105
8
PENDEKATAN
106
3. Fleksibilitas: Pendekatan kualitatif mengizinkan peneliti untuk mengadaptasi dan merespons perubahan dalam arah penelitian seiring berjalannya proses penelitian.
4. Pengumpulan Data Kualitatif: Pendekatan ini melibatkan pengumpulan data yang berupa narasi, wawancara mendalam, observasi, dan dokumen- dokumen untuk menggali makna dan pemahaman yang lebih mendalam.
5. Analisis Induktif: Proses analisis data kualitatif cenderung bersifat induktif, di mana pola-pola dan temuan tematik muncul dari data itu sendiri daripada diarahkan oleh teori sebelumnya.
6. Keanekaragaman Data: Pendekatan ini menghargai keanekaragaman data, yang mencakup beragam pandangan, pengalaman, dan interpretasi dari berbagai individu yang terlibat.
Perbedaan antara Pendekatan Kualitatif dan Kuantitatif dalam Konteks Penelitian Kesehatan
Dalam konteks penelitian kesehatan, pendekatan kualitatif dan kuantitatif memiliki perbedaan mendasar dalam pendekatan, tujuan, serta jenis data yang dikumpulkan (Kharisma, Yahya, et al., 2023):
1. Pendekatan Kualitatif:
a. Tujuan utamanya adalah untuk memahami kompleksitas dan konteks di balik fenomena kesehatan, seperti persepsi pasien tentang penyakit, pengalaman perawatan, dan interaksi dengan penyedia layanan kesehatan.
b. Menggali makna dan interpretasi yang mendalam dari individu atau kelompok yang terlibat, dengan menekankan pada sudut pandang mereka.
c. Data yang dikumpulkan meliputi narasi, wawancara mendalam, observasi partisipatif, dan konten dokumen yang memungkinkan peneliti memahami nuansa pengalaman dan pandangan.
107
d. Analisis data bersifat induktif, dengan mencari pola-pola dan tema tematik yang muncul dari data.
e. Hasil penelitian kualitatif sering kali berbentuk naratif dan deskriptif, membantu memahami proses dan konteks yang mendalam.
2. Pendekatan Kuantitatif:
a. Tujuannya adalah untuk mengukur dan menganalisis hubungan kausal, tren, dan pola yang dapat diukur dalam fenomena kesehatan, seperti prevalensi penyakit, faktor risiko, dan dampak intervensi kesehatan.
b. Menggunakan instrumen pengukuran terstruktur untuk mengumpulkan data, seperti kuesioner atau skala, yang menghasilkan data numerik yang dapat diolah secara statistik.
c. Analisis data kuantitatif melibatkan statistik inferensial untuk menggeneralisasi temuan dari sampel ke populasi yang lebih luas.
d. Hasil penelitian kuantitatif berbentuk angka, grafik, dan tabel yang memungkinkan peneliti untuk membuat generalisasi dan inferensi tentang populasi.
Kedua pendekatan ini memiliki nilai dan peran yang penting dalam penelitian kesehatan, dan sering kali integrasi antara keduanya dapat memberikan wawasan yang lebih kaya dan komprehensif tentang masalah kesehatan yang diteliti.
Jenis-Jenis Penelitian Kualitatif
Penelitian kualitatif melibatkan pendekatan eksploratif dan deskriptif untuk memahami fenomena sosial dalam konteks alamiahnya. Berikut adalah beberapa jenis-jenis penelitian kualitatif yang umum digunakan (Holloway &
Galvin, 2016):
1. Studi Kasus: Penelitian kasus melibatkan pemeriksaan mendalam tentang suatu fenomena
108
dalam konteks nyata, sering kali fokus pada satu kasus atau beberapa kasus terpilih. Tujuannya adalah untuk mendapatkan pemahaman mendalam tentang aspek tertentu dari fenomena tersebut.
2. Etnografi: Etnografi melibatkan pengamatan dan partisipasi aktif dalam suatu kelompok atau komunitas untuk memahami budaya, nilai, norma, dan pola interaksi dalam konteksnya. Peneliti terlibat dalam interaksi sehari-hari dengan subjek penelitian 3. Fenomenologi: Penelitian fenomenologi bertujuan
untuk memahami pengalaman hidup individu dalam konteks tertentu. Peneliti berupaya mengidentifikasi esensi dan struktur pengalaman manusia melalui wawancara mendalam dengan partisipan.
4. Grounded Theory: Pendekatan ini mengacu pada pengembangan teori yang "tertanam" dalam data.
Peneliti memulai tanpa hipotesis sebelumnya dan mengembangkan teori berdasarkan pola-pola dan hubungan yang muncul dari data.
5. Studi Fenomena: Studi fenomena berfokus pada memahami suatu fenomena sosial atau kesehatan tertentu dalam konteksnya. Ini dapat melibatkan eksplorasi aspek tertentu dari pengalaman, proses, atau kejadian yang menjadi fokus penelitian.
6. Studi Kualitatif Komparatif: Metode ini melibatkan perbandingan berbagai kasus atau konteks untuk mengidentifikasi perbedaan dan kesamaan dalam pengalaman atau fenomena tertentu.
7. Penelitian Partisipatif: Penelitian partisipatif melibatkan partisipasi aktif kelompok atau komunitas yang diteliti. Tujuannya adalah untuk memberdayakan partisipan dan menggabungkan perspektif mereka dalam perumusan temuan.
8. Analisis Konten Kualitatif: Metode ini melibatkan analisis mendalam atas konten dokumen, teks, atau materi visual untuk mengidentifikasi tema-tema, pola, dan makna dalam konteks yang lebih luas.
109
9. Penelitian Tindakan Kualitatif: Penelitian tindakan melibatkan intervensi atau perubahan di dalam suatu lingkungan, dan kemudian menganalisis dampaknya dalam konteks kualitatif. Ini dapat melibatkan partisipasi aktif kelompok yang terpengaruh.
10. Metode Penelitian Kualitatif Campuran (mixed method): Ini adalah pendekatan yang menggabungkan elemen-elemen kualitatif dengan metode-metode kuantitatif dalam penelitian yang sama untuk mendapatkan pemahaman yang lebih kaya dan holistik.
Setiap jenis penelitian kualitatif memiliki pendekatan, strategi, dan tujuan yang unik. Pemilihan jenis penelitian tergantung pada pertanyaan riset, konteks, dan tujuan penelitian yang ingin dicapai.
Filosofi Penelitian Kualitatif
Filosofi ini membentuk dasar bagaimana peneliti memandang realitas, bagaimana mereka mendekati penelitian, dan bagaimana mereka memahami makna dari fenomena yang mereka teliti. Berikut adalah beberapa aspek kunci dari filosofi penelitian kualitatif (Cresswell &
Clark, 2018):
1. Konstruktivisme: Filosofi penelitian kualitatif sering kali berlandaskan pada konstruktivisme, yaitu pandangan bahwa realitas tidak dapat dianggap sebagai entitas yang terpisah dari pandangan dan interpretasi manusia. Individu membentuk pemahaman mereka tentang dunia melalui interaksi sosial dan pengalaman.
2. Subjektivitas dan Interpretasi: Dalam penelitian kualitatif, subjektivitas diakui sebagai aspek penting.
Peneliti memahami bahwa makna tidak hanya ada dalam data tetapi juga dalam interpretasi dan pandangan subjek yang terlibat. Peneliti menghargai perspektif individu dan mencoba memahami dunia dari sudut pandang partisipan.
110
3. Konteks dan Kompleksitas: Filosofi penelitian kualitatif mengakui pentingnya konteks dalam pemahaman suatu fenomena. Fenomena tidak dapat dipisahkan dari konteks sosial, budaya, dan sejarahnya. Selain itu, pendekatan kualitatif menerima kompleksitas dari fenomena dan menghindari reduksionisme.
4. Konstruksi Sosial dan Budaya: Penelitian kualitatif memahami bahwa realitas dan pemahaman tentang fenomena sosial dan kesehatan adalah hasil dari konstruksi sosial dan budaya. Norma, nilai, dan pandangan masyarakat mempengaruhi bagaimana sesuatu diartikan dan dihayati.
5. Fleksibilitas dan Dinamika: Filosofi ini mendorong pendekatan fleksibel dalam penelitian. Peneliti memiliki kebebasan untuk beradaptasi dengan perubahan dan nuansa yang muncul dalam proses penelitian. Interaksi dan dinamika antara peneliti dan partisipan dapat membentuk arah penelitian.
6. Pengalaman dan Refleksi: Penelitian kualitatif sering mengandalkan wawancara, observasi, atau materi tertulis dari partisipan. Fokus pada pengalaman individu dan refleksi tentang makna yang diberikan oleh partisipan dan peneliti sendiri adalah komponen penting dari filosofi ini.
7. Makna dan Konteks: Penelitian kualitatif mencari untuk memahami makna yang diatribusikan oleh individu terhadap pengalaman mereka. Makna ini selalu dalam konteks, dan peneliti berupaya memahami makna dalam konteks yang lebih luas.
Filosofi penelitian kualitatif menciptakan kerangka kerja konseptual yang membimbing seluruh proses penelitian, mulai dari perencanaan hingga interpretasi hasil. Ini memberikan dasar bagi peneliti untuk memahami peran mereka sebagai pemerhati, penerjemah, dan pembentuk makna dalam konteks penelitian kualitatif.
111 Pemilihan Sampel
Berikut adalah beberapa pertimbangan yang perlu diperhatikan dalam pemilihan sampel dalam penelitian kualitatif kesehatan (Mishra & Alok, 2017):
1. Tujuan Penelitian: Pemilihan sampel harus selaras dengan tujuan penelitian. Apakah Anda ingin memahami pengalaman pasien dengan kondisi tertentu, pandangan profesional medis, atau persepsi masyarakat terhadap suatu isu kesehatan? Jelasnya tujuan penelitian akan membantu Anda mengidentifikasi kelompok yang tepat untuk diteliti.
2. Kriteria Inklusi dan Eksklusi: Tetapkan kriteria yang jelas mengenai siapa yang akan menjadi bagian dari sampel Anda. Kriteria ini dapat berkaitan dengan karakteristik demografis (usia, jenis kelamin, etnisitas), kondisi kesehatan tertentu, pengalaman tertentu, atau peran dalam sistem kesehatan.
3. Keragaman: Penting untuk memilih sampel yang beragam dan mewakili variasi dalam pengalaman atau pandangan yang Anda ingin teliti. Keragaman akan membantu menghasilkan gambaran yang lebih komprehensif tentang fenomena yang diteliti.
4. Pendekatan Purposive Sampling: Dalam penelitian kualitatif, sering kali digunakan pendekatan purposive sampling, di mana partisipan dipilih berdasarkan pertimbangan yang mendalam terkait tujuan penelitian. Ada beberapa jenis purposive sampling seperti maximum variation sampling (memilih partisipan yang memiliki variasi luas dalam karakteristik tertentu), snowball sampling (mengajukan pertanyaan kepada partisipan awal untuk merekomendasikan partisipan lain), dan theoretical sampling (memilih partisipan berdasarkan temuan yang muncul selama penelitian).
5. Aksesibilitas: Pertimbangkan sejauh mana Anda dapat mengakses partisipan yang relevan. Apakah partisipan tersebut mudah dijangkau secara geografis atau ada keterbatasan yang perlu diatasi?
112
6. Kehati-hatian Ethical: Pastikan bahwa pemilihan sampel Anda memperhatikan etika penelitian, terutama dalam hal kerahasiaan, perlindungan privasi, dan persetujuan partisipan.
7. Pertimbangkan Konteks: Konteks sosial, budaya, dan lingkungan partisipan harus diakui dalam pemilihan sampel. Pengalaman dan pandangan partisipan dapat dipengaruhi oleh faktor-faktor ini.
8. Fleksibilitas: Terkadang, selama penelitian berlangsung, Anda mungkin perlu menyesuaikan kriteria pemilihan sampel atau mengubah pendekatan sampling berdasarkan temuan yang muncul.
9. Ukuran Sampel: Ukuran sampel dalam penelitian kualitatif tidak ditentukan oleh statistik konvensional seperti dalam penelitian kuantitatif. Namun, peneliti harus fokus pada mencapai kejenuhan data, yaitu titik di mana data tambahan tidak lagi memberikan wawasan baru.
Validitas dan Kepercayaan dalam Penelitian Kualitatif Validitas merujuk pada sejauh mana temuan atau interpretasi dalam penelitian mencerminkan realitas yang sebenarnya. Kepercayaan (credibility) berkaitan dengan seberapa kuat dan meyakinkan temuan penelitian terhadap partisipan dan pembaca (FitzPatrick, 2019).
Validitas Internal melalui Triangulasi Data dalam Penelitian Interaksi Pasien-Dokter
Triangulasi data adalah pendekatan yang digunakan untuk meningkatkan validitas internal dengan menggabungkan berbagai jenis data, sumber data, metode pengumpulan data, atau peneliti yang berbeda dalam suatu penelitian. Dalam penelitian interaksi pasien- dokter, triangulasi data dapat diterapkan dengan mengumpulkan data dari berbagai sumber, seperti observasi langsung, wawancara dengan pasien dan dokter, rekaman audio atau video, serta catatan medis.
Langkah-langkah dalam menggunakan triangulasi data meliputi:
113
1. Mengumpulkan data dari berbagai sumber dan metode untuk melihat konvergensi dan variasi dalam temuan.
2. Membandingkan temuan dari berbagai jenis data untuk melihat konsistensi dan perbedaan dalam interpretasi.
3. Menggunakan temuan yang ditemukan dari beberapa sumber untuk membangun narasi yang lebih kaya dan komprehensif tentang interaksi pasien-dokter.
Kepercayaan dan Transferabilitas Temuan dalam Konteks Penelitian Kesehatan
Kepercayaan (Credibility): Kepercayaan berkaitan dengan sejauh mana hasil penelitian dianggap meyakinkan dan layak dipercayai oleh partisipan dan pembaca. Beberapa cara untuk meningkatkan kepercayaan dalam penelitian kualitatif meliputi (Bougie & Sekaran, 2019):
1. Keterlibatan dalam pengumpulan data yang cermat dan teliti untuk menggambarkan konteks dengan akurat.
2. Reflexivitas peneliti, di mana peneliti mengungkapkan pandangan, pengalaman, dan potensi bias yang mungkin memengaruhi temuan.
Transferabilitas (Transferability): Transferabilitas merujuk pada sejauh mana temuan dalam penelitian dapat diterapkan atau diterjemahkan ke konteks yang berbeda.
Untuk meningkatkan transferabilitas (Pope & Mays, 2019).
1. Mendeskripsikan konteks penelitian dengan rinci agar pembaca dapat memahami kondisi yang mempengaruhi temuan.
2. Menyediakan informasi tentang karakteristik partisipan, pengaturan, dan situasi yang mempengaruhi hasil penelitian.
114
Analisis Data Kualitatif dalam Kesehatan
Dalam bagian ini, kita akan menjelaskan lebih lanjut tentang pendekatan induktif dan deduktif dalam analisis wawancara tentang persepsi masyarakat terhadap vaksinasi, serta bagaimana perangkat lunak khusus (Simanihuruk et al., 2023) dapat digunakan untuk membantu analisis temuan dalam penelitian kualitatif kesehatan (Holloway & Galvin, 2016)
Pendekatan Induktif dan Deduktif
Pendekatan Induktif: Pendekatan induktif dalam analisis data kualitatif dimulai dengan mengumpulkan data tanpa memiliki kerangka konseptual sebelumnya. Dalam konteks penelitian tentang persepsi masyarakat terhadap vaksinasi, pendekatan ini akan melibatkan mendengarkan wawancara dengan masyarakat tanpa membuat asumsi atau hipotesis awal tentang apa yang mungkin diungkapkan. Peneliti akan mengidentifikasi pola-pola dan tema-tema yang muncul dari data tersebut.
Proses ini menghasilkan pemahaman yang mendalam dan orisinal tentang pandangan masyarakat terhadap vaksinasi.
Pendekatan Deduktif: Pendekatan deduktif melibatkan penggunaan kerangka konseptual atau teori yang sudah ada sebelumnya untuk membimbing analisis data. Dalam konteks penelitian ini, peneliti dapat menggunakan teori- teori atau konsep yang ada tentang persepsi masyarakat terhadap vaksinasi, dan kemudian menganalisis data wawancara untuk melihat sejauh mana temuan mendukung atau melengkapi kerangka konseptual tersebut.
Dalam prakteknya, pendekatan induktif dan deduktif tidak harus eksklusif satu sama lain. Beberapa penelitian dapat memulai dengan pendekatan deduktif dan kemudian memungkinkan temuan baru untuk muncul secara induktif dari data. Pendekatan ini disebut sebagai pendekatan campuran.
115
Pemanfaatan Perangkat Lunak Khusus untuk Membantu Analisis Temuan
Dalam penelitian kualitatif kesehatan, penggunaan perangkat lunak khusus dapat mempermudah dan mempercepat proses analisis data (Kharisma, Miftachurohmah, et al., 2023). Beberapa perangkat lunak yang sering digunakan meliputi NVivo, MAXQDA (mixed methods), ATLAS.ti., Dedoose (mixed methods), dan QDA MINER.
Etika dalam Penelitian Kualitatif Kesehatan
Mewawancarai individu dengan kondisi kesehatan sensitif menimbulkan sejumlah pertimbangan etis yang penting (Dewi et al, 2023). Beberapa langkah yang perlu diperhatikan oleh peneliti dalam penelitian kualitatif kesehatan yang melibatkan individu dengan kondisi kesehatan sensitif meliputi (Mukhalalati & Awaisu, 2019):
1. Informed Consent (Persetujuan Informasi):
Memastikan partisipan sepenuhnya memahami tujuan penelitian, proses wawancara, risiko, manfaat, dan hak-hak mereka sebelum memberikan persetujuan. Dalam kasus kondisi sensitif, peneliti perlu memberikan informasi tambahan tentang bagaimana data akan diperlakukan dan dijaga.
2. Voluntary Participation (Partisipasi Sukarela):
Menjamin bahwa partisipasi dalam penelitian adalah suatu pilihan dan tidak ada tekanan untuk berpartisipasi.
3. Kerahasiaan: Memastikan bahwa informasi yang diberikan oleh partisipan dijaga kerahasiaannya.
Dalam kasus kondisi kesehatan sensitif, ini dapat menjadi khusus penting karena partisipan mungkin khawatir tentang pengungkapan identitas atau informasi pribadi.
4. Perlindungan Emosional: Memahami bahwa partisipan dengan kondisi kesehatan sensitif mungkin mengalami emosi yang kuat selama wawancara.
Peneliti perlu menunjukkan empati dan kepekaan dalam menangani tanggapan emosional tersebut.
116
Interpretasi dan Pelaporan Temuan
Merumuskan Temuan Kualitatif Menjadi Narasi yang Bermakna
Merumuskan temuan kualitatif dalam bentuk narasi yang bermakna adalah langkah penting dalam proses interpretasi dan pelaporan penelitian. Langkah-langkah yang dapat diambil dalam merumuskan temuan menjadi narasi yang kohesif meliputi (Cresswell & Clark, 2018):
1. Mengidentifikasi Tema Utama: Setelah analisis data, identifikasi tema-tema utama yang muncul dari wawancara dan observasi. Tema ini mencerminkan pola-pola penting dan pandangan yang muncul dari data.
2. Membangun Alur Narasi: Susun narasi yang menghubungkan tema-tema utama, menciptakan alur cerita yang bermakna. Narasi ini harus memberikan konteks, perkembangan, dan pengembangan temuan secara kohesif.
3. Menggunakan Kutipan Ilustratif: Masukkan kutipan langsung dari partisipan dalam narasi Anda. Kutipan ini mewakili suara asli partisipan dan memberikan kekuatan dan keautentikan pada narasi Anda.
4. Mencari Pola Hubungan: Cari pola-pola hubungan antara tema-tema yang mungkin muncul dari data.
Identifikasi bagaimana tema-tema ini saling berhubungan dan memberikan gambaran yang lebih lengkap.
5. Menjelaskan Implikasi: Saat menyajikan narasi, berikan pemahaman tentang implikasi temuan Anda dalam konteks kesehatan. Diskusikan bagaimana temuan Anda dapat memengaruhi pemahaman dan praktik kesehatan.
117
Penyajian Hasil Penelitian melalui Kutipan dan Narasi Ilustratif
Kutipan Ilustratif: Kutipan langsung dari partisipan merupakan alat yang kuat untuk mengilustrasikan temuan Anda. Kutipan ini membawa suara asli partisipan ke dalam laporan penelitian Anda dan memberikan kredibilitas pada temuan. Ketika memilih kutipan, pilihlah yang paling menggambarkan pandangan, pengalaman, atau emosi yang relevan dengan tema yang sedang Anda bahas.
Narasi Ilustratif: Narasi atau cerita pendek yang menggambarkan pengalaman konkret partisipan dapat membantu pembaca memahami konteks dan perasaan yang terkait dengan temuan. Narasi ilustratif ini membantu temuan Anda menjadi lebih relevan dan bermakna bagi pembaca.
Dalam penyajian hasil penelitian kualitatif kesehatan, kombinasi antara narasi ilustratif dan kutipan langsung dari partisipan dapat membawa dimensi manusia yang kuat ke dalam temuan Anda.
Penutup
Dalam menjalankan penelitian kualitatif kesehatan, penting untuk mengakui baik kelebihan maupun keterbatasan dari pendekatan ini. Sementara pendekatan kualitatif memberikan wawasan mendalam tentang dimensi emosional dan konteks individu, perlu dilakukan dengan kesadaran tentang batasannya dalam hal generalisasi pada populasi luas. Selain itu juga, integrasi pendekatan kualitatif dan kuantitatif dalam penelitian kesehatan memberikan pemahaman yang lebih kaya dan holistik tentang isu-isu kesehatan (Stoecker & Avila, 2020).
118 Daftar Pustaka
Bairagi, V., & Munot, M. V. (Eds.). (2019). Research methodology: A practical and scientific approach (1st ed.). Chapman & Hall .
Bougie, R., & Sekaran, U. (2019). Research methods for business: A skill building approach (8th ed.). Wiley.
Cresswell, J. W., & Clark, V. L. P. (2018). Designing and Conducting Mixed Methods Research. Sage.
Dewi, I. C., Al Hamid, D. M., Syamil, A., Ginting, J. V. B., Basyirah, Hikmah, Butarbutar, M., Sukardi, Samsara, L., Wardhana, A., Silalahi, M., & Ernawati. (2023).
Praktik Manajemen Sumber Daya Manusia Dalam Organisasi. Media Sains Indonesia.
FitzPatrick, B. (2019). Validity in qualitative health education research. Currents in Pharmacy Teaching and Learning, 11(2), 211–217.
Holloway, I., & Galvin, K. (2016). Qualitative research in nursing and healthcare. Wiley.
Kharisma, L. P. I., Miftachurohmah, N., Jannah, U. M., Wahyudi, F., Datya, A. I., & Syamil, A. (2023). Analisis
& Perancangan Sistem: Berbasis Studi Kasus. PT.
Sonpedia Publishing Indonesia.
Kharisma, L. P. I., Yahya, S. R., Handayanto, R. T., Gunawan, I. M. A. O., Handika, I. P. S., Hatta, H. R.,
& Syamil, A. (2023). Metode SPK Favorit Di Masa Depan: Teori dan Contoh. PT. Sonpedia Publishing Indonesia.
Mishra, S., & Alok, S. (2017). Handbook of research methodology. Educreation.
Mukhalalati, B., & Awaisu, A. (2019). Principles, paradigms, and application of qualitative research in pharmacy practice. In Encyclopedia of Pharmacy Practice and Clinical Pharmacy (pp. 162–172).
Mukherjee, S. (2019). A guide to research methodology: An overview of research problems, tasks and methods.
CRC Press.
119
Pope, C., & Mays, N. (2019). Qualitative research in health care: Fourth edition. Qualitative Research in Health Care, 1–235.
https://doi.org/10.1002/9781119410867
Simanihuruk, P., Sutrisno, B., Sriminarti, N., Alim, K., Hulu, D., Wulandari, I., Simatupang, A., Syamil, A., &
Munizu, M. (2023). Matematika Ekonomi & Bisnis:
Teori & Model Penerapan. PT. Sonpedia Publishing Indonesia.
Stoecker, R., & Avila, E. (2020). From mixed methods to strategic research design. International Journal of Social Research Methodology, 24(6), 627–640.
https://doi.org/10.1080/13645579.2020.1799639
120 Profil Penulis
Ir. Ahmad Syamil, MBA, PhD
Ahmad Syamil meraih gelar Insinyur Teknik Mesin dari ITB dan MBA dari University of Houston, Houston, Texas, USA. Kemudian dia mendapatkan beasiswa dari USA untuk menyabet gelar PhD dari University of Toledo, Toledo, Ohio, USA. Disertasi PhD nya adalah finalis lomba disertasi terbaik yang diselenggarakan oleh Academy of International Business (AIB) di Australia dengan peserta dari seluruh dunia.
Dia pernah hidup di USA selama 25 tahun dan jabatan terakhirnya adalah Associate Professor di Arkansas State University, USA. Di Binus, Ahmad Syamil penah menjadi Dekan Magister Management Program di Binus Business School (BBS) Jakarta serta Dekan International Undergraduate Program (IUP) BBS Jakarta.
Ia aktif publikasi di jurnal-journal internasional dan presentasi di konferensi-konferensi tenama. Selain itu juga, dia menjadi trainer di perusahaan-perusahaan terkemuka di Indonesia.
Dia memilki banyak sertifikasi profesional internasional. Ahmad Syamil sudah diinterview dan dipublikasikan oleh banyak media termasuk Voice of America (VOA), Radio Republik Indonesia (RRI), majalah Tempo, koran Tribun (dimiliki oleh Kompas Gramedia), Pikiran Rakyat (Bandung), majalah SWA, majalah Warta Ekonomi, dll.
Email: [email protected] ; [email protected] LinkedIn: https://www.linkedin.com/in/asyamil/
121