Berdasarkan hasil belajar siklus II mengalami peningkatan belajar dibandingkan dengan siklus I. Dengan demikian dapat dikatakan bahwa pada siklus II proses belajar mengajar pada pokok bahasan berbicara melalui penampilan monolog mengalami peningkatan.
dan pada peretemuan kedua terdapat 6 siswa dan pada pertemuan ketiga hanya 8 siswa, secara keseluruhan mencakup 46,6 % , dalam hal ini terjadi penurunan dan penaikan jumlah siswa yang aktif dari pertemuan pertama 7 siswa, pertemuan kedua 6 siswa dan pertemuan ketiga 8 siswa selama pertemuan siklus satu.
Pada keaktifan siswa ketika penyampaian materi sedang berlangsung selama siklus I, pada pertemuan pertama hanya 6 siswa dan pada pertemuan kedua 7 siswa dan pada pertemuan ketiga terdapat 9 siswa, dalam hal ini selama pertemuan siklus satu dari pertemuan pertama sampai ketiga terdapat peningkatan yaitu dari pertemuan pertama 6 siswa dan pertemuan kedua 7 siswa dan pertemuan ketiga 9 siswa, secara keseluruhan mencakup 48,8 % selama siklus satu berlangsung. Dengan demikian, maka dapat dikatakan bahwa aktivitas siswa pada siklus I belum efektif.
Adapun kendala yang dihadapi selama proses belajar mengajar berlangsung pada siklus I adalah masih banyak siswa yang hasil belajarnya sangat rendah disebabkan oleh beberapa faktor yaitu keterbatasan waktu yang digunakan untuk praktik dan kurangnya media sebagai alat peraga yang ada di tempat belajar mengajar, banyak siswa yang kurang aktif dan mengandalkan teman di dalam mengerjakan tugas yang diberikan.
Pada siklus II tercatat sejumlah perubahan yang terjadi pada siswa.
Berdasarkan hasil pengamatan yang diperoleh yaitu aktivitas siswa pada siklus II lebih meningkat dibanding siklus I di mana perolehan rata-rata skor aktivitas siswa adalah 80,1% yang berada pada kategori aktif. Pada siklus II siswa
tergolong baik dalam keaktifan siswa selama apersepsi pada pertemuan pertama telah menjadi peningkatan yaitu11 siswa, pada pertemuan kedua yang tergolong aktif hanya 11 siswa dan pada pertemuan ketiga 12 siswa dan mencakup secara keseluruhan ialah 78,7 dalam hal ini ada peningkatan keaktifan siswa selama apersepsi pada siklus II tergolong aktif. Pada pertemuan selama siklus dua begitupun dengan minat motivasi siswa mengikuti pembelajaran dalam kelas terlihat bahwa pada pertemuan pertama 11 siswa dan pada pertemuan kedua terdapat 12 siswa dan pada pertemuan ketiga 13 siswa, secara keseluruhan mencakup 80,1 % , dalam hal ini terjadi peningkatan dan penaikan jumlah siswa yang aktif dari pertemuan pertama 11 siswa, pertemuan kedua 12 siswa dan pertemuan ketiga 13 siswa selama pertemuan siklus II. Pada keaktifan siswa ketika penyampaian materi seadang berlangsung selama siklus II mengalami peningkatan, pada pertemuan pertama 12 siswa dan pada pertemuan kedua 12 siswa dan pada pertemuan ketiga terdapat 13 siswa, dalam hal ini selama pertemuan siklus dua dari pertemuan pertama sampai ketiga terdapat peningkatan yaitu dari pertemuan pertama 12 siswa dan pertemuan kedua 12 siswa dan pertemuan ketiga 13 siswa.
Berdasarkan hasil berbicara melalui penampilan monolog menggunakan cerita rakyat sulawesi selatan pada pokok bahasan siklus I dan siklus II maka diperoleh hasil belajar siswa. Pada siklus I, dari 15 siswa, 5 siswa atau (33%) dinyatakan lulus kategori baik, kategori kurang < 65 terdapat 10 siswa atau (67%) pada siklus I, Selanjutnya dengan kategori cukup yang rata-rata nilai 65-71 dicapai oleh 0 siswa atau (0%), dengan rata-rata pencapaian siklus satu 56%. Pada
siklus II, dari 15 siswa, 12 siswa atau (81,4%) dinyatakan lulus masuk kategori baik, kategori kurang < 65 terdapat 1 siswa atau (6,6%), Selanjutnya dengan kategori cukup yang rata-rata nilai 65-71 dicapai oleh 2 siswa atau (12%), rata- rata perolehan siklus II yaitu 81%.
Berdasarkan analisis hasil belajar siswa, siklus II mengalami peningkatan hasil belajar dibandingkan dengan siklus I. Dengan demikian dapat dikatakan bahwa hasil belajar siswa pada siklus II berhasil, meningkatnya nilai rata-rata siswa pada siklus II ini terjadi akibat adanya perbaikan pada siklus II dari refleksi pada siklus I oleh karena itu Peneliti meningkatkan daya proses pembelajaran.
Secara keseluruhan pembelajaran pada siklus I kurang memuaskan, namun pada proses selanjutnya hasil yang dicapai sudah memuaskan. Perubahan itu tidak lepas dari tindakan-tindakan yang peneliti lakukan dari mengoptimalkan media yang ada sebagai alat peraga dalam proses pembelajaran, lebih mempergunakan waktu seefektif mungkin dalam proses pembelajaran dan pemberian motivasi kepada siswa untuk memperbaiki kekurangan-kekurangan yang ada serta memotivasi kepada siswa untuk memahami pentingnya keterampilan berbicara dalam kehidupan sehari-hari. Hal ini peneliti lakukan untuk memotivasi siswa agar mereka sadar dan mau berlatih berbicara dengan sungguh-sungguh. Dengan bekal motivasi yang tinggi akan lebih mudah bagi siswa untuk menerima dan mengikuti proses pembelajaran. Tidak lepas dengan lebih pendekatan emosional kepada siswa sehingga pembelajaran tidak kaku atau monoton dan menghasilkan
pembelajaran yang menyenangkan.
59
SIMPULAN DAN SARAN A. Simpulan
Sebagai akhir pembahasan dalam skripsi ini maka dikemukakan simpulan yang diperoleh dari paparan data, penemuan peneliti dan pembahasan yang diambil dari penelitian ini terdapat peningkatan kemampuan berbicara siswa melalui penampilan kelas XI SMA Negeri 5 Pulai Kalu-Kalu Kuang menggunakan cerita rakyat sulawesi selatan.
Pemerolehan hasil aktifitas belajar siswa terjadi peningkatan dari siklus I 59% dan siklus II 80,1% dengan demikian aktifitas belajar siswa berhasil pada siklus dua.
Pemerolehan hasil penelitian mengacu pada skor siswa ketika siswa melakukan penampilan monolog meliputi empat aspek yaitu: kosa kata, kecepatan, kelancaran, intonasi. Peningkatan kemampuan berbicarai di ketahui dari hasil siklus I dan siklus II. Presentasi ketuntasan siswa pada siklus I 56% dari KKM yang di tetapkan yaitu 75% dalam hal tersebut siklus satu belum berhasil.
Presentasi ketuntasan pada siklus II mencapai 81%. Hal ini sudah masuk dalam kategori tuntas.