MSME Developments
People’s Business Loan (KUR) Disbursements
From August 2015 until the end of 2020, total accumulated People’s Business Loan (KUR) disbursements reached Rp670.52 trillion with Rp231.22 trillion outstanding, extended to 24.72 million borrowers. KUR disbursements remain dominated by micro KUR (64.10%), followed by small KUR (34.25%), ultra-micro KUR (1.30%) and KUR for Indonesian migrant workers (0.35%). Meanwhile, the realisation of disbursed KUR in 2020 stood at Rp197.04 trillion, equivalent to 103.71% of the Rp190 trillion targeted for 2020, allocated to 6.11 million borrowers. The COVID-19 pandemic significantly impacted KUR disbursements in the middle of 2020 before gradually regaining momentum towards the end of the year.
KUR disbursements to the production sector in 2020 reached 57.22%, up from 51.6% in 2019. By sector, KUR disbursements in 2020 were dominated by trade (42%), followed by agriculture (30%) and services (15%).
Pengembangan UMKM Penyaluran KUR
Total akumulasi penyaluran KUR dari Agustus 2015 hingga akhir 2020 sebesar Rp670,52 triliun dengan outstanding Rp231,22 triliun dan diberikan kepada 24,72 juta debitur. Penyaluran KUR masih didominasi untuk jenis KUR Mikro (64,10%) diikuti dengan jenis KUR Kecil (34,25%), KUR Super Mikro (1,30%), dan KUR Penempatan TKI (0,35%). Sementara itu, realisasi penyaluran KUR selama 2020 sebesar Rp197,04 triliun (103,71%) dari target 2020 sebesar Rp190 triliun dan dengan jumlah debitur sebanyak 6,11 juta debitur. Pandemi COVID-19 cukup mempengaruhi penyaluran KUR pada pertengahan 2020 tetapi dapat meningkat kembali secara bertahap sampai akhir 2020.
Penyaluran KUR sektor produksi pada tahun 2020 telah mencapai 57,22%, meningkat dari tahun 2019 yang sebesar 51,6%. Porsi penyaluran KUR tahun 2020 per sektor, terbesar disalurkan di sektor perdagangan (42%) disusul sektor pertanian (30%) dan jasa (15%)
Tabel 4.29 Sebaran Penyaluran KUR Klaster per Provinsi Table 4.29 Distribution of KUR Clusters by Province
Sumber: Kementerian Koordinator Perekonomian | Source: Coordinating Ministry of Economic Affairs
Jumlah OVOP 721 Total OVOP
Jumlah OPOP 8 Total OPOP
Jumlah Potensi OVOP dan OPOP 729 Total Potential OVOP and OPOP
Potensi One Village One Product (OVOP) One Village One Product (OVOP) Potential
Potensi One Pesantren One Product (OPOP) One Pesantren One Product (OPOP) Potential
Jenis Usaha
Type of Business Jenis Usaha
Type of Business Jumlah
Total No.
1 2 3 4 5
7 8 9 6
Pertanian Tanaman Pangan, Tanaman Perkebunan, dan Hortikultura Industri Pengolahan
Perternakan Perdagangan Perikanan
Penyediaan Makanan dan Minuman Pengangkutan dan Pergudangan
Lainnya (aktivitas jasa lainnya, perbengkelan, dll) Belum menginfokan jenis usaha
1 2 3
Pertanian Tanaman Pangan, Tanaman Perkebunan, dan Hortikultura Perternakan
Perikanan
Food Crop Agriculture, Plantation Crops and Horticulture Livestock Fishing 284
178 85 60 53 15 3 16 27
4 2 2
Food Crop Agriculture, Plantation Crops and Horticulture Manufacturing Livestock Trade Fishing Food Service Activities Transportation and Storage Others (other services, motor vehicle repairs, etc) Undesignated
KUR Klaster KUR Clusters
KUR disalurkan kepada kelompok/klaster dengan skema KUR Khusus dengan bisnis model One Village One Product (OVOP) atau One Pesantren One Product (OPOP) melalui pembiayaan KUR.
People’s Business Loans (KUR) are disbursed to groups/clusters based on a special KUR scheme, namely the One Village One Product (OVOP) or One Pesantren One Product (OPOP) business models through KUR financing.
Penyaluran KUR Klaster diiringi dengan pendampingan dan pemasaran produk UMKM dengan melibatkan mitra usaha seperti perusahaan swasta, negara, dan memiliki karakteristik adanya peran offtaker.
KUR disbursements are accompanied by mentorship and MSME product marketing involving business partners, such as private companies and state-owned enterprises as offtakers.
Terdapat 729 potensi penyaluran KUR Klaster yang terdiri dari 721 potensi penyaluran KUR klaster OVOP, berdasarkan data yang disampaikan oleh penyalur KUR kepada komite kebijakan pembiayaan bagi UMKM dan 8 KUR klaster OPOP berdasarkan koordinasi kemenko perekonomian bersama stakeholder terkait
There are 729 potential KUR clusters, consisting of 721 OVOP clusters based on data submitted by KUR Lenders to the Financing Policy Committee for MSMEs and 8 OPOP clusters based on coordination between the Coordinating Ministry of Economic Affairs and other relevant stakeholders.
Dalam rangka mendorong inklusi keuangan, OJK juga memiliki program KUR Klaster yang merupakan penyaluran kredit usaha rakyat yang berasal dari perbankan kepada para pelaku usaha mikro, petani, atau nelayan. Program ini diberikan dengan pendampingan serta pemasaran produk yang disiapkan mitra usaha dari perusahaan Badan Usaha Milik Negara (BUMN), Badan Usaha Milik Desa (BUMDes), dan Badan Usaha Milik Antar-Desa (BUMADes), serta swasta.
KUR Klaster disalurkan kepada kelompok/klaster dengan skema KUR Khusus dengan bisnis model One Village Product (OVOP) atau One Pesantren One Product (OPOP) melalui pembiayaan KUR.
OJK implements a KUR cluster program as a means of disbursing People’s Business Loans (KUR) from the banking industry to micro enterprises, farmers and fishermen in order to increase financial inclusion.The program includes mentorship and product marketing prepared by business partners of state-owned enterprises (BUMD), village-owned enterprises (DUMDes) and inter-village owned enterprises (BUMADes) as well as the private sector.
KUR Cluster loans are disbursed to groups/clusters based on a special KUR scheme, namely the One Village One Product (OVOP) or One Pesantren One Product (OPOP) business models through KUR financing.
Tabel 4.30 Rincian Securities Crowdfunding Tahun 2020 Table 4.30 Securities Crowdfunding Detail 2020
No. Nama Penyelenggara
Operator Platform
Platform Jumlah Penerbit
Total Issuers Jumlah Pemodal Total Investors
Total Dana yang ditawarkan (Rp) Total Funds Offered (Rp)
Total Dana yang Tersalurkan (Rp) Total Funds Disbursed (Rp)
1 2 3 4
PT Santara Daya Inspiratama PT Investasi Digital Nusantara PT Crowddana Teknologi Indonusa PT Numex Teknologi Indonesia
79 42 5 3
18.983 1.605
938 815
117.242.687.300 32.979.459.000 29.952.010.000 11.030.000.000
113.593.843.800 31.755.709.000 27.752.010.000 11.030.000.000 Santara
Bizhare Crowddana LandX
Securities Crowdfunding
OJK secara resmi telah meluncurkan produk Penawaran Efek melalui Layanan Urun Dana Berbasis Teknologi atau dikenal dengan Securities Crowdfunding/SCF. SCF merupakan penyempurnaan dari Equity Crowdfunding (ECF) yang semula hanya layanan urun dana berbasis saham dan saham syariah menjadi berbasis surat berharga (surat pengakuan utang, surat berharga komersial, saham, obligasi, tanda bukti utang, unit penyertaan KIK, kontrak berjangka atas efek, dan setiap derivatif dari efek).
Sampai dengan akhir 2020, terdapat empat Penyelenggara telah mendapatkan izin dan 19 calon Penyelenggara yang sedang dalam proses pengajuan izin Securities Crowdfunding berdasarkan POJK Nomor 57/POJK.04/2020 tentang Penawaran Efek Melalui Layanan Urun Dana Berbasis Teknologi Informasi. Moratorium proses perizinan yang sebelumnya disampaikan melalui Surat Kepala Eksekutif Nomor S-100/D.04/2020 tanggal 20 Maret 2020 telah dicabut masa berlakunya melalui Surat Kepala Eksekutif Nomor S-273/D.04/2020 tanggal 17 November 2020 perihal Kelanjutan Permohonan Perizinan sebagai Penyelenggara Layanan Urun Dana, sehingga proses perizinan Securities Crowdfunding dapat dilanjutkan.
Securities Crowdfunding
OJK has officially launched securities crowdfunding (SCF). SCF is a refinement of equity crowdfunding that expands the scope beyond shares and Islamic shares to include various securities.
By the end of 2020, four operators were licensed and a further 19 had applied for securities crowdfunding licences based on OJK Regulation (POJK) No.
57/POJK.04/2020 concerning Securities Crowdfunding. A previous licensing moratorium in accordance with Chief Executive Decree No. S-100/D.04/2020, dated 20th March 2020, was repealed in its entirety through Chief Executive Decree No. S-273/D.04/2020, dated 17th November 2020, concerning the Reinstatement of Licence Applications for Securities Crowdfunding, thus paving the way for securities crowdfunding licensing to continue.
Kredit/Pembiayaan Melawan Rentenir (K/PMR)
Kredit/Pembiayaan Melawan Rentenir (K/PMR) adalah kredit/pembiayaan yang diberikan oleh Lembaga Jasa Keuangan formal kepada pelaku pelaku Usaha Mikro dan Kecil (UMK) dengan proses cepat, mudah, dan berbiaya rendah, untuk mengurangi ketergantungan/pengaruh entitas kredit informal/ilegal.
Sebagai upaya dalam memberantas rentenir di daerah, pada 2020 telah didiseminasikan Generic Model Skema K/PMR kepada seluruh KR/KOJK sebagai acuan implementasi program K/PMR oleh TPAKD. Sampai dengan akhir 2020, terdapat 28 TPAKD yang mengimplementasikan program TPAKD dengan realisasi penyaluran kepada sebanyak 56.585 debitur dengan total nominal penyaluran sebesar Rp648,92 miliar.
Loans/Financing Against Loan Sharking (K/PMR)
Loans/Financing Against Loan Sharking (K/PMR) are loans/financing disbursed by formal financial services institutions to micro and small enterprises using a fast, simple and low-cost process to reduce the dependence/influence of informal/illegal lending entities.
Seeking to eradicate loan sharking in rural areas, OJK disseminated a K/PMR Generic Model Scheme throughout all regional and branch offices as a reference for K/PMR program implementation by Team for Acceleration of Regional Financial Access (TPAKD). By the end of 2020, a total of 28 TPAKD teams were implementing the program, reaching 56,585 borrowers with a value of Rp648.92 billion.
2,00
0
4,00 6,00
100.000
0
200.000 300.000
2016 2017 2018 2019
94.558 226.441
3,19
1,44 2020
Grafik 4.28 Perkembangan Pembiayaan UMKM oleh Perusahaan Pembiayaan
Graph 4.28 MSME Financing by Finance Companies
Tabel 4.31 Realisasi program K/PMR berdasarkan GM
4.31 Loans/Financing Against Loan Sharking (K/PMR) Program Realisation by GM
Realisasi Penyaluran | Disbursement Realisation Nominal (miliar) | Value (billions) Debitur | Borrowers
Jumlah TPAKD Total TPAKD GM 1 (Proses Cepat | Fast Process)
GM 1 (Berbiaya Rendah | Low Cost)
GM 1 (Proses Cepat dan Berbiaya rendah | Fast Process and Low Cost)
47.426 4.426 4.733
Rp594,90 Rp39,72 Rp14,30
Jumlah | Total 28 56.585 Rp648,92
12 9 7
50,00
0 100,00 150,00
74,43
20,39 22,43
31,61
2016
96,33
27,82 24,3044,21
2017
106,51
36,71 19,12
50,68
2018
115,47
27,82 20,84
52,71
2019
114,48
27,82 24,30
46,33
2020
Jumlah total Micro Business Usaha Mikro
Small Business Usaha Kecil
Medium Usaha Menengah
Grafik 4.29 Pembiayaan UMKM PT Pegadaian (Persero)
Graph 4.29 MSME Financing by PT Pegadaian (Persero)
Outstanding Kreasi Financing (Rp, trillions) Outstanding Pembiayaan Kreasi (Rp Triliun)
Outstanding Arrum Financing (Rp, trillions);
Outstanding Pembiayaan Arrum (Rp Triliun) Jumlah Rekening Arrum Total Arrum Accounts Jumlah Rekening Kreasi Total Kreasi Accounts
Pembiayaan UMKM oleh Perusahaan Pembiayaan
Saldo pembiayaan UMKM oleh Perusahaan Pembiayaan pada 2020 mengalami penurunan 0,85% menjadi Rp114,48 triliun jika dibandingkan saldo pembiayaan pada tahun sebelumnya sebesar Rp115,47 triliun. Saldo pembiayaan untuk sektor Usaha Mikro dan Usaha Menengah mengalami kontraksi masing-masing sebesar 12,90% dan 12,12% jika dibandingkan saldo pembiayaan pada 2019. Di sisi lain, saldo pembiayaan untuk sektor Usaha Kecil meningkat 51,88% dari Rp20,84 triliun pada 2019 menjadi Rp31,65 triliun pada 2020.
MSME Financing by Finance Companies
The balance of MSME financing by finance companies in 2020 experienced a 0.85% decline to Rp114.48 trillion compared with Rp115.47 trillion one year earlier. Financing extended to micro and medium enterprises contracted by 12.90% and 12.12% respectively compared with conditions in 2019. In contrast, financing allocated to small enterprises increased 51.88% from Rp20.84 trillion in 2019 to Rp31.65 trillion in 2020.
Pembiayaan UMKM oleh PT. Pegadaian (Persero)
Pembiayaan UMKM oleh PT. Pegadaian (Persero) disalurkan melalui program Kreasi dan program Arrum (untuk pembiayaan dengan prinsip Syariah).
Outstanding pembiayaan UMKM melalui program Kreasi tercatat sebesar Rp3,19 triliun dengan jumlah debitur sebanyak 226.441 nasabah. Adapun outstanding pembiayaan melalui program Arrum pada 31 Desember 2020 tercatat sebesar Rp1,44 triliun dengan jumlah debitur sebanyak 94.558 nasabah.
MSME Financing by PT Pegadaian (Persero)
MSME Financing by PT Pegadaian (Persero) is disbursed through the Kreasi and Arrum (sharia-compliant) programs. Outstanding MSME financing through the Kreasi program was recorded at Rp3.19 trillion, reaching 226,441 customers, while outstanding MSME financing through the Arrum program stood at Rp1.44 trillion, reaching 94,558 customers, as of 31st December 2020.
0 80,000
20,000 40,000 60,000 Jumlah Nasabah
Total Customers 120,000 100,000
0 80,000
20,000 40,000 60,000 Jumlah Nasabah
Total Customers 120,000 100,000
6,0 6,8
6,2 6,4 6,6
OS Pembiayaan (Rp Juta) OS Financing(Rp millions) 7,2
7,0
0 8
2 4 6
OS Pembiayaan (Rp Juta) OS Financing(Rp millions)
16 14
10 12 Grafik 4.30 Pembiayaan UMKM Program UlaMM
Graph 4.30 MSME Financing by UlaMM Program
Grafik 4.31 Pembiayaan UMKM Program Mekaar
Graph 4.31 MSME Financing by Mekaar Program
OS UlaMM NoA UlaMM
OS Mekaar NoA Mekaar
Pembiayaan UMKM oleh PT. PNM (Persero)
Pada akhir 2020, Outstanding Pembiayaan UMKM oleh PNM mencapai Rp22,47 triliun dengan jumlah nasabah sebanyak 7.900.252 nasabah, yang terdiri dari outstanding pembiayaan program UlaMM senilai Rp7,08 triliun dan outstanding pembiayaan program Mekaar senilai Rp15,39 triliun.
Dec19 Jan 20 Feb
20 Mar 20 Apr
20 May 20 Jun
20 Jul 20 Aug
20 Sep 20 Oct
20 Nov 20 Dec
20 Dec
19 Jan 20 Feb
20 Mar 20 Apr
20 May 20 Jun
20 Jul 20 Aug
20 Sep 20 Oct
20 Nov 20 Dec
20 7.085.338
97.446
MSME Financing by PT Permodalan Nasional Madani
At the end of 2020, outstanding MSME financing disbursed by PT Permodalan Nasional Madani was recorded at Rp22.47 trillion, with customers totalling 7,900,252, consisting of the UlaMM and Mekaar programs at Rp7.08 trillion and Rp15.39 trillion respectively.
Digitalisasi UMKM melalui UMKM-MU
Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) merupakan salah satu pilar penting ekonomi nasional. Dalam upaya mendukung hal tersebut, OJK telah melakukan serangkaian langkah dengan tujuan mengakselerasi pertumbuhan UMKM di Indonesia. Salah satu langkah yang ditempuh oleh OJK adalah melalui Program Digitalisasi UMKM. Program tersebut direalisasikan dengan pencarian, pemilihan dan kurasi produk unggulan yang berkualitas di setiap daerah. Disamping itu, OJK juga telah mengimplementasikan platform UMKM-MU yang dapat digunakan oleh pelaku UMKM untuk memperluas pasar serta meningkatkan daya saingnya.
MSME Digitalisation through UMKM-MU
Micro, small and medium enterprises (MSME) are the backbone of the national economy. Therefore, OJK has implemented a series of measures to accelerate MSME growth in Indonesia. One such measure is the MSME Digitalisation Program, which is realised by searching, selecting and curating high-quality products with comparative advantage from each region. In addition, OJK has also implemented the UMKM-MU platform that is available to MSMEs to expand market access and increase competitiveness.
Gambar 4.2 Logo UMKM-MU Figure 4.2 UMKM-MU Logo
D I G I T A L I S A S I U M K M I N D O N E S I A
Grafik 4.32 Tahapan Digitalisasi UMKM-OJK Graph 4.32 Stages of MSME Digitalisation – OJK
· Mendorong pelaku UMK memiliki toko digital
· Membangun platform marketplace yang diberi nama UMKM-MU
· Memberikan akses permodalan kepada unbankalbe UMKM
• Encouraging MSMEs to open digital storefronts
• Developing digital marketplace platforms in conjunction with UMKM-MU
• Providing access to capital for unbankable MSMEs
· Mencarikan peluang untuk penjual produk dalam sekala besar dan repeat order
· Memberikan Akses permodalan yang lebih luas kepada Bankable UMKM dari lembaga jasa keuangan
· Peningkatan Usaha bagi pelaku UMKM melalui event yang diselenggarakan UMKM-MU
· OJK Mendorong UMKM untuk go public/listing di efek Indonesia Melalui pemberian insentif khusus
• Seeking large-scale and repeat order opportunities for product sellers
• Providing broader access to capital for bankable MSMEs from financial services institutions
• Increasing business opportunities for MSMEs through events organised by UMKM-MU
• Encouraging MSMEs to go public on the Indonesia Stock Exchange (IDX) through special incentives
· Proses peningkatan jangkauan pasar internasional pelaku UMKM
· Pelaku UMKM di dorong untuk melalukan ekspor produk yang di fasilitasi oleh UMKM-KU
• Expanding international market reach for MSMEs
• Encouraging MSME product exports facilitated by UMKM-MU
· Pemberian Pelatihan untuk Branding Produk UMKM
· Aktivitas Pendamping dari UMKM-MU kepada Pelaku UMKM
· Peningkatan literasi keuangan melalui program edukasi oleh kantor regional/kantor OJK seluruh Indonesia
· Memberikan Peluang Usaha dengan saling bekerjasama melalui “mari membangun relasi”
• Providing product branding training for MSMEs
• Mentoring MSMEs under UMKM-MU banner
• Increasing financial literacy through educational programs run by OJK regional/branch offices throughout Indonesia
• Providing collaborative business opportunities through
“Mari Membangun Relasi” (building business relationships) program
2020-2021 2022-2023
2021
2021-2022UMKM-MU merupakan sebuah platform digital dalam bentuk web (www.umkmmu.id) dan mobile apps yang disediakan untuk membantu UMKM Binaan OJK dalam memperluas akses pasar secara digital yang didukung dengan sistem pembayaran digital. UMKM Binaan akan mendapatkan pelatihan untuk branding Produk, peluang untuk mendapatkan pendanaan usaha yang tepat melalui Perbankan, Fintech, Bank Wakaf Mikro (BWM) dan Industri Jasa Keuangan lainnya. Platform UMKM-MU memiliki fitur yang menyerupai marketplace besar lainnya seperti Tokopedia, Bukalapak dan menyediakan alternatif pembiayaan bagi para UMKM melalui kolaborasi dengan Sektor Jasa Keuangan sesuai dengan karakteristik dan kebutuhan UMKM. Selain itu, UMKM-MU diharapkan dapat berfungsi sebagai HUB UMKM di Indonesia yang berguna bagi pemerintah dalam penyaluran bantuan dan tentunya bermanfaat untuk memasarkan produk-produk Asli Indonesia.
UMKM-MU is a web-based and application-based digital platform (www.umkmmu.id) available to assist OJK-mentored MSMEs expand market access digitally, supported by a digital payment system. Under OJK mentorship, MSMEs receive training on product branding and the opportunity to receive appropriate business financing through the banking industry, FinTech, Micro Waqf Banks and other financial services industries. The UMKM-MU platform provides similar features as other large marketplaces, such as Tokopedia and Bukalapak, and offers alternative financing for MSMEs through collaboration with the financial services sector based on the specific characteristics and needs of MSMEs. In addition, UMKM-MU is expected to function as a hub for MSMEs in Indonesia, which can be utilised by the Government to disburse assistance and market original products from Indonesia.
BUM-Desa Center Jaya Makmur BUM-Desa Center Maju Bersama BUM-Desa Center Wonorejo Maju Sejahtera BUM-Rakyat Center Karang Joang Kreatif BUM-Rakyat Center Gunungpati Mukti Mulyo BUM-Kampung Center Yoka
BUM-Desa Center Ina Huk BUM-Desa Center Kufeu M'rian BUM-Desa Center Bijeli Indah BUM-Desa Center Lorobauna Weoe BUM-Desa Center Bahari Indah BUM-Desa Center Sinar Nanaenoe BUM-Desa Center Fatumnutu BUM-Desa Center Payili Dobba BUM-Desa Center Tulakadi BUM-Desa Center Trias Sejahtera BUM-Desa Center Damai Mandiri BUMA-Desa Center Sari Bumi BUM-Desa Center Mitra Amanah BUM-Desa Center Mitra Sejati 1
2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20
Tabel 4.32 Daftar Nama BUMDes Center Table 4.32 BUMDes Centers List Nama BUMDes Center
No Names Wilayah Provinsi
Province No Nama BUMDes CenterNames Wilayah Provinsi
Province
Jawa Timur Jawa Timur Jawa Tengah Kalimantan Timur Jawa Tengah Papua NTT NTT NTT NTT NTT NTT NTT NTT NTT Jawa Timur Jawa Timur Jawa Timur Jawa Timur Jawa Timur
BUM-Desa Center Kembang Jati BUM-Desa Center Suci Mandiri BUM-Desa Center Blaran Makmur Lestari BUM-Desa Center Makmur Lestari BUM-Desa Center Agung Bersama BUM-Desa Center Sentosa Jaya BUM-Desa Center Nurindo Pratama BUM-Desa Center Jaya Moneh BUM-Desa Center Mulyo Joyo BUM-Desa Center Pundungsari BUM-Desa Center Maju Indramayu BUM-Desa Center Bina Usaha Bersama BUM-Desa Center Gastra
BUM-Desa Center Karya Manunggal BUM-Desa Center Kabuna BUM-Desa Center Harapan Baru BUM-Desa Center Jaya Mandiri BUM-Desa Center Makmur Sejahtera BUM-Desa Center Petran Makmur 21
22 23 24 25 26 27 28 29 30 31 32 33 34 35 36 37 38 39
Jawa Timur Jawa Timur Jawa Timur Jawa Timur Sumatera Selatan Sumatera Selatan Sumatera Selatan Sumatera Selatan Sumatera Selatan Jawa Tengah Jawa Barat Riau Sumatera Barat Jawa Tengah NTT
Sulawesi Selatan Jawa Timur Aceh
Sumatera Selatan
BUMDesa Center
BUM-Desa Center merupakan suatu program pengembangan Badan Usaha Milik Desa (BUMDesa) dan Badan Usaha Milik Desa Bersama (BUMDes Bersama /BUMDesMa) yang diinisiasi oleh OJK melalui penguatan tiga pilar utama yaitu pilar kelembagaan dan bisnis, pilar akses keuangan, dan pilar digitalisasi.
Sejalan dengan peran OJK dalam meningkatkan akses keuangan, pada tahun ini, OJK memiliki fokus mensinergikan program BUMDesa Center dan program Bank Wakaf Mikro (BWM) dalam aspek digitalisasi melalui aplikasi marketplace BWMBUMDES. Melalui aplikasi ini diharapkan dapat menjadi role model bagi BUMDes dan BUMDesMa lainnya yang telah mensinergikan antara unit usaha di sektor riil dengan unit usaha di sektor jasa keuangan, sehingga aktivitas ekonomi di desa yang dikelola oleh BUMDes maupun BUMDesMa mampu meningkatkan kapasitas usahanya melalui dukungan produk keuangan yang sesuai dengan kebutuhan dan kemampuannya. Selama 2020, OJK telah meresmikan 15 BUMDes Center yang tersebar di seluruh Indonesia.
BUMDesa Centre
The BUMDesa Centre is a development program targeting village-owned enterprises (BUMDesa) and village-owned holding enterprises (BUMDesMa) initiated by OJK by strengthening three major pillars, namely the institutional and business pillar, access to finance pillar and digitalisation pillar.
Consistent with OJK's role in terms of increasing access to finance, OJK this year focused on synergising the BUMDesa Centre program with the Micro Waqf Bank program via the BWMBUMDES Marketplace application. The application is expected to act as a role model for other BUMDes and BUMDesMa to synergise business units in the real sector with business units in the financial services sector, thus economic activity in rural areas managed by BUMDes and BUMDesMa will increase business capacity through the support of financial products based on needs and abilities. In 2020, OJK officially inaugurated 15 BUMDesa Centres distributed throughout Indonesia.
Pengembangan Ekonomi Daerah
Kredit Sektor Kelautan dan Perikanan JARING
Program JARING (Jangkau, Sinergi, dan Guideline) merupakan program inisiatif OJK dengan Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) dalam pembiayaan sektor Kelautan dan Perikanan. Sampai dengan Desember 2020, penyaluran kredit program JARING sebesar Rp36,59 triliun atau tumbuh 7,43% (yoy), meningkat dibandingkan pertumbuhan periode yang sama tahun sebelumnya sebesar 6,06% (yoy). Meskipun kredit meningkat, kualitas kredit JARING menunjukkan penurunan tercermin dari meningkatnya rasio NPL menjadi 5,65% sebagai dampak turunnya kemampuan bayar debitur akibat pandemi COVID-19.
Regional Economic Development
Maritime and Fisheries Sector Financing (JARING)
The JARING (Reach, Synergy and Guidelines) program is a joint initiative between OJK and the Ministry of Maritime Affairs and Fisheries (KKP) that focuses on disbursing financing to the maritime and fisheries sector. As of December 2020, credit disbursed through the JARING program stood at Rp36.59 trillion, with growth accelerating to 7.43% (yoy) from 6.06% (yoy) one year earlier. Despite faster growth, the quality of JARING financing deteriorated slightly in 2020, as confirmed by an increase in the NPL ratio to 5.65% in response to lower repayment capacity caused by the COVID-19 pandemic.
Tim Percepatan Akses Keuangan Daerah (TPAKD)
Keberadaan TPAKD turut mendukung upaya dalam mendorong dan mensinergikan program perluasan akses keuangan di daerah. Bersama dengan seluruh pemangku kepentingan terkait, TPAKD melaksanakan berbagai program kerja yang diharapkan dapat mendukung pencapaian target inklusi keuangan yang ditetapkan oleh pemerintah yaitu sebesar 90%
pada 2024. Sampai dengan periode akhir 2020, tercatat sebanyak 233 TPAKD telah dibentuk sesuai Surat Keputusan (SK) Kepala Daerah yang terdiri dari 32 TPAKD tingkat provinsi dan 201 TPAKD tingkat kabupaten/kota.
Dari jumlah tersebut, sebanyak 194 di antaranya telah melakukan pengukuhan yang terdiri dari 32 TPAKD tingkat provinsi dan 162 TPAKD tingkat kabupaten/kota.
Team for Acceleration of Regional Financial Access
Team for Acceleration of Regional Financial Access (TPAKD) are mandated with accelerating and synergising programs that increase regional access to finance.
In conjunction with all relevant stakeholders, TPAKD implement various work programs towards the government's financial inclusion target of 90% by 2024.
By the end of 2020, a total of 233 TPAKD teams had been established based on local decrees, including 32 provincial TPAKD and 201 TPAKD at the regency/city administrative level. Of the total, 194 TPAKD have officially been inaugurated, consisting of 32 provincial TPAKD and 162 TPAKD at the regency/city level.
Rp Triliun
Rp Trillions %
Grafik 4.33 Perkembangan Kredit Kelautan dan Perikanan (JARING)
Graph 4.33 Maritime and Fisheries Sector Financing (JARING) Tabel 4.34 NPL Kegiatan Usaha Kredit JARING
Table 4.34 NPL of JARING Financing
Rasio NPL (%) - RHS
Kredit JARING (Rp M) - LHS Dec19 Mar
20 34,057
3.19 3.32 35,239 5.69
Jun20 33,526
Sep20 34,960
Des20 36,588
30,000 34,000
31,000 32,000 33,000 36,000 35,000 38,000 37,000
1.00 5.00
2.00 3.00 4.00 7.00 6.00 9.00 8.00
5.16 5.65
Kegiatan Usaha Business Activity
Penangkapan Budidaya
Jasa Sarana Produksi Industri Pengolahan Perdagangan
Capture Fishing Cultivation Production Services
Manufacturing Trade 2019 (%)
Des 8.76 1.49 3.44 0.37 2.83
7.90 1.43 4.06 4.09 6.48
9.41 1.24 3.52 4.76 6.48 2020 (%)
Sep Des
NPL 3.19 5.16 5.65 NPL
Sumber: OJK | Source OJK