication And Tehnologi (ICT) diberbagai lembaga pendidikan.
88
DAFTAR PUSTAKA
Achmad, Rachmad Prtama. “Aplikasi Pembelajaran Black Box dalam Pendidikan Agama Islam.” Skripsi, UIN Makasar, 2016.
Ahmadi, Abu, dan Noor Salimi. Dasar-Dasar Pendidikan Agama Islam. Jakarta:
Bumi Aksara, 2004.
Alfizar. Metode Penelitian Kualitatif. Jakarta: PT Raja Grafindo Persada, 2014.
Ananda, Rusydi, dan Amiruddin Amiruddin. “Perencanaan pembelajaran,” 2019.
Anggoro, M. Toha. Materi Pokok Metode Penelitian. Jakarta: Universitas Terbuka, 2008.
Aqib, Zainal. Model-model Media, dan Strategi Pembelajaran Kontekstual (Inovatif). Bandung: Yrama Widya, 2013.
Ariani, Rizka, dan Festiyed Festiyed. “Analisis landasan ilmu pengetahuan dan teknologi pendidikan dalam pengembangan multimedia interaktif.” Jurnal Penelitian Pembelajaran Fisika 5, no. 2 (2019).
Arsyad, Azhar. Media pembelajaran; Edisi revisi. Jakarta: PT Raja Grafindo Persada, 2013.
Aswan, dan Saiful. Media Pembelajaran. Bandung: PT Citra Abadi, 2005.
Bungin, Burhan. Metodologi penelitian kualitatif. Jakarta: PT Raja Grafindo Persada, 2001.
Creswell, John W. Research design pendekatan kualitatif, kuantitatif, dan mixed.
Yogyakarta: Pustaka Pelajar, 2010.
Daradjat, Zakiah. Ilmu Pendidikan Islam. Jakarta: Bumi Aksara, 2017.
Darmawan, Deni. Metode Penelitian Kuantitatif. Bandung: Pt Remaja Rosdakarya, 2014.
Fakhrurrazi, Fakhrurrazi. “Hakikat pembelajaran yang efektif.” At-Tafkir 11, no. 1 (2018): 85–99.
Hasan, M. Iqbal. Pokok-pokok materi metodologi penelitian dan aplikasinya.
Jakarta: Ghalia Indonesia, 2002.
Hermawan, Asep H. Psikologi Perkembangan. Jakarta: PT. Barata Clasik, 2008.
Hurhayati. “Pelaksanaan Pembelajaran PAI Berbasis ICT Di Smp Negeri 2 Semarang.” IAIN Manado, 2017.
Islami, Anggi Anggraeni, dan Rifki Rosyad. “Pendidikan Anak Perspektif Sufistik Dalam Pandangan Ibnu Qayyim Al Jauziyah.” Syifa al-Qulub 4, no. 4 (2020): 34–38.
Mahlianurrahman, Mahlianurrahman. “Pengembangan Perangkat Pembelajaran Berbsasis Kurikulum 2013.” Attadib: Journal of Elementary Education 4, no. 1 (2020): 1–13.
Mahmud, Dr H. Metode Penelitian Pendidikan. Bandung: CV Pustaka Setia, 2011.
Moleong, Lexi J. Metodelogi penelitian. Bandung: Penerbit Remaja Rosdakarya, 2004.
Narbuko, Cholid, dan Abu Achmadi. Metode Penelitian.(cetakan ke-11). Jakarta:
PT Bumi Aksara, 2010.
Nazarudin. Manajemen Pembelajaran: Implementasi Konsep, Karakteristik dan Metodologi Pendidikan Agama Islam di Sekolah. Yogyakarta: Teras, 2007.
Nurrita, Teni. “Pengembangan media pembelajaran untuk meningkatkan hasil belajar siswa.” MISYKAT: Jurnal Ilmu-ilmu Al-Quran, Hadist, Syari’ah dan Tarbiyah 3, no. 1 (2018): 171.
Pandi, Agus. “Implementasi Pembelajaran Berbasis ICT (Information, Communication And Tecnology) dalam Meningkatkan Motivasi Belajar Peserta Didik Pada Pelajaran Pendidikan Agama Islam Kelas X di SMA Perintis 2 Bandar Lampung.” PhD Thesis, UIN Raden Intan Lampung, 2017.
Penyusun, Tim. “Profil Sekolah Menengah Kejuruan MHI Bangsalsari Jember.”
Sekolah Menengah Kejuruan MHI Press, 2016.
Prabowo, Muhammad Bagus. “Strategi Guru Tahfizh dalam Aktivitas Menghafal Alquran Juz 30 Siswa MTsN 2 Medan.” PhD Thesis, Universitas Islam Negeri Sumatera Utara, 2019.
Rusman, Deni Kurniawan, dan Cepi Riyana. Pembelajaran berbasis teknologi informasi dan komunikasi. Bandung: Rajawali Press, 2011.
Sahlan, Moh. Evaluasi pembelajaran. Jember: STAIN Jember Press, 2013.
Sartina, Sartina, Nursiang Nursiang, dan Faisal Faisal. “Analisis kebijakan ujian nasional terhadap evaluasi akhir pendidikan.” JURNAL MAPPESONA 3, no. 2 (2020).
Sugiono. Metode Penelitian Pendidikan Pendekatan Kuantitatif, Kualitatif, dan R&D. Bandung: Alfabeta, 2008.
Sugiyono. Metode penelitian kombinasi (mixed methods). Vol. 28. Bandung:
Alfabeta, 2015.
Sumantri, Budi Agus, dan Nurul Ahmad. “Teori Belajar humanistik dan Implikasinya terhadap pembelajaran pendidikan agama islam.” Fondatia 3, no. 2 (2019): 1–18.
Susiyanti. “Pembelajaran Pendidikan Agama Islam (PAI) Dalam Membentuk Karakter Islami (Akhlak Mahmudah) di SMAN 9 Bandar Lampung.” UIN Raden Intan Lampung, 2016.
Sutopo, Ariesto Hadi. Teknologi Informasi dan Komunikasi Dalam Pendidikan.
Yogyakarta: Ghalia Ilmu, 2012.
Sutrisno. Pengantar Pembelajaran Inovatif Berbasis Teknologi Informasi &
Komunikasi. Jakarta: Gaung Persada, 2011.
Tim Penyusun. Pedoman Penulisan Karya Ilmiah. Jember: IAIN Jember Press, 2020.
Undang-Undang Republik Indonesia Tentang Sistem Pendidikan Nasional, Pub.
L. No. 20 (2003).
Warsita, Bambang. Teknologi pembelajaran landasan dan aplikasinya. Jakarta:
Rineka Cipta, 2008.
Yusuf, A. Muri. Metode penelitian kuantitatif, kualitatif & penelitian gabungan.
Jakarta: Prenada Media, 2016.
“An-Naml| Qur’an Kemenag.” Diakses 19 Juni 2022.
https://quran.kemenag.go.id/
“Data Referensi Pendidikan.” Diakses 5 April 2022.
https://referensi.data.kemdikbud.go.id/tabs.php?npsn=20555107.
“Sekolah Kita.” Diakses 5 April 2022.
https://sekolah.data.kemdikbud.go.id/index.php/chome/profil/65064b15- a69f-422a-83bc-bc81816da89e.
“Surat At-Taubah Ayat 122: Arab-Latin Dan Artinya.” Diakses 4 April 2022.
https://tafsirweb.com/3138-surat-at-taubah-ayat-122.html.
DosenMuslim.Com. “Pengertian Evaluasi Pendidikan Agama Islam *
DosenMuslim.Com,” 18 September 2017.
https://dosenmuslim.com/pendidikan/pengertian-evaluasi-pendidikan- agama-islam/.
PERNYATAAN KEASLIAN TULISAN
Yang Bertanda Tangan Di Bawah Ini:
Nama : Ismail Nafaqi
Nim : T20171258
Prodi/Jurusan :Pendidikan Agama Islam/ Pendidikan Islam
Fakultas : Tarbiyah dan Ilmu Keguruan
Institusi : Universitas Islam Negeri KH Achmad Siddiq Jember
Dengan Ini Menyatakan Bahwa Dalam Hasil Penelitian Ini Tidak Terdapat Unsur-Unsur Penjiplakan Karya Atau Karya Ilmiah Yang Pernah Dilakukan Atau Dibuat Orang Lain, Kecuali Yang Secara Tertulis Dikutip Dalam Naskah Ini Dan Disebutkan Dalam Sumber Kutipan Dan Daftar Pustaka.
Demikian Surat Pernyataan Ini Saya Buat Dengan Sebenarnya Dan Tanpa Paksaan Dari Siapapun.
Jember 23 Juni 2022 Yang menyatakan,
Ismail Nafaqi T20171258
JUDUL VARIABEL SUB VARIABEL INDIKATOR SUMBER DATA
METODE PENELITIAN
FOKUS PENELITIAN Pembelajaran
Pendidikan Agama Islam (PAI) Berbasis Information
Comunication And Tehnologi (ICT) di Sekolah Menengah Kejuruan Mamba’ul Khoiriyatil Islamiyah Bangsalsari Jember
1. Pembelajar an
pendidikan agama Islam 2. Berbasis
Information Comunication And Technologi (ICT)
a. Perencanaan pembelajaran b. Pelaksanaan
pembelajaran c. Evaluasi
pembelajaran d. Jenis alat
teknologi informasi
a. Silabus, RPP, Prota, Promis b. Pembukaan
materi, penyampaian materi, penutup materi.
c. Evaluasi tes dan evaluasi non tes.
d. E-Learning
Data primer:
a. Wawancara Data
sekunder:
a. Observasi b. Dokument
asi
1. Pendekatan Penelitian:
Kualitatif 2. Jenis Penelitian:
Kualitatif Deskriptif
1. Bagaimana pelaksanaan Pembelajaran Pendidikan Agama Islam (PAI) Berbasis Information Comunication And Tehnologi (ICT) Sekolah Menengah Kejuruan Mamba’ul Khoiriyatil Islamiyah Bangsalsari Jember ?
2. Bagaimana Teknik evaluasi Pembelajaran Pendidikan Agama Islam (PAI) Berbasis Information Comunication And Tehnologi (ICT) di Sekolah Menengah Kejuruan Mamba’ul Khoiriyatil Islamiyah Bangsalsari Jember?
Diisi surat izin penelitian
Rencana Pelaksanaan Pembelajaran Nama Madrasah : SMK MHI Bangsalsari Jember Kelas / Semester : XI / Genap
Mata Pelajaran : Fiqh
Alokasi Waktu : 1x Pertemuan (2 x 45 Menit) A. TUJUAN PEMBELAJARAN
Setelah Pembelajaran peserta didik mampu:
1. Menjelaskan Pengertian Nikah dan Hukum Nikah 2. Menunjukkan Dasar Hukum Nikah
3. Menyebutkan Macam-macam Pernikahan B. ALAT DAN BAHAN
Alat : Aplikasi Google classroom, Aplikasi WAG (WhatApp Group), Aplikasi Microsoft Teams, perangkat Laptop/Hp.
Bahan : LKPD, Laptop, dan sumber belajar yang relevan.
C. KEGIATAN PEMBELAJARAN Pendahuluan :
- Salam dan doa
- Apersepsi ( seperti menanyakan kabar, mengabsen siswa, menanyakan tugas dan menanyakan materi yang telah berlalu )
Kegiatan Inti (Pelaksanaan) :
- Guru menyampaikan sekilas tentang gambaran materi yang diajarkan pada Microsoft Teams
- Guru membagi siswa menjadi beberapa kelompok - Siswa mengamati beberapa gambar tentang pernikahan
- Guru mengajukan beberapa pertanyaan terkait dengan pernikahan
- Siswa diberi waktu untuk berdiskusi dengan kelompok tentang pernikahan di luar grup microsoft teams
- Guru membimbing diskusi
- Masing-masing kelompok menunjukkan dan mempresentasikan hasilnya pada grup microsoft teams
- Guru membimbing siswa untuk melakukan kritik, pertanyaan atau sanggahan pada presentasi kelompok
- Guru memberikan penguatan tentang jawaban yang diharapkan Penutup :
- Guru dan siswa menyimpulkan - Melakukan refleksi/Tanya jawab - Guru memberikan PR
- Berdo’a D. PENILAIAN
- Sikap, melalui observasi
- Pengamatan keterampilan dalam presentasi - PG, Isian, dan uraian
Mengetahui Jember, 18 Oktober 2020
Kepala SMK MHI Guru mata pelajaran
Abu salam, S.Pd.I Maya Hilmy Nauvalia, S.Pd.I
DOKUMENTASI
Wawancara dengan kepala sekolah (bapak Abu Salam)
Wawancara dengan guru PAI (ibu Maya Hilmy Nauvalia)
Wawancara dengan wakil kepala sekolah sekaligus guru PAI (bapak Mahmulul Huda)
Pelaksanaan Pembelajaran Dengan Menggunakan Media Microsoft Team
ATAS Kelas XI PM
Kelas XII PM BAWAH Kelas X
Alfa Kelas XII
Alfa
LAB AK
LAB PM
ATAS Kelas X TKJ 2
Kelas X TKJ 1
Kelas XI Ak
Kelas XII AK
Kelas XII TKJ Ruang
Kepala Sekolah Ruang Tamu
BUSINIS CENTER ALFAMART
BKK
JALAN BALUNG
DENAH SM K M HI BANGSALSARI
PERPUSTAKAAN
Kelas XI Alfa
LAB KOMPUTER
TANGGA
BAWAH
TANGGA
R 2 Kelas X AK
R Kelas X PM
Ruang Guru
Kelas XI TKJ U
Evaluasi pembelajaran PAI menggunakan microsoft word