• Tidak ada hasil yang ditemukan

PENDAHULUAN

Dalam dokumen Metodologi penelitian bisnis konsep dan (Halaman 107-114)

Bab pendahuluan di dalam proposal m aupun laporan penelit ian t erdiri dari beberapa subbab, ant ara lain:

1) Lat ar belakang m asalah 2) Ident ifikasi m asalah 3) Bat asan m asalah 4) Rum usan m asalah 5) Tujuan penelit ian 6) M anfaat penelit ian

Latar Belakang M asalah

Lat ar belakang m asalah (background) merupakan bagian pert am a di dalam proposal m aupun laporan penelit ian. Lat ar belakang berisi m engenai argum en at au alasan pent ing mengapa penelit i t ert arik m enjadikan m asalah yang ada unt uk dit elit i.

Tek nik Meny usun Proposal & Laporan Penelit ian

Dalam prakt iknya, banyak penulisan lat ar belakang m asalah di dalam proposal m aupun laporan penelit ian t idak dideskripsikan secara fokus kepada perm asalahan penelit ian yang t elah dit et apkan oleh penelit i.

Bahkan hal-hal yang t idak relevan dengan m asalah penelit ian pun ikut dijelaskan di dalam lat ar belakang m asalah.

Lat ar belakang m asalah yang baik harus dikem ukakan dengan ciri-ciri:

-

Sist em at is;

-

Ringkas;

-

Tepat ;

-

Terpercaya.

Sist emat is. Sist em at is berart i bahw a t ahapan-t ahapan m engident ifikasi m asalah di dalam lat ar belakang m asalah harus dilakukan dengan t erat ur, dim ulai dari apa m asalah at au t opik ut am a yang m enjadi pusat perhat ian penelit ia, dilanjut kan kepada fakt or-fakt or apa yang m enyebabkan m engapa m asalah ut am a bisa t erjadi, lalu m em bat asi fakt or m ana yang diasum sikan paling pent ing unt uk dipilih, sert a apa dam pak at au efek yang dapat t erjadi akibat adanya m asalah ut am a.

Ringkas. Lat ar belakang m asalah perlu dikem ukakan dengan padat, ringkas dan t idak bert ele-t ele. Lat ar belakang yang t erlalu berpanjang lebar hanya akan m enjadikan t ulisan m enjadi bias, akibat nya orang lain yang m em baca t ulisan t ersebut sulit m enangkap m aksud dari si penelit i, susah unt uk m em ahami m engapa m asalah t ersebut dipilih oleh penelit i.

Tepat. Lat ar belakang m asalah m em bicarakan hal-hal yang t epat , yakni hanya berfokus kepada m asalah-m asalah penelit ian t erut am a yang t elah dipilih oleh penelit i unt uk dikaji. M em bicarakan aspek-aspek lain di luar m asalah just ru akan m em buat t ulisan m enjadi bias. Tidak ada kejelasan apa sebenarnya yang sedang diident ifikasi oleh penelit i.

Terpercaya. Lat ar belakang masalah harus m am pu meyakinkan orang lain bahw a penelit ian yang dilakukan m em ang benar-benar pent ing unt uk dit elit i. Oleh karena penelit ian yang dilakukan adalah penelit ian ilm iah, m aka unt uk m eyakinkan orang lain t ent ang argumen at au alasan pent ing penelit ian harus berdasar kepada sum ber yang bisa dipercaya yakni sum ber referensi ilm iah. Referensi ilmiah berasal dari referensi t eorit is m aupun em piris. Referensi t eorit is m erupakan konsep-konsep ilm iah hasil kajian dan pem ikiran ahli di bidangnya, sudah m enjadi norm a-norm a, at uran, pet unjuk, st andar yang diakui banyak kalangan. Referensi em piris berasal dari hasil-hasil penelit ian ilm iah sebelum nya, fakt a-fakt a aut ent ik, dokum en-dokum en resmi dan sum ber t erpercaya lainnya. Dengan

Tek nik Meny usun Proposal & Laporan Penelit ian

dem ikian, lat ar belakang m asalah bukanlah sekedar m engem ukakan alasan berdasarkan pemikiran penelit i sem at a, t et api harus dengan dukungan pem ikiran ilm iah.

Berdasarkan seluruh ciri-ciri di at as, m aka secara set idaknya secara prakt is penelit i dapat m engident ifikasi m asalah di dalam lat ar belakang m asalah adalah m engenai hal-hal berikut ini:

1) M engem ukakan apa m asalah ut am a penelit ian. M asalah ut am a adalah t opik ut am a yang m enjadi sorot an ut am a penelit i. M asalah ut am a ini dipilih adalah karena m em ang benar-benar ada sesuat u problem di dalam nya (ada penyim pangan, ada sesuat u yang negat if, ada sesuat u yang berbeda ant ara harapan dengan kenyat aan). Banyak penelit i menjadikan variabel t erikat penelit ian sebagai m asalah ut am a penelit iannya dan menjadikan fakt or-fakt or yang m em pengaruhi m asalah ut am a sebagai variabel bebasnya.

Nam un ada pula yang m enjadikan variabel bebas sebagai m asalah ut am anya dan m enjadikan dam pak akibat m asalah ut am a sebagai variabel t erikat nya.

2) M engem ukakan m engapa masalah ut am a t ersebut pent ing pent ing unt uk dit elit i, yakni apa m anfaat , kegunaan, at au t ujuannya baik unt uk organisasi perusahaan, pegaw ai, konsum en, atau pihak lain yang relevan (alasan-alasan ini didukung dengan referensi ilm iah).

3) M engem ukakan indikasi m asalah, gejala m asalah at au sympt om dari m asalah ut am a penelit ian. Indikasi m asalah adalah segala fakt a konkrit , perist iw a at au kejadian nyat a dari m asalah ut am a penelit ian. Pernyat aan gejala em piris t idak boleh abst rak. M isal, m asalah ut am a adalah kinerja karyawan PT. X, lalu peneliti m enyat akan bahw a gejala m asalah yang ada ada t ent ang kinerja karyaw an PT. X adalah bahw a banyak karyaw an yang berkinerja rendah. Pernyat aan ini t erlalu abst rak, sebaiknya peneliti m em perlihat kan hal apa saja yang m engindikasikan bahw a kinerja karyaw an rendah, sepert i: banyak karyaw an yang melakukan pekerjaan lain di saat jam kerja; pekerjaan t idak selesaikan pada w akt unya sehingga pekerjaan m enjadi bert umpang t indih;

karyaw an kurang m em iliki inisiatif di dalam m elakukan pekerjaannya; dan sebagainya. Indikasi-indikasi sepert i ini lebih nyat a dan t erukur dibanding cont oh gejala yang hanya sekedar m enyat akan bahw a banyak karyawan yang berkinerja rendah.

Penelit i harus m am pu m enjelaskan sat u persat u m engenai gejala m asalah yang ada dengan argumen yang logis. Indikasi/ gejala m asalah sepert i di at as bersum ber dari dat a-dat a em piris, fakt a- fakt a di lapangan.

Tek nik Meny usun Proposal & Laporan Penelit ian

4) M engem ukakan fakt or-fakt or yang secara t eorit is m em pengaruhi at au m enyebabkan t im bulnya m asalah ut am a penelit ian. Fakt or- fakt or t ersebut dapat dirujuk dari beberapa referensi sekaligus.

Jelaskan pula sat u persat u m engenai fakt or t ersebut secara logis bagaim a ia bisa begit u berperan dalam m em pengaruhi m asalah ut am a penelit ian.

5) M em bat asi sat u at au beberapa fakt or dari berbagai fakt or yang ada. Fakt or yang dipilih inilah sebenarnya yang m enjadi variabel bebas penelit ian. Kem ukakan alasan logis m engapa fakt or t ersebut dipilih sebagai variabel t erikat , m engapa bukan fakt or yang lainnya.

Alasan t ersebut m isalnya adalah m engenai bagaim ana sebenarnya fakt or t ersebut bisa m em pengaruhi at au menjadi penyebab baik- buruknya, t inggi–rendahnya masalah ut am a. Alasan-alasan yang ada didukung dengan berbagai referensi t eorit is m aupun em piris/ fakt a.

Apabila penelit i m enjadikan m asalah ut am a adalah m erupakan sebuah variabel bebas, m aka penjelasan m engenai faktor-fakt or sepert i di at as dapat digant ikan dengan penjelasan secara t eorit is m engenai dampak- dampak yang t im bul dari m asalah ut am a.

Identifikasi M asalah

Ident ifikasi m asalah pada hakikat nya t elah t ergam bar di dalam lat ar belakang m asalah. Oleh karenanya isi dari subbab ident ifikasi m asalah adalah relevan dengan lat ar belakang m asalah, dengan kat a lain ident ifikasi m asalah diikht isarkan at au diint isarikan dari lat ar belakang m asalah.

Beberapa perguruan t inggi ada yang t idak menem pat kan ident ifikasi m asalah sebagai subbab t ersendiri. Alasannya adalah karena di dalam lat ar belakang m asalah sudah m erupakan upaya unt uk m engident ifikasi m asalah, sehingga penjelasan m engenai ident ifikasi m asalah t idak dilakukan berulang-ulang.

Apabila ident ifikasi m asalah m enjadi subbab yang t ersendiri, m aka isinya adalah sebahagian dari hal-hal ada di dalam lat ar belakang m asalah.

Khususnya m engident ifikasi m engenai indikasi, gejala, sympt om m asalah ut am a. Di dalam lat ar belakang m asalah seluruh indikasi at au gejala m asalah ut am a t idak sekedar dideskripsikan saja t et api dianalisis oleh penelit i, t et api di subbab ident ifikasi m asalah adalah berupa ringkasan berupa int i-int i pokok dari indikasi at au gejala m asalah yang ada.

Tek nik Meny usun Proposal & Laporan Penelit ian

Selain it u penelit i m engident ifikasi fakt or-faktor apa saja yang m enyebabkan t im bulnya m asalah ut am a (jika m asalah ut am anya berperan sebagai variabel t erikat ). Perbedaannya dengan lat ar belakang m asalah, di subbab ident ifikasi m asalah dideskripsikan lebih ringkas (int i sari) dari fakt or-fakt or yang ada. Sem ent ara di dalam lat ar belakang m asalah, fakt or- fakt or t idak sekedar dideskripsikan t et api dianalisis oleh penelit i.

Selain fakt or-fakt or, dam pak-dam pak akibat m asalah ut am a juga bisa dikem ukakan apabila masalah ut am anya berperan sebagai variabel bebas dan dam pak berperan sebagai variabel t erikat.

Batasan M asalah

Bat asan m asalah berkait an erat dengan ident ifikasi m asalah. Jika penelit i m em iliki ket erbat asan, m asalah-m asalah yang t elah diident ifikasi m ungkin t idak dapat dit elit i sem uanya, m elainkan hanya beberapa saja yang dipilih at au dibat asi (Um ar, 1999). Bat asan cukup pent ing dilakukan, karena jika m asalah t erlalu um um at au m eluas, ini berart i t erlalu kabur sehingga t idak dapat diuji oleh penelit i (Kerlinger, 2000).

Dalam subbab ident ifikasi m asalah, akan t erlihat begit u banyak fakt or- fakt or yang m em pengaruhi m asalah ut am a. M ust ahil seluruh fakt or t ersebut akan dit elit i karena dapat m engorbankan banyak w akt u, t enaga dan pikiran. Unt uk it u, penelit i biasanya m em ilih sat u at au beberapa fakt or saja dari sekian banyak fakt or yang m em pengaruhi m asalah ut am a.

Pem ilihan inilah dinam akan dengan pem bat asan m asalah.

Di dalam bab m et odologi penelit ian (bab III), fakt or-fakt or yang dipilih inilah nant inya akan dinyat akan sebagai variabel bebas penelit ian, dan m asalah ut am a yang m enjadi variabel t erikat nya.

Dalam kont eks yang lain, m asalah ut am a dapat berperan sebagai variabel bebas, sedangkan dam pak berperan m enjadi variabel t erikat nya.

Selain m em bat asi fakt or at au dam pak m asalah ut am a, jika penelit i m enginginkan, bat asan at au ruang lingkup m asalah boleh diperkaya dengan bat asan lainnya, sepert i:

-

M em bat asi objek penelit ian, m isalnya karyaw an di depart em en um um saja; konsum en yang berusia dew asa saja; perusahaan m anufakt ur saja.

-

M em bat asi lokasi penelitian dim ana objek penelit ian berada, m isalnya kant or cabang perusahaan saja; konsum en di w ilayah kot a saja.

Tek nik Meny usun Proposal & Laporan Penelit ian

Rumusan M asalah

Rum usan m asalah m erupakan subbab yang sangat berkait an dengan bat asan m asalah. M asalah yang t elah dibat asi sebelum nya, perlu dirum uskan sebagai upaya m em berikan arah, bahw a apa sebenarnya fokus yang hendak dit elit i oleh peneliti.

Rum usan m asalah sebaiknya disusun dalam bent uk pert anyaan penelit ian (research quest ion), sebab pert anyaan-pert anyaan ini nant inya akan dijaw ab pada bagian hipot esis (dugaan/ jaw aban sem ent ara), pert anyaan- pert anyaan t ersebut pula yang akan dianalisis pada bagian hasil penelit ian, dan pert anyaan-pert anyaan t ersebut juga yang akan dijaw ab pada bagian analisis dan kesim pulan.

Jum lah pert anyaan di dalam rum usan m asalah t ergant ung kepada penelit i, sepanjang t idak m enyim pang dari m asalah yang sudah dibat asi pada bagian bat asan m asalah. Pert anyaan boleh berbent uk pert anyaan perm asalahan deskript if (variabel m andiri), asosiat if (hubungan at au kausalit as), kom parat if (perbedaan), at au gabungan dari ket iganya.

Berikut ini suat u cont oh ket ika penelit ian m em iliki dua buah variabel bebas dan sat u buah variabel t erikat . Penelit i ingin m elihat hubungan (asosiat if) ant ara variabel bebas dan variabel t erikat t ersebut . Penelit i dapat m engem ukakan set idaknya 3 it em pert anyaan unt uk rum usan m asalah penelit ian, ant ara lain:

a. Apakah X1 berpengaruh t erhadap Y?

b. Apakah X2 berpengaruh t erhadap Y?

c. Apakah X1 dan X2 secara bersam a berpengaruh t erhadap Y?

Kat a t anya yang digunakan di dalam rum usan m asalah perlu pula diperhat ikan, sebaiknya kat a t anya yang digunakan adalah kat a t anya yang bisa m em punyai jaw aban di bagian kesim pulan. M isalnya, apakah ada pengaruh A t erhadap B ; adakah pengaruh A t erhadap B; apakah A berpengaruh t erhadap B; bagaim ana pengaruh A t erhadap B. Lihat ilust rasi di baw ah ini.

Tujuan Penelitian

Tujuan penelit ian relevan dengan rum usan m asalah. Apabila rum usan m asalah adalah pert anyaan penelit ian, m aka t ujuan penelit ian adalah hal- hal objekt if apa sebenarnya yang ingin dicapai oleh penelit i, berkait an dengan hal-hal yang dipert anyakan pada rum usan m asalah.

Tek nik Meny usun Proposal & Laporan Penelit ian

Dengan demikian (t erut am a bagi penelit i pem ula), sebaiknya jum lah it em t ujuan penelit ian sam a dengan jum lah it em rum usan m asalah agar t erlihat benang m erah sat u bagian dengan bagian lain di dalam penelit ian. It em pert am a t ujuan penelit ian ident ik dengan it em pert am a rum usan m asalah, it em kedua t ujuan penelit ian ident ik dengan it em kedua rum usan m asalah, it em ket iga t ujuan penelit ian ident ik dengan it em ketiga rum usan m asalah.

Kat a bant u yang dapat digunakan di dalam t ujuan penelit ian t ergant ung penelit i, misalnya: m enggam barkan, m enguji, m enganalisis, dan sebagainya. M isalnya penggunaan kat a bant u menggambarkan berat i penelit i hanya berm aksud m endeskripsikan dat a penelit ian apa adanya, t anpa perlu m enganalisis secara m endalam mengenai dat a t ersebut . Penggunaan kat a menguji, digunakan unt uk m enguji dat a-dat a penelit ian t et api t idak m enganalisisnya secara mendalam. M enganalisis, kat a ini digunakan ket ika penelit i berm aksud unt uk m elakukan ulasan at au analisis secara m endalam t erhadap dat a yang dideskripsikan dan diuji.

Berikut ini cont oh ilust rasi kalim at t ujuan penelit ian yang relevan dengan rum usan m asalah penelit ian sepert i penjelasan di at as:

a. M enganalisis pengaruh X1 t erhadap Y b. M enganalisis pengaruh X2 t erhadap Y

c. M enganalisis pengaruh X1 dan X2 secara bersam a-sam a t erhadap Y.

M anfaat Penelitian

M anfaat penelit ian adalah subbab dim ana penelit i m engem ukakan m anfaat at au kegunaan yang bisa diperoleh apabila t ujuan penelit ian t ercapai.

M anfaat penelit ian t ergant ung pada kehendak penelit i, apakah m anfaat secara t eorit is (pengem bangan ilm u penget ahuan) m aupun m anfaat prakt is (pem ecahan m asalah), at au penggabungan dari keduanya.

Cont oh berikut ini adalah beberapa m anfaat penelit ian dilihat dari penggabungan dua hal, yakni ilm iah/ t eorit is dan prakt is:

a. M anfaat ilm iah/ t eoritis

1) M em perkaya penget ahuan ilm iah dalam bidang sumber daya m anusia, khususnya di bidang m ot ivasi, kem am puan dan kinerja.

2) Referensi bagi penelit i penelit i lain di m asa mendat ang yang berm aksud m engkaji hal yang relevan dengan penelit ian ini.

3) Dan sebagainya.

Tek nik Meny usun Proposal & Laporan Penelit ian

b. M anfaat prakt is

1) Referensi bagi perusahaan t em pat penelit ian dilakukan khususnya unt uk m em perbaiki kualit as sum ber daya manusia.

2) M em berikan kesem pat an kepada penelit i lain bahw a perusahaan dapat m enjadi sarana unt uk pem belajaran m elalui penelit ian ilmiah

3) Dan sebagainya.

Dalam dokumen Metodologi penelitian bisnis konsep dan (Halaman 107-114)